XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
355 - Pilar Yang Baru


__ADS_3

Bukan hanya Xiao Shuxiang yang memiliki rahasia, tetapi juga Bocah Pengemis Gila. Pemuda tersebut telah lama hidup, dia bahkan lupa berapa usianya sekarang.


Hal yang paling mengejutkan tentang Bocah Pengemis Gila adalah bahwa dirinya dilahirkan saat kelima benua masih menyatu, dan daratan hampir lebih mendominasi daripada lautan. Dia memang merupakan manusia serta pendekar paling tua yang pernah ada.


Perjalanan hidup Bocah Pengemis Gila terkesan jauh lebih sulit dari manusia pada umumnya, namun karena usahanya yang pantang menyerah itu.. Dia berhasil menjadi sosok yang melegenda.


Banyak lukisan dan buku-buku yang sebenarnya membahas mengenai dirinya, namun semua itu segera disingkirkan oleh Bocah Pengemis Gila. Tidak tanggung, setiap 30 Tahun sekali dia akan memalsukan kematiannya sendiri.


Perjalanan yang begitu panjang, Bocah Pengemis Gila telah menyaksikan bagaimana manusia hidup dan mati, generasi lama digantikan dengan generasi berikutnya, perang serta setiap fenomena dalam kehidupan manusia, dia ada dan menjadi saksi hidup dari itu semua.


Meski kadang memalsukan kematiannya, namun wajah Bocah Pengemis Gila tentu tidak mudah dilupakan, apalagi bagi orang-orang terdekatnya. Sayang, setiap manusia memiliki kematian yang telah ditetapkan. Mereka satu demi satu mengalaminya, meninggalkan Bocah Pengemis Gila sendirian.


Berumur panjang sebenarnya merupakan kelebihan dari menjadi Pilar Dunia. Mereka tidak akan bisa mati sebelum mewariskan seluruh kemampuan yang mereka miliki dan pewaris tersebut mampu mengembangkannya hingga langit menunjuknya sebagai Pilar Dunia yang baru.


Di antara kelima pilar, hanya Bocah Pengemis Gila yang posisinya sebagai pilar tidak pernah terganti. Dahulu dia sempat memilih seorang pemuda sebagai pewarisnya, tetapi setelah diuji beberapa kali.. Orang tersebut tidak mampu memenuhi harapannya.


Sulit memang mencari orang yang bisa menguasai Enam Unsur Tenaga Dalam, apalagi dapat meningkatkannya. Bahkan sampai detik ini pun, Bocah Pengemis Gila belum menemukan pewarisnya.


".. Dan sekarang, aku malah dihadapkan dengan masalah ini," Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas pelan dan lalu memperhatikan wajah Xiao Shuxiang dengan teliti sebelum akhirnya mengarahkan pandangan pada ketiga juniornya.


".. Alasan aku mengumpulkan kalian di sini adalah untuk memastikan sesuatu. Apa anak ini benar-benar akan kalian jadikan sebagai pewaris? Kalian sudah mendengar kebenaran tentang dirinya, jadi bagaimana sekarang..?"


!


Xiao Shuxiang tersentak mendengar pertanyaan dari Bocah Pengemis Gila, dia sudah cukup tahu bahwa keempat orang di depannya merupakan bagian dari Lima Pilar Dunia.


Tidak perlu ada yang ditanyakan lagi atau berpura-pura polos, Xiao Shuxiang sudah tahu situasinya sekarang. Dia bisa menyimpulkan sendiri bahwa secara tidak sadar.. Dirinya telah menjadi pewaris dari Tiga Pilar Dunia sekaligus.


Xiao Shuxiang menghirup napas dalam dan mulai menggelembungkan pipinya. "Aku terlalu cerdas untuk berpura-pura lugu. Kenapa ini harus terjadi..? Keberuntungan semacam ini harusnya datang pada orang baik, bukan orang sepertiku.. Haiih.."


Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia mendengarkan setiap jawaban tiga tua bangka yang duduk di sampingnya ini.


Duan De yang paling dulu menjawab pertanyaan Bocah Pengemis Gila. Dia sudah memilih Xiao Shuxiang sebagai muridnya dan itu tidak akan dirinya tarik meski tahu identitas pemuda ini yang sebenarnya.


".. Bocah Nakal ini tidak lagi sama seperti yang dulu. Dia memiliki keinginan kuat untuk berubah, itu saja sudah cukup bagiku memilihnya sebagai pewaris,"


!


"Kakek.." Xiao Shuxiang berkedip, tidak menyangka Duan De akan berkata demikian.


Sebelum meninggalkan Benua Timur dahulu.. Dirinya memang pernah membuat pengakuan bahwa baginya, Duan De adalah guru.


Namun saat dia mengungkap identitasnya.. Xiao Shuxiang sudah tidak yakin akan dianggap murid oleh Kakek Janggut Panjang ini. Tetapi siapa sangka, Tua Bangka tersebut masih mau menerimanya.


Samar-samar sebuah senyuman terlukis di wajah Xiao Shuxiang, dia merasakan hatinya kembali terjatuh. Ini sangat menyenangkan,


Tidak seperti Duan De yang hanya memilih Xiao Shuxiang seorang.. Penatua Da Lin dan Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan masing-masing memilih dua orang sebagai pewaris mereka.


Penatua Da Lin memberikan segel pengunci iblis pada keturunannya, dan mewariskan sebagian besar kitab jurus, barang berharga, serta Seruling Giok Putih pada Xiao Shuxiang.


Saat pemuda di depannya meningkatkan pusaka One Ring dahulu.. Pengetahuan tentang segel pengunci iblis masuk dengan tiba-tiba ke dalam ingatan Xiao Shuxiang. Jadi memang secara tidak langsung, Koki Alkemis tersebut menjadi pewaris segel Penatua Da Lin.


Untuk Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan--Dia memiliki seorang murid di Benua Utara yang ahli dalam Teknik Pernapasan Api, berbeda dengan Xiao Shuxiang yang lebih ahli menggunakan Teknik Pernapasan Air.


Murid Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan tersebut adalah Yuuichi, seorang samurai yang wajahnya cukup mirip dengan Xiao Shuxiang namun memiliki pribadi yang sama seperti Lan Guan Zhi.


Mendengarnya jelas membuat Xiao Shuxiang tidak menyangka ini, teman baru yang dirinya temui saat perjalanannya di Benua Utara dahulu rupanya adalah pewaris salah satu Teknik Pernapasan dalam Kitab Pernapasan Langit dan Bumi yang ditulis Kakek Buta ini.


Walau Penatua Da Lin dan Akatsuki memiliki dua orang pewaris, itu sama sekali tidak menghilangkan status Xiao Shuxiang sebagai pewaris dari Tiga Pilar Dunia, apalagi membuat sedikit bebannya terangkat.


Penatua Da Lin, ".. Senior, sama seperti Duan De. Aku juga tidak mempermasalahkan identitas anak ini. Bagiku, dia adalah manusia.."


"Senior, aku juga sependapat. Awal pertama kali bertemu dengannya, aku mulai merasakan dia berbeda dari orang-orang yang pernah kutemui. Saat itu aku yakin anak ini akan membawa banyak perubahan, dan keyakinanku masih bertahan sampai sekarang,"


Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan dan Penatua Da Li nampak tersenyum saat mengeluarkan ucapan tadi, mereka seperti begitu percaya pada kata hati sendiri, karenanya mereka tetap memilih Xiao Shuxiang.


"Mendengar kalian bertiga tidak menolaknya, maka aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau begitu mulai sekarang-"


"Tunggu," Xiao Shuxiang memotong ucapan Bocah Pengemis Gila, ".. Kalian sepertinya lupa, aku memiliki takdir untuk menghancurkan semuanya. Apa jadinya bila seorang Pilar Dunia yang mempunyai tugas melindungi malah menjadi pelaku dari kehancuran? Aku.. Kurasa kalian harus mencari orang lain,"


Bocah Pengemis Gila mendengus sambil tersenyum tipis, dia berkata bahwa hanya takdir kematian yang sudah ditetapkan. Di luar daripada itu.. Semuanya tidak bisa dipastikan.


".. Kalau kau bersungguh-sungguh ingin berubah, maka kekhawatiranmu tentang kau yang membuat kekacauan akan menghilang. Yang perlu kau lakukan hanyalah membuka hatimu dan biarkan orang lain masuk lalu mengisinya,"


Bocah Pengemis Gila menjelaskan bahwa Xiao Shuxiang selama ini hanyalah orang yang kesepian. Sosok yang tidak punya teman dan tidak memiliki pemandu.


".. Kau seperti hidup tanpa arah, terlalu bebas hingga sulit terkendali. Penyakit haus darahmu merupakan bukti betapa tidak terarahnya hidupmu,"


Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila, dia nampak mendengarkan penjelasan pemuda tersebut yang jujur saja merasa benar di pendengarannya.


"Lalu bagaimana denganmu? Hidup selama itu.. Bukankah kau juga merasa kesepian?"


"Mm, benar. Aku juga merasakannya.." Bocah Pengemis Gila tidak menyangkal pertanyaan Xiao Shuxiang, ".. Tapi aku punya cara tersendiri mengatasinya,"

__ADS_1


!


Melihat Bocah Pengemis Gila tersenyum aneh membuat Xiao Shuxiang bergidik. Sepertinya sekarang dia tahu mengapa pemuda di depannya ini suka melakukan 'itu' dengan pemuda lain.


"Kau menjijikkan. Kenapa kau tidak berhubungan dengan gadis saja? Wajah tampan dan tubuhmu sangat bagus, aku yakin sekali kau termasuk dalam jajaran pemuda impian.. Ck ck ck, kau menyia-nyiakan hidupmu,"


"Huh, ada beberapa alasan mengapa aku lebih suka laki-laki. Pertama, aku tidak suka perempuan karena mereka berisik, mereka merepotkan, terlalu mengekang, mudah cemburu, pemarah, tidak sabaran, pemaksa, dan sangat menyebalkan."


Xiao Shuxiang, "Pada intinya kau memang tidak suka perempuan, iya kan?"


"Benar sekali. Laki-laki jauh lebih baik. Tapi sekarang ini aku sedang mengincar Lan'Er Gege.. Dia punya tubuh berotot dan sangat-"


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba menggebrak meja giok di depannya. Pemuda tersebut memberinya tatapan mata tidak suka.


"Katakan jika kau mau mati di sini sekarang juga. Aku akan dengan senang hati mengabulkannya.."


Xiao Shuxiang paling tidak bisa jika Lan Guan Zhi, teman terbaiknya menjadi target dari pemuda semesum Bocah Pengemis Gila. Bagaimana pun caranya, dia harus tetap menjaga Lan Guan Zhi dan mengawasi pemuda menyebalkan ini.


"Tenanglah.. Aku tidak akan melakukan apa pun pada Lan'Er Gege. Tapi tidak janji. Sekarang lebih baik kau serius mendengarkanku,"


Bocah Pengemis Gila menjelaskan tentang Alam Para Dewa yang telah dia selidiki selama ini. Cukup mengejutkan sebab informasi yang didapatkannya mengarah pada satu hal.


Pendekar dan Kultivator yang telah mencapai tingkatan tertentu serta berhasil dalam pengendalian dirinya akan diangkat ke Alam Para Dewa, namun tidak bisa tinggal di Dunia manusia lagi.


".. Di masa lalu, memang ada kultivator dari Alam Para Dewa yang datang kemari untuk mengegel Sembilan Gerbang Dunia, setelahnya mereka tidak pernah menginjakkan kaki lagi di tempat ini.." Bocah Pengemis Gila lalu mengutarakan apa yang selama ini mengganggu pikirannya.


".. Aku selalu merasa bahwa Alam Para Dewa sudah diambil alih oleh makhluk-makhluk di duniamu, karenanya mereka jadi leluasa mempermainkan manusia menjadi layaknya hewan ternak,"


Bocah Pengemis Gila sebenarnya sulit menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi. Namun iblis yang tertidur di Benua Selatan dan kehadiran Xiao Shuxiang menjadi bukti bahwa makhluk dari Dunia The Fallen Angel sudah lama datang ke Dunia ini.


".. Aku pernah memiliki seorang teman yang berhasil terangkat ke Alam Para Dewa. Mulanya dia rutin datang ke Dunia Manusia untuk menemuiku. Kami membahas banyak hal termasuk tentang kehidupan di dunia lain. Dia berjanji akan datang lagi, namun itu rupanya adalah pertemuan terakhirku dengannya,"


Bocah Pengemis Gila menerangkan bahwa temannya tersebut bukanlah sosok orang yang suka ingkar janji. Mengetahui bahwa temannya tidak pernah datang menjenguknya tentu membuat dia merasa curiga.


".. Terakhir kali dia datang adalah saat membantu menyegel Sembilan Gerbang Dunia di masa lalu. Tetapi aku merasa iblis sudah lebih dulu ada,"


Bukan tanpa alasan Bocah Pengemis Gila berkata demikian, ini dikarenakan dia telah melihat manusia yang mempunyai wajah dan aroma yang sama dalam enam waktu berbeda.


Orang yang dimaksud olehnya tidak lain adalah Xiao Shuxiang, dan untuk membuat dirinya semakin yakin.. Dia meminta pemuda di depannya ini mengulurkan tangan.


"Hm? Kau mau apa dengan tanganku?" Xiao Shuxiang sama sekali tidak menolak, dia mengulurkan tangan kanannya meskipun merasa keheranan.


!


Bocah Pengemis Gila memegang tangan Xiao Shuxiang dan mengusap telapak tangan pemuda tersebut. Hanya dengan menggunakan ibu jari--dia menggores telapak tangan Xiao Shuxiang sampai berdarah.


Dibandingkan dengan merintih sakit.. Xiao Shuxiang lebih kepada terkejut dengan apa yang dilakukan Bocah Pengemis Gila padanya. Namun penjelasan pemuda homo ini selanjutnya membuat dirinya tidak berniat protes.


"Kau memiliki darah yang sangat langka, darah yang tidak pernah ternodai dengan kebohongan. Kau menjaga sifatmu ini selama lebih dari sepuluh kehidupan, jelas darahmu sangat langka dan bahkan lebih murni daripada kaum Elf,"


"I-itu.."


"Kau mau tahu apa yang kupikirkan tentangmu? Bagiku, kau seperti malaikat yang terbungkus kulit iblis. Kau bisa bertindak sangat kejam, tetapi dapat juga bersikap baik. Anehnya, apa pun sifat yang kau tunjukkan tidak pernah mengurangi kesucian dan kemurnian darahmu..


!!


Xiao Shuxiang terkejut mendengar penuturan Bocah Pengemis Gila. Walau samar, tetapi ujung telinganya nampak memerah. Dia baru ingin membanggakan diri, namun Bocah Pengemis Gila langsung memberinya peringatan untuk selalu berhati-hati.


Duan De, "Darah Sang Bintang.. Dulu aku sempat diculik dan dipaksa membuat pedang dengan memakai tulang, daging, dan darah manusia. Tetapi jika Senior mengatakan anak ini punya darah yang istimewa.. Maka dia pasti bisa menjadi bahan pembuatan pedang yang hebat,"


!!


"Kakek Janggut Panjang, jadi sekarang kau mau mengincarku? Kemari dan jadikan aku bahan pembuatan pedang jika kau bisa," Xiao Shuxiang mengancam akan memotong janggut Duan De bila tua bangka tersebut benar-benar mengincar dirinya.


Xiao Shuxiang menatap luka di telapak tangannya yang perlahan mulai menutup, dia menarik napas sejenak sebelum kembali bicara, kali ini raut wajahnya nampak serius.


"Aku yang paling tahu besarnya bahaya yang mengincarku. Namun saat ini yang harus kulakukan adalah mempersiapkan diri dengan baik sampai mereka bosan bersembunyi dan memperlihatkan rupa asli mereka tepat di depanku,"


Xiao Shuxiang sangat mengerti dia diincar oleh orang yang tidak biasa dan tak menutup kemungkinan orang itu mengetahui identitas aslinya.


Dia sebenarnya belum tahu rencana musuhnya tersebut, namun perasaannya mengatakan apa yang sedang atau akan diperbuat musuhnya nanti.. Mengancam keselamatan banyak orang.


Bocah Pengemis Gila sendiri hanya ingin tahu identitas Xiao Shuxiang dan apa yang diinginkan pemuda ini. Semua pertanyaannya terjawab oleh keterangan Xiao Shuxiang yang mengatakan dirinya ingin menjalani kehidupan dengan baik.


Sekarang tidak ada lagi yang diragukan oleh Bocah Pengemis Gila, dia yakin hanya pemuda ini yang mampu membantunya mengatasi ancaman Dunia Manusia.


Xiao Shuxiang diciptakan dari Dunia The Fallen Angel, tetapi dia sama sekali tidak mau menjadi bagian dari makhluk-makhluk itu.


Sudah cukup kehidupannya dipermainkan, sekarang dia memiliki kesempatan untuk melawan dan membebaskan diri dari takdirnya--tentu dia akan memilih jalan yang terbaik.


*

__ADS_1


*


*


Cukup lama Xiao Shuxiang berada di Alam Nirwana buatan Bocah Pengemis Gila. Saat kembali, hari sudah sangat larut.


Dia rupanya telah berada di alam itu hampir tiga hari, kondisi ini membuatnya terus merutuki Bocah Pengemis Gila sepanjang jalan.


".. Lan Zhi pasti sedang mencariku, dan ini semua adalah karena ulahmu. Apa kau tidak bisa menjaga jarak darinya? Lan Zhi pemuda yang baik-baik, jangan merusak otaknya dengan pikiran kotormu yang mesum itu..!"


"Aih, anak ini.. Apa kau tidak bisa bicara sopan, huh? Aku ini 'Seniormu'..! Kau bicara selama hampir empat jam tiada henti, apa tidak lelah? Aku mendekati Lan'Er Gege juga tidak ada urusannya denganmu,"


!


Xiao Shuxiang menghentikan langkahnya dan menatap nanar ke arah Bocah Pengemis Gila. "Lan Zhi adalah teman baikku sekaligus orang yang menganggapku 'Kakeknya'. Jadi aku tidak akan membiarkan cucu kesayanganku itu berada di jalan yang menyimpang karena ulahmu, jadi camkan dengan baik apa yang baru saja aku katakan. Mengerti?!"


Bocah Pengemis Gila berkedip, dia lalu mendengus pelan dan mulai bersuara. "Kau tahu, aku jadi kasihan padamu karena Lan'Er Gege hanya menganggapmu sebagai 'Kakek'. Jadi di matanya.. Kau hanyalah Kakek Tua, ck ck.. Kasihan.."


"Cakra-"


!!


Bocah Pengemis Gila langsung membekap mulut Xiao Shuxiang saat pemuda di sampingnya ini nyaris menyebutkan namanya.


"Sebenci apa pun kau padaku, tolong jangan pernah menyebut namaku atau aku akan menciummu dan menjamahmu di tempat ini, sekarang juga. Ini bukan ancaman Shuxiang, aku benar-benar akan melakukannya,"


Suara dan tatapan mata Bocah Pengemis Gila begitu serius. Namun bukan Xiao Shuxiang namanya bila mudah diancam dengan cara tidak tahu malu seperti ini.


Mulutnya masih dibekap namun Xiao Shuxiang tidak kehilangan akal. Dia memegang tangan Bocah Pengemis Gila dan sejurus berikutnya menggigit tangan tersebut dengan cukup keras.


!!


Bocah Pengemis Gila spontan menjerit, dia menarik kembali tangannya dan mengatai Xiao Shuxiang hewan buas.


".. Meskipun aku adalah pendekar hebat, tapi apa kau pikir gigitan tadi tidak menyakitkan, hah? Sssh.. Ini bahkan sampai membekas. Kau benar-benar keterlaluan..!"


"Heeh, baru sekarang kau bertingkah seperti orang yang tertindas. Ke mana perginya wibawamu tadi? Tertinggal di Alam Nirwana? Aku memang tidak suka dengan pemuda mesum dan homo sepertimu. Tapi jika kau berani memberiku ancaman begitu lagi, maka jangan salahkan aku meladenimu beberapa ronde di tempat tidur. Dan akan kupastikan kau tidak akan bisa berjalan selama seminggu, ini bukan ancaman."


Warna mata Xiao Shuxiang berkilat merah saat mengatakannya. Dia menyeringai dan mengibaskan pelan rambutnya lalu berjalan meninggalkan Bocah Pengemis Gila yang membeku dengan mulut terbuka lebar.


Untuk menghadapi pemuda penyuka sesama jenis ini.. Xiao Shuxiang memang harus menyingkirkan sejenak harga dirinya. Bila Bocah Pengemis Gila bertindak tidak tahu malu, maka dia juga bisa melakukannya.


Hanya sekali gerakan jari tangan dan sebuah cermin setinggi tubuh orang dewasa muncul di depan Xiao Shuxiang. Dengan santai dirinya masuk ke dalam cermin tersebut dan tiba di kamar Lan Guan Zhi.


Temannya tersebut terlihat duduk bersila di atas tempat tidur dengan mata yang tertutup. Melihat wajah dan ketenangan temannya ini membuat Xiao Shuxiang merasakan kedamaian.


Cermin pemindahnya perlahan memudar dan kemudian menghilang. Dirinya jelas meninggalkam Bocah Pengemis Gila di hutan bambu buatan yang masih berada di wilayah Sekte Pedang Langit, saat ini mungkin pemuda homo tersebut sedang mengumpati banyak hal.


Lan Guan Zhi perlahan membuka matanya kala merasakan kehadiran seseorang. Dia melihat sosok pemuda berpakaian putih berdiri tidak terlalu jauh darinya.


"Maaf membangunkanmu Lan'Er.."


Meski meminta maaf, Xiao Shuxiang sama sekali tidak nampak bersalah. Dia berjalan dan mulai duduk di samping Lan Guan Zhi.


"Kau ke mana saja?"


"Kau mencariku ya..? Maaf.. Bocah Pengemis Gila menculikku. Untung saja aku tidak dijamah olehnya. Kau dengarkan aku, dia pemuda yang mengerikan, berhati-hati saat bersamanya, hm?"


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang sejenak sebelum mengalihkan pandangannya ke arah bawah, tepat di mana temannya ini memegang tangan kirinya.


"Shuxiang.. Kau tidurlah,"


Lan Guan Zhi merasa Xiao Shuxiang seperti kurang istirahat. Pelatihan tertutup yang dijalankan temannya pasti telah menguras banyak tenaga dan mental. Meski regenerasi tubuh temannya hebat, namun Xiao Shuxiang juga harus tetap beristirahat.


"Kau harus dengarkan aku, jaga jarak dari orang itu. Dia berbahaya untukmu, kawan.."


"Mn.." Lan Guan Zhi membersihkan sedikit noda di pelipis kanan Xiao Shuxiang dan meminta kembali temannya tersebut untuk tidur.


*


*


Xiao Shuxiang memang beristirahat, dia mengambil alih tempat tidur Lan Guan Zhi, tentu dengan izin temannya sendiri.


Meski berbaring sambil menutup mata, nyatanya Xiao Shuxiang memikirkan semua yang terjadi di Alam Nirwana buatan Bocah Pengemis Gila.


Sebelum keluar dari tempat tersebut, Penatua Da Lin, Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan, dan Bocah Pengemis Gila sendiri--membantunya memperbaiki Segel Rantai Pengekang Jiwa.


Pada akhirnya, di tubuhnya saat ini terlilit sepuluh rantai kembali. Kekuatan dari rantai ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Di samping itu, Xiao Shuxiang kini menjadi bagian dari Pilar Dunia.


?!


Xiao Shuxiang tiba-tiba membuka matanya saat teringat sesuatu. "Tunggu, Bocah Pengemis Gila bilang ada 5 Pilar. Lalu di mana satu pilar lagi..?"

__ADS_1


***


__ADS_2