XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
421 - Zhou Yuan II


__ADS_3

Sosok yang dilihat Lan Guan Zhi memiliki tubuh tegap, kulit yang halus, wajah bersih, rambut berwarna putih panjang, dan sangat berwibawa.


Dia sosok yang tampan, walau memakai pita berwarna putih yang menutupi matanya.


!?


Lan Guan Zhi sedikit mengerutkan keningnya saat samar-samar mengingat wajah pemuda ini, "Tetua.. Tiga?"


Sosok di depannya mirip dengan Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit, Zhou Yan. Namun setahunya, Beliau merupakan Patriarch yang selalu memakai cadar tebal.


Zhou Yan adalah tetua yang memiliki rambut hitam panjang dan mata indah dengan bulu matanya yang lentik. Dia merupakan Alkemis terhebat dan terkenal di Benua Timur.


Sosok dengan pita yang menutupi matanya itu tersenyum tipis ke arah Lan Guan Zhi, "Sepertinya aku membingungkanmu, Anak Muda.."


!!


Bahkan suaranya juga mirip.


Lan Guan Zhi sedikit menahan napas. Bila ingin dipikirkan lagi, bagaimana mungkin sosok di depannya adalah Zhou Yan. Rasa-rasanya sangat mustahil mengingat alam ini diperuntukkan bagi para roh.


"Pemikiran yang tepat, Anak Muda. Alam ini tidak bisa dimasuki oleh sembarangan makhluk, bahkan untuk roh pun hanya mereka yang dipilih takdir yang dapat datang kemari. Aku mungkin salah satu yang beruntung. Apa barusan aku mengingatkanmu pada seseorang yang kau kenal?"


Lan Guan Zhi berkedip dan perlahan mengangguk pelan.


Awalnya, dia terkejut karena sosok di hadapannya tahu apa yang dipikirkannya, namun keterkejutan itu hanya berlangsung beberapa saat sebelum dia berucap dengan sopan.


"Anda terlihat mirip dengan Tetua Zhou Yan. Beliau.. Adalah guruku."


"..."


Sosok di depan Lan Guan Zhi tidak berkata apa-apa, namun tangannya bergerak untuk mulai membuka pita yang menutupi matanya.


!!


Sebuah keindahan yang amat sangat memukau ketika melihat mata sosok berpakaian serba putih tersebut.


Matanya berwarna giok hitam dengan kedalaman yang membawa seseorang untuk melihat ribuan bintang. Itu adalah jenis mata langka yang kemungkinan hanya sosok inilah yang memilikinya.


"Aku bisa melihatnya darimu. Dia ternyata sudah tumbuh dewasa dan bahkan menjadi patriarch sebuah sekte." sosok itu kembali menutupi matanya dengan pita berwarna putih.


Dia tersenyum sebab menyadari ada rasa kecewa yang dirasakan pemuda di hadapannya.


Lan Guan Zhi sebenarnya masih ingin melihat keunikan dari mata sosok yang berdiri di hadapannya. Mata hitam dengan ribuan bintang di dalamnya itu sangat mengagumkan dan penuh misteri.


"Mata ini bisa melihat masa lalu dan masa depan, Tuan Muda Lan. Aku hanya menggunakannya sedikit untuk melihat wajah dari putraku dengan cara melihat matamu, kau juga ternyata punya hubungan yang begitu dekat dengan Xiao'Er."


!!


Entah bagaimana, tetapi di satu sisi Lan Guan Zhi merasakan sosok di hadapannya sudah banyak tahu tentang dirinya hanya dengan sekali bertatapan mata saja. Di sisi lain, ucapan dari sosok ini terdengar aneh baginya.


"Putra..? Maksud Anda.." Lan Guan Zhi kini mengerti.


Senyuman yang diperlihatkan sosok di hadapannya juga sudah membenarkan apa yang dirinya pikirkan. Pemuda yang nampak berusia 38 Tahun di depannya ini merupakan ayah dari Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit.


"Kau bisa memanggilku Senior Yuan. Aku juga cukup dekat dengan Xiao'Er dan merupakan satu-satunya orang yang suka menampar dan meremas bokongnya."


!!


Tangan Lan Guan Zhi sedikit berkedut, pandangannya agak menunduk. Dia bisa merasakan ujung telinganya memanas walau ekspresi wajahnya masih begitu tenang.


Ucapan yang didengarnya barusan telah membuktikan bahwa sosok ini melihat masa lalunya yang pernah secara sengaja menampar pelan bokong teman baiknya, yakni Xiao Shuxiang.


Yang paling terburuk, ada kemungkinan sosok ini juga melihat banyak tingkah tidak tahu malu Xiao Shuxiang padanya dan juga.. Tindakannya sendiri yang selalu memaklumi dan ikut membalas perlakuan yang didapatnya dari teman baiknya tersebut.


"Senior.. Aku.."


"Kau tidak perlu tegang. Xiao'Er memang anak nakal dan punya otak yang tidak beres. Mengetahui ada yang bisa membuatnya mati kutu membuatku merasa lega, setidaknya ada yang bisa kuandalkan untuk menjaganya."

__ADS_1


Sosok yang sedang bicara ini tidak lain adalah roh dari Immortal Zhou Yuan. Dia merupakan kultivator yang pernah bertarung habis-habisan dengan Xiao Shuxiang dahulu.


"Sudah lebih dari seratus tahun berlalu sejak perang besar itu. Aku melihat Xiao'Er memiliki kehidupan menyenangkan bersamamu dan teman-temannya yang lain. Dia telah banyak berubah.."


Lan Guan Zhi menatap Zhou Yuan yang berjalan dan kemudian duduk bersila di sampingnya. Dia bisa mencium aroma lembut dan sedikit manis dari pemuda berambut putih panjang ini.


".. Pembentukan tubuh untukmu memakan waktu yang lama. Jadi sambil menunggu, mari saling mengenal satu sama lain."


Lan Guan Zhi tidak mengerti maksud ucapan Zhou Yuan. Seharusnya dia berkonsentrasi dan mencoba menahan sakit ketika proses pembentukan tubuh barunya, ini bukan seperti menunggu teman yang pergi membeli tanghulu.


"Senior, aku rasa.."


"Aku bertemu Xiao'Er saat dia terluka parah. Waktu itu saat perjalananku menuju kota besar.." Zhou Yuan sama sekali tidak mendengarkan Lan Guan Zhi.


Dia tahu apa yang dipikirkan pemuda ini, namun dirinya menyakinkan bahwa pembentukan tubuh oleh roh pusaka langit tidak memerlukan konsentrasi apa pun.


Zhou Yuan memperlihatkan kilas balik ketika dirinya menyelamatkan Xiao Shuxiang. Waktu itu dirinya tidak mengetahui bahwa orang yang diselamatkannya merupakan kultivator dari Aliran Hitam.


!!


Lan Guan Zhi terkejut melihat kondisi teman baiknya. Jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang seperti habis diperebutkan oleh beberapa hewan buas sebab pakaiannya yang penuh koyakan dan darah mengucur pada bagian dada, punggung, kaki dan lengannya.


".. Bila kau perhatikan, Xiao'Er nyaris tidak dapat bertahan hidup dengan kondisi seperti itu, apalagi senjata yang membuatnya terluka mengandung racun. Namun dia memang memiliki semangat hidup yang tinggi, waktu itu aku juga terkejut sebab dia masih bisa bicara."


Lan Guan Zhi tiba-tiba saja memuntahkan darah, dia merasakan panas di dalam perutnya. Rasanya seperti ada hewan yang bergerak dan menyemburkan api di dalam tubuhnya saat ini.


"Dantianmu sedang dibentuk saat ini, kau tidak akan merasakan sakit bila memegang tanganku." Zhou Yuan memegang tangan Lan Guan Zhi dan membuat kondisi pemuda itu perlahan membaik.


"Kau selalu melindungi Xiao Shuxiang seperti ini, bukan? Aku juga melakukan hal yang sama. Bisa dibilang kita berdua mirip karena selalu menjaga serigala yang liar,"


"Temanku.. Dia bukan binatang, Senior."


Zhou Yuan tertawa ringan, pemuda yang tangannya dia pegang ini terlihat tidak senang bila dirinya menyebut Xiao Shuxiang sebagai serigala.


Dia lalu kembali memperlihatkan gambaran lain tentang kehidupannya dengan Sang Bintang Penghancur, Xiao Shuxiang.


Di alam ini, waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan tubuh baru bagi Lan Guan Zhi adalah sekitar enam bulan atau lebih.


Lan Guan Zhi bisa melihat perbedaan antara kehidupan terdahulu Xiao Shuxiang dengan yang sekarang. Bisa dikatakan, dahulu tangan teman baiknya tidak pernah bersih dari darah.


"... Kenapa Senior selalu memaafkan kesalahannya? Dia membantai habis seluruh guru dan saudara seperguruan Senior," Lan Guan Zhi merasa ini aneh.


Gambaran yang dirinya lihat menampilkan bagaimana Zhou Yuan sama sekali tidak menaruh dendam pada Xiao Shuxiang, malah justru menaruh simpati pada teman baiknya itu.


"..." Zhou Yuan mengembuskan napas dan mulai mengeratkan sedikit pegangan tangannya. Lan Guan Zhi yang menyadarinya langsung menoleh.


"Sebenarnya, tidak mudah memaafkan seseorang yang sudah membunuh keluargamu. Aku juga membenci Xiao Shuxiang. Tapi kau tahu, awalnya aku tidak tahu bahwa dialah orang di balik pembantaian sekteku. Kupikir, dia hanya pendekar yang terluka dan tersesat."


"Jadi, bagaimana perasaan Senior ketika tahu semuanya? Kulihat Senior tidak membencinya,"


"Mn, mungkin karena kebenaran terungkap saat aku dan Xiao'Er sudah banyak melakukan hal bersama. Walau dia berasal dari Aliran yang tidak sejalan denganku, Xiao'Er adalah anak yang jujur. Bisa dibilang, dia satu-satunya kultivator terjujur yang pernah kutemui."


Tidak ada orang jujur yang bisa menjadi penjahat. Itu merupakan hal yang diyakini Zhou Yuan. Bahkan menurutnya, kultivator Aliran Putih yang terkenal suci sekali pun--pernah sekali melakukan kebohongan.


"Xiao Shuxiang adalah orang yang paling aneh dan juga menarik. Dia selalu senang membunuh dan menguliti manusia hidup-hidup, tapi tidak pernah menyesali perbuatannya. Saat kutanyakan alasannya, dia mengatakan tidak ada dan dirinya melakukan itu untuk bersenang-senang. Banyak yang mengutuk perbuatan tidak pantasnya itu.."


Zhou Yuan kini memperlihatkan gambaran ketika dia dan Xiao Shuxiang memancing di malam hari. Lan Guan Zhi memperhatikan setiap detil yang dirinya tampilkan dengan seksama.


".. Kau perhatikan wajah dan senyumannya, dilihat sekilas atau pun di pandangi sangat lama--Xiao'Er seperti anak yang tanpa dosa. Dia begitu ramah dengan senyumnya yang mempesona. Berbanding terbalik ketika dia memegang pedang dan menarik keluar organ dalam manusia,"


"..." Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun dan fokus menatap wajah teman baiknya. Dia juga tidak bisa percaya bahwa memang temannya itu tidak terlihat seperti seseorang yang berada di wilayah Aliran Hitam.


Pakaian serba gelap dan penampilan Xiao Shuxiang sama sekali tidak menampilkan sosok yang merupakan penyebar ketakutan dan kematian.


"Dia.. Menawan,"


Lan Guan Zhi tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ini pertama kalinya dia melihat teman baiknya tidak bertingkah aneh dan kekanakan.

__ADS_1


"Mn, tapi Xiao'Er jarang bertingkah tidak tahu malu saat bersamaku, tidak seperti saat dia bersamamu. Apalagi yang kulihat tadi, Xiao'Er pernah mengatakan ingin kawin lari denganmu."


"Senior, itu hanya candaan."


"Tapi Xiao'Er tidak pernah berbohong, bahkan untuk sekadar candaan belaka."


!!


Lan Guan Zhi tidak tahu harus berkata apa. Dia menatap tak percaya ke arah Zhou Yuan karena sedikit mengerti maksud dari pemuda berambut putih panjang ini.


Sungguh, jika ucapan roh di sampingnya ini benar--maka teman baiknya memang memiliki perilaku yang menyimpang.


"Aku.. Akan menebas lehernya jika dia berani mengajakku kawin lari lagi." Lan Guan Zhi berusaha menyakinkan Zhou Yuan walau ekspresi wajahnya tetap saja datar.


"Kalau aku jadi kau.. Aku akan menerimanya dan pergi ke tempat di mana kami bisa hidup bersama. Tempat di mana tidak ada aturan dan kami bebas dalam pergelutan masalah dunia kultivator."


"Senior, Anda yakin dengan ucapan itu?" Lan Guan Zhi mulai tidak nyaman dipegang oleh Zhou Yuan.


Dia sebenarnya kurang sopan bila mengatakan ini, tetapi dirinya merasa Zhou Yuan punya sifat yang sedikit mirip dengan Bocah Pengemis Gila.


"Kau tidak perlu takut, Anak Muda. Mengikat hubungan pernikahan dengan sesama pria tidak ditentang siapa pun bila tidak ada yang tahu. Lagipula, jika diberi dandanan sedikit--Xiao'Er dapat menjadi pesaing para gadis tulen."


!!


"Senior.." Lan Guan Zhi tidak menyangka akan mendengar ucapan semacam itu dari sosok sesuci Zhou Yuan. Dia pasti sudah salah dengar.


Zhou Yuan tertawa, walau dia tidak melihat wajah Lan Guan Zhi--namun dirinya yakin pemuda di sampingnya terkejut dengan apa yang baru saja dirinya katakan.


"Ha ha ha.. Tidak perlu seserius itu menanggapiku. Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan, bukan memintamu untuk benar-benar melakukannya."


"Senior.." ujung telinga Lan Guan Zhi terasa panas, dia seperti baru saja dipermainkan oleh pemuda berambut putih ini.


Zhou Yuan tersenyum dan mulai bicara serius, "Aku pernah bersumpah pada diri sendiri untuk membalaskan dendam atas kehancuran sekteku. Namun saat menghabiskan banyak waktu dengan Xiao'Er, dendam tersebut perlahan memudar. Yaah.. Ini mungkin karena hatiku belum cukup teguh untuk memikul sebuah dendam."


"Kurasa.. Senior terlalu baik,"


"Benarkah? Lalu bagaimana denganmu? Apa kau akan dendam padanya andai dia membunuh seseorang yang kau sayangi, atau membantai seluruh saudara seperguruanmu?"


"Aku.. Tidak tahu. Aku mungkin akan marah, tapi tidak yakin dapat membenci apalagi menaruh dendam padanya.."


Pandangan Lan Guan Zhi sedikit tertunduk, dia mengembuskan napas dan kemudian berkata bahwa dirinya menganggap Xiao Shuxiang sebagai sebuah tanggung jawab yang harus selalu dirinya lindungi.


Dia tidak tahu kenapa, hanya saja jauh di dalam hatinya dia ingin terus menjaga Xiao Shuxiang dan membimbing temannya itu agar tidak sampai tenggelam dalam kegelapan.


"Pertemuan awalku dengannya.. Tidak pernah baik. Dia anak berisik, tidak sopan, dan suka membuat masalah. Dia mengkhawatirkan bila ditinggal sendirian.."


Lan Guan Zhi tidak mau membayangkan kekacauan apa yang dapat ditimbulkan andai dirinya tidak pernah berteman akrab dengan Xiao Shuxiang.


"Kau terlalu menyayanginya, tapi.. Xiao'Er memang tidak bisa ditinggal sendiri. Aku pernah melakukannya dan tidak butuh waktu lama sampai sebuah desa dipenuhi aura kematian karena dirinya."


"..."


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun. Dia hanya mengarahkan pandangannya untuk melihat gambaran yang ditunjukkan Zhou Yuan padanya. Sekarang, teman baiknya sedang berada di Sekte Pedang Langit.


"Kau harus terus bersama Xiao'Er. Tidak peduli apa yang terjadi, kau harus bersamanya. Dia adalah kekuatan terbesar yang dapat melindungi serta menghancurkan dunia ini. Jika kegelapan lebih dulu menariknya, maka tidak hanya Benua Timur, tetapi semua tempat akan berada dalam kekacauan."


Zhou Yuan mengatakan bahwa Xiao Shuxiang yang sekarang jauh lebih kuat. Jika kegelapan menghampiri Koki Alkemis itu, maka bahkan seluruh kultivator dan pendekar di empat benua bergabung sekalipun--Xiao Shuxiang akan sangat sulit dikalahkan.


"Jangan biarkan musuh lebih dulu menarik Xiao'Er ke sisi mereka. Jika itu sampai terjadi, kau tidak akan pernah mengenalinya lagi. Dia bisa tidak peduli pada setiap hubungan yang pernah dimilikinya. Hati Xiao Shuxiang.. Merupakan hati tergelap yang pernah ada."


Lan Guan Zhi mengangguk, pemuda di sampingnya tidak sedang bercanda apalagi mempermainkan dirinya. Tangan Zhou Yuan yang memegangnya cukup erat ini seperti sedang menaruh harapan padanya.


"Aku tidak bisa menjanjikan untuk selalu bersama Shuxiang, tapi aku tidak akan pernah meninggalkan dirinya."


Zhou Yuan tersenyum, dia memberikan sesuatu pada Lan Guan Zhi yang membuat tangan pemuda itu menghangat. Dirinya berharap apa yang dia berikan ini dapat sedikit membantu.


Kehangatan yang dirasakan Lan Guan Zhi menyebar mulai dari tangan sampai ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Perlahan, kedua matanya terasa berat untuk terus terjaga. Dia pun lalu menutup matanya dan tidak butuh waktu lama sampai dirinya tak merasakan apa pun lagi.


***


__ADS_2