XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
277 - Istana Ratu Es


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian mereka, Xiao Shuxiang dan Hu Li kembali melanjutkan perjalanan bersama O Zhan.


"Tuan Muda, bagaimana menurut Anda?"


Hu Li berjalan di samping Xiao Shuxiang, O Zhan sendiri berada di atas kepalanya. Dia menanyakan pendapat Tuan Mudanya mengenai Roh anak yang mereka selamatkan sebelumnya.


".. Apa benar kita telah didahului? Jika benar, untuk apa orang tersebut mengambil tubuh anak itu tapi malah meninggalkan rohnya? Dan aku sebenarnya penasaran bagaimana cara dia melakukannya.."


"Sebenarnya aku pernah membaca tentang penarikan roh secara paksa dari tubuh manusia yang masih hidup. Itu adalah sebuah Teknik Terlarang yang aku sendiri juga tidak mengetahui caranya, buku itu tidak memberiku penjelasan yang lebih terperinci.."


Xiao Shuxiang mengungkapkan pandangannya, dia merasa orang yang mengambil tubuh keturunan Penatua Da Lin tidak memiliki motif tersembunyi, sepertinya hanya untuk kesenangan belaka.


".. Dibanding mengambil rohnya, orang itu malah memilih mengambil tubuh, seakan dia ingin menjadikannya sebagai wadah dari roh tertentu. Dia menemukan tubuh keturunan Penatua Da Lin juga pasti hanya kebetulan,"


Xiao Shuxiang nampak memutar-mutar Seruling Giok Putih di tangan kanannya. Dia jadi penasaran dengan pelaku yang berani mengganggu misinya.


".. Aku akan memikirkan itu nanti. Yang lebih penting.. Kenapa kau membunuh orang itu?"


Yang di maksud Xiao Shuxiang adalah Shinobu. Dia tahu pelaku pembunuhan itu ialah Hu Li, ini bisa diketahui dari kotak kayu yang sebelumnya dia ambil.


Hu Li tanpa ragu menjawab bahwa dia melakukannya demi Tuan Mudanya, ".. Orang itu sudah melukai Anda, jadi sudah pantas dia mendapatkannya,"


Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Hu Li, dibanding dengan menyalahkannya--dia malah mengucapkan terima kasih karena temannya ini sudah begitu setia padanya.


".. Tapi kau harusnya melakukan lebih kejam dari itu. Lain kali.. Kau pasak orang seperti Shinobu tepat di tengah-tengah kota, kalau perlu pisahkan setiap bagian tubuhnya,"


Xiao Shuxiang memang sedang belajar menjadi kultivator yang baik, tetapi bukan berarti dia suka ditindas.


Mengetahui Hu Li begitu sayang padanya membuat Xiao Shuxiang jadi bertanya bagaimana temannya ini bisa membunuh Shinobu dengan begitu cepat, padahal pemuda tersebut dalam keadaan sedang dikejar oleh teman-teman Washi.


Kondisi Shinobu saat itu sedang terjepit dan memang nampak mengalami banyak luka. Hu Li yang melihatnya langsung menyerang dari atas dan tepat menancapkan sebuah ranting kayu yang dialiri Qi pada tengah leher Shinobu.


Pemuda itu jelas terkejut dan meronta kesakitan, namun Hu Li tidak peduli apalagi merasa kasihan. Dia paling membenci saat seseorang berlaku tidak sopan pada Tuannya, dan yang dilakukan Shinobu sudah melampaui batas.


"Hu Li, terkadang aku merasa kau jauh lebih mengerikan daripada diriku sendiri,"


Xiao Shuxiang mengusap pelan pundak Hu Li, temannya ini memiliki wajah yang begitu polos dan manis. Tidak ada yang akan menyangka bahwa pemuda berwajah polos itu dapat melakukan sesuatu yang mengerikan.


Tujuan dari perjalanan Xiao Shuxiang dan Hu Li sekarang adalah pergi ke tempat Ratu Es berada. Saat membicarakan Shinobu.. Sebuah dugaan terlintas di benak keduanya.


Washi pernah menceritakan mengenai Shinobu yang merupakan orang suruhan Ratu Es dan memiliki tugas menculik anak-anak untuk dijadikan ramuan awet muda.


Karenanya Xiao Shuxiang dan Hu Li berniat memeriksa ke sana, mungkin saja tubuh keturunan Penatua Da Lin ada di antara anak-anak yang diculik.


Xiao Shuxiang tidak akan tersesat dalam perjalanannya ke tempat Washi sebab O Zhan dan Hu Li mempunyai penciuman yang tajam. Keduanya dapat melacak keberadaan Washi dan teman-temannya dari aroma tubuh mereka.


Jauh di tempat Xiao Shuxiang, Hu Li, dan O Zhan berada.. Terdapat sebuah wilayah yang dipenuhi dengan bukit es beku nan tajam, luasnya meliputi dua kota besar dan tidak ada bahkan satu pun daun yang tidak membeku di tempat ini.


Wilayah tersebut ditutupi dengan awan tebal berwarna merah darah, dihiasi dengan kilatan petir hitam dan tentu saja asing bagi penglihatan Xiao Shuxiang serta Hu Li.


Wilayah ini memang bagian dari Kekaisaran Es Abadi, namun sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan Kaisar sendiri.


Jika diibaratkan, wilayah tersebut seperti kepunyaan pribadi, agak mirip dengan Wilayah Aliran Hitam di Benua Timur.


Sebenarnya, yang menduduki tahta di kekaisaran ini merupakan seorang Putri, dia mempunyai kakak yang begitu berambisi menjadi penguasa. Hanya saja, sifatnya terlalu arogan, kejam, dan seakan tidak memiliki hati.


Dia begitu murka saat tahu bahwa adiknyalah yang dipilih menduduki tahta. Dirinya membuat banyak siasat licik untuk menggulingkan tahta adiknya, sayang ambisinya kalah dan dia mendapat hukuman pengasingan diri.


Seseorang yang sudah dikuasai dendam serta kebencian mutlak akan melakukan berbagai cara termasuk menyerahkan dirinya pada kegelapan.


Adiknya yakni Sang Kaisar mencoba melakukan perbaikan dengan memberi dua kota yang besar untuk dipelihara olehnya.


Siapa sangka, bukannya memelihara menjadi lebih baik.. Kota tersebut malah menjadi kota mati dan semua penduduknya diubah menjadi patung es.


Kaisar mengetahui tindakan dari kakaknya, namun dia tidak bisa melakukan apapun. Dirinya sudah pernah melakukan perjanjian bahwa dia tidak akan ikut campur dengan wilayah kekuasaan Kakaknya, begitu pun sebaliknya.


Kakak dari Sang Kaisar juga memegang janji tersebut, sebagai gantinya dia menjadikan Kekaisaran Salju Putih sebagai target. Namun bukan berarti janjinya akan terus ditepati.


Saat ini, dirinya mengumpulkan banyak kekuatan untuk bisa membalaskan dendam pada adiknya sekaligus membuat seluruh Benua Utara menjadi beku.

__ADS_1


Xiao Shuxiang dan Hu Li tidak mengetahui bahaya yang sedang menunggu mereka. Keduanya tetap melanjutkan perjalanan menuju istana milik Ratu Es tersebut.


"Dilihat dari jauh tempat ini indah, tetapi tidak kusangka kita malah mendapat kejutan hebat,"


Xiao Shuxiang menyentuh salah satu lengah sebuah patung es, itu nampak seperti pria paruh baya dengan ekpresi wajah ketakutan. Dengan sengaja dirinya mendorong patung tersebut hingga terjatuh sampai pecah.


Pii..!


"Aku tahu ini manusia, aku hanya mengujinya sedikit saja. Ternyata patung ini lumayan rapuh,"


Bisa dipastikan patung yang telah pecah menjadi tiga bagian sudah mati. Xiao Shuxiang memang tidak akan merasa bersalah karena membunuh satu orang, dia juga tak mendapat larangan dari Hu Li.


Mereka kemudian bergerak cepat ketika samar-samar tercium aroma darah. Xiao Shuxiang dan Hu Li yakin sedang terjadi pertarungan saat ini.


Firasat tersebut benar, tepat di luar istana yang terbuat dari es--Washi dan ketiga temannya bertarung dengan sepuluh orang pria berpakaian serba hitam, wajah lawan mereka ditutupi kain hingga tidak mampu dikenali.


TRAANG!


Pedang Yuuchi menahan dua serangan katana secara sekaligus, dirinya mengatur posisi kedua kakinya dengan baik dan kemudian menendang tepat di area dada lawan sambil berjungkir balik ke belakang.


Posisi tubuh Yuuichi kembali siap bertarung saat lawannya masih terdorong mundur, dengan cepat dia menyerang keduanya tanpa memberikan waktu bagi lawan melakukan serangan balasan.


TRAANG!


Yuuichi memiliki wajah yang lumayan mirip dengan Xiao Shuxiang, hanya saja matanya berwarna kuning emas.


Rambutnya hitam panjang dan diikat, dia memakai dua lapis pakaian, putih di dalam dan hitam bercampur merah di luar.


Ada sebuah pelindung yang terbuat dari besi pada bahu kirinya, dia juga memakai sarung tangan berwarna hitam, namun hanya tangan kiri saja.


Pedangnya memiliki gagang berwarna merah dengan sebuah sarung emas. Warna dan pola sarung emas tersebut mirip dengan sarung pedang Xiao Shuxiang di masa lalu.


CRAASH!


Yuuichi menebas lipatan lutut kanan lawan, erangan kesakitan yang dia dengar membuatnya semakin bersemangat.


Dalam wajah dingin tersebut.. Terlihat sebuah senyum samar, Yuuichi kembali menyerang lawannya yang lain.


TRANG!


Dia menghindari menyerang bagian vital dan sepertinya Yuuichi suka mendengar suara erangan kesakitan terlebih dahulu sebelum melakukan serangan penghabisan. Sifatnya ini.. Mirip dengan seseorang yang sedang melesat bersama Hu Li.


TRANG!


Tidak hanya pertarungan Yuuichi, di tempat ini juga ada Yota. Seorang anak laki-laki berambut putih sedikit keemasan, dia seperti anak berusia 6 tahun, namun kehebatannya memainkan katana yang sesuai dengan tangan mungil dan tubuhnya.. Membuat Yota menjadi lawan yang menyulitkan.


"Bocah ini kenapa kuat sekali?!"


TRANG!


Salah satu pria berseragam serba hitam nampak merutuk ketika serangan pedangnya terus ditangkis oleh Yota. Dia beberapa kali harus berada dalam kondisi bertahan karena anak laki-laki yang terlalu muda ini.


CRAASH!


Salah satu serangan Yota mengenai paha sebelah kanannya, dia melompat mundur namun malah mendapat pukulan dari arah samping kanan sebelum kakinya menapak di tanah beku.


BAAAM!


!!


Yota tersentak, mangsanya malah dihabisi hanya dalam satu serangan. Tubuh lawannya bahkan sampai tidak berbentuk, saat dia menoleh.. Seorang pemuda berseragam merah dengan rambut terurai panjang menapak anggun di tanah.


"Kau ini.."


Yota mengenalinya, pemuda ini tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Seseorang yang memiliki wajah ramah, kebalikan dari Yuuichi yang berwajah dingin, namun keduanya sama-sama mempesona.


"Apa kau terluka?"


Xiao Shuxiang menanyakan kondisi Yota saat dia sampai di dekat bocah laki-laki tersebut. Yota sendiri menjawab pertanyaannya dengan berkata bahwa dia tidak membutuhkan bantuan.

__ADS_1


"Aku juga hanya iseng membantumu,"


TRANG!


Xiao Shuxiang menangkis serangan seorang pria dengan memakai Seruling Giok Putihnya. Dengan gerakan cepat dia memainkan seruling tersebut seperti pedang dan berhasil memberi serangan pada bahu kanan, perut, serta belakang leher lawan.


Xiao Shuxiang memberi tendangan hingga lawannya menghantam seorang rekannya yang sedang bertarung dengan Taiga, pemuda berambut putih keperakan itu tersentak saat dia baru ingin menebas.. Namun lawannya malah terjatuh karena dihantam sesuatu.


TRAANG!


Xiao Shuxiang kembali menangkis serangan dari pria berpakaian serba hitam yang lain, dia masih sempat-sempatnya bertanya usia dari Yota karena tidak percaya anak ini berumur 6 Tahun.


Yota ikut menyerang pria yang dilawan Xiao Shuxiang. Dia mengatakan bahwa memang benar usianya 6 Tahun dan Xiao Shuxiang sebaiknya jangan mempermasalahkan hal itu.


".. Saat lahir aku sudah membunuh satu nyawa, jadi ini sama sekali tidak membuatku gentar,"


Yota mengait secara kasar kaki lawannya hingga terjatuh, dirinya lalu melompat dan menebas leher lawan tanpa mengedipkan mata. Gerakan berpedang yang begitu lihai terasa seperti dia sudah berlatih selama bertahun-tahun.


Xiao Shuxiang menghindari serangan yang hampir mengenai bahu kirinya, dia lalu menyerang pergelangan tangan lawan hingga pedang lawannya terjatuh.


Xiao Shuxiang hendak menyikut dada lawan namun serangannya dengan cepat dihindari, dia lalu mendapat serangan dari tendangan lawan yang langsung ditangkis dengan cepat.


Dirinya memberi tendangan balasan hingga lawan sedikit terdorong, Xiao Shuxiang memberi tendangan kedua yang jauh lebih kuat, dia kemudian melompat dan memberi hantaman pada dada lawan dengan kepalan tangan kirinya.


BAAAM!


Gerakan Xiao Shuxiang terlalu cepat, lawan yang begitu kuat malah terasa lemah baginya.


Dia mendengar suara retakan tulang saat kepalan tangan kirinya menghantam dada lawan, bahkan tangannya tersebut sedikit tenggelam.


Pria di hadapannya ini rupanya masih hidup, sudut bibir Xiao Shuxiang tertarik membentuk seringai. Dia lalu menenggelamkan tangannya dan mencari jantung lawan kemudian meremasnya sampai meledak.


Seringaiannya semakin lebar saat mendengar teriakan tertahan sebelum lawannya mengembuskan napas terakhir.


Xiao Shuxiang menarik kembali tangannya. Dia dengan kasar merobek kain yang menutupi wajah lawannya dan melihat ekspresi yang sudah lama dirinya rindukan. Itu merupakan ekspresi wajah penuh kesakitan tidak terbantahkan.


Xiao Shuxiang sedikit menjilat darah di jari telunjuk kirinya dan kemudian meludah, "Darah manusia masih saja tidak enak,"


!!


"Itu tidak untuk dimakan! Apa kau monster?!"


Yota tentu saja terkejut, dia ingin menendang bokong Xiao Shuxiang namun saat ini dirinya masih harus bertarung. Lawan yang sebelumnya hanya beberapa orang lagi kini malah bertambah, dia jelas sedang kesulitan.


Xiao Shuxiang mendengus saat mendengar ucapan Yota. Dia kembali menyerang pria berpakaian serba hitam dan memberi pukulan yang tidak hanya kuat tetapi juga mematikan.


BAAM!


"Bocah, kalau kau mau tahu sebanyak apa manusia melakukan kebohongan, maka kau harus merasakan darahnya. Semakin jarang seseorang berbohong, darahnya akan semakin enak,"


Xiao Shuxiang mengatakan hal tersebut dan kemudian tersenyum, bersamaan saat matanya tiba-tiba berkilat merah. Yota yang mendengarnya terkejut, dia merinding dan menatap penuh bahaya ke arah Xiao Shuxiang.


"Padahal wajahnya ramah tetapi dia ternyata lebih buruk dari Yuuichi. Orang ini mungkin akan memakanku kalau tidak berhati-hati,"


Yota tanpa sadar menelan ludah, dirinya melesat cepat dan berusaha menjaga jarak dari Xiao Shuxiang. Selama ini dia tidak pernah takut dengan apapun, namun sepertinya rasa itu mendadak hadir.


TRAANG!


Xiao Shuxiang terus menyerang siapapun yang datang padanya. Dia memang tidak memberikan ampunan, dirinya menikmati setiap detik pertarungan ini sambil menungguSegel Pengekang Jiwanya aktif dan menekan kekuatannya.


Sangat disayangkan wajah lawannya ditutup kain hitam hingga dia tidak bisa melihat wajah kesakitan setiap korban yang dirinya hantam.


BAAAM!


Xiao Shuxiang tidak menggunakan Teknik Pengendalian Darah ataupun Teknik Pernapasan miliknya. Dia hanya mengumpulan sedikit Qi di kepalan tangan kirinya yang dia gunakan untuk melubangi dada lawan, meremukkan tulang, dan menarik keluar jantung lawannya kemudian dia remas hingga meledak.


"Rasanya menyenangkan.." mata Xiao Shuxiang berkilat, tangannya gemetar saking senangnya, ".. Sudah lama sekali aku tidak melakukan ini.. Aku ingin lebih. Mari kita lihat seberapa kuat Yīng xióng dan Segel Pengekang Jiwa untuk menghentikanku membunuh manusia,"


***

__ADS_1


__ADS_2