XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
39 - Sesuatu Yang Baru [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang berdiam diri di dalam kamarnya, dia duduk bersila sambil menyerap Qi untuk menyembuhkan luka dalam dan luar tubuhnya.


Memang Ying Liu sudah pernah membantu menyembuhkan luka Xiao Shuxiang.. Namun sebelum melakukan proses pergantian dantian, Xiao Shuxiang tetap harus memeriksa kondisi tubuhnya untuk menghindari cedera fatal nantinya.


Bisa dikatakan, Kota Daun Teratai memiliki Qi yang jauh lebih banyak. Antara satu sampai sepuluh, kota ini berada dalam angka 6-7 untuk kepadatan Qi-nya.


Sebenarnya Xiao Shuxiang ingin mengganti dantiannya saat dirinya berada di tempat dengan Qi yang memiliki kepadatan di angka 8 ke atas. Tetapi saat bertarung melawan Gong Peng waktu itu, membuat Xiao Shuxiang menyadari bahwa dirinya terlalu lemah.


Xiao Shuxiang butuh kekuatan, dia tidak bisa terus bergantung pada nasib baik atau keberuntungan. Menurutnya, daripada menunggu nasib baik datang.. lebih baik menciptakan nasib itu sendiri.


Xiao Shuxiang memfokuskan pikirannya, perlahan menarik napas dan lalu mengembuskannya.


Saat Xiao Shuxiang akan mulai melakukan pergantian dantian.. ekspresi wajahnya seketika pucat. Perasaan gelisah mulai menyelimuti Xiao Shuxiang, tubuhnya gemetar, dan terasa sangat tidak nyaman sama sekali.


Xiao Shuxiang membuka mata perlahan, dia lalu tertunduk diam kemudian menggeleng pelan. "Tidak baik... Aku tidak bisa melakukannya dalam suasana hati seperti ini,"


"Aku butuh membantai seseorang, tidak bisa menahannya lagi...! Aku tidak bisa tenang sebelum menyembuhkan penyakit ini..." Xiao Shuxiang mengusap-usap kedua lengannya yang terasa gemetar.


"Tapi bagaimana caranya..? Saat ini aku hanya anak kecil berusia tujuh tahun dengan dantian cacat, aku terlalu lemah untuk melakukan pembantaian. Berpikirlah Xiao Shuxiang... Gunakan kecerdikanmu yang luar biasa ini!" Xiao Shuxiang berpikir sambil memain-mainkan poni rambutnya.


Tak lama berpikir, Xiao Shuxiang mulai menyeringai----seolah dirinya baru saja mendapatkan sebuah ide yang bisa mengatasi penyakit anehnya ini.


"Xiao Shuxiang.. Kau Luar Biasa! Hahaha" Xiao Shuxiang tertawa kecil sambil berjalan keluar dari kamarnya.


*


*


*


"Haaah... Daging yang putih dengan semburat merah, begitu empuk ketika disentuh dan lentur ketika ditekan. Haaah... rasanya seperti mimpi indah yang sudah lama kutunggu.." Xiao Shuxiang tersenyum sambil beberapa kali menghembuskan napas.


Dia memegang sebuah pisau di tangan kanannya, terlihat pisau tersebut meneteskan darah. Xiao Shuxiang lalu mengarahkan pisau di tangan kanannya untuk mengiris tipis daging di depannya.


"Paman... apa rasanya sakit...?" Xiao Shuxiang tersenyum, tatapan matanya terlihat berbinar-binar, hampir menangis karena saking senangnya.


"Sayang sekali... Aku tidak bisa mendengar suara jeritan..."


Tiba-tiba sebuah tangan meraih pisau yang sedang dipegang oleh Xiao Shuxiang. Bersamaan dengan hal itu, terdengar suara seseorang yang berbicara kepada dirinya.


"Xiao'Er? Caramu memotong salah. Kau harus lakukan seperti ini..."


Di samping kanan Xiao Shuxiang, berdiri seorang pria yang memakai pakaian berwarna cokelat dengan sebuah kain berwarna putih yang terikat di pinggangnya.


Pria ini berusia sekitar 48 tahun, dengan wajah bersih tanpa kumis atau pun janggut. Pria ini hanyalah manusia biasa, namun kelihaiannya memainkan pisau di tangan kanannya seperti sudah berlatih berpuluh-puluh tahun.


"Untuk mengiris daging ayam, kau harus sedikit memiringkan pisaumu... dan secara perlahan mulai mengirisnya..."


Xiao Shuxiang memperhatikan dengan begitu serius sambil tersenyum, dia tidak pernah membayangkan bahwa memotong dan mengiris daging ayam begitu menyenangkan.

__ADS_1


"Haaah.. kasihan sekali kau ayam. Pertama kau disembelih, kedua kau direbus, ketiga bulu-bulumu dicabut, keempat kau dibakar, kelima kau dipotong-potong seperti ini, keenam kau akan dimasak, dibakar, atau digoreng... kemudian kau akan dimakan oleh banyak orang. Sungguh siksaan yang tiada akhir.."


"Sayangnya kau adalah ayam... Andai kau manusia, mungkin kau tidak akan mendapat siksaan sekejam ini.."


Xiao Shuxiang saat ini berada di dapur Penginapan Tiga Kelopak. Dengan menggunakan wajah polos nan lugunya, dia bisa dengan mudah membujuk para koki yang memasak untuk mengizinkan dirinya ikut membantu-bantu di dapur ini.


Mereka seakan tidak bisa menolak permintaan dari seorang anak kecil yang begitu menggemaskan.


Meskipun bukan daging manusia atau demonic beast, namun bagi Xiao Shuxiang----ini sudah lumayan untuk menghilangkan kegelisahan dan mengobati penyakitnya.


Sebelumnya, Xiao Shuxiang merasa bahwa dia tidak akan mendapatkan kesenangan apa pun di dapur. Namun, semuanya berubah ketika satu persatu koki mengajarinya beberapa teknik memasak----salah satunya memotong dan mengiris daging ayam.


"Xiao'Er, kau harus tahu ini... Daging ayam yang segar berwarna putih dengan semburat merah muda, permukaannya pun terasa lembab dan tekstur dagingnya kenyal..."


Pria yang berdiri di samping Xiao Shuxiang terus memberikan penjelasan sambil memotong dan mengiris daging ayam di depannnya.


Xiao Shuxiang mengangguk dengan penuh rasa antusias, "Paman! Biar aku yang melakukannya, aku mau melakukannya!"


Saat Xiao Shuxiang akan melanjutkan kegiatan potong dan mengiris daging ayam, seorang wanita berumur 40 tahun datang kedekatnya dan langsung mengangkat dan menggendong Xiao Shuxiang.


"Xiao'Er, kau sudah cukup berada di sini.. Sekarang ikut dengan Bibi memasak di sana..!"


"Tu-tunggu dulu! Aku masih mau memotong-motong daging...! Aku belum puas melakukannya," Xiao Shuxiang mencoba membujuk wanita yang menggendongnya, namun wanita tersebut tetap membawanya pergi.


Xiao Shuxiang dibawa ke arah kumpulan para wanita, sekitar 9 orang wanita dengan berbagai usia terlihat sedang mengerjakan berbagai pekerjaan. Ada yang terlihat memasak sup ayam, memotong-motong sayuran, mencuci beras, sampai mengupas buah.


Xiao Shuxiang kemudian diturunkan saat sampai di depan barisan tungku, tepat di dekat seorang wanita yang sedang memasak sup ayam.


Xiao Shuxiang diajari tentang bumbu-bumbu dapur dan cara menggunakannya. Ini adalah sesuatu yang baru baginya. Di kehidupan pertamanya, mana pernah Xiao Shuxiang menginjakkan kaki ke dapur.


"Aah... Jadi namanya bubuk lima rempah," Xiao Shuxiang mengangguk saat mengetahui bumbu masakan pada sup ayam di depannya.


"Xiao'Er, kau harus tahu ini.. Yang membuat masakan terasa lebih enak selain memakai bumbu masakan adalah dengan senyuman. Saat sedang memasak, hati harus selalu bahagia dan jangan sampai senyuman menghilang dari wajahmu..."


Salah satu wanita juga menjelaskan bahwa memasak membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Para wanita ini bergiliran mengajari Xiao Shuxiang tentang teknik memasak, membuat Xiao Shuxiang mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan ilmu baru dalam dunia yang tidak pernah disangka-sangkanya.


"Kalian ini jangan terus mengajari Xiao'Er, dia ini anak laki-laki...! Xiao'Er lebih perlu mengetahui tentang cara memasak untuk menjadi perkasa seperti layaknya lelaki sejati."


Seorang pria berkumis dengan memakai kain kecil yang terikat pada dahi dan kepalanya, berjalan mendekat kearah kerumunan wanita.


Pria ini memiliki tubuh tegap dan tangan besar yang kasar. Dia lalu meraih tangan kanan Xiao Shuxiang sambil memperhatikan telapak tangan bocah ini.


Pria itu menghembuskan napas pelan sambil menggeleng, "Aiih... tangan lembut seperti ini bukanlah tangan anak laki-laki! Tangan ini harus kuat dan tidak boleh lembek!" pria tersebut menaik-turunkan tangan Xiao Shuxiang.


"Xiao'Er, ayo ikut denganku! Kita harus menguatkan otot-otot pada tangan kecilmu,,"


"Tuan Shan, kau jangan menculik Xiao'Er dari kami..."


Para wanita terlihat tidak rela ketika Xiao Shuxiang diajak pergi oleh pria yang bernama Tuan Shan. Xiao Shuxiang hanya tersenyum tipis ketika menyaksikan perdebatan kecil antara para wanita dengan Tuan Shan saat memperebutkan dirinya.

__ADS_1


"... Kalian sudah cukup bersama Xiao'Er, sekarang adalah giliranku." Tuan Shan lalu mengajak Xiao Shuxiang untuk mengikutinya kearah paling belakang dapur, itu adalah tempat di mana beras dimasak.


Terlihat tiga buah tungku dengan periuk yang berukuran besar diatasnya, ada empat orang pria dewasa yang terlihat sedang memasukkan kayu bakar sambil berwajah serius.


Tuan Shan menjelaskan kepada Xiao Shuxiang bahwa disinilah kunci dari hidangan yang ada di Penginapan Tiga Kelopak.


"Nah, Xiao'Er. Kau harus tahu bahwa cara menanak nasi tidak boleh sembarangan, pengaturan suhu api adalah sesuatu yang penting dan harus kau kuasai,"


"Tidak kusangka, makanan yang tadi kumakan membutuhkan proses sebanyak ini..." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya.


"Tentu saja, sebelum makanan lezat itu masuk dan turun ke perutmu.. makanan itu harus melewati proses yang begitu panjang.." Tuan Shan terus memberi penjelasan kepada Xiao Shuxiang, membuat anak di sampingnya ini memperhatikannya dengan seksama.


Selama ini, Xiao Shuxiang hanya mengetahui cara membakar daging tanpa butuh bumbu apa pun, apalagi cara mengatur suhu pada api tersebut.


Baginya, asalkan daging tersebut sudah terlihat kecokelatan, berarti tandanya sudah matang. "... pantas saja selama ini rasa daging yang biasa ku bakar terasa hambar dan bahkan pahit, ternyata caraku selama ini salah..."


Xiao Shuxiang mendapat satu pengetahuan baru lagi. Dia memutuskan dalam hatinya untuk belajar memasak mulai sekarang, Xiao Shuxiang tidak ingin merasakan makanan hambar seperti di kehidupan pertamanya.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Kalian, Dengan Cara Like Dan Semakhluknya. Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! ヽ(´▽`)/


.


.


.


saatnya Sesi Pantun dimulai..


.


.


.


Manis Jangan Lekas Ditelan


Pahit Jangan Lekas Dimuntahkan


Manis Kita Yang Rasakan

__ADS_1


Pahit Berikanlah Pada Rumput Bergoyang


(⌒▽⌒)(⌒▽⌒)


__ADS_2