
Sosok berjubah dan bertudung hitam itu sudah menunggu saat-saat ini, satu dari rencana yang dia susun telah tercapai. Dia memang sengaja bertingkah agar pemuda di hadapannya mengeluarkan makhluk mungil itu.
Dari sembilan Api Biru, hanya satu yang memiliki inti bagai petir ungu. Meski dia tidak bisa mengendalikan satu, namun untuk yang delapan itu sama sekali bukanlah masalah.
Xiao Shuxiang sendiri tidak mengerti maksud dari ucapan Qian Kun. Dia tidak mengetahui bahwa teman kecil yang selalu bersamanya bukanlah makhluk yang setia padanya.
Koki Alkemis itu hanya memberi tanda lewat tatapan mata, kesembilan Api Birunya melesat ke arah Qian Kun dan melakukan serangan, Xiao Shuxiang maju setelahnya.
!!
Qian Kun seperti terdesak, dia harus menahan serangan Xiao Shuxiang yang bagai sambaran petir itu dan tanpa jeda masih harus menahan serangan makhluk kecil berwujud api tersebut.
Walau wajahnya tertutup topeng rubah, namun Qian Kun belum terlihat kerepotan. Dia berwajah tenang, tetapi memang langkah dari gerakannya agak sedikit berbeda.
Qian Kun, "Kau tidak akan bisa lari dari kami, seberapa kerasnya pun kau mencoba. Takdirmu ada di tangan kami, kau tidak memiliki kesempatan untuk lari darinya."
Qian Kun menahan bilah Yīng xióng dengan telapak tangannya. Serangan Xiao Shuxiang membuat sekujur tangan serta lengannya memuncratkan asap layaknya darah merah pekat.
Tangannya kebas dan jika yang merasakan ini adalah makhluk lain, maka pasti dia akan berteriak kesakitan sebelum akhirnya tewas.
Yīng xióng menarik Qi Xiao Shuxiang bersamaan dengan pemiliknya yang juga mengeluarkan energi tersebut. Kekuatan yang begitu besar dihasilkan dan membuat Qian Kun mengambil jarak mundur.
"Takdirku ada di tanganku sendiri. Bukan ada pada kalian." Xiao Shuxiang melesat bersamaan dengan kesembilan Api Birunya tanpa tahu maksud sebenarnya dari ucapan Qian Kun.
!!
Saat mencapai suatu titik di udara, suasana di sekitar Xiao Shuxiang mendadak berubah. Biasanya dalam pertarungan yang berlangsung cepat, tanpa aba-aba teman kecilnya akan mengerti sendiri harus berbuat apa.
Namun kali ini berbeda, hanya satu dari sembilan api kecilnya yang bergerak sesuai keinginannya, sementara delapan lainnya seperti menunggu instruksi darinya.
"Pengkhianat,"
"Kau lambat menyadarinya." Qian Kun menjentikkan jari dan dengan cepat delapan Api Biru Kecil tersebut berubah menjadi rantai panjang semerah darah.
Xiao Shuxiang berusaha menghindar, namun seketika enam buah cermin berukuran sedang muncul di udara dan mengeluarkan rantai berwarna hitam pekat.
!!
Rantai semerah darah yang tadi rupanya hanya pengecoh, dia benar-benar tidak akan bisa menang melawan Qian Kun bila sosok itu sudah berubah serius.
Detik-detik saat Xiao Shuxiang terikat----dia sempat memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya dan membuat satu-satunya api miliknya menghilang. Dia tidak habis pikir Qian Kun bahkan bisa mempengaruhi teman kecilnya untuk berkhianat.
"Keterlaluan. Apa yang sudah kau lakukan pada teman kecilku? Sejak kapan mereka menjadi pengikutmu?!"
Xiao Shuxiang begitu geram, dia berusaha melepaskan rantai yang mengikatnya namun sia-sia saja. Rantai ini sepertinya memang dibuat khusus untuk menahannya.
"Sejak awal mereka bukan milikmu, kau hanya tidak menyadarinya..." Qian Kun melayang tenang dan menghampiri Xiao Shuxiang, nada suaranya setengah berbisik saat melanjutkan ucapannya.
"... Kau harusnya sangat mengerti aturan ini, 'seseorang yang mudah menjadi pengkhianat terbesar biasanya adalah orang-orang terdekatmu sendiri.'"
!
Xiao Shuxiang berusaha melepaskan rantai yang mengikatnya dengan mengalirkan Qi, namun Qi miliknya justru akan diserap dan membuat rantai ini semakin kuat.
Walau terlihat geram dengan tindakan Qian Kun dan pengkhianatan teman kecilnya, namun Xiao Shuxiang tetap mencoba menenangkan diri. Dia tidak bisa berpikir jernih jika dalam keadaan kalut.
"Sialan,"
"Tidak perlu mengumpat. Kau tahu benar bahwa meski apa pun usahamu, kau tidak akan mampu menang melawanku. Tidak perlu mencoba, jauh lebih baik kau pasrah saja dengan nasibmu dan biarkan aku yang mengambil alih mulai dari sini."
!
Sebuah Cermin Pemindah muncul di udara dan membuat Xiao Shuxiang tersentak. Dari gerak-gerik lawannya, Qian Kun pasti akan membawanya pergi dan itu memang benar.
Xiao Shuxiang ditarik untuk memasuki Cermin Pemindah. Dia merasakan dingin yang aneh saat pundaknya di sentuh oleh sosok bertopeng ini. Jujur saja, bahkan dia entah bagaimana merasa merinding.
Cermin itu pun perlahan memudar sebelum akhirnya menghilang. Xiao Shuxiang dan Qian Kun sudah tidak ada di tempat mana pun di langit yang luas ini.
Umpatan Xiao Shuxiang tadi sebenarnya adalah karena dia gagal memasuki Gelang Semesta. Dia berpikir bisa lepas dari rantai yang mengikatnya dengan cara itu, tetapi ternyata tidak. Qian Kun sungguh tahu cara membuatnya tidak berdaya.
*
*
Apa yang dilakukan Qian Kun pada Koki Alkemis itu sudah termasuk dalam penculikan. Dia membawa Xiao Shuxiang ke wilayah Aliran Hitam, tempat dengan pegunungan yang curam sekaligus lokasi di mana dia datang bersama Gong Zitao, Ge Yu Han, Gou Yun Fei dan Rou Mei Qi.
Tidak seorang pun tahu kejadian yang menimpa Xiao Shuxiang, termasuk Zhou Yan. Patriach Ketiga Sekte Pedang Langit itu sedang sibuk bertarung dan sekarang dalam keadaan terdesak.
Dia melawan lima orang mayat kultivator. Dua di antaranya berada di Grand Master Tingkat Langit, sementara lainnya memiliki praktik di tingkatan Fana dan Bumi.
__ADS_1
!!
Ini pertarungan yang menegangkan sebab jika Zhou Yan kehilangan fokus sedikit saja, maka nyawanya bisa-bisa akan melayang.
TRAANG..!
Di antara mayat kultivator, kemungkinan hanya Zui Yin Chang Ge yang seperti melambatkan tempo serangannya. Dia terlihat penasaran dengan wajah di balik cadar tebal yang dipakai lawannya ini. Perasaannya mengatakan bahwa sosok berpakaian putih tersebut tidak asing baginya.
Di sisi lain, Jian Shen terus mengumpat dan mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas didengar. Dia membuat Zhou Yan risih, bahkan Wei Lou Ye yang merupakan rekannya juga ikut merasakan hal yang sama.
Tidak ada hal baik yang dikatakan Jian Shen mengenai Xiao Shuxiang, dia bahkan memberi tahu Zhou Yan bahwa pertempuran yang berlangsung saat ini adalah karena kebodohan para kultivator yang tidak mengetahui apa pun tentang sosok yang mereka elu-elukan sebagai pahlawan itu.
Zhou Yan sendiri menimpali ucapan Jian Shen dan memberinya peringatan untuk tidak mengatakan hal buruk pada muridnya. Justru keadaan yang terjadi adalah karena keberadaan makhluk yang tidak seharusnya ada di dunia ini lagi.
TRAANG..!
Jika hanya mengandalkan teknik berpedang, Zhou Yan bisa dipastikan akan kalah. Namun dia mempunyai kemampuan lain yang tidak dimiliki oleh lawan-lawannya ini.
Zhou Yan adalah seorang Alkemis, tidak bisa dipungkiri namanya terkenal di Benua Timur bahkan sampai ke Benua Utara dan Benua Tengah. Jika saja dia memiliki pribadi yang lebih bersahabat, maka kemungkinan praktik tertinggi kultivator bukan lagi berada di Grand Master Tingkat Langit.
"Semakin lama memperhatikannya, dia benar-benar mengingatkanku dengan Yuan'Er.." Zui Yin Chang Ge ingin sekali mengutarakan apa yang ada di benaknya saat ini, tetapi rekan-rekannya terus saja menyerang tanpa henti dan lawannya pun nampak seperti tidak ingin membuang-buang waktu untuk bicara.
!!
Pertarungan itu berlangsung cukup lama, Zhou Yan mengelak dari tiga serangan kultivator dan memberikan balasan yang sama kuatnya. Ini adalah pertarungannya yang paling menguras tenaga, tetapi juga termasuk bisa membuat kemampuan teknik berpedangnya meningkat.
Dia sungguh kagum dengan bakat para mayat kultivator ini. Mereka adalah orang-orang yang kuat dan sulit dikalahkan, dia jadi penasaran bagaimana mereka bisa tewas di tangan Xiao Shuxiang.
TRAAANG..!
Jian Shen mengumpat karena lawannya sulit sekali tertebas. Buruknya, entah apa yang dilakukan lawan pria bercadar tebal ini hingga saat dia mengayunkan pedang.. penglihatannya seperti berganda.
"Sialan. Apa mungkin aroma manis ini yang membuat seranganku selalu meleset?"
Wei Lou Ye, "Kau harusnya menyadari itu sejak awal. Dia ahli dalam alkimia, dia seorang Alkemis."
!?
Jian Shen tersentak, namun sedetik berikutnya dia mengerutkan kening dan menoleh sejenak ke arah pria berpita dahi di dekatnya. "Kau tahu itu dari mana? Dia sama sekali tidak berbau herbal. Justru aroma yang kucium adalah teratai."
"Kau harusnya curiga jika seseorang memiliki aroma wangi yang terlalu pekat. Kalau bukan dia penggila wewangian atau orang yang jarang mandi, maka sudah pasti dia alkemis."
"Jujur saja, ucapanmu yang kedua itu sempat terpikirkan olehku saat pertama kali bertukar serangan dengannya.." Jian Shen berujar sebelum kembali melesat.
!!
Sulit menghindari serangan itu, namun dia ternyata bisa melakukannya walau cadar tebal yang menutupi wajahnya harus terlepas.
!!
Kelima kultivator itu tiba-tiba saja berhenti melawan dan seperti mendengar suara petir menyambar di dalam hati mereka. Zui Yin Chang Ge adalah yang begitu sangat terkejut.
"Yuan'Er.."
Firasatnya memang benar, pantas saja dia tidak asing dengan pria berpakaian putih ini dan merasa sangat akrab. Sosok tersebut adalah murid kebanggaannya, Immortal Zhou Yuan.
"Senior Zhou..?" Wei Lou Ye juga terkejut, ketenangan pada wajahnya seperti menghilang.
!?
Zhou Yan mengerutkan kening. Dia memperhatikan ekspresi lawan-lawannya yang bagai melihat sosok mayat hidup mengerikan. Dirinya juga tidak ingin menoleh ke belakang karena curiga ini merupakan tipuan mereka.
"Senior Zhou.. Apa ini benar-benar kau..?"
Pertanyaan dari salah seorang kultivator membuat Zhou Yan keheranan. Dia merasa aneh pada mereka sejak cadar yang menutupi wajahnya terlepas. Meski demikian, tidak butuh waktu lama sampai dia menyadari keadaan ini.
Zui Yin Chang Ge memanggilanya dengan sebutan 'Yuan'Er', sementara mayat kultivator lain menyebutnya 'Senior Zhou'. Itu semua dimulai saat wajahnya terlihat, jadi bisa dipastikan dia mengingatkan mereka pada seseorang.
"Yuan'Er.." Zui Yin Chang Ge memperhatikan dengan seksama, dia yakin benar bahwa pria di hadapannya adalah murid kebanggaannya. Namun bagaimana bisa muridnya berubah sedrastis ini?
Dalam ingatannya, Zhou Yuan mewarisi warna rambut ibunya yang berasal dari klan 'Ling'. Muridnya itu juga diberkahi langit dengan mata yang luar biasa indah, mata yang mampu melihat masa lalu dan masa depan seseorang. Mata yang selalu Zhou Yuan tutup dengan kain putih karena merasa kelebihan yang ada pada dirinya telah menentang langit.
"Yuan'Er.. Apa mungkin dia juga mengalami reinkarnasi..?" suara Zui Yin Chang Ge pelan, namun masih didengar oleh Jian Shen dan mendapat dengusan aneh dari pria berpakaian hitam itu.
"Hh, sekarang aku mengerti. Zhou Yuan dan Xiao Shuxiang sudah merencanakan ini sejak awal."
?!
Ucapan Jian Shen mengejutkan, sekaligus membuat Wei Luo Ye dan yang lainnya merasa heran. Mereka bertanya maksud dari ucapan kultivator Aliran Hitam itu.
__ADS_1
Dengan suara yang keras dan ketus, Jian Shen menunjuk Alkemis Zhou Yan sambil menuduhnya sebagai tangan kanan Xiao Shuxiang karena bisa reinkarnasi seperti Sang Bintang Penghancur tersebut.
Tuduhan ini dibuktikan dengan fakta wajah yang dilihatnya serta kenyataan bahwa Immortal Zhou Yuan tidak dibangkitkan dengan Teknik Terlarang.
"... Selama ini rupaya kau berpura-pura! Pertarunganmu dengan Xiao Shuxiang di masa lalu hanyalah sandiwara, kalian sudah merencanakan ini semua. Kalian membuat banyak kultivator tingkat Grand Master tewas agar hanya kalian berdualah yang berada di atas..! Kau dan Xiao Shuxiang telah menipu semuanya!"
"Jian Shen, apa maksud ucapanmu?" Wei Lou Ye mengingatkan agar pria di dekatnya bisa melihat lawan mereka dengan baik. Sosok itu hanya mempunyai wajah yang sama dengan Immortal Zhou Yuan, bukan berarti sosok tersebut benar-benar Zhou Yuan.
Zui Yin Chang Ge juga berpikir demikian. Dia baru ingat bahwa dahulu murid kebanggaannya pernah menikah dan istri dari muridnya itu sedang hamil besar kala perang antara kultivator ketiga Aliran dengan Xiao Shuxiang pecah.
Perasaannya berkata bahwa ada kemungkinan pria dihadapannya ini adalah putra dari muridnya. Zui Yin Chang Ge tanpa ragu bertanya, "Katakanlah. Apa kau adalah putra dari Immortal Zhou Yuan?"
Zhou Yan membenarkan, "Benar. Dia ayahku. Dia kultivator yang begitu dihormati oleh Xiao Shuxiang namun tewas di tangan pemuda itu. Aku juga tahu identitas Xiao Shuxiang yang merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur."
!?
"Jika kau tahu dia reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, lalu mengapa kau menghalangi kami? Bukankah dia membunuh ayahmu?!" seorang kultivator sepuh berseru, ucapannya di setujui oleh kultivator wanita dan Jian Shen sendiri.
Zhou Yan, "Apa Beliau akan kembali andai aku membalaskan dendamnya? Apa Beliau akan hidup jika aku membunuh Shuxiang?"
Pertanyaan dari Zhou Yan membuat mereka yang mendengarnya tersentak, sekaligus terdiam. Dia pun melanjutkan ucapannya sambil mengalirkan Qi pada pedang pusaka di tangannya.
"Seperti apa pun sifat Xiao Shuxiang dan sekelam apa pun hubungannya dengan ayahku, itu semua adalah masa lalu..." Zhou Yan mengangkat pedangnya dan mengusap bilahnya yang kini terselimuti dengan Api Phoenix.
"... Ada yang bilang kewajiban seorang anak adalah membalaskan dendam ayahnya, tapi aku tidak berpikir demikian. Aku sangat yakin ayahku, Zhou Yuan----lebih mendukung tindakanku ini daripada membalas dendam. Kenyataan ayahku tidak ikut dibangkitkan dengan Teknik Terlarang seperti kalian sekarang membuktikan bahwa Beliau sama sekali tidak membenci Xiao Shuxiang."
"Itu mustahil..! Zhou Yuan juga pasti dibangkitkan, dia hanya berada di lokasi yang berbeda dengan kami." Jian Shen membantah, dia lanjut mengatakan. "Tidak peduli yang ada di hadapanku merupakan anak dari Immortal Zhou Yuan sekali pun, niatanku tidak akan berubah."
Zhou Yan, "Aku juga tidak mau menaruh simpati meski berhadapan dengan orang-orang yang mengenal ayahku termasuk bila lawanku adalah guru dari ayahku sendiri."
!!
Bersamaan dengan suara petir yang menyambar, Jian Shen dan Zhou Yan sama-sama melesat. Pedang mereka kembali berbenturan dan pertarungan panjang berlanjut kembali.
BLAAAR..!!
Suara petir yang mereka dengar berasal dari pertarungan sengit Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila. Entah bagaimana, tetapi kedua kultivator itu saling menyerang dengan niatan ingin membunuh satu sama lain.
Bocah Pengemis Gila berusaha menyadarkan gadis cantik itu, "Sadarlah Yi Wen!"
Yi Wen dengan tenangnya berkata, "Aku sama sekali tidak berada dalam pengaruh siapa pun."
TRAANG..!
Tongkat bambu Bocah Pengemis Gila berbenturan keras dengan pedang milik Yi Wen. Mereka terus bertukar serangan tanpa peduli dampak dari hasil pertarungan mereka.
Selain di Benua Timur, kekacauan yang sama juga terjadi di Benua Tengah. Para kultivator dan pendekar ini benar-benar telah dipermainkan oleh Scarlet Darah.
Yang Shu sendiri tengah berada di Benua Utara dan tidak mengetahui apa-apa tentang kekacauan ini. Sama seperti dirinya, Xiao Qing Yan dan Ling Ya Bing pun tidak mengetahuinya.
Jangankan berita tentang kekacauan pada dua benua itu, mereka bahkan tidak tahu bahwa saat ini Xiao Shuxiang tengah berada di situasi yang sulit bahkan membuatnya tidak berdaya.
Dia dibawa ke markas Qian Kun, kedua tangannya terlentang dan diikat dengan rantai yang rupanya terbuat dari bebatuan keras di Dunia The Fallen Angel.
Xiao Shuxiang ingat dahulu pernah diikat dengan rantai semacam ini di dunia tersebut, hanya saja ingatannya tentang hal itu tidak terlalu jelas. Yang dia ketahui adalah rantai ini hanya dapat dilepaskan oleh orang yang mengikatnya, dalam artian kata... Kecuali Qian Kun, maka tidak ada yang bisa memutuskan rantai hitam ini.
"Kau sebenarnya menginginkan apa dariku? Jika kau ingin membunuhku, maka tinggal bunuh saja. Untuk apa repot-repot mengikatku seperti tawanan di sini? Apa kau lupa berurusan dengan siapa?! Memberi kesempatan Xiao Shuxiang hidup tidak akan baik bagimu."
Bukannya meminta dilepaskan, Xiao Shuxiang justru mendesak Qian Kun untuk membunuhnya. Dia mendapat tatapan dari sosok bertopeng rubah itu.
"Kau pikir aku tidak ingin membunuhmu? Justru kulakukan ini agar aku bisa membunuhmu lebih capat daripada menunggu hingga usiamu 39 Tahun. Kau bisa saja mengulang kejadian yang sama dan membuatku harus repot lagi."
"Tsk, nada bicaramu terlalu dingin bahkan pada putramu sendiri. Apa kau tidak pernah menaruh simpati bahkan hanya sedikit padaku? Apa kau tidak lelah terus mengikutiku selama beberapa kehidupan? Apa yang kulakukan selama ini adalah agar aku tidak dimanfaatkan oleh kalian lagi. Kau sama sepertiku, kau juga hanya diperalat."
Qian Kun menyentuh topeng rubahnya dan menurunkannya sedikit. Dia membuat Xiao Shuxiang melihat kedalaman matanya yang berwarna merah terang. Dirinya pun lantas mendengus.
"Diperalat? Bukan aku, tapi hanya kau. Biar kupermudah ini untukmu, Shuxiang. Keluarkan Yīng xióng dan Pedang Kaisar Langit, maka semuanya akan selesai. Hentikan sikapmu ini dan bergabung denganku untuk menguasai keempat dunia."
Xiao Shuxiang mendengus, "Aku tidak akan pernah menyerahkan Yīng xióng, apalagi mengeluarkan Pedang Kaisar Langit hanya karena disuruh olehmu. Kali ini .... Apa pun yang menjadi milikku, kalian tidak akan bisa mengambilnya lagi."
"........." Qian Kun terdiam sejenak sebelum mengeluarkan suara dengusan yang terkesan meledek. Dia mengatakan, "Xiao Shuxiang. Kau tidak seharusnya bicara seperti itu dengan kondisimu yang tidak berdaya ini."
Qian Kun berkata, "Biar kuberi tahu padamu. Sekarang ini apa yang harusnya menjadi milikmu, mungkin sudah dirampas dan telah dimiliki orang lain. Tujuanmu dalam pernikahan ini .... Kau pikir aku tidak mengetahuinya?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, nada suaranya pun meninggi. "Apa yang kau lakukan pada Kucing Putih?!"
"Bukan aku, tapi orang lain. Dia begitu menyukai Kucing Putihmu dan sangat membencimu. Aku hanya memberikan sedikit bantuan padanya, apa kau tidak terima?"
__ADS_1
Qian Kun bisa melihat tatapan mata Xiao Shuxiang yang seperti menumpuk emosi di dalamnya. Dia memang menyukai hal ini. Semakin pemuda di hadapannya bersikap demikian, maka akan semakin mudah membuatnya kehilangan kendali.
***