
Setelah menyegel gerbang yang kedua, Xiao Shuxiang meminta Demonic Beast tersebut untuk membantunya menjaga Benua Timur.
Dia dan Hu Li kemudian kembali untuk membantu para manusia serta kultivator. Selama minggu kedua ini, sudah banyak bangunan yang mulai berdiri kokoh kembali.
Sedikit demi sedikit, wilayah di Tiga Kekaisaran mulai semakin pulih. Rasanya sama sekali tidak melelahkan, mungkin karena mereka bergotong-royong untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.
Ada satu tempat khusus yang dibuat pada wilayah Tiga Kekaisaran. Itu adalah sebuah taman pemakaman yang di tujukan oleh para manusia, pendekar dan kultivator yang tewas.
Selain itu, warga Benua Timur ternyata mengabadikan tentang perang Dua Kekaisaran, serangan Scarlet Bayangan, Naga Wyvern dan hubungan kultivator Ketiga Aliran, serta kerja sama mereka dengan para Demonic Beast di sebuah Batu Kisah.
Batu ini diletakkan di setiap kota yang baru diperbaiki pada wilayah Tiga Kekaisaran. Bahkan Batu Kisah juga diletakkan di beberapa sekte.
"... Sungguh hal yang tidak bisa diduga. Benua Timur benar-benar sangat berbeda sekarang ini. Tapi meski demikian, aku tidak yakin bila hubungan baik yang kusaksikan akan berlangsung selama-lamanya..."
"Hati manusia sangat sulit ditebak. Mungkin hari ini para kultivator tiga Aliran dapat bekerja sama dengan baik, tetapi ada kemungkinan di masa depan akan sangat berbeda. Aku tidak mau membawa keresahan dalam perjalanan panjangku nanti."
"Haaah... Di masa lalu. Aku jelas tidak akan memikirkan ini. Itu dikarenakan aku tidak mempunyai orang yang kuanggap 'Keluarga'. Tapi sekarang berbeda dan aku membencinya."
"Aku tidak suka sesuatu yang membuatku khawatir. Tapi kau tahu, aku bukanlah orang yang suka membohongi diri sendiri. Aku sekarang punya ayah, ibu, kakek, saudara dan teman-teman seperti dirimu. Kalian semua adalah keluargaku,"
Xiao Shuxiang menatap wajahnya di pantulan arak pada cawan kecil yang dia pegang. Saat ini dia bersama dengan Lan Guan Zhi dan Lan Xiao.
Mereka bertiga duduk di lantai dua sebuah bangunan yang baru selesai di bangun dua hari yang lalu.
Benda di ruangan ini hanyalah satu buah dipan kayu yang dijadikan tempat tidur dan sebuah meja duduk yang berada di antara Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang.
Lan Xiao sendiri berada di belakang mereka, Harimau Bulan ini seperti menjadi sandaran bagi punggung Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
Rrrrr~
Lan Xiao nampak tertidur lelap, dia mendengkur pelan dan secara tidak sadar menggerakkan kepalanya seperti meminta dielus lagi dan lagi oleh Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi, "Kapan kau pergi?"
"Kalau menurut perhitunganku... Empat hari lagi. Aku harus bisa sampai ke perbatasan Kekaisaran Matahari Tenggelam sebelum waktu yang ditentukan,"
Xiao Shuxiang meminum arak buatannya yang tidak memiliki kandungan alkohol. Arak ini dia buat khusus untuk Lan Guan Zhi sebab teman baiknya ini punya kebiasaan menyerangnya saat dalam kondisi mabuk.
Penerang di ruangan ini adalah cahaya biru dari pola di tubuh Lan Xiao dan tiga api kecil Xiao Shuxiang yang melayang-layang perlahan.
Xiao Shuxiang kembali bersuara. "Ada yang ingin kuberitahu padamu, ini tenang hati Giok Hitam. Kau pernah mendengarnya?"
"Sepertinya.." Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang sekilas sebelum kembali menatap lurus ke depan.
Dia memperhatikan api biru kecil Xiao Shuxiang yang terlihat didekati serangga kecil bercahaya.
Xiao Shuxiang bersandar pada tubuh Lan Xiao, "Saat ini aku memang memiliki keluarga, tetapi bukan hal mustahil bila suatu hari nanti aku kembali dan malah membantai habis mereka."
Xiao Shuxiang, "Aku berbeda dengan manusia lainnya. Tanggung jawabku tidak hanya di Dunia ini, yang terburuk bahkan belum keluar.."
"Kau tahu, Lan'Er. Hati Giok Hitam sejak awal diselimuti oleh kegelapan. Sebanyak apa pun cahaya yang diterimanya, tetap saja akan gelap kembali. Aku tidak tahu sampai berapa lama aku bisa mengendalikan diri. Jelas bahwa kegelapan itu akan mengikutiku ke mana pun. Dan saat aku tidak bisa mengatasinya, kuharap kau mau membantuku..." Suara Xiao Shuxiang terdengar lebih pelan.
Lan Guan Zhi sendiri tidak mengerti bantuan apa yang dimaksud temannya, tetapi dia masih setia mendengarkan ucapan Xiao Shuxiang.
Terlihat, memang ada beban yang nampak pada tatapan mata temannya ini. Dan mungkin, itu adalah beban yang tidak bisa dia bayangkan.
"Jauh di dalam hatiku, Xiao Shuxiang ini ingin menjadi manusia. Sama sepertimu, Saudara Jing, Qi Xuan atau manusia pada umumnya. Tapi ada satu tempat di hatiku yang sangat menginginkan kehancuran. Keinginan itu bertambah seiring kekuatanku kembali.."
Xiao Shuxiang mengangkat perlahan tangan kirinya, dia dapat melihat ada rantai yang terbuat dari angin tipis dan melilit tangannya, sebelum angin tersebut kembali menghilang.
"Aku bahkan khawatir Segel Pengekang Jiwa ini tidak mampu mengendalikanku saat kegelapan itu datang. Jadi, aku minta padamu... Andai hari itu benar-benar datang dan aku tidak bisa lagi mengenal siapa pun, kau jangan pernah ragu mengayunkan pedangmu.."
Xiao Shuxiang, "Aku ingin kau membunuhku saat aku tidak bisa lagi mengendalikan diri. Kau harus bertambah kuat, Lan'Er. Kau harus bertambah kuat bahkan lebih kuat dari diriku sendiri."
"Kau... Siapa kau sebenarnya?" Suara Lan Guan Zhi terdengar serius.
Xiao Shuxiang menatap wajah temannya beberapa lama sebelum dia meminum kembali araknya.
__ADS_1
"Lan'Er... Aku tidak hanya memiliki hubungan di dunia ini, tetapi juga di dunia lain. Darahku bukan hanya darah manusia, tetapi juga ada darah makhluk dunia lain. Kau menanyakan identitasku malah membuatku bingung harus menjawabmu apa, kau simpulkan saja sendiri."
Xiao Shuxiang menggaruk pelan kepalanya dan kemudian menggeleng. Dia lalu berdecak kagum dan mulai memuji dirinya sendiri.
"Satu-satunya yang aku tahu adalah bahwa aku lahir dan dibesarkan oleh manusia walau kelakuan ibuku dahulu sangatlah mengerikan. Memang ada manusia normal yang bisa pergi kapan saja ke tempat seperti Dunia Demon dan Dunia Elf? Tentu saja tidak. Tapi Xiao Shuxiang ini dapat melakukannya."
"Kau tahu 'Pertukaran Darah'? Itu semacam upacara penjalinan hubungan antara dua jenis makhluk berbeda dunia. Sejak awal kelahiran Xiao Shuxiang ini, aku sudah memiliki darah Sang Bintang. Ini adalah darah langka yang paling diinginkan oleh Demonic Beast dan bahkan lebih suci dari dara para Elf."
"Kedua makhluk itu tentu tidak akan menolak melakukan upacara 'Pertukaran Darah' untuk menjalin hubungan dengan orang seperti Xiao Shuxiang ini. Di Dunia Demon, aku hanya melakukannya dengan paman Yan Xi Fan. Sementara bibi Lui Me Tian dan paman Wu Yu merupakan Demonic Beast yang memberikan darahnya. Mereka sendiri tidak mendapat darah milikku."
"Untuk Dunia Elf, aku mendapat setiap tetes dari darah ketiga jenis Elf itu. Dan milikku sendiri diteteskan pada tanah di bawah naungan Pohon Lindungan Awan. Jadi..."
Lan Guan Zhi mendapatkan banyak sekali informasi tidak terduga. Siapa sangka temannya ini menanggung beban tiga dunia sekaligus. Alkemis muda tersebut jelas bukanlah manusia yang normal.
Lan Guan Zhi, "Mn. Jangan bilang kau Iblis?"
!!
Untungnya Xiao Shuxiang sudah meminum habis arak di cawannya saat mendengar Lan Guan Zhi bicara. Dia memberi tatapan tidak percaya pada pemuda tampan berseragam putih kebiruan ini.
"Kawan, kau tidak akan pernah menemukan Iblis setampan dan semempesona diriku. Jangan samakan Xiao Shuxiang yang luar biasa ini dengan makhluk kotor nan jelek itu."
Xiao Shuxiang merinding sendiri, dia lalu mengeluarkan seguci kecil Arak Kaisar Naga pada Gelang Semestanya. Saat hendak meminum arak tersebut, dia seketika teringat sesuatu.
"Tapi aku jadi memikirkan perkataanmu, Lan Zhi. Dengar, aku pernah sekali melakukan 'Pembersihan Iblis Hati', tapi yang kutemui bukanlah iblis hatiku, tetapi Shouxing. Dan roh pedangku itu malah memberiku siraman kalbu, jadi ehm... Rasanya seperti..."
"Mn, benar. Kau Iblis dan yang kau lihat itu malaikat hatimu.. Mungkin,"
!!
Xiao Shuxiang memukul pelan lengan Lan Guan Zhi. Cara bercanda temannya keterlaluan. Apa dia sejahat itu sampai-sampai yang menjadi iblis hatinya adalah malaikat? Yang benar saja!
"Shouxing itu Roh Pedangku, dia bukan malaikat. Apa-apaan dengan tatapan mata itu yang seperti mengatakan 'mungkin saja Shouxing adalah Roh Suci', kau ingin menimbulkan kesalah-pahaman, huh?"
Lan Guan Zhi mendengus pelan dan seperti menahan senyumnya, dia mulai meminum arak tanpa alkohol buatan Xiao Shuxiang sambil mendengarkan omelan temannya ini.
Meski Harimau Bulan juga ada bersama mereka, namun Lan Xiao tidak ikut begadang. Demonic Beast ini sepertinya sangat kelelahan karena selalu bekerja membantu banyak orang.
"Kau jaga Lan Xiao dengan baik saat aku pergi." Xiao Shuxiang mengusap lembut kepala dari Harimau Bulan yang tidur di sampingnya. Lan Xiao terlihat begitu nyenyak tertidur.
Lan Guan Zhi dapat melihat temannya ini sangat menyukai Harimau Bulan. "Kau dapat membawa Lan Xiao untuk menemanimu."
"Tidak bisa, kau nanti akan sendirian. Kau tidak memiliki bakat berteman sepertiku. Jika Lan Xiao ikut aku----kau pasti hanya akan duduk terus dan melakukan pekerjaan membosankan,"
Xiao Shuxiang juga berkata, "Lan Xiao lebih baik tetap tinggal di sini, Harimau Bulan yang sedang kuelus ini dapat membantumu. Aku sendiri sudah cukup ditemani Hu Li."
...
".. Lan Zhi, kau belum berjanji padaku. Berjanjilah untuk membunuhku saat hari itu tiba,"
"..."
Lan Guan Zhi melihat Xiao Shuxiang mengulurkan tangan kanannya dan menatap dirinya dengan penuh keseriusan. Sepertinya pemuda di depannya tidak mengerti betapa beratnya menjalankan kepercayaan sebesar itu.
"Lan Zhi, kau tidak boleh sampai ragu,"
"Aku berjanji. Bila hari itu tiba. Dengan tanganku sendiri.. Aku akan membunuhmu,"
Lan Guan Zhi meraih tangan Xiao Shuxiang, salaman ini menjadi simbol dari perjanjian mereka. Tentu dirinya lebih berharap hari yang dikatakan temannya tidak pernah datang.
Kegelapan yang dikatakan Xiao Shuxiang adalah bagian tak terpisahkan dari dalam hatinya. Menghancurkan Benua Timur bukan lagi impiannya saat seluruh ingatan Xiao Shuxiang kembali.
Menghancurkan Benua Timur adalah misi mutlak yang seperti tertanam jauh di dalam hatinya. Dirinya memilih melindungi Benua ini bukan berarti misi tersebut menghilang.
Hanya saja, saat Xiao Shuxiang memilih untuk melepaskan, maka dia harus mencari penggantinya. Dan kali ini, targetnya adalah Benua Utara.
Xiao Shuxiang memegang erat tangan Lan Guan Zhi, terlihat bahwa dia tidak mau kembali ke jalan yang bahkan lebih kelam dari malam.
__ADS_1
Xiao Shuxiang sebisa mungkin akan menyibukkan diri menjalankan permintaan Penatua Da Li dan Kakek Buta yang dia temui. Semoga dengan cara itu, dirinya dapat menghilangkan kegelapan dalam hatinya.
Bila ingin diibaratkan, maka sama seperti yang dikatakan Lan Guan Zhi. Xiao Shuxiang adalah Iblis yang saat ini sedang berusaha menjadi manusia normal.
Kegelapan di dalam hatinya merupakan hasrat membunuh yang dapat meledak setiap saat. Dan keadaannya semakin diperparah dengan Hati Giok Hitam miliknya.
Xiao Shuxiang butuh hubungan lebih dari keluarga,
Sesuatu berharga yang tidak membuatnya khawatir dan bisa dia lindungi,
Sesuatu yang tidak membuatnya cemas kemanapun dirinya melangkah tetapi mampu membuatnya rindu,
Sesuatu yang seperti itu, kemungkinan sangat sulit dirinya temukan.
Setelah membuat Lan Guan Zhi berjanji, Xiao Shuxiang mulai mencari posisi duduk ternyaman untuk tidur. Dia juga meminta temannya agar beristirahat karena mereka masih akan bekerja besok.
Bulu-bulu halus Lan Xiao sangat lembut, nyaman, dan hangat. Hanya dalam hitungan tiga tarikan napas.. Xiao Shuxiang mulai tertidur nyenyak, dan tidak butuh waktu lama sampai suara dengkurannya terdengar.
Lan Guan Zhi menggeleng pelan karena memiliki teman yang begitu mudahnya tertidur. Dirinya lalu membersihan guci dan cawan arak yang sebelumnya dipakai Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi lalu mengeluarkan sebuah kain yang cukup tebal dan menyelimuti tubuh temannya. Dia kemudian duduk bersila, perlahan menutup mata, dan berusaha memfokuskan pikirannya untuk berlatih.
Dirinya tahu tidak memiliki regenerasi tubuh sehebat Xiao Shuxiang. Karenanya untuk sekarang ini, dia akan mulai fokus memperkuat setiap sel darah hingga keluar kulitnya.
Dapat mengalahkan Wyvern hanya dengan sekali serangan, membuat Lan Guan Zhi harus berusaha lebih keras untuk bisa menyamai kekuatan temannya.
Apalagi sekarang dia tahu bahwa Xiao Shuxiang tidak hanya memiliki hubungan dengan Dunia Manusia, tentu dirinya akan semakin tertinggal jauh.
Lan Guan Zhi jelas tidak akan memaksakan diri. Dia dapat berlatih secara rutin dan menyisihkan waktunya untuk Lan Xiao.
Bila temannya sedang berusaha mengendalikan kekuatannya, maka dia juga akan berusaha agar bisa semakin kuat.
*
*
Xiao Shuxiang adalah tipe orang yang sangat mudah tertidur, tetapi paling sulit dibangunkan.
Lihat saja saat ini, Lan Guan Zhi sudah berulang kali menepuk-nepuk pipinya pelan sambil memanggil namanya, tetapi Xiao Shuxiang masih belum bangun juga.
".. Xiang'Er, Shuxiang,"
Nyawn~
Lan Xiao juga ikut membantu Lan Guan Zhi, dia mengusapkan hidungnya pada kepala Xiao Shuxiang, tetapi orang yang dia anggap induk ini tetap tertidur.
Lan Guan Zhi mulai merasa khawatir, jangan bilang temannya kembali hibernasi? Itu tidak bisa dibiarkan.
Dirinya lalu menyentuh dada Xiao Shuxiang dan mencoba memeriksa detak jantung temannya, namun seketika tangannya dipegang oleh pemuda yang belum membuka matanya tersebut.
"Aku masih mengantuk.. Jangan mencari kesempatan saat aku lengah, Lan'Er. Kita belum melakukan upacara dan bersujud pada langit,"
?!
"Siapa yang mau menikah denganmu? Dasar memalukan,"
!!
Lan Guan Zhi menyentil keras dahi Xiao Shuxiang yang langsung membuat rasa kantuk temannya buyar dan berganti menjadi rintihan.
Xiao Shuxiang mengusap-usap keningnya, dia mengomeli Lan Guan Zhi yang sepertinya menggunakan tenaga saat menyentilnya tadi. Syukurlah dahinya tidak sampai berlubang.
"Kau ini. Memang kau punya dendam kesumat apa padaku? Shh.."
Lan Guan Zhi tidak menjawab pertanyaan temannya, dia hanya meminta Xiao Shuxiang bangun.
Dari tatapan matanya, jelas sekali bahwa dirinya berkata sentilan kerasnya tadi tidak akan terjadi andai Xiao Shuxiang cepat bangun.
__ADS_1
***