XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
326 - Bocah Pengemis Gila II


__ADS_3

AAAAARK..!


Seorang pendekar kembali tumbang, dia mati dalam keadaan tubuh dan wajah dipenuhi luka cakaran. Matanya terbelalak dengan mulut yang terbuka lebar, raut wajahnya ini membuktikan bahwa dia mati dalam keadaan penuh rasa sakit.


Sementara itu, rekan-rekannya yang mempelajari ilmu taois dan ahli menggunakan kertas jimat pemusnah roh jahat nampak kewalahan.


"Mereka terlalu banyak, ini akan sulit sekali-"


"Menghindar..!"


!!


Mendengar seruan salah seorang rekan mereka, para pendekar tersebut langsung melompat mundur. Makhluk-makhluk hitam itu semakin gencar menyerang dan berusaha merasuki tubuh setiap manusia yang mencoba melawan.


AAAAARK..!


Seorang pendekar yang nampak seperti biksu berteriak, tubuhnya baru saja dirasuki tiga makhluk hitam secara sekaligus. Raut wajahnya berubah pucat, urat-urat kehitaman nampak menjalar di seluruh tubuh, termasuk tangan dan lehernya.


!!


Warna mata pendekar tersebut berubah menjadi hitam kelam. Mulutnya mengeluarkan darah kental. Dalam waktu satu tarikan napas--kesadarannya mulai menghilang.


Tubuh pendekar tersebut diambil alih, dia melesat dan menyerang pendekar lainnya secara liar. Beberapa orang berusaha menyerukan nama agar dirinya bisa sadar.


Grrrrr..


Bukannya sadar, pendekar berkepala plontos itu malah menggeram. Bibirnya berubah warna menjadi hitam di sertai dengan setiap giginya memanjang menyerupai taring.


Tidak hanya itu, kuku pada jari-jari tangannya ikut berwarna hitam. Dia melesat dan menggunakannya sebagai senjata. Setiap kali berbenturan dengan pedang lawan, percikan api dan suara keras diciptakan.


TRAANG!


"Kita harus melakukan sesuatu terhadap makhluk-makhluk ini..!"


Seorang kultivator berpakaian merah muda berseru, dia memperingatkan pendekar yang lain agar tidak sampai kehilangan fokus.


"Tsk, kalau kutahu lawan akan sekuat ini.. Maka sudah sejak awal aku membawa banyak orang," seorang pendekar dari Partai Paruh Rajawali nampak menggerutu, dia merasa kesal karena telah meremehkan misi yang diambilnya.


"Makhluk-makhluk ini tidak ada habisnya, mereka adalah roh jahat. Kota ini bisa-bisa menjadi kota mati,"


Para pendekar dan kultivator yang saat ini bertarung dengan roh jahat hanyalah murid-murid biasa dari berbagai partai dan sekte. Tetua dan senior mereka yang mempunyai kemampuan tinggi lebih banyak berada di kota seberang.


Para tetua besar itu berkumpul di Asosiasi Gagak Putih. Tempat tersebut tengah mengadakan pelelangan besar-besaran selama lima hari berturut-turut dan ini merupakan hari ketiga berlangsungnya pelelangan itu.


Tidak ada partai maupun sekte di Kota Bulan Darah. Andai itu ada, kemungkinan kondisi kota ini tidak terlalu parah dan Wali Kota pun tak perlu menyewa para pendekar dari tempat lain.


"Ini benar-benar gawat, kertas jimatku sudah habis. Cepat panggil bantuan sekarang..!"


"Bambu pemanggil bantuan sudah habis di misi sebelumnya. Dan apa kau yakin makhluk-makhluk ini akan mengizinkan kita meninggalkan kota?! Sadarlah, kita terperangkap. Ini sudah berakhir,"


Tangan seorang kultivator nampak gemetar, dia sejak tadi telah menggunakan hampir seluruh Qi miliknya dan sekarang dirinya telah berada di ambang batas.


TRANG!


Sudah bukan rahasia lagi bila banyak tempat di Benua Tengah yang tidak menguntungkan bagi kultivator. Mereka kesulitan bertarung di tempat yang Qi alamnya tak dapat diserap, begitu pula dengan Xiao Shuxiang.


TRAANG!


Seruling Giok Putih kembali berbenturan dengan seruling milik Su Zili. Xiao Shuxiang bersama dengan Ling Qing Zhu terus bekerja sama untuk bisa mengalahkan gadis tanpa mata tersebut.


Gerakan keduanya cepat hingga pada saat mendapat posisi yang pas--Xiao Shuxiang memberi tendangan samping pada Su Zili.


BAAAAM..!


Kelincahan gadis tersebut dalam mengelak membuat kaki Xiao Shuxiang malah menendang pohon hingga tumbang disertai suara debaman keras. Nampak sekali bahwa Xiao Shuxiang tidak main-main dalam melakukan serangan.


Dirinya melesat ke arah gadis tersebut dan kali ini dia berhasil membuat Su Zili terpental sejauh tujuh meter. Ling Qing Zhu tidak menyia-nyiakan kesempatan, dirinya segera melesat dan mengayunkan kuat pedangnya.


BAAAAM!


Su Zili segera menghindari serangan tersebut, dirinya kembali meniup seruling miliknya yang langsung membuat para roh jahat menggila.

__ADS_1


!!


Teriakan pilu terdengar di seluruh penjuru kota. Su Zili sebenarnya menganggap warga Kota Bulan Darah sebagai makanan bagi roh-roh jahat miliknya, dia datang untuk mengirim semua warga kota pada kematian.


"Kalian menghalangiku saja, matilah..!"


Dalam sekali kibasan seruling--lebih dari sepuluh makhluk hitam melesat ke arah Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu. Keduanya melompat mundur bersamaan dengan Lan Guan Zhi yang datang menjadi tameng bagi kedua temannya.


Tiga petikan kasar dari Guqin membuat makhluk hitam tersebut terpental, namun tak membuat mereka menghilang. Jika keadaan terus seperti ini.. Lan Guan Zhi mungkin juga tak akan mampu bertahan lebih lama.


Memainkan Guqin membutuhkan Qi yang banyak. Selama ini, Lan Guan Zhi tidak pernah peduli bila kehabisan Qi, karena dirinya dapat menyerapnya lagi di alam dan mengisi Dantiannya kembali.


Tetapi sekarang, karena dirinya berada di benua yang lingkungannya berbeda dengan tempat tinggalnya.. Dia harus berhati-hati dalam menggunakan Qi.


"Lan Zhi, kau urus gadis itu. Biar aku yang mengatasi para roh jahat ini,"


"Mn, berhati-hatilah."


Xiao Shuxiang mengangguk, dia lalu menoleh ke arah Ling Qing Zhu dan meminta gadis tersebut melindungi Lan Guan Zhi.


"Aku mengerti. Kau.. Jangan mati,"


Ling Qing Zhu langsung melesat pergi setelah berucap demikian, dia membuat Xiao Shuxiang sedikit tersentak karena tindakannya ini.


Xiao Shuxiang menatap Ling Qing Zhu yang kembali bertukar serangan dengan Su Zili. "Gadis itu.. Sejak kapan dia jadi seperhatian ini..?"


Tidak ingin terlalu memikirkannya--Xiao Shuxiang mulai memasukkan Seruling Giok Putihnya ke dalam Cincin Spasial dan kemudian mengeluarkan Yīng xióng.


Pedangnya tersebut mengeluarkan cahaya redup kemerahan saat bersentuhan dengan tangannya. Dalam waktu sekedipan mata.. Xiao Shuxiang melesat dan menyerang roh-roh jahat secara membabi buta.


CRAASH..!


Yīng xióng melahap setiap roh yang disentuhnya, dia seperti pedang kelaparan.


"Tidak akan ada yang merebut makananmu. Jadi biar aku yang mengendalikanmu sekarang,"


Xiao Shuxiang tidak ingin kejadian saat Yīng xióng menggila terulang kembali. Bisa-bisa dirinya akan dipaksa melesat dengan kecepatan tinggi hingga membuat Qi miliknya terkuras habis. Walau mempunyai dua dantian, namun dirinya juga harus berhati-hati memakai Qi.


!!


Setiap roh jahat yang ditebas dan ditusuk Yīng xióng mengeluarkan suara jeritan pilu. Tubuh mereka yang seakan berbentuk asap hitam dan tak mempan ditebas senjata pendekar lain.. Malah menjadi makanan bagi Yīng xióng.


TRAANG!


Su Zili merasakan dadanya berdenyut. Roh-roh jahat yang dia kendalikan seperti telah berkurang banyak. Padahal selama ini belum ada satu pun pendekar yang mampu mengalahkan roh jahat miliknya.


Ling Qing Zhu sendiri terus menyerang Su Zili. Dia melindungi Lan Guan Zhi yang saat ini sedang memainkan Guqin, pemuda tersebut mencoba menenangkan roh-roh jahat dengan lagu yang dimainkannya.


CRAASH..!


Bukan hanya Xiao Shuxiang yang mampu memusnahkan makhluk hitam tersebut, tetapi juga Yi Wen.


Gadis berambut sepanjang leher tersebut rupanya selama ini telah belajar tentang jimat penangkal dan pemusnah roh, di samping kegiatannya yang suka mengolah racun.


"Yi Wen, harusnya sejak tadi kau mengeluarkan kertas jimatmu itu. Kalau saja kau melakukannya lebih awal, kita tidak akan berada di posisi terdesak,"


Xiao Lu memuntahkan darah segar, wajahnya nampak sedikit pucat. Dia telah mengalami cukup banyak luka, namun syukurlah tidak terlalu parah.


"Sudah kubilang aku butuh waktu, Kakak Lu. Tetapi sekarang.. Ini akan menjadi yang terakhir,"


Yi Wen mengeluarkan satu kertas jimat miliknya, dia menutup mata dan mulai mengucapkan kata-kata yang tak dimengerti oleh Xiao Lu.


!!


Roh-roh jahat yang berada dalam jangkauan sepuluh meter dari tempat Yi Wen berdiri langsung tertarik masuk ke dalam kertas jimat yang dipegang gadia cantik tersebut. Dalam waktu singkat, banyak roh yang terperangkap pada kertas jimat tersebut.


Bocah Pengemis Gila sendiri memutuskan bersembunyi di dalam bangunan. Dia memperhatikan tongkat bambu miliknya yang sebelumnya terkena tetesan darah Xiao Shuxiang.


Tongkat bambu Bocah Pengemis Gila mengeluarkan cahaya redup dan perlahan warnanya berubah hitam.


".. Anak itu memiliki darah yang langka. Apa ini kebetulan?"

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila menimang-nimang tongkat bambunya. Dia tahu Xiao Shuxiang memiliki Segel Sembilan Gerbang Dunia dan pemuda tersebut juga mempunyai hubungan dengan Duan De, Sang Penempa.


".. Bocah berusia 10 Tahun yang dibawanya adalah keturunan terakhir dari junior Da Lin. Dia memiliki hubungan dengan tiga tua bangka menyebalkan itu. Apa mungkin mereka bertiga sengaja memilihnya? Tapi kenapa Xiao Shuxiang? Anak itu.. Dia tak seperti manusia yang lain,"


Dari ucapan Bocah Pengemis Gila--terlihat bahwa dia mengetahui Duan De, Da Li, serta Kakek Buta Penulis Kitab Pernapasan Langit dan Bumi.


Ketiga tua bangka itu sebenarnya adalah Penjaga Benua, mereka memiliki posisi yang sama dengan Bocah Pengemis Gila, namun usia mereka jauh lebih muda dari pria penyuka sesama jenis tersebut.


".. Sepertinya aku masih harus mengawasi bocah pembuat arak itu sebelum mengaitkan dirinya dengan Tiga Tua Bangka,"


Bocah Pengemis Gila seakan mempunyai banyak pikiran, ini bisa dilihat dari raut wajahnya. Dia memiliki hubungan dengan Duan De, Da Li, dan Kakek Buta yang ditemui Xiao Shuxiang di alam nirwana.


Untuk saat ini, Bocah Pengemis Gila belum mau membuka indentitasnya. Dia akan melakukannya saat yakin bahwa Xiao Shuxiang memang orang pilihan ketiga juniornya itu.


Sambil menutup mata perlahan--Bocah Pengemis Gila mulai memakai Tenaga Dalam Suara, dia fokus mencari keberadaan Xiao Shuxiang dari banyaknya suara yang dirinya dengar.


Teriakan dan jeritan pilu yang paling mendominasi dibandingkan dengan suara pertarungan. Namun dari sekian banyaknya suara benturan pedang--Bocah Pengemis Gila mulai dapat memilah suara yang berasal dari pertarungan Xiao Shuxiang.


!!


"Su Zili.. Gadis hantu itu sepertinya sudah lupa dengan yang terjadi pada matanya. Dia benar-benar tidak ada jeranya sama sekali,"


Bocah Pengemis Gila kini menyadari bahwa yang sedang dihadapi Xiao Shuxiang dan teman-temannya, serta para pendekar sewaan Wali Kota adalah Su Zili. Gadis yang tidak pernah membiarkan roh orang mati tenang dan sangat suka menggunakan mereka untuk membunuh manusia.


"Tsk, inilah kenapa aku tidak suka perempuan. Su Zili.. Jangan harap kali ini kau mendapat pengampunanku,"


Bocah Pengemis Gila meletakkan telapak tangan kananya ke lantai. Retakam halus tercipta dan itu melesat ke tempat di mana Su Zili berada.


CRAASH..!


Xiao Shuxiang tidak tahu berapa banyak makhluk hitam yang telah dihisap Yīng xióng, dirinya tidak punya waktu melakukan hal merepotkan seperti menghitung lawannya.


Yang dirinya pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya agar dia dapat memberi serangan kejutan pada gadis yang dilawan oleh Ling Qing Zhu.


Saat memikirkannya sambil melawan para makhluk hitam--Xiao Shuxiang tersentak kala menyadari ada lesatan sesuatu yang seakan melewati kedua kakinya.


Lesatan itu langsung mengarah pada Su Zili. Ling Qing Zhu segera menghindar, untunglah dirinya tak terkena serangan barusan.


BLAAAR..!


Xiao Shuxiang sekilas menoleh, dia mendapati Su Zili melompat mundur. Inilah kesempatan yang tepat bagi dirinya melakukan serangan kejutan.


Hanya dengan satu tangan, Xiao Shuxiang membentuk Segel Cermin Pemindah dan segera melesat masuk ke dalam cermin tersebut.


Gerakan Xiao Shuxiang cepat hingga membuat Su Zili lambat menyadari serangan yang datang dari atas kepalanya.


!!


Dengan pedang yang terhunus, Xiao Shuxiang tepat menusuk kepala Su Zili memakai Yīng xióng hingga menembus tulang tengkorak gadis itu. Serangan kejutannya membuat Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi jelas terkejut.


!!


Su Zili berteriak begitu nyaring, dia berusaha menyerang Xiao Shuxiang memakai serulingnya namun pemuda tersebut lebih memperdalam tusukan pedangnya.


Yīng xióng menghisap darah dan daging milik Su Zili tanpa peduli dengan teriakan pilu gadis berpakaian hijau tua tersebut.


!!


Kaki Su Zili mulai kehilangan daging dan kulitnya, yang terlihat kini hanya tulang. Bagian tubuhnya yang lain pun demikian. Semakin lama, teriakan pilu Su Zili mulai memudar.. Bersamaan dengan para roh-roh jahat menghilang satu persatu.


Serangan dari jarak jauh oleh Bocah Pengemis Gila hanyalah pengalihan. Semua ini untuk memudahkan Xiao Shuxiang melakukan serangan penghabisan.


Bocah Pengemis Gila sebenarnya tak menyangka pedang Xiao Shuxiang mampu membunuh Su Zili dalam satu kali serangan. Padahal yang dirinya tahu--setelah dia mencongkel mata gadis tersebut.. Su Zili menjadi orang yang sulit dibunuh.


Dia tertarik dengan pedang tersebut, dirinya yakin pedang itu adalah buatan Duan De. Namun di satu sisi dia juga meragukan kemampuan Xiao Shuxiang.


Pikirannya mengatakan bahwa tanpa pedang itu, Xiao Shuxiang mungkin tidak akan bisa membunuh Su Zili.


Dia sepertinya tidak mengetahui pedang Xiao Shuxiang bukanlah pedang yang ditempa Duan De. Tua bangka berjanggut panjang tersebut hanya sedikit memberi polesan pada Yīng xióng. Dan bisa dibilang, Duan De-lah yang membuat Yīng xióng sulit dikendalikan oleh pemiliknya sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2