
"Aku ingat dengan jelas suaranya begitu feminim. Tapi yang Kakek bilang tadi.."
Yang Ni, di samping marah juga merasa malu pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin dia dapat tertipu oleh gadis jadi-jadian?! Ini sangat mustahil..!
"Pantas rasanya berbeda saat aku menyentuhnya.." Yang Ni melihat telapak tangannya, raut wajahnya nampak pucat. Dia ingat pertemuan pertamanya dengan pelayan itu yang telah membuat hatinya berdesir.
".. Tapi sekarang rasanya benar-benar menjijikkan." Yang Ni nyaris ingin muntah, "Bagaimana bisa seorang pemuda menyamar menjadi gadis dengan begitu.."
"Sempurna? Yaah, aku memang luar biasa,"
!!
Yang Ni berbalik saat mendengar suara jantan seorang pria yang seperti berasal dari belakang tubuhnya. Dia kini dapat melihat pemuda berpakaian hitam yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.
"Waktu itu aku tidak punya pilihan dan aku tidak datang secara khusus untuk menipumu. Aku hanya datang untuk mengantar surat.. Jadi.. Maaf ya," Xiao Shuxiang tersenyum ramah, dia membuat Yang Ni kembali mengepalkan kedua tangannya.
"Kau datang ingin mengantar surat, tapi apa perlu kau menyamar?! Penjaga akan mengizinkanmu masuk bila kau memang ingin bertemu Yang Mulia, sialan! Apa kau pikir tempat ini sarang penyamun, hah?!" mata Yang Ni nampak memerah karena marah.
!
Xiao Shuxiang tersentak, dia berkedip beberapa kali dan memikirkan ucapan Yang Ni barusan.
"Kau benar. Aku bisa saja menemui Kaisar secara baik-baik lewat penjaga. Tapi kakek adalah Kaisar Muda yang melarikan diri dan begitu dicari-cari oleh anggota keluarga kalian. Aku tidak yakin dapat menemui Kaisar bila mengatakan aku datang sebagai pengantar pesan dari Kakek,"
Xiao Shuxiang sebenarnya menyamar untuk menghindari masalah yang mungkin saja menimpanya. Dia bisa membayangkan akan diinterogasi oleh penjaga sebelum pesannya diantar.
Ada kemungkinan penjaga tersebut malah memberi tahukan pada orang lain di istana dan itu akan menjadi akhir bagi riwayatnya. Dia harus berhati-hati dengan lingkungan baru dan orang-orang yang mungkin saja mengincar nyawanya.
"Bagiku tempat ini seperti sarang penyamun. Kaisar telah membuat Kakekku menduduki tahta, beliau menjadikannya sebagai Kaisar yang baru dan kau tahu apa yang terjadi selanjutnya."
"Mereka semua sudah mati. Orang-orang yang membenci kakek Shu telah mati, termasuk ibu dari kakekku."
Yang Ni mengatakan bahwa keadaan istana sudah berbeda dari yang ada di masa lalu. Mereka tinggal bersama-sama di tempat ini dan menjadi keluarga yang rukun. Tidak ada lagi yang akan menolak bila nantinya Yang Shu kembali menduduki tahta.
".. Aku juga tidak peduli siapa yang akan menjadi Kaisar selanjutnya asalkan itu bukanlah dirimu," Yang Ni pasti menolaknya habis-habisan, dia tidak akan membiarkan singgasana Kaisar di tempati oleh orang yang punya kelainan seperti Xiao Shuxiang.
"Hei.. Aku hanya menyamar demi melindungi diriku sendiri. Jadi bagaimana bisa kau-"
"Berhentilah bicara. Melihat wajahmu benar-benar membuatku jijik. Aku akan menerima Kakek Shu, ayah dan ibumu di sini dengan baik, tetapi tidak berlaku untukmu. Tampangmu seperti pembuat masalah dan kehadiranmu di sini bagaikan kutukan..!"
!!
Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda di depannya dari atas sampai bawah. Yang Ni pasti sangat malu saat ini, dia yakin itu.
"Aku jadi tidak enak melukai hatinya. Ehm.." Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal, ".. Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi apa kau pernah mendengar pepatah yang mengatakan, 'Cinta pada pandangan pertama itu adalah Racun'?"
"Si-Siapa yang jatuh cinta padamu?! Kau menjijikkan..! Memalukan..! Manusia yang paling buruk di dunia..!" Yang Ni begitu geram, sangat disayangkan dia bukanlah pendekar pedang. Kalau tidak.. Pasti saat ini dia sudah menebas leher pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang malah mengerutkan keningnya saat mendapat bentakan dari pemuda yang telinga dan pipinya begitu merah karena marah.
"Apa aku salah bicara? Kau mencari pelayan wanita yang entah bagaimana telah mengambil hatimu saat pandangan pertama. Kau bahkan sampai tidak tidur karenanya, dan saat kau tahu pelayan itu ternyata tidak seperti bayanganmu-"
"Berhenti bicara!"
!!
Xiao Shuxiang menangkis kepalan tangan Yang Ni. Beruntung refleksnya cepat hingga kepalan tangan itu tidak sampai mendarat di wajahnya.
Pangeran Yang Ni sudah sejak tadi menahan diri untuk tidak memukul Xiao Shuxiang. Namun sepertinya dia sudah mencapai batasannya.
"Aku sudah meminta maaf, meskipun itu bukanlah salahku. Jadi apa perlu kau bersikap seperti ini?"
Xiao Shuxiang bisa merasakan kepalan tangan Yang Ni gemetar. Ini bukan karena takut, tetapi lebih tepatnya emosi.
"Aku menantangmu.. Aku menantangmu, Shuxiang!"
Tidak ada yang perlu diucapkan lagi, kesalahan memang ada pada Yang Ni. Sebagai seorang pangeran yang disegani oleh saudara-saudaranya, dia telah melakukan kesalahan paling memalukan.
Dirinya tidak akan memiliki muka lagi untuk bertemu para saudara atau anggota keluarganya yang lain bila kejadian ini sampai mereka ketahui. Masalahnya, menantang Xiao Shuxiang bukanlah ide yang bisa menyembunyikan kesalahan memalukan tersebut.
"Anak ini.. Baiklah, aku tidak pernah menolak tantangan.."
Tangan Xiao Shuxiang masih menahan kepalan tangan Yang Ni. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan suasana yang seperti penuh ketegangan.
Entah keduanya sadar atau tidak, tetapi dari tempat yang tidak terlalu jauh--Lan Guan Zhi menyaksikan semuanya.
Awalnya, pemuda berpakaian serba putih itu ingin membantu teman baiknya. Tetapi sepertinya Xiao Shuxiang bisa mengatasinya sendiri. Sekarang adalah tinggal mengawasi tindakan temannya itu dan menjaganya supaya tidak membuat kekacauan.
*
*
Wilayah istana Kaisar Salju Putih begitu luas. Mereka memiliki tempat khusus untuk berkuda, hutan bunga wisteria yang indah, dan juga tempat latihan para prajurit kekaisaran.
Yang Chai Jidan mempunyai 28 cicit laki-laki yang terdiri dari sembilan belas pemuda berusia 20-25 Tahun, tiga anak berusia 11 Tahun, lima orang yang berusia 6 sampai 9 Tahun, dan satu orang yang beberapa bulan lagi akan berusia 2 Tahun.
Yang Chai Jidan juga memiliki setidaknya 17 orang cicit perempuan berbagai usia. Dia merasa tidak pernah tinggal sendirian di istananya yang begitu besar.
"Apa yang sedang dilakukan Kakak Ni?"
Suara merdu seorang pemuda berusia 20 Tahun dengan pakaian sutra halus berwarna hijau terdengar. Dia bicara sambil memain-mainkan kipas di tangannya.
"Bukankah kau sudah melihatnya?" Yang Shiwu menjawab ucapan pemuda di sampingnya sambil terus memandang ke depan.
Dirinya adalah salah satu dari saudara Yang Ni, dan pemuda berpakaian hijau di sampingnya bernama Yang Shiju.
Beberapa waktu lalu mereka baru saja selesai berkuda dan ingin melanjutkan latihan berpedang bersama para prajurit, namun tempat latihan mereka sepertinya telah diambil alih.
Memang mereka hanya melihat dua orang pemuda yang saling berhadapan dengan sebuah tombak di tangan masing-masing, namun aura persaingan keduanya begitu pekat hingga tidak ada satu orang pun yang berani memasuki tempat latihan.
Selain Yang Shiwu dan Yang Shiju, di dekat mereka juga ada tiga anak laki-laki berusia sekitar 11 Tahun. Ketiganya juga bertanya-tanya tentang siapa pemuda yang berhadapan dengan salah satu saudara mereka itu.
Tap
__ADS_1
Tap
Suara langkah kaki terdengar bersamaan dengan seruan seorang anak berusia sekitar 9 Tahun. Dia berjalan cepat untuk memberi tahu para saudaranya bahwa Kaisar yang sudah lama ditunggu telah pulang.
!!
Mendengar berita ini membuat para pangeran serta prajurit yang ada menjadi terkejut. Yang Yi, pangeran yang usianya paling tua di antara saudara-saudaranya bertanya kebenaran ucapan adiknya ini, dan ternyata suara langkah kaki berikutnya menjawab pertanyaannya.
!!
Yang Chai Jidan terlihat berjalan bersama para tamu istimewanya. Lan Guan Zhi yang mengatakan padanya bahwa Yang Ni menantang Xiao Shuxiang, dan karena itulah mereka segera kemari.
"Yang Mulia,"
"Kakek-!!"
!!
Baru saja para pangeran kecil hendak berlari ke arah Yang Chai Jidan saat sebuah suara debaman keras terdengar. Pandangan mereka langsung mengarah pada tempat di mana Yang Ni dan Xiao Shuxiang bertarung.
"Kenapa kau harus semarah ini? Sejak awal bukankah-"
"Apa kau bisa diam, hah! Mendengar suaramu membuat telingaku sakit."
Tombak Yang Ni berbenturan dengan tombak milik Xiao Shuxiang, dia menempatkan kaki kanannya pada posisi yang pas dan menggunakan senjatanya menyerang dari arah bawah.
Xiao Shuxiang mengangkat kaki kirinya untuk menghindari serangan Yang Ni, dia lalu menangkisnya dengan tombak yang dirinya pegang hingga suara benturan senjata keduanya kembali terdengar.
Tak
Tak
Bunyi benturan kedua tombak tersebut mirip seperti suara tempurung yang diadu. Keduanya bergerak sama-sama lincah dan mampu mengatur posisi tubuh ke arah terbaik untuk menghindar, kemudian melakukan serangan balasan.
Tak
"Apa kau harus seserius ini? Aku memang menerima tantanganmu agar kau bisa lebih baik, tapi bukankah kita harus menghentikannya sekarang?"
Xiao Shuxiang mencoba bicara di sela-sela pertarungannya meski Yang Ni tidak suka mendengar suaranya. Dia merasa harus menghentikan ini segera sebelum alur pertarungan semakin cepat.
Yang Ni tidak mau bicara, dia fokus memberi serangan hingga pemuda ini tidak mampu lagi menangkisnya.
!!
Xiao Shuxiang tidak hanya menggunakan tombak untuk menahan serangan Yang Ni, tetapi dia juga memakai kakinya dan memberi tendangan pada lawannya.
Pertarungan dengan memakai tombak memang lebih sulit untuk seseorang yang terbiasa memakai pedang seperti Xiao Shuxiang. Namun bukan berarti dirinya mudah dikalahkan.
"Dengarkan aku,"
"Tidak akan..!"
"Dengarkan dulu..!" Xiao Shuxiang menahan senjata Yang Ni hingga tombak tersebut tertancap sedikit di tanah.
"Kawan, hanya kau, aku, dan Kaisar yang tahu masalah ini. Selama tidak ada di antara kita yang membicarakannya, maka harga dirimu masih bisa kau pertahankan.."
"Aku tahu kau memiliki harga diri yang tinggi dan nama yang besar, begitu pula denganku. Karena itulah kuajak kau membuat kesepakatan. Mari lupakan ini dan anggap kejadian itu tidak pernah terjadi,"
Yang Ni memegang erat tombaknya dan hanya sekali gerakan dia mampu lepas dari Xiao Shuxiang. Dirinya memberi memberi serangan balasan hingga pemuda berpakaian hitam tersebut harus mengambil posisi bertahan.
"Mudah bagimu bicara, tapi bagaimana dengan mereka yang tahu aku sedang mencari.." Yang Ni kesal dan tidak ingin melanjutkan ucapannya. Dia menerjang Xiao Shuxiang dan serangannya tersebut membuat lawannya terus bergerak mundur.
"Kau tetap lakukan seperti biasa.. Carilah gadis dengan nama yang sama. Namun setelah beberapa lama, hentikan pencarianmu dan bersikaplah bahwa kau sudah menyerah padanya.. Tidak akan ada yang tahu. Kau hanya perlu membujuk Kaisar untuk tidak mengungkit masalah ini lagi dan aku juga akan melupakannya.."
"Lalu bagaimana dengan pertarungan ini?"
Xiao Shuxiang menangkis serangan Yang Ni dan lalu menyerang maju. Kini gilirannya yang membuat lawannya mengambil posisi bertahan.
"Anggaplah ini pertarungan sambutan dengan keluarga baru. Bukankah.. Kita memang saudara?" Xiao Shuxiang tersenyum dan lalu merunduk untuk memberi serangan kejutan.
!!
Yang Ni melentingkan tubuhnya ke belakang dan kemudian melompat. Tombaknya tertancap di tanah dan dirinya sendiri menapak indah di ujung tombaknya yang tumpul.
Xiao Shuxiang menyerang tombak tersebut dengan niatan ingin menjatuhkan Yang Ni. Tombak yang sebelumnya tertancap langsung terpental namun dengan sigap Yang Ni dapat meraihnya.
!!
Pertarungan keduanya kembali terjadi dan kali ini tidak ada di antara mereka yang bicara. Para pangeran, prajurit, dan yang lainnya termasuk Kaisar sendiri menyaksikan keduanya dengan penuh rasa kekaguman.
"Saudara Xiao benar-benar hebat. Kupikir dia tidak tahu cara bertarung memakai tombak, ternyata pendapatku salah.." Hai Feng berdecak kagum, ucapannya disetujui oleh Zhi Shu.
Bocah Pengemis Gila, "Dia pernah menggunakan tongkatku, jadi senjata sejenis itu juga bisa digunakannya. Yaah.. Meskipun dia butuh waktu menyesuaikan diri.."
Nyawn!
Lan Xiao menyeru, dia seakan memberi semangat pada induknya. Suaranya yang cukup keras membuat para pangeran kecil menatapnya dengan mata berbinar-binar.
"Anak kucing yang manis~"
"Lucunya~"
BAAAAM!
Lagi-lagi terdengar suara debaman keras yang berasal dari arena latihan. Kali ini Xiao Shuxiang dan Yang Ni bertukar tendangan serta kepalan tangan.
Senjata mereka beralih menjadi pijakan kala keduanya sama-sama melakukan serangan di udara.
BAAM!
Yang Ni menangkis tendangan Xiao Shuxiang dengan kedua tangan yang disilangkan ke depan.
Dirinya lantas berjungkir balik dan menggunakan tangan kanannya untuk berdiri di atas ujung tombak saat kakinya memberi tendangan pada Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Pertarungan mereka semakin lama semakin cepat dan mulai tidak bisa diikuti mata. Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasannya, begitu juga dengan Yang Ni.
Mereka terlihat seperti akan saling membunuh, tetapi sebenarnya tidak. Xiao Shuxiang dan Yang Ni hanya melakukan yang terbaik sambil mencari waktu untuk mengakhiri pertarungan mereka ini.
"Teknik Pernapasan Air.. Aliran Ketujuh.. Ombak Penyerang..!"
"Teknik Pernapasan Petir.. Aliran Kelima.. Tepukan Gelombang Petir..!"
!!
Suara kedua serangan yang berbenturan tepat di tengah itu telah membuat tanah bergetar dan gendang telinga nyaris pecah, bahkan benturan tersebut menciptakan hujan buatan yang karena suhu udara--telah menjadikannya butiran es.
"Aduh! Lan'Er Gege.. Lindungi aku..!" Bocah Pengemis Gila berusaha bersembunyi dan meminta Lan Guan Zhi melindungi kepalanya, dia merintih sakit sebab butiran es jatuh mengenai dirinya.
Sebenarnya tidak hanya Bocah Pengemis Gila, tetapi semua yang menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang dan Yang Ni juga nampak melindungi kepala mereka.
Jarak antara yang bertarung dengan orang-orang yang menonton mereka cukup jauh, tetapi bukan berarti efek dari serangan tersebut tidak mencapai mereka.
!!
Xiao Shuxiang berusaha mengatur napas, tangannya sedikit mati rasa karena serangan dari Pernapasan Airnya lemah terhadap Pernapasan Petir milik Yang Ni.
"Hah.. hah.. Kurasa untuk melawannya tidak baik memakai Pernapasan Air," Xiao Shuxiang memutar tombaknya dan sejurus berikutnya melesat ke arah lawan sambil menghirup udara dari mulut.
Yang Ni menyadari serangan yang datang dan ikut melesat, dirinya kembali menggunakan Teknik Pernapasan Petir.
".. Aliran Ketiga.. Lengkungan Lidah Petir..!"
"Teknik Pernapasan Angin.. Aliran Kedua.. Serangan Gelombang Ribut..!"
Xiao Shuxiang mengubah teknik pernapasannya dan ini membuat efek benturan serangannya jauh lebih hebat dari yang tadi, bahkan membuat kediaman para putri berguncang.
!!
"Kau hebat..! Tapi bukankah kau kultivator?! Kenapa tidak memakai Qi?"
"Mn? Kau bisa menyadari aku tidak memakainya?"
Yang Ni mendengus saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia memang bukan kultivator, tetapi dirinya tahu banyak tentang Qi dan cara menggunakannya.
"Teknik Pernapasan tidak memakai Qi, tetapi efeknya akan lebih besar bila dipadukan dengan energi alam tersebut. Kau terlihat seperti hanya menggunakan Teknik Pernapasan saja, apa kau meremehkanku?"
"Kondisi Benua Tengah tidak mendukung kultivator sepertiku, jadi yang bisa kulakukan adalah berlatih Teknik Pernapasan sesering mungkin.."
Xiao Shuxiang memutar tubuhnya dan nyaris menusuk perut lawannya dengan tombak, namun serangannya lebih dulu dibaca hingga Yang Ni dapat menghindar dengan baik.
"Jadi kau tidak meremehkanku?"
"Kau hebat dan berbakat. Tetapi pertarungan ini bukan hanya untuk dirimu, melainkan juga demi latihanku. Gelang semesta memang menyimpang banyak Qi murni, namun itu tidak menjamin lawan akan membiarkanku memasukinya. Risikonya terlalu berbahaya.."
Meski memikirkan hal yang lain, tetapi serangan Xiao Shuxiang tidak pernah melemah. Dia terus menyerang sekuat tenaga dan seakan berusaha memberi luka pada lawannya.
Yang Ni juga demikian, dia terus bertarung dengan Xiao Shuxiang tanpa tahu sudah berapa lama mereka melakukan ini. Bahkan, orang-orang yang menonton pertarungan mereka semakin bertambah karena kedatangan para putri.
Saudara-saudara Yang Shu juga datang beserta anak-anak mereka. Suara keras dan getaran tanah tidak bisa lagi dihitung.
!!
Banyak yang sebenarnya bertanya-tanya, namun suara mereka seakan teredam oleh benturan senjata Xiao Shuxiang dan Yang Ni. Pertarungan kedua pemuda ini baru berhenti saat matahari hampir terbenam.
Xiao Shuxiang dan Yang Ni mengakhirinya dengan serangan terakhir mereka menggunakan Teknik Pernapasan masing-masing.
!!
Bocah Pengemis Gila tidak mau melihatnya, dia berpura-pura takut dan terus berlindung pada Lan Guan Zhi. Dirinya seperti mengambil kesempatan dari pertarungan Xiao Shuxiang dengan Yang Ni.
Berbeda dengannya, para pangeran dan putri kecil nampak takut sungguhan. Mereka merasa tanah akan terbelah dan menelan apa pun di atasnya. Sungguh, pertarungan tadi seperti tidak akan menemui akhirnya.
!!
Xiao Shuxiang dan Yang Ni terlihat terengah-engah, tombak keduanya terhunus dan nyaris menyentuh leher satu sama lain.
Pemandangan ini sudah membuat seseorang merasa ngilu, apalagi pila ujung runcing kedua senjata itu tertancap indah di leher lawan.
"Turunkan senjatamu," Yang Ni menyuruh Xiao Shuxiang menurunkan tombaknya. Sayanganya pemuda di depannya tidak mau melakukan itu.
"Kau yang duluan. Turunkan senjatamu,"
Yang Ni, "Aku yang menyuruhmu lebih dulu,"
Xiao Shuxiang, "Aku tidak akan menurunkannya sebelum dirimu."
Persaingan sepertinya masih terjadi di antara mereka. Keduanya sama-sama tidak ingin menurunkan tombak dan itu mungkin akan berlangsung lama andai suara perut Xiao Shuxiang tidak mengambil alih keadaan.
?!
"Apa.. kau lapar?" Yang Ni mengerutkan kening, dia tidak percaya bisa mendengar suara perut lawannya dengan begitu jelas. Dirinya bingung sebab kultivator harusnya tidak butuh makan.
"Perutku juga biasanya sopan. Ini pertama kalinya dan mungkin karena aku suka makanan laut.." Xiao Shuxiang belum merasa puas makan daging belut dan dirinya juga ingin mencoba makanan yang dahulunya dibelikan Hu Li.
".. Kultivator memang bisa saja tidak makan, tetapi bukan berarti makan itu hal terlarang bagi kultivator. Ini Benua Utara, aku harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.."
Xiao Shuxiang menurunkan senjatanya bersamaan saat Yang Ni juga ikut menurunkan tombak miliknya. Mereka berdua kembali saling menatap dan kini sepakat bahwa tidak ada yang akan mengungkit masalah di antara keduanya.
!!
Pertarungan Xiao Shuxiang dan Yang Ni telah membuat semua orang yang menyaksikan mereka kagum sampai tak dapat berkata-kata. Beberapa di antara mereka bahkan tanpa sadar menahan napas.
"Kukira tempat ini akan hancur,"
"Mereka anak yang mengerikan,"
"Aku sendiri merasa jantungku hampir meledak.."
__ADS_1
Tidak ada yang tak terkejut, mereka semua merasakan hal yang sama. Untunglah tidak ada serangan nyasar yang mendatangi mereka dan meski terkena hujan es--itu tidaklah berbahaya.
***