XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
186 - Pelampiasan


__ADS_3

Ling Qing Zhu memakai pakaian Sekte Pedang Langit, wajahnya ditutup oleh cadar tipis transparan, warna mata birunya tidak seterang yang biasa, sudah pasti dia masih bersedih atas kematian pamannya namun tetap berusaha menahan air mata.


Di Balai Hukuman ini, Patriarch Lan memberinya beberapa pertanyaan, namun dia hanya terus diam.


GrandElder, Ketiga Patriarch, Lan Guan Zhi, dan Lan Gaozu masih terlihat tenang. Mereka tidak seperti Xiao Shuxiang yang beberapa kali berdecak kesal dan mengumpati Ling Qing Zhu karena tidak mau bicara.


".. Apa mulutmu hanya pajangan, hah?! Sudahlah, tidak usah bertanya lagi padanya..! Langsung saja hukum dia..!" Xiao Shuxiang bicara begitu ketus sambil menyilangkan kedua tangannya dan menatap sinis ke arah Ling Qing Zhu.


Xiao Shuxiang jelas merasa kesal, sudah ada sepuluh pertanyaan yang dilontarkan oleh Patriarch Lan pada Ling Qing Zhu, tetapi gadis tersebut hanya terus diam.


Xiao Shuxiang tidak sesabar orang-orang dari Sekte Pedang Langit ini, jika gadis tersebut tetap tidak mau bicara, maka dia tidak dibutuhkan. Lebih baik membunuhnya sekarang dengan cara membelah perutnya.


".. Atau seret dia kejalanan dan lempari dia dengan batu sampai sekarat, kemudian paku tubuhnya di papan agar semua tahu bahwa itu balasan atas orang yang berani mencari masalah dengan sekte ini.."


Lan Guan Zhi mengusap pelan punggung Xiao Shuxiang dan memintanya untuk menenangkan diri. Usulan temannya barusan sangat tidak manusiawi, apalagi Xiao Shuxiang menyambung ucapannya dengan mengatakan dirinya akan menyembuhkan Ling Qing Zhu, kemudian mengulangi hukuman yang sama sampai gadis tersebut tidak lagi bernapas.


".. Kalau kalian tidak mau mengotori tangan kalian, maka biar aku yang melakukannya,"


"Shuxiang, jangan bertindak sembarangan. Sekte ini bukan milikmu, kami punya aturan dan kau tidak diizinkan untuk ikut campur..!"


Lan Gaozu menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang, usulan pemuda tersebut terhadap hukuman yang akan dijatuhkan pada Ling Qing Zhu bukanlah cara kultivator Aliran Putih maupun Hitam, apalagi bagi Aliran Netral, tentu saja tidak bisa diterima.


Lan Gao Zhu lalu menatap GrandElder dan meminta Beliau untuk mengampuni Ling Qing Zhu, sebab gadis tersebut sudah mendapatkan hukumannya.


Mendengar permintaan Lan Gaozu membuat Xiao Shuxiang terkejut, dirinya langsung protes dan mengingatkan kejadian yang diakibatkan oleh gadis menyebalkan itu.


".. Kalian jangan terlalu naif..! Mengampuni gadis ini sama saja dengan memberinya kesempatan untuk membalaskan dendam, pikirkan baik-baik."


Lan Gaozu mengerti maksud ucapan Xiao Shuxiang, namun menurutnya terlalu kejam jika menghukum gadis yang sudah kehilangan semangat hidup seperti Ling Qing Zhu.


".. Dia layak mendapat kesempatan kedua,"


Lan Gaozu menerangkan bahwa Ling Qing Zhu adalah penduduk Benua Tengah, putri keluarga Ling. Dia tahu bahwa Sekte Pagoda Langit memiliki pengaruh besar di Benua Tengah.


Jika mereka membunuh Ling Qing Zhu, maka yang terburuk adalah kultivator Sekte Pagoda Langit akan datang kemari untuk menuntut balas, perang antar benua kemungkinan bisa terjadi.


"Kenapa harus takut?! Kau jangan jadi pengecut, Kakek Janggut Tebal..! Biarkan saja mereka datang dan memperlihatkan kekuatannya pada Xiao Shuxiang ini. Hmm.. Aku belum pernah menyaksikan perang antar benua, mungkin akan sangat menyenangkan jika benar-benar terjadi.. Baiklah, sudah diputuskan. Gadis cantik menyebalkan itu harus mati,"


Lan Guan Zhi memperhatikan seringai tersembunyi milik Xiao Shuxiang, mata temannya terlihat berkilat, dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda ini, dan itu bukanlah hal yang baik.


Lan Guan Zhi tidak akan membiarkannya, dia mengalihkan perhatian ke arah GrandElder dan memintanya untuk meringankan hukuman Ling Qing Zhu, setidaknya gadis tersebut tak dibiarkan pergi.


"Lan Zhi, harusnya kau yang lebih marah pada dia. Orang itu hampir saja membunuhmu,"


"Semua orang, berhak mendapat kesempatan kedua. Kau juga demikian.." Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang, dia bisa melihat ada kemarahan tertahan di mata temannya.


Dibandingkan dengan marah, Xiao Shuxiang malah terlihat kecewa. Inilah yang dia tidak suka dari kultivator Aliran Putih dan Netral, mereka selalu saja mudah memaafkan kesalahan orang lain, terlalu naif.


Patriarch Pertama dan Patriarch Ketiga menatap aneh ke arah Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang, ucapan terakhir Lan Guan Zhi terdengar ambigu bagi mereka.


Jika tatapan mata Xiao Shuxiang dapat dibaca dengan mudah, maka tatapan mata Lan Guan Zhi tidak.


Yang ada dibenak keduanya saat ini adalah Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi memiliki suatu hubungan khusus yang tidak bisa mereka jelaskan.


Yu Changhai dan Zhou Yan menatap Patriarch Lan, keduanya berkedip beberapa kali saat melihat Lan Xu Jian tersenyum penuh arti.


"Aku tidak percaya kau melakukan ini, Lan Zhi." Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, detik berikutnya dia menghilang dan seketika tiba di depan Ling Qing Zhu dengan tangan kanan mencengkeram leher gadis tersebut.


Tindakan Xiao Shuxiang begitu tiba-tiba, meski Lan Guan Zhi menyadarinya.. Namun dia terlambat bergerak. Dia berhasil memegang erat pergelangan tangan Xiao Shuxiang dan meminta temannya untuk melepaskan cengkeraman tangannya dari Ling Qing Zhu.


Xiao Shuxiang tidak peduli dengan rasa sakit yang diberikan Lan Guan Zhi pada tangannya, pandangannya tetap mengarah pada Ling Qing Zhu sambil berkata dingin pada gadis tersebut.


"Mereka mungkin memaafkanmu, tapi tidak denganku. Kematian bahkan terlalu bagus untukmu, hmph! Ingat ini baik-baik, tanamkan dalam otak kecilmu itu. Orang yang sudah membunuh pamanmu ini tidak akan membiarkan hidupmu tenang, Nona Cantik,"


Xiao Shuxiang melepaskan leher Ling Qing Zhu, gadis tersebut hampir terjatuh andai Lan Guan Zhi tidak cepat menahannya. Wajahnya benar-benar pucat dan terdapat keringat dingin di keningnya.


Lan Guan Zhi bahkan bisa merasakan tubuh gadis ini lemas dan gemetar, dia juga dapat melihat bekas cengkeraman Xiao Shuxiang pada leher Ling Qing Zhu.


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang, tatapan mata yang seakan mengisyaratkan bahwa tindakan temannya barusan sangat keterlaluan.


Merasa Ling Qing Zhu tidak jadi dihukum mati seperti keinginannya.. Xiao Shuxiang memutuskan pergi dari Balai Hukuman. Dirinya menaiki pedang terbang dan menuju ke Sekte Tengkorak Darah untuk melampiaskan kekesalannya.


Lai Kuan Ye saat ini sedang duduk tenang di luar kediamannya sambil menikmati suasana menenangkan di siang hari menjelang sore. Untuk pertama kalinya dia bisa beristirahat, murid-muridnya tidak banyak membuat masalah sejauh ini.


"Hm? Siapa itu..?" Lai Kuan Ye menyipitkan matanya saat melihat ada titik kecil bergerak cepat di langit, matanya baru menangkap bahwa itu adalah seorang pemuda berpakaian serba hitam.


"Xiao'Er..?" Lai Kuan Ye baru melihat dengan jelas bahwa pemuda tersebut rupanya Xiao Shuxiang, matanya seketika terbelalak saat tiba-tiba saja Xiao Shuxiang menyerang gedung terbesar miliknya.


BAAAAM!


!!


Semua murid Sekte Tengkorak Darah terlonjak kaget, mereka segera menarik pedang dan menuju ke asal suara debaman keras tersebut.


"Xiao'Er, A-Apa Yang Kau Lakukan?!"

__ADS_1


Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Lai Kuan Ye, dia hanya terus menyerang gedung GrandElder dan memukul siapa pun murid yang mendekatinya.


Lai Kuan Ye segera menghentikan patriarch dan murid-muridnya, dia memberi perintah agar semuanya segera menaiki pedang terbang.


"Tapi Tetua-"


"Lakukan!!"


Patriarch dan semua murid Sekte Tengkorak Darah mengikuti perintah Lai Kuan Ye, mereka memperhatikan Xiao Shuxiang yang sedang meninju keras gedung GrandElder dari atas.


"Tetua, apa yang sebenarnya terjadi..? Siapa pemuda itu?"


"Apa kita harus diam saja menyaksikan dia menghancurkan sekte?"


Lai Kuan Ye mengusap pelan wajahnya, beruntung anak gadisnya yang keras kepala sekarang tidak ada di sekte, bisa-bisa.. anaknya akan bertarung habis-habisan dengan Xiao Shuxiang karena telah berani merusak kediamannya.


Lai Kuan Ye menghembuskan napas, dia mengatakan pada para patriarch dan murid-muridnya untuk tidak mencari masalah dengan pemuda yang mereka lihat ini.


".. Sifatnya lebih buruk dari putriku. Dia memang punya kebiasaan menyerang kediamanku saat dirinya kesal, kebiasaannya sama sekali tidak berubah.."


Lai Kuan Ye memijat-mijat pelan keningnya. Ini harusnya adalah hari bersantai untuk dirinya. Tidak dia sangka kedatangan keponakan angkat yang langsung mengacau.


Xiao Shuxiang baru berhenti setelah bangunan GrandElder hanya tersisa separuh, dia mengusap keringat di keningnya dan menghembuskan napas panjang.


Lai Kuan Ye perlahan turun dan mulai menghampiri Xiao Shuxiang. Namun belum sempat dia bertanya, pemuda tersebut meminta makanan padanya.


Xiao Shuxiang benar-benar tidak tahu malu! Sudah membuat kerusakan di kediaman Lai Kuan Ye tanpa alasan yang jelas, dan sekarang malah meminta makanan!


".. Jika kau anakku, pasti tangan dan kakimu sudah kupatahkan sekarang ini..!" Lai Kuan Ye berusaha menahan amarahnya, dia lalu menepuk pundak Xiao Shuxiang dan mengajaknya untuk ke salah satu bangunan para murid.


"Tetua sangat aneh.. Jelas-jelas orang itu sudah mencari masalah, tapi tetap saja baik padanya.."


"Kau benar. Tingkat praktiknya bahkan lebih rendah dariku, tapi Tetua seperti segan padanya. Siapa sebenarnya dia..?"


Murid-murid Sekte Tengkorak Darah hanya dapat melihat punggung Xiao Shuxiang dan Lai Kuan Ye yang sudah pergi jauh.


Di bangunan murid milik Lai Kuan Ye.. Xiao Shuxiang begitu lahap menyantap sup ayam yang dihidangkan pelayan Lai Kuan Ye, mereka juga sebenarnya heran sekaligus kesal terhadap pemuda tampan yang nakal ini.


"Kau ini sebenarnya kenapa? Mengacau di tempatku tanpa alasan yang jelas,"


"Paman, kau seperti tidak tahu Xiao Shuxiang saja. Aku sedang kesal dengan Lan Zhi, anak itu membela gadis yang jelas-jelas menyerang sektenya, bahkan dia hampir kehilangan nyawa gara-gara gadis itu. Dia sangat mengesalkan..!"


Lai Kuan Ye tidak mendengar adanya penyerangan di Sekte Pedang Langit, sepertinya informasi tersebut dirahasiakan dengan begitu baik.


"Haaah.. Aku mungkin akan langsung bertindak saat tahu mereka sedang lemah, namun sekte itu memiliki hubungan dengan anak ini. Xiao'Er tidak akan tinggal diam,"


Lai Kuan Ye terus menjadi pendengar Xiao Shuxiang, sesekali dirinya menasehati pemuda tersebut agar bisa mengendalikan diri termasuk emosi.


".. Kau bisa melukai orang-orang terdekatmu jika terus seperti ini. Cobalah terapkan beberapa aturan Sekte Pedang Langit yang dapat mengontrol emosimu,"


"Aku tidak suka membaca aturan sekte itu, rasanya perutku selalu sakit saat melakukannya.."


Wajah Xiao Shuxiang sedikit pucat, dia ingat Lan Guan Zhi dan Duan De selalu memaksanya untuk duduk dan mempelajari aturan Sekte Pedang Langit.


".. Aku tidak akan pernah melupakan betapa pegalnya bokongku terus duduk tanpa bisa bergerak,"


"Kau memang pantas mendapatkannya," Lai Kuan Ye memberi segelas air pada Xiao Shuxiang dan bertanya apa yang akan dilakukan pemuda ini selanjutnya.


Xiao Shuxiang mengatakan tidak akan pergi ke Sekte Pedang Langit untuk beberapa hari ke depan, dia selalu ingin menguliti Ling Qing Zhu saat melihatnya. Dirinya jelas membenci gadis itu.


Xiao Shuxiang baru pergi dari Sekte Tengkorak Darah saat malam hari, dirinya menaiki pedang terbang dan kembali ke Sekte Kupu-Kupu untuk menerima hadiah taruhannya dari Yi Wen.


Jing Mi, Hou Yong, dan Bao Yu menempelkan telinga mereka pada dinding kolam, ketiganya berusaha mendengar pembicaraan Xiao Shuxiang dan Yi Wen.


"Kalau mereka melakukan sesuatu di dalam sana.. Kita harus melaporkannya pada Guru saat Beliau pulang,"


"Aku setuju denganmu, Saudara Jing."


Hou Yong lebih memfokuskan pendengarannya, dia mendadak tersentak kala mendengar suara Xiao Shuxiang yang meminta Yi Wen mendekat ke arahnya.


Jing Mi, Hou Yong, dan Bao Yu saling berpandangan. Detik berikutnya mereka kelabakan memikirkan cara untuk mengintip saudara Xiao mereka tanpa ketahuan.


Sementara di dalam kolam sendiri.. Xiao Shuxiang menyandarkan dada bidangnya pada bibir kolam sambil memejamkan mata.


"Lakukan lebih keras, Yi Wen..! Kau ini seperti perempuan lembek saja,"


"Apa perlu kupakai Qi untuk memijat punggungmu? Ini sudah kuat, Saudara Xiao." Yi Wen bicara pelan, namun suaranya saat memijat Xiao Shuxiang seperti orang mengejan.


Yi Wen terengah-engah, dia sudah memijat pundak dan punggung Xiao Shuxiang selama tujuh menit tanpa henti dan itu melelahkan. Dirinya bahkan tidak sempat bertanya tentang gambar Poenix Api di punggung saudaranya ini.


"Saudara Xiao, aku lelah.. Kapan kau akan membiarkanku pergi?"


"Hmm, sampai aku puas. Lanjutkan lagi, kau jangan sampai kalah dengan Ping Gou. Pijatannya sangat luar biasa,"


Yi Wen memayunkan bibirnya, pakaiannya basah karena harus masuk ke dalam kolam untuk memijat punggung Xiao Shuxiang. Merasa terlalu lelah.. Dirinya langsung bersandar pada punggung saudaranya sambil menatap bintang di langit.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan, Yi Wen? Menjauh dariku.." Xiao Shuxiang meski menyuruh Yi Wen menjauh, tetapi suaranya sama sekali tidak terdengar marah, bahkan terkesan lemah karena mencoba untuk tidur.


"Aku lelah, Saudara Xiao. Oh ya, bagaimana keadaan gadis itu sekarang? Apa dia dicincang habis oleh GrandElder Sekte Pedang Langit?"


Xiao Shuxiang membuka matanya, dia mengatakan Ling Qing Zhu tidak dihukum mati dan Lan Guan Zhi malah secara terang-terangan membela gadis tersebut tepat di depannya, tentu dirinya kesal.


"Saudara Xiao, kau jangan terlalu membenci gadis itu, bisa-bisa kau akan suka padanya. Buktinya adalah Kakak Lu Yang Cantik, dia awalnya sangat membenci Dai Chen tetapi entah bagaimana.. Keduanya malah berakhir menjadi pasangan kekasih dan kau membuat mereka menikah. Kau mungkin akan berakhir-"


"Mustahil, kalau ada yang harus kunikahi, maka itu adalah Ying Liu, bukan gadis menyebalkan itu.." Xiao Shuxiang menyenggol pelan lengan Yi Wen dengan sikunya, dia meminta Yi Wen agar berhenti menyandarkan punggungnya.


"Saudara Xiao, kau benar-benar suka Ying Liu? Semua orang tahu gadis itu menyukai Saudara Zong, kau tidak punya kesempatan. Dan lagi, kenapa kau suka padanya? Aku bahkan tak pernah melihatmu mendekati atau menyapa Ying Liu.."


"Aku menyukai namanya. Aku tahu dia menyukai Saudara Zong, tapi mereka belum menikah, jadi Xiao Shuxiang masih punya kesempatan. Aku tidak butuh mendekatinya, biarkan langit yang memutuskan. Cepatlah lanjutkan pekerjaanmu.."


Yi Wen kembali memijat punggung Xiao Shuxiang, dia kebingungan saat mendengar pemuda ini mengatakan suka pada Ying Liu karena namanya. Merasa ada yang salah.. Yi Wen mencoba menguji isi pikirannya.


"Saudara Xiao, andai namaku adalah Ying Liu.. Apa kau akan suka padaku?"


"Iya,"


!!


Yi Wen meminta Xiao Shuxiang berbalik, tatapan matanya terlihat tidak percaya dengan jawaban pemuda ini.


".. Apa kau hanya suka seseorang dengan namanya saja? Bagaimana jika yang bernama 'Ying Liu' adalah seorang pria?"


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia memang suka nama 'Ying Liu', tapi tidak mungkin dirinya akan menikahi pria, dia masih normal.


"Saudara Xiao, biar kukatakan padamu. Kau tidak akan mungkin menikahi Ying Liu, dia menyukai Zong Ming. Lebih baik menikah denganku saja," Yi Wen tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Aiih, kau memang cantik. Tapi aku pantang menikahi saudara seperguruan. Berhenti membahas soal ini, aku masih belum punya pemikiran ke arah sana. Jika tidak ingin memijatku lagi, sebaiknya kau pergi. Kita lanjutkan lain kali saja,"


Xiao Shuxiang berdiri, beruntung dirinya memakai celana putih panjang hingga keadaannya hanya setengah telanjang. Dia kemudian menceburkan diri sambil dipandangi oleh Yi Wen yang saat ini duduk di pinggir kolam.


"Saudara Xiao, kalau tidak ada gadis yang mau menikah denganmu, maka datang saja padaku. Yi Wen ini akan menerimamu dengan sepenuh hati,"


"Kau jangan menggodaku terus, Yi Wen. Apa pantas membahas pernikahan di tempat seperti ini? Kau-!!"


Xiao Shuxiang dan Yi Wen menoleh ke arah dinding, keduanya mendengar suara bisik-bisik yang sepertinya berasal dari teman-teman seperguruan mereka.


Yi Wen dan Xiao Shuxiang sebenarnya sudah menyadari ada orang di balik dinding, namun keduanya membiarkan mereka karena merasa teman-temannya akan pergi dengan sendirinya.


".. Tidak disangka malah semakin banyak yang menguping," Xiao Shuxiang keluar dari kolam, dia meraih pakaiannya dan bersama dengan Yi Wen menghampiri dinding tersebut.


Xiao Shuxiang bisa mendengar suara Hou Yong dan Jing Mi. Mereka juga mendengar suara Feng Ying, Zhi Shu, dan yang lainnya. Teman-teman mereka seperti tidak punya kerjaan lain dan malah mencuri dengar.


Xiao Shuxiang mengeluarkan tiga butir pil bau miliknya, dia lalu melempar pil tersebut yang langsung menimbulkan keributan di seberang dinding.


Salah satu pil bau Xiao Shuxiang tidak sengaja ditelan Hou Yong saat dirinya menguap, teman-temannya berusaha membuat Hou Yong memuntahkan pil tersebut.


"Ya ampun, itu pasti sangat bau. Bukan aku yang memakannya, tapi.." Yi Wen menahan muntahannya, dia menarik Xiao Shuxiang untuk segera pergi dari tempat ini.


Keesokan harinya, Xiao Shuxiang mengunjungi gedung organisasi Persik Walet. Dia berniat mendaftarkan diri menjadi salah satu Pendekar Walet Pelindung untuk menangkan dirinya.


Karena Xiao Shuxiang adalah kultivator, dirinya langsung diterima menjadi salah satu anggota Walet Pelindung. Setelah menerima segel di keningnya, Xiao Shuxiang mulai duduk dan menunggu misi yang akan diberikan padanya.


"Saudara Xiao..? Apa itu kau..?"


?!


Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar namanya dipanggil, dia melihat seorang pemuda berpakaian hijau dan memegang sebuah kipas di tangannya.


Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda ini lebih teliti dari atas sampai bawah, pemuda berambut panjang dengan aura seorang saudagar kaya di depannya ternyata adalah Nie Shang. Dirinya langsung menyapa teman lamanya tersebut.


Keduanya berbincang cukup lama, Nie Shang rupanya berniat menyewa beberapa Pendekar Walet Pelindung untuk mengawal dirinya ke tempat tunangannya yang ada di sebuah kota.


"Kau akan menikah?"


"Ya-yah begitulah.." Nie Shang menceritakan bahwa dirinya dijodohkan oleh orang tuanya, dirinya sudah melihat gadis tersebut dan dia menyukainya.


Xiao Shuxiang hanya tersenyum canggung, kemarin dirinya membahas pernikahan dengan Yi Wen, dan sekarang dia membahas itu lagi bersama Nie Shang. Apakah mungkin ini pertanda bahwa dirinya harus segera membina sebuah keluarga?


"Haaah.. Aku tidak akan melakukannya untuk sekarang. Jadi, Nie Shang? Apa kau sudah memilih pendekar yang akan mengawalmu?"


"Hm, aku sudah menemukannya dan dia sedang bicara padaku saat ini.."


!


Xiao Shuxiang menunjuk dirinya sendiri yang langsung dianggukkan oleh Nie Shang, "Kau yakin? Tapi aku belum punya kelompok,"


"Tidak apa, aku malah merasa aman jika memiliki pengawal sepertimu, Saudara Xiao. Aku juga bukan orang yang bisa akrab dengan orang asing, hanya kau yang kukenal di tempat ini.."


Nie Shang terus membujuk Xiao Shuxiang untuk mengawal dirinya, tidak butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang menyetujui permintaannya.


***

__ADS_1


__ADS_2