
Xiao Shuxiang bisa melihatnya. Sosok pria dengan tubuh besar dan berotot, di tangannya terdapat sebuah pedang pemenggal dengan gagang berbentuk tengkorak.
Wajah sosok itu nampak garang, memiliki senyuman lebar yang mengerikan dan tatapan mata seorang pembunuh. Dia sebenarnya cukup tampan andai ini dalam keadaan yang biasa, bahkan Xiao Shuxiang justru merasa musuhnya agak menarik perhatian.
"Kupikir Qian Kun sudah membunuhmu, tapi ternyata tidak. Ha ha ha.. Bagus sekali. Sekarang kau bisa menjadi korban pertama dari kekuatanku ini!"
Suara Raka Daksa menggema, namun rasanya bagai mendengar banyak jeritan anak kecil. Xiao Shuxiang bahkan memuntahkan darah hanya karena tekanan hebat ini.
Dia mengusap bekas darah di bibirnya, ekspresi wajahnya tegas dengan tatapan mata yang mengandung kewaspadaan.
Sejak tadi dia sudah menggunakan Teknik Pengendalian Darah, tetapi lawannya sama sekali tidak terpengaruh. Ini hanya membuktikan satu hal----Sosok dihadapannya tidak mempunyai darah.
!!
Baru saja Xiao Shuxiang ingin bicara, meledek lawannya yang dari tadi terus tertawa----Raka Daksa sudah menghilang dan tiba-tiba muncul di samping kanan tubuhnya.
Hawa keberadaan sosok ini benar-benar lenyap, namun sedetik berikutnya membesar. Xiao Shuxiang kesulitan menangkis serangan mengejutkan ini dan langsung terpental hingga menghantam tanah dengan keras.
Raka Daksa hanya tertawa dan tanpa membuang waktu dia kembali memberi serangan. Pedangnya terayun kuat dan serangan itu bagai petir yang menyambar. Sebuah bukit di Wilayah Aliran Hitam bahkan meledak karenanya.
!!
Guncangan di Benua Tengah terlalu mengerikan. Raka Daksa kembali tertawa dan dengan angkuhnya berkata bahwa dia sudah tidak lagi bisa dikalahkan.
Xiao Shuxiang sendiri nampak memuntahkan darah. Dia tidak percaya masih bisa selamat dengan serangan yang amat dahsyat barusan.
!?
Baru saja akan berpikir, sebuah tangan besar langsung mencengkeram kuat lehernya dan dia diangkat hingga kedua kakinya tidak lagi dapat menyentuh tanah.
Kedua matanya dapat melihat dengan jelas wajah lawannya ini, senyuman lebar itu sama sekali tidak nampak akan memudar. Ucapan angkuh dari musuhnya lantas membuktikan bahwa serangan yang tadi memang sengaja dibuat meleset.
"Rasanya terlalu mudah untuk membunuhmu Xiao Shuxiang..!"
Raka Daksa melempar pemuda itu dengan kekuatan yang besar ke arah gunung berapi tempatnya keluar tadi. Ledakan kembali tercipta dan kali ini membuat tawanya semakin keras.
"Ha ha ha.. Kau ternyata sangat lemah. Qian Kun terlalu melebih-lebihkanmu! Kau bahkan tidak pantas menjadi target uji coba kekuatanku ini..!" Raka Daksa meludah, dia sudah membuang-buang waktu meladeni seekor semut.
Dia baru akan melesat menuju pemukiman, tetapi sebuah kilatan merah melintas di samping telinga kanannya. Lesatan kecil itu mengarah pada sebuah lembah dan saat menghantam tanah--ledakan besar tercipta hingga getarannya sampai dirasakan penduduk yang ada di Kekaisaran Langit Utara.
Raka Daksa berbalik, dia mendengus. "Sepertinya kau mulai menarik perhatianku,"
Pria yang merupakan Tetua dari Partai Pedang Tengkorak itu melihat sebuah lesatan yang mana menuju ke arahnya. Seorang pemuda berpakaian hitam menapak di tanah dan terlihat menepuk-nepuk debu di lengan pakaiannya.
"Perkenalan yang buruk. Bukankah sebelum bertarung harus saling memberi hormat dulu?"
"Omong kosong! Itu hanya aturan bodoh dari kedua aliran,"
Xiao Shuxiang tersenyum lebar, matanya nampak berkilat. "Tentu, aku tidak lupa. Tapi di tempatku, meludahi lawan adalah tanda perkenalan. Kau sudah melakukannya, sekarang giliranku."
Hanya satu jentikan jari dan sebuah cermin besar tercipta di udara yang mana langsung melancarkan serangan mengenai dada lawan hingga membuatnya terpental jauh.
!!
Serangan itu kuat, bahkan saat tubuh lawan menghantam tanah terdengar suara yang menggelegar.
Tanpa membuang waktu, Xiao Shuxiang melesat dan berakhir menjadi saling bertukar serangan dengan Raka Daksa. Pertarungannya sengit, tanpa jeda sedetik pun dan rasa-rasanya mereka seperti tidak punya waktu mengambil napas.
BLAAAAR..!!
Tiap kali ada yang menghantam tanah atau bebatuan runcing di Wilayah Aliran Hitam, maka yang terdengar bukanlah suara debaman, tapi suara menggelegar dari petir.
!!
Kepalan tangan Xiao Shuxiang berbenturan dengan bilah pedang Raka Daksa, ini menghasilkan bunyi nyaring dan gelombang angin kejut. Dia lantas menggunakan kakinya dan memberi tendangan yang kuat.
Raka Daksa menahan serangan tersebut. Dengan cepat dia mengubah posisi dari yang berada pada pihak bertahan menjadi pihak penyerang.
!!
Lawannya tentu tidak mau kalah. Setiap kali mereka menahan serangan, maka detik berikutnya mereka langsung membalas. Wilayah Aliran Hitam yang penuh dengan bukit-bukit terjal mengalami banyak perubahan akibat pertarungan itu.
BLAAAAR..!!
Xiao Shuxiang dan lawannya sama-sama menghantam tanah. Kekuatan mereka terlihat seimbang, tetapi sebenarnya ini baru pemanasan.
Sebuah bebatuan besar hancur dan menghasilkan angin bercampur debu. Xiao Shuxiang nampak berdiri dengan tatapan mata yang berkilat merah kehijauan. Dia mengatur napas dan lalu meludahkan darah.
Tangan kanannya terulur, dia menarik pita merah yang mengikat rambutnya hingga terlepas. Angin yang membawa debu di sekitarnya tiba-tiba bergerak berlawanan arah dengan kecepatan tinggi hingga mampu menghancurkan bebatuan dan mengikis tanah.
Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu melesat. Di udara, dia membentangkan pita rambutnya dan menyerang seperti memakai sebuah cambukan.
!!
Serangan pita itu menyentuh kulit Raka Daksa dan menghasilkan suara yang amat dahsyat. Xiao Shuxiang melakukannya dengan bersungguh-sungguh dan tanpa ampun sama sekali.
Raka Daksa sendiri merasakan dirinya seperti baru saja terkena sambaran petir. Setiap sel di dalam tubuhnya terasa nyeri, bahkan terdapat guncangan pada organ dalamnya. Dia memuntahkan darah sebelum akhirnya menggeram.
"Kurang Ajar! Akan kubunuh kau.. XIAO SHUXIANG..!!"
!!
Tekanan keluar dari tubuh Raka Daksa bersamaan dengan warna kulitnya yang mulai menghitam. Secara cepat, otot-otot tubuhnya semakin besar dan warna matanya berubah merah. Dia pun seketika menghilang.
__ADS_1
Suasana langit mendadak sunyi, tetapi sedetik berikutnya--lima buah petir menyambar dari atas dan benar-benar mengguncangkan Wilayah Aliran Hitam hingga membuat banyak sekali kerusakan.
*
*
Bocah Pengemis Gila berseru dan meminta warga untuk segera memasuki Cermin Pemindah. Raut wajahnya memperlihatkan kecemasan yang amat sangat, dia begitu panik.
"Ayo cepatlah Kakek..! Cepat masuk..!" Bocah Pengemis Gila memegang erat tongkat bambunya, dia berusaha menenangkan diri, tetapi tidak bisa.
Tanah di bawah kakinya bergetar tiada henti dan suara menggelegar terus saja bersahut-sahutan. Dia mengkhawatirkan Xiao Shuxiang, dia cemas jikalau dalam pertarungan pemuda itu kembali tidak mengingat dirinya sendiri.
BLAAAAAR..!!
Bocah Pengemis Gila memejamkan mata, dia begitu takut. Masih banyak orang yang belum diselamatkan dan jujur--Kekaisaran Langit Tengah itu teramat luas. Walau dia seorang Pelindung Benua ini, tetapi bukan berarti dia tidak butuh bantuan.
Beruntung Ling Lang Tian cepat tanggap hingga meski tidak diberi tahu--Kakak dari Ling Qing Zhu itu mulai mengarahkan para kultivator muda untuk berpencar dan menolong para warga.
Ling Chu Zhen sendiri masih merasakan sakit pada punggungnya akibat terpental beberapa waktu lalu. Namun saat ini kemarahannya pada Xiao Shuxiang berganti dengan kepanikan akibat pertempuran dahsyat yang terjadi.
Tidak hanya Grand Elder Sekte Pagoda Langit itu, tetapi juga Ling Shen Yue dan para tetua partai dan sekte Ketiga Aliran. Beberapa di antara mereka ada yang ingin pergi ke asal pertarungan itu, tetapi Ling Lang Tian datang dan menghalangi mereka.
Pria berambut putih tersebut mengatakan bahwa hanya kematian yang akan menjemput bila mereka tetap nekat ke sana. Pertarungan itu bukan untuk pendekar seperti mereka.
Pertarungan Dua Iblis.
Anggap saja demikian. Namun perlu diketahui bahwa hanya satu di antara mereka yang menginginkan kehancuran Benua ini, sementara satunya lagi nampak memiliki pikiran yang sulit ditebak.
BLAAAAR..!!
Bocah Pengemis Gila terus berusaha mengatur para warga untuk lebih cepat memasuki cermin dan sesekali membantu mereka yang terjatuh akibat sulit menopang diri karena getaran pada tanah.
["Paman bangunlah..!!"]
!?
Bocah Pengemis Gila langsung menoleh kala mendengar suara seruan. Terlihat seorang anak laki-laki tengah menangis keras sambil mengguncang tubuh sosok pria dewasa. Dia pun bergegas menghampiri mereka.
["Ada apa ini?!"] Bocah Pengemis Gila sudah cukup khwatir dan sekarang perasaan itu semakin bertambah.
Dia terkejut ketika memperhatikan pria yang merupakan warga biasa ini terluka parah, apalagi saat diperiksa----di dalam tubuh pria ini mengandung sejenis racun.
Bocah Pengemis Gila mencoba menolong dengan mengalirkan Tenaga Dalam miliknya. Sayangnya, dia hanya bisa menahan penyebaran racun itu agar tidak sampai mengenai titik vital.
Dia juga hanya dapat menghentikan darah yang keluar pada luka-luka pria itu tanpa bisa menutup kulit tubuh yang sobek. Kekurangan Bocah Pengemis Gila adalah dirinya bukanlah orang yang ahli ilmu pengobatan.
["Tuan Muda, Tuan Muda..! Tolong selamatkan.. Selamatkan putriku..!"] seorang wanita berlari dan dengan sangat cemas memanggil Bocah Pengemis Gila.
!!
Bocah Pengemis Gila semakin buruk, dia bukanlah Alkemis. Dia hanya bisa mengurangi rasa sakit yang diderita oleh warga, tidak dapat menyembuhkan mereka secara total. Dan jikalau ada yang terluka sampai ditingkat mengkhawatirkan--maka dirinya tidak mampu berbuat apa-apa.
BLAAAAR..!!
Ketika merasa sangat gelisah dengan kondisi yang terjadi, Bocah Pengemis Gila tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh di dalam dadanya. Dia lantas menoleh bersamaan saat sebuah titik-titik air muncul di udara, memadat, dan membentuk sebuah Cermin Pemindah.
?!
Cermin itu bukan berasal dari kertas jimat yang diberikan Xiao Shuxiang padanya. Namun seseorang yang keluar dari benda tersebut adalah sosok yang sangat dikenal oleh Bocah Pengemis Gila.
Sosok tersebut memakai pakaian serba putih dengan corak yang anggun, di tangannya terdapat sebuah pedang putih.
Rambutnya tergerai panjang, nampak dilambai-lambaikan oleh angin bersamaan dengan sebuah pita yang terlihat pada dahinya.
Bocah Pengemis Gila tidak lagi bisa menahan air matanya, dia langsung bergegas memeluk pemuda itu dengan sangat erat sambil terisak.
"Akhirnya kau datang..! Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan..! Shuxiang.. Dia.. Dia membuatku ketakutan..!"
!!
Tidak ada yang menganggap tindakan Bocah Pengemis Gila adalah hal yang tak tahu malu. Siapa pun yang berada pada kondisi dan tekanan sebesar ini----juga pasti akan melakukan hal yang sama.
Justru pria bertongkat bambu itu sudah sangat hebat karena bisa menahan air matanya sampai sosok pemuda berpakaian putih ini datang.
"......."
Yang barusan keluar dari Cermin Pemindah tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Dia akhirnya bisa kemari setelah merasa situasi di tempat tinggalnya sudah tidak lagi terancam.
Ge Yu Han tewas di tangan lima orang kultivator Aliran Hitam dengan cara yang mengerikan. Kepalanya dipenggal dan tubuhnya dibelah menjadi dua bagian.
Sementara itu, Gou Yun Fei yang merupakan seorang ahli Teknik Kutukan harus binasa di tangan Zhou Yuan akibat Lan Guan Zhi mematahkan kemampuannya dengan memakai Seruling Giok Putih.
BLAAAAAR..!!
Suara menggelegar itu datang lagi. Tetapi kali ini Bocah Pengemis Gila tidak setakut yang tadi. Dia entah kenapa selalu merasa tenang bila pemuda berpakaian serba putih ini datang.
"Lan'Er Gege.."
"Tuan Muda, kau memeluk terlalu erat." suara Lan Guan Zhi tenang, dia mengusap pelan punggung pria di hadapannya dan meminta supaya pelukan terhadap dirinya bisa dihentikan.
Jika saja yang saat ini dipeluk Bocah Pengemis Gila adalah sosok seperti Xiao Shuxiang----kemungkinan besar pemuda itu akan memberinya banyak umpatan, menjitak kepalanya, atau mungkin menendang bokongnya.
Sangat disayangkan dia menghadapi sosok seperti Lan Guan Zhi. Di saat semacam ini, pemuda berpita dahi itu bahkan masih terlihat bagai gunung suci yang tak tergoyahkan.
__ADS_1
BLAAAAAR..!!
!!
Para warga yang ada di dekat Bocah Pengemis Gila begitu takut. Beberapa dari mereka mencoba memberanikan diri untuk meminta bantuan pada Lan Guan Zhi.
Pemuda berpakaian serba putih itu mengangguk pelan dan bergumam. Dia menyentuh pundak warga tersebut yang mana langsung membuat tubuh warga itu menghilang.
!?
Kejadian ini mengejutkan, termasuk bagi Bocah Pengemis Gila. Mereka baru akan bertanya, tapi Lan Guan Zhi meminta agar mereka semua tidak perlu takut, apalagi khawatir.
Belum hilang rasa terkejut para warga itu dan Lan Guan Zhi mulai mengibaskan pelan tangannya. Seketika sekelompok warga kembali menghilang begitu saja.
Rasanya seperti tubuh mereka ditarik kuat oleh sesuatu. Saat sadar, mereka sudah ada di sebuah tempat luas yang terang dengan hamparan tanaman hijau yang rupanya adalah herbal.
Lingkungan ini sangat asing, apalagi ketika memandang ke langit----semuanya justru berwarna putih tanpa satu pun benda langit. Ini aneh, hangat, tetapi juga membuat takut. Para warga tidak berani bersikap kurang ajar apalagi mencoba bergerak dari tempatnya berada.
Lan Guan Zhi memasukkan sekelompok warga itu ke dalam Gelang Semesta, ini jauh lebih efektif daripada membiarkan mereka memasuki Cermin Pemindah. Lagipula dalam dunia Gelang Semesta sudah menunggu api kecil Xiao Shuxiang yang terlihat mulai memberikan pil untuk mengobati luka para warga.
Di luar, Lan Guan Zhi sendiri merasakan tanah yang dipijaknya bergetar kuat. Dia melihat pemandangan yang tidak biasa di langit dan karena ucapan Bocah Pengemis Gila sebelumnya----dia jadi memikirkan keadaan teman baiknya.
"Tuan Muda, tolong bantu aku menyelamatkan mereka semua." suara Lan Guan Zhi tenang, dia mengeluarkan sebuah pedang yang memiliki sarung dengan segel terbanyak dari dalam Gelang Semesta di lengannya.
Dia lantas memegang tangan Bocah Pengemis Gila dan simbol kuno dari Gelang Semesta mulai berpindah tempat. Lan Guan Zhi menjelaskan secara singkat penggunaan Gelang Semesta. Dia mempercayakan pusaka ini pada pria bertongkat bambu tersebut.
"Aku tidak bisa menemanimu, aku harus pergi."
"Lan'Er Gege, aku tidak akan mencegahmu. Anak itu memang butuh bantuan. Dia selalu merasa baik-baik saja, tapi aku sungguh sangat khawatir padanya. Dia pernah lepas kendali.. Dan.. Shuxiang bisa sangat menakutkan..!"
Bocah Pengemis Gila tidak banyak bertanya tentang pusaka yang diberikan Lan'Er Gege-nya. Baginya, jika sudah tahu ini lebih baik dari Cermin Pemindah----itu sudah cukup. Tempat tinggalnya lebih butuh bantuan daripada dia sibuk mengurus rasa penasarannya.
Lan Guan Zhi sendiri tidak tahu seberapa menakutkan teman baiknya itu hingga seorang Bocah Pengemis Gila bisa sampai sepucat ini. Namun dari suara menggelegar serta getaran pada tanah yang di pijaknya----dia merasa tempat ini tidak akan berada dalam kondisi baik.
Saat akan menenangkan Bocah Pengemis Gila, tiba-tiba saja pedang yang memiliki banyak segel di tangannya nampak bersinar redup. Yīng xióng seperti meminta untuk dibawa pergi.
"Tuan Muda, maaf merepotkanmu. Aku harus pergi dulu," Lan Guan Zhi memberi salam hormat pada Bocah Pengemis Gila.
Pria bertongkat bambu itu mengangguk kuat, wajahnya pucat dan perasaannya masih begitu tegang. "Tidak masalah, tidak masalah..! Kau hanya harus menghentikan Shuxiang. Jangan biarkan dia lepas kendali lagi,"
Lan Guan Zhi menggumam pelan sebagai jawaban. Dia lantas melesat pergi bersamaan dengan Bocah Pengemis Gila yang mulai mempercepat urusannya menyelamatkan banyak orang.
*
*
Tanah di Benua Tengah memang tidak cocok untuk para kultivator. Sulit menemukan tempat dengan kepadatan Qi yang cukup, namun sepertinya untuk sekarang Xiao Shuxiang tidak menggubris hal itu.
BLAAAAAR..!!
Dia bertarung sengit dengan Raka Daksa. Dirinya menggunakan Teknik Pernapasan Air yang diperkuat dengan Qi untuk melawan pria berotot tersebut.
!!
Serangannya kuat dan Raka Daksa sendiri nampak kewalahan. Beberapa kali lawannya menghantam tanah dan memuntahkan cukup banyak darah.
BLAAAAAR..!!
Xiao Shuxiang saat ini melayang di udara. Dia mengerutkan kening karena merasa ada yang salah. Dirinya selalu mencoba menggunakan Teknik Pengendalian Darah, tetapi lawannya justru tidak terpengaruh.
"Apa-apaan makhluk ini? Kupikir dia tidak memiliki darah, tapi.."
Dada Xiao Shuxiang seperti sesak, dia memegang kuat pita merah panjangnya karena sudah salah dengan hal yang penting. Lawannya bukan tidak memiliki darah, tetapi Teknik Pengendalian Darahnya-lah yang memang tidak berefek .
Tidak hanya sulit meledakkan organ dalam Raka Daksa, bahkan kulit pria itu sama sekali tidak robek apalagi terbelah ketika terkena serangan dari pita milik Xiao Shuxiang.
Lebih buruknya, Raka Daksa seperti punya regenerasi yang luar biasa. Pria itu sudah beberapa kali terkena serangan, organ dalamnya mengalami nyeri dan bagai terkena sambaran petir. Namun tetap saja sedetik berikutnya dia langsung bisa melawan.
!!
Di sisi lain, Xiao Shuxiang juga banyak mendapat serangan--tetapi memang, kebanyakan tindakannya adalah menghindari serangan Raka Daksa dan menangkis sisanya.
Koki Alkemis itu benar-benar tidak punya cara melenyapkan lawannya. Belum lagi fakta yang sempat dia abaikan mulai terbayang dipikirannya. Xiao Shuxiang jelas sudah banyak menggunakan Qi untuk pertarungannya dan lawannya sendiri justru merupakan ahli Tenaga Dalam.
!!
Raka Daksa tiba-tiba muncul di depan Xiao Shuxiang dengan sebuah tendangan. Dia membuat pemuda itu kesulitan menahan serangan kejutnya dan akhirnya terjatuh menghantam tanah dengan keras.
"Sepertinya kau sudah hampir mencapai batasmu, Xiao Shuxiang..!" Raka Daksa menyeringai lebar, matanya nampak berkilat merah ".. Bukankah sudah kukatakan, tempat ini adalah milikku!"
!!
Xiao Shuxiang melompat mundur bersamaan saat pedang Raka Daksa nyaris membelah tubuhnya. Lawannya itu tidak tinggal diam dan kembali menyerang.
Kali ini pertarungan jarak dekat terjadi antara mereka hingga menciptakan suara bagai dua petir yang saling berbenturan.
"Kau ini benar-benar lemah! Kenapa kau tidak tunjukkan kemampuan yang dikatakan Qian Kun padaku? Keluarkan pedangmu! Atau.. Perlihatkan wujud aslimu,"
Raka Daksa melihat ada sedikit celah pada pergerakan Xiao Shuxiang karena mendengar ucapannya tadi, dia pun memanfaatkan kesempatan detik itu juga dan memberi serangan yang amat kuat.
!!
***
__ADS_1