XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
358 - Menuju Benua Selatan


__ADS_3

Xiao Shuxiang begitu fokus memperhatikan peta Benua Selatan yang digambar oleh Lan Guan Zhi. Saat ini dirinya memang sedang ada di dalam sebuah ruangan bersama dengan teman baiknya tersebut.


Tidak hanya Lan Guan Zhi, di ruangan ini juga ada Lan Xiao. Harimau Bulan itu terlihat duduk tenang di pangkuan induknya yang begitu teliti menggerakkan kuas.


Selain Lan Xiao, ada juga Bocah Pengemis Gila, dan Xiao Qing Yan. Sejujurnya, masih ada saja warga yang ingin bertemu dengan Sang Bintang Pelindung, namun Ro Wei dan Shao Nu yang mengatasi hal ini, keduanya berusaha memberi pemahaman pada orang-orang yang ingin bertemu dengan Saudara Xiao mereka.


"'.. Benua Selatan atau disebut juga benua mati. Tempat itu mempunyai tanah merah yang bisa menghisap kehidupan makhluk hidup apa pun. Kultivator yang berada di tingkatan Immortal sekalipun akan langsung menjadi tulang belulang bila menginjakkan kakinya di tanah Benua Selatan..' tulisan tangan Yi Wen lumayan juga untuk seorang gadis yang benci menulis,"


Xiao Shuxiang membaca kertas yang sebelumnya diberikan Yi Wen. Meski gadis cantik tersebut selalu genit padanya, namun Xiao Shuxiang tetap bisa mengandalkan temannya itu.


"Informasi yang didapatkan temanmu lumayan banyak juga.. Bagaimana cara dia melakukannya? Awalnya kupikir dia adalah gadis tidak tahu malu.." Bocah Pengemis Gila ikut membaca isi dari kertas di tangan Xiao Shuxiang.


"Tingkahnya memang begitu, tapi Yi Wen adalah gadis yang selalu bersungguh-sungguh. Saat aku melakukan pelatihan tertutup, dirinya tidak pernah tinggal diam. Aku yakin dia bersama Xiao Lu dan Kucing Putih mengumpulkan informasi di banyak tempat tentang Benua Selatan. Kalau kau tadi memperhatikan wajahnya dengan jelas, kau akan tahu betapa lelahnya dia.."


Dari tatapan mata Xiao Shuxiang, nampak jelas bahwa dirinya begitu kagum dengan temannya yang satu itu.


Sejauh ini, Yi Wen tidak pernah mengatakan banyak hal. Saat bertemu Xiao Shuxiang pun.. Dia hanya bersikap manja dan terus menggoda saudara Xiao-nya. Sifatnya yang tidak tahu malu kadang membuat orang lain salah paham padanya.


Xiao Shuxiang sendiri tidak pernah benar-benar menolak saat Yi Wen merangkul lengan atau pun memeluknya. Ini dikarenakan dia tahu betul bahwa gadis cantik tersebut hanya melakukan itu pada dirinya seorang.


".. Ini informasi yang baru. Salah satu kultivator Aliran Hitam yang diajak bicara oleh Yi Wen berkata bahwa ada makhluk mengerikan di Benua Selatan dan tempat itu sebenarnya tidak benar-benar mati. Bagaimana menurutmu?"


Xiao Shuxiang tiba-tiba bertanya pada Bocah Pengemis Gila. Dia kembali membaca tulisan tangan Yi Wen.


"Benua yang tidak benar-benar mati..?" Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dagunya, ".. Aku tidak tahu banyak tentang Benua Selatan. Aku hanya sekali datang ke tempat itu untuk menemui Da Lin, dan kejadiannya pun sebelum tanah di benua tersebut berubah merah. Jadi aku tidak bisa banyak membantumu.."


"Kau kan hidup lebih lama? Apa kau tidak ingat sesuatu? Kau sia-sia saja hidup selama ribuan tahun bila tidak tahu tentang ini, haiih.."


Bocah Pengemis Gila mencubit kasar lengan Xiao Shuxiang, "Kau pikir aku ini apa? Aku hanya mengingat apa yang ingin kuingat dan kehidupanku sama sekali tidak sia-sia, buktinya aku bertemu banyak pria tampan. Dan selain itu.."


Bocah Pengemis Gila memberikan pendapatnya bahwa sulit sebenarnya menyegel iblis. Menurutnya, kebangkitan Iblis tidak pernah bisa dihentikan.


".. Menyegelnya sama saja dengan memerangkapnya dalam sebuah cangkang. Iblis itu akan tetap hidup dan berkembang sampai dia mampu terbebas dari cangkangnya.."


Bocah Pengemis Gila mengatakan bahwa untuk melenyapkan iblis selama-lamanya, maka Xiao Shuxiang harus menunggu sampai Iblis tersebut bangkit. Dan tentu saja hal ini akan sangat membahayakan, tapi dia tidak punya pilihan.


Xiao Qing Yan juga mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila, dia kemudian bertanya. "Bagaimana jika kita menyegelnya beberapa kali? Apa itu tidak bisa menghentikan kebangkitannya?"


Bocah Pengemis Gila menoleh dan menatap anak berusia 10 Tahun tersebut, "Tidak, aku sudah mengatakannya, bukan. Meski kau menyegelnya tiga sampai sepuluh kali pun.. Tanah di Benuamu mungkin kembali seperti semula, tetapi Iblis itu tetap akan bangkit.."


Xiao Shuxiang, "Yi Wen juga menuliskan demikian. Jadi memang tidak ada pilihan selain menunggu kebangkitan iblis itu dan membunuhnya begitu dia bangkit.."


"Mn, benar. Akatsuki pernah memberitahuku bahwa kebangkitan iblis membutuhkan waktu yang lama, tetapi aku tidak ingin kau lengah sedikit pun meski telah selesai menyegelnya nanti,"


Nyawn~


!


Seruan dari Lan Xiao membuat Bocah Pengemis Gila, Xiao Shuxiang, dan Xiao Qing Yan menoleh. Rupanya peta Benua Selatan yang dibuat Lan Guan Zhi telah selesai.


Mereka memperhatikan dengan seksama peta tersebut. Xiao Shuxiang menambahkan sedikit tanda yang menjadi titik keberadaan Gerbang Dunia yang kesembilan.


"Perjalanan ini akan menjadi yang paling berbahaya. Yi Wen juga memperingatiku,"


"Kau begitu percaya padanya, sebenarnya bagaimana hubungan kalian?" Bocah Pengemis Gila mengerutkan keningnya, dia menatap aneh ke arah Xiao Shuxiang.


"Aku memercayai teman-temanku. Kenapa kau harus mempermasalahkannya? Berhentilah menatapku begitu. Lihat ini, tidak hanya Yi Wen yang menulis agar aku berhati-hati, tapi juga Gadis Cerewet dan Kucing Putih. Mereka begitu mengkhawatirkanku.."


Xiao Shuxiang lalu mengatakan pada Bocah Pengemis Gila untuk tidak memikirkan hal-hal aneh mengenai dirinya dengan Yi Wen.


".. Kau harus tahu, aku bukanlah orang yang mudah jatuh hati pada seorang gadis hanya karena dia begitu baik padaku.." Xiao Shuxiang juga tidak mau disalahkan. Dia tidak pernah memaksa Yi Wen menyukainya.

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila, "Kau tega sekali.. Dia sudah berusaha keras membantumu. Apa jadinya bila dia mendengar ini, gadis itu pasti akan sangat sedih.."


Xiao Shuxiang berkedip dan nyaris tertawa, "Kau kurang mengenal Yi Wen.. Lain kali cobalah akrab dengannya,"


?!


Bocah Pengemis Gila tersentak saat punggungnya diusap-usap oleh Xiao Shuxiang. Dia memperhatikan wajah pemuda ini yang tersenyum aneh padanya. Jangan bilang bahwa teman baik Lan'Er Gege-nya ini ingin mendekatkannya dengan seorang gadis. Membayangkannya saja membuat dia merinding geli.


"Ka-kapan kita akan pergi? Sebaiknya ayo cepat ke Benua Selatan dan segera pulang.." Bocah Pengemis Gila bermaksud mengalihkan perhatian Xiao Shuxiang, ".. Aku tidak mau dijodohkan dengan seorang gadis, aku ini masih normal,"


Xiao Shuxiang sepertinya tahu apa yang dipikirkan oleh pemuda di sampingnya, namun dia tidak ingin ambil pusing. Mereka memang harus segera pergi ke Benua Selatan.


"Bersiap-siaplah, kita akan segera berangkat." Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dari dalam Gelang Semestanya, dia memang sudah lama tidak memegang pedangnya ini. Rasanya sangat rindu.


"Aku selalu siap," Xiao Qing Yan berdiri dan mencengkeram kuat katana miliknya. Tatapan matanya memperlihatkan ketidaksabaran.


Nyawn!


"Sepertinya Lan Xiao juga sudah tidak sabar. Baiklah, ayo pergi.." Xiao Shuxiang tersenyum, dia hampir saja lupa bahwa teman-temannya ini merupakan orang-orang yang begitu semangat. Persiapan sepertinya tidak butuh terlalu lama dilakukan.


Xiao Shuxiang mulai membuat segel, titik-titik air muncul dan lalu memadat hingga membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa. Sambil mengembuskan napas pelan.. Xiao Shuxiang berkata akan masuk lebih dulu.


*


*


Benua Selatan dahulu terbagi ke dalam dua kekaisaran, yakni Kekaisaran Bulan Perak dan Kekaisaran Bulan Emas. Tempat ini dulu begitu hidup, tidak seperti sekarang.


Gerbang Dunia Kesembilan berada di Kekaisaran Bulan Perak, tepat di salah satu kota yang begitu terkenal. Selain gerbang itu.. Kondisi di sekelilingnya sudah luluh lantak, sama sekali tidak bersisa.


Sebuah cermin muncul di atas Gerbang Dunia setinggi delapan meter tersebut. Seseorang mulai keluar dari cermin dan langsung melayang di udara.


!!


"Hm? Qi di sini lumayan, tapi memang tempat ini sangat sunyi dan juga tidak mengenakkan.." Xiao Shuxiang bahkan bisa melihat banyak tulang-belulang yang salah satunya mempunyai tengkorak manusia.


Angin berhembus lembut tidak membuat Xiao Shuxiang merasa nyaman, malahan dia seperti ingin meninggalkan tempat ini sesegera mungkin.


Xiao Shuxiang mulai memanggil teman-temannya, dia berkata bahwa Lan Xiao yang harus lebih dulu datang dan kemudian Xiao Qing Yan, kemudian disusul Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi.


Teman-temannya mengerti. Sedetik berikutnya Lan Xiao keluar dari balik Cermin Pemindan. Harimau Bulan tersebut mengubah ukuran tubuhnya dan nampak melayang di udara.


?!


Xiao Qing Yan menjadi yang kedua setelah Lan Xiao. Dirinya saat keluar dari Cermin Pemindah--langsung terjatuh dan mendarat tepat di punggung Harimau Bulan yang menggemaskan tersebut.


Bocah Pengemis Gila tidak menyangka akan jatuh ke punggung Lan Xiao. Kemungkinan inilah maksud dari ucapan Xiao Shuxiang barusan. Koki Alkemis itu pasti tahu bahwa Xiao Qing Yan belum mampu melayang di udara, termasuk dirinya.


Orang terakhir yang keluar dari Cermin Pemindah adalah Lan Guan Zhi, pemuda tersebut melayang tanpa memakai pedang terbang.


Cermin Xiao Shuxiang kembali menjadi butiran air dan lalu menghilang. Dia dan teman-temannya sekarang berhadapan dengan sebuah tempat dengan tanah merah.


Xiao Qing Yan memperhatikan tempat yang ada di bawahnya. Melihat ini semua--dirinya jadi tidak menyangka tempat ini adalah rumahnya. Dia sungguh tidak bisa percaya.


".. Semuanya.." Xiao Qing Yan menelan ludahnya, jantungnya tiba-tiba saja berpacu kencang. ".. Apa sungguh hanya aku yang selamat..?"


"Tenangkan dirimu," Xiao Shuxiang menoleh sebab mendengar suara Xiao Qing Yan, ".. Penatua Da Lin sudah menitipkan masa depan tempat ini padamu. Kau jangan sedih apalagi merasa menyesal, kita tidak datang kemari untuk meratapi nasib benua ini,"


Xiao Shuxiang begitu serius mengatakannya, nada suaranya seakan tidak mengandung rasa simpati sama sekali. Bila orang lain mendengar ucapannya, kemungkinan mereka akan menganggap dirinya tidak berperasaan.


Xiao Qing Yan mengembuskan napas pelan, "Kau benar. Kita tidak datang untuk meratap, kita kemari demi membuat benua ini bisa pulih kembali."

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila yang duduk di punggung Lan Xiao dan tepat di belakang Xiao Qing Yan--merasa bahwa anak berusia 10 Tahun di depannya mempunyai tekad yang kuat. Padahal awalnya dia yakin Xiao Qing Yan akan meneteskan air mata saat melihat kondisi Benua Selatan.


"Akan kusegel Gerbang Dunia dahulu, sebelum kau melakukan tugasmu." Xiao Shuxiang melesat dan melayang tepat di depan Gerbang Dunia yang kesembilan.


Warna gerbang ini sepenuhnya hitam kelam, walaupun terdapat ukiran naga dan phoenix pada kedua sisi pintunya.


Teman-temannya memperhatikan Xiao Shuxiang dengan seksama. Mereka tidak pernah mengalihkan perhatian ke arah mana pun dan tetap fokus menatap Xiao Shuxiang yang mulai menggerakkan kedua tangannya untuk membentuk segel.


!!


Baru tiga gerakan dan puluhan asap tipis kemerahan meliuk-liuk bagai helaian rambut tiba-tiba muncul dari kedua sisi gerbang. Asap merah itu langsung melesat ke arah Xiao Shuxiang yang membuatnya segera melesat mundur untuk mengambil jarak.


Xiao Shuxiang jelas saja terkejut saat tiba-tiba mendapat serangan. Sepertinya asap kemerahan itu tidak menginginkan dirinya menyegel Gerbang Dunia yang kesembilan.


!!


Asap tipis itu kembali menyerang, kali ini Xiao Shuxiang menggunakan Yīng xióng untuk menangkis serangan yang datang.


BLAAAR..!


!!


Xiao Shuxiang terkejut, suara saat pedangnya membelah asap tipis kemerahan itu tidak pernah dia duga sama sekali. Ini adalah suara gemuruh petir yang cukup keras, seakan-seakan badai hampir datang.


!!


Puluhan asap tipis itu kini melesat dan menyerang Lan Guan Zhi. Syukurlah Xiao Shuxiang cepat memberi tahunya untuk terbang lebih tinggi, sehingga temannya tersebut bisa selamat.


Di posisi lain, Xiao Shuxiang terus-menerus menyerang puluhan asap tipis kemerahan dengan memakai Yīng xióng.


BLAAAR..!


Setiap kali pedangnya menebas asap kemerahan itu, suara keras bak gemuruh petir langsung terdengar. Yang lebih buruknya, asap tersebut lebih agresif dibandingkan sebelumnya.


"Lan Xiao, awas..!"


GRAAA..!


!!


Dua buah asap menusuk kaki belakang Lan Xiao, Harimau Bulan itu spontan mengerang kesakitan tetapi berusaha mempertahankan keseimbangannya.


!!


Lan Xiao, Xiao Qing Yan, dan Bocah Pengemis Gila terkejut kala merasakan tubuh mereka ditarik ke bawah. Ini jelas sangat berbahaya, bila mereka menyentuh tanah berwarna merah tersebut--maka bisa dipastikan akhir mereka adalah kematian.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tidak tinggal diam melihat teman-teman mereka ditarik. Dengan kecepatan tinggi keduanya mengayungkan pedang dan langsung menebas asap kemerahan tersebut.


Yīng xióng dan Shǎndiàn, pedang pusaka milik Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi jelas tidak bisa diremehkan. Efek dari serangan itu menciptakan percikan api, angin kejut, dan sebuah suara menggelegar bak halilintar.


"Ini akan sulit. Kita harus mengatasi asap-asap itu," Xiao Shuxiang nampak begitu fokus, dia mengeluarkan sebuah pil dan kemudian diberikan pada Lan Xiao. Hanya dalam waktu beberapa detik.. Harimau Bulan tersebut kembali pulih.


Bocah Pengemis Gila yang duduk di punggung Lan Xiao nampak begitu serius menatap ke arah Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi bertarung dengan asap tipis merah tersebut.


?!


Dirinya menggunakan Tenaga Dalam Visi yang membuat indra penglihatannya menajam. Bocah Pengemis Gila nampak keheranan sebelum akhirnya terlonjat kaget, dia baru saja melihat sebuah wajah dengan seringaian menyeramkan di tempat ini.


Tidak hanya itu, Bocah Pengemis Gila juga melihat ada makhluk aneh di tanah merah Benua Selatan. Sekarang dia seperti mengerti maksud dari pesan Yi Wen yang menangatakan Benua Selatan tidak benar-benar mati.


".. Tanah merah itu membuat makhluk mengerikan yang memiliki tugas sebagai pelindung. Ini jelas akan sangat buruk. Kita harus membantu Shuxiang dan Lan'Er Gege," Bocah Pengemis Gila tidak boleh hanya melihat saja. Bisa jadi kedua pemuda itu kewalahan dan malah terkena serangan yang menyebabkan mereka jatuh, ini jelas tidak bisa dibiarkan.

__ADS_1


***


__ADS_2