XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
52 - Berlatih Dengan Qi Xuan [Revisi]


__ADS_3

"Hmm, a-aah... di mana ini...?" Ying Liu mulai sadar, pandangannya mengarah pada langit-langit kamar.


"Liu'Er, kau sudah sadar?"


Sebuah suara tak asing didengar Ying Liu, dia kemudian menoleh ke samping kanan dan menemukan Zong Ming sedang duduk sambil menatapnya khawatir.


Di samping Zong Ming berdiri Xiao Lu, Qi Xuan dan Jing Mi.


Xiao Lu, "Syukurlah Saudara Liu bisa cepat sadar."


"Apa Liu'Er sudah bangun?" Gu Ta Sian terlihat berjalan mendekat dari arah dapur, dia membawa nampan berisi 6 cangkir teh. Dia meminta anak-anak ini untuk mengambil satu persatu cangkir teh tersebut.


Ying Liu memperbaiki posisinya, yang awalnya berbaring menjadi duduk. Dia melihat ke sekitaran, bisa dibilang saat ini dirinya berada dalam sebuah ruangan yang ternyata adalah kediamannya dengan Zong Ming dan Gu Ta Sian.


Gu Ta Sian awalnya terkejut saat murid-murid Yang Shu membawa pulang Zong Ming dengan keadaan yang terluka dan Ying Liu yang pingsan. Zong Ming kemudian menceritakan kepada Gu Ta Sian bahwa keadaannya sekarang ini karena bertarung dengan Dai Chen.


Gu Ta Sian mengatakan kepada Zong Ming bahwa meski pun Dai Chen membenci dirinya dan Ying Liu, namun Zong Ming tidak boleh dendam pada Dai Chen.


Gu Ta Sian juga mengatakan bahwa Dai Chen hanya tersesat saja, dia meminta Zong Ming untuk bisa menyadarkan Dai Chen kemudian meminta maaf kepadanya.


Zong Ming hanya tersenyum pahit sambil menggeleng, dia berkata bahwa Dai Chen tidak akan pernah memaafkan dirinya dan Ying Liu sampai adik Dai Chen bisa berjalan kembali.


Qi Xuan, Xiao Lu, Jing Mi dan Xiao Shuxiang berbincang-bincang cukup lama dengan Zong Ming dan Gu Ta Sian, mereka juga tak lupa mengajak Ying Liu.


Pil yang diberikan oleh murid Sekte Pedang Langit begitu efektif, tidak butuh waktu lama sampai Zong Ming dan Ying Liu bisa segar bugar kembali.


Saat petang datang, Qi Xuan dan teman-temannya berpamitan kepada Gu Ta Sian, Zong Ming dan Ying Liu.


Qi Xuan mengatakan agar Zong Ming dan Ying Liu bisa menjaga diri baik-baik. Dalam hati, dia berharap masalah kedua temannya bisa cepat selesai.


Zong Ming dan Ying Liu berterima kasih atas bantuan teman-temannya. Secara pribadi Zong Ming juga mengucapkan terima kasih kepada Xiao Shuxiang.


"Kau anak yang hebat, Saudara Xiao. Meski kau masih muda, namun teknik berpedangmu sangat hebat, aku ingin belajar banyak darimu,"


Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia lalu tersenyum tipis sambil menepuk pelan lengan Zong Ming.


"Aku tidak menyangkal ucapanmu Saudara Zong. Tapi kalau kau ingin belajar beberapa teknik, kau harus belajar dari pengalaman bertarungmu selama ini. Temukan celah dari seranganmu, lalu perbaiki. Kau tidak perlu belajar apa pun dariku,"


Jing Mi, Qi Xuan, dan Xiao Lu saling berpandangan. Mereka tidak percaya bocah berusia tujuh tahun, yang menurut mereka masih sering bersembunyi diketiak ibunya mendadak berubah seperti ini.


Bahkan untuk sesaat, Qi Xuan, Xiao Lu, dan Jing Mi seakan merasa bahwa mereka baru saja mendengar ucapan seorang pendekar yang sudah mengalami banyak pertarungan.


Tak hanya mereka, tetapi Gu Ta Sian juga merasakan hal yang seperti itu. Namun dirinya menganggap bahwa Xiao Shuxiang belajar dari Yang Shu.


*


*


Ketika kembali ke kediaman mereka, Patriarch Lan dan Huan Fei sudah tidak ada di sana. Mereka berdua sudah pergi setelah tiga orang murid dari Sekte Pedang Langit datang, sehingga Qi Xuan dan yang lainnya tidak sempat bertemu dengan Patriarch Lan atau pun Huan Fei.


Makan malam mereka dibuat oleh Yang Shu, dan dibantu oleh Xiao Shuxiang. Awalnya Yang Shu menolak karena cucunya ini masih kecil dan seorang laki-laki. Menurutnya, Xiao Lu-lah yang harusnya membantu dirinya di dapur, hanya saja cucu perempuannya itu sangat tidak ahli dalam urusan masak-memasak.


Namun Yang Shu akhirnya mengizinkan Xiao Shuxiang membantu setelah melihat wajah polos dan mata berkaca-kaca milik cucunya.


Dia tidak tega dan seakan perasaannya luluh ketika melihat raut wajah cucunya yang begitu manis ini. Xiao Shuxiang benar-benar memanfaatkan tubuh dan wajah anak kecilnya dengan sangat baik...


Sesuatu yang Xiao Shuxiang sukai selain bertarung sepertinya adalah memasak, dia begitu senang saat mengiris perlahan ikan besar di depannya. Dia benar-benar tidak menyangka memasak akan sehebat ini.


Bagi orang lain, mungkin mengiris ikan tidak sampai sebahagia Xiao Shuxiang sekarang. Tetapi bagi kultivator yang memiliki penyakit tidak tahan ingin membunuh seperti bocah tujuh tahun tersebut, rasanya mengiris dan memotong-motong pelan ikan tidak bisa dibayangkan.


Yang Shu terkesan dengan keahlian memasak Xiao Shuxiang, dia merasa bahwa cucunya pasti diajari oleh Xiao WeiWei.


Bukan hanya Yang Shu saja, namun Qi Xuan, Jing Mi dan Xiao Lu juga terkesan dengan Xiao Shuxiang. Masakan bocah tujuh tahun ini ternyata lumayan enak.

__ADS_1


"Kau punya keahlian yang aneh," Xiao Lu sebenarnya ingin memuji adiknya, namun entah kenapa malah kata-kata itu yang terucap dari bibirnya.


"Bahkan aku juga sering heran dengan bakatku..." Xiao Shuxiang hanya terus makan tanpa menanggapi ucapan Xiao Lu.


Selesai makan, Qi Xuan nampak berlatih di halaman. Sementara Jing Mi dan Xiao Lu memilih untuk segera tidur, sebab Yang Shu mengatakan pembukaan Turnamen akan dilaksanakan besok. Meski begitu, Yang Shu tidak melarang Qi Xuan untuk berlatih.


Qi Xuan pertama-tama memanaskan badan terlebih dahulu, dia lalu duduk bersila sambil memikirkan ucapan Xiao Shuxiang kepada Zong Ming.


Dia mengingat-ingat pengalaman bertarungnya selama ini. Tidak terlalu banyak memang, tapi dia harap bisa memperbaiki setiap gerakannya yang penuh celah itu.


Qi Xuan kemudian berdiri dan mulai mempraktekkan beberapa gerakan.


Diam-diam Xiao Shuxiang memperhatikan dirinya. Dia bisa melihat sebuah tekad yang terpancar di wajah saudara seperguruannya itu, tekad menjadi Pendekar Hebat.


"Terlalu berambisi, hasilnya tidak akan baik!"


Sebuah seruan membuat Qi Xuan tersentak, dia seketika menghentikan gerakannya dan menoleh ke asal suara yang ternyata adalah milik Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao?" Qi Xuan menghampiri Xiao Shuxiang yang menatapnya dengan tatapan polos miliknya.


"Semangat bertarung itu perlu, tapi simpanlah di sini." Xiao Shuxiang menepuk pelan dada Qi Xuan, dia lalu duduk sambil memandangi langit.


Qi Xuan sendiri merasa heran dengan tindakan saudara seperguruannya barusan, dia lalu duduk di samping Xiao Shuxiang.


Diam selama beberapa menit sampai Qi Xuan mulai memecah keheningan antara dirinya dan anak laki-laki didekatnya.


"Saudara Xiao, bagaimana caramu bisa bertarung sehebat itu?"


"Hmm, apa cara bertarungku hebat?"


Xiao Shuxiang malah menjawab pertanyaan Qi Xuan dengan pertanyaan.


Qi Xuan mengangguk, "Teknik berpedangmu sangat hebat. Aku sendiri tidak yakin bisa mengalahkan Dai Chen meski pun praktikku sudah berada di Forging Qi tingkat empat."


"Saudara Xiao, apa kau belajar dari bibi Xiao WeiWei?! Aku sebenarnya heran denganmu, Saudara Xiao. Menurutku kau masih sangat muda. Tidak mungkin mengatakan kata-kata seperti ini jika tidak diajari,"


Xiao Shuxiang hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan Qi Xuan. Dia lalu menepuk pundak Qi Xuan dan mengajaknya untuk latihan bersama.


"Saudara Xiao, kau dapat pedang itu dari mana?" Qi Xuan baru menyadari bahwa pedang Xiao Shuxiang ternyata bukan lagi pedang tua nan usang.


"Ah, ini? Pedang ini milik salah satu pendekar yang tewas di dalam hutan waktu itu,"


"Ke-kenapa kau mengambilnya?!" Qi Xuan tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang.


"Karena sayang jika tidak diambil, aku sebenarnya ingin mengambil semua pedang yang tergeletak, tapi tidak jadi."


"Sa-Saudara Xiao...? Ka-kau tidak takut?"


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya saat mendengar pertanyaan dari Qi Xuan barusan. "Aku tidak takut, bahkan jika harus mengambil pedang dari mayat hidup. Llagipula pedang ini bisa digunakan dan lebih baik daripada pedang tua berkarat yang diberikan Kakek."


"Dia anak yang polos sekali... Meski begitu, tapi mengambil sesuatu yang bukan milik kita ad-"


"Aku mengambil milik orang yang sudah meninggal, bukan orang lain. Kau jangan terlalu baik, seperti inilah dunia yang kau datangi..."


Xiao Shuxiang kemudian berkata untuk mulai berlatih, Qi Xuan menghembuskan napas pelan dan kemudian mengangguk.


Dalam tiga tarikan napas, Qi Xuan dan Xiao Shuxiang sama-sama berlari maju.


Traang!


Tiba di pertengahan, senjata mereka berbenturan. Pedang Qi Xuan memang tua, namun bisa menahan serangan Xiao Shuxiang sebab dirinya menyelimuti senjatanya dengan Qi.


"Aku kagum dengan pengontrolan Qi anak ini. Bukan hanya dia, tapi Saudara Jing dan gadis cerewet itu juga." Xiao Shuxiang tersenyum tipis.

__ADS_1


Dia lebih mendominasi menyerang Qi Xuan, gerakannya lincah dan juga cepat. Tindakannya membuat Qi Xuan kesulitan.


Traang! Traang!


Sambil terus bertarung, Xiao Shuxiang mengatakan kepada Qi Xuan untuk terus memperhatikan gerakannya.


Traaang!


"Umumnya senjata biasa apalagi berkaratan akan hancur saat dialiri Qi, anak ini bisa menyelimuti Qi pada pedang usang miliknya tanpa membuat pedang itu hancur benar-benar hebat.


Murid-murid Si Tua Bangka itu boleh juga, kalau saja mereka didukung oleh sumber daya yang memadai... mereka bisa menjadi kultivator yang hebat."


Traaang!


Saat bertarung kurang lebih tiga jam, Qi Xuan perlahan-lahan mulai bisa menyamakan gerakannya dengan Xiao Shuxiang. Kecepatan latihan Qi Xuan membuat Xiao Shuxiang bersemangat.


Traaang! Traang!


Selain menemani Qi Xuan, dirinya juga ikut meningkatkan kekuatan latihannya. Pertarungan mulai berakhir saat pedang Qi Xuan patah menjadi dua.


"Hah hah hah! Aku... tidak bisa terus mengontrol Qi! Hah hah"


Akhirnya Qi Xuan tumbang, dia begitu kelelahan. Tidak pernah terbayangkan olehnya bahwa bertarung akan selelah ini.


"Haiih, kau ini begitu cepat kelelahan Saudara Xuan. Sepertinya kau harus belajar mengontrol napasmu terlebih dahulu," Xiao Shuxiang ikut berbaring di samping Qi Xuan, dia terlihat sama lelahnya dengan anak berusia 14 tahun ini. Hanya saja, ucapannya terkesan dikuat-kuatkan.


Xiao Shuxiang lalu memberikan pedangnya kepada Qi Xuan, dia mengatakan agar Qi Xuan bisa memakai pedang tersebut saat Turnamen nanti.


"Eh?! Kau tidak ikut dalam turnamen, Saudara Xiao?!" Qi Xuan tersentak.


"Tidak, aku lebih baik menonton pertandingan kalian bersama Kakek,"


"Ta-tapi kenapa..?" Qi Xuan menatap Xiao Shuxiang dengan raut wajah keheranan.


Xiao Shuxiang hanya tersenyum sebagai jawaban."Karena tidak menyenangkan jika pertandingan itu tidak saling menghabisi."


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Semakhluk Dengan Itu. Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! ヽ(´▽`)/


.


.


saatnya Sesi Mutiara Kata dimulai..


.


.


Suara Kehidupanku Memang Tak Akan Mampu Menjangkau Telinga Kehidupanmu,


Tapi Marilah Kita Cuba Saling Bicara,


Barangkali Kita Dapat Mengusir Kesepian Dan Tidak Merasa Jemu..

__ADS_1


__ADS_2