XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
301 - Gong Zitao


__ADS_3

Di dalam ruangan, Lan Guan Zhi baru saja selesai menulis catatannya pada sebuah buku, dia nampak berjalan ke arah tempat tidurnya yang berada di dekat jendela.


!!


Refleks Lan Guan Zhi tidak biasanya selambat ini, dirinya terkejut ketika sesuatu tiba-tiba saja melesat dari jendela kamarnya dan tepat menubruk dirinya. Beruntung Lan Guan Zhi masih bisa mempertahankan kekokohan tubuhnya hingga tidak sampai terjatuh.


!!


Xiao Shuxiang juga sama terkejutnya. Pada awalnya, dia berencana mengagetkan Lan Guan Zhi dengan melesat seperti penyergap bayangan.


Tetapi siapa sangka tempat tidur temannya berada di dekat jendela hingga kaki kanannya tidak sengaja membentur ujung dari tempat tidur tersebut, dan malah menubruk seseorang yang tak lain adalah targetnya sendiri.


Posisi Xiao Shuxiang sekarang adalah dirinya memeluk pinggang Lan Guan Zhi dari depan, wajahnya membentur perut temannya ini dan kedua kakinya berada di atas tempat tidur, posisi itu lebih memalukan daripada telanjang bulat sekali pun.


"Shuxiang..?"


Lan Zhi masih saja berwajah tenang, padahal jika itu orang lain.. Dia pasti sudah memegangi perutnya yang sakit karena ditubruk secara tiba-tiba.


"Hiwdungwku sawkit, kwau jwangan bwergerwak dwulu.."


[Hidungku sakit, kau jangan bergerak dulu..]


Lan Guan Zhi begitu patuh dengan ucapan Xiao Shuxiang. Hanya saja, wajah temannya ini semakin lama semakin ke bawah. Walau ekspresi Lan Guan Zhi masih tenang, namun tetap saja dia mulai merasa berada dalam situasi yang berbahaya.


"Shuxiang, cepat bangun. Biar kulihat hidungmu,"


Suara Lan Guan Zhi terdengar rendah dan menenangkan. Dia laksana angin sejuk yang menggugurkan bunga dengan penuh kelembutan.


Memang bila diperhatikan sekilas, Lan Guan Zhi adalah pemuda yang dingin, tetapi dirinya lebih seperti Gunung Es yang menghangatkan. Dan ini hanya diperlihatkan pada orang-orang terdekatnya saja.


Xiao Shuxiang belum melepaskan pelukannya, dia mendongak dan memperlihatkan hidungnya yang mengeluarkan darah. Dirinya mengeluhkan perut Lan Guan Zhi yang sangat keras.


".. Apa kau latihan mengangkat gunung setiap hari? Perutmu keras seperti batu,"


"Mn, aku mengangkat Lan Xiao,"


Lan Guan Zhi membersihkan darah di bawah hidung temannya dengan jempol jari tangan kanan, dia lalu membantu Xiao Shuxiang untuk bisa memperbaiki posisinya hingga dapat berdiri seperti biasa.


"LanLan, kau ini baik sekali.."


"Kapan aku pernah jahat padamu?"


Xiao Shuxiang sebenarnya hanya asal bicara, namun tidak di sangka temannya membalas ucapannya barusan. Ini sungguh sesuatu yang langka untuk seorang pemuda berwajah papan datar dan hemat bicara seperti Lan Guan Zhi.


Tapi pertanyaan temannya barusan itu membuat Xiao Shuxiang ingat sesuatu. "Kau pernah memberiku hukuman cambuk, menyeretku hingga bokongku membentur-bentur anak tangga, menggigit, dan mencakarku. Apa kau lupa?"


!

__ADS_1


Lan Guan Zhi tentu saja tersentak saat Xiao Shuxiang mengatakan dirinya pernah menggigit dan mencakar, itu sangat mustahil. Dia mana mungkin melakukannya, temannya pasti sedang membual.


"Omong kosong,"


"Hooh? Apa perlu kuingatkan padamu? Kau menggigit telingaku saat kita terperangkap di dalam kepompong, dan kau mencakarku saat perang melawan Wyvern, ingat tidak?"


Lan Guan Zhi menatap temannya cukup lama, tidak ada yang tahu arti dari ekspresi wajahnya saat ini, tetapi yang jelas.. Dia mulai ingat itu memang pernah terjadi.


"Itu.. Kau yang mulai duluan,"


Lan Guan Zhi jelas tidak mau disalahkan, jika bukan karena Xiao Shuxiang tidak berisik dan mengatakan hal memalukan saat di dalam kepompong waktu itu.. Dirinya tentu tidak akan menggigit.


Dan untuk cakarannya juga memiliki alasan. Saat itu temannya tidak mau membuka pakaian, padahal dirinya hanya ingin menolong. Jadi setiap tindakannya tidak akan pernah terjadi bila bukan Xiao Shuxiang yang memulainya.


Lan Guan Zhi memberikan penjelasan tersebut menggunakan tatapan matanya, ucapan yang tak terucap benar-benar dapat dirinya jelaskan hanya dengan tatapan mata saja.


"Baiklah, baiklah. Kau menang. Memang aku yang memulainya lebih dulu, aku yang salah. Puas?"


Xiao Shuxiang terlihat menggelembungkan pipinya, dalam hati dia berulang kali merutuk. Apa karena usianya yang lebih tua hingga dia harus mengalah? Tapi jika dipikirkan dengan seksama, memang dirinyalah yang selalu memancing Lan Guan Zhi selama ini.


".. Haaah.. Aku adalah pria yang buruk," Xiao Shuxiang menghembuskan napas panjang dan kemudian menggeleng pelan, Lan Guan Zhi yang melihat tindakannya nampak tersenyum samar.


Xiao Shuxiang kemudian mengatakan tentang tujuannya datang kemari, dia ingin mengajak Lan Guan Zhi untuk keluar dan berkumpul bersama teman-temannya.


".. Kau tidak boleh menolak, ayo pergi."


Belum sempat menjawab, tangan kanan Lan Guan Zhi sudah dipegang lebih dulu oleh Xiao Shuxiang. Dirinya ditarik dan terpaksa harus mengikuti temannya ini.


Lan Guan Zhi mengingatkan, mereka harus menghormati aturan di tempat ini dan jelas pergi keluar apalagi di jam sembilan ke atas sudah termasuk dalam pelanggaran.


"Tenang saja, kau tidak sendirian saat dihukum. Ada aku bersamamu, kau jangan khawatir.."


Xiao Shuxiang mulai menggeser pintu kamar Lan Guan Zhi dan melangkah keluar sambil memegang tangan temannya. Dia tersentak saat berpapasan dengan Ling Lang Tian.


"Kebetulan sekali, aku juga berniat mencarimu. Ayo keluar dan menghabiskan waktu bersama,"


?!


Ling Lang Tian baru saja dari memberi makan ikan hias peliharaannya dan lalu berjalan ke kamar Lan Guan Zhi untuk mengunjunginya, tetapi siapa yang menduga dia bertemu dengan Xiao Shuxiang.


"Apa yang kau lakukan di sini? Dan bekas merah apa di bawah hidungmu itu?"


Ling Lang Tian juga mengomentari tentang Xiao Shuxiang yang memegang tangan Lan Guan Zhi, ".. Tindakanmu tidak tahu malu,"


Bukannya melepaskan tangan Lan Guan Zhi setelah ditegur.. Xiao Shuxiang malah merangkul lengan temannya. Tidak hanya Lan Guan Zhi, tetapi dia juga meraih lengan Ling Lang Tian dan merangkulnya.


!!

__ADS_1


Ling Lang Tian jelas terkejut dengan tindakan Xiao Shuxiang, apalagi dirinya mulai ditarik untuk ikut entah ke mana.


Xiao Shuxiang memberi penjelasan secara singkat sambil menerangkan bahwa dia tidak ingin penolakan, lagipula dirinya tahu Ling Lang Tian selalu sibuk selama ini, jadi sudah seharusnya mereka menyisihkan sejenak waktu untuk beristirahat.


".. Hanya malam ini, karena besok aku masih harus melanjutkan perjalanan,"


!!


Ling Lang Tian dan Lang Guan Zhi meski masih berwajah tenang, tetapi keduanya dalam hati jelas terkejut dengan ucapan Xiao Shuxiang barusan.


"Kau mau ke mana?" Ling Lang Tian bertanya dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak berubah.


"Ada misi yang harus kuselesaikan, salah satunya adalah mengantar Kucing Hitam ke Benua Selatan. Akan kuceritakan nanti,"


Ling Lang Tian tidak tahu sepenting apa misi Xiao Shuxiang, tetapi dia memang tak seharusnya mencegah pemuda ini pergi.


Toh, pengajuan tantangan untuk 'Wali Pelindung' sudah tidak ada lagi. Mereka yang sebelumnya mengajukan tantangan langsung mengundurkan diri setelah menyaksikan tindakan Xiao Shuxiang di arena pertarungan.


Jadi, ada kemungkinan beberapa hari kedepan tugas Ling Lang Tian akan berkurang sebagian. Dan memang tak ada salahnya bila mengambil waktu istirahat sejenak.


Tidak ada dari Ling Lang Tian atau pun dua temannya ini yang mengetahui bahwa sekarang Gong Zitao sedang bernegoisasi dengan sekelompok pembunuh bayaran yang dikenal sebagai 'Enam Pendekar Bayangan Hitam'.


Gong Zitao sebelumnya meminta izin pada para seniornya untuk mencari udara segar di luar Sekte Pagoda Langit.


Karena dirinya cukup terkenal sebagai murid berbakat dan patuh terhadap aturan, maka tidak ada yang mencurigainya menemui para Pembunuh Bayaran.


"Akan kubuat sederhana. Kalian harus membantuku membunuh seorang pemuda, dan untuk bayarannya.. Kalian bisa minta berapa pun,"


Gong Zitao saat ini berada di tengah-tengah hutan bambu, di sampingnya berdiri Ge Yu Han. Keduanya memakai jubah hitam bertudung, dan hanya sinar bulan yang menjadi penerang mereka.


Meski yang terlihat hanya kedua pemuda ini saja--tetapi sebenarnya ada orang lain lagi. Hanya saja, yang mereka ajak bicara tersembunyi dan menyatu dengan kegelapan malam.


Samar-samar, salah tiga pohon bambu bergerak secara tak wajar. Seakan ada seseorang yang bersandar di sana dan mulai mengubah posisinya.


"Gong Zitao, kau tidak menyebutkan ciri-ciri pemuda itu. Apa kau sedang bermain-main denganku?"


Terdengar suara, namun wujud dari orang tersebut sama sekali tidak terlihat. Hanya saja, dari yang terdengar.. itu tadi merupakan suara pria.


"Aku tidak ingin ada kesalahan. Aku akan ikut dengan kalian untuk membunuhnya, kalian hanya perlu membuatnya sekarat dan biar aku yang urus sisanya," Gong Zitao berujar dengan suara yang dingin.


"Hmm, jadi begitu.. Tidak puas jika bukan kau yang membunuhnya dengan tanganmu sendiri, hm? Boleh juga,"


!!


Ge Yu Han tersentak saat mendengar suara tawa yang tidak hanya berasal dari satu orang, dia sebenarnya tidak nyaman jika Tuannya meminta bantuan pada Enam Pendekar Bayangan Hitam. Siapa pun tahu bahaya berurusan dengan orang-orang ini.


Mereka tidak terlalu mementingkan uang, dan kabar yang sering dia dengar.. Jika misi yang diberikan pada Enam Pendekar Bayangan Hitam gagal, maka mereka akan membunuh orang yang telah membayar mereka.

__ADS_1


Kabar itu masih bagian terkecilnya. Satu hal yang pasti, seseorang harus bisa berhati-hati jika mau berurusan dengan Para Pembunuh Bayaran ini.


***


__ADS_2