
"Hadirin sekalian, barang selanjutnya merupakan produk terbaru kami..!" Thian Zai tersenyum dan memberi tanda pada pegawainya untuk naik ke panggung.
Seorang gadis cantik dengan kulit eksotis berjalan dengan anggun sambil membawa nampan giok yang diatasnya ada sebuah guci berukuran sedang berwarna hitam.
Bagian atas guci tersebut ditutup rapat oleh kain merah darah yang dililit dengan tali berwarna senada. Kain dan tali ini termasuk benda berkualitas.
Hadirnya barang ketujuh dalam pelelangan babak kedua memunculkan rasa penasaran tamu undangan begitu juga dengan tamu yang berada di ruangan VIP.
Mereka bertanya-tanya tentang isi di dalam guci tersebut. Xiao Shuxiang baru akan memakan satu butir Pil Mata Dewanya untuk melihat isi guci itu, namun seketika perasaannya mendadak tidak enak. Seakan sebuah tatapan dingin dan menusuk mengarah padanya.
Tepat seperti yang dirasakannya, Lan Guan Zhi ternyata menatapnya jauh lebih dingin dari biasanya. Xiao Shuxiang tersenyum canggung dan memasukkan kembali pil yang dipegangnya ke dalam Cincin Spasial miliknya.
Dia lalu menyamankan posisi duduknya dan saling bertatapan dengan Lan Guan Zhi yang ada di ruangan seberang.
Sesekali dia menggunakan bahasa isyarat untuk bertanya mengenai dua orang yang saat ini duduk bersama Lan Guan Zhi.
"Apa dia Lan Gaozu?" Xiao Shuxiang menggerakkan sedikit jarinya dan langsung dianggukkan oleh Lan Guan Zhi.
"Lalu siapa gadis di sampingmu?"
Xiao Shuxiang merasa tidak asing dengan gadis yang juga memakai topeng seperti Lan Guan Zhi. Dia baru tahu bahwa gadis tersebut adalah Sian Ru saat membaca gerak bibir Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang baru ingin bertanya lagi, namun sebuah aroma manis yang begitu enak menyelimuti penciumannya.
Seluruh tamu yang ada juga dapat mencium aroma ini. Perhatian mereka semua tertuju pada satu tempat yang ternyata adalah panggung arena di mana penutup kain pada guci hitam tersebut telah terbuka.
Xiao Shuxiang samar-samar mengenal aroma ini. Dia tersentak saat Thian Zai menyebutkan nama barang lelangnya yang ternyata adalah Arak Anak Linglung.
"Ba-bagaimana mungkin..?"
"Hadirin sekalian! Arak ini memiliki banyak khasiat, tidak seperti arak biasa pada umumnya. Khasiat yang pertama adalah mampu menyembuhkan luka luar dan dalam secara berkala. Yang kedua dapat mengencangkan dan memperhalus kulit, aroma manis khas-nya juga membuat tubuh wangi. Khasiat lainnya adalah arak ini dapat mengeluarkan kotoran tubuh yang mengendap karena berkultivasi. Arak Anak Linglung tidak memiliki efek samping lagi selain 'Ketagihan' dan mengkonsumsinya dalam jumlah besar tidak membahayakan nyawa. Tapi membahayakan kantong.." Thian Zai begitu semangat memperkenalkan produk terbarunya.
Xiao Shuxiang yang berada di lantai dua tidak bisa menahan kekagetannya, dia langsung mengarahkan pandangannya pada Hai Feng dan Zhi Shu.
Xiao Shuxiang, "Ba-bagaimana rubah tua itu bisa mendapatkan arak milikku? Apa kalian menjualnya tanpa memberitahuku lebih dulu?"
"Eh! Bukannya arak itu memang untuk dijual?" Hai Feng berkata, "Di dalam kamar, tepatnya di bawah tempat tidurmu sangat banyak guci arak, aku merasa kau membuat arak-arak itu untuk dijual pada Paman Thian Zai."
"Hai Feng. Arak itu tidak untuk dijual! Dia adalah milikku hanya milik Xiao Shuxiang! Hai Feng..!" Xiao Shuxiang menguncang-guncangkan tubuh Hai Feng, "Berapa... Berapa banyak guci milikku yang kalian jual, hah?"
"3.000.."
__ADS_1
!!
"Arak itu persediaanku selama satu tahun, Hai Feng! Kenapa kau menjual semuanya..?! Haah.. Berapa harga untuk satu guci arakku?! Cepat katakan!"
Xiao Shuxiang merasa telah kehilangan sebagian nyawanya, walau dia memiliki jenis arak yang lain. Namun dia tentu tidak mau mempublikasikan Arak Anak Linglung buatannya. Itu sama saja dia membantu banyak orang dan Xiao Shuxiang tidak suka.
Sudah cukup pil tingkat dua buatannya dibeli oleh Asosiasi Bangau Merak, dia tidak ingin menjual pil lain termasuk arak buatannya. Tetapi yang terjadi malah..
"Bagaimana ini.. Aku tidak punya pil yang bisa membuat mereka lupa ingatan. Tadi uangku dan sekarang arak kesayanganku.. Haiih.." Xiao Shuxiang tampak lesu, untungnya Thian Zai tidak menyebutkan namanya sebagai pembuat arak tersebut.
Banyak yang ternyata memesan Arak Anak Linglung, baik dari kultivator maupun manusia biasa. Ini dikarenakan Arak Anak Linglung cocok dikonsumsi manusia meski tidak berkultivasi.
Thian Zai awalnya menunjuk satu orang untuk mencoba Arak Anak Linlung dan membuktikan sendiri khasiatnya. Dan hanya lima tarikan napas, efek dari arak tersebut langsung bisa terlihat.
Thian Zai menjualnya dengan pot kecil yang mirip dengan labu, pas di tangan dan mudah dibawa ke mana-mana. Untuk manusia biasa yang tidak bisa menggunakan Cincin Spasial, ukuran satu pot ini tentulah memudahkan mereka. Thian Zai benar-benar tahu kebutuhan para pelanggannya.
Harga satu pot Arak Anak Linglung adalah 1.000 keping emas atau 10 Spirit Stone. Harga yang sesuai dengan kantong para pedagang atau pun kultivator sekte kecil. Bahkan seorang pelayan pun dapat membeli arak ini dengan menabung selama 1-2 bulan.
Walau Arak Anak Linglung terkesan terlalu murah, tetapi taktik bisnis Thian Zai tidak bisa dipandang sebelah mata. Seperti yang dikatakannya tadi, arak ini memiliki efek samping 'Ketagihan'. Dia bisa melihat jabatannya akan semakin naik dan tempatnya ini akan berubah semakin besar dan ramai.
Dirinya begitu beruntung karena mendapatkan rekan bisnis yang tidak hanya seorang Alkemis tetapi juga Pembuat Arak Terbaik. Belum pernah dirinya menemukan ada Alkemis yang dapat membuat Arak berkhasiat.
"Tuan Muda, masa depanmu akan sangat cerah..!" Thian Zai melirik ke tempat perwakilan Sekte Kupu-Kupu berada, dia sudah lama tidak melihat orang yang telah menjalin bisnis dengannya.
Hanya kultivator Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Pedang Langit yang tidak bergerak dari tempat duduknya. Lan Gaozu dan Sian Ru sebenarnya juga ingin memesan Arak Anak Linglung, tetapi aturan sekte mereka melarang minuman tersebut.
Lan Gaozu berencana untuk memberi tahu Grand Elder Sekte Pedang Langit saat kembali nanti, mungkin saja setelah Grand Elder mengetahui khasiat dari Arak Anak Linglung, ada kelonggaran dari aturan yang telah ditetapkan.
Pelelangan kembali dilanjutkan. Barang selanjutnya yang dilelang adalah sebuah Slip Giok berisi Mantra Penjinak Roh.
Sebuah mantra yang dapat digunakan untuk menjinakkan Roh Demonic Beast hidup termasuk menjinakkan roh monster dan manusia yang telah meninggal.
".. Slip Giok ini memiliki tujuh segel. Ketika satu segel berhasil dibuka, maka satu mantra akan terlihat. Di tanganku, sudah ada dua segel yang telah terbuka.." Thian Zai membuka harga mulai dari 1.000.000 Spirit Stone.
"1.500.000!" seruan dari ruangan Sekte Pagoda Langit mengawali penawaran pertama.
"2.000.000!" Lan Gaozu tidak tinggal diam, dia sampai sekarang belum memegang barang lelang apapun. Mana mungkin dirinya harus kembali dengan tangan kosong.
"2.100.000!" Hai Feng berseru, dia diminta Xiao Shuxiang untuk melakukan penawaran.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak pernah menjumpai sebuah Slip Giok sebelumnya, tetapi saat mendengar penjelasan Thian Zai, dia merasakan bahwa mantra pada slip itu akan sangat berbahaya jika di tangan orang yang salah.
__ADS_1
"Kultivator yang bisa menjinakkan Roh, tidak bisa dibiarkan. Walau semua segelnya belum terbuka, tetapi Slip Giok itu tetap berbahaya. Tidak akan kubiarkan siapa pun mendapatkannya!"
"3.000.000!" kultivator Sekte Pagoda Langit bersikeras untuk mendapatkan Slip Giok tersebut, namun Hai Feng masih terus meladeninya.
"Bocah, kau sepertinya cari mati."
Ling Hao Yu, paman dari Ling Qing Zhu mengarahkan Aura Pendekarnya ke ruangan Sekte Kupu-Kupu. Praktiknya yang berada di Master Foundation Tahap Emas Hitam membuatnya bisa mengendalikan Aura Pendekar dengan baik.
Walau Aura Pendekar Ling Hao Yu tidak mengarah pada ruangan VIP lain, namun para tamu tetap merasakan tekanannya.
Hai Feng dan Zhi Shu terbatuk darah, tubuh mereka seperti dihantam oleh batu yang begitu besar. Namun sedetik kemudian, perasaan mereka kembali membaik saat Xiao Shuxiang menyentuh lengan keduanya.
"Hmph, apa-apaan ini. Kami tidak mengenalmu dan ruanganmu juga tertutup oleh kain, tapi kau berani menyerang kami seakan tempat ini adalah milikmu. Sangat sopan sekali.." suara Xiao Shuxiang begitu tenang, dia lalu melirik ke arah Thian Zai.
Thian Zai dengan sopan meminta agar tamunya yang berada di ruangan VIP menarik kembali auranya. Ling Hao Yu meski ruangannya ditutupi oleh kain, dia masih bisa melihat postur tubuh kultivator yang ada di Sekte Kupu-Kupu.
Dua orang yang nampak tinggi terbatuk darah, sementara satu orang sama sekali tidak terpengaruh dengan Aura Pendekar miliknya, bahkan orang tersebut mampu menolong kedua temannya.
"Dari suaranya, dia masih seorang bocah.." Ling Hao Yu merasa penasaran dengan anak yang sama sekali tidak terpengaruh dengan auranya.
Bukan hanya dirinya, tetapi kultivator di ruangan lain termasuk di lantai dasar juga penasaran. Lihat saja, mereka yang hanya manusia biasa sebagian besar terbatuk darah dan pingsan. Sementara yang seorang kultivator, tubuh mereka berkeringat dingin dan begitu berat sampai sulit digerakkan.
Li Qian Xie juga merasakan tekanan yang sama, dia hanya bersama dengan dua pengawalnya, dan keduanya pun tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
"Tuan! Tolong tarik kembali Auramu. Liu Xi Ling meminta dengan sangat..!"
Sebuah suara lembut namun mengandung ketegasan mengiringi seorang gadis muda yang berjalan hingga akhirnya sampai di atas panggung.
?!
Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya saat mendengar gadis tersebut mengatakan namanya tadi. "Liu Xi Ling..? Apa dia keturunan senior Liu? Tapi, senior Liu tidak menikah sampai akhir hayatnya, bagaimana bisa dia punya keturunan."
"Aku akan memakluminya karena menganggap ini tempatmu." Ling Hao Yu menarik kembali Aura Pendekarnya.
"Memakluminya..? Memang siapa yang duluan memulai..?! Sekte Pagoda Langit.. Xiao Shuxiang akan mengingat kalian. Tapi pertama-tama, biarkan aku melihat seberani apa kalian.." Xiao Shuxiang segera menyerukan tawarannya yang senilai 5.000.000, membuat semua orang begitu terkejut.
"Kau Masih Berani Menentang?!" Ling Hao Yu mengepalkan tangannya, dia hampir saja melesat ke tempat Xiao Shuxiang andai tangannya tidak dipegang oleh Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang. "Apa maksudmu, Paman? Ini pelelangan. Kau lupa, ya?"
"Siapa Yang Menikahi Bibimu?!" Ling Hao Yu begitu geram saat mendengar suara bocah tersebut yang makin lama makin mengesalkan.
__ADS_1
"Itu jauh lebih baik aku memanggilmu 'Paman' daripada 'Kakek'. Artinya aku masih menghargaimu setelah perkenalan buruk yang kau lakukan." Xiao Shuxiang begitu santai saat mengatakannya, secara sadar dia telah membuat musuhnya sendiri.
***