
Setelah kembali dari Bukit Pengetahuan, Xiao Shuxiang mulai mengambil misi lagi. Kali ini dia bersama dengan Yi Wen dan Feng Ying.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak ingin Feng Ying ikut, sebab dia merasa anak tersebut hanya akan menjadi beban. Tetapi Yi Wen berkata bahwa Feng Ying jauh lebih hebat dari yang Xiao Shuxiang duga.
Misi mereka kali ini adalah mengusir sekawanan anjing liar bersama dengan kelompok Sian Ru.
Sian Ru meminta agar Yi Wen, Xiao Shuxiang, dan Feng Ying pergi lebih dulu. Dia beralasan bahwa kedua rekannya belum juga datang.
Sedikit mencurigakan, sebab menurut Xiao Shuxiang----Murid Sekte Pedang Langit harusnya anak-anak yang disiplin. Namun, dia tidak berpikir lebih jauh.
Xiao Shuxiang dan kedua temannya segera memakai pedang terbang untuk sampai ke Desa tujuan mereka, Desa Batu Hijau.
Perjalanan memakan waktu dua hari. Xiao Shuxiang bisa merasakan pedangnya retak. Sepertinya, senjata ini hampir tidak bisa menahan Qi miliknya lagi.
Saat sampai, mereka bertiga dikejutkan dengan keadaan pinggiran desa yang kacau balau. Beberapa rumah roboh seakan telah diterjang oleh angin beliung.
Melihat kondisi rumah warga lebih jelas akan diketahui bahwa itu bukanlah terjangan angin, melainkan ulah manusia.
Xiao Shuxiang merasa ditipu, ini kedua kalinya dia menjalani misi berbeda dengan yang diambilnya. Tidak ada tanda-tanda bahwa rumah warga yang roboh ini dirusak oleh kawanan anjing liar atau hewan apapun.
Salah satu warga tiba-tiba saja menghampiri Xiao Shuxiang dan kedua temannya. Warga ini adalah seorang pria paruh baya dengan tubuh yang terlihat sangat kurus.
Pria bertanya, "Apakah Tuan Muda seorang tabib? Karena aku sangat membutuhkan bantuan sekarang."
"Dari mana Anda tahu..?" Xiao Shuxiang merasa curiga dengan pria yang bertanya padanya.
"Aku mencium bau tanaman herbal dari tubuhmu,"
Saat pria tersebut menjawab, Xiao Shuxiang akhirnya tahu kenapa Patriarch Ketiga sering berendam air bunga teratai.
Seorang tabib atau alkemis memiliki aroma tanaman herbal yang kuat di tubuhnya. Yi Wen langsung mengangkat lengan Xiao Shuxiang dan mengendus ketiaknya, tindakan Yi Wen membuat Xiao Shuxiang menjitak kepalanya.
Xiao Shuxiang. "Yi Wen, kau jangan lakukan itu..! Ketiakku gatal."
Xiao Shuxiang mengarahkan pandangannya kepada pria paruh baya di depannya, dia lalu bertanya, "Bantuan apa yang kau inginkan?"
Pria ini bernama Xue Long, salah satu warga Desa Batu Hijau yang memiliki pekerjaan sebagai pedagang.
"Aku Xue Long. Tuan Muda, kejadiannya dimulai dari beberapa hari yang lalu. Anak gadisku yang baru saja pulang dari festival lampion di desa seberang tiba-tiba saja menggila dan menyerang ibunya sendiri.."
Xue Long menjelaskan, "Tidak hanya putriku, tetapi juga anak gadis warga lain. Yang paling mengerikan adalah anak gadis kepala desa sebab dia tidak hanya menyerang pelayan tetapi juga memakan daging mereka. Anehnya, anak-anak gadis itu kembali seperti biasa saat matahari terbit dan akan menggila kembali jika malam tiba."
"Baguslah, sebentar lagi akan malam. Semoga kalian tetap selamat..." Xiao Shuxiang tersenyum dan mulai melangkah pergi, dia bukanlah orang baik hati yang mau terlibat masalah tidak penting.
Lagipula, bukan urusannya jika seluruh warga desa ini tewas karena dimakan oleh anak-anak mereka sendiri.
Xue Long tercengang, dia tidak bisa percaya ada kultivator Aliran Putih yang mengabaikan penderitaan desanya.
Yi Wen dan Feng Ying buru-buru menarik Xiao Shuxiang. "Jangan mengabaikan orang yang butuh bantuan, Saudara Xiao!"
Yi Wen kemudian berkata kepada Xue Long, "Paman. Antar kami kerumahmu,"
Dia dan Feng Ying terus merangkul Xiao Shuxiang supaya tidak lari.
__ADS_1
"Kalian ini. Ayo lepaskan aku,"
"Tetaplah di sini dan ikut dengan kami, Saudara Xiao."
"Yi Wen..! Tsk. Haah, inilah mengapa kultivator sering berumur pendek. Mereka terlalu mencampuri masalah orang lain.."
Xiao Shuxiang, sepanjang jalan terus menasehati Yi Wen dan Feng Ying. Dia berkata, "Dengarkan aku. Tidak baik untuk masuk ke dalam bahaya yang bisa saja menghilangkan nyawa kita."
Yi Wen, "Tapi biar bagaimanapun kita harus membantu mereka yang meminta pertolongan. Ini sudah menjadi tugas kita, Saudara Xiao."
Feng Ying, "Ying'Er mau menolong warga desa ini."
Saat berada di kediaman Xue Long dan memasuki salah satu kamar, bisa dilihat seorang gadis muda berusia sekitar 17 tahun terbaring dengan wajah yang pucat.
Ibunya terlihat duduk di sampingnya sambil meremas kain kecil dan meletakkannya di dahi putrinya. Dia kemudian menoleh saat menyadari bahwa suaminya telah kembali.
Pandangan matanya mengarah kepada tiga orang anak kecil berpakaian putih dengan pedang yang terselip di pinggang mereka. Dia sebenarnya penasaran dengan anak yang dibawa oleh suaminya, namun saat suaminya berkata telah membawa seorang tabib muda, rasa penasarannya pun hilang.
Tidak ada satu orang pun tabib di Desa Batu Hijau, dan tabib sangat langka mereka jumpai. Karena itulah, meski tabibnya seorang anak kecil.. mereka akan sangat senang dan memperlakukannya dengan begitu hormat.
Istri Xue Long segera berjalan menuju dapurnya untuk menyiapkan makanan yang bisa menjamu Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
"Tuan Muda, dia putriku Meng'Er.." Xue Long mengusap-usap pucuk kepala putrinya, dia meminta agar Xiao Shuxiang bersedia memeriksa kondisi putrinya ini.
Xiao Shuxiang mulai duduk diikuti oleh Yi Wen dan Feng Ying, mereka berdua penasaran dengan yang dilakukan saudaranya.
Xiao Shuxiang memeriksa mata gadis yang terbaring di depannya, pupil matanya berwarna hijau tua dan tidak ada bagian putih yang terlihat.
Xiao Shuxiang, "Kau keberatan jika aku membuka pakaian putrimu?"
!!
Xiao Shuxiang meminta Yi Wen dan Feng Ying keluar, dia juga mengatakan hal yang sama kepada Xue Long.
"Tidak ada yang boleh masuk sampai aku yang mengizinkan. Anda tenang saja, putri Anda akan baik-baik saja.."
"Aku mengerti, Tuan Muda. Kumohon selamatkan putriku,"
Ketika Xiao Shuxiang hanya ditinggal berdua dengan gadis yang terbaring di depannya, dia mulai membalikkan tubuh gadis tersebut dan merobek pakaiannya. Seperti dugaannya, ada bekas cakaran di punggung gadis ini.
"Ada yang menuntunku ke arah bahaya, sepertinya salah satu orang di Sekte Pedang Langit... tapi siapa? Apa mungkin kakek janggut tebal?"
Bekas cakaran tersebut seperti milik manusia berkuku tajam dan dari warnanya yang ungu kehitaman, Xiao Shuxiang yakin ini adalah ulah kultivator Aliran Hitam.
Belum sempat Xiao Shuxiang membalikkan kembali tubuh gadis di depannya, tiba-tiba saja gadis tersebut menyerangnya.
!!
Mata gadis ini berwarna hijau, urat-urat di dahinya menonjol, terlihat juga urat hitam menjalar di leher dan sebagian wajahnya.
Gigi yang awalnya biasa saja mulai memanjang dan memperlihatkan empat taring besar nan tajam. Bahkan, perubahan terjadi pada kuku jari tangannya yang juga memanjang.
Pipi kanan Xiao Shuxiang terkena cakaran gadis tersebut. Darah segar menetes ke lantai, Xiao Shuxiang mengamati wajah Xue Meng yang mengeluarkan air liur. Dia kemudian mendengus kecil.
__ADS_1
"Hh, tertarik pada darahku? Seleramu bagus juga.." Xiao Shuxiang menyentuh bekas cakaran di pipinya, melihat darah segar pada ibu jarinya.
Xiao Shuxiang menjilat darahnya sendiri bersamaan dengan luka di pipinya menghilang.
GRRRR
Xue Meng kembali menyerangnya. Suara debaman keras terdengar dan mengejutkan Yi Wen, Feng Ying, serta Xue Long dan istrinya.
Seseorang terlempar keluar dan menghantam pepohonan, debu yang beterbangan akibat hantaman barusan mulai menipis dan memperlihatkan Xiao Shuxiang yang berdiri tenang.
Yi Wen, Xue Long, dan Feng Ying segera memasuki ruangan dengan wajah khawatir, mereka dikejutkan saat Xiao Shuxiang melesat keluar dan menyerang Xue Meng.
Setiap serangan dari Xue Meng berhasil di hindari oleh Xiao Shuxiang. Karena merasa tidak bisa melukai anak laki-laki tersebut, Xue Meng pergi menyerang orang lain.
Xue Long berteriak dan memohon agar putrinya kembali, dia takut jika putrinya terluka atau melukai orang lain. Istri dari Xue Long ingin menyusul putrinya, namun Yi Wen menghentikannya.
"Paman dan Bibi di sini saja, kami yang akan pergi..!" Yi Wen mengajak Feng Ying, dia lalu berlari dengan cepat untuk mengejar Xue Meng diikuti oleh Xiao Shuxiang.
!!
Mengejutkan, Xiao Shuxiang dan kedua temannya mendengar banyak suara teriakan dan jeritan kesakitan. Seperti ucapan Xue Long, tidak hanya putrinya yang menjadi seperti monster tetapi juga anak gadis warga lain.
Di kediaman kepala desa sendiri, tepat di salah satu gudang miliknya.. seorang gadis berusia 17 tahun terus memberontak agar bisa melepaskan kedua tangan dan kakinya yang dirantai.
Seluruh matanya berwarna merah, terdapat urat-urat hitam di leher, pipi, tangan dan kakinya. Dia menggeram keras, menatap tajam tiga orang pria di depannya.
Dua orang pria merupakan tabib petualang, sementara satu orang hanyalah manusia biasa yang ternyata ayah gadis tersebut.
"Nak, tenanglah. Kau akan segera sembuh..! Tuan, dia putriku.. Kumohon selamatkan dia."
"Kepala Desa, Anda jangan khawatir. Apa yang terjadi pada putrimu adalah serangan kedewasaan, ini hal yang biasa.."
Salah satu tabib dengan begitu santainya berucap seolah apa yang dilihatnya tidak membahayakan sama sekali.
Kepala Desa tentu merasa terkejut, tidak ada serangan kedewasaan semengerikan ini! Apalagi putrinya menyerang dan memakan hidup-hidup pelayan atau pun ternak miliknya.
Kedua tabib tersebut berjalan mendekati anak gadis kepala desa dengan begitu santai. Kepala desa memperingatkan mereka, sayangnya peringatannya sama sekali tidak diindahkan.
Alasan kenapa kedua tabib ini bersikap biasa saja dan terkesan terlalu santai adalah karena gadis di depan mereka tidak memiliki taring apapun, hanya urat-urat hitam dan mata merah yang terlihat, sehingga membuat gadis tersebut seperti monster cantik.
Apalagi saat didekati, gadis ini mengeluarkan air mata dan menatap sendu kedua tabib di depannya, seakan memberitahu mereka bahwa dirinya tidak berbahaya dan minta dilepaskan.
Salah satu tabib berniat menyentuh wajah gadis tersebut, namun yang terjadi adalah rantai di kedua tangan gadis itu terlepas dan langsung menyerangnya.
!!
Hanya satu tabib yang dapat menghindar, sementara rekannya harus merasakan lehernya dicekik kuat. Kepala Desa begitu terkejut, dia berlari keluar dan berusaha meminta bantuan.
Anak gadis Kepala Desa kini memperlihatkan rupa aslinya, gigi taring dan kukunya mulai memanjang. Terdengar suara tulang leher sang tabib patah, dia tidak sempat untuk memberontak.
Rekannya yang selamat hanya berdiri mematung, dia tidak mampu bergerak saat menyaksikan tubuh temannya dikoyak-koyak oleh anak gadis Kepala Desa.
Baru setelah tatapan mata gadis monster tersebut tertuju padanya, dia bisa menggerakkan kedua kakinya. Segera, tabib itu berlari sambil meminta pertolongan.
__ADS_1
***