XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
206 - Hiburan


__ADS_3

Ada lima sekte Aliran Putih dan tiga sekte Aliran Hitam di Kekaisaran Matahari Terbit yang telah dikuasai Scarlet Bayangan tanpa diketahui oleh orang lain.


Hanya dengan mengandalkan dua anggota Pilar Atas yang duduk di kursi Keenam, Wanita Penakluk Mimpi dan kursi Ketiga, Sang Pemilik Aroma.. Mereka telah mencatat diri sebagai kelompok yang akan mengubah nasib benua ini.


Permainan kedua anggota Scarlet Bayangan tersebut sangat rapi. Mereka bekerja di malam hari, bekerjasama membuat para kultivator terlena dengan aroma menenangkan hingga tanpa sadar tertidur.


Tidak ada yang menyadari bahwa aroma yang biasa mereka cium, baik dari rumput pagi, tinta, atau rempah pada masakan adalah jurus dari kultivator Scarlet Bayangan ini.


Dalam tidur yang panjang, Wanita Penakluk Mimpi memulai aksinya. Kultivator yang terperangkap dapat dengan mudah dikendalikan.


Bila dilihat secara kasat mata, delapan sekte ini masih melakukan aktivitas layaknya kultivator pada umumnya, namun sebenarnya mereka semua telah menjadi pion dalam rencana besar Scarlet Bayangan.


Xiao Shuxiang tahu Scarlet Bayangan mengincar dirinya, namun dia tidak benar-benar mau memburu mereka.


Xiao Shuxiang bukanlah orang bodoh yang mau pergi ke tempat musuh saat tahu dirinya sendirilah yang menjadi target incaran.


Dia hanya perlu mempersiapkan diri, berlatih memainkan seruling, sambil menikmati hari-harinya menganggu Ling Qing Zhu di Sekte Pedang Langit.


Hanya satu lagu yang dia mainkan, namun butuh usaha keras, ini dikarenakan Xiao Shuxiang tidak pernah memegang alat musik sebelumnya, apalagi memainkannya.


Murid-murid Sekte Pedang Langit yang mendengar suara seruling Xiao Shuxiang nampak berwajah buruk.


Beberapa dari mereka menganggap suara yang didengarnya seperti tikus terjepit bambu, katak terbang yang digigit ular, sampai ayam jantan serak.


Dan dengan muka tebalnya, Xiao Shuxiang malah mengumpulkan murid Sekte Pedang Langit untuk memperdengarkan permainan sumbangnya.


"Bukankah lagu yang dimainkan Saudara Xiao berjudul 'Ketenangan', tapi kenapa suaranya sama sekali tidak menenangkan? Bakat bermain musiknya berada di bawah angka nol,"


"Entah dimana Saudara Xiao meletakkan ***********, maksudku rasa malunya. Dia tidak waras sekali.."


Ada sekitar 15 murid Sekte Pedang Langit yang dikumpulkan Xiao Shuxiang, mereka adalah penonton pertama dari konser perdananya memainkan seruling.


Dirinya sangat pandai mencari waktu. Saat para murid istirahat, Xiao Shuxiang mengajak mereka berkumpul. Awalnya ke-15 murid Sekte Pedang Langit ini menganggap permainan seruling Xiao Shuxiang bagus, namun sepertinya mereka semua terlihat menyesal menerima ajakan Alkemis Muda ini.


?!


"Permainan serulingnya berhenti..!?"


Murid Sekte Pedang Langit menghembuskan napas lega saat Xiao Shuxiang telah berhenti memainkan serulingnya. Mereka baru akan berdiri untuk melangkah pergi, namun Xiao Shuxiang meminta mereka duduk kembali.


"Kalian mau kemana? Ini masih belum selesai, dengarkan dua kali lagi. Aku juga belum mendengar pendapat kalian, ayo kembali duduk.."


!!


"Ta-tapi.."


Tian Ri, salah satu murid Sekte Pedang Langit yang kurang beruntung karena harus menyaksikan permainan buruk Xiao Shuxiang menahan air matanya.


Mendengar permainan seruling Xiao Shuxiang membuat telinganya berdengung dan perutnya sakit, dia ingin muntah tetapi tidak mau keluar.


"Kita harus mencari cara supaya bisa terbebas dari Saudara Xiao,"


"Aku tidak ingin pikun diusia muda,"


Xiao Shuxiang baru akan meniup kembali serulingnya saat salah satu murid menyerukan nama Lan Guan Zhi. Mereka terlihat senang, seakan langit baru saja menurunkan malaikat penolongnya.


"Lan Zhi..?"

__ADS_1


Xiao Shuxiang melihat Lan Guan Zhi berjalan ke arahnya, diikuti Harimau Bulan. Temannnya tersebut bertanya apa yang sedang dirinya lakukan.


"Sebaiknya kau juga duduk dan dengarkan permainan luar biasaku, lalu beri nilai, oke? Lan Xiao, kau juga duduk dengan baik,"


Nyawn~


Xiao Shuxiang tersenyum ramah dan meminta Tian Ri bergeser sedikit, dia menyentuh kedua pundak Lan Guan Zhi dan mendudukkannya di samping gadis tersebut.


!!


Tian Ri dan teman-temannya tersentak saat Lan Guan Zhi menuruti Xiao Shuxiang begitu saja. Padahal ke-15 murid ini berharap Lan Guan Zhi membebaskan mereka.


"Aku jadi semakin bersemangat,"


Xiao Shuxiang kembali memainkan serulingnya. Lan Xiao terlihat senang, dia menganggap suara seruling Xiao Shuxiang lucu, membuatnya ingat dengan kejadian saat ekornya pernah diinjak secara tidak sengaja oleh Lan Guan Zhi.


Nyawn rrrr~


Lan Xiao mengusapkan kepalanya pada tangan Lan Guan Zhi. Dia mengeluarkan suara dengkuran saat mendapat belaian dari kultivator yang dianggapnya ayah ini. Lan Xiao sampai menggoyang-goyangkan ekornya.


Permainan seruling Xiao Shuxiang tidak sampai selesai, sebab di pertengahan lagu.. Lan Guan Zhi memintanya berhenti.


".. Nadanya terlalu tinggi, belajar lagi."


Nyawn nyan!


Lan Guan Zhi mengusap pelan kepala Harimau Bulan, seolah dirinya setuju dengan apa yang baru saja Demonic Beast ini katakan. Permainan Xiao Shuxiang seperti binatang yang lehernya tercekik.


"Berarti aku harus terus berlatih, baiklah.."


Lan Guan Zhi mengangguk pelan mendengar ucapan Xiao Shuxiang, dirinya lalu berdiri dan meminta ke-15 saudara seperguruannya untuk pergi beristirahat.


Pelajaran kali ini, Xiao Shuxiang duduk paling belakang, tepatnya di sudut kiri. Dia sudah tidak mau lagi duduk di depan, membuatnya sulit bergerak bebas dan lebih mengantuk dari biasanya.


Kelas malam tidak berlangsung lama. Saat selesai, Xiao Shuxiang yang paling dulu keluar, dirinya segera melesat menuju ke hutan bambu Sekte Pedang Langit untuk memetik beberapa buah teratai.


Saat menapakkan kakinya, sebuah api biru kecil Xiao Shuxiang tiba-tiba muncul. Ini adalah api yang dirinya titipkan pada Hu Li, Jing Mi, Nie Shang, dan Qi Xuan di Tanah Batu.


Kehadiran api birunya menandakan teman-teman Xiao Shuxiang telah pulang, dan mereka sekarang berada di Sekte Kupu-Kupu.


"Hm? Nie Shang memutuskan tinggal di Tanah Batu? Baiklah, jika memang itu yang dia inginkan.."


Api biru kecil Xiao Shuxiang melayang naik-turun dengan perlahan, dia seperti sedang bicara.


"Teman kecil, aku punya tugas untukmu.." Xiao Shuxiang meminta api biru kecilnya pergi ke Sekte Kupu-Kupu dan menyampaikan pesannya kepada Yang Shu.


Waktu itu Xiao Shuxiang tidak sempat menyampaikan keinginannya membuat warga Kota Awan Dingin bisa pandai bertarung walau mereka tidak termasuk kultivator. Api birunya mengangguk dan segera menghilang.


Xiao Shuxiang memetik beberapa buah teratai yang ada di pinggir danau, dia menikmati waktu sendirian dan menenangkannya ini.


Sayang, ketenangan malam dengan bulan bersinar cukup terang hanya berlangsung sepuluh menit sampai dirinya mendengar suara pertarungan.


Semakin lama, suara tersebut semakin mengganggu waktu sendiri Xiao Shuxiang. Dia yang tidak tahan mulai mencari asal keributan tersebut.


?!


Beberapa pohon bambu bergoyang secara tidak wajar, seperti sesuatu baru saja menghantamnya. Xiao Shuxiang semakin mempercepat langkah, dia mulai penasaran.

__ADS_1


Di tempat lain, tepat di arah yang dituju Xiao Shuxiang sekarang.. Memang sedang terjadi pertarungan berat sebelah.


Dimana seorang gadis yang ternyata adalah Ling Qing Zhu sedang bertarung melawan Sian Ru. Ada empat murid Sekte Pedang Langit lainnya yang melihat pertarungan kedua gadis ini, namun mereka jelas mendukung Sian Ru.


Traang!


Ling Qing Zhu memang tidak dapat merasakan Qi apalagi menggunakannya, namun teknik berpedangnya tidak pernah dia lupa.


Meski menjadi sandera Sekte Pedang Langit, dirinya tetap diizinkan memakai pedangnya. Karena itulah Ling Qing Zhu mampu menahan serangan Sian Ru, walau dengan susah payah.


".. Kenapa kau tidak pergi dan meminta bantuan Tuan Muda Lan? Biasanya juga kau sering menempel padanya,"


Sian Ru meledek Ling Qing Zhu, dia menghinanya sebagai gadis bermuka tebal, sangat tidak pantas tinggal di sektenya.


".. Kau hanya mengotori tempat ini, bukankah harusnya kau menyusul pamanmu ke alam baka, huh?!"


Traang!


Ling Qing Zhu menahan tiga dari lima serangan beruntun Sian Ru, dua serangan lainnya mengarah pada lengan kanan dan punggungnya.


Warna merah terlihat pada pakaian putih Ling Qing Zhu. Luka ini cukup dalam dan sangat sakit, namun dia berusaha keras untuk menahannya. Dirinya tidak boleh sampai terjatuh apalagi melepaskan pedangnya.


Sian Ru jelas hanya bermain-main dengannya, memberinya luka sampai puas dan kemudian pergi seolah tidak pernah terjadi apapun.


Bodohnya, Ling Qing Zhu tidak mau mengadukan kelakuan Sian Ru dan keempat teman gadis tersebut pada Lan Guan Zhi ataupun Patriarch Lan yang sering dia temui.


Mungkin karena dia merasa itu tidak perlu, lagipula siapa dirinya? Dia hanyalah tawanan yang sudah seharusnya mendapat perlakukan seperti ini.


Alasan kenapa dirinya tidak mengakhiri hidup padahal telah mendapat banyak perlakuan kasar dan hinaan tiada henti adalah karena kematian sama sekali tidak bisa menyelamatkannya.


Serangan Sian Ru lagi-lagi mengenainya. Titik keringat dingin dan wajah pucat mulai nampak meski Ling Qing Zhu memakai cadar.


Pandangan matanya memburam, jelas ini dikarenakan dengan darah yang terus keluar dari bekas sayatan pedang Sian Ru.


"Kenapa kau keras kepala sekali? Apa kau tidak ingin tahu alasan Tetua mengizinkanmu tetap memiliki pedangmu itu? Hmph, tentu saja untuk membuatmu mati dengan tanganmu sendiri,"


!!


Ling Qing Zhu jelas terkejut. Dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Sian Ru, namun dirinya bisa tahu lawannya ini sedang memasang tatapan paling merendahkan yang pernah ada.


"Wah wah, sejak kapan Sekte Pedang Langit bisa memiliki taktik selicik ini? Bukankah kalian berasal dari Aliran Netral?"


!!


Sian Ru dan keempat temannya terkejut saat mendengar suara yang tak asing di telinga mereka, Ling Qing Zhu juga sama terkejutnya.


"Dari mana dia datang? Aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaannya..!"


"Itu.. Xiao Shuxiang..?!"


Sian Ru dan keempat temannya bisa melihat Xiao Shuxiang sedang bersandar dengan elegan pada sebuah batang bambu, kakinya menapak di satu daun yang begitu lemah.


"Melihat kalian menyiksa seorang gadis yang sedikit tangguh membuatku ingin bergabung. Mari kesampingkan dulu aturan ketat Sekte Pedang Langit, hiburan seperti ini tentu tidak akan kulewatkan.."


Seringai muncul di wajah tampan Xiao Shuxiang bersamaan dengan warna matanya yang berubah merah, walau detik berikutnya kembali seperti semula.


!!

__ADS_1


Ling Qing Zhu memegang erat pedangnya, dia berusaha menahan berat badannya untuk tidak ambruk. Posisinya sekarang tidaklah diuntungkan, mungkin malam ini akan menjadi akhir dari riwayat hidupnya.


***


__ADS_2