
BAAAM!
Sebuah pohon besar langsung tumbang saat terkena serangan dari salah satu pendekar berseragam serba hitam, dirinya kembali menyerang Xiao Shuxiang.
TRAANG!
"Kau ini suka sekali mencari masalah, aku bahkan tidak mengenalmu,"
"Memang itulah alasan aku dibayar,"
Pendekar berseragam serba hitam tersebut semakin gencar bertukar serangan dengan Xiao Shuxiang. Keduanya tidak peduli dengan pepohonan yang tumbang akibat terkena serangan mereka.
BAAAM!
Sebuah pohon kembali tumbang, cukup banyak bunga jingga yang berjatuhan dan sebagian menyentuh kepala serta pundak Xiao Shuxiang.
Dirinya diselimuti dengan cahaya bulan yang akhirnya dapat menerangi beberapa tempat di Hutan Hujan Bunga akibat pohon-pohon yang tumbang. Hal ini membuat para pendekar berpakaian gelap tersebut dapat dilihat dengan lebih jelas oleh teman-temannya.
"Kau pasti sengaja melakukan ini,"
Pendekar yang berdiri tidak jauh di depan Xiao Shuxiang menunjuk dengan memakai pedang, dia berkata setiap serangan tadi bukan diarahkan pada dirinya, melainkan sengaja dibuat meleset.
"Membuat agar kami tidak bisa membaur di kegelapan, huh? Kau boleh juga,"
Warna mata pendekar tersebut berkilat biru, dirinya bernama Sri Anyar, Kakak tertua dari lima rekannya yang lain. Dia tersenyum di balik wajahnya yang terbungkus kain hitam.
Xiao Shuxiang memperhatikan lawannya dari atas sampai bawah, ekspresi wajahnya tidak banyak berubah meski melihat warna mata Sri Anyar berkilat.
"Pohon di tempat ini terlalu rimbun, jadi aku hanya merapikannya sedikit. Dan kau harus tahu, aku sangat suka memandangi bulan.. Apalagi sambil meminum darahmu,"
!
Seringaian terlukis di wajah Xiao Shuxiang, warna matanya berubah merah, sejurus berikutnya dia menghilang dan muncul tepat di depan Sri Anyar.
TRAANG!
Pedang mereka kembali berbenturan, tanah yang diinjak Xiao Shuxiang dan Sri Anyar terlihat retak, ini membuktikan bahwa serangan tersebut begitu kuat.
"Ha ha ha.. Kalau begitu mari kita lihat.. Apa kau yang akan memandangi bulan sambil meminum darah atau aku yang akan melakukannya,"
Sri Anyar menekan pedangnya dan lalu memberi tendangan kuat pada Xiao Shuxiang. Kaki kanannya berbenturan dengan kaki milik lawan hingga membuatnya terpental sejauh lima meter.
!
Xiao Shuxiang juga sama, tidak disangka serangan kejutannya bersamaan dengan serangan kejutan Sri Anyar. Dia kembali melesat dan menyerang begitu liar.
TRAANG!
Trang!
Tidak jauh dari tempat pertarungan Xiao Shuxiang dan teman-temannya.. Terlihat Gong Zitao bersama dengan Ge Yu Han. Kedua pemuda tersebut juga memakai pakaian berwarna hitam, kepala dan wajah mereka tertutup kain, namun tidak dengan mata mereka.
"Tuan Muda, apa Anda yakin mereka bisa membunuh 'Wali Pelindung' itu?"
Ada keraguan yang nampak pada wajah Ge Yu Han di balik kain hitamnya, selama menyaksikan pertarungan yang terjadi.. Dia tidak bisa membohongi diri sendiri. Jujur saja, dirinya kagum dengan kecerdikan Xiao Shuxiang.
Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu mengetahui bahwa kegelapan menguntungkan lawannya, dan karena hal tersebutlah.. Xiao Shuxiang secara sengaja menyerang pepohonan.
".. Dia memanfaatkan cahaya bulan sebagai penerang, dan yang lebih penting.. Efek serangannya benar-benar kuat,"
"Yu Han, kau jangan memuji Shuxiang di depanku. Orang itu harus mati malam ini juga,"
Gong Zitao terus memperhatikan pertarungan antara Xiao Shuxiang melawan Sri Anyar, dia melihat sebuah pohon mulai bergoyang keras dan kemudian tumbang.
BAAAM!
Tumbangnya pohon tersebut bersamaan dengan menghindarnya Lan Guan Zhi dari serangan salah satu pendekar, Papat Yada. Pria yang nampak berusia 27 Tahun itu memiliki tubuh yang lebih besar dari pendekar yang lain, meski tidak sebesar Jing Mi.
Usia Papat Yada memang lebih tua dari Sri Anyar, tetapi dalam kelompok 'Enam Pendekar Bayangan Hitam'--Usia tidak menjadi penentu kau adalah 'Kakak' hingga harus dihormati.
TRANG!
Pedang besar Papat Daya berbenturan dengan pusaka milik Lan Guan Zhi, Shǎndiàn. Gemuruh petir dan angin kejut tercipta saat mereka terus bertukar serangan.
TRANG!
Selain Teknik Pernapasan, seni bela diri dalam Dunia Pendekar juga mengenal unsur enam jenis Tenaga Dalam.
Yang pertama adalah Visi, berfokus pada Penglihatan hingga siapa pun yang mempelajarinya dapat melihat ke berbagai arah, termasuk dalam gelap sekali pun. Lan Xiao sedang bertarung dengan pemilik dari Tenaga ini.
BAAAM!
Grrrr..
Dirinya menatap tajam pendekar berpakaian serba hitam yang bernama Karasu. Pria itu nampak berusia 30 Tahun, dia menggunakan katana berbilah hijau tua sebagai senjatanya.
Bulu putih Lan Xiao nampak bersinar diterpa cahaya bulan, pola di tubuhnya pun berwarna biru indah, dirinya menggeram dan memperlihatkan giginya yang tajam serta kuat. Beberapa bunga jingga terjatuh pelan saat menyentuh tubuhnya.
Grraoo..!
Lan Xiao menerjang Karasu, dia tidak mengeluarkan semburan api di mulutnya karena khawatir hutan ini terbakar dan dirinya juga tidak berada dalam ukuran tubuh yang sebenarnya.. Itu karena dia takut malah menginjak teman-temannya.
Walaupun begitu, Lan Xiao masih mampu bertarung sengit bahkan beberapa kali membuat lawan terpental hingga menghantam tanah.
BAAAM!
Hu Li juga terlihat bertarung sengit, dia hanya mengandalkan kepalan tangan dan kukunya yang tajam sebagai senjata. Dirinya melawan Hawa Raynar, satu-satunya wanita di kubu lawan sekaligus pemilik dari Tenaga Dalam yang kedua, Tenaga Suara.
TRANG!
Hu Li tahu yang dia lawan adalah perempuan, ini dikarenakan lekuk tubuh lawannya berbeda dengan pendekar yang sedang bertarung dengan teman-temannya saat ini. Namun, dia sama sekali tidak melemahkan serangan.
"Saya tidak tahu yang Anda inginkan, tetapi Anda telah menghalangi jalan kami. Maaf saja, tapi Saya tidak pernah berbelas kasih pada lawan seperti Anda,"
"Aku juga tidak berbelas kasih pada gadis cantik seperti dirimu,"
TRANG!
Hawa Raynar menangkis serangan cakar Hu Li. Dirinya mendapat bentakan dari kultivator berambut putih yang dilawannya ini.
"Saya laki-laki..! Dan yang harus Anda tahu.. Hanya Tuan Muda Xiao yang layak menyebut saya 'cantik',"
!?
Di balik wajahnya yang tertutup kain hitam, Hawa Raynar jelas terkejut. Penampilan dan Suara Hu Li terkesan feminim bahkan melebihi dirinya, dia jelas tidak menyangka hal ini.
Tak seorang pun yang akan berpikir 'menjijikkan' saat tahu bahwa Hu Li adalah laki-laki dibalik wajahnya yang cukup feminim. Ini dikarenakan dirinya merupakan Demonic Beast berwujud rubah putih, dan siapa pun tahu bahwa hewan tersebut memiliki pesona yang memikat.
Hawa Raynar ahli dalam Tenaga Suara, dia dapat membedakan suara dari setiap orang bahkan jika orang tersebut berada di tempat yang lumayan jauh dari dirinya. Dan saat ini.. Dia sudah menandai suara Hu Li yang menurutnya adalah suara paling indah yang pernah dirinya dengar.
".. Aku jadi ingin mendengar jeritan dan tangisanmu. Apa kau mau mendesah untukku?"
__ADS_1
!!
Hu Li terkejut, apa barusan dia salah dengar?! Saat memikirkannya.. Dirinya mendapat serangan mendadak dari arah bawah, segera dia melompat ke belakang dan lalu membalas serangan tersebut.
BAAAM!
Hawa Raynar menghindar, dia kembali melesat dan mulai mengatakan bahwa dirinya menyukai memotong kepala orang yang berambut putih. Hu Li jelas adalah orang yang paling dia inginkan.
".. Aku tidak akan membunuhmu jika kau mau menikah denganku.."
TRANG!
".. Sayang, aku bisa memastikan kau akan menjadi jantan saat menghabiskan malam denganku. Bagaimana? Kau mau?"
"Hmph, bukankah saat ini saya menghabiskan malam dengan Anda? Jadi biarkan saya bersikap jantan dengan mengubah Anda menjadi cincangan daging,"
Pii..!
O Zhan berseru dan seakan menanggapi ucapan dari Kakaknya, Hu Li. Dia sebenarnya kesal karena salah satu pendekar begitu berani menggoda saudaranya, tetapi dirinya tidak bisa ke tempat Hu Li berada karena saat ini dia sedang bertarung dengan salah satu pendekar.
!!
Wisesa melompat mundur saat mendapat semburan dari api rubah milik O Zhan, meski yang dia lawan nampak seperti anak anjing berbulu putih.. Tetapi dirinya juga bertarung dengan sengit, hewan ini jelas tidak dapat dipandang remeh.
Dirinya melesat dan bergerak seperti menyatu dengan udara, tetapi O Zhan juga sama cepatnya. Dalam suasana gelap dan hanya diterangi sedikit cahaya bulan.. Nampak serangannya mengeluarkan percikan api kecil, ini terjadi ketika serangannya menangkis cakaran milik O Zhan.
Wisesa merupakan pemuda berusia 19 Tahun, dia adalah yang termuda sekaligus adik terkecil di antara Enam Pendekar Bayangan Hitam. Karasu merupakan Kakak Keduanya, Hawa Raynar Kakak Ketiganya, dan Papat Yada adalah Kakak Keempatnya.
Wisesa menguasai Tenaga Dalam Udara, ini berhubungan dengan beban. Dirinya dapat bergerak seringan udara dan lebih cepat dari anak panah. Tetapi bukan O Zhan namanya jika tidak mampu menyamai kecepatannya.
TRANG!
Pii, Pii..!
O Zhan kembali menyemburkan api rubah di mulutnya. Api itu kecil dan saat melesat mirip seperti anak panah berwarna biru keputihan. Api tersebut sangat panas dan jika terkena telapak tangan.. Maka dapat berefek melubangi.
TRANG!
Xiao Qing Yan sedikit melihat pertarungan O Zhan, dia merasa lega karena rubah seukuran anak anjing tersebut mampu bertarung seimbang dengan lawannya. Tidak seperti dirinya yang saat ini sudah mulai kewalahan.
TRANG!
TRANG!
Xiao Qing Yan selama ini terus sekuat tenaga hanya demi bisa bertahan dari serangan Kakak Kelima Wisesa, yakni pendekar bernama Tong Due. Pria berusia 28 Tahun yang dia lawan sangat ahli dalam mengelak dan menangkis serangan.
TRANG!
Sejak tadi, semua serangan Xiao Qing Yan selalu meleset dan lawannya tidak begitu kesulitan untuk menghindar. Tidak seperti dirinya yang dalam menangkis satu serangan saja.. Harus mengeluarkan banyak tenaga.
!!
BAAAM!
Xiao Qing Yan menghantam tanah dengan cukup keras, dia memuntahkan darah segar dan detik berikutnya serangan kembali mengarah padanya.
Segera dirinya berguling ke kanan untuk menghindar, dengan cepat dia bangun tanpa peduli tubuhnya yang kesakitan. Katana yang ada di tangannya dia genggam begitu erat dan kemudian melesat demi membayar serangan yang dirinya dapatkan.
TRAANG!
Tong Due merupakan pendekar dari Benua Timur, namun dia tinggal sudah lama di Benua Tengah. Dirinya ahli dalam Tenaga Suhu, ini berfokus pada indra penciuman dan perasa.
Karena kemampuannya, dia dapat memprediksi ke mana serangan Xiao Qing Yan akan mengarah, sehingga dirinya dapat menangkis serangan tersebut.
["Kuso ̄."]
["Sialan."]
"Kau tidak perlu mengumpat dengan memakai bahasa warga Benua Utara, kau pikir aku tidak tahu?!"
TRAANG!
Katana Xiao Qing Yan berbenturan keras dengan pedang Tong Due. Keduanya bertukar serangan dan sesekali saling bertukar tendangan.
"Bocah laki-laki sepertimu lebih baik pulang dan menyusu pada ibumu. Kau sebaikmya pergi selagi aku masih berbelas kasih. Perlu kau ketahui, di antara saudara-saudaraku.. Aku cukup baik pada anak kecil,"
Xiao Qing Yan terlihat sangat kesal, kedua tangannya bahkan mengeluarkan suara gemeretakan saat dia mengenggam erat katana miliknya.
"Siapa Yang Kau Sebut 'Bocah Laki-Laki'..! Aku Ini Perempuan! Apa Perlu Kubuka Celanaku Baru Kau Percaya!?"
!!
Suara nyaring dari Xiao Qing Yan membuat Xiao Shuxiang yang berada tidak jauh di dekatnya terkejut hingga nyaris terkena serangan Sri Anyar. Dia tidak menyangka anak berusia 10 Tahun tersebut dapat berteriak nyaring juga.
?!
"Tunggu, apa tadi dia mengatakan 'membuka celana'? Aku merasa seperti pernah mendengar teriakan sejenis ini.. Tapi di mana..?"
"Apa yang sedang kau pikirkan, hah?!"
BAAAM!
Suara dari pedang Xiao Shuxiang kali ini terdengar seperti debaman saat berbenturan dengan senjata milik Sri Anyar. Keduanya masih bertarung dan nampak mereka telah mendapat beberapa luka di tubuh masing-masing.
TRAANG!
Sri Anyar membuat Xiao Shuxiang mengambil posisi bertahan, dia terus menyerang pemuda tersebut dan menggiringnya ke dalam rimbunnya pepohonan.
TRANG!
Warna mata Sri Anyar kadang bersinar kebiruan dan kadang meredup, begitu juga warna kemerahan pada mata Xiao Shuxiang. Keduanya entah secara sadar atau tidak.. Tetapi mereka semakin menjauh dari lokasi di mana teman-teman mereka berada.
["Aku ingin tahu bagaimana kau bisa membunuh Ling Hao Yu, apa menggunakan racun? Atau menjebaknya dalam rencana busukmu..!"]
TRANG!
"Kalau kau ingin mengumpatiku, tidak perlu menggunakan bahasa dari tempat tinggalmu, aku tidak mengerti..! Kau tadi berbicara dengan bahasa penduduk Benua Timur, mengumpat saja dengan bahasa itu. Jadi aku memiliki banyak alasan untuk merontokkan semua organ dalammu,"
Sri Anyar mendengus saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Kemungkinan lawannya ini tidak belajar bahasa penduduk Benua Tengah hingga menyalah-artikan ucapannya.
TRAANG!
"Kau tahu, aku jadi ingin membelah kepalamu dan menghitung berapa lekukan pada otakmu yang kecil itu,"
"Hmph, kau bisa melakukannya.. Tetapi setelah aku memeriksa bagian dalam dari setiap tulang-tulangmu,"
Xiao Shuxiang kembali bertukar serangan dengan Sri Anyar. Yīng xióng di tangannya seperti menjadi pedang yang penurut, walau saat dirinya memberi luka pada lawannya.. Yīng xióng sama sekali tidak mengeluarkan racunnya.
TRAANG!
Sri Anyar bergerak cepat, saat berada di udara.. Dia seperti selendang sutra hitam yang menggulung, terdapat gulungan kecil kebiruan ketika dia menyerang.
__ADS_1
Xiao Shuxiang membalas dengan hal serupa, dia melesat di udara dan nampak seperti gulungan hitam.. Namun bercampur oleh kilatan kemerahan dari mata dan pita yang mengikat rambutnya.
Tiba di pertengahan, serangan keduanya kembali berbenturan. Debaman keras dan angin kejut tercipta, bahkan membuat pepohonan di sekeliling mereka bergoyang hebat.
Bunga berwarna jingga berguguran begitu banyak, namun belum sempat menyentuh tanah.. Bunga-bunga tersebut langsung di terbangkan oleh angin kejut yang dihasilkan dari pertarungan kedua pemuda ini.
TRAANG!
TRAANG!
Bukan hanya Xiao Shuxiang yang bertarung sengit, tetapi Lan Guan Zhi juga demikian. Dia harus melawan pendekar bernama Papat Yada, pemuda itu menguasai Tenaga Berat, ini berhubungan dengan kekuatan.
BAAAM!
Tendangan meleset dari Papat Yada membuat tanah retak dan bergetar. Saat ini kekuatannya belum mencapai tingkatan tertinggi, andai itu terjadi.. Papat Yada bahkan mampu mengangkat gunung serta menggeser daratan.
Mereka yang memiliki Tenaga Berat kebanyakan tak dapat dihentikan, untunglah dari tingkatan 1 (tertinggi) hingga 10 (terendah).. Kekuatan Papat Yada masih berada di angka 7.
BAAAM!
Lan Guan Zhi menghindar kembali, raut wajahnya masih tenang dan dirinya nampak semakin memegang erat Shǎndiàn. Terdapat beberapa koyakan pada pakaiannya, namun sepertinya dia tidak peduli.
Sejurus berikutnya, Lan Guan Zhi melesat bersamaan dengan Shǎndiàn yang terayun kuat. Efek serangannya membuat gemuruh petir, dia dan Papat Yada telah membuat Hutan Hujan Bunga di penuhi dengan suara keras serta getaran pada tanah.
TRAANG!
Traang!
Gong Zitao dan Ge Yu Han masih berada di tempat persembunyian mereka. Namun saat ini, keduanya telah menarik dan memegang erat pedang mereka.
Saat Xiao Shuxiang berada di jarak tertentu dari Gong Zitao.. Segera dia dan Ge Yu Han memberi serangan kejutan pada pemuda tersebut.
!!
Xiao Shuxiang tidak merasakan kehadiran lawannya yang lain. Dia baru merasakannya saat pedang Gong Zitao memberi tebasan pada punggungnya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang menghantam tanah, berikutnya Gong Zitao kembali menyerang dan dibantu oleh Ge Yu Han serta Sri Anyar. Beruntung dengan cepat dirinya berguling hingga mampu menghindar dari serangan tersebut.
Tap
"Apa masih ada lagi yang bersembunyi..?" Xiao Shuxiang menangkis serangan dari tiga pendekar berpakaian serba hitam sambil memperhatikan apakah ada lawan lain yang bersembunyi atau tidak, karena jujur saja.. Dirinya tak bisa merasakan hawa keberadaan dua lawan barunya ini.
TRAANG!
Gong Zitao dan Ge Yu Han terus menyerang Xiao Shuxiang serta, keduanya mengincar bagian vital lawan, mereka sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Gong Zitao tahu dirinya akan dikenali saat Xiao Shuxiang mendengar suaranya, ini dikarenakan pemuda tersebut pernah mengatakan dia dapat mengingat setiap suara dari lawannya. Meski itu mustahil, namun Gong Zitao lebih memilih perkataan hati nuraninya.
TRAANG!
TRAANG!
Pertarungan Xiao Shuxiang dan teman-temannya berlangsung semalaman. Yang sudah mulai mencapai batas adalah Xiao Qing Yan, dirinya sudah mengalami cukup banyak luka. Bahkan dia merasakan ada tulang rusuknya yang patah.
Tang Due datang dari atas Xiao Qing Yan dengan pedang terayun kuat, bilah pedangnya berkilat dan membuat siapa pun akan menganggap kematian telah datang padanya.
"Kau kuberi kesempatan melarikan diri, tetapi tidak kau lakukan. Maka bersiaplah mati..!"
!!
Xiao Qing Yan tidak sanggup bertarung lagi. Saat merasa akan kehilangan nyawa sebentar lagi.. Sesuatu tiba-tiba melesat dan menghantam Tang Due hingga terjatuh.
!!
Itu tidak lain adalah tubuh manusia, dan ternyata masih hidup. Orang yang menubruk Tang Due tidak lain adalah Ge Yu Han, dirinya terpental akibat terkena tendangan Xiao Shuxiang.
"Apa kau masih hidup, Bocah?!"
Xiao Shuxiang berseru dan jelas pertanyaannya barusan mengarah pada Xiao Qing Yan. Dirinya yang sudah berjarak cukup dekat dengan teman-temannya nampak tetap fokus dengan pertarungannya.
TRAANG!
"Apa kau tahu? Kami sudah biasa melawan kultivator seperti dirimu dan rekan-rekanmu itu. Kalian hanya akan menjadi sampah saat Qi pada dantian kalian habis,"
Sri Anyar tersenyum di balik kain hitamnya, warna matanya kembali berkilat biru. Dia dan rekan-rekannya jelas sedang mengulur waktu dan menbuat lawan mereka kehabisan tenaga serta Qi, tanah di Benua Tengah memang sangat menguntungkan bagi para pendekar.
TRAANG!
"Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi,"
"Hmph, kau sudah terlambat..!"
Mata Sri Anyar bersinar biru dan kali ini lebih lama. Dia menggunakan tenaga dalamnya untuk meningkatkan kekuatan kelima saudaranya, termasuk Gong Zitao dan Ge Yu Han.
!!
Lan Guan Zhi, Hu Li, Xiao Qing Yan, O Zhan, dan Lan Xiao tersentak saat mata lawan yang mereka hadapi tiba-tiba bersinar biru, mereka merasakan aura mencekam yang seakan keluar dari tubuh para pendekar ini.
!!
Sri Anyar merupakan pemilik dari Tenaga Mental, unsur tenaga paling misterius di antara ke-enam Tenaga yang lain.
Umumnya, Tenaga Mental dapat mengendalikan pikiran dan membuat lawan kehilangan indra mereka.
Namun fokus Tenaga Mental milik Sri Anyar adalah mengendalikan pikiran rekan-rekannya dan mendorong kekuatan mereka hingga meningkat. Bisa dibilang, Sri Anyar adalah pendukung dari saudara-saudaranya.
!!
Karena proses meningkatkan kekuatan para rekannya terlalu cepat.. Xiao Shuxiang dan yang lainnya tidak sempat mengambil tindakan. Mereka terkena serangan kuat hingga terpental cukup jauh.
BAAAM!
Lan Xiao, O Zhan, dan Lan Guan Zhi menghantam pepohonan dengan begitu keras hingga tumbang. Sementara Xiao Qing Yan dan Hu Li menghantam tanah, retakan serta suara debaman keras benar-benar memekakkan telinga.
Xiao Shuxiang yang paling parah, dia terpental lebih jauh dari teman-temannya. Dirinya menghantam dua batang pohon hingga berlubang dan baru berhenti ketika punggungnya mengenai pohon yang ketiga.
BAAAM!
Xiao Shuxiang merasakan tulang-tulangnya remuk, rasanya sangat sakit dan anehnya.. Dia masih tetap hidup.
Dirinya memuntahkan darah segar sambil tetap terbaring. Bukannya berwajah kesakitan.. Xiao Shuxiang malah tersenyum. Sakit seperti hampir mati adalah hal yang cukup dirindukannya.
".. Tidak kusangka.. Serangan pendekar akan sehebat ini.."
Xiao Shuxiang merasakan jantungnya tertusuk oleh tulang, tangan kanannya masih memegang Yīng xióng. Saat dia mencoba mengambil napas, seluruh tubuhnya langsung sakit dan jantungnya kembali tertusuk, apalagi sakitnya akan semakin parah ketika dia memuntahkan darah.
".. Luar biasa-"
"Waaa! Jangan bunuh aku..! Aku tidak melakukan apa pun..! Jangan bunuh aku..!"
__ADS_1
!!
***