XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
172 - Membantu Warga Kota Awan Dingin [Revisi]


__ADS_3

Ke-15 murid Scarlet Bayangan sedang duduk bersila sambil menutup mata mereka, nampak fokus memulihkan dan mengistirahatkan diri.


Hanya Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, Duan De, dan Shao Nu yang berada di ruangan khusus milik Tianqi Mao, sementara teman-teman mereka duduk bersama murid-murid Scarlet Bayangan.


Tianqi Mao sebenarnya terkejut Xiao Shuxiang dapat membunuh Mu Zan dengan tingkat praktiknya yang begitu rendah, apalagi tanpa menggunakan senjata rahasia seperti racun.


".. Tapi mengingat kau adalah Sang Bintang Penghancur, jadi tidak lagi mengejutkan. Apa kalian mendapatkan pedang itu?"


Xiao Shuxiang menggeleng, "Pedang itu ada di tangan para Pilar Atas, aku bahkan tidak tahu seperti apa wujud Pedang Bintang Malamku sekarang.."


"Wujudnya masih sama, tapi bahan utamanya bukanlah bintang di langit melainkan tulang para murid Scarlet Bayangan.." Duan De menceritakan bagaimana dia mengolah manusia hidup, itu pertama kali dirinya merasa seperti menjadi monster.


Xiao Shuxiang terlihat bersemangat mendengar cerita Duan De, dia juga ingin melakukannya. Namun sebelum dirinya membayangkan, Lan Guan Zhi langsung mencubit lengannya dengan gerakan memutar.


"Ah! Lan Zhi, kau ini!" Xiao Shuxiang menggosok-gosok lengannya yang terasa panas dan sakit. Dia menatap Lan Guan Zhi kesal sambil menggumamkan umpatan yang tidak jelas.


Tianqi Mao menatap aneh Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi secara bergantian, dia kemudian menggeleng pelan lalu mulai berbicara dengan Shao Nu.


".. Kakak tidak perlu merasa bersalah. Semua yang terjadi di masa lalu telah kulupakan. Aku menghargai keputusan Kakak untuk ikut dengan mereka, tapi kuharap ini bukan siasat licik Kakak atau Scarlet Bayangan. Maafkan atas ucapanku barusan, tapi kuharap Kakak tahu apa maksudku." Tianqi Mao begitu serius mengatakannya, dia membuat Xiao Shuxiang merasa hubungannya dengan Shao Nu kurang baik.


Shao Nu sama sekali tidak keberatan atau tersinggung dengan ucapan adiknya. Dia tersenyum dan dengan sopan mengucapkan terima kasih karena Tianqi Mao sudah bersedia memaafkannya.


"Baiklah, sekarang tinggal satu hal lagi. Perwakilan dari Kaisar Matahari Tengah kini berada di Kota Awan Dingin, mereka menunggu kedatangan kalian. Aku sudah menyelesaikan tugasku. Jadi Senior Xiao, kuharap kau bersedia membantu satu hal untukku.."


?


Xiao Shuxiang terlihat kebingungan, perasaan dirinya tidak pernah meminta Tianqi Mao untuk menolong warga Kota Awan Dingin, tetapi kenapa malah menagih sesuatu padanya?


"Apa yang kau inginkan..?"


Tianqi Mao tersenyum, "Senior, aku tahu selain Alkemis kau juga membuat ar-hmp!"


!!


Semua orang di ruangan ini terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang lalu muncul di belakang Tianqi Mao dan membekapnya, dari gerakan Xiao Shuxiang tadi menghasilkan angin yang cukup kencang di dalam ruangan ini.


"Sssst, ayo ikut denganku.. Pe-permisi sebentar.." Xiao Shuxiang tertawa canggung dan mengajak Tianqi Mao untuk bicara berdua di tempat lain.


Xiao Shuxiang jelas tidak ingin Duan De tahu bahwa dirinya adalah pembuat dari Arak Anak Linglung. Dia pasti akan didesak oleh kakek tua itu untuk membuat arak setiap hari. Untungnya firasatnya benar bahwa Tianqi Mao menginginkan Arak tersebut.


"Kau hampir membuatku dalam masalah, bagaimana bisa kau tahu aku yang membuatnya?"


"Hmm, tentu saja menggunakan koneksiku. Jadi bagaimana..?"


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia meminta agar Tianqi Mao membeli di Asosiasi Bangau Merak saja, sebab stok arak di sana sangat banyak dan dirinya sekarang sedang tidak memiliki simpanan Arak Anak Linglung.


"Harga di sana mahal, karena itulah aku ingin membelinya darimu. Kau tahu, kota tercintaku terkenal dengan keindahan busananya, banyak gadis cantik di sini tetapi masih ada sesuatu yang kurang.. Aku membutuhkan arakmu. Ayolah, kau tidak mau berbisnis denganku?"


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, tak ada salahnya membuat relasi dengan Demonic Beast ini, namun dirinya ingin hubungan jangka panjang yang tidak boleh terputus.


"Tianqi Mao, kau tahu Lan Guan Zhi, Kakek Janggut Panjang dan yang lainnya tahu siapa aku. Mereka memang menerimaku, tapi tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti aku akan bertarung habis-habisan dengan mereka semua. Andai saat itu tiba, aku ingin kau menjadi bala bantuan meski harus mengorbankan nyawa, apa kau mau?"


"Hm? Kenapa kau bisa beranggapan begitu? Apa kau masih berniat menghancurkan benua ini?" Tianqi Mao menatap Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah, pria yang lebih tinggi dari dirinya ini nampak terdiam dan menatapnya lekat.


!!


Tianqi Mao tentu tahu tatapan itu, namun dia tak menyangka Xiao Shuxiang masih tetap pada tujuannya. "Kenapa kau masih bersikeras, Shuxiang? Apa kau tidak mau hidup tenang dan melindungi orang-orang berharga bagimu..?"


Xiao Shuxiang mengalihkan pandangannya ke arah lain, terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Tianqi Mao.

__ADS_1


"Aku.. Tidak mempunyai sesuatu yang berharga untuk dilindungi dan juga tidak berminat melindungi siapapun. Shouxing memintaku menjalani hidup dengan baik, jadi aku berusaha melakukannya sekarang, tapi impianku tetap sama."


Xiao Shuxiang mengatakannya begitu serius, dia menatap Tianqi Mao yang saat ini berdiri di sampingnya sambil menghembuskan napas.


"Haah.. Memang tidak mudah untuk melepaskan sebuah impian, dan kau memiliki impian yang buruk. Tapi.. Bukankah kau memiliki sesuatu yang berharga? Keluarga dan teman-temanmu saat ini, apa mereka tidak berharga bagimu?" Tianqi Mao memperhatikan wajah Xiao Shuxiang, pemuda di sampingnya hanya menampakkan wajah yang biasa saja.


Tianqi Mao menyipitkan matanya, ".. Jangan bilang kau tidak menganggap mereka keluargamu..?"


"Saat ini masih belum, butuh waktu bagiku untuk menganggap seseorang sebagai keluarga. Kau tidak mengerti kesulitanku.."


Tianqi Mao menepuk pelan lengan Xiao Shuxiang, memang sangat sulit menerima orang lain sebagai keluarga, apalagi menganggap mereka berharga.


Sebagai Demonic Beast, dirinya juga merasakan hal yang sama. Manusia adalah makhluk terlemah dan serakah, mereka memiliki hati yang sulit ditebak.


Hanya sebagian kecil diantara mereka yang benar-benar tulus dalam menjalin hubungan, sangat sulit menemukan manusia seperti itu.


".. Bisa kukatakan, hanya lima persen orang-orang di Benua ini yang dapat dipercaya. Sebagian besar dari mereka sangat haus akan kekuatan untuk berada di atas, lainnya hanya berperan sebagai penjilat.."


"Benar, aku sudah melihatnya di kehidupan pertamaku. Dulu dan sekarang.. Mereka tetap saja angkuh, selalu meremehkan orang lain, menganggap diri lebih kuat, kesombongan mereka sudah sangat mendarah daging.. Hmp, memuakkan.."


Tianqi Mao bisa mendengar ada nada ejekan dari ucapan Xiao Shuxiang, namun saat memperhatikan wajahnya.. Pemuda ini tidak memperlihatkan kekesalan, bahkan dirinya tidak mencium aroma dendam atau kebencian pada tubuh pria di sampingnya.


".. Kau membuatku bingung,"


"Aku bukanlah orang yang mudah membenci siapapun apalagi menjadi pendendam. Bahkan Mu Zan yang berkhianat padaku tidak pernah kubenci sama sekali, aku hanya kesal padanya.." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, kapan terakhir kali dia membenci seseorang sampai ke tingkat mengerikan? Rasanya tidak pernah.


Memang banyak orang yang sering membuatnya kesal, namun dirinya tidak pernah membenci mereka. Malahan, dialah yang menjadi target dari kebencian orang lain.


".. Kenapa harus melakukannya? Menurutku menjadi pendendam tidak menghasilkan apa-apa, kita hanya akan kelelahan sendiri. Kau setuju, kan?"


"Kau aneh, Shuxiang. Tapi ucapanmu memang benar, itu akan membuat kita lelah sendiri, tidak ada gunanya. Hanya saja.." Tianqi Mao menggantung ucapannya dan kembali menatap Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang mengusap kepala Tianqi Mao sambil tersenyum tipis, ucapan demonic beast bertubuh anak kecil ini entah kenapa membuatnya tenang.


Impiannya masih sama, namun dia bertekad akan mencari impian yang lain. Tentu saja sambil menjalani kehidupan yang dikatakan Shouxing.


Pada akhirnya, Xiao Shuxiang dan Tianqi Mao menjalin kerjasama. Keduanya memutuskan untuk bertukar cawan, membuat mereka menjadi saudara.


Tidak ada salahnya menjalin hubungan dengan Demonic Beast berwujud kucing, mereka termasuk hewan yang setia. Bahkan dalam kehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang pernah melihat seekor kucing yang pergi jauh dari tuannya saat akan meregang nyawa.


Benar, mereka tidak ingin tuannya melihat mereka mati. Xiao Shuxiang berpesan agar Tianqi Mao jangan sampai melakukan itu.


"Tenang saja, aku tidak akan menyusahkanmu. Kau sekarang tahu cara memanggilku, jadi jangan sungkan.."


"Aku tentu tidak akan sungkan. Kau harus bangga karena sekarang menjadi adik angkat Xiao Shuxiang, tapi jangan sampai orang lain tahu. Menjalin hubungan denganku memang menguntungkan, tetapi juga berbahaya. Bukan aku yang harus memberimu perlindungan, tetapi akulah yang harus kau lindungi. Mengerti, kan?"


Tianqi Mao mengangguk, dia lalu mengajak Xiao Shuxiang untuk kembali ke tempat teman-temannya berada.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Xiao Shuxiang serta yang lainnya berpamitan. Siu Yixin memutuskan untuk tetap bersama Tianqi Mao sementara Hu Li ikut dengan tuannya.


Tianqi Mao mempersiapkan enam buah kereta yang akan mengantarkan mereka semua hingga ke kota Awan Dingin.


Perjalanan lumayan panjang, beruntung perwakilan Kaisar Matahari Tengah adalah Li Qian Xie, putri Sang Kaisar sekaligus murid Sekte Kupu-Kupu.


Li Qian Xie memakai pakaian kerajaan, dia tumbuh menjadi gadis cantik, anggun, dan memikat. Dia sebenarnya cukup kaget melihat Xiao Shuxiang, anak yang pernah mematahkan tangannya kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang menawan.


Keadaan kota Awan Dingin mulai di penuhi dengan cahaya dari obor bambu yang dinyalakan. Hanya sekitar tiga puluh rumah warga yang dalam keadaan baik, sementara lainnya rusak parah.


Inilah kenyataan dari ilusi yang diciptakan Bian Que, pada akhirnya warga kota Awan Dingin tidak sampai 50 kepala. Mereka pun terlihat trauma dengan apa yang terjadi, rasa sedih dan terguncang menyelimuti warga kota.

__ADS_1


Mo Huai memeluk salah satu anak yang kehilangan kedua orang tuanya, selama ini anak tersebut hidup bersama dengan orang tua ilusi yang diciptakan Bian Que. Entah makanan apa yang diberikan padanya selama ini, mengingatnya membuat anak tersebut mual dan muntah berulang kali.


"Saudara Xiao..?"


"Jangan memanggilku, Saudara Jing. Aku juga cukup kaget dengan apa yang kulihat ini," Xiao Shuxiang mengusap-usap perutnya, dia sudah lupa kapan terakhir kali dirinya makan.


Saat ini Xiao Shuxiang tidak memikirkan hal lain selain mengisi perutnya, namun sepertinya belum ada tanda-tanda makan malam disajikan.


Li Qian Xie hanya membawa dua puluh pekerja dan sepuluh orang pengawal, dia tidak membawa juru masak bersamanya, ".. Aku membawa bahan masakan dan meminta beberapa wanita untuk memasak, tapi.."


Li Qian Xie melihat di bawah salah satu pohon, terdapat banyak bahan masakan dan juga 9 wanita. Namun mereka seperti tidak ada semangat untuk memasak, hanya tetap berdiri sambil tertunduk sedih.


Xiao Shuxiang menyentil dahi Li Qian Xie, tindakannya membuat semua orang terkejut termasuk pengawal kerajaan. Berani sekali pemuda ini menyakiti putri kaisar..! Namun belum sempat mereka bertindak, Xiao Shuxiang langsung mengomeli Li Qian Xie.


Tidak ada yang berani bertindak sebab Xiao Shuxiang selalu menyebutkan namanya saat mengomel. Li Qian Xie sendiri hanya bisa diam dengan pandangan mata yang tak percaya bahwa seniornya begitu cerewet, mirip seperti ayahnya.


".. Haah, sudahlah. Kau membuat Xiao Shuxiang semakin lapar. Biar aku saja yang melakukannya.."


"Aku setuju! Aku akan membantumu, Saudaraku!" Jing Mi begitu semangat, dia sudah lama menantikan masakan buatan Xiao Shuxiang.


Malam itu, semua orang menyaksikan secara langsung bakat pertama yang dimiliki Xiao Shuxiang sejak kehidupan keduanya.


Aroma rempahnya begitu kuat, membuat mereka semua tidak sabar untuk segera mencoba masakan pemuda yang namanya sangat mirip dengan Sang Bintang Penghancur tersebut.


Xiao Shuxiang menyadari dirinya diperhatikan, "Tidak perlu melihatku begitu, aku memang luar biasa. Berbanggalah, karena kalian termasuk orang beruntung yang akan mencoba masakan buatan Xiao Shuxiang ini.."


"Kau memang yang terbaik, Saudaraku..!" Jing Mi begitu antusias, dia menceritakan kehebatan saudaranya dalam memasak sekaligus bakat Alkemis Xiao Shuxiang pada warga kota Awan Dingin.


Warga kota Awan Dingin begitu terkejut karena ternyata Xiao Shuxiang memiliki hubungan dekat dengan Alkemis Terbaik di Benua Timur, Immortal Zhou Yan.


Cerita Jing Mi membuat warga Kota Awan Dingin secara tidak sadar melupakan trauma mereka. Semuanya seperti mendapatkan semangat yang sudah lama padam.


Tidak mereka sangka akan kedatangan dua orang yang begitu istimewa, satu adalah GrandElder masa depan Sekte Pedang Langit, dan satunya lagi adalah murid langsung Immortal Zhou Yan.


Xiao Shuxiang sendiri tidak pernah ingat diangkat menjadi murid Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit itu, namun dia tak mempermasalahkannya. Biar bagaimanapun, dia memang belajar Alkemis dari Zhou Yan, jadi secara tidak langsung Zhou Yan adalah gurunya.


".. Keponakanku menjadi guruku, takdir macam apa itu.. Haah.. Terserahlah."


Para pekerja dan warga Kota Awan Dingin menjadi semangat dalam memperbaiki bangunan yang rusak parah. Mereka juga mendapat bantuan dari Lan Guan Zhi, Jing Mi, Dai Chen, dan Hu Li.


Sementara Xiao Shuxiang mendapat bantuan dari para wanita dan gadis di kota Awan Dingin untuk memasak.


Li Qian Xie juga ikut membantu, walau pada akhirnya Xiao Shuxiang menyuruhnya menjaga anak kecil saja karena masakannya malah dibuat berantakan oleh putri Kaisar Matahari Tengah itu.


Sepuluh pengawal Li Qian Xie terlihat marah dan menganggap Xiao Shuxiang tidak sopan terhadap putri kaisar, namun mereka juga mendapat omelan dari Sang Bintang Penghancur untuk ikut membantu pekerja yang ada.


Tidak ada yang boleh duduk diam, bahkan anak-anak kecil memiliki tugas menyapu dan meletakkan alas duduk serta membantu Xiao Shuxiang menyajikan makanan.


Makan malam di bawah sinar bulan dan ribuan bintang-bintang sangatlah menyenangkan. Warga kota Awan Dingin sebenarnya gugup dan merasa tidak enak makan bersama dengan para pendekar utamanya Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang, apalagi kegugupan mereka semakin bertambah karena adanya Li Qian Xie.


Namun semua itu menghilang saat mereka mulai makan. Xiao Shuxiang dan Jing Mi selalu membuat ulah, mereka berdua berebut menggoda anak gadis dan wanita yang duduk di samping mereka.


Tidak jarang Xiao Shuxiang menggoda Li Qian Xie, walau pada akhirnya dia kalah saat menggoda Lan Guan Zhi.


Beberapa warga tersedak air saat melihat cara Lan Guan Zhi membalas candaan Xiao Shuxiang dengan membantunya membersihkan sisa makanan yang menempel di pipi Xiao Shuxiang.


Tindakannya membuat Dai Chen, Jing Mi, serta warga kota Awan Dingin menatap aneh ke arah mereka. Xiao Shuxiang juga ikut kaget dengan perlakuan Lan Guan Zhi, semua ini salahnya karena dia yang mulai duluan.


"Mn, aku menang lagi," Lan Guan Zhi tetap terlihat tenang, dia menatap Duan De yang mengangkat jempol padanya.

__ADS_1


***


__ADS_2