
"Kau 'Kakek Buta' itu, kan? Yang memberiku buku rongsokan dengan isi yang hanya dua lembar saja? Benar, kan?!"
"Bocah kurang ajar. Buku yang kau anggap rongsokan itu adalah karya tulis yang kuperjuangkan selama hidupku. Kau mendapatkan gelarmu juga akibat mempelajari tulisanku. Harusnya kau menghormatiku sebagai gurumu,"
Xiao Shuxiang mendengus, dia tidak akan menganggap seseorang yang kalah darinya sebagai guru. Jelas orang yang nampak seperti biksu tua ini hanya memberikan Kitab Pernapasan Langit dan Bumi padanya sebagai bentuk kekalahan.
"Jadi, kenapa kau bisa ada di tempat ini, Kakek Tua?"
Xiao Shuxiang berkata dia ingin segera pulang. Dirinya tidak bisa berlama-lama di tempat asing yang membuatnya tidak nyaman ini.
Kakek Buta tersebut mengatakan Xiao Shuxiang harus mengalahkannya terlebih dahulu dalam permainan catur.
Xiao Shuxiang tentu meladeninya, pion pertama yang dia gerakkan adalah Sang Raja.
Dirinya sama sekali tidak bergerak berdasarkan aturan dalam permainan catur pada umumnya, mungkin karena Xiao Shuxiang tidak tahu caranya bermain dan malah bersikap begitu angkuh saat menerima tantangan dari Kakek Buta tersebut.
"Kau tidak pernah berubah. Selalu bersikap angkuh, tetapi tak tercium aroma keangkuhan pada dirimu.."
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku, Kakek?"
Xiao Shuxiang sampai sekarang belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Dia malah memain-mainkan pion catur tersebut dan memakainya menyerang pion lawan.
Kakek Buta di depannya sama sekali tidak menyentuh pion berwarna hitam miliknya. Dia hanya menanyakan kabar Xiao Shuxiang dan kebaikan apa saja yang telah dilakukannya.
"Kau bisa melihatnya, aku dalam keadaan sehat. Tentang kebaikan, entahlah.. Aku tidak pernah memberi kebaikan tanpa meminta bayaran,"
"Kau selalu seperti ini.."
Kakek Buta di depan Xiao Shuxiang langsung terdiam. Tidak ada pembicaraan diantara mereka selama kurang lebih lima menit, yang terdengar hanya suara dari pion catur yang dimainkan oleh Xiao Shuxiang.
Ketenangan seperti ini terasa menyenangkan. Walau hanya sebentar.. Tapi Xiao Shuxiang mulai terbiasa.
"..."
"..."
"Kakek Buta, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau inginkan dariku, hm?"
Xiao Shuxiang mengatakan dia tidak suka tempat yang terlalu sunyi. Dirinya perlahan mulai meletakkan dagunya di atas dipan sambil terus memainkan pion catur di depannya. Tidak berlangsung lama sampai Xiao Shuxiang malah mengubah duduknya menjadi berbaring.
Dia bisa melihat wajahnya pada langit yang seperti cermin di atasnya. Xiao Shuxiang beberapa kali berdecak kagum, wajahnya terlalu mempesona bahkan untuk dirinya sendiri.
Kakek yang tampilan pakaiannya berwarna jingga bercampur cokelat dan hitam terlihat mirip seperti biksu tua. Dia memang buta, tetapi dirinya tahu apa yang dilakukan pemuda di depannya ini.
Xiao Shuxiang berguling-gulingan sambil mengetuk-ngetuk tanah yang terlihat seperti kaca di atas genangan air, dirinya juga dapat melihat pantulan wajahnya.
Xiao Shuxiang mulai berkomentar dengan mengatakan tanah yang dia sentuh ini terasa dingin.
".. Kakek, kau juga harus mencobanya.."
"Kau tidak tahu sopan santun sekali. Kemari dan duduk dengan tenang,"
Xiao Shuxiang bergulingan ke arah Kakek Buta tersebut dan mulai bangun, dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan mulai mendengarkan ucapan dari Tua Bangka di depannya.
Biasanya, seseorang akan menjaga sikap bila tahu jiwanya terpanggil di tempat yang asing semacam ini. Dirinya pasti akan bersikap waspada, bingung, takut, dan sejenisnya.
".. Tetapi kau malah bertingkah kekanakan. Anak kecil pun tidak akan melakukan itu jika berada di posisimu,"
"Mungkin karena mereka tidak suka bermain dan selalu serius setiap saat. Hmph, orang seperti itu sangat membosankan. Batu ini ternyata asli, kupikir buatan.."
Xiao Shuxiang malah mengetuk-ngetuk dipan giok di depannya, tindakannya membuat Kakek Tua di depannya tersenyum. Dia telah memilih pewaris yang unik.
"Shuxiang, berhenti. Sekarang dengarkan aku, Kitab Pernapasan Langit dan Bumi hanyalah kitab pernapasan biasa. Tidak memiliki jurus apapun di dalamnya, dan tidak termasuk istimewa hingga tak ada seorang pun yang memperebutkan kitab itu.."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia sendiri sebenarnya sangat kesal karena merasa seperti ditipu. Nama dari kitab tersebut terdengar hebat tetapi setelah dia membuka lembaran dan membaca isinya..
".. Haiih.. Aku sangat kecewa.."
Xiao Shuxiang mengungkapkan betapa kesal hatinya saat tahu hanya ada dua lembar saja pada isi Kitab Pernapasan Langit dan Bumi. Padahal bila dilihat dari luar, kitab itu nampak tebal dengan sampulnya yang bertintakan emas.
"Tapi apa kau dapat sesuatu dari mempelajarinya..?"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan dan kemudian mengangguk. Dia menceritakan tentang betapa malas dirinya membaca buku, tetapi karena Kitab Pernapasan Langit dan Bumi hanya berisikan dua lembar tulisan saja.. Dia jadi lebih sering membaca kitab tersebut.
".. Butuh waktu yang tidak singkat sampai aku dapat memahami apa yang kau tulis. Sungguh, tulisanmu jelek sekali, keningku sampai beberapa kali berkerut saat membacanya. Kau perlu banyak berlatih lagi.."
__ADS_1
"Bocah kurang ajar, baru kau yang mengomentari tulisanku jelek. Tulisanmu sendiri bahkan lebih buruk dari milikku. Sudah, jangan membahas itu lagi. Jadi apa yang kau pahami?"
Kakek Tua di depan Xiao Shuxiang sama sekali tidak marah ataupun kesal, dia mendengarkan dengan seksama penjelasan pemuda di depannya.
Pernapasan adalah pondasi pertama dalam dunia pendekar. Dua teknik pernapasan pada kitab yang dipelajari Xiao Shuxiang hanya membahas bagian umumnya saja. Dia harus belajar sendiri untuk mengembangkannya agar dapat digunakan dalam pertarungan.
".. Di kehidupan pertamaku. Aku hanya fokus mengembangkan Pernapasan Air. Dantian Phoenix Api yang kumiliki tidak mengizinkanku mempelajari Teknik Pernapasan Api.."
Xiao Shuxiang mulai menceritakan betapa banyak kesulitan yang dia hadapi setelah berhasil mengembangkan Teknik Pernapasan Air. Dia yang sebelumnya sudah terlalu kuat menjadi semakin kuat hingga mulai ditakuti.
".. Yaah aku memang luar biasa. Tapi sangat menyebalkan jika mereka semua langsung lari setelah tahu bahwa aku datang. Ya ampun, aku bahkan harus membunuh beberapa orang dan mengancam mereka dulu baru bisa dilayani. Jadi gelarku yang semacam Heretic atau apapun itu, mereka sendiri yang menginginkannya.."
Xiao Shuxiang menggeleng sambil berdecak, dia mulai cerewet dan mengadukan betapa sulit kehidupan pertamanya.
Dia berkata memiliki teman petualang, tetapi malah menjadi pengkhianat karena menginginkan pusaka langit di tangannya.
".. Aku sebenarnya berbakat dalam mengolah racun, tetapi kemampuanku buruk dalam membuat penawarnya. Karena itulah, bakatku tidak pernah kugunakan dan malah berakhir menjadi kelemahan.."
Xiao Shuxiang jadi ingat tentang perang antara dirinya dengan kultivator ketiga aliran di masa lalu. Dia lebih suka mati tertebas oleh pedang seorang pendekar daripada mati karena racun, karena itu sangat memalukan dan mencoreng nama besarnya.
".. Tapi sekarang tidak masalah,"
Xiao Shuxiang tersenyum, sekarang racun bukan lagi kelemahannya. Dia mendapatkan banyak hal dari kehidupan keduanya. Tidak hanya tentang berbagai bakat yang dia miliki, tetapi ingatan yang sudah lama dilupakannya juga telah kembali.
".. Bisa dibilang, kelahiranku yang sekarang jauh lebih baik daripada kelahiranku yang lain,"
Kakek buta yang menjadi pendengar Xiao Shuxiang tersenyum saat cerita pemuda di depannya telah selesai. Dia lalu mengatakan bahwa Xiao Shuxiang sepertinya telah mendapat banyak hal berharga.
".. Tempat ini bernama 'Nirwana'. Hanya kultivator yang berada di tahap akhir GrandMaster Tingkat Langit yang dipanggil kemari. Di sini, para kultivator diuji apakah dia dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dan menjadi Immortal Sejati.."
Kakek di depan Xiao Shuxiang menjelaskan bahwa tingkatan Immortal yang dimiliki para kultivator di berbagai benua belum mencapai tingkatannya yang sejati.
".. Mereka tidak dapat melepas hasrat keduniawian. Aku tidak akan menjelaskan banyak hal, karena kutahu jawaban yang akan kau berikan nantinya.."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia menebak akan diberi ujian untuk mencapai tingkat Immortal Sejati oleh Tua Bangka di depannya. Dan tentu saja, dirinya akan langsung menolak tanpa berkedip.
Sejak akar pada dantiannya terlepas, dia telah mendapatkan kembali kekuatannya. Praktik Xiao Shuxiang sebenarnya sudah mencapai Master Foundation Tingkat Langit, namun dia menekan praktiknya dengan pil.
Xiao Shuxiang tidak lagi menyerap Qi dari alam jika tak dalam keadaan terpaksa. Membagi Qi pada kedua dantiannya sama sekali tidak menekan kekuatan yang dia miliki, dan itu mengkhawatirkan.
".. Pil yang kumakan hanya bisa menahannya paling lama seminggu. Kekuatan yang terlalu besar dapat membuatku hilang kendali.."
"Shuxiang, jawab satu pertanyaanku. Dengan apa kau memenuhi pedangmu saat mengayunkannya? Kau tidak pernah mengisinya dengan niat melindungi dan kau juga tidak mengisinya dengan dendam,"
"Hm? Kenapa kau menanyakan itu?"
Xiao Shuxiang merasa heran karena tiba-tiba saja Kakek Buta di depannya bertanya. Namun Kakek tersebut bisa memberikannya solusi atas permasalahan Xiao Shuxiang dengan kekuatannya yang dapat hilang kendali jika menjawab pertanyaan barusan.
"Baiklah, jawabannya hanya satu.. Kelemahan. Aku mengisi pedangku dengan kelemahan. Aku menganggap lawanku adalah orang yang sangat kuat, lebih kuat dari diriku sendiri.."
Menganggap dirinya paling lemah dari lawan akan membuat Xiao Shuxiang terhindar dari keangkuhan.
Selama ini, Xiao Shuxiang sering menghadapi lawan yang selalu bersikap angkuh dan begitu sombong memamerkan kehebatannya.
".. Orang-orang seperti itu akan memandang remeh lawan dan membuat kesalahan seperti memberi kesempatan untuk menyerang balik. Kebodohan semacam ini tentu tidak bisa diterima. Kakek mungkin bisa tahu, ada berapa banyak kultivator kuat yang mati konyol karena meremehkan lawannya. Dengan mengisi pedangku dengan kelemahan, aku akan merasa seperti dapat mati bila tidak melawan mereka sekuat tenaga dari awal.."
Xiao Shuxiang memperhatikan telapak tangan kanannya. Dia lalu mengepalkan tangannya dengan kesal dan mulai merutuki para manusia yang tidak pernah lepas dari kesombongan.
Kakek Buta di depannya berkata bahwa Xiao Shuxiang memang cocok dengan warisan yang dia miliki.
Perlahan, dirinya mulai menjelaskan bahwa sembilan gerbang dunia telah memperlihatkan kehadirannya.
Gerbang tersebut awalnya dibuat oleh seorang kultivator yang ingin membawa pulang jiwa kekasihnya yang telah tiada karena terjatuh ke dalam Jurang Neraka.
Keinginannya membuat kultivator tersebut melakukan perjalanan penuh derita untuk memperoleh lebih banyak kekuatan.
Selama ratusan tahun, akhirnya kultivator tersebut dapat menciptakan gerbang besar yang dianggapnya adalah jalan menuju tempat kekasihnya berada.
".. Tetapi siapa sangka, gerbang tersebut malah menghubungkan Dunia Manusia dengan Dunia Demon. Kekasihnya tidak dia temukan dan malah membuat para Demonic Beast datang ke tempat ini dan membuat kekacauan.."
Sulit untuk menutup kembali gerbang besar itu. Para kultivator senior harus bekerjasama dan mengeluarkan seluruh kekuatan mereka, sampai sembilan kultivator Immortal turun dari Alam Deva dan memecah gerbang tersebut lalu menyebarkannya ke sembilan titik di Lima Benua.
Kakek Buta ini mengatakan gerbang itu tidak dapat dihancurkan karena telah menyatu dengan Dunia Manusia. Walaupun kelima benua dihancurkan sampai menjadi debu sekalipun.. Gerbang tersebut akan tetap ada.
".. Jadi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menyegelnya. Itu adalah bantuan pertama sekaligus terakhir dari para kultivator Immortal dari Alam Deva. Sebelum pergi, mereka meninggalkan kunci dari segel sembilan gerbang pada salah satu kultivator yang dianggap mampu,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang merasa mulai mengerti arah dari pembicaraan Kakek Buta ini. Dia dengan sopan menghentikan ucapan Tua Bangka di depannya dengan berkata sudah saatnya dia pulang.
".. Kau tidak akan pergi kemana-mana sebelum aku selesai bicara,"
"Oh ayolah, Kakek..! Aku bukan orang yang baik, bisa saja aku malah membuka kesembilan gerbang itu dan membiarkan semua makhluk di Dunia Demon keluar agar bisa membuat kekacauan. Kau seperti tidak tahu aku saja.."
Kakek Buta di depan Xiao Shuxiang dengan mantap berkata dia telah membuat keputusan yang tepat. Tidak ada orang lain yang lebih baik dari Xiao Shuxiang.
".. Kau memiliki kemampuan pergi ke Dunia Demon dengan keinginanmu sendiri. Dan aku tahu, kau juga bisa pergi ke dunia yang lain. Bukan tidak mungkin suatu hari nanti kau dapat pergi ke Alam Deva. Manusia sepertimu jelas langka di dunia ini,"
!!
Raut wajah Xiao Shuxiang berubah serius, dia lalu menanyakan apakah Kakek Buta di depannya ini masih hidup atau tidak. Namun, kakek tersebut mengatakan sudah lama mati. Jiwanya terpanggil ke tempat ini akibat kemunculan Sembilan Gerbang Dunia.
".. Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Kau ingin membunuhku karena aku mengetahui tentang dirimu yang dapat pergi ke dunia itu, bukan?"
"Namanya Dunia Elf. Tapi, apa hubungan kunci sembilan gerbang dunia dengan cara mengendalikan kekuatanku?"
Xiao Shuxiang memang berniat membunuh Kakek Buta di depannya. Tidak ada seorang pun yang boleh tahu tentang Dunia Demon dan Dunia Elf selain orang yang diizinkannya.
Kakek Buta mengatakan bahwa mempelajari Segel Sembilan Gerbang Dunia akan membuat Xiao Shuxiang juga dapat mempelajari Segel Rantai Pengekang Jiwa.
".. Segel tersebut sebenarnya adalah efek samping dari Segel Sembilan Gerbang. Tetapi kurasa, segel itu dapat mengekang kekuatanmu agar tidak sampai lepas kendali,"
"Segel Rantai Pengekang Jiwa.."
Xiao Shuxiang mendengarkan penjelasan Kakek Buta di depannya, Tua Bangka ini sama sekali tidak menutup apapun. Segel Rantai Pengekang Jiwa termasuk segel yang kuat, dan jika telah dipakai.. Maka akan sangat sulit untuk dilepaskan.
".. Tapi bukan mustahil. Segel itu akan menghilang dengan sendirinya saat kau telah sanggup mengendalikan diri dan kekuatanmu. Jadi bagaimana? Apa kau mau mencobanya?"
"Pil saja memang tidak cukup. Dan aku tidak bisa mengandalkan Yīng xióng, pedang itu dapat membunuhku jika aku tidak berhati-hati. Tapi menyegel sembilan gerbang yang ada di Lima Benua bukanlah pekerjaan mudah,"
Kakek Buta tersebut mengerti apa yang dirasakan Xiao Shuxiang. Tugas ini jelas memberatkan, tetapi tidak ada orang lain yang dapat melakukannya selain Xiao Shuxiang.
".. Kau bisa memulainya pelan-pelan. Jangan anggap misi yang kuberikan padamu adalah sebuah beban. Jalani saja hidupmu dan biarkan langit yang menentukannya,"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas sebelum berkata bahwa dia akan mempelajari segel sembilan gerbang dunia, tetapi tidak janji melakukan misi ini secepatnya karena dia punya beberapa hal yang harus dilakukan.
"Aku juga tidak menginginkan kau terburu-buru. Baiklah, sekarang perhatikan segel dari sembilan gerbang dunia. Ada sepuluh gerakan tangan yang masing-masingnya memiliki efek samping,"
Xiao Shuxiang mengangguk. Dia lalu memperhatikan gerakan tangan Kakek Buta di depannya yang terlalu cepat, dirinya segera protes dan meminta agar Tua Bangka tersebut melambatkan gerakan tangannya.
Saat Xiao Shuxiang mulai dengan gerakan pertama, kedua kakinya langsung terasa sakit. Dia melanjutkan dengan gerakan yang kedua dan kini rasa sakit berada pada kedua tangannya.
Setiap kali Xiao Shuxiang menyelesaikan satu gerakan tangan, ada saja bagian tubuhnya yang sakit. Rasanya seperti tangan, kaki, paha, lengan, dan pinggangnya ditusuk oleh pedang yang sangat besar dan tajam.
Tiba pada gerakan terakhir, sebuah rantai yang seperti terbuat dari angin melilit tubuh Xiao Shuxiang mulai dari kaki sampai pada leher. Rantai tersebut bergerak bagai ular lalu kemudian menghilang.
"Di tempat ini, rasa sakit yang kau alami hanya sedikit. Tetapi akan sangat jauh berbeda saa kau bangun nanti.."
Kakek Buta ini masih memberi penawaran apakah Xiao Shuxiang mau menerima ujian untuk bisa menjadi Immortal Sejati. Namun pemuda di depannya tetap menolak.
".. Kau anak yang tidak pernah berbohong. Selama kau tetap menjaga kejujuranmu, kau dapat dengan mudah datang kemari kapanpun.."
Xiao Shuxiang tidak menyangka akan mendengar hal itu. Dia baru saja merasa mendapatkan hak istimewa untuk masuk ke Alam Nirwana.
Meski sebelumnya Kakek Tua ini berkata hanya kultivator GrandMaster Tingkat Langit sajalah yang bisa kemari, namun sebenarnya bagi kultivator yang praktiknya setinggi itupun pastilah akan kesulitan.
".. Kau ini sebenarnya siapa, Kakek? Kau tidak pernah menyebutkan namamu sejak tadi, bahkan di awal kita pertama kali bertemu,"
"Kenapa baru sekarang kau menanyakannya? Aku tidak akan menjawabmu, kau pikirkan saja sendiri.."
!!
Xiao Shuxiang tersentak, kakek tua di depannya nampak merajuk. Namun entah mengapa dirinya malah terlihat senang.
Alam Nirwana harusnya adalah tempat sunyi. Jiwa yang dipanggil untuk bertemu dengan penjaga alam tersebut harusnya bersikap sopan, dan suasananya akan serius, serta sedikit tegang.
Tetapi berbeda dengan Xiao Shuxiang, pemuda ini seperti menganggap Alam Nirwana sebagai rumahnya sendiri. Dia bahkan menceritakan banyak hal sebagai pembunuh kejenuhan.
Kakek Buta yang pernah memberinya Kitab Pernapasan Langit dan Bumi hanya bisa tersenyum dan menggeleng pelan. Pemuda di depannya seperti telah lupa menanyakan kembali identitasnya.
"Hidupmu yang sekarang terdengar jauh lebih baik,"
"Tentu saja. Tapi awalnya sangat sulit. Aku bangkit dengan tubuh anak kecil yang lemah.."
__ADS_1
Xiao Shuxiang mulai lagi, dia menceritakan perjalanan panjang saat dirinya bangkit. Kakek Buta di depannya tersenyum sambil menjadi pendengar yang baik. Ini pertama kalinya dia bertemu pemuda yang begitu cerewet.
***