XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
431 - Kedekatan II [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang mengeluarkan seluruh guci Arak Anak Linglung yang dirinya miliki. Dia membuat Wu Yu tersenyum senang hingga melompat-lompat kegirangan.


"Xiang'Er, kau keponakan terbaik...! Pamanmu ini pasti datang ke pernikahanmu nanti. Akan kubawa seluruh rakyatku,"


"Tidak Paman, sebaiknya jangan..." Xiao Shuxiang tidak mengizinkan, "... Aku kemari ingin mengenalkan kalian pada Kucing Putih, sekaligus memberi tahu bahwa aku akan segera menikah. Kalian tidak bisa pergi ke Dunia Manusia,"


Lui Me Tian tersentak, "Aku sudah memikirkan rencana tentang gaun yang akan kukenakan ke pernikahanmu nanti, tapi kau justru malah tidak mengizinkan siapa pun dari Dunia Demon untuk menghadiri pernikahan itu? Hah. Xiao'Er, apa-apaan ini? Kau datang kemari dengan undangan, kenapa tidak membiarkan kami datang ke pernikahanmu?"


"Maaf, Bibi. Tapi aku memang tidak bisa. Dunia Manusia sudah mempunyai ancamannya sendiri, aku tidak ingin mengambil risiko dengan meminta kalian menghadiri pernikahanku. Lagipula, paman Xi Fan belum bangun dari hibernasinya. Harus ada yang menjaga tempat ini, kan?"


Dunia Manusia sangat berbeda dari Dunia Demon dan Xiao Shuxiang bisa memberi kesaksian bahwa dunia tempat tinggalnya jauh lebih baik daripada rumah lamanya ini.


Lui Me Tian dan Wu Yu merupakan Demonic Beast yang belum pernah melihat Dunia Manusia. Jika dua makhluk ini datang dan menyaksikan seperti apa kehidupan di dunianya, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi serakah.


Xiao Shuxiang tidak ingin membayangkan tragedi apa yang bisa terjadi. Dia segera masuk ke dalam Cermin Pemindah miliknya setelah memahamkan keadaannya pada Lui Me Tian dan Wu Yu.


Ling Qing Zhu mengikuti Wali Pelindungnya dari belakang. Dia sebenarnya cukup keheranan sebab Xiao Shuxiang tidak membiarkan Wu Yu dan Lui Me Tian datang ke pernikahan mereka.


"......"


Hanya saja, Ling Qing Zhu tidak berkata apa-apa sebab yakin Xiao Shuxiang memiliki alasan untuk setiap tindakan yang dilakukannya.


Lui Me Tian terlihat cemberut, dia baru ingin bicara tetapi keponakannya sudah masuk ke dalam cermin disusul oleh Ling Qing Zhu. Dia lalu mengembuskan napas dan kemudian berdecak kesal.


"Xiao'Er memang kebiasaan. Sebenarnya dia itu menganggapku apa?! Bukankah aku ini juga keluarganya?!"


Wu Yu menggaruk kepalanya saat Lui Me Tian mulai mengungkit banyak hal dan merutuk tidak jelas. Dia lalu mengusap-usap tengkuknya karena keponakan angkatnya malah meninggalkan dirinya untuk mendengar omelan dari wanita ini.


"Adik... Aku tahu kau kesal, tapi siapa yang peduli menghadiri pernikahan Xiang'Er. Bagiku, asalkan dia meninggalkan arak berharga ini untukku----mau dia tidak mengizinkanku ke acara pernikahannya pun, aku juga tidak masalah."


Lui Me Tian menatap Wu Yu yang mulai mengambil satu guci Arak Anak Linglung dan menikmati minuman suci itu dengan penuh gaya. Dia mengigit bibir bawahnya dan seakan menahan diri untuk tidak menendang bokong Demonic Beast kera ini.


"Bahkan di saat sepert ini pun, kau masih bisa menyebut namanya begitu. Anak nakal itu terlihat lebih hormat dan sayang padamu daripada aku, padahal selama ini dia selalu tinggal bersamaku. Bukankah ini keterlaluan?!"


Lui Me Tian mulai lagi. Dia membuat Wu Yu menggelengkan kepala dan menarik napas panjang. Keningnya mengerut sebab rasa arak yang diminumnya sedikit berbeda dari arak yang pernah Xiao Shuxiang berikan padanya.


Wu Yu kembali menikmati arak tersebut dan semakin lama dia makin yakin bahwa keponakannya mempunyai tiga jenis arak. Hanya saja dia lupa nama arak Xiao Shuxiang yang paling luar biasa itu.


"Ya sudahlah... Ini juga sangat luar biasa... Benar-benar luar biasa...!"


"Wu Yu...! Apa kau mendengarku?!" Lui Me Tian sudah pegal terus bicara sejak tadi, namun sepertinya pria ini tidak benar-benar memperhatikannya.


!!


Lui Me Tian tersentak saat Wu Yu malah tersenyum bodoh ke arahnya, pria itu langsung melesat pergi setelah mengambil tujuh guci arak hingga membuatnya terkejut bukan main.


"Dasar Kera Tua...! Kembali Kemari...!"


*


*


*


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu sampai di sebuah lorong yang ada di pasar Bintang Biduk. Cermin pemindah di belakang mereka perlahan memudar dan kemudian menghilang.


Sebelumnya mereka berjalan-jalan saat hari masih gelap dan sekarang matahari nampak bersinar terik. Walau sehari telah berlalu, nyatanya pasar ini tetap saja ramai.


"Kucing Putih, bagaimana menurutmu tentang paman dan bibi angkatku?"


Xiao Shuxiang mulai membuka pembicaraan. Dia sangat yakin, jika bukan dirinya yang duluan memulai percakapan----perjalanannya dengan gadis ini akan terasa seperti pemakaman.


"Mereka terlihat baik."


"Bibiku tidak mengajakmu ke tempat yang aneh-aneh, bukan?"


"Mm... Bibi... Dia mengatakan ada peternakan manusia di sana. Mereka menjadikan manusia itu sebagai makanan. Aku... Sedikit tidak nyaman,"


"Kau melihatnya?"


"......"


Ling Qing Zhu menggeleng, Lui Me Tian tidak membawanya melihat peternakan itu. Dirinya yakin tempat tersebut tidak akan terlihat baik.


Xiao Shuxiang memperhatikan beberapa pedagang di pasar ini sambil mengusap perutnya. Jika diingat-ingat lagi, saat di Wilayah Lembah Terlarang----dia terlalu banyak makan Demonic Beast.


Ling Qing Zhu menyadari raut wajah Wali Pelindungnya yang terlihat pucat, apalagi tangan pemuda ini nampak gemetar. Xiao Shuxiang seperti khawatir akan sesuatu.


"Kau kenapa?" Ling Qing Zhu masih bersikap tenang, bahkan nada suaranya sama sekali tidak berubah, tetap dingin dan datar.


"Kucing Putih, apa kau tidak lapar?" Xiao Shuxiang menatap gadis di sampingnya dan berkata, "Makanan yang ada di kediaman bibi Lui tidak terlalu enak, kemungkinan perutmu akan sakit jika tidak segera diganjal makanan lain,"


"Aku... Lebih ingin pedangku. Berikan," Ling Qing Zhu menatap dingin Wali Pelindungnya dan meminta pedangnya kembali.

__ADS_1


"Pedang?" Xiao Shuxiang berkedip dan mulai mengarahkan pandangannya ke atas, dia seperti menghindari tatapan mata Kucing Putihnya.


"Pedangku." Ling Qing Zhu menekan kata yang diucapkannya. Andai dirinya tahu cara mengumpat, maka sudah sejak tadi dia melakukannya.


"Kucing Putih, aku lapar... Ayo cari makan dulu," Xiao Shuxiang mengusap-usap perutnya dan kemudian berjalan pergi, dia meninggalkan Ling Qing Zhu yang tidak menyangka mendengar ucapannya.


"Shuxiang,"


Ling Qing Zhu menyusul Wali Pelindungnya, dia terlihat mengepalkan tangan dan terus memberi tatapan tidak suka pada Xiao Shuxiang. Pemuda ini sangat tidak tahu malu karena belum juga mengembalikan senjata pusaka miliknya.


"Shuxiang, apa kau semiskin ini sampai pedangku juga tidak ingin kau kembalikan?"


Ling Qing Zhu tidak bisa menahannya lagi. Sungguh, dia tidak percaya bisa bicara sepanjang ini pada Wali Pelindungnya.


Xiao Shuxiang mendengus pelan sambil terus berjalan, "Gadis Kecil... Calon suamimu ini adalah tambang emas, kau akan menikahi seseorang yang amat sangat kaya, aku hanya tidak ingin pamer."


"Jadi kapan kau kembalikan pedangku?"


"Aah...! Sepertinya itu kedai yang bagus, ayo ke sana...!"


!!


Ling Qing Zhu menatap punggung Wali Pelindungnya yang sudah begitu jauh bahkan telah memasuki sebuah bangunan besar. Dia mengembuskan napas dan benar-benar yakin pemuda itu tidak ingin mengembalikan pedangnya.


"Pemuda itu... Lancang dan mempesona."


Ling Qing Zhu mengembuskan napas pelan, dia mengibaskan pelan rambutnya dan mulai berjalan ke arah bangunan yang sebelumnya dimasuki Xiao Shuxiang.


Tiba di langkah ke-tujuh, dirinya berhenti dan langsung menoleh ke belakang. Sudah sejak tadi dia merasa ada seseorang yang mengawasinya di antara keramaian pasar ini.


"......"


Ling Qing Zhu kembali berjalan saat tidak menemukan apa pun yang mencurigakan. Dia lebih memilih untuk memikirkan pedang pusakanya yang diambil oleh malaikat kegelapan nan tidak tahu malu itu.


Kedai yang didatangi oleh Ling Qing Zhu merupakan kedai besar yang hidangan utamanya adalah bebek bakar. Rempah-rempah beraroma kuat dan menggugah selera langsung memenuhi penciuman saat kakinya mulai melangkah masuk ke kedai ini.


Benua Tengah memang terkenal akan rempah-rempahnya, apalagi khusus untuk kota Bintang Biduk----kari pedas adalah yang terbaik.


Kondisi di dalam kedai begitu ramai, Ling Qing Zhu banyak melihat wajah-wajah pelanggan, beberapa di antara mereka adalah masyarakat biasa dan beberapa lagi pendekar dari berbagai sekte.


"......"


Ling Qing Zhu mulai melangkah, dia seperti diberi jalan oleh para pelanggan yang berada di depannya. Dia sedikit gugup sebab tahu sedang menjadi pusat perhatian, inilah yang kadang membuatnya tidak nyaman mendatangi kedai.


!!


"Dia benar-benar Nona Ling...!"


"Memang dia orangnya,"


Suasana riuh di dalam kedai makan ini perlahan berubah menjadi berbagai bisikan para pelanggan dan pendekar yang mengenali Ling Qing Zhu. Mata mereka tertuju pada gadis berambut putih dan bercadar tipis itu, tidak sedikit dari mereka yang menghentikan aktivitas menyantapnya hanya untuk melihat seperti apa sosok Ling Qing Zhu.


Pegawai kedai yang selama ini selalu menyapa pelanggan dengan ramah seakan sulit bergerak untuk sekadar menyapa Ling Qing Zhu. Jantungnya berdebar tidak karuan dan jelas raut wajahnya begitu gugup.


Bukan karena dia takut, tetapi karena keindahan yang dilihatnya seperti sulit untuk didekati. Dirinya berusaha mengatur napas dan debaran pada jantungnya, tetapi tidak bisa. Aroma rempah yang kuat di kedai ini seakan menghilang dan berganti dengan aroma bunga khas Sekte Pagoda Langit.


"Diakah gadis yang diberkati dengan kecantikan di dunia ini?"


Seorang gadis berpakaian putih bercorak burung bangau nampak melihat ke bawah, dia saat ini berada di lantai dua kedai dan sedang duduk bersama seorang temannya.


"Memang dia orangnya. Dia tidak hanya cantik, tetapi juga merupakan jenius kedua dari Sekte Pagoda Langit. Kakaknya, Ling Lang Tian----merupakan kultivator muda yang mendapat pengakuan dari para pendekar di benua ini."


"Siapa yang tidak kenal Ling Lang Tian, banyak yang mengagumi sosoknya. Dan di posisi kedua adalah adiknya, hanya saja dia terlalu menutup diri."


"Mn. Meskipun begitu... banyak yang mengenal namanya..."


Kedua gadis itu terus mengarahkan pandangan mereka ke bawah. Keduanya tersentak saat melihat Ling Qing Zhu mulai menaiki tangga.


"Kakak, dia kemari..."


"Sst, diamlah."


Ling Qing Zhu berusaha agar tetap terlihat tenang. Di lantai kedua kedai ini pun, dirinya masih saja dibicarakan.


Dia mengedarkan pandangannya ke sekitaran. Di lantai pertama, dia sama sekali tidak menemukan Wali Pelindungnya. Entah di mana keberadaan pemuda yang penampilannya seperti malaikat kegelapan itu.


Di lantai kedua kedai lebih banyak di huni pendekar, kultivator dan bangsawan yang tengah beristirahat. Hanya saja, mereka seakan lebih tertarik untuk melihat Ling Qing Zhu daripada melanjutkan menyantap hidangan yang tersedia di meja mereka.


Di antara banyaknya pelanggan di lantai kedua ini, beberapa ada yang mencoba untuk mendekati Ling Qing Zhu. Namun sebelum mereka bergerak, gadis bercadar tipis itu mulai berjalan ke salah satu bangku.


Seluruh tatapan pendekar dan pegawai kedai di lantai ini mengarah pada Ling Qing Zhu, kecuali satu orang.


Benar, hanya ada satu orang yang duduk di salah satu sisi ruangan dan nampak sangat menikmati makanannya tanpa peduli dengan lingkungan sekitar.

__ADS_1


Sosok tersebut merupakan pemuda berpakaian serba hitam, mempunyai wajah tampan, ramah, dan siapa pun tidak akan percaya dirinya berasal dari Aliran Hitam.


"Luar biasa... Aku sudah lama tidak makan seenak ini~ Benar-benar kenikmatian yang tak pantas didustakan,"


Xiao Shuxiang berdecak kagum, dia memesan bebek bakar khas kedai ini dan belum bisa berhenti makan. Siapa pun yang memasak makanan ini, layak mendapat pujian tulus darinya.


Xiao Shuxiang belum menyadari bahwa sekarang tatapan para pendekar yang ada di lantai ini sedang mengarah padanya. Dia masih menikmati bebek bakar pedas bercita rasa kuat ini.


"Shuxiang..."


?


Xiao Shuxiang menengadah saat mendengar suara dan menyadari seseorang berdiri di depannya. Dia bisa melihat Kucing Putihnya yang sedang menatap ke arahnya.


"Duduk dan makanlah, aku juga sudah pesankan untukmu..." Xiao Shuxiang bersikap biasa saja, dia tersenyum ramah seperti biasa dan mengajak Kucing Putihnya agar makan bersamanya.


"... Kita tidak banyak menghabiskan waktu bersama, jadi selagi belum ada gangguan seperti kedatangan Yi Wen, Saudara Jing, atau yang lainnya, maka mari nikmati hari ini. Ayo makanlah,"


"Kapan kau menyerahkan pedangku...?" Ling Qing Zhu mulai duduk dengan tenang di depan Wali Pelindungnya.


Dia sebenarnya masih gugup karena pandangan orang-orang di sekitarnya, namun melihat pemuda di hadapannya yang seperti tidak terpengaruh----dirinya jadi merasa tidak mau kalah.


Xiao Shuxiang meski makan dengan lahap, namun caranya menyantap hidangan amat sangat bersih. Dia seakan tidak mendengarkan pertanyaan Kucing Putihnya.


"Shuxiang..."


Xiao Shuxiang selalu menikmati setiap gigitan dari lembutnya daging bebek bakar di hadapannya. Sesekali dia mengarahkan pandangannya pada gadis yang duduk di depannya ini.


"Kucing Putih, apa hanya perasaanku atau mereka memang melihat kemari?" Xiao Shuxiang menuangkan air di cawan giok yang ada di depannya. Dia seperti baru sadar menjadi pusat perhatian.


"Mn."


Ling Qing Zhu awalnya ingin mengajak Wali Pelindungnya untuk pulang, tetapi melihat hidangan di depannya dan cara makan pemuda ini----dia rasa akan butuh waktu lama supaya dirinya bisa keluar dari kedai ini.


"Apa aku sangat tampan sampai mereka terus menatap kemari? Yaah... Aku sama sekali tidak keberatan, karena memang pesonaku sulit untuk ditolak,"


Ling Qing Zhu mendengus pelan, Wali Pelindungnya terlalu memuji diri sendiri. Dia memperhatikan Xiao Shuxiang makan tanpa menyentuh hidangan apa pun di atas meja, dirinya menunggu sampai pemuda ini selesai.


"Kenapa tidak makan? Apa kau mau yang lain?" Xiao Shuxiang tidak suka terus diperhatikan saat makan, meski dia akui pesonanya tidak terbantahkan.


"......"


"Kucing Putih... Aku sudah memesan makanan untukmu, kau bahkan belum menyentuhnya sedikit pun, kau membuatku sakit hati..."


"Aku... Lebih suka makanan yang kau masak."


!!


Xiao Shuxiang tersedak makanannya setelah mendengar ucapan Ling Qing Zhu. Kondisi di lantai dua sangat tenang, jadi suara gadis bercadar tipis ini sangat jernih hingga dia yakin tidak sedang bermimpi.


Ling Qing Zhu menolehkan pandangannya ke arah lain. Dia baru saja mengatakan sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Sungguh, saat ini dia ingin sekali melompat keluar jendela dan pulang untuk bersembunyi di perpustakaan sektenya.


"Hok, ohok...! Aaah... Bebeknya pedas, tekanan darahku naik..." Xiao Shuxiang baru mengomentari makanan yang hampir habis disantapnya, dia kembali meminum air dan berusaha menenangkan diri.


"Kucing Putih... Kau belajar menggoda seperti tadi dari siapa? Apa bibiku yang mengajarimu?" Xiao Shuxiang tersenyum nakal, tidak disangka gadis berwajah papan datar ini juga sudah mulai pandai teknik baru.


"Aku ingin pedangku." Ling Qing Zhu tidak menjawab pertanyaan dari Wali Pelindungnya. Dia tidak mau mengingat kata yang diucapkannya beberapa saat lalu karena sangat memalukan. Dia butuh senjatanya untuk menutup mulut pemuda tampan di depannya ini.


Xiao Shuxiang kembali melanjutkan makannya. Meski Kucing Putihnya terlihat berwajah tenang, namun dia yakin gadis di depannya sedang ingin mencari lubang untuk sembunyi.


"Hmph... Gadis kecil ini memang menarik. Sekarang kurasa aku yakin dia mulai suka padaku," Xiao Shuxiang diam-diam tersenyum, dia mengambil makanan Kucing Putihnya dan menggantikan gadis tersebut untuk menghabiskan semuanya.


Beberapa pendekar mulai membicarakan mereka. Xiao Shuxiang bisa mendengar ucapan seperti, 'siapa pemuda itu?', 'kenapa dia akrab dengan Nona Ling?', 'apa mereka pasangan kekasih?', dan 'itukah Sang Wali Pelindung dari Nona Ling?!'.


Xiao Shuxiang meletakkan sumpitnya, dia hanya suka mendengar pertanyaan tentang dirinya dan Ling Qing Zhu merupakan pasangan kekasih, tidak untuk yang lainnya.


"Ayo pulang, Kucing Putih." Xiao Shuxiang segera bangun, selera makannya sudah hilang dan dia sekarang butuh udara segar.


Ling Qing Zhu bisa melihat perubahan pada ekspresi wajah Wali Pelindungnya, dia menatap hidangan di meja yang hanya tersisa tulang-belulang bebek bakar. Dirinya pun mulai bangkit dari tempat duduknya.


Baru saja Ling Qing Zhu akan berjalan, seorang pegawai kedai menghampirinya dan terlihat sangat gugup. Pegawai muda itu mengusap keringat di dahinya dan berusaha untuk bicara sepelan mungkin.


"No-Nona... Maafkan saya, ta-tapi makanannya belum dibayar."


!?


Ling Qing Zhu berkedip dan menatap pegawai kedai ini dari bawah sampai atas. Dia mengeluarkan sebuah kantong kecil dengan sulaman burung phoenix dan memberikannya pada pegawai kedai tersebut.


Dirinya pun memberi hormat dan kemudian berjalan menyusul Wali Pelindungnya. Pemuda itu sekarang punya kebiasaan meninggalkannya begitu saja.


Ling Qing Zhu dalam hati menggeleng pelan. Selain suka meninggalkan dirinya, Xiao Shuxiang yang seperti malaikat kegelapan itu bahkan tidak membayar sebelum pergi.


"Memalukan. Dia... tidak tahu malu."

__ADS_1


***


__ADS_2