
"Tetua... Tetua. Aku harus bertemu Tetua,"
"Tenanglah, Senior. Khawatirkan kondisimu dahulu.."
Gong Zitao dipapah oleh dua orang. Dia terus bergumam dan napasnya pun nampak tersengal-sengal. Pandangan matanya memburam dan berulang kali dia memuntahkan darah.
"Aku.. Ingin menemui Tetua.." Gong Zitao terlihat sangat sekarat, wajahnya pucat dan kondisinya ini membuat murid Sekte Pagoda Langit yang melihatnya merasa sangat panik.
Tidak hanya Gong Zitao, tetapi dua pendekar di belakangnya juga dalam kondisi yang sama buruknya. Mereka dibaringkan bersama orang-orang lain yang juga dalam keadaan terluka.
Di sisi lain, samar-sama Ling Chu Zhen mendengar seseorang seperti mencari-cari dirinya. Dia pun menoleh dan melihat Gong Zitao yang terluka dengan sangat parah.
"Tetua.. Tetua.."
"Gong Zitao?! Kau kenapa, Nak?!"
!?
Suara itu nampak tidak asing. Dalam buramnya pandangan, Gong Zitao dapat melihat seseorang menghampirinya dan mulai menyentuh lengannya. Ini adalah sentuhan tangan dari gurunya, Grand Elder Sekte Pagoda Langit.
"Tetua..! Aku.. Ada yang harus kukatakan.."
"Tenanglah. Rawat lukamu dulu," Ling Chu Zhen khawatir karena pemuda berpakaian putih ini memuntahkan darah. Dia pun mengalirkan Qi dan berusaha mengurangi sedikit rasa sakit di tubuh Gong Zitao.
!!
Ling Chu Zhen terkejut saat memeriksa bagian dalam tubuh salah satu muridnya ini. Banyak tulang Gong Zitao yang retak, aliran darahnya tidak lancar, dan terdapat luka pada bagian jantungnya.
"Tetua.. Ini.. Sangat penting-!" Gong Zitao mengerang kesakitan saat hendak bicara, tatapannya seolah memohon agar Ling Chu Zhen mau mendengarnya sebentar saja. Namun jauh di dalam hatinya, Gong Zitao merutuk kesal.
"Sialan, mungkin aku terlalu berlebihan. Tubuhku sangat kesakitan,"
!!
Benar apa yang dikatakan oleh Ling Qing Zhu. Gong Zitao bagai memiliki dua muka. Bahkan sekarang, tidak seorang pun yang tahu dia telah membantu Scarlet Darah selama ini. Ling Chu Zhen juga masih memperlakukannya dengan sangat baik.
Salah satu pendekar yang dirawat berdampingan dengan Gong Zitao menoleh sedikit dan mengagumi sandiwara pemuda itu.
Dia sendiri juga termasuk ke dalam murid Partai Pedang Tengkorak yang berpura-pura menjadi murid Partai Aliran Hitam yang lain. Dengan kondisi kacau serta penuh ketegangan seperti ini.. Tidak seorang pun yang akan menyadari identitasnya.
Sebelumnya, saat Gong Zitao melarikan diri dengan memakai Cermin Pemindah, kondisi tubuhnya baik-baik saja. Dia tiba di Kota Bintang Biduk dan langsung menangkap dua orang murid Partai Pedang Tengkorak.
Bersama kedua rekannya, mereka melakukan rencana yang cukup gila. Gong Zitao memakai kembali pakaian sektenya yang dia keluarkan dari sebuah Cincin Spasial. Dia lantas mengotori pakaian itu dengan darah mayat dan dengan sengaja memberi luka sendiri pada tubuhnya.
Kedua murid Partai Pedang Tengkorak juga melakukan hal serupa. Mereka mengambil pakaian mayat pendekar dari aliran hitam dan melukai diri sendiri termasuk merusak wajah mereka hingga makin tampak meyakinkan.
Jantung mereka yang selama ini menjadi incaran para kultivator mulai mereka masukkan kembali ke dalam tubuh. Ketiganya bahkan sengaja memberi luka dalam pada tubuh mereka, kemudian berteriak meminta bantuan.
Rencana ini berisiko, tetapi jika berhasil--dampaknya akan sangat besar. Dan dengan kepribadian yang Gong Zitao perlihatkan selama ini--tidak ada yang akan meragukan ucapannya.
"Tetua.. Tetua harus mendengarku.."
"Lukamu harus pulih dulu, baru kita bicara.."
"Tetua.. Ini tidak sempat.." Gong Zitao kembali memuntahkan darah, napasnya semakin menipis. ".. Xiao Shuxiang.. Ini tentang Xiao Shuxiang Tetua.."
?!
Ling Chu Zhen keheranan, dia fokus memulihkan kondisi tubuh Gong Zitao sambil mendengarkan ucapan pemuda di hadapannya. Gong Zitao pun mulai berusaha untuk bicara.
"Tetua.. Xiao Shuxiang ada di sini.. Aku bertemu dengannya dan dia begitu panik.." Gong Zitao memuntahkan darah lagi, dia berusaha mengatur napas dan tetap ditenangkan oleh beberapa junior yang mengkhawatirkannya.
".. Xiao Shuxiang bilang, Nona Ling diculik.. Dan dibawa ke Partai Pedang Tengkorak. Aku.. Kami pergi bersamanya.. Kami menyelamatkan Nona Ling. Tapi Tetua.. Saat bertarung.. Xiao Shuxiang.. Dia.. Dia berubah,"
Gong Zitao mengulurkan tangannya dan memegang Ling Chu Zhen. Dia menatap wajah Grand Eldernya dengan penuh kesungguhan dan lalu mengatakan tentang identitas Xiao Shuxiang yang dirinya saksikan secara langsung.
!!
Ling Chu Zhen dan beberapa pendekar yang ada di dekatnya nampak terkejut sekaligus memperlihatkan raut wajah yang tidak percaya.
Dua rekan Gong Zitao yang menyamar ikut menambahkan, mereka seperti menjadi saksi atas apa yang diceritakan oleh pemuda itu.
"Xiao Shuxiang.. Dia benar-benar berubah.. Markas Partai Pedang Tengkorak rata dengan tanah.. Para muridnya.. Dimakan hidup-hidup.. Kami juga ikut diserang.."
"Kami berusaha.. Ukh. Sekuat tenaga untuk lari.. Pertarungan ini juga.. Juga karena Xiao Shuxiang." salah satu pendekar yang menyamar memuntahkan darah, dia merasakan sakit pada dadanya akibat memaksakan diri untuk bicara.
__ADS_1
!!
Ling Chu Zhen jelas sangat terkejut. Dia berpandangan dengan muridnya yang juga tidak menyangka hal ini bisa mereka dengar.
Hanya saja, Ling Chu Zhen mengenal Gong Zitao dan muridnya ini merupakan orang yang baik serta disiplin. Gong Zitao adalah salah satu murid yang disegani oleh murid-muridnya yang lain.
"......"
Jujur saja, dibandingkan dengan Gong Zitao--Xiao Shuxiang memang adalah kultivator yang kehidupannya agak asing bagi Ling Chu Zhen. Dia hanya tahu bahwa Wali Pelindung dari putrinya itu merupakan cucu dari Kaisar Benua Utara, sekaligus seorang Alkemis berbakat.
"Tetua.. Tetua, ada yang harus Anda ketahui juga.." Gong Zitao kembali bicara. Kali ini dia mengungkap identitas Xiao Shuxiang yang merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur.
!!
Ucapannya kembali mengejutkan Ling Chu Zhen. Dia bahkan menyebut nama Ling Lang Tian dan berkata bahwa Tetuanya dapat menanyakan langsung kepada ayah dari Ling Ya Bing itu jika ucapannya diragukan.
?!
"Gong Zitao..? Gong Zitao..!" Ling Chu Zhen menyentuh pipi muridnya, perasaannya sekarang tidak tenang dan pikirannya dipenuhi banyak pertanyaan.
"Rawat lukanya dengan baik, pastikan dia benar-benar pulih. Aku akan segera kembali." Ling Chu Zhen meminta kepada para muridnya. Dia tidak bisa menanyakan apa pun pada Gong Zitao karena pemuda itu sudah tidak sadarkan diri.
?!
Para murid Sekte Pagoda Langit tersentak saat melihat tetua mereka langsung pergi. Raut wajah dan tatapan mata Grand Elder mereka itu nampak tidak baik.
"Saudaraku, apa benar yang dikatakan Senior barusan?" salah satu murid Sekte Pagoda Langit bertanya saat tidak lagi melihat tetuanya.
"Kurasa begitu. Memang apa yang didapatkan Senior Gong jika dia berbohong? Lagipula kita tahu seperti apa pribadi Senior. Dia lebih kita kenal daripada Tuan Muda Xiao,"
"Ya, itu juga benar. Senior Gong bahkan menyebut nama Patriarch Ling, ini membuktikan bahwa ucapannya tidak main-main."
"......."
Murid Partai Pedang Tengkorak yang menyamar dan mendengar ucapan dua kultivator ini tersenyum di dalam hati.
Mereka memuji Gong Zitao yang benar-benar bisa menanamkan keraguan pada saudara seperguruannya sendiri. Sekarang, meski alur pertempuran berada di pihak lawan--tetapi kemenangan masih ada bersama mereka.
Jujur saja. Sebenarnya, saat Miao Gang lenyap----seluruh kekuatannya berpindah dan masuk ke dalam boneka kain miliknya. Para murid Partai Pedang Tengkorak yang juga tewas saat melawan para pendekar ikut mengalami hal yang sama.
*
*
Tidak ada yang bisa menggambarkan seperti apa Qian Kun. Dia adalah orang gila, ahli siasat dan merupakan perancang dari kekacauan yang terjadi.
Awalnya, dia mungkin terlihat baik dan seperti sosok yang tanpa pamrih memberi bantuan pada mereka yang menginginkan 'Tubuh Abadi'. Dia menolong mereka benar-benar tanpa persyaratan apa pun.
Namun yang sesungguhnya. Kebenarannya adalah setiap kali pendekar yang dia berikan bantuan itu membunuh----sedikit demi sedikit pikiran mereka mulai dikendalikan.
Entah bagaimana, tetapi sekarang ini----Bahkan para murid Partai Pedang Tengkorak tidak lagi takut mati, justru di dalam hati mereka hanya dipenuhi cara membuat tempat ini semakin kacau, lebih kacau dari yang sebelumnya.
!!
Suara jeritan menyayat hati itu terdengar dari sebuah tempat yang jauh di dalam Gunung Berapi, Kekaisaran Langit Tengah. Tempat tersebut berada di wilayah Aliran Hitam, berdekatan dengan Lembah Tumpukan Mayat.
Wilayah itu terlarang. Kabar mengatakan bahwa udara di sana dapat membunuh makhluk apa pun yang berani menghirupnya dalam waktu lama. Tetapi kini wilayah itu, utamanya di dalam gunung berapi----saat ini dihuni oleh sesuatu yang sangat mengerikan.
Sosok tersebut mempunyai tangan besar, tubuh kekar, otot yang kuat, dan nampak duduk pada sebuah singgasana sambil memegang pedang besar yang tertancap di tanah.
Di sekitar sosok itu telah banyak tumpukan tulang manusia. Jeritan yang terdengar mengalun merdu itu adalah milik anak-anak yang saat ini sedang dikuliti hidup-hidup.
!!
Organ dalam mereka dikeluarkan, ditaruh pada sebuah wadah yang nantinya diolah menjadi sumber kekuatan. Daging dan kulit mereka juga ikut diolah, yang tersisa hanyalah tulang-belulang.
!!
Penerangan yang ada di sini hanyalah lahar panas. Sulit melihat sosok yang duduk di singgasana itu, lebih sulit lagi melihat sosok yang sedang menguliti seorang anak perempuan.
!!
Namun dari minimnya penerangan, kain hitam yang dipakai anak itu tidaklah asing. Dan benar saja, pakaian tersebut merupakan pakaian dari murid Partai Pedang Tengkorak.
["Tolong.. Tolong Ampuni Aku..!"]
__ADS_1
Suara yang terdengar sangatlah banyak dan hanya satu yang benar-benar jelas. Mereka semua menangis meminta pertolongan dan pengampunan, mereka ingin dilepaskan.
Namun sayang sekali, sosok yang mereka hadapi adalah monster yang tidak memiliki empati. Monster yang hanya menginginkan kekuatan tanpa peduli yang lain. Sosok yang haus darah.
["......"]
!!
Dalam cahaya redup, sebuah seringai semerah darah terlihat dari sosok yang duduk pada singgasana itu. Suara mengerikannya pun terdengar, bahkan membuat tempat ini jauh lebih menakutkan dari sebelumnya.
["Sebentar lagi.."] sosok itu mengeluarkan napas api, [".. Tinggal sebentar lagi.. Dan dunia akan menjadi milikku.."]
Tawa sosok itu terdengar lebih mendominasi dibanding dengan jeritan anak-anak ini. Dia terlihat begitu senang.
"......"
Orang yang sedang menguliti tubuh salah satu anak pun nampak tersenyum samar. Dia memakai jubah dan tudung hitam. Karena cahaya yang terlalu redup, di wajahnya hanya sekilas menampakkan sebuah topeng merah.
*
*
Di sisi lain, Ling Chu Zhen mencari keberadaan Ling Lang Tian kemana-mana. Dia melesat dan sesekali melihat keadaan di sekitarnya.
!!
Semuanya benar-benar berantakan. Sulit dijelaskan sekacau apa kondisi yang dilihat oleh Ling Chu Zhen. Jujur, rasanya teramat perih menyaksikan tanah air yang begitu dicintainya--berada pada titik terburuk.
Cukup lama Ling Chu Zhen mencari Ling Lang Tian sampai dia menemukan pria itu yang sedang berada di tengah-tengah sebuah puing bangunan. Dia pun lantas memanggilnya.
Ling Lang Tian sendiri sedang mencari-cari warga yang selamat, namun dia justru menemukan berbagai mayat yang dalam kondisi separuh tubuhnya hangus terbakar.
Ling Lang Tian baru ingin menyentuh salah seorang di antara mereka, namun tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang. Dirinya pun lantas menoleh.
!?
"Ayah?" Ling Lang Tian berjalan menghampiri pria yang menapak di tanah saat tahu sosok itu adalah Grand Elder Sekte Pagoda Langit, ayahnya.
"Lang Tian'Er, ada yang ingin Ayah tanyakan kepadamu." Ling Chu Zhen sama sekali tiba basa-basi lebih dahulu, dia kini fokus menatap putranya.
Ling Lang Tian tentu saja keheranan, sebab tidak biasanya Grand Elder Sekte Pagoda Langit ini menatapnya dengan raut yang seperti meminta kebenaran padanya.
"Ada apa Ayah? Kenapa Ayah-"
"Apa kau tahu Xiao Shuxiang adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur?"
!!
Rasanya seperti mendengar bunyi ledakan. Sorot mata Ling Lang Tian berubah, dia sungguh tidak salah dengan perkataan yang barusan itu.
"Lang Tian'Er, kenapa kau tidak menjawab? Apa benar Xiao Shuxiang adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur?!" suara Ling Chu Zhen agak meninggi, dia menatap putranya.
"......"
Ling Lang Tian tidak mengalihkan pandangan dari ayahnya. Dia kemudian mengangguk pelan meski tangannya agak sedikit terkepal.
"Benar, Ayah. Xiao Shuxiang adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur,"
"Sejak kapan kau mengetahui ini?"
"Sudah cukup lama,,"
!!
"Ling Lang Tian..!!"
Seruan dari pria dewasa itu menciptakan angin kejut. Ling Lang Tian spontan menutup mata dan bernapas pelan-pelan. Sekarang sudah tidak diragukan lagi, ayahnya benar-benar marah.
Ling Chu Zhen kembali bertanya. Kali ini tentang identitas lain Xiao Shuxiang yang membuat Ling Lang Tian terkejut hingga membuka mata.
Keadaan di antara kedua pria berambut putih itu penuh dengan ketegangan dan suasana yang menyesakkan. Ling Lang Tian tidak tahu bahwa sikap Grand Elder Sekte Pagoda Langit sekarang ini diakibatkan oleh perkataan Gong Zitao yang sebelumnya.
Di tempat lain, Ling Qing Zhu dan Wali Pelindungnya sama sekali tidak tahu apa-apa tentang sejauh mana pertempuran ini telah berlangsung, bahkan termasuk dengan kondisi yang akan mereka hadapi nantinya.
***
__ADS_1