XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
390 - Xiao Shuxiang VIII


__ADS_3

Xiao Shuxiang tidak mendengarkan seruan dari Bocah Pengemis Gila. Dia fokus bertukar serangan dengan Pangeran Sabit Kematian dan terlihat sangat menikmati pertarungan.


!!


Yīng xióng kembali berbenturan dengan senjata Pangeran Sabit Kematian. Suara benturan itu semakin lama semakin keras dan beberapa kali terdengar seperti sebuah cakaran benda tajam pada permukaan besi.


Bocah Pengemis Gila menutup telinganya, suara tersebut membuatnya merasa ngilu. Dan entah bagaimana juga berefek pada gigi dalam mulutnya.


"SHUXIANG..!" Bocah Pengemis Gila berteriak, dia tidak bisa mengikuti pergerakan Xiao Shuxiang dengan Pangeran Sabit Kematian apalagi masuk ke dalam pertarungan mereka.


"Bocah itu benar-benar tidak waras.. SHUXIANG..!"


!!


BLAAAAR..!


Suara yang begitu menggelegar tersebut berasal dari serangan nyasar dari Xiao Shuxiang yang menghantam salah satu bangunan di wilayah murid luar Sekte Pagoda Langit.


Bangunan yang luasnya mencakup lima kamar itu meledak hingga puing-puingnya beterbangan ke berbagai arah dan menimpa apa pun yang ada di bawahnya.


Ledakan tersebut juga membuat tanah bergetar hebat dan menciptakan retakan sedalam tiga meter. Beberapa murid yang tidak mampu mempertahankan keseimbangan tubuh harus terjatuh.


Hu Li, Xiao Qing Yan, termasuk Ling Qing Zhu juga mengalami hal yang sama. Kedua tangan dan lutut mereka seperti menempel pada tanah yang bergetar, belum lagi pepohonan di sekitar mereka ikut terkena efeknya.


!!


"Menghindar..!" Hu Li berseru kala menyadari ada sesuatu yang melesat ke arah dirinya dan juga teman-temannya.


Mereka semua berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dan nyaris saja Hu Li dihantam benda tersebut andai dirinya tidak segera berguling ke samping.


BAAAM!


Xiao Qing Yan tidak seberuntung Hu Li, dia terkena angin kejut dari benda yang menghantam tanah itu hingga membuatnya terpental dan baru berhenti kala punggungnya membentur salah satu pohon.


"Nona Qing Yan!" Hu Li berseru, wajahnya memperlihatkan ekspresi cemas bercampur panik saat anak yang nampak berusia 10 Tahun tersebut memuntahkan darah.


Xiao Qing Yan meringis, "Sialan. Siapa yang bertarung itu? Apa dia ingin menghancurkan sekte ini?"


Tangan kanan Xiao Qing Yan menyentuh dadanya, dia berusaha menahan sakit serta mengatur napasnya dengan baik. Sayang sekali, keadaan tidak memaksanya tenang hingga dirinya harus kembali menghindar kala benda aneh lainnya kembali berjatuhan.


!!


Kali ini yang hampir terkena benda tersebut adalah Ling Qing Zhu. Gadis cantik bercadar tipis dengan kondisi pakaian yang kotor nyaris bernasib buruk andai tidak segera ditolong oleh Ling Jian Tou.


Pemuda itu melesat cepat dan menendang benda yang hampir menghantam sepupunya ke tempat yang lain. Masalahnya, benda tersebut malah di arahkan ke hutan bunga wisteria--tempat para murid luar Sekte Pagoda Langit berkumpul.


!!


Para murid berbagai usia dan tingkat praktik itu terlambat menghindar. Mereka tidak mengetahui ada benda berkecepatan tinggi melesat ke arah mereka akibat lebatnya pepohonan, apalagi tanah yang mereka pijak saat ini sedang bergetar.


"IBUU..!"


!!


Napas mereka seakan tertahan saat benda yang hampir menimpa para murid itu tiba-tiba menghilang entah ke mana. Mereka melihat sosok pemuda berpakaian serba putih melayang di udara.


Bersama-sama para murid Sekte Pagoda Langit mengembuskan napas lega kala mengetahui sosok penolong mereka tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Pemuda berpita dahi itu memasukkan benda yang rupanya adalah puing bangunan ke dalam Gelang Semesta dan menghantam kebun tanaman herbal milik teman baiknya.


Lan Guan Zhi hanya bisa melakukan cara ini demi melindungi para murid. Wajah dan pembawaannya yang begitu tenang seperti tak merasa bersalah sedikit pun terhadap tanaman herbal ratusan tahun milik Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Lan..!"


"Tuan Muda Lan, Syukurlah Anda Datang Tepat Waktu..!"


Beberapa murid yang praktiknya masih sangat rendah nampak menangis. Mereka berpikir yang barusan tadi adalah kematian, untunglah Lan Guan Zhi datang sebagai keajaiban.


"Kenapa tidak ada yang pergi mencari bantuan?"


"Tu-Tuan Muda Lan. Pelindung sekte tidak bisa ditembus, kami bahkan berusaha merusaknya tetapi segel pelindung itu tidak dapat dipecahkan."


Salah satu murid terengah-engah. Mereka juga tidak tinggal diam di tempat ini dan menunggu begitu saja. Mereka ingin pergi dan mencari bantuan di luar sekte, namun segel pelindung seakan tidak membiarkan mereka meninggalkan sekte ini.


BLAAAAR..!


"Tuan Muda Lan, Di Belakangmu..!"


Lan Guan Zhi segera mengibaskan tangan kirinya saat mendengar seruan salah satu murid. Puing bangunan yang barusan datang ke arahnya kembali dimasukkan ke dalam Gelang Semesta dan menghantan tanaman herbal Xiao Shuxiang yang lain.


"Ini bukan tempat yang aman," Lan Guan Zhi berujar pelan, dia meminta agar para murid lebih merapatkan tubuhnya satu sama lain dan tidak ada yang bertanya.


Para murid melakukan apa yang diminta Lan Guan Zhi. Pemuda tampan berpita dahi tersebut dapat membuat benda besar menghilang dalam sekedipan mata berarti dirinya merupakan kultivator yang hebat. Mereka tidak punya alasan untuk meragukan Tuan Muda Lan.


Lan Guan Zhi melayang, tepat di atas para murid Sekte Pagoda Langit dan dengan sekali kibasan--dirinya memasukkan mereka semua ke dalam Gelang Semesta. Dia lalu melesat ke tempat lainnya untuk menyelamatkan lebih banyak orang.


BLAAAAR..!


Serangan nyasar kembali datang dan meledakkan bangunan yang lain. Xiao Shuxiang percaya teman baiknya mampu menyelamatkan murid Sekte Pagoda Langit, jadi dia dapat terus bertarung bersungguh-sungguh tanpa khawatir dengan efek serangannya yang mungkin menewaskan seseorang.


TRAAANG..!


Senjata Pangeran Sabit Kematian berbenturan keras dengan senjata lawannya, dia tersenyum lebar disertai tatapan mata yang berbinar.


"Hebat..! Kau Sangat Hebat..! Ini Pertama Kali Aku Merasakan Pertarungan Yang Membuat Semangatku Memuncak..!"


Selama hidupnya, baru pertama kali Pangeran Sabit Kematian bertarung dengan tempo begitu cepat. Tiap kali dia merasa senjatanya hampir membelah tubuh lawan--detik itu juga lawannya berada tepat di belakangnya dengan pedang yang terayun kuat.


TRAAANG..!


"Kau juga hebat," Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia tidak kalah semangatnya. "Tapi apa kau bisa mengatasi ini?"

__ADS_1


Senyuman itu kembali menjadi seringaian jahat. Dalam satu tarikan napas, tubuh Xiao Shuxiang diselimuti asap hitam tebal dan lalu menghilang. Detik berikutnya sepuluh buah cermin muncul di udara dan membuat Pangeran Sabit Kematian terkejut.


!!


Cermin itu setinggi tubuh orang dewasa, terbuat dari tetesan air yang memadat dan terlihat begitu indah bila terkena cahaya bulan.


Pangeran Sabit Kematian mengedarkan pandangannya ke setiap cermin sambil terus melayang. Dia bisa merasakan dirinya berada dalam bahaya.


?!


Kesepuluh cermin tidak memantulkan bayangan Pangeran Sabit Kematian, tetapi memperlihatkan Xiao Shuxiang yang sedang berdiri dengan Yīng xióng di tangan kanannya.


"Jurus baru, keren bukan? Tentu saja. Karena aku luar biasa." suara Xiao Shuxiang bergema dan seperti berasal dari sepuluh arah, ini membuat Pangeran Sabit Kematian tidak mengetahui yang mana tubuh asli lawannya.


"Hmph, permainan anak kecil..!" Pangeran Sabit Kematian mengayunkan senjatanya hingga tongkat yang dia pegang berubah menjadi rantai panjang dan menghantam ke setiap cermin yang melayang.


!!


Rasa terkejut menghampiri Pangeran Sabit Kematian saat kesepuluh cermin yang dia serang sama sekali tidak pecah berkeping-keping. Dirinya lalu menyerang salah satu permukaan cermin dan detik itu juga serangannya datang dari cermin lainnya dan mengarah tepat pada dirinya.


Aaakh..!


!!


Punggung Pangeran Sabit Kematian terkena serangan yang cukup kuat hingga meretakkan tulangnya. Dia mengerang dan lalu meringis, serangan barusan tidak lain adalah miliknya sendiri.


"Ha ha ha, bagaimana? Kau suka permainan anak kecilku?" Xiao Shuxiang tertawa meledek. Dia memberi tanda pada lawannya dengan dua jari yang digerakkan.


"Ayo kemari.. Coba serang aku selagi Xiao Shuxiang masih baik,"


"Ikan Teri..! Akan kubunuh kau..!" Pangeran Sabit Kematian mengerahkan seluruh kekuatannya dan menyerang permukaan salah satu cermin. Detik berikutnya serangan yang sebesar miliknya keluar dari sembilan cermin lain hingga dirinya tidak mampu menghindar.


BLAAAAR..!


Tubuh Pangeran Sabit Kematian meledak di udara dan menyisakan senjatanya yang melayang tanpa pemilik. Setiap organ tubuhnya berceceran dan menyebar ke tempat sembarang.


Sepuluh cermin tersebut memudar yang salah satunya berubah menjadi kepulan asap hitam dan mulai menampakkan Xiao Shuxiang kembali.


"Sejak tadi kau menjadi senjata yang tumpul, sekarang kenapa begitu bersemangat?" Xiao Shuxiang berbicara dengan pedangnya, dia merasakan Yīng xióng bergetar dan mengeluarkan cahaya merah redup.


Pedang pusaka ini tidak pernah mendengarkan Xiao Shuxiang. Yīng xióng bisa saja menghisap habis daging Pangeran Sabit Kematian atau menjadikan pemuda itu gumpalan daging busuk, tetapi Yīng xióng sama sekali tidak melakukannya.


Dia hanya mengizinkan Xiao Shuxiang untuk mengalirkan Qi padanya dan mengambil alih setiap serangan yang dilancarkan. Namun walau efek serangan tersebut kuat, tetapi semuanya bisa saja cepat selesai andai Yīng xióng mau sedikit bekerja sama.


"Padahal aku yang menempamu, kenapa kau tidak mau menuruti perintah pemilikmu ini.." Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan mulai menatap tajam ke arah senjata sabit yang kini diselimuti asap kemerahan.


Dia bisa melihat penampakan sebuah tangan tanpa tubuh yang memegang tongkat sabit tersebut. Tangan itu mulai membentuk ulang tubuh kembali dan ini membuat Xiao Shuxiang yakin bahwa lawannya memakai Teknik Terlarang.


"Senjata itu semakin panjang.. Atau orang itu yang semakin pendek?" Xiao Shuxiang memperhatikan dengan seksama dan memang ada beberapa hal yang membuatnya penasaran.


"Kau baik sekali.. Terima kasih karena sudah menunggu.." Pangeran Sabit Kematian tersenyum sambil menjilat bilah senjatanya.


Jujur saja, menunggu lawan kembali membentuk ulang tubuhnya adalah tindakan bodoh, tetapi Xiao Shuxiang melakukannya demi untuk menggali informasi tentang dalang dari serangan dadakan pada sekte milik Kucing Putihnya.


"Kuperhatikan sejak tadi, kau mempunyai topeng rubah yang cukup akrab di mataku. Biar kutebak, kau ini salah satu anggota Scarlet Darah. Benar, kan?"


"Memang. Kenapa? Mau bergabung? Dengan kekuatanmu ini, kau akan diterima dengan baik. Kita bisa menjadi rekan," Pangeran Sabit Kematian tersenyum dan berkata bahwa Xiao Shuxiang tidak akan sia-sia bila bergabung dengan Scarlet Darah.


".. Cara bertarungmu yang liar dan tidak mempedulikan nyawa orang lain sangat sesuai dengan Scarlet Darah. Kalau kau mau bergabung.. Maka Aliran Hitam pasti akan lebih mendominasi,"


Xiao Shuxiang berkedip, "Mm.. Benarkah? Aku memang sedang mencari kesibukan. Tapi apa yang biasa dilakukan anggota dari Scarlet Darah?"


Ekspresi wajah Xiao Shuxiang memperlihatkan ketertarikan. Karena senyumannya yang terkesan licik, dia jadi tidak dicurigai oleh Pangeran Sabit Kematian.


Sebelumnya mereka bertarung habis-habisan dan sekarang malah seperti teman bicara, namun tetap saling mewaspadai satu sama lain.


Sudah menjadi sifat Xiao Shuxiang yang mudah akrab dengan siapa pun, termasuk mereka yang berasal dari Aliran Hitam. Dan lagipula, Pangeran Sabit Kematian juga orang yang gampang diajak bicara.


"Tidak ada misi khusus di Scarlet Darah, tidak ada peraturan apa pun. Satu-satunya yang dilakukan adalah meningkatkan kekuatan dan membuat sebanyak-banyaknya kekacauan. Ah, kami juga menjalankan misi penculikan dan pembantaian sekte. Bagaimana, tertarik tidak..?"


"Aku memang tertarik, di mana tempat tinggal Tetuamu?"


"Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu ke sana dan menemui Qian Kun. Dialah tetua Scarlet Darah serta kultivator yang paling kuat,"


Xiao Shuxiang tersentak, tetapi kemudian mengerutkan keningnya saat mendengar nama orang yang disebutkan oleh Pangeran Sabit Kematian.


"Qian Kun..? Bagaimana wajahnya? Aku tidak tertarik bila tetuamu adalah Tua Bangka,"


"Hmph. Tetuaku adalah gadis cantik bersuara indah. Aku tidak pernah melihat wajahnya, tapi dari suaranya bisa ketahuan bahwa dia memiliki kecantikan yang mungkin saja setara dengan Nona Ling,"


Xiao Shuxiang mendengus pelan, "Dia sepertinya tidak tahu apa-apa. Yīng xióng sudah lapar, pedang gila ini sepertinya ingin memakan sabit itu. Tapi aku masih mau bertanya satu hal lagi. Kau tidak diberi tahu oleh Tetuamu untuk mewaspadai seseorang di sekte ini?"


"Hah, satu-satunya kultivator terkuat di sekte ini adalah Ling Lang Tian. Tapi orang itu tidak akan bisa berbuat banyak. Dia menyayangi semua nyawa di sekte ini, karena itulah Ling Lang Tian lemah. Kau mendengar suara pertarungan mereka? Saat ini pasti pria berwajah menyebalkan itu tengah dipermainkan habis-habisan,"


Pangeran Sabit Kematian tertawa, sayang dia tidak bisa melihat wajah menyedihkan pemuda yang terkenal tampan dan dingin tersebut. Dirinya lalu memperhatikan pemuda berpakaian serba hitam di depannya yang nampak memandang ke arah lain.


Xiao Shuxiang bisa mendengar benturan pedang dan gemuruh petir yang saling bersahut-sahutan. Dia yakin bahwa kekacauan saat ini berada di tiga titik yang mana salah satunya dapat dirinya hentikan sejenak.


"Kau tahu, aku sebenarnya ragu dengan kemampuan Tetuamu.." Xiao Shuxiang menoleh ke arah Pangeran Sabit Kematian, ekspresi wajahnya nampak serius.


".. Jika saja Tetuamu kuat. Kenapa dia tidak datang sendiri ke sekte ini untuk membuat kekacauan daripada mengirim kalian? Kehadiranmu dan rekan-rekanmu yang lain hanya membuktikan betapa lemah Tetuamu itu,"


!!


Pangeran Sabit Kematian tersentak, dia bisa tahu ada nada ejekan pada ucapan pemuda di depannya. Secara langsung lawannya ini sudah menghina tetua yang selalu dihormati dan dibanggakannya.


"Aku awalnya menawarkan diri untuk mengajakmu menemui Tetuaku, tapi setelah mendengar ucapanmu.. Kau ternyata lebih layak mati."


Xiao Shuxiang melihat ekspresi wajah lawannya yang nampak marah. Dia memperhatikan bagaimana Pangeran Sabit Kematian mencengkeram kuat senjatanya.

__ADS_1


Senyuman mulai terlukis di wajah menawan Xiao Shuxiang, "Kau sangat menghormati Tetuamu, tapi apa kau tidak tahu bahwa kau dan rekan-rekanmu yang lain hanya sekadar pion kecil di matanya. Teknik Terlarang yang ada padamu itu.. Jika kau tidak bisa mengembangkannya lagi.. Dia pasti akan membunuhmu,"


"Hmph, seakan kau tahu banyak tentang Tetuaku.." Ekspresi wajah Pangeran Sabit Kematian sudah tidak sebersahabat yang tadi, dan itu juga berlaku pada ekspresi wajah lawannya saat ini.


!!


Pangeran Sabit Kematian terbelalak saat lawan yang berjarak cukup jauh darinya--tanpa mengedipkan mata sudah ada tepat di depannya. Dia begitu terkejut dengan sekujur tubuh merasakan dingin yang aneh.


"Kau takut?" Xiao Shuxiang tersenyum, tubuhnya lebih tinggi dari Pangeran Sabit Kematian walau lawannya ini berusia 22 Tahun. Dia seperti senior yang tengah membully juniornya, namun sebenarnya--ini baru saja dimulai.


Pangeran Sabit Kematian langsung menyerang Xiao Shuxiang, namun dirinya lebih dulu mendapat sebuah tendangan memakai lutut kanan lawannya.


!!


Kekuatan dari serangan tadi tidak main-main, itu bahkan bisa melubangi perut dan merontokkan tulang rusuk. Pangeran Sabit Kematian merasakannya, namun karena tubuhnya immortal--dia tidak dapat mati dengan mudah.


Yīng xióng bergetar dan semakin tidak sabaran, dia menarik Xiao Shuxiang lalu menyerang lawan secara liar tanpa peduli dengan kondisi sekitar. Toh bila wilayah murid luar Sekte Pagoda Langit porak-poranda.. Tidak ada banyak korban jiwa sebab Lan Guan Zhi ada untuk menolong mereka semua.


"Ikan Teri Sialan..!" Pangeran Sabit Kematian mengalirkan Qi di seluruh tubuh dan senjata miliknya, dia menerjang Xiao Shuxiang hingga setiap serangannya mampu membelah pohon besar menjadi dua dalam keadaan yang hangus bak tersambar petir.


BLAAAAR..!


Suara menggelegar itu kembali setelah sempat terhenti. Gentaran pada tanah juga mulai terjadi lagi, Xiao Shuxiang ikut mengalirkan Qi pada seluruh tubuhnya yang sebagian dari Qi tersebut menyelimuti Yīng xióng.


"Kau jangan menghina ikan, Pendek..!"


"APA KAU BILANG?!"


Pangeran Sabit Kematian paling benci kata 'itu' dan Xiao Shuxiang mengucapkannya dengan jelas. Dia benar-benar tidak akan membiarkan pemuda ini melihat sinar matahari lagi.


"Matilah Diujung Sabitku..!"


"Kau yang akan mati dan menjadi makanan pedangku,"


BLAAAAR..!


Serangan dari dua senjata pusaka yang hebat saling berbenturan di udara. Yīng xióng adalah pedang yang luar biasa, mengetahui pemiliknya tidak berada dalam penyakit haus darah membuat Yīng xióng menggandakan serangan barusan hingga Pangeran Sabit Kematian terpental begitu jauh.


BAAAAM..!


Ada tiga bangunan yang dihantam berturut-turut oleh lawan Xiao Shuxiang. Pangeran Sabit Kematian bahkan menghantam kuat gerbang wilayah murid inti dan nyaris mengenai Ling Lang Tian andai pemuda itu tidak segera menghindar.


Cara menghindar Ling Lang Tian adalah dengan melompat ke belakang dan karena tindakannya--Pangeran Sabit Kematian menabrak tubuh Pendekar Cambuk Darah yang sedang bergerak menerjang lawan.


BAAAAM..!


Kedua penyusup itu menghantam tanah sangat keras hingga menghasilkan lubang berdiameter 7 meter yang mana kondisi tanahnya seperti habis ditimpa meteor jatuh.


!!


Bocah Pengemis Gila tidak tahu apa yang terjadi, tetapi dia bisa melihat dinding pada tiga bangunan berlubang dan detik berikutnya.. Bangunan tersebut mulai ambruk disertai suara yang keras.


"Kacau.. Ini sudah kekacauan yang tidak bisa dicegah lagi. Anak itu.. Di mana dia?"


Bocah Pengemis Gila menggunakan Teknik Pernapasan Udaranya untuk membantunya bergerak lebih cepat, dia mencari keberadaan Xiao Shuxiang.


?!


Pemuda yang dicari tersebut nampak sedang melayang di udara dengan wajah yang pucat, tangan kirinya menyentuh perut dan ini membuat Bocah Pengemis Gila khawatir.


"Shuxiang..!" Dia berseru saat Xiao Shuxiang tiba-tiba meluncur turun seperti hilang keseimbangan, dengan segera Bocah Pengemis Gila melesat dan berusaha mencegah pemuda itu menghantam tanah namun terlambat.


!!


Xiao Shuxiang terjatuh dengan kedua lutut yang lebih dulu menyentuh tanah serta Yīng xióng yang menancap untuk menopang tubuhnya.


"Shuxiang..!! Kau kenapa?! Apa kau baik-baik saja?!" Bocah Pengemis Gila terlihat cemas, wajah teman baik Lan'Er Gege-nya begitu pucat dan pemuda itu terus memegang perutnya.


"Shuxiang..! Apa kau terluka? Biar ku-"


"Pfffh ha ha ha..!" Xiao Shuxiang tidak bisa lagi menahan tawanya, dia memukul-mukul tanah bahkan sampai meneteskan air mata.


"Aduh.. Perutku sakit.. Ini tidak bisa ditahan.. Ha ha ha..! Astaga.. Apa kau lihat bagaimana mereka bertabrakan tadi? Itu benar-benar lucu,"


Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pundak Bocah Pengemis Gila dan masih tetap tertawa. Wajah Koki Alkemis ini benar-benar memukau, itu adalah tawa yang paling tulus dan mungkin ini yang pertama kali dalam hidupnya.


Bocah Pengemis Gila sebenarnya tidak mengerti kenapa Xiao Shuxiang begitu bahagianya, padahal tadi pemuda ini nampak sangat pucat. Namun entah bagaimana dia juga ikut senang kala menyaksikan orang ini tertawa.


"Astaga.. Perutku.. Ha ha ha.. Aduh.. Ha ha ha,"


"Shuxiang, hentikan. Kau juga membuatku tertawa jika melihatmu.. Pffft.. Ayo hentikan,"


"Tunggu.. Ha ha ha.. Baiklah, aku akan berhenti.." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia jadi ingat kembali bagaimana Pangeran Sabit Kematian menghantam dinding bangunan, tembok, dan lalu menabrak penyusup lainnya.


Tawa Xiao Shuxiang kembali pecah dan ini membuat Bocah Pengemis Gila merasakan seperti perutnya digelitik.


Ling Lang Tian yang berada cukup jauh dari dua pemuda aneh tersebut nampak menyembunyikan batuknya dengan kepalan tangan kirinya, yang tadi itu memang terlihat lucu. Hanya saja dia masih bisa menahannya, tidak seperti Xiao Shuxiang yang begitu lepas.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Terima Kasih karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai saat ini. Gomen kudasai, Besok kemungkinan tidak ada Update. Ada pekerjaan yang harus Penulis urus, dan Gomen karena update Chap baru selalu telat. (*^ω^*) Arigatou dan semoga Minna Sama sehat selalu..!

__ADS_1


( ´ ▽ ` )ノ


__ADS_2