XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
243 - Ling Qing Zhu II


__ADS_3

".. Adikmu itu.. Jangan bilang pamannya adalah-"


"Kau benar,"


Xiao Shuxiang menghembuskan napas, dia memberitahu Ling Lang Tian bahwa tradisi semacam itu harusnya dihilangkan. Bukankah ini tidak baik untuk para kaum perempuan di keluarga 'Ling'?


".. Adikmu itu pasti mempunyai orang yang dia sukai. Kau sebagai Kakaknya bukankah lebih tahu tentang Si Kucing Putih?"


"Hmph. Itu Aturan Mutlak, jika tidak mau menikahinya, maka kau harus mati di tangan orang lain.."


Ling Lang Tian dengan wajah tenang dan suara yang terdengar dingin miliknya mengatakan bahwa Xiao Shuxiang memang kuat, tetapi pemuda di depannya ini harus tahu bahwa dunia itu luas.


Di Benua Tengah, orang sekuat Xiao Shuxiang dan Alkemis Zhou Yan sangat mudah ditemui.


Ling Lang Tian mungkin tidak tahu. Bahwa sekuat apapun manusia dia Benua Tengah, mereka belum pernah pergi ke Dunia Demon dan Dunia Elf seperti yang Xiao Shuxiang lakukan.


Sang Bintang Penghancur ini sebenarnya bisa saja mengabaikan tentang tradisi kuno klan 'Ling'. Namun, akan jadi masalah bila Ling Lang Tian nekat membawanya pergi dari Benua Timur dan menikahkan dirinya dengan Ling Qing Zhu.


".. Dengar, adikmu tidak akan bahagia bersamaku. Dan kau tahu, masih banyak yang harus kulakukan,"


"Apa aku menyuruhmu menikahinya sekarang? Tidak semudah itu, kau jelas harus melalui banyak ujian. Tapi bukankah kau memiliki pekerjaan yang lain?"


Ling Lang Tian mengatakan bahwa Xiao Shuxiang harus menyelesaikan misinya terlebih dahulu, baru setelah itu membahas tentang masalahnya dengan Ling Qing Zhu.


?!


Xiao Shuxiang sekarang mengerti, Ling Lang Tian ternyata pemuda yang baik. Dia hanya bersikap dingin dan tegas di luar, tetapi sebenarnya dia pemuda yang perhatian. Bukan hanya pada Si Kucing Putih, tetapi padanya juga.


".. Apa ini juga alasanmu untuk menunda pergi ke Benua Tengah?"


"Jika aku pergi, laporan tentang kematian pamanku akan sampai pada mereka. Dan kau bisa pikirkan sendiri apa yang terjadi selanjutnya,"


Xiao Shuxiang mengangguk, dia tahu klan 'Ling' dihuni oleh orang-orang yang merepotkan.


Dirinya memang tidak tahu sekuat apa klan 'Ling' sekarang, dan meski Xiao Shuxiang dapat menghadapi mereka, namun dia telah menetapkan akan menjalani kehidupan ini dengan lebih baik.


"Sekarang aku tahu apa yang harus kulakukan. Pembahasan dengan aturan aneh klanmu akan kutunda terlebih dahulu,"


"Terserah kau. Tapi sebaiknya kau harus tahu satu hal. Mulai sekarang kau adalah 'Wali Pelindung' adikku, banyak orang yang akan mengincar nyawamu mulai sekarang,"


Ling Lang Tian tidak ingin mengatakan banyak hal, Xiao Shuxiang akan tahu dengan sendirinya nanti. Dia berkata akan melanjutkan pekerjaannya, jadi sebaiknya Xiao Shuxiang pergi bila tidak berniat membantu.


"Baiklah, aku memang tidak mau membantumu. Jauh lebih baik bagiku menghabiskan waktu dengan teman terbaikku, ayo Lan'Er.."


Ling Lang Tian mendengus saat melihat Xiao Shuxiang merangkul Lan Guan Zhi dan mengajaknya pergi. Dia merasa harus membakar banyak dupa dan berdoa agar adiknya tidak sampai menikah dengan pemuda yang aneh seperti Xiao Shuxiang.

__ADS_1


"Lepaskan aku,"


"Kawan, apa kau kesal? Sejak tadi kau hanya mendengarkanku dan kakak dari Si Kucing Putih bicara. Apa kau cemburu, hm? Bagaimana jika kita kawin lari?"


Lan Guan Zhi menyentil dahi temannya. Dia masih pria yang normal, ditawari sepuluh orang Xiao Shuxiang pun tidak akan membuat dirinya berada di jalan yang menyimpang.


"Kau memalukan,"


"Aku kan hanya mengusulkan saja, tidak memaksamu untuk kawin lari denganku. Tapi Lan'Er, apa cara bercandaku itu sedikit kelewatan? Kita benar-benar seperti pasangan terlarang.."


"Kenapa baru sadar sekarang?"


Lan Guan Zhi menghembuskan napas pelan, dia meminta Xiao Shuxiang untuk melepaskan rangkulannya. Sungguh tidak terduga, temannya ternyata baru sadar bahwa selama ini candaannya sudah sangat kelewatan.


Di tempat lain, tepatnya di bagian tenda khusus yang disediakan untuk para juru masak, nampak Ling Qing Zhu sedang membantu membersihkan ikan.


Dirinya bersama-sama dengan Yi Wen, Zhi Shu, dan beberapa gadis dari sekte yang lain.


Kemampuan Ling Qing Zhu dalam mengolah bahan masakan sudah mulai terlihat, caranya mengiris daging ayam serta ikan mirip dengan yang diajarkan oleh Xiao Shuxiang.


Hanya saja, pengetahuannya terhadap rempah masih terlalu tumpul. Tidak mau mengacaukan masakan yang sudah susah payah dibuat, akhirnya urusan memasukkan rempah-rempah diberikan pada yang ahli.


Makanan ini dikhususkan oleh para manusia biasa dan pendekar yang tak mampu memakai Qi sebagai pengganti energi tubuh.


Anak-anak kecil yang selamat juga tidak tinggal diam, mereka membentuk kelompok kecil dan pergi ke beberapa reruntuhan bangunan untuk mencari benda yang masih bisa diselamatkan.


Sebenarnya ada masalah terkait bahan-bahan masakan mereka. Walau hari ini bisa dibilang makanan tersebut dapat mengisi perut para manusia biasa dan pendekar, namun mereka khawatir tidak bisa melakukan hal yang sama besok.


Untuk Demonic Beast sendiri.. Bisa dibilang mereka memiliki banyak makanan. Ada banyak hewan ternak yang mati serta kaum mereka sendiri, itu sudah cukup untuk mengisi perut mereka sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sekarang berada di tempat makanan di sajikan. Keduanya jelas tahu kesusahan yang nantinya akan mereka hadapi.


Lan Guan Zhi memeriksa bahan masakan yang tersisa, sementara Xiao Shuxiang sedikit membantu memasak. Dia sudah lama tidak melakukan ini, keahlian memasaknya harus terus diasah agar semakin baik.


Kehadiran Xiao Shuxiang jelas membuat perubahan yang berarti. Masakannya sangat lezat dan juga memiliki khasiat menyingkirkan perasaan lelah, itu bahkan dapat terasa dari aromanya saja.


..


Yi Wen dan Zhi Shu senang saudaranya telah bangun. Keduanya malah berebut untuk menjadi asisten memasak Xiao Shuxiang, walau pada akhirnya Ling Qing Zhu yang dipilih.


Adik dari Ling Lang Tian itu dapat menyamai kecepatan Xiao Shuxiang dalam memotong-motong sayur.


Kerja sama keduanya membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum. Yi Wen dan Zhi Shu entah mengapa seperti mendapat saingan baru.


"Kau sepertinya sudah mulai hebat,"

__ADS_1


"Mn,"


Ling Qing Zhu mengangguk, dia memang sudah banyak belajar. Tidak hanya pada Xiao Shuxiang, tetapi pada Nenek Nian dan perempuan-perempuan yang ada di sini.


Xiao Shuxiang merasa tidak percaya, dia lalu mengambil wortel dan lobak. Tangan kanannya memegang wortel, sementara tangan kirinya memegang lobak.


"Di antara kedua sayuran ini, mana yang wortel?"


Ujian, tetapi Ling Qing Zhu sudah berusaha mengingatnya. Dia lalu mengatakan sayuran di tangan kanan Xiao Shuxiang adalah wortel.


"Bagus, sekarang tutup matamu,"


!!


Xiao Shuxiang mengetuk pelan kepala Ling Qing Zhu dengan lobak saat gadis ini malah melotot ketika diminta untuk menutup mata.


"Ayo cepat tutup matamu,"


Ling Qing Zhu menurut. Jika dia berhasil menebak yang selanjutnya, pemuda di depannya ini tidak akan menyebutnya payah dan Kucing Putih Lagi.


Xiao Shuxiang mengeluarkan wortel perak dari dalam Cincin Spasialnya dan kemudian meminta Ling Qing Zhu membuka mata.


"Apa nama sayuran ini?"


"Lobak."


Ling Qing Zhu menjawab mantap, dia mendapat ketukan lobak di dahi oleh Xiao Shuxiang. Pemuda di depannya menjelaskan bahwa di tangannya adalah wortel.


".. Kau masih perlu belajar lagi. Apa kau tahu nama sayuran ini?"


"Sayur.. daun hijau"


Xiao Shuxiang berkedip beberap kali, dia tidak percaya Ling Qing Zhu akan memberikan jawaban semenggelikan itu. Dia mengatakan bahwa sayur di tangannya adalah sawi.


".. Tsk tsk, bahaya.. Kau bisa membuatku makan rumput suatu hari nanti. Belajar lagi,"


Xiao Shuxiang kembali memotong-motong sayuran. Apa yang dilakukannya pada Ling Qing Zhu tadi menjadi hiburan bagi para kaum wanita yang melihat mereka.


Yi Wen dan Zhi Shu sendiri baru tahu bahwa kemampuan Ling Qing Zhu dalam mengingat bumbu dapur serta nama sayuran berada di angka satu.


Xiao Shuxiang sambil melakukan pekerjaannya, dia juga memikirkan tentang bagaimana cara mengisi bahan makanan agar kembali penuh.


Gelang Semestanya hanya memiliki tanaman herbal saja, dan dirinya tidak mau mengolah tanaman tersebut untuk orang-orang ini. Bantuan yang dia berikan sudah terlalu banyak, lagipula tanaman herbalnya sangatlah berharga.


".. Sepertinya aku harus ke tempat paman,"

__ADS_1


***


__ADS_2