
Pagi harinya, Xiao Shuxiang bisa dengan mudah bangun lebih awal tanpa berlama-lama di tempat tidur. Dia segera bersiap sebab hari ini ada pekerjaan yang harus dirinya lakukan.
Saat menemui Lan Guan Zhi di kamar lain, Xiao Shuxiang bertemu dengan Grand Elder Sekte Pedang Langit dan Patriarch Lan.
Chun Bai Dao tersenyum saat bertatapan mata dengan Xiao Shuxiang, namun detik berikutnya dia terkejut karena pemuda itu tiba-tiba saja melompat dan memeluknya. Untunglah dia masih kuat hingga dapat menopang berat tubuh Xiao Shuxiang.
"Tuan Bangka..! Lama tidak bertemu, kupikir kau sudah mati,"
"Xiao'Er, apa begini caramu menyapa orang tua? Kau sangat tidak sopan dan tingkahmu ini seperti anak kera saja."
"Aku tidak peduli. Aku merasa harus menyapamu seperti ini." Xiao Shuxiang tersenyum senang, dia mengeratkan pelukannya sebelum akhirnya melepaskan Chun Bai Dao.
Patriarch Lan dan Lan Guan Zhi hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengembuskan napas pelan.
Hanya Xiao Shuxiang yang bisa bertingkah seperti itu di hadapan seorang Grand Elder. Mereka saja tidak pernah berani membayangkan akan menggerayangi Chun Bai Dao, tetapi Koki Alkemis ini..
"Lancang." Lan Guan Zhi bergumam, dia menatap Xiao Shuxiang yang sama sekali tidak nampak berdosa.
Chun Bai Dao sendiri tidak merasa keberatan dengan tingkah Xiao Shuxiang barusan, dia hanya terkejut mendapat serangan tiba-tiba.
Di ruangan ini, secara kasat mata dialah yang paling tua hingga harus dihormati. Namun sebenarnya, usia Chun Bai Dao tidak bisa dibandingkan dengan usia pemuda tampan dan berpakaian serba hitam di hadapannya ini.
Walau sekarang Xiao Shuxiang merupakan reinkarnasi dan kualitas tulangnya itu berusia 20 Tahun ke-atas, tetapi tidak menafik fakta bahwa dirinya lebih tua dari Grand Elder Sekte Pedang Langit.
"Kakek dan Patriarch kenapa datang ke kamar Lan Zhi? Kalian membahas sesuatu?" Xiao Shuxiang kembali bersikap normal, dia duduk dengan baik di samping Chun Bai Dao.
Melihat Grand Elder Sekte Pedang Langit ini membuat Xiao Shuxiang mengingat kakeknya, Yang Shu. Dia memang orang yang sembrono dan begitu tidak sopan, tetapi entah bagaimana tidak ada yang pernah marah dengan tingkahnya ini.
"Aku kemari hanya ingin menyapa LanLan. Kau sendiri datang, tetapi tidak mengunjungiku. Diperhatikan, kau seperti sehat-sehat saja," Chun Bai Dao menepuk pelan lengan Xiao Shuxiang, pembuat masalah di sektenya sekarang sudah tumbuh besar.
Xiao Shuxiang tersenyum dan meminta maaf karena tidak segera menemui Chun Bai Dao. Dia menjual nama Patriarch Lan dengan mengatakan Lan Xu Jian mengajaknya berbincang-bincang dalam waktu yang lama.
".. Rasanya seperti aku ditanyai oleh seorang kakak ipar, dan Lan Zhi bahkan sama sekali tidak membantuku." Xiao Shuxiang mengadu pada Grand Elder Sekte Pedang Langit, tingkahnya yang kekanakan membuat Chun Bai Dao tersenyum senang.
Selama ini, Grand Elder Sekte Pedang Langit dikenal sebagai sosok yang amat disiplin dan sulit sekali tersenyum. Tidak banyak murid yang bisa menyenangkan hatinya, dan dapat dikatakan--hanya Lan Guan Zhi saja murid istimewa baginya.
Hanya saja, pertama kali Xiao Shuxiang belajar di sini dan membuat masalah--dia pun merasa tertarik. Apalagi, Duan De mengakui anak tersebut sebagai pewarisnya.
Chun Bai Dao-lah yang selama ini diam-diam mengawasi pergerakan Xiao Shuxiang. Dia adalah sosok dibalik jubah putih bertudung yang berdiri di belakang Duan De.
"Kakek.. Aku sebenarnya masih ingin bicara denganmu, tapi hari ini aku punya banyak pekerjaan. Sayang sekali.."
"Tidak apa-apa, kita bisa bicara di lain waktu. Kau mau ke mana setelah ini?"
"Ke tempat Kakek Janggut Panjang. Aku ingin memperbaiki pedang Kucing Putih. Lan Zhi, apa kau mau ikut?" Xiao Shuxiang menoleh ke arah Lan Guan Zhi, dia heran sebab teman baiknya terlihat berpandangan dengan Patriarch Lan.
"Shuxiang.." Lan Guan Zhi mulai bersuara, dengan tenang dia mengatakan tidak bisa menemani Xiao Shuxiang. Dirinya telah memutuskan akan melakukan Pembersihan Iblis Hati hari ini juga.
".. Aku.. Mungkin juga tidak bisa hadir dalam pernikahanmu."
!!
Lan Guan Zhi sebenarnya ingin menahan diri untuk tidak melakukan Pembersihan Iblis Hati, dia merasa masih bisa mengendalikan aura negatif yang ada dalam tubuhnya.
Namun semalam, setelah keluar dari kamar Xiao Shuxiang. Lan Guan Zhi langsung merasakan sakit pada kepala dan juga dadanya.
Tangannya terkepal kuat dan dia melihat urat tipis kehitaman terbentuk di punggung tangannya.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia sangat ingin melakukan pembunuhan. Syukurlah pikirkannya menjernih kala mendengar nada seruling milik kakaknya.
"Aku.." Lan Guan Zhi tidak tahu harus berkata apa, dia hanya menatap teman baiknya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersenyum, dia sebelumnya terkejut namun sekarang tidak lagi. Sebagai seseorang yang sudah memiliki pengalaman dengan Roh Pusaka Langit, tentu dia tahu bagaimana keadaan teman baiknya itu.
"Lan Zhi, kau jangan merasa bersalah. Yang terpenting sekarang adalah kondisimu. Aku menginginkan kau menjadi penolongku di masa depan, bukan sebaliknya. Jadi kau harus lakukan apa yang menurutmu baik,"
"Mn.." Lan Guan Zhi hanya menggumam pelan, tapi tatapan matanya seolah mengisyaratkan bahwa dirinya ingin melihat teman baiknya menikah.
Xiao Shuxiang bisa menangkap isyarat itu dan mendengus pelan sambil tersenyum. Dia lalu bangkit dan berjalan ke arah Lan Guan Zhi, dirinya duduk di samping teman baiknya tersebut.
"Lan'Er, aku tahu pembersihan ini akan memakan waktu lama, tapi tidak ada yang lebih penting selain kondisimu saat ini Kawan.." Xiao Shuxiang meraih tangan Lan Guan Zhi dan memegangnya erat, seakan menguatkan.
".. Tenanglah, jika kau memang tidak sempat melihatku menikah.. Aku pasti akan mengadakannya lagi, itu bukanlah hal yang sulit."
"…"
Lan Guan Zhi tidak bersuara, dia hanya menatap pemuda di sampingnya. Bulu matanya sedikit bergetar dan pandangannya nampak tertunduk.
Xiao Shuxiang berkedip, "LanLan. Kau seperti anak kecil saja.. Berhentilah menatapku seperti itu,"
Lan Xu Jian membuka kipasnya dan memperhatikan Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi. Dia mengalihkan pandangan ke arah Grand Elder dan melihat Chun Bai Dao yang meminum teh miliknya.
Pria tua itu sadar dengan tatapan Lan Xu Jian, dia lalu mengangguk pelan dan membuat kakak dari Lan Guan Zhi itu mengembuskan napas. Keduanya memiliki pemikiran yang sama. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi seperti mempunyai dunia sendiri.
"Shuxiang.. Padahal aku pernah berkata akan terus bersamamu, tapi justru sebaliknya."
"Kawan. Pembersihan Iblis Hati yang biasa mungkin bisa dilakukan sehari, tapi yang akan kau hadapi ini adalah Tiga Roh Pusaka Langit. Aku tahu waktu sehari dan bahkan seminggu tidak akan cukup, tapi kau tidak dapat menundanya lagi. Aku percaya kau bisa melakukan ini, kau harus berhasil."
Lan Guan Zhi mengangguk pelan, "Aku pasti akan segera kembali."
"Tidak perlu terburu-buru, kau harus lakukan yang terbaik. Aku akan menunggumu."
"Ahem!"
!?
Lan Xu Jian mengipas pelan wajahnya dan melirik sejenak ke arah dua pemuda yang duduk bersanding itu sebelum menatap Chun Bai Dao, "Tetua, apa kita harus keluar untuk mencari udara segar?"
"Mm.. Kurasa itu usulan yang bagus. Ruangan ini sepertinya hanya menampung dua orang saja."
Xiao Shuxiang melepaskan pegangannya pada tangan Lan Guan Zhi, dia menatap Grand Elder Sekte Pedang Langit sambil mengedutkan bibir atasnya.
Dia tahu maksud ucapan Tua Bangka itu dan lantas segera membantah. Apa pun yang Chun Bai Dao pikirkan tentangnya dengan Lan Guan Zhi, semua itu tidaklah benar.
".. Kalian berdua jangan melihatku seperti itu, aku akan segera menikah. Kabar bahwa aku pemuda homo hanyalah gosip belaka yang disebarkan Gadis Cerewet dan diperbesar oleh Yi Wen. Sungguh Tetua, aku masih pemuda normal."
"Siapa yang menuduhmu?" Lan Xu Jian tersenyum tipis dan seolah meledek Xiao Shuxiang, dia seperti menjebak Koki Alkemis itu.
"Tetua.."
"Ha ha ha, Xiao'Er.. Kami hanya bercanda. Kau memiliki perilaku menyimpang pun, LanLan tidak akan terpengaruh. Benar, kan?"
Lan Guan Zhi berkedip saat tiba-tiba Patriarch Lan bertanya padanya. Dia melirik teman baiknya yang tengah menggembungkan pipi sambil menatap Lan Xu Jian. Wajah Xiao Shuxiang memang terlihat manis, tetapi dia masih pemuda yang normal.
"Patriarch, aku akan mengikat kakinya dan menggantungnya di pinggir tebing jika dia memiliki perilaku semacam itu."
Ucapan Lan Guan Zhi terdengar serius. Xiao Shuxiang yang duduk di sampingnya bahkan terlihat tidak percaya, dia terperangah dan menolehkan pandangannya.
"Lan Guan Zhi, kita belum menikah dan kau sudah mau berbuat kasar?"
!
"Kau-"
"Apa kau seperti ini juga saat di ranjang?" Xiao Shuxiang tersenyum, dia kembali memercikkan minyak ke dalam api. ".. Apa karena alasan ini, makanya kau tidak mau tidur denganku..? hm?" Xiao Shuxiang membantu Patriach Lan untuk menggoda teman baiknya.
__ADS_1
Lihat saja. Meski tidak ada ekspresi apa pun selain tenang di wajah Lan Guan Zhi, namun dari tatapan matanya dia jelas tidak menyangka akan mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang lancang dan teramat tidak tahu malu itu.
Tidak terima digoda, Lan Guan Zhi meraih dan menarik tangan teman baiknya. Dia mengangkat tangan Xiao Shuxiang hingga pemuda itu kaget dan nyaris menabraknya.
"Kau mau mencobanya? Aku bisa mengikatmu di atas tempat tidur saat ini juga."
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia segera menarik tangannya. Ujung telinganya nampak memerah, "Tidak, tidak, tidak.. Kau menakutkan dengan ekspresimu itu." Dia merasakan jantungnya hampir melompat keluar.
Ucapan Lan Guan Zhi seolah benar-benar akan mengikatnya di tempat tidur. Sekarang malah dia yang kena imbas dari perbuatannya.
Lan Xu Jian melihat wajah tegang Xiao Shuxiang, sekarang Koki Alkemis itu mungkin akan berpikir dua kali sebelum menggoda adiknya lagi. "Xiao'Er, LanLan selalu membuktikan ucapannya. Jadi sebaiknya kau berhati-hati mulai sekarang,"
"Tetua.." Xiao Shuxiang hanya membantu Lan Xu Jian, tetapi Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit itu malah tidak membelanya. Dia pun menoleh ke arah Chun Bai Dao, namun Tua Bangka itu terlihat lebih fokus menikmati tehnya.
Pada akhirnya dia mengusap-usap wajah, bertingkah seperti orang yang sudah ditindas, dan lalu mengembuskan napas pelan.
Setelah cukup tenang dengan debaran jantungnya, dia pun mulai bangun.
Xiao Shuxiang berpamitan pada Patriarch Lan serta Grand Elder Sekte Pedang Langit. Dia masih harus ke tempat Duan De dan tidak bisa terlalu lama di sini.
Lan Guan Zhi juga ikut bangun dari tempat duduknya. Dia harus melakukan Pembersihan Iblis Hati, tidak bisa menunda lagi.
Chun Bai Dao mengingatkan keduanya untuk selalu menjaga diri, apalagi Lan Guan Zhi harus ingat dengan pesannya. Pembersihan Iblis Hati yang dilakukan pemuda itu akan sangat berbahaya, dan tidak ada yang bisa menolong Lan Guan Zhi selain dirinya sendiri.
Lan Guan Zhi mengangguk, dia pun melangkah keluar disusul oleh teman baiknya. Mereka berjalan bersebelahan dan saling mengingatkan satu sama lain.
"Lan Zhi, kau tidak perlu mengingat hal yang lain. Fokus saja pada apa yang kau lakukan, jangan khawatirkan hal lainnya."
"Mn, kau juga. Berhentilah berpikir seolah kau sendirian, itu yang kadang membuatku cemas,"
Xiao Shuxiang memang sering memikirkannya akhir-akhir ini, "Mm.. Akan kuusahakan, tapi yah.. Aku sepertinya cukup banyak berubah bila dibandingkan dengan diriku yang dulu."
"Jika perubahannya baik, maka pertahankan. Namun bila tidak, kau tidak boleh sampai terpengaruh."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia dan Lan Guan Zhi mulai menuruni tangga. Mereka bertemu dengan dua orang murid Sekte Pedang Langit dan saling melemparkan salam hormat, keduanya lalu kembali berjalan.
"Jujur saja, kau mengkhawatirkan saat ditinggal sendirian." Lan Guan Zhi kembali bersuara, dia berjalan tenang di samping teman baiknya.
"Aku ini orang yang mudah bosan, Lan'Er. Jika sendirian, aku selalu mencari kesenangan lain seperti menghilangkan rasa gatal pada tanganku dengan membunuh beberapa orang atau mencari gara-gara, jelasnya.. Aku tidak bisa diam."
"Karena itulah kau mengkhawatirkan. Apalagi sekarang, kau terlihat sedang kalut."
Xiao Shuxiang tidak bisa menentangnya, pikirannya memang sering tidak karuan dan kadang mencari-cari jawaban tentang hidup yang dia jalani.
"Lan Zhi, aku selalu memikirkan ini. Apakah pilihanku tepat dengan hidup di lingkungan yang sama denganmu?" Xiao Shuxiang bersuara pelan, namun masih bisa didengar oleh teman baiknya.
Xiao Shuxiang merupakan kultivator yang berasal dari Aliran Hitam. Bahkan selama kehidupannya, dia tidak pernah tinggal begitu lama bersama mereka yang tidak sealiran dengannya.
Karena itulah setiap beberapa hari sekali, dia sering mempertanyakan apakah jalan yang dipilihnya ini benar atau tidak.
".. Tidak banyak orang sepertimu yang bisa menerimaku. Karenanya, meski tidak ingin mengakuinya.. Aku sebenarnya takut. Mereka mungkin akan sangat membenciku."
"Sesuatu yang belum pasti, tidak perlu dipikirkan." Lan Guan Zhi menepuk punggung Xiao Shuxiang dan melangkah mendahului teman baiknya. Mereka kini harus berpisah jalan.
"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang memanggil temannya, "Kau benar. Aku akan mencoba untuk tidak memikirkan banyak hal, jadi kau juga harus melakukannya. Lan Xiao dan aku akan menunggumu..!"
Lan Guan Zhi berbalik badan dan lalu mengangguk. Dia pun mulai melesat pergi dan meninggalkan Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis itu juga melesat, namun berbeda arah dengan teman baiknya. Tujuannya sekarang adalah rumah Duan De, tempat dirinya belajar menempa pedang.
***
__ADS_1