XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
117 - Pelajaran Dari Xiao Shuxiang [Revisi]


__ADS_3

Jing Mi dan saudara-saudaranya memandangi Xiao Shuxiang yang berdiri di depannya. Tempat mereka berkumpul sekarang adalah di belakang bangunan Grand Elder.


"Kita langsung saja, apa misi yang kuberikan telah kalian penuhi?"


Ro Wei menatap Zhi Shu, dia sedikit menyenggolnya untuk meminta Zhi Shu bersuara.


Zhi Shu gugup. Tapi tetap berkata, "A-Saudara Xiao, kami baru saja membawa dua lentera. Dua lainnya di simpan oleh Saudara Wei,"


Xiao Shuxiang mengangguk, dia lalu bertanya kepada Hou Yong. "Bagaimana denganmu?"


Hou Yong. "Saudara Xiao, hanya tersisa tiga benda yang belum kami temukan. Dua benda ada di wilayah Aliran Hitam, dan satunya lagi... Sudah tidak ada di tempatnya."


Hou Yong kembali berkata, "Aku dan Saudara Bao tidak bisa pergi ke tempat Aliran Hitam karena terlalu berbahaya. Tanah serta udara di wilayah tersebut sangat beracun, kami hanya akan mati jika masih nekat ke sana."


"Baiklah. Selanjutnya kalian, Saudara Jing. Apa kau berhasil menjalankan misi yang kuberikan?"


Yi Wen mengeluarkan satu buah Lentera Phoenix yang memiliki cahaya berwarna hijau. Dia menyerahkannya kepada Xiao Shuxiang.


"Kudengar, kalian mendapatkan Lentera Phoenix kembar. Di mana lentera itu?" Xiao Shuxiang menyimpang lentera yang diberikan Yi Wen ke dalam Cincin Spasialnya.


Jing Mi, "Kami memang mendapatkannya, namun kultivator Sekte Tengkorak Darah menyerang kami dan menyandera Yi Wen. Aku harus menyelamatkannya."


Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, dia lalu berjalan ke arah Jing Mi dan dengan cepat memberi tinjuan kepadanya hingga Jing Mi terpental sejauh lima meter.


!!


"Saudara Jing!!" Hou Yong, Yi Wen dan yang lainnya kaget.


Mereka belum sempat menanyakan alasan Xiao Shuxiang melakukan ini, namun tiba-tiba Xiao Shuxiang memberi pukulan yang sama pada mereka semua.


Jing Mi dan teman-temannya terbatuk, kekuatan pukulan Xiao Shuxiang tidak main-main. Bahkan mereka bisa merasakan ada tulang yang retak.


Suara saat Xiao Shuxiang memberi tinjuan pada teman-temannya terdengar oleh para murid Sekte Kupu-Kupu. Mereka segera bergegas untuk menyaksikan apa yang terjadi.


Anak yang ditolong Xiao Shuxiang tadi sudah memberikan pil kepada teman-temannya, tidak peduli temannya itu selalu menyiksanya.


Hanya dengan tiga tarikan napas, luka-luka mereka sembuh dengan cepat. Bahkan tangan perempuan yang dipatahkan Xiao Shuxiang kembali seperti sedia kala.


"I-ini pil yang ajaib...!" Anak tersebut langsung menyimpan kantong pil pemberian Xiao Shuxiang dibalik seragamnya. Dia segera berlari menyusul teman-temannya.


Xiao Shuxiang, "Kau... Berani menyelamatkan Yi Wen dan melanggar perintahku?!"


BAAAM!


BRAAK!


Tubuh Jing Mi menghantam pepohonan, hingga membuatnya tumbang dengan suara yang keras.


"Apa kalian akan melanggar misi yang kuberikan hanya untuk menyelamatkan nyawa rekan kalian?!" Xiao Shuxiang menghilang dan langsung muncul di depan Hou Yong, kemudian memberikan pukulan yang sama padanya.


Dia juga menyerang Hai Feng dan yang lain, mereka semua mendapat pukulan dari Xiao Shuxiang tanpa bisa menangkis atau pun melawan.


"Apa begini hubungan 'Persaudaraan' kalian?! Apa aku mengajarkan kalian menjadi Pengecut?!"


BAAAM!!


"Ayo Katakan?! Jika Yi Wen menjadi tawanan musuh, apa kalian lebih memilih menanggalkan misi untuk menyelamatkannya?! Apa itu rasa persaudaraan yang kalian junjung tinggi selama ini?! Jawab?!"

__ADS_1


Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, terdengar bunyi gemeretak saat dia melakukannya. Detik berikutnya, dia memberi pukulan kepada teman-temannya lagi hingga membuat mereka terpental sambil terbatuk darah.


!!


Murid-murid baru yang menyaksikan tindakan Xiao Shuxiang begitu sangat terkejut.


Mereka bertanya-tanya tentang anak laki-laki tersebut. Siapa sebenarnya dia...? Kenapa orang-orang yang dia pukuli tidak melawan sama sekali..?! Padahal usia mereka jauh lebih tua daripada anak laki-laki itu.


Di antara mereka juga ada pria yang berotot dan nampak kuat, tapi kenapa mereka rela dipukuli begitu saja?! Anak laki-laki dengan sorot mata tajam itu... Siapa..?!


"Ukh! Hok ohok!" Jing Mi merasakan tulang rusuknya sakit, sepertinya ada yang retak lagi.


"Sa-Saudara Xiao..."


"Hati Kalian Lemah!! Pengambilan Keputusan Kalian Payah..!"


BAAAM!


"Yang harus kalian lakukan saat Yi Wen menjadi tawanan adalah membunuhnya! Lalu bunuh orang yang telah menawannya dan tunaikan tugas kalian!! Kemudian, robek perut kalian dan Matilah..! Begitulah cara yang harus kalian lakukan jika menganggap Yi Wen sebagai 'Saudara'!!"


!!


Jing Mi, Yi Wen, Zhi Shu, Hai Feng, Ro Wei dan Hou Yong terkejut. Mereka terbaring di tanah, tidak bisa bergerak karena dihantam beberapa kali oleh Xiao Shuxiang.


Hanya tatapan mata mereka yang terus mengarah pada anak laki-laki berusia 14 tahun tersebut. Sebuah tatapan tidak percaya sekaligus mengandung kekaguman.


"Hanya sekali ini saja aku memaafkan kalian!! Berikutnya, tidak akan ada lagi maaf dari Xiao Shuxiang..!!"


Xiao Shuxiang berbalik dan mulai melangkah, berniat meninggalkan teman-temannya. Namun belum tiga langkah, dia berhenti dan kembali menoleh.


Pandangan Xiao Shuxiang lalu mengarah pada murid-murid yang menyaksikan tindakannya.


Mereka semua tersentak dan merinding ketakutan, khawatir jika Xiao Shuxiang membuat keadaan mereka seperti Jing Mi, Hou Yong dan saudara-saudaranya.


"Kalian semua! Apa yang terjadi pada ketujuh Senior kalian ini, jadikan sebagai pelajaran! Jika kalian tidak menyukai tindakanku, maka jadilah kuat dan coba bunuh Xiao Shuxiang!!"


!!


Ketika Xiao Shuxiang mulai berjalan pergi, murid-murid Sekte Kupu-Kupu yang berusia lebih tua mulai berlari dan menolong ke-tujuh senior mereka.


Salah seorang murid memberikan Jing Mi dan yang lainnya pil. Dia hampir menangis menyaksikan keadaan seniornya yang begitu mengenaskan.


"A-Anak Itu Sa-Sangat Jahat.!"


Jing Mi mengusap pelan kepala anak laki-laki yang memberinya pil. Dia tersenyum tipis dan mengatakan bahwa Xiao Shuxiang bukanlah orang jahat seperti yang anak ini sangkakan.


"Saudara Xiao sangat baik, kau harus menghormatinya karena dia juga seniormu."


"Baik dari mana..? Dia memang menolongku beberapa waktu lalu, tetapi sekarang aku merasa takut pernah ditolong olehnya."


Jing Mi dan saudara-saudaranya dibawa ke salah satu bangunan untuk beristirahat.


Mereka diperlakukan dengan begitu ramah, Jing Mi sesekali bercanda dan seakan melupakan apa yang terjadi padanya.


Hanya saja, jauh di dalam hatinya----dia merasa gelisah. Bukan cuma dirinya, tetapi Hou Yong dan saudara-saudaranya yang lain juga merasa begitu.


Harusnya mereka merayakan pertemuan kembali dengan perasaan bahagia. Karena selama ini mereka berpisah begitu lama, apalagi sekarang Xiao Shuxiang telah bangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


Sekarang..


Bahkan melihat senyuman Xiao Shuxiang yang seperti biasanya tidak mereka temukan.


Jing Mi menunggu para juniornya pergi, dia kemudian melakukan rapat bersama dengan Hou Yong Zhi Shu, dan yang lainnya. Mereka membahas cara agar Xiao Shuxiang tidak marah lagi.


Jing Mi mengembuskan napas, "Kalian tahu... aku merasa yang saudara Xiao katakan tadi adalah benar. Sekuat apa pun kita, kelemahan terbesar tetaplah sebuah 'Hubungan'. Contohnya hubungan Persaudaraan kita."


!!


Hou Yong, "Saudara Jing, jangan katakan kau ingin---"


"Tentu saja tidak. Yang perlu kita lakukan adalah menjadi semakin kuat, hingga kejadian ini tidak terulang lagi."


Zhi Shu dan Hai Feng mengangguk. Mereka sudah dewasa sekarang, rintangan akan semakin sulit dan musuh-musuh baru yang lebih kuat pasti akan mereka hadapi.


Xiao Shuxiang sekarang berada di dalam bangunan tempat dirinya biasa memasak serta membuat pil.


Dia terlihat duduk sambil bermain-main dengan tiga api biru kecilnya. Sebuah ketukan pintu membuatnya menoleh.


"Siapa..?"


"Ini Kakek,"


Xiao Shuxiang berjalan dan membukakan pintu untuk Yang Shu, dia lalu mengajaknya masuk dan mempersilahkannya duduk.


"Kakek senang bisa melihatmu bangun kembali. Kau membuat Kakek khawatir," Yang Shu menceritakan betapa cemasnya dia saat mendengar cucunya tertidur panjang. "Aku meminta bantuan Patriarch Ketiga untuk membangunkanmu, hanya saja Ping Gou melarang."


"Aku minta maaf karena sudah membuat keributan," Xiao Shuxiang seperti memikirkan hal yang lain, dia tidak mau mengungkit masalah hibernasinya pada Yang Shu.


"Selama ini Kakek perhatikan... Kau meminta saudara-saudaramu mencari Lentera Phoenix, kau mau membuat apa dengan Lentera itu?" Yang Shu berkata, "Lentera Phoenix akhir-akhir ini diincar oleh kultivator Aliran Hitam. Beberapa kali terjadi pertempuran hanya karena lentera itu."


"Sebenarnya..." Xiao Shuxiang baru ingin mengatakannya, namun tiba-tiba saja dia mendengar suara yang memanggil namanya.


"Saudara Xiao? Ini aku... Feng Ying."


"Masuklah," Xiao Shuxiang menyuruh Feng Ying masuk. Ternyata saudaranya tidak datang sendiri, melainkan bersama dengan Jing Mi dan teman-temannya yang lain.


"Apa yang kalian inginkan?"


!


Zhi Shu dan Yi Wen begitu gugup. Mereka lalu mendorong Feng Ying sedikit, karena hanya saudaranya inilah yang tidak dipukuli oleh Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao, aku... Aku mengajak mereka kemari untuk meminta maaf padamu. Sekaligus bertanya... Apakah kau masih marah?"


"Hm, aku tidak pernah marah pada kalian. Kemari dan duduklah..!"


"Sa-Saudara Xiao, ka-kau yakin tidak marah?!" Yi Wen ingin memastikan kembali apa yang didengarnya barusan.


Xiao Shuxiang mengangguk, "Aku memang kesal pada Saudara Jing yang memberikan lentera Phoenix itu tanpa memikirkan risiko yang dapat terjadi. Bisa saja ... Ada kemungkinan kultivator Sekte Tengkorak Darah tidak akan melepaskanmu dan Saudara Jing. Bahkan jika Saudara Jing sudah memberikan lentera itu,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Kalian berdua bisa hidup sampai sekarang tentulah karena kultivator Aliran Hitam itu memiliki rencana lain. Dan yang paling jelas adalah, mereka mengincar Lentera Phoenix yang berhasil kalian semua kumpulkan,"


"Aku harus segera melebur lentera-lentera itu, sebelum mereka datang kemari dan membuat kekacauan di tempat ini..!"


***

__ADS_1


__ADS_2