
"30.. 55..! Dan mereka semua adalah pendekar," Bocah Pengemis Gila mengusap pelan keringatnya dengan lengan pakaian.
Dia sebelumnya menghitung berapa banyak wanita penghibur yang berhamburan keluar kala Xiao Shuxiang menerjang bangunan Dewi Merak. Rekannya itu telah secara terang-terangan menantang semua penghuni bangunan ini.
"Dia sudah tidak waras.." Bocah Pengemis Gila menggertakkan giginya, ".. Kenapa kau harus berbuat semacam itu, Bocah! Apa kau mau kita semua mati?!"
Ingin sekali dirinya mengumpati Xiao Shuxiang, mengomeli, menampar bokong, dan menggilas kepala orang itu dengan buku-buku jarinya.
Padahal dia sudah memperkirakan para wanita penghibur di dalam bangunan akan keluar satu demi satu untuk melawan mereka, tetapi Xiao Shuxiang malah membuat semuanya berantakan.
Selama hidupnya, Bocah Pengemis Gila tahu dengan jelas sifat lawan yang merasa diri sendiri paling hebat nan tak terkalahkan.
Mereka adalah lawan yang memiliki keangkuhan tinggi dan tidak akan mungkin turun ke medan pertempuran sebelum seluruh anak buahnya tewas.
Tindakan yang sama juga harusnya dilakukan oleh para wanita penghibur di Bangunan Dewi Merak, jadi mereka bisa mengalahkan wanita penghibur itu sedikit demi sedikit, namun seseorang yang dia kenal telah merusak semuanya.
Tap
Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah, dia menoleh sedikit ke arah Bocah Pengemis Gila dan melihat ekspresi kesal pemuda berpakaian wanita itu.
"Kau pasti menganggapku melakukan tindakan bodoh, Bocah Pengemis Gila. Tapi yang kulakukan ini adalah untuk mengungkap identitasmu,"
Jika ada orang yang tahu jalan pikiran para pendekar Aliran Hitam dengan sangat baik, maka itu adalah Xiao Shuxiang. Dia merupakan kultivator nekat yang tidak akan pernah peduli dengan nyawa orang asing asalkan rasa penasarannya dapat diobati.
".. Aku mungkin belajar menjadi manusia yang baik, tapi tidak belajar menjadi manusia naif. Kau tidak akan pernah bisa terus menyembunyikan identitasmu dariku.. Cakrabuana,"
BLAAAAR!
!!
Suara menggelegar barusan bukan berasal dari jurus Xiao Shuxiang, dia sama sekali belum lanjut menyerang. Dan suara tersebut juga tidak berasal dari jurus pendekar manapun.
Hanya saja, suara menggelegar barusan sangat akrab di telinga Bocah Pengemis Gila. Dia langsung menatap Xiao Shuxiang dengan pandangan mata seolah berkata, 'Apa kau ingin membunuhku?! Sudah kubilang jangan pernah menyebut namaku. Itu membuat langit marah,'
?!
Xiao Shuxiang berkedip, dia sepertinya mengerti maksud dari tatapan Bocah Pengemis Gila. Dirinya mendengus singkat, tidak disangka bahkan diucapkan dalam hati pun.. Nama Bocah Pengemis Gila tetap mampu menciptakan petir dengan suara menggelegar tersebut.
Xiao Shuxiang baru ingin bersuara, tetapi tiba-tiba empat buah belati melesat dari arah belakang tubuhnya.
Segera dirinya berputar dan menangkis belati-belati itu dengan menggunakan selendang biru muda miliknya.
Trang!
Belati tersebut tertancap ke berbagai arah. Saat salah satunya menancap pada sebuah batang pohon--seketika itu juga daun pepohonan yang awalnya hijau segar berubah menjadi cokelat kering.
Jian Guang dan kedua belas saudara seperguruannya memegang erat pedang mereka sambil menatap waspada ke arah para wanita penghibur.
[".. Kuakui mereka semua berwajah cantik, berkulit bersih, dan mempesona. Tetapi leher, sudut bibir, pakaian, dan jari-jari tangan lentik bernoda darah itu.. Jelas membuktikan mereka semua wanita yang berbahaya,"]
Salah satu senior Jian Guang begitu jeli memperhatikan para wanita penghibur dari rambut sampai kaki. Dia lantas melesat dan menggunakan teknik berpedang yang paling mematikan miliknya.
[".. Wanita Iblis.. Matilah..!"]
!!
Serangan kejutan dari senior Jian Guang mampu membuatnya menebas tubuh tiga wanita penghibur dalam sekali serangan. Hanya saja kejadian berikutnya membuat dia terkejut sekaligus tak percaya.
!!
Jian Guang dan saudara-saudaranya membelalakkan mata kala tubuh ketiga wanita penghibur yang tertebas itu menjadi utuh kembali.
__ADS_1
[Senior.. Aku merasa.. Ini misi bunuh diri untuk kita. Mereka sulit dibunuh.. Mereka immortal!"]
!!
Seruan salah satu pendekar Partai Pasak Bumi membuat terkejut saudaranya yang lain. Beberapa dari mereka mulai diliputi keraguan dan sebagiannya diterangi cahaya ketakutan.
Dewi Giok tersenyum tipis kala mendengarnya, ["Sepertinya kalian baru sadar, tapi sangat disayangkan.. Kalian semua akan mati di tempat ini,"]
Puluhan anak panah melesat dan mengarah pada para pendekar Partai Pasak Bumi. Xiao Shuxiang hanya melindungi dirinya sendiri sebab dia ingin Bocah Pengemis Gila mengeluarkan kekuatan yang selama ini di sembunyikannya.
Namun nyatanya Bocah Pengemis Gila tidak melakukan apa pun selain meminta perlindungan dari senior Jian Guang. Akibat tindakannya ini.. Empat pendekar yang kesulitan menghindar harus tertusuk anak panah.
Xiao Shuxiang dalam hati berdecak kesal, dia tidak bisa menguak kebenaran Bocah Pengemis Gila dengan mempertaruhkan nyawa orang lain. Rasanya seperti dia harus menggunakan cara yang lain, tapi bagaimana?
Belum sempat dirinya berpikir.. Serangan anak panah kembali datang. Dirinya menggunakan selendang putih dan biru miliknya untuk mengelilingi para pendekar serta Bocah Pengemis Gila.
Selendang-selendang Xiao Shuxiang seakan membungkus para pendekar yang masih hidup, tetapi kain panjang itu kemungkinan tidak akan bertahan lama.
..
Sekarang baru terlihat bahwa ada sekitar 20 orang wanita penghibur yang bersembunyi dan merekalah dalang dari munculnya banyak anak panah.
"Aku ingin tahu.. Sampai berapa lama kau bisa melindungi mereka," Dewi Giok memberi tanda dengan kipasnya dan seketika itu juga para saudaranya yang lain menerjang Xiao Shuxiang dengan selendang mereka masing-masing.
["Kau Yang Tidak Akan Selamat Kali Ini Dewi Giok!"]
?!
Xiao Shuxiang menoleh, dia melihat bantuan dari Jian Guang mulai datang. Mereka sepertinya berjumlah lebih dari 30 orang. Sebagaian dari mereka masih berpakaian wanita dan yang lainnya memakai seragam Partai Pasak Bumi.
["Bagus kalian datang tepat waktu.."]
Mata hijau Dewi Giok berkilat, dia tersenyum dan kemudian melanjutkan ucapannya, ".. Habisi mereka semua,"]
TRAANG!
Xiao Shuxiang menarik kembali selendangnya dan lalu menerjang tiga orang wanita penghibur. Jian Guang dan saudaranya yang sebelumnya dilindungi.. Kini mulai ikut bertarung.
TRANG!
"Lindungi Nona Su..!" Jian Guang berseru, dia tahu betul bahwa pendekar yang menguasai Tenaga Dalam Suhu lebih lemah dibandingkan dengan Tenaga Dalam lainnya.
Pendekar seperti Nona Shu Su hanya akan meregang nyawa di kondisi buruk seperti ini. Karena itulah Jian Guang dan dua orang saudaranya menjadi pelindung Nona Shu Su walau harus mengorbankan nyawa mereka.
"Ehm.. Terima kasih.." Bocah Pengemis Gila memegang erat tongkat bambunya, beberapa serangan mengarah padanya dan itu langsung ditangkis oleh Jian Guang.
TRANG!
Pertarungan Pendekar Partai Pasak Bumi melawan para wanita penghibur di bangunan Dewi Giok berlangsung sengit, walau jika diperhatikan lebih teliti.. Para pendekarlah yang tidak diuntungkan.
BAAAM!
Pendekar Partai Pasak Bumi yang tewas tidak bisa lagi hidup kembali dan melanjutkan pertarungannya, berbeda dengan para wanita penghibur ini yang menggunakan sebuah Teknik Terlarang.
TRANG!
Mereka bisa dibilang tidak memiliki jantung, organ dalam itu berada di tempat lain dan inilah yang membuat para wanita penghibur di bangunan Dewi Merak bisa dapat membentuk tubuh kembali walau telah ditebas beberapa kali.
BAAAAM!
Ukh!
__ADS_1
Kemungkinan hanya Xiao Shuxiang sajalah yang mampu membunuh wanita penghibur di sini dengan menggunakan racun buatan miliknya tanpa perlu mencari titik lemah mereka terlebih dahulu.
Hanya sedikit goresan dari selendangnya--Xiao Shuxiang mampu mengubah tubuh wanita penghibur menjadi gumpalan daging berwarna ungu dengan bau menyengat.
BAAAM!
Salah satu wanita penghibur menghantam bangunan kala Xiao Shuxiang berhasil memberinya pukulan dengan selendang putih miliknya. Wanita itu berteriak pilu karena merasakan sakit pada seluruh tubuhnya.
!!
Hanya dalam hitungan detik.. Wanita tersebut berubah menjadi gumpalan daging setelah mencoba membentuk ulang tubuh sebanyak tiga kali.
?!
Ada yang Xiao Shuxiang tidak mengerti di bangunan ini.. Itu adalah ketika dirinya tidak menemukan satu pun pelanggan yang berlari menyelamatkan diri atau sekadar berteriak meminta pertolongan.
Tetapi saat melihat penampilan para wanita penghibur, dirinya jadi tahu.. Pelanggan yang berada di bangunan Dewi Merak sudah tewas dan kemungkinan menjadi makanan oleh wanita-wanita cantik namun mengerikan ini.
TRAANG!
Xiao Shuxiang bisa melihat setiap pendekar sibuk bertarung, jadi efek racun pada selendangnya tidak diperhatikan oleh para pendekar itu.
Ini bagus, sebab dirinya tidak ingin dianggap menakutkan karena racunnya yang mematikan.
Xiao Shuxiang lalu kembali menyerang wanita penghibur yang lain dan kali ini targetnya adalah Dewi Giok.
TRAANG!
Selendang dan kipas yang berbenturan menciptakan percikan api serta suara nyaring. Pertarungan Xiao Shuxiang dengan Dewi Giok bukan hanya cepat, tetapi juga liar. Banyak serangan nyasar yang dihasilkan keduanya.
!!
Salah satu serangan itu mengenai dua orang wanita penghibur dan langsung membuat tubuh mereka seperti terbakar lalu kemudian secara cepat menjadi abu.
Bocah Pengemis Gila yang melihat ini berdecak kagum sebab baik Xiao Shuxiang maupun Dewi Giok--tidak ada yang main-main apalagi mengendurkan serangan diantara mereka.
"Nona Su, Awas..!"
Seruan salah satu rekan Jian Guang membuat Bocah Pengemis Gila tersentak. Segera dirinya berbalik dan menahan sebuah serangan dengan tongkat bambunya.
TRAANG!
Seseorang yang menyerang Bocah Pengemis Gila tidak lain adalah Dewi Bulan dan dua orang wanita penghibur lainnya. Mereka tanpa mengatakan apa pun.. Tiba-tiba menyerang begitu kuat.
"Apa yang kalian inginkan?! Aku tidak mau mati, aku tidak pernah berbuat salah pada kalian, tidak pernah..! Kasihanilah aku.."
Wajah polos nan lugu yang diperlihatkan Bocah Pengemis Gila sama sekali tidak mempan. Dia malah semakin gencar di serang oleh Dewi Bulan dan wanita penghibur yang lain.
TRAANG!
Jian Guang berusaha melindungi Nona Shu Su, tetapi lawannya membuat dia kewalahan dan malah Nona Shu Su semakin menjauh dari dirinya.
!!
Bocah Pengemis Gila mendapat tendangan di dada, bambu pada tangannya terlepas dan malah ditangkap oleh Dewi Bulan. Dirinya dengan kelabakan meminta kembali tongkat bambunya.
".. Itu milikku, kau harus mengembalikannya. Ayo cepat kembalikan.."
"Hm? Mengembalikannya? Tentu," Dewi Bulan tersenyum dan memberikan tongkat bambu di tangannya pada saudara seperguruannya yang berdiri tepat di sampingnya.
!!
__ADS_1
Bocah Pengemis Gila terkejut saat saudara seperguruan Dewi Bulan mematahkan tongkatnya begitu saja. Suara cekikikan dan tawa ledekan tiba-tiba terdengar.. Ini membuat pandangan Bocah Pengemis Gila menggelap.
***