
Seorang kultivator menghampiri Lan Guan Zhi, ekspresi wajahnya terlihat serius. "Tuan Muda Lan? Jika kau sangat mengkhawatirkan tuan muda Xiao, maka kau boleh pergi. Kami masih bisa mengatasi keadaan di sini,"
Lan Guan Zhi menoleh ke arah salah satu kultivator yang nampak lebih tua darinya. Dia pun memberi hormat, berterima kasih, dan kemudian melesat pergi. Tindakannya membuat salah seorang kultivator menggaruk pipinya dengan pelan.
"Senior, bukankah kita membutuhkan Tuan Muda Lan?"
"Itu benar, kenapa Anda meminta Tuan Muda Lan pergi?"
Ada dua kultivator muda yang berpakaian hijau dengan corak daun bambu. Mereka agak keberatan dengan keputusan pria berpakaian putih bercorak bunga teratai tersebut.
Pria yang meminta Lan Guan Zhi pergi itu adalah kultivator dari salah satu sekte menengah yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah, dia terlihat bersama saudara seperguruannya.
"Apa kalian pikir Tuan Muda Lan akan baik-baik saja jika terus di sini? Dia terlihat sangat cemas. Kerisauannya tidak akan memberi dampak yang baik bagi pertarungan ini."
"Tuan Muda Lan mengkhawatirkan teman baiknya. Sudah, biarkan dia pergi dan fokus saja pada apa yang ada di depan kalian." teman pendekar itu menambahkan, ucapannya membuat kedua kultivator muda itu cemberut.
Keempatnya pun mulai melesat ke dua arah. Mereka membentuk kelompok berpasangan sebab dengan cara ini, risiko kehilangan nyawa akan bisa diminimalisir.
TRAANG..!!
Mereka saling bekerja sama, menutupi celah satu sama lain hingga membuat lawan kesulitan. Dua kultivator senior itu nampak yang paling cepat dalam alur pertarungannya.
"Saudaraku, kau tadi mengatakan bahwa Tuan Muda Lan mengkhawatirkan teman baiknya----bukankah Tuan Muda Xiao itu kekasihnya?"
"Kau ini bicara apa? Tuan Muda Xiao sudah menikah, bagaimana mungkin dia memiliki hubungan semacam itu dengan Tuan Muda Lan?!"
Kedua kultivator yang nampak dewasa itu bertarung melawan warga yang dalam kondisi dipengaruhi roh jahat. Namun meski begitu, mereka bukannya membicarakan kemampuan lawan----tetapi membahas Lan Guan Zhi dengan Xiao Shuxiang.
"Saudaraku, Tuan Muda Xiao memang sudah menikah----tapi itu hanyalah kedok untuk menutupi hubungan terlarangnya dengan Tuan Muda Lan. Apa kau tidak dengar kabarnya?!"
Kultivator itu memberi tendangan pada dada salah satu warga dan lalu melesat ke tempat juniornya yang melawan seorang mayat kultivator.
Dia disusul oleh rekannya yang nampak penasaran. Keduanya memang kuat hingga meski membahas hal lain----mereka masih dapat fokus dalam melihat pergerakan lawan.
"Kabar tentang apa?! Kau mendengar berita baru yang bahkan tidak kuketahui?"
"Tentu saja ini tentang Tuan Muda Lan dan Tuan Muda Xiao. Para murid Sekte Pedang Langit memang orang-orang yang kaku dan hanya sebagian dari mereka yang cerewet. Kabar apa pun di dalam sekte itu tidak akan diketahui oleh orang luar, tapi sangat berbeda dari murid Sekte Kupu-Kupu. Aiish.. Para mayat ini, kenapa tidak membiarkanku bicara sedikit saja?!"
TRAANG..!!
"... Anak-anak di sekte itu sangat buruk dalam menyembunyikan rahasia, apalagi jika berhubungan tentang kedekatan Senior Besar mereka dengan Tuan Muda Lan. Aku bahkan sering merinding sendiri bila mengingat mereka sangat lihai bicara,"
"Mereka hanyalah anak-anak, ucapan mereka tidak mungkin benar. Awas di belakangmu..!"
BAAAM..!
"Saudaraku, 'Tidak ada asap jika tidak ada api'. Mereka memang anak-anak, tapi karena mereka polos----setiap ucapan mereka dapat sesuai fakta.."
"Kalian Berdua..!! Apa Yang Kalian Lakukan Di Sana?!"
!!
Kedua kultivator itu terkejut saat mendengar sebuah seruan. Sosok tua bangka datang dan segera menyerang mayat kultivator dengan tenaga yang besar, bahkan sedikit serangannya nyaris mengenai mereka.
"Kalian niat bertarung atau tidak?! Jangan bicara untuk sekarang, bunuh mereka semua..!!"
"Baik Tetua..!!"
Kekacauan di Benua Timur masih ada, apalagi sekarang monster yang tertidur di Bukit Salju Tanpa Musim mulai mengeluarkan suara geraman.
Yu Changhai, Lai Kuan Ye, dan Shuai Niao sudah sekuat tenaga menjaga segel--Bahkan sekarang mereka dibantu oleh Patriarch Lan dan beberapa murid senior Partai Pedang Langit.
Suara musik mengalun dari alat-alat yang digunakan para murid tersebut. Mereka memainkan lagu 'Ketenangan' dan berusaha membuat monster di bukit ini tetap tertidur.
Baaam..!
Mereka harus fokus, tidak boleh sampai terpengaruh pada suara luar yang jujur saja mampu memancing rasa khawatir. Tianqi Mao juga terlihat di bukit tempat kediaman Yu Changhai berada. Wali Kota Embun Bunga itu membentuk segel yang melindungi tempat ini dari serangan nyasar akibat pertarungan yang ada.
?!
Sudah cukup lama menjaga segel, Tianqi Mao mengerutkan kening ketika melihat sebuah lesatan datang ke arahnya. Seseorang menapakkan kaki dengan mulus dan rupanya itu adalah Lan Guan Zhi.
Pemuda berpakaian putih itu melesat dengan kecepatan yang tinggi. Dia mengembuskan napas pelan dan lalu menghampiri Tianqi Mao. Dia kemari untuk menitipkan Guqin miliknya pada kakaknya, Lan Xu Jian.
"Tuan Muda Lan, ada apa denganmu? Kau tak terlihat baik-baik saja.." Tianqi Mao bisa membaca kegelisahan pemuda di hadapannya dari sorot mata itu. Jelas bahwa Lan Guan Zhi sedang dalam suasana hati yang buruk.
__ADS_1
"Mn, aku harus ke tempat Shuxiang."
Tianqi Mao keheranan, namun Lan Guan Zhi mengatakan teman baiknya ada di Benua Tengah dan dia sangat cemas, perasaannya sungguh tidak pernah segelisah ini sebelumnya.
"Tuan Muda Lan, Shuxiang pasti baik-baik saja. Kau jangan mengkhawatirkannya, aku yakin dia bisa menjaga diri sendiri. Di samping itu, justru kau dibutuhkan di tempat ini."
"Tuan Tianqi.."
"Tuan Muda Lan, kau harus percaya pada teman baikmu. Dia Xiao Shuxiang. Kesulitan apa yang tidak dapat dia atasi? Kau bahkan lebih tahu bagaimana kuatnya teman baikmu itu,"
Tianqi Mao memang benar, tapi dia mungkin tidak tahu bahwa satu-satunya hal yang tidak bisa diatasi Xiao Shuxiang adalah pengendalian dirinya sendiri.
Teman baik Lan Guan Zhi itu dapat melukai siapa saja dan bila kondisinya memburuk--Xiao Shuxiang bahkan mungkin akan lupa diri.
"Shuxiang mengkhawatirkan karena dia kuat, Tuan Tianqi. Dia bisa tidak sengaja membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Aku harus pergi. Tolong berikan ini pada Patriarch Lan,"
?!
Tianqi Mao menerima Guqin milik Lan Guan Zhi. Dia menatap pemuda berpita dahi itu dan mengembuskan napas pelan. Dia tidak bisa mencegah pemuda ini pergi bila membahas tentang keselamatan Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Lan, biar aku yang mengantarmu.."
"Tidak perlu. Sebelumnya Shuxiang memberiku kertas segel."
Lan Guan Zhi mengeluarkan kertas pemberian Xiao Shuxiang dan mengalirkan sedikit Qi miliknya. Kertas itu pun melayang di udara dan mulai membentuk sebuah Cermin Pemindah.
Baru saja akan melangkah, sebuah cahaya kecil melesat seperti turun dari langit dan ini menarik perhatian Lan Guan Zhi dan Tianqi Mao.
!?
Cahaya itu semakin mendekat dan perlahan bentuknya dapat dilihat dengan jelas. Lan Guan Zhi mengenal cahaya kecil tersebut yang tak lain adalah Api Biru milik teman baiknya.
Api kecil itu mempunyai inti ungu dan terlihat lebih terang sekarang ini. Dia pernah menghilang di wilayah Aliran Hitam bahkan saat itu Xiao Shuxiang mencarinya, namun dia tidak ditemukan.
Tianqi Mao mengerutkan keningnya. Dengan matanya yang mirip kucing itu, dia dapat melihat inti Api Kecil yang nampak seperti makhluk hidup.
"......"
Karena tidak ada nafsu membunuh yang terasa, Tianqi Mao berpikir Api Kecil itu tidak membawa bahaya. Namun saat semakin dekat dan api tersebut menyerang lengan kanan Lan Guan Zhi----dia pun amat sangat terkejut.
!!
Lan Guan Zhi merasakan lengan kanannya hangat dan dia menjawab pertanyaan Tianqi Mao yang cemas dengan keadaannya. "Aku tidak apa-apa,"
Api itu adalah milik Xiao Shuxiang, tetapi tidak terikat lagi dengan Koki Alkemis tersebut. Dia datang dari Wilayah Aliran Hitam sambil membawa Gelang Semesta yang terdapat pada lengan 'Tuannya' yang pernah dibakar oleh Qian Kun sampai menjadi abu.
Sebenarnya, pusaka itu tidak lenyap. Gelang Semesta masih ada, dia berbentuk simbol-simbol kuno dan sulit untuk dihancurkan, bahkan jika menggunakan Api milik Qian Kun.
Gelang Semesta adalah rumah bagi Yīng xióng, pedang gila Xiao Shuxiang yang tidak pernah berhasil ditaklukkan oleh Koki Alkemis itu. Yīng xióng bukanlah pedang biasa, dia pusaka yang memiliki misi 'Menguasai Segalanya' dan Gelang Semesta merupakan salah satu korbannya.
".......?!"
Lan Guan Zhi bisa merasakannya, dia pun menarik napas pelan dan mulai fokus. Sebuah Seruling Giok Putih kemudian muncul tepat di tangan kanannya.
?!
Seruling ini adalah milik teman baiknya. Api Biru Kecil itu telah membawa sesuatu yang amat berharga. Sesuatu yang dapat membantu banyak orang di Kekaisaran ini.
Lan Guan Zhi memegang kuat Seruling Giok Putih teman baiknya. Dalam hati dia meminta Xiao Shuxiang menunggunya sebentar lagi.
Cermin Pemindah di hadapannya memudar dan membentuk sebuah kertas jimat. Lan Guan Zhi mengurungkan niat ke Benua Tengah, dia menyimpan kembali kertasnya dan langsung pergi tanpa berpamitan pada Tianqi Mao.
!!
Tindakannya jelas membuat Wali Kota Embun Bunga itu tersentak. Tiba-tiba saja Lan Guan Zhi mengurungkan niat untuk pergi, tetapi dirinya bersyukur----sebab pemuda tersebut memang tengah dibutuhkan di tempat ini.
"Tuan Muda Lan sangat mengkhawatirkanmu, Shuxiang... Kuharap kau tidak membuat banyak masalah di sana.."
*
*
Lan Guan Zhi belum bisa ke Benua Tengah. Dia memang mencemaskan kondisi teman baiknya, namun jika nekat ke sana----maka kegelisahannya pada keadaan di sini juga akan makin bertambah.
Namun saat memegang Seruling Giok Putih, dirinya jadi memiliki keberanian untuk mengesampingkan kecemasannya pada Xiao Shuxiang. Dia harus menyelesaikan masalah di tempat ini dan baru kemudian pergi ke tempat temannya berada.
__ADS_1
Lan Guan Zhi melayang lebih tinggi. Pedangnya, Shǎndiàn sudah tersarung dan terselip di pinggangnya.
Pada titik tertentu, dia bisa melihat masih banyak kekacauan yang terjadi. Dia pun mulai menempelkan seruling tersebut pada bibirnya dan memainkan beberapa nada.
!!
Suaranya jernih dan mengalun indah. Angin berhembus lembut dan memain-mainkan rambut serta pita panjangnya. Kain pakaiannya mengombak dan dia begitu sangat menawan.
Saat memainkan seruling itu, Lan Guan Zhi bisa merasakan Qi alam memasuki tubuhnya hingga membuat suara alunan pusaka ini semakin kuat----bahkan sampai terdengar ke lima kota.
Sebuah asap hitam tipis terbentuk di udara, tepat di hadapan Lan Guan Zhi. Bukan dia yang melakukannya, dia pun sempat terkejut dan memperhatikan bagaimana asap itu memadat hingga menjadi sebuah pedang.
Yīng xióng keluar dari dalam Gelang Semesta. Dia melayang di hadapan Lan Guan Zhi dan berputar-putar secara perlahan. Dia melakukan sesuatu yang membuat pemuda berpita dahi itu kembali terkejut.
!!
Seluruh warga di setiap kota yang terpengaruh roh jahat mengerang kesakitan. Asap hitam keluar dari mulut, hidung, mata dan telinga mereka. Erangan itu membuat para kultivator terkejut bukan main.
Salah satu warga mulai berhenti berteriak saat asap hitam di tubuhnya telah menghilang. Dia pun terjatuh tidak sadarkan diri.
Seluruh asap hitam yang merupakan wujud dari roh jahat itu berkumpul di satu titik. Mereka seperti ditarik paksa dan sama sekali tidak mampu melawan.
Penyebab dari semua ini adalah Yīng xióng. Pedang itu seperti memakan semua roh jahat dan membuat bilahnya semakin diselimuti oleh aura yang menekan. Namun Lan Guan Zhi tidak berusaha menghentikannya sebab pedang itu seperti memiliki pikiran sendiri.
Jujur saja, tidak hanya Yīng xióng yang berperan----tetapi juga Seruling Giok Putih. Lan Guan Zhi memainkan seruling itu dan nada yang keluar menarik roh jahat yang mengendalikan para warga----kemudian Yīng xióng memakan mereka.
Kedua pusaka itu seperti telah berevolusi dan menjadi semakin kuat. Mereka luar biasa mengagumkan, sangat sesuai untuk menjadi pusaka rebutan banyak orang.
Di tangan yang tepat, kedua pusaka itu dapat menjadi penyelamat. Namun harus diketahui bahwa senjata yang kuat membutuhkan pemilik yang bisa menjaganya. Jika tidak, senjata tersebut bisa jatuh ke tangan orang yang salah dan menciptakan keributan.
*
*
Bila berbicara tentang keributan. Saat ini keributan terbesar sedang terjadi di Sekte Pagoda Langit, Benua Tengah.
Perubahan pada warna mata Xiao Shuxiang membuat semua orang yakin bahwa dia adalah jelmaan iblis, apalagi urat-urat tipis kehitaman terbentuk di leher dan wajah pemuda itu.
Kuku pada jari-jari tangan Xiao Shuxiang ikut memanjang, terlihat runcing, dan berwarna hitam. Dia bertarung dengan para pendekar dan kultivator dari berbagai sekte, pertarungan itu berlangsung sangat sengit.
!!
Xiao Shuxiang berhasil merampas pedang salah satu pendekar. Dia mengalirkan Qi saat mencengkeram kuat pedang itu dan membuat bilahnya pecah menjadi beberapa bagian kecil.
Tanpa peringatan, Xiao Shuxiang menggunakan bilah pedang yang pecah itu untuk menyerang para pendekar. Beberapa dari mereka langsung tumbang tidak bergerak saat terkena bilah tersebut.
!!
Aliran darah mereka tiba-tiba berhenti, bahkan detakan jantung mereka tidak terdengar. Kejadian itu berlangsung begitu cepat dengan banyak orang yang telah menjadi korban.
Mereka semua menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang.
Ada yang takut, bahkan sampai menahan napas dan memandang penuh amarah ke arah pemuda itu. Bagi para pendekar, Xiao Shuxiang sudah membunuh banyak rekan-rekan mereka.
TRAANG..!
Tidak ada yang bicara. Para pendekar itu menggeram dan mengutuk Xiao Shuxiang dalam hati. Pertarungan mereka membuat wilayah murid Sekte Pagoda Langit kacau.
!!
Para pendekar ingin agar Xiao Shuxiang keluar dari lingkungan Sekte Pagoda Langit, karena mengingat tanah di sekte ini lebih mendukung kultivator. Namun yang terjadi justru merekalah yang terpental keluar.
BAAAAM..!!
Salah satu pendekar menghantam sebuah pohon, matanya terbuka, namun tubuhnya tidak lagi bergerak. Seorang pemuda berambut putih memeriksa kondisinya dan menutup matanya yang terbuka.
Pemuda itu mengepalkan tangannya dan nampak mengembuskan napas. Dia pun menoleh dan mencari sosok yang sudah menyerang pendekar ini---pandangannya mengarah pada Xiao Shuxiang yang tengah menendang kuat salah satu dada seorang kultivator.
Sosok tersebut tidak lain adalah Hu Li. Dia memang ada di Sekte Pagoda Langit, membantu para pendekar yang terluka, dan tidak terlibat dalam pertempuran di luar sana.
Dia sebelumnya ada di bagian terdalam wilayah sekte ini, dan baru kemari ketika mendengar keributan. Dirinya jelas sangat terkejut saat mengetahui Tuan Muda Xiao-nya diserang beramai-ramai.
Dia juga tidak menyangka akan melihat perubahan Tuannya yang seperti itu. Dirinya butuh penjelasan, tetapi para pendekar seakan tidak memerlukannya. Mereka justru lebih ingin menangkap Xiao Shuxiang, bahkan sampai bernafsu membunuhnya.
***
__ADS_1