XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
106 - Kultivator Sekte Tengkorak Darah [Revisi]


__ADS_3

"Tuan Muda, terima kasih..! Terima kasih sudah menyembuhkan putriku..!"


Kepala Desa, Xue Long, beserta warga lain merasa senang dan tidak henti-hentinya berterima kasih kepada Xiao Shuxiang.


Akhirnya, anak gadis mereka bisa kembali seperti sedia kala. Istri Xue Long menangis terharu, dia beberapa kali menciumi tangan dan memeluk Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang hanya pasrah menerima pelukan dan ciuman dari para ibu gadis yang dia selamatkan.


Yi Wen dan Feng Ying hanya menatap saudara mereka tanpa bisa berkata apa-apa. Mereka merasa, Xiao Shuxiang seperti menikmati dipeluk dan dicium oleh para istri warga desa.


Xiao Shuxiang, Yi Wen dan Feng Ying dijamu begitu baik. Mereka diminta menginap di kediaman Kepala Desa.


Malam semakin larut, Xiao Shuxiang memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitaran rumah warga.


"Saudara Xiao..!"


?!


Xiao Shuxiang menoleh ketika mendengar seruan dari Yi Wen. "Di mana Feng Ying? Kenapa dia tidak bersamamu?"


Yi Wen, "Ying'Er sudah tidur. Aku melihatmu keluar dan segera menyusulmu. Tapi, kau mau ke mana Saudaraku?"


"Hanya berjalan-jalan saja, aku tidak ingin tidur."


Xiao Shuxiang dan Yi Wen mulai berjalan bersama sambil sesekali berbincang-bincang. Mereka berdua membahas tentang pendirian sekte mereka kelak.


Yi Wen, "Aku tidak yakin kami akan mendapatkan pedang pusaka itu, apalagi waktu Pelatihan Etika sebentar lagi selesai... Dan kita pasti akan segera diusir dari sekte itu.."


Xiao Shuxiang. "Sebenarnya Yi Wen, aku tidak suka terikat dengan sekte mana pun. Karena bagiku, mereka semua sama saja.."


Xiao Shuxiang menjelaskan, "Seluruh kultivator adalah sama, namun kebanyakan mereka tidak mengerti sehingga menciptakan perbedaan mereka sendiri-sendiri."


?!


Xiao Shuxiang dan Yi Wen sedikit tersentak ketika samar-samar mendengar suara. Mereka berdua saling berpandangan dan dengan hati-hati berjalan menuju asal suara tersebut.


Xiao Shuxiang mengintip dari balik semak-semak. Tidak jauh di depan mereka, lima orang pria dewasa berpakaian hitam sedang membicarakan penyerangan yang akan mereka lakukan pada warga Desa Batu Hijau.


"Saudara Xiao, mereka seperti orang yang jahat.." Yi Wen setengah berbisik, perasaannya menjadi tidak enak saat melihat lima orang pria yang ternyata adalah kultivator Aliran Hitam.


"Yi Wen, ayo pergi dari sini." Xiao Shuxiang menarik tangan Yi Wen dan mulai berjalan menjauh selagi mereka belum ketahuan.


Di perjalanan, Yi Wen bertanya alasan Xiao Shuxiang lari dari tempat itu.


Yi Wen, "Sarusnya kira berdua melawan kultivator Aliran Hitam yang ingin menyerang desa. Bukannya malah menghindar,"


"Yi Wen, kau ini tidak pernah mengukur kemampuanmu sendiri ya? Kalau kau mau mati, jangan mengajakku."


"Saudara Xiao, apa kau takut?"


!!


Seketika Xiao Shuxiang menghentikan langkahnya, apa yang baru saja dia dengar? Yi Wen mengatai dirinya penakut? Hah!


"Yi Wen, aku tidak pernah takut dengan kultivator mana pun. Tapi kau harus sadar satu hal, semakin sedikit kau mencampuri urusan orang lain----maka kau akan semakin jauh dari bahaya.."


Xiao Shuxiang memberi penjelasan kepada Yi Wen mengenai kultivator yang mereka lihat tadi, sambil melanjutkan langkahnya. Kelima pria itu berasal dari Sekte Tengkorak Darah, salah satu sekte yang akrab dengannya.


Xiao Shuxiang, "Mereka dari Sekte Tengkorak Darah. Sebisa mungkin kau tidak boleh terlibat masalah dengan mereka, mengerti?"


Yi Wen, "Bagaimana kau tahu mereka berasal dari sekte itu? Aku pernah mendengar tentang Sekte Tengkorak Darah dari salah satu senior, tapi aku tidak tahu corak seragam mereka."


Yi Wen melanjutkan, "Sejauh pengetahuanku, cara mengetahui asal sekte seorang kultivator bisa dilihat dari corak pakaiannya. Namun pakaian kelima pria tadi berwarna hitam tanpa ada corak apa pun. Jadi bagaimana kau bisa tahu identitas mereka, Saudara Xiao?"


"Kalau kau bisa memperhatikan lebih teliti, kultivator Sekte Tengkorak Darah hanya memiliki sembilan jari tangan. Mereka yang masuk ke dalam sekte itu harus memenggal satu jari tangannya sebagai bentuk kesetiaan,"

__ADS_1


Sebenarnya, Xiao Shuxiang terkejut karena Sekte Tengkorak Darah masih ada di Benua ini. Awalnya, dia menganggap bahwa sekte itu bergabung dengan Sekte Pedang Langit, tapi ternyata tidak.


!!


Xiao Shuxiang dan Yi Wen tiba-tiba terkejut ketika seorang pria berpakaian serba hitam nampak berdiri cukup jauh di depan mereka.


"Dia salah satu pria yang tadi..!" Yi Wen segera menarik pedangnya, dan menatap waspada ke arah pria tersebut.


"Sepertinya kita ketahuan," Xiao Shuxiang juga ikut menarik pedangnya, ada kemungkinan empat pria lainnya juga ke tempat ini.


Hanya satu tarikan napas, apa yang dipikirkan Xiao Shuxiang benar terjadi. Dirinya dan Yi Wen telah dikepung oleh kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Salah satu diantara mereka mendengus sambil menatap Xiao Shuxiang dan Yi Wen dengan tatapan merendahkan. "Kukira siapa.. ternyata hanya kucing kecil yang tersesat.."


"Hanya satu dari kita yang lakukan, bunuh mereka."


!!


Yi Wen terkejut, dia dan Xiao Shuxiang langsung diserang oleh salah satu kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Traang!


Traang!


Kerjasama Xiao Shuxiang dan Yi Wen sangat baik. Tidak ada isyarat yang digunakan keduanya, namun setiap serangan yang mereka lakukan tanpa celah sama sekali.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah tersentak ketika kedua anak yang mereka anggap lemah, ternyata bisa menyudutkan rekannya. Bahkan sampai mampu melukai lengan kanan rekannya tersebut.


Cara bertarung kultivator yang dihadapi oleh Xiao Shuxiang dan Yi Wen ini seperti menganggap remeh mereka. Sadar akan segera berada dalam situasi yang lebih berbahaya, Yi Wen dan Xiao Shuxiang secara bersamaan memberi serangan terakhir.


CRAAASH


!!


Tindakan yang dilakukan Yi Wen dan Xiao Shuxiang terlalu cepat sampai keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah tidak sempat bereaksi.


Mereka baru tersadar saat tubuh rekannya jatuh dengan tubuh mengenaskan. Xiao Shuxiang memandang rendah tubuh kultivator yang telah kehilangan nyawanya, ini akibat karena berani meremehkan dirinya.


"Anak-anak dari Sekte Tua Bangka itu telah mendapat pengakuan dari Xiao Shuxiang ini..! Mereka tidak selemah yang kalian lihat..!" Xiao Shuxiang menarik tangan Yi Wen dan segera melesat pergi untuk memancing keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah sambil mengatur rencana.


"KURANG AJAR!! BERANI SEKALI MEREKA..!!"


Keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah begitu marah, mereka segera mengejar Xiao Shuxiang dan Yi Wen.


Satu orang di antara mereka memiliki praktik di Forging Qi tingkat 12, atau Master Foundation tingkat Perunggu Tahap Akhir. Sementara tiga lainnya berada di Forging Qi tingkat 8.


Meski belum termasuk kuat, namun mereka berempat tentulah akan menyulitkan Xiao Shuxiang dan Yi Wen. Mereka bisa saja dicincang habis jika tidak mengatur rencana dengan baik.


Tap


Tap


"Saudara Xiao, mau sampai kapan kita menghindari mereka?! Ayo lawan saja!"


"Yi Wen, kau harus menggunakan otakmu yang kecil itu.. Alasan mereka belum menyusul kita sampai sekarang karena mereka masih bermain-main.."


Xiao Shuxiang sangat tahu betul tentang pemikiran kultivator yang merasa dirinya paling kuat. Memandang rendah orang lain dan mempermainkan nyawa mereka adalah bagian dari keangkuhan orang-orang yang kuat.


"Bahkan setelah seratus tahun lebih, kebodohan mereka tetap sama saja.." Xiao Shuxiang ingat, banyak kultivator yang kuat tewas karena menganggap remeh lawannya, bahkan dengan bodohnya bertarung sambil menahan kekuatan mereka sendiri.


"Kau harus tahu, Yi Wen. Ketika kau bertarung, jangan pernah menahan kekuatanmu. Meski yang kau lawan adalah orang terlemah sekali pun."


Yi Wen mengangguk, dia menanamkan ucapan Xiao Shuxiang jauh di dalam hati. Sebenarnya, selama ini Yi Wen tidak pernah menganggap Xiao Shuxiang adalah anak kecil, melainkan seorang guru yang memiliki kedudukan sama dengan Yang Shu, bahkan lebih.


Tidak hanya Yi Wen, tetapi seluruh teman-temannya juga menganggap Xiao Shuxiang begitu. Mereka seperti lupa bahwa Xiao Shuxiang hanyalah anak laki-laki yang berusia lebih muda dari mereka.

__ADS_1


Menurut Jing Mi, Xiao Shuxiang adalah anak kecil yang memiliki pikiran dewasa dan pengetahuan yang banyak.


Ini diakibatkan karena saudaranya itu hidup bersama Patriarch Ketiga dan sering mendapat arahan langsung dari Patriarch Lan. Apalagi, Xiao Shuxiang baru-baru ini akrab dengan Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit.


Setiap hari duduk bersama dan terbiasa berbincang-bincang dengan orang yang berusia lebih tua dengannya, tentulah saudaranya----Xiao Shuxiang akan sedikit mirip dengan ketiga Patriarch tersebut.


Tap


Tap


"Lakukan sesuai rencana, Yi Wen..!"


"Aku mengerti."


Yi Wen dan Xiao Shuxiang memancing keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah ke dalam hutan. Kemungkinan selamat mereka bisa meningkat jika para kultivator tersebut tetap meremehkan mereka. Namun, akan sangat berbeda jika keempat kultivator itu menyerang mereka sekuat tenaga.


Yi Wen dan Xiao Shuxiang langsung berpencar. Mereka memanfaatkan lebatnya pepohonan untuk sedikit mengelabui keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah.


Tap


Keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah berhenti saat melihat kedua anak yang mereka kejar berpencar. Salah satu dari mereka tertawa dan berseru bahwa tidak ada yang bisa bersembunyi dari mereka.


".Usaha kalian hanya sia-sia, bocah..!"


"Aku tahu keberadaan kalian. Keluarlah sambil memohon, mungkin saja kami akan berbaik hati memberi kalian kematian tanpa harus disiksa lebih dulu,"


Yi Wen sedikit mengintip dari balik pepohonan, dia bisa melihat punggung keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah.


"Sekarang apa..? Saudara Xiao hanya berkata kita harus berpisah jalan, dia tidak mengatakan rencana selanjutnya.."


Yi Wen menggenggam erat pedangnya, dia bingung harus menyerang keempat kultivator itu secara langsung atau tidak.


Tentu saja, jika Yi Wen menyerang langsung.. dia pasti akan kehilangan nyawa. "Saudara Xiao, apa yang harus kulakukan..?"


"Hei, Anak-Anak..! Jangan Nakal Dan Cepat Keluar..! Atau Kalian Mau Kami Yang Ke Sana Dan Menyeret Kepala Kalian, huh?!"


"Bocah!! Kuhitung Sampai Tiga, Jika Kalian Belum Keluar Juga.. Maka Akan Kuberi Kalian Kematian Yang Paling Menyakitkan..!"


!!


Keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah tersentak saat mendengar suara tawa anak kecil. Pandangan mereka kemudian mengarah pada salah satu pohon.


"Hahaha, memberiku kematian yang paling menyakitkan? Apa kalian pernah merasakan mati itu seperti apa, hah? Kalian bicara sombong seperti pernah mati saja.."


!!


Yi Wen tercengang saat melihat Xiao Shuxiang berdiri di atas dahan pohon dan berbicara dengan nada yang mengejek, seakan saudaranya itu berniat memancing keempat kultivator Sekte Tengkorak Darah.


"Sa-Saudara Xiao, kau bilang padaku untuk menggunakan otak kecilku, tapi kenapa kau sendiri tidak menggunakan otakmu..?!"


Yi Wen jelas-jelas melihat Xiao Shuxiang tidak mengatur rencana apa pun. Dia seketika menepuk dahinya saat mengingat kebiasaan aneh saudaranya.


Xiao Shuxiang adalah tipe orang yang menyerang secara langsung. Kalau pun menggunakan rencana.. Xiao Shuxiang pasti akan mengatakan, 'Aku akan serang dari depan, kemudian kau ikut dan serang dari depan'.


"Rencana penyerangan miliknya malah tidak tidak seperti rencana.." Yi Wen mengembuskan napas pelan sambil sesekali memijat keningnya.


BAAAM!!


!!


Yi Wen begitu terkejut, dia terlalu lama memikirkan kebiasaan Xiao Shuxiang sampai lupa bahwa saudaranya itu kini telah bertarung melawan empat kultivator Sekte Tengkorak Darah.


"Saudara Xiao..!! Kenapa kau mencari mati..?!" Yi Wen menepuk wajahnya, dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Segera, dirinya melesat untuk membantu Xiao Shuxiang. Walapun dia tidak yakin bisa mempertahankan nyawa.


***

__ADS_1


__ADS_2