
"Permisi..! Apa ada orang di dalam..? Permisi.." Jing Mi juga melakukan hal yang sama, namun tetap tidak ada tanggapan.
"Bagaimana?" Lan Guan Zhi bertanya saat Xiao Shuxiang dan Jing Mi menghampirinya.
Xiao Shuxiang menggeleng, "Tidak ada tanda-tanda bahwa kota ini di serang oleh Demonic Beast atau kultivator lain. Semua bangunan masih utuh dan berdiri kokoh tanpa ada yang rusak. Aku penasaran di mana semua orang? Kenapa kota ini begitu sunyi..? Seperti kota mati saja,"
"Sebaiknya kita tunggu hingga pagi, mereka pasti akan keluar nanti." Dai Chen mengajak ketiga temannya untuk mencari tempat beristirahat.
Xiao Shuxiang, "Kenapa harus menunggu sampai pagi? Sebaiknya dobrak saja pintunya dan seret penghuninya keluar."
"Aku setuju denganmu, Saudara Xiao." Jing Mi sependapat.
"Dasar berandalan," Dai Chen langsung menegur Xiao Shuxiang dan Jing Mi, "Tempat ini bukan rumah kalian. Membuat keributan tanpa berpikir lebih dulu dapat menyeret kita semua ke dalam masalah. Apalagi kita belum tahu penyebab warga kota yang begitu sulit ditemukan. Jelasnya cari tempat istirahat dan tunggu saja,"
"Baiklah, baik. Ayo, Saudara Jing." Xiao Shuxiang berjalan sambil diikuti oleh ketiga temannya.
Mereka lalu beristirahat di dalam salah satu rumah yang pintunya terbuka. Walau mencari ke setiap ruangan, nyatanya tidak ada satu penghuni rumah pun yang mereka temukan. Bahkan barang-barang seperti kursi meja dan yang lainnya juga tidak ada.
Jing Mi menutup pintu dan segera berbaring di lantai, tepat di samping Xiao Shuxiang. Hanya Lan Guan Zhi yang duduk bersila sambil menutup mata, sementara ketiga temannya berbaring di sampingnya.
Tiga jam pertama, tidak ada keanehan apapun yang Lan Guan Zhi rasakan selain mendengar suara dengkuran Jing Mi.
Tiga jam berikutnya, Jing Mi mulai mengigau. Menyebut-nyebut nama Xiao WeiWei, ibu Xiao Shuxiang dan nampak tertawa dalam keadaan masih tertidur.
Tangan kanan dan kaki Jing Mi yang berotot langsung memeluk Xiao Shuxiang dan memperlakukannya seperti guling. Xiao Shuxiang seketika tersedak karena merasa dihantam batang pohon.
"Sa-Saudara Jing..!" Xiao Shuxiang berusaha melepaskan lengan dan kaki Jing Mi, dia bangun lalu menggulingkan tubuh Jing Mi dengan kesal.
Bibir atas Xiao Shuxiang berkedut saat Jing Mi malah mengigau dan menyebut nama Xiao WeiWei, "Dia ini memimpikan apa, sih..? Dasar, menganggu tidurku saja..!" Xiao Shuxiang memukul lengan Jing Mi dan kemudian berdiri untuk mencari tempat tidur yang lain.
Dia akhirnya tidur di dekat Lan Guan Zhi yang masih setia duduk bersila. Perlahan matanya terpejam, dia kembali tidur. Kini, posisi lutut kirinya menyangga kaki kanannya, serta kedua tangan Xiao Shuxiang menjadi bantal bagi kepalanya.
Di luar, angin yang berhembus menggerakkan rumput dan dedaunan. Sesekali terdengar gesekan-gesekan ranting pepohonan. Tidak ada suara binatang malam yang terdengar, sungguh sebuah kota tak berpenghuni.
Malam semakin larut, sinar rembulan semakin terang. Secara perlahan.. Sebuah kabut tipis berwarna merah mulai nampak di pintu gerbang kota.
Kabut itu kian menyebar dan semakin tebal, sesuatu titik hitam terlihat bergerak seakan muncul di dalam kabut. Titik tersebut semakin banyak, aura mencekam langsung menyelimuti seisi kota hingga membuat Lan Guan Zhi seketika membuka matanya.
!!
Lan Guan Zhi menepuk-nepuk Xiao Shuxiang dan juga Dai Chen. Dia berusaha membangunkan kedua temannya, tetapi malah kedua tangannya dipeluk oleh Dai Chen dan Xiao Shuxiang.
"Shuxiang, bangun." Lan Guan Zhi menarik paksa tangannya, dia juga melakukan hal sama pada Dai Chen. Tiba-tiba saja, suara pintu di depannya digedor-gedor dengan keras.
Tidak hanya pintu, tetapi dinding rumah yang mereka tempati beristirahat ini juga digedor-gedor. Mengejutkan! Salah satu dinding rusak terkena gedoran berulang-ulang hingga menampilkan sebuah tangan manusia berwarna hitam pucat.
Satu persatu tangan mulai berhasil merusak dinding yang terbuat dari kayu. Beberapa tangan mengeluarkan darah merah-kehitaman dan berbau menyengat.
Tidur Jing Mi terganggu karena suara yang begitu berisik, dia lalu bangun dan membentak siapa pun orang yang telah berani mengganggu tidurnya.
!!
Mata Jing Mi membulat dan dia begitu terkejut saat banyak tangan muncul pada dinding di depannya. Suara mengerikan nan membuat bulu kuduk berdiri langsung membuat Jing Mi membangunkan teman di dekatnya.
"Saudara Chen..! Saudara Chen, ayo bangun..!"
__ADS_1
"Shuxiang, Shuxiang bangun." Lan Guan Zhi menampar keras lengan Xiao Shuxiang karena laki-laki tersebut begitu sulit dibangunkan.
!!
Tamparannya langsung membuat Xiao Shuxiang terperanjat dan merintih kesakitan. Dia merasa lengannya baru saja disentil oleh besi panas.
"Lan Zhi, kau ini keterlaluan sekali..!" Xiao Shuxiang menggosok-gosok lengannya, ekspresi wajahnya seperti jerut yang mengeriput, baru saja dirinya masuk ke alam mimpi, tapi Lan Guan Zhi malah..
!!
Dia seketika tersentak saat menyadari situasinya saat ini. Lan Guan Zhi segera berdiri dan melesat menyerang pintu dengan pedangnya.
!!
Xiao Shuxiang juga mengeluarkan pedangnya dari Cincin Spasial, dia menyeru pada Dai Chen dan Jing Mi. Ketiganya melesat keluar melalui pintu yang roboh karena terkena serangan Lan Guan Zhi.
Pintu tersebut bergerak, ada dua pasang tangan yang menggapai-gapai menembus kayu pintu itu. Xiao Shuxiang menginjaknya tanpa peduli siapa yang terjepit di bawah sana.
Mereka berempat mulai mengerti situasi, ada banyak mayat hidup mengerubuni rumah yang mereka tempati.
Tubuh mayat ini kurus kering, pakaian mereka compang-camping, ada luka besar pada bagian dada mereka. Luka seperti cakaran yang dilakukan secara terus-menerus.
!!
Beberapa mayat memiliki kaki yang berlainan arah, wajah mereka sangat pucat dengan banyak luka pada dagu, leher dan kedua pipi mereka.
CRAAASH!
"Mayat-mayat ini lemah, tetapi mereka terlalu banyak dan itu merepotkan." Dai Chen menebas dua orang mayat, namun dirinya segera dikerumuni lagi.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi juga terlihat menyerang mayat-mayat yang seakan tidak habisnya ini.
Seperti dugaan Xiao Shuxiang terhadap kekuatan pedangnya, senjata yang dia pegang mampu menghisap kulit dan daging mayat di depannya jika tertusuk dalam oleh pedang itu hingga mengubah mereka menjadi tulang-belulang.
Masalahnya adalah, saat pedang Xiao Shuxiang menghasilkan bunyi dengungan.. Dia tidak dapat lagi mengendalikan pedang tersebut.
Pedangnya seperti menggila, melesat liar menusuk tubuh mayat bagai senjata iblis yang kelaparan. Xiao Shuxiang menyamakan gerakannya dengan pedang tersebut, tangannya sulit dilepaskan dari gagang pedangnya.
"Saudara Jing, Awas!!"
!!
BAAAAM!
Jing Mi dan Dai Chen beruntung bergerak cepat, keduanya terkejut sebab Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menyerang mereka.
"Kau ini apa-apaan?! Yang harusnya kau lawan adalah mayat-mayat itu..!!" Dai Chen memarahi Xiao Shuxiang sambil terus menyerang mayat di dekat dirinya.
"Aku juga tidak mau menyerangmu?! Tapi pedang ini se-seperti punya nyawa sendiri. Ukh! Menurut padaku..! Xiao Shuxiang adalah 'Tuanmu'!"
Pedang di tangan Xiao Shuxiang kembali berdegung, dia langsung melesat membawa serta pemiliknya dan menyerang mayat yang lain secara liar.
Pedang tersebut mengarah pada Lan Guan Zhi, beruntung dia berhasil menghindar. Xiao Shuxiang seperti bertarung dengan senjatanya sendiri.
Dai Chen mengeluarkan tiga akar menjalarnya dan berusaha menahan seragan Xiao Shuxiang saat pedang tersebut berniat menyerangnya.
__ADS_1
TRAAANG!
"Apa kau tidak bisa mengontrol pedangmu dengan Qi, hah?! Kita sudah kerrepotan di sini dan kau malah menambah masalah lagi..!" Dai Chen membentak.
"Dai Chen! Kalau pedang ini bisa dialiri Qi, sudah sejak lama aku mengontrolnya. Masalahnya pedang tidak waras ini menolak Qi milikku!"
!!
Dai Chen baru pertama kali melihat ada pedang semacam itu, dia berusaha menahan kekuatan pedang Xiao Shuxiang sambil terus melawan mayat-mayat hidup tersebut.
Xiao Shuxiang juga, dia berusaha menarik pedangnya sambil terus melawan mayat-mayat yang tidak ada habisnya.
"Kau hanyalah benda mati, jadi menurutlah sekarang..!" asap tipis berwarna hitam muncul dari telapak kaki Xiao Shuxiang.
Dia mengeluarkan Aura Pendekar yang membuat Dai Chen dan Jing Mi mengambil jarak aman. Mayat-mayat yang terkena Aura Xiao Shuxiang langsung jatuh ke tanah.
Xiao Shuxiang masih bisa mengontrol aura miliknya, dia melakukan itu untuk menundukkan Pedang Penghisap Nyawa di tangannya ini.
!!
Mendadak Xiao Shuxiang melihat di antara kerumunan mayat ada seseorang yang berdiri sambil memperhatikan mereka dari kejauhan.
Orang itu langsung diselimuti kabut asap merah dan menghilang tanpa jejak saat Xiao Shuxiang memperhatikannya.
Lan Guan Zhi ternyata menyadari kehadiran orang itu juga, dia mengangguk saat Xiao Shuxiang menatapnya.
Xiao Shuxiang menarik pedangnya, dia mengarahkan pedang tersebut untuk menyerang mayat-mayat di dekatnya.
Xiao Shuxiang berseru, "Kalian! Ambil jarak yang jauh! Jangan ikut menyerang mayat-mayat ini."
"Tapi, Saudaraku-"
"Lakukan." Lan Guan Zhi menepuk pundak Jing Mi dan mengajaknya untuk pergi.
Lan Guan Zhi, Jing Mi dan Dai Chen melihat Xiao Shuxiang dari atas pohon. Xiao Shuxiang benar-benar menggila dengan pedangnya, setiap mayat yang ditusuk pedang tersebut akan berubah menjadi tulang-belulang.
Pedang Xiao Shuxiang mengeluarkan asap tipis berwarna merah darah, pedangnya semakin memberat dan liar saat banyak mayat yang telah dia hisap habis.
"Itu senjata yang mengerikan, dari mana Saudara Xiao mendapatkannya?!" Jing Mi merinding melihat mayat-mayat tersebut semakin sedikit, mereka seperti makanan bagi pedang Xiao Shuxiang.
"Aku juga tidak tahu dia mendapatkannya dari mana.. Apa.. Itu sejenis Pusaka Langit?" Dai Chen terus fokus memperhatikan Xiao Shuxiang tanpa menurunkan kewaspadaannya terhadap serangan yang bisa saja datang secara tiba-tiba.
"Bukan Pusaka Langit," Lan Guan Zhi sendiri tidak bisa mengetahui sejauh mana kekuatan pedang tersebut, dia merasa pedang Xiao Shuxiang bahkan belum mengeluarkan sebagian kekuatannya.
Xiao Shuxiang bergerak lebih cepat, menerjang setiap mayat hidup dan menjadikan mereka makanan untuk Yīng xióng, pedangnya.
Xiao Shuxiang sebenarnya suka jika dapat melakukan gerakan secepat ini serta membantai banyak mayat, namun yang membuatnya khawatir adalah Yīng xióng adalah pengendalinya.
"Kau sudah makan banyak, jadi berhentilah sekarang dan menurut padaku..!"
!!
Sesuatu yang tidak Xiao Shuxiang inginkan benar terjadi. Setelah semua mayat berubah menjadi tulang-belulang, secara mengejutkan Yīng xióng menariknya untuk menyerang Lan Guan Zhi, Jing Mi dan Dai Chen.
"Dasar Pedang Gila! Mereka teman! Hei!!"
__ADS_1
***