XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
382 - Yang Ni


__ADS_3

"Lepaskan Lan Zhi.."


Xiao Shuxiang meminta pegangan pada tangannya dilepaskan, tetapi yang terjadi justru pegangan tersebut semakin terasa erat.


"Lan'Er.."


"Kau tidak perlu takut merasa lemah, aku akan melindungimu. Jangan cemaskan siapa pun, apalagi takut berhubungan dengan manusia. Teman dan keluargamu adalah orang-orang yang kuat, mereka tidak perlu kau lindungi."


!


Entah pertama kalinya atau bukan, namun memang kejadian langka bila bisa mendengar sosok seperti Lan Guan Zhi bicara sepanjang ini. Xiao Shuxiang bahkan mengerjap saking tidak percayanya.


"Kau sebenarnya takut hatimu berubah menjadi lembut, dan menggantikan hati yang tidak berperasaan itu. Tapi siapa pun dirimu, kau tetaplah Xiao Shuxiang. Teman baikku,"


!!


"Lan Zhi, inilah yang kutakutkan. Kau selalu saja melindungiku. Tindakanmu ini malah membuatku semakin lemah, jadi hentikan.."


Xiao Shuxiang kembali meminta pegangan pada tangannya dilepaskan. Namun Lan Guan Zhi malah menariknya hingga dia membentur dada bidang pemuda tersebut.


!!


"Lan Zhi!"


Rasanya benar-benar kaget, Xiao Shuxiang bahkan menatap tak percaya ke arah temannya. Untunglah tidak ada orang lain selain mereka berdua di sini, jadi apa yang dilakukan Lan Guan Zhi barusan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


"Dengarkan aku," Lan Guan Zhi benar-benar serius. Pemuda yang hampir berusia 24 Tahun ini memberi tatapan yang dalam pada teman baiknya.


Xiao Shuxiang sedikit mengambil jarak, dia sebelumnya terlalu dekat dengan Lan Guan Zhi. Dirinya sudah tidak berusaha lagi melepaskan pegangan pada tangannya dan lebih memilih mendengarkan apa yang ingin dikatakan teman baiknya ini.


"Tidak ada yang akan menyalahkanmu bila bersikap lemah, Shuxiang. Alasanmu ingin mengakhiri semuanya adalah karena kau takut kehilangan mereka.. Orang-orang yang kau anggap keluarga,"


"…"


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun, termasuk membantah ucapan Lan Guan Zhi. Hanya saja, raut wajah dan tatapan matanya sudah memberi arti bahwa apa yang dikatakan oleh Tuan Muda Lan ini adalah benar.


"Kau kembali menjadi dirimu yang dibenci semua orang tidak akan mengubah keadaan jadi lebih baik.."


Lan Guan Zhi juga mengatakan bahwa Xiao Shuxiang tidak harus mengikuti aturan apa pun yang membuatnya kurang nyaman.


Teman baiknya tidak perlu bersikap sopan apalagi membantu orang lain bila ini bertentangan dengan kehendak hatinya. Tidak ada yang akan memaksa, apalagi menjadi penghalang. Namun temannya harus ingat untuk tidak memutuskan hubungan dengan siapa pun.


".. Bagiku. Kau adalah orang asing pertama, yang telah kuanggap berharga."


!!


Xiao Shuxiang tidak tahu harus bilang apa. Dia bahkan sulit menelan ludah. Tatapan matanya seperti mencari jawaban pada wajah setenang air ini dan yang dilihatnya justru kejujuran murni.


Lan Guan Zhi tidak berbohong. Mata teduh dan jernih miliknya mampu membuat orang lain terhanyut. Suaranya yang selembut sutra seakan dapat menarik seseorang untuk terus mendengarkannya.


"Kau menakutkan, Lan Zhi.. Kau membuatku takut," Xiao Shuxiang memelankan suaranya, dia terlihat sedikit mengalihkan pandangannya.


Jujur saja, Xiao Shuxiang merasakan sesak di dalam hatinya. Dia membenci perasaan ini. Dirinya bukanlah orang sebaik itu sampai-sampai dianggap berharga.


Alasan mengapa Koki Alkemis tersebut ingin berhenti menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-temannya adalah karena hatinya sudah mulai melunak.


Jika terus seperti ini, besar kemungkinan lawannya akan menjadikan teman dan keluarganya sebagai sandera demi dapat memanfaatkan dirinya.


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya yang tidak ingin menatap wajahnya, bahkan tak mau bicara. Dia pun mulai melemahkan sedikit pegangan tangannya.


"Jauh di dalam hatimu, kau ingin menjadi manusia. Tapi ada satu titik, di mana hatimu menginginkan kehancuran.."


Lan Guan Zhi mengingatnya, dia ingat Xiao Shuxiang pernah mengatakan itu. Dan saat ini, teman baiknya sedang diselimuti kegelapan.


"Aku pernah berjanji akan membunuhmu saat kegelapan itu mulai menguasaimu. Namun aku juga berjanji pada diriku sendiri. Sampai kapan pun.. Aku tidak akan melepaskanmu,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang tidak mau bicara, hanya saja dia mulai kembali menatap pemuda di depannya dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Dia memang pernah mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi manusia dan ingin mengikat hubungan dengan seseorang yang tidak membuatnya khawatir.


Namun sekarang, ikatan yang Xiao Shuxiang jalin ini sudah membuatnya lemah. Dirinya seperti merasa terikat dengan keraguan, ketakutan, dan kekhawatiran.


"Lan Zhi.. Kenapa kau terus saja melindungiku? Aku tidak merasa pernah berbuat satu kebaikan pun padamu.." ekspresi wajah Xiao Shuxiang memburuk, ".. Kau jangan membuatku berhutang, Lan'Er.."


"Aku tidak membuatmu berhutang apa pun. Kulakukan ini karena.. Kau adalah teman berharga yang kumiliki,"


Lan Guan Zhi tidak pernah ragu mengatakannya apalagi sampai malu mengakui hal tersebut.


Dia sendiri juga tidak tahu bagaimana awalnya menganggap Xiao Shuxiang sebagai teman, semuanya seakan berjalan begitu saja.


"Meski kau sering bertindak memalukan, dan membuatku gatal ingin menebasmu. Tapi bagiku, kau tetaplah teman yang berharga."


!!


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan lalu tersenyum sampai akhirnya tertawa. Tidak disangka teman baiknya sejujur ini. Sungguh pertama kali dirinya mendengar Lan Guan Zhi berucap demikian dengan wajah yang serius.


"Hahaha.. Aiya, Lan Zhi." Xiao Shuxiang mendorong pelan dada temannya, "Aku baru saja ingin memeluk dan menciummu, tapi kau sudah merusak suasananya.."


Lan Guan Zhi berkedip dan mengeratkan pegangan tangannya hingga membuat tawa Xiao Shuxiang berubah menjadi rintihan dan keluhan.


"Tangan, tanganku Lan Zhi..! Kawan, aduh! Sakit, sakit, aah!"


"Jika kau berani melakukannya. Akan kubuang sisi manusiaku dan membunuhmu. Dasar. Memalukan."


!!


Xiao Shuxiang mengibas-ngibaskan tangannya saat Lan Guan Zhi telah melepaskannya, walau dengan sedikit kasar. Teman baiknya ini seperti sedang kesal padanya, yaah.. Itu memang bisa disadari kala mendengar ucapan Lan Guan Zhi barusan.


Xiao Shuxiang memijat-mijat pergelangan tangannya, "Kau kelewatan sekali.. Memang apa salahku? Berpelukan dan berciuman antara laki-laki bukankah wajar? Aku sering mencium bibi Shuai Niao meskipun dia terlihat cantik, tetapi dia itu laki-laki. Dan tidak ada masalah,"


Lan Guan Zhi mengerjap dan menginjak keras kaki kanan teman baiknya, "Aku bukan bibimu,"


"Apa Kau Tidak Bisa Bersikap Sedikit Lembut Padaku, Lan Zhi! Kalau kau terus memperlakukanku seperti ini, aku benar-benar akan pergi..! Sssh.. Aduh.."


"Hmph, kau.. Memuakkan."


Lan Guan Zhi mengepalkan kedua tangannya. Dia seperti menahan diri untuk tidak membalik tubuh teman baiknya, membuat Xiao Shuxiang menungging, dan menendang bokong pemuda tersebut hingga terlempar dari kediaman ini.


Lan Guan Zhi sebenarnya ingin memarahi Xiao Shuxiang habis-habisan sebab temannya tersebut masih sempat-sempatnya menggoda dirinya. Namun dibanding dengan berbicara panjang lebar--dia lebih suka langsung bertindak.


Butuh waktu sekitar tiga tarikan napas sampai sakit yang dirasakan Xiao Shuxiang pada kakinya menghilang. Dia lalu menggelengkan kepala pelan dan menatap wajah temannya.


"Kau sudah berubah Lan Zhi.. Kau menjadi orang yang kasar. Padahal aku hanya mengatakan apa yang ingin kukatakan, kenapa kau harus bertindak seperti ini? Aaihh.."


"Cepatlah menikah dan menjauh dariku."


!!


Xiao Shuxiang tanpa sadar membuka mulutnya, dia tidak salah dengar. Dirinya seperti baru saja disuruh untuk menyingkir dari kehidupan teman baiknya.


"Kau tadi mengatakan bahwa aku ini berharga bagimu dan kau tidak akan melepaskanku. Ke mana Lan Guan Zhi yang menghanyutkan barusan?"


"Kau membuatku menyesal mengatakannya." suara Lan Guan Zhi terdengar dingin, dia lalu membalikkan sedikit posisinya dan kemudian memandang ke arah langit.


Xiao Shuxiang mendengus sambil tersenyum, dia kemudian meng-sejajarkan posisinya dan ikut menatap langit.


"Kau tahu, di kehidupanku sebelumnya.. Aku tidak pernah bisa seakrab ini dengan seseorang. Terima kasih.."


"Mn, di antara kita.. Tidak dibutuhkan kata 'Terima Kasih'. Kau sendiri yang mengatakannya,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan menoleh sejenak ke arah temannya sebelum kembali memandang langit.

__ADS_1


Xiao Shuxiang sedikit merentangkan tangannya sambil menghirup udara dingin namun menyegarkan di tempat ini.


Dia lalu menggerak-gerakan kedua tangannya ke depan dan ke belakang secara pelan serta bersamaan, seolah-olah sedang menikmati suasana di sekelilingnya.


"Kalau dipikir-pikir.. Semua orang yang melihatmu bersamaku, apalagi bila menyaksikan pembicaraan kita tadi--Mereka akan menganggap Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi memiliki hubungan terlarang, Gadis Cerewet bahkan menyebutmu sebagai 'Adik Ipar'. Tidakkah kau mau membersihkan nama baikmu, Lan'Er?"


"Semua dimulai darimu,"


Xiao Shuxiang sadar dia yang mulai duluan menggoda Lan Guan Zhi. Tetapi kesalahpahaman itu tidak akan terjadi bila teman baiknya ini tidak menanggapi godaannya dengan sesuatu yang lebih berbahaya.


"Kau ingat saat kita makan bersama di Kota Awan Dingin? Waktu itu aku hanya menggodamu dengan kata-kata, tetapi kau malah membersihkan butir nasi di pipiku, apalagi wajah tenang dan tatapan matamu itu.. Yaa Ampun.. Kau benar-benar bisa membuat para gadis jatuh hati,"


Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya, dia sungguh tidak bisa melupakan saat di mana dirinya merasa seperti tersetrum sekaligus merinding geli.


".. Andai saat itu yang ada di posisiku adalah Bocah Pengemis Gila, kau pasti sudah tamat. Pemuda homo itu akan menerjangmu dan aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya, Haaiz.. Syukurlah aku pemuda yang menyukai wanita,"


"Karenanya.. Cepatlah menikah dengan Nona Ling agar nama besarku bisa bersih kembali." Lan Guan Zhi berucap tanpa menoleh ke arah Xiao Shuxiang.


"Yaah.. Itulah yang akan kulakukan. Salah satu dari kita harus menikah bila ingin kesalahpahaman ini berakhir.."


"Mn,"


Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian berkata bahwa jauh lebih baik menikmati pemandangan langit dengan ditemani satu pot kecil arak. Dia mulai akan mengeluarkan Arak Anak Linglung miliknya saat terdengar suara langkah kaki.


Tap


Tap


Xiao Shuxiang penasaran dan menoleh ke asal suara yang dia dengar. Keningnya sedikit mengerut kala melihat seorang pemuda yang nampak berusia 23 Tahun.


Pemuda itu memiliki wajah yang tampan, dengan tatapan mata yang terkesan dingin. Dia berpakaian biru dan memakai sabuk berwarna hitam. Dirinya diikuti oleh dua orang pengawal.


Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda yang masih berjarak sekitar 10 meter dari tempatnya berdiri. Semakin lama, matanya nampak melebar karena terkejut.


"Itu.."


Lan Guan Zhi mendengar gumaman pelan temannya. Dia juga ikut mengarahkan pandangannya pada pemuda yang berjalan semakin dekat tersebut.


!


Tiba-tiba saja Lan Guan Zhi tersentak saat Xiao Shuxiang bergegas ke belakang punggungnya. Koki Alkemis ini seperti sedang bersembunyi dari seseorang.


"Kau.."


"Ssst. Aku sepertinya lupa satu hal dan baru ingat sekarang.." Xiao Shuxiang memegang kedua pundak Lan Guan Zhi dan sesekali mengintip pemuda yang berjalan ke arahnya itu.


Raut wajah Xiao Shuxiang berubah sedikit pucat. Dia ingat wajah pemuda tersebut, itu tidak lain adalah cucu dari Pangeran Kelima. Pemuda itu merupakan Pangeran Yang Ni.


"Gawat kalau dia bisa sampai mengenaliku.." Xiao Shuxiang seperti menyembunyikan wajahnya di punggung Lan Guan Zhi. Tindakannya membuat teman baiknya penasaran.


"Shuxiang..?"


Sebenarnya bukan tanpa alasan Xiao Shuxiang bertingkah semacam ini. Dahulu dia sudah pernah bertemu dengan Yang Ni, walau pada waktu itu dirinya menyamar menjadi perempuan.


Yang Ni merupakan pangeran yang dingin, sekaligus seseorang dengan hati giok hitam. Dia tidak mudah ditaklukkan dan terkesan tanpa perasaan.


Banyak gadis yang sebenarnya menaruh hati padanya dan beberapa dari mereka telah mengumpulkan keberanian untuk menghampirinya. Namun Yang Ni sama sekali tidak merasakan apa-apa, termasuk membalas rasa suka yang dirinya terima.


Awalnya, dia hanya fokus pada latihannya. Tapi sesuatu di dalam hatinya berubah sejak bertemu salah satu pelayan wanita yang mampu menarik perhatiannya.


Pelayan tersebut seperti memiliki pesona yang tidak terbantahkan, bahkan suara lembut dan menawan pelayan cantik itu masih sering menjadi bunga tidurnya. Padahal, Yang Ni tidak pernah sekali pun merasakan hal semacam ini dahulu.


Keanehan yang dia rasakan membuat Yang Ni mencari pelayan wanita tersebut, namun seperti hembusan angin--sosok yang dia ingin jumpai tidak pernah terlihat lagi.


Yang Ni mencari ke sana kemari, bertanya pada para pelayan di tempat ini, termasuk menanyakannya pada Sang Kaisar, kakeknya sendiri. Sayangnya sampai sekarang, pelayan itu tidak pernah dirinya temukan.

__ADS_1


Jujur saja, dia sangat ingin bertemu. Segala upaya dirinya lakukan supaya bisa melihat kembali pelayan wanita itu. Namun yang terjadi seakan pelayan tersebut bak ditelan bumi.


***


__ADS_2