
Ular yang dilawan Xiao Shuxiang memiliki panjang sekitar 12 meter. Hewan itu sejenis kobra yang pada bagian punggungnya ditumbuhi duri-duri besar dan tajam.
Kepala yang bagai lengkungan bulan itu juga mempunyai duri sebanyak lima pasang. Warna tubuh monster ini hitam dan nampak menyeramkan. Apalagi itu semakin diperparah dengan taring dan mata merahnya.
Andai mulut dan taring monster ini tidak dipenuhi darah yang begitu kental, mungkin dia akan terlihat seperti ular yang mengagumkan dan pastinya dapat menjadi makan malam luar biasa bagi Xiao Shuxiang.
Ular itu mendesis dan rupanya dapat bicara, "Manusia dengan dua Dantian... Pantas saja Tuan Qian Kun begitu menginginkanmu..." suara menggema dan perlahan separuh tubuhnya berubah menjadi tubuh wanita berwajah menyeramkan.
!!
Xiao Shuxiang walau terkejut, namun dia masih berusaha untuk bersikap tenang. Pedang pusaka di tangannya mengeluarkan cahaya merah redup dan seakan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Xiao Shuxiang fokus memperhatikan monster di depannya, "Sebaiknya kau katakan di mana kkeberadaan Qian Kun dan jangan halangi jalanku."
"Kau yang masuk duluan ke tempatku, jadi sudah sepantasnya aku menghalangimu." senyuman lebar terlukis pada wajahnya yang seperti mayat hidup, berurat dan penuh luka itu.
Monster ular ini bernama She Gu Niang, dia merupakan Demonic Beast penjaga dasar pagoda dan kerap kali memangsa Demonic Beast lain di pulau ini.
Kekuatannya besar karena menguasai Teknik Terlarang sekaligus mendapat tetesan darah berharga milik Qian Kun. Sosok yang selalu memakai topeng rubah itu mempunyai darah yang istimewa.
Xiao Shuxiang memperkirakan setiap dampak apabila dia nekat menyerang monster besar ini, dia tidak bisa keluar lagi sebab entah kapan pintu yang sebelumnya dia masuki----kini telah menghilang.
"Monster yang hanya tergila-gila kekuatan... Tidak akan tahu bahwa dirinya sedang dimanfaatkan. Tuan yang begitu kau banggakan itu, hanya menjadikanmu sebagai bahan makanan saja." Tangan Xiao Shuxiang yang memegang erat Yīng xióng nampak gemetar.
Bukan karena dirinya takut, tetapi lebih kepada kesal sebab dia mengetahui apa yang diinginkan Qian Kun darinya.
"Makhluk yang tidak bisa mendengarkan lebih baik lenyap saja. Aku memang sudah lama sekali tidak mencuci tanganku dengan darah segar," Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangan kirinya.
Dia merasakan tangannya kering dan butuh dibasuh, tentu dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada air. Dirinya pun segera melesat untuk menyerang She Gu Niang.
Monster ular itu menggunakan ekornya yang tajam dan keras untuk menangkis serangan lawan. Dia sesekali menyemburkan cairan racun di rambutnya yang berwujud ular-ular kecil.
"Pemuda yang sangat tampan. Aku masih ingin bicara denganmu, tapi kau sudah tidak sabar untuk lebih dekat denganku... Apa kau mulai menyukaiku, huh?"
"Tidak ada yang mau dekat dengan monster jelek mengerikan sepertimu. Lebih baik kau diam dan bersiap saja dikuliti hidup-hidup olehku."
Xiao Shuxiang sebenarnya ingin mengajak monster di depannya untuk berpihak padanya, namun jika dipikirkan lagi----dia bukanlah orang sebaik itu.
Untuk apa membujuk monster mengerikan ini? Xiao Shuxiang lebih senang bila mampu mencabut kulit keras ular itu dengan tangannya sendiri dan mengeluarkan usus makhluk tersebut.
"Hmph, sudah diputuskan. Obat penghilang rasa gatal di tanganku adalah dirimu." Xiao Shuxiang menyeringai, matanya berkilat merah.
"Wajah dan tatapan mata itu... Aku sangat menyukainya. Aku ingin tahu rasanya dikuliti hidup-hidup olehmu." She Gu Niang tertawa kecil, dia memiliki ukuran tubuh yang besar dan sulit ditumbangkan.
Ekspresi wajahnya begitu angkuh, dia membanggakan diri sebab selama ini belum ada seorang pun lawan yang dapat memberinya goresan berarti.
Walau Pulau Pagoda Tingkat Seratus merupakan wilayah terlarang, namun banyak kultivator dan pendekar yang pernah menginjakkan kaki di pulau ini. Sayangnya mereka semua berakhir menjadi makanan bagi para Demonic Beast, termasuk makanan She Gu Niang.
TRAAANG..!
Pedang Xiao Shuxiang berbenturan keras dengan kulit ular ini. Sejak tadi melakukan serangan, dia belum dapat memberi goresan pada lawannya meski Yīng xióng sedang tidak menahan diri.
"Benar-benar kulit yang keras," Xiao Shuxiang terkesan dan mulai mengalirkan Qi pada pedangnya.
Yīng xióng menerima Qi itu dengan baik dan membuatnya semakin meningkat.
Dalam satu tarikan napas, Xiao Shuxiang mengayunkan pedangnya hingga menghasilkan sepuluh serangan dengan kekuatan yang dapat berakhir kematian, namun itu sama sekali tidak mempan pada She Gu Niang.
"Aha ha ha... Pemuda tampan, apa kau sudah tidak sabar, eh? Biar kuberikan kau pelukan yang nyaman," She Gu Niang hanya sekali menggerakkan ekornya dan dengan cepat dia berhasil melilit keras tubuh Xiao Shuxiang.
!!
Kulit ular dari She Gu Niang terasa kasar karena bersisik, beberapa bahkan mampu memberi koyakan pada pakaian Xiao Shuxiang.
"Bagaimana rasanya..? Apa kau menyukainya?" She Gu Niang menyentuh dagu lawannya sambil tersenyum tipis. Dengan suara yang menggema, dia berkata. "Sshh... Kau tidak perlu memberontak."
"......."
Xiao Shuxiang bersikap tenang dan fokus untuk menggunakan salah satu teknik terkuatnya, Yīng xióng masih ada di tangannya namun memang saat ini tubuhnya tengah dililit oleh ular besar berwajah menyeramkan tersebut.
She Gu Niang, "Hm..? Tidak perlu melakukan itu. Teknik Pengendalian Darahmu tidak bisa membebaskanmu."
!!
Xiao Shuxiang terkejut mendengar ucapan wanita monster ini. Dia tidak mengatakan apa pun, tetapi niatnya malah dibaca oleh She Gu Niang.
"Sialan. Sudah kuduga sebelumnya, pergi ke pulau ini adalah hal yang buruk. Jelas-jelas ini perangkap untukku, tetap saja aku datang. Dasar menyebalkan!" Xiao Shuxiang merutuki dirinya sendiri. Dia sangat kesal, tetapi jika dia memberontak----yang ada tubuhnya akan dililit keras hingga hancur berantakan.
"Xiao Shuxiang..." She Gu Niang menyebut nama Sang Bintang Penghancur dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah pemuda itu.
"... Apa aku pernah memberitahumu bahwa saat kau masuk ke dalam ruangan ini... Kau sudah lama tertangkap olehku. Lihatlah..."
Hanya sekali kedipan mata, ruangan di tempat ini menampakkan cukup banyak tubuh ular yang besar dan seakan memenuhi seluruh dinding. She Gu Niang memperlihatkan wujud aslinya yang ternyata memiliki lebih dari satu ekor.
!!
__ADS_1
Ini jelas mengejutkan, tetapi Xiao Shuxiang tidak mau menyerah sekarang. Dia lebih baik menggunakan otaknya agar bisa lepas dari lilitan makhluk menyebalkan ini.
"Kau sepertinya tahu namaku darinya. Apa lagi yang dikatakan orang itu padamu? Apa dia memperingatkanmu untuk tidak bermain-main denganku?" Xiao Shuxiang bersikap angkuh walau dia sebenarnya menahan sakit pada tubuhnya.
She Gu Niang tersenyum dan perlahan bergerak ke belakang Xiao Shuxiang. Dia menyentuh pipi pemuda itu dari belakang dan mendekatkan wajahnya di telinga lawan.
Rambutnya yang berbentuk seperti ular-ular kecil itu terkadang menyentuh pipi Xiao Shuxiang dan beberapa bahkan mengusapkan kulitnya pada pipi mulus pemuda itu hingga memberi bekas goresan merah.
"Apa kau mau tahu apa yang dikatakannya padaku? Tuan Qian Kun mengatakan kau dapat membunuhku saat kau sedang bersungguh-sungguh. Jadi bagaimana jika kau berhenti bersikap lemah dan keluarkan Pedang Kaisar Langitmu itu sekarang juga."
!!
Xiao Shuxiang seketika menoleh, dia hampir mencium pipi mengerikan wanita ini saking terkejutnya. Ketahanan jantungnya benar-benar sedang diuji sekarang.
She Gu Niang, "Kenapa? Tidak mau mengeluarkannya, hm? Kau tidak bisa lepas dariku jika kau tidak mengeluarkannya. Hanya pedang itu yang dapat membunuhku dan juga menghancurkan pulau ini. Kau hanya perlu mengayunkannya sekali saja, jadi lakukanlah. Ayo keluarkan pedang itu..."
"Persetan denganmu! Itu bukanlah senjata yang dapat digunakan begitu saja. Aku bisa membunuhmu dengan tanganku sendiri..!"
She Gu Niang bergerak lagi bersamaan dengan lilitan pada tubuh Xiao Shuxiang yang semakin erat. Dia tersenyum tipis dan lalu mendengus pelan. "Apa kau jadi baik sekarang? Kau takut bila menggunakan pedang itu, dunia lain yang selalu kau jaga akan berguncang. Benar, kan? Aah... Aku jadi penasaran, seperti apa para makhluk bertelinga runcing itu."
!!
Xiao Shuxiang menatap tajam ke arah She Gu Niang, "Dari mana Qian Kun mendapat informasi ini dan memberitahunya? Tidak. Bukan itu, Qian Kun sudah berani karena telah menyebarkan apa yang harusnya tidak diketahui oleh orang lain."
Amarah yang menumpuk di dalam hati Xiao Shuxiang semakin menjadi. Keadaan ini mempengaruhi Rantai Segel Pengekang Jiwa hingga menurunkan praktiknya beberapa tingkatan.
Xiao Shuxiang berusaha tenang, dia rupanya masih dapat memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya dan menyelimuti tubuhnya dengan Qi.
"Aku kini sangat yakin, kau benar-benar harus mati." Xiao Shuxiang mengerahkan seluruh tenaganya untuk memberontak dan melepaskan diri dari She Gu Niang.
Monster ular itu semakin mengencangkan lilitannya hingga darah lawannya memucrat bersamaan dengan tubuh lawan yang hancur berantakan.
She Gu Niang terkejut, tetapi seketika dia tersenyum lalu mendengus pelan. "Sudah kubilang untuk tidak bergerak. Sekarang aku jadi menyelesaikan tugasku tanpa keseruan sama sekali. Tuan Qian Kun terlalu mewaspadaimu, kau ternyata sangatlah lemah."
She Gu Niang memutar tubuhnya dan berniat beristirahat, namun seketika dia merasakan perasaan hangat pada tubuhnya yang terkena darah lawan barusan.
!!
Darah serta daging yang tersebar secara sembarangan akibat tindakan She Gu Niang kini terbakar tiba-tiba. Api tersebut dengan cepat melesat naik dan berkumpul di satu titik.
She Gu Niang menengadahkan kepalanya dan melihat kumpulan api di udara membentuk sebuah hewan bersayap dengan bulu berwarna merah dan kuning keemasan.
!!
She Gu Niang tentu saja terkejut, yang dilihatnya tidak lain adalah seekor Phoenix Api. Burung dalam legenda yang menjadi rival abadi Sang Naga.
Dia tidak diberitahukan oleh Qian Kun bahwa Xiao Shuxiang memiliki Roh Phoenix Api bersamanya.
Phoenix adalah hewan legenda yang disebut sebagai Penguasa Langit. Dia mempunyai kebanggaan tinggi dan mampu membuat siapa pun tunduk hanya dengan tatapan matanya.
Dalam legenda, bahkan Sang Naga yang merupakan hewan perkasa dan juga Penguasa Langit mampu terpesona dengan keindahan di setiap bagian tubuh Sang Phoenix.
"Tidak... Hah... Hah... Untuk apa aku takut. Ini adalah wilayahku, tempat ini adalah milikku. Hewan itu hanya tiruan, tidak mungkin benar-benar Phoenix."
She Gu Niang tidak pernah merasa seterguncang ini sebelumnya. Dia sudah hidup lama tetapi ingatannya masih sangat baik.
Dia ingat dengan jelas bagaimana nenek moyangnya, bangsa para monster ular menjadi kudapan ringan oleh seekor Phoenix.
Siapa pun mungkin akan menganggap burung itu sebagai Hewan Surgawi, tetapi tidak untuk kaumnya. Phoenix adalah hewan pembawa kematian yang bahkan mustahil memberi kasihan pada hewan apa pun.
She Gu Niang berusaha menenangkan dirinya walau napasnya masih tidak beraturan. "Tenanglah... Aku memiliki tubuh yang abadi. Tuan Qian Kun sudah memberiku kekuatan yang besar dan ini bukan saatnya mengingat masa yang buruk... Hah... Hah..."
She Gu Niang tersenyum, dia kemudian tertawa. Sudah saatnya mengubah tragedi pada kaumnya yang dahulu. Ini adalah kesempatannya untuk membalaskan dendam masa lalu.
"... Benar, aku akan mempersembahkan hewan itu pada roh bangsaku. Akan kumakan dia dan membuat roh bangsaku dalam kedamaian."
Tanpa aba-aba, She Gu Niang menggerakkan ekornya dan melesatkan cairan hijau beracun dari rambutnya. Dia mengeluarkan suara menggema yang mengerikan.
Phoenix yang sebelumnya membentangkan sayapnya di udara kini melesat turun dan menerima semburan beracun She Gu Niang. Karena dia adalah roh, semburan tersebut sama sekali tidak berpengaruh padanya.
Phoenix itu lalu menyemburkan api yang luar biasa panas, bahkan She Gu Niang harus menyelimuti bagian atas tubuhnya dengan ekornya yang keras dan besar.
Aaaakh!
Bukannya terlindungi, She Gu Niang malah merasakan panas pada tubuhnya. Tubuh ularnya keras dan memiliki sifat seperti besi. Saat terkena oleh api yang begitu panas, tentu saja dia merasakan sakit.
"Kurang Ajar..!!" She Gu Niang menyemburkan cairan hijau beracun lagi dan menggerakkan ekornya untuk menangkap Phoenix tersebut.
Suara saat tubuhnya bergerak secara liar mirip dengan gemuruh ombak di lautan. Andai pagoda ini adalah bangunan biasa, mungkin sudah lama tempat ini runtuh akibat gerakan She Gu Niang.
Phoenix Api menghindari serangan yang mengarah padanya dan dengan cepat dia menggunakan kedua sayapnya untuk menutupi tubuhnya.
Saat Phoenix tersebut hampir mencapai She Gu Niang, segera sayap itu terbentang dan menampakkan wujud manusia yang adalah Xiao Shuxiang.
!!
__ADS_1
She Gu Niang terkejut melihat pemuda yang harusnya sudah mati kini ada di depannya dengan pedang yang terayun kuat.
"Teknik Pernapasan Api... Aliran Ketiga.. Raungan Naga Api..!"
Roh Phoenix yang menyelimuti tubuh Xiao Shuxiang bagai dihisap Yīng xióng dan dengan cepat keluar dari ujung pedang itu dalam wujud kepala seekor naga.
Lesatan cepatnya mengarah langsung pada She Gu Niang. Suara bagai lima halilintar saling menyambar terdengar kala serangan dari Teknik Pernapasan Api milik Xiao Shuxiang menghantam tubuh wanita monster ular itu.
Tidak sampai di sana, Xiao Shuxiang menggunakan kepalan tangan yang dialiri Qi untuk meninju tubuh She Gu Niang hingga kulit ular yang keras itu menjadi retak bahkan membuat kepalan tangan Sang Bintang Penghancur terbenam cukup dalam.
Aaaaakh..!!
"Sudah kubilang, aku bisa membunuhmu dengan tanganku sendiri." Xiao Shuxiang berucap dingin dan menarik kepalan tangannya kembali sebelum memberi tinjuan yang lain.
!!
She Gu Niang berteriak nyaring dan menggeliatkan seluruh tubuhnya. Ekornya yang berjumlah sembilan itu saling berbenturan dan menghantam dinding pagoda ke segala arah.
"Kau..! Berani Sekali Kau..!"
Xiao Shuxiang, "Tidak perlu semarah itu. Kau sudah bersikap angkuh selama ini, jadi sudah saatnya aku membungkammu."
Yīng xióng dimasukkan ke dalam Gelang Semesta dan kini diganti dengan Seruling Giok Putih. Xiao Shuxiang menempelkan pusakanya di pinggir bibir bawahnya dan mulai memainkan beberapa nada.
!!
Ini bukanlah lagu 'Ketenangan' yang biasa dia mainkan, tetapi sebuah lagu dengan nada paling berantakan yang pernah ada.
"AAAAAAKH..! Hentikaaan..!! Hentikan sekarang juga..!!" She Gu Niang berteriak keras, dia menutupi telinganya dengan kedua tangan dan menyuruh lawannya untuk berhenti memainkan seruling.
Xiao Shuxiang menyeringai dalam hati, dia seperti menemukan kesenangan baru menyiksa lawan selain menguliti atau bermain dengan organ-organ dalam.
Dirinya menjadi bersemangat memainkan Seruling Giok Putihnya tanpa mempedulikan teriakan nyaring dari She Gu Niang.
"Kau punya suara yang bagus. Aku suka mendengarnya, jadi berteriaklah sampai tenggorokanmu meledak."
Xiao Shuxiang memainkan nada-nada yang tinggi sambil menghindari terjangan dari tubuh dan ekor She Gu Niang. Dia mempertahankan bunyi nyaring serulingnya dan mencari cara melakukan serangan berikutnya.
"Aaaaah! Hentikan..!! Kumohon hentikan..!"
Wajah She Gu Niang yang awalnya menyeramkan kini semakin memburuk. Gendang telinganya seperti akan pecah, dirinya yang sudah tidak tahan mulai berubah wujud.
Bagian tubuh atas She Gu Niang kembali menjadi ular dengan taring yang tajam. Dia mengeluarkan suara mengerikan dan melesat dengan mulut terbuka lebar.
Xiao Shuxiang sudah menunggu saat ini. Asap tipis kehitaman terbentuk di kaki dan segera menyebar menyelimuti tubuhnya. Dalam waktu yang singkat, Seruling Giok Putih dimasukkan ke dalam Gelang Semesta dan kini serangan digantikan dengan kepalan serta tendangan.
!!
Tidak sulit menghindari monster yang besar bila Xiao Shuxiang sudah tahu bagaimana cara lawannya menyerang. Sejak awal dia terus memperhatikan gerak tubuh dan sifat She Gu Niang.
Tubuh monster ini keras dan kekuatan lilitannya luar biasa. Xiao Shuxiang bahkan harus melakukan hal gila dengan mempertaruhkan nyawanya demi bisa lolos dari lilitan monster tersebut.
"Ini balasan atas pelukan eratmu tadi..!" Xiao Shuxiang menyatukan kedua tangannya dan memukul kepala ular raksasa itu.
!!
Dia melompat untuk menghindari hantaman dari ekor ular hingga She Gu Niang terkena serangan dari bagian tubuhnya sendiri.
Xiao Shuxiang tiba-tiba muncul dari bawah tubuh She Gu Niang dan memukul keras perut ular besar itu. Dia melakukannya dalam keadaan pengendalian diri yang baik hingga Rantai Pengekang Jiwa melonggar dan praktiknya meningkat kembali.
Serangan Xiao Shuxiang mampu membuat ular besar itu terpental ke atas hingga menghantam atap pagoda. Dia melakukan serangan bertubi-tubi tanpa memberikan kesempatan bagi monster ini untuk melakukan serangan balasan.
"Kau ingin dikuliti, bukan? Sekarang biarkan aku melakukannya."
Di udara, Xiao Shuxiang setelah meninju perut She Gu Niang hingga retak----dia lalu menancapkan tangannya dan menarik sedikit kulit ular yang keras itu.
Ekor She Gu Niang yang berjumlah sembilan seakan tidak berkutik walau digunakan untuk menyerang lawan.
Xiao Shuxiang dapat dengan mudah menghindarinya dan tetap mempertahankan kekuatannya dalam meninju serta memberi tendangan.
Satu persatu atap dalam pagoda dihantam oleh tubuh She Gu Niang. Setiap kali tubuhnya menghantam atap, maka lawan akan menarik keras kulitnya dan juga mencengkeram daging di tubuhnya.
Debaman keras dan teriakan monster yang mengerikan terus mengalun merdu tanpa dihiraukan oleh Sang Bintang Penghancur ini.
"Kau tahu? Aku bisa saja langsung menjadikanmu makanan untuk pedangku. Tetapi lebih menyenangkan bila melihatmu kehilangan nyawa secara perlahan-lahan. Aku jadi ingin tahu, di ketinggian ke berapa sampai nyawamu ini menghilang." Xiao Shuxiang tersenyum lebar dan semakin gencar menyerang.
Di luar Pagoda Tingkat Seratus, sosok berjubah dan bertudung hitam terlihat berdiri di atas pohon tertinggi sambil menyaksikan pertarungan teman-teman Xiao Shuxiang dengan para Demonic Beast berwujud anak-anak itu.
Sosok ini memegang gumpalan daging di tangan kanannya yang jika diperhatikan lebih teliti----gumpalan itu nampak berdetak bagai jantung makhluk hidup.
Di balik topeng rubahnya yang berwarna merah, sosok tersebut tersenyum tipis. "She Gu Niang... Kau harusnya bertanya lebih banyak tentang pemuda itu. Sifatmu yang tidak suka mendengarkan ini... Sama sekali tidak kubutuhkan."
Suara sosok tersebut berubah dingin, dia meremas keras gumpalan daging di tangannya hingga hancur. Dirinya menengadah dan melihat bagaimana Pagoda Tingkat Seratus mengeluarkan cahaya redup.
"Aku sudah berusaha keras untukmu, jadi cepatlah bertambah kuat dan lepaskan rantai segel itu... Xiao Shuxiang. Kau harus kembali dan membuat banyak kekacauan. Jangan membiarkanku menunggu lama lagi,"
__ADS_1
***