XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
370 - Mengakhiri Lebih Cepat


__ADS_3

"Ini yang terakhir.."


Xiao Shuxiang menatap gumpalan daging di tangan kanannya dan lalu melempar gumpalan tersebut ke sembarang tempat.


Suasana di lantai ini begitu minim cahaya. Tidak diketahui semengerikan apa ulah Xiao Shuxiang, tetapi bila dilihat dari betapa basah kedua tangan dan pakaiannya--jelas sekali dia sudah membuat pertarungan ini berakhir menyedihkan untuk lawannya.


Seruling Giok Putih di tangan kanan Xiao Shuxiang juga ikut mendapat imbasnya. Pusaka itu tertutupi dengan darah kental kehitaman, dia telah dipergunakan tidak pada fungsi yang sebenarnya.


Xiao Shuxiang mengusap percikan darah di pipi dan dagunya menggunakan punggung tangan kiri. Bukannya bersih, pipi serta dagunya malah dipenuhi darah yang lebih lagi.


"Luar biasa.." sebuah seringai terlukis di wajah menawannya, ".. Ini menyenangkan. Rasa-rasanya aku menginginkannya lagi.."


!!


Baru saja ingin tertawa jahat, Rantai Segel Pengekang Jiwa mulai aktif dan membuat Xiao Shuxiang terkejut. Tingkat praktiknya langsung menurun, bersamaan dengan tubuhnya yang terasa sakit.


Segel Pengekang Jiwa akan aktif saat tanda-tanda penyakit lama Xiao Shuxiang kambuh. Dia tidak akan membiarkan pemiliknya bisa bebas melakukan apa pun.


"Aaakh..! Baiklah..! Aku mengerti, aku mengerti..!"


Xiao Shuxiang mengerang, sebelah tangannya terkepal kuat dan yang lainnya mencengkeram erat Seruling Giok Putihnya.


Dia berseru dengan mengatakan bahwa dirinya akan lebih mengendalikan diri lagi. Xiao Shuxiang seperti mengajak Segel Pengekang Jiwa yang melilit tubuhnya ini untuk bersahabat.


!!


Erangan kesakitan masih terdengar, wajah Xiao Shuxiang nampak pucat. Titik keringat mengucur bersamaan saat detakan jantung Koki Alkemis tersebut yang lebih cepat dari biasanya.


Aaaakh..!


Segel Pengekang Jiwa baru menghentikan siksaannya saat Xiao Shuxiang sudah bisa mengendalikan rasa haus darahnya. Walau demikian, praktiknya belum kembali ke tingkatan yang seharusnya.


Xiao Shuxiang perlahan mengatur napasnya, dalam hati dia merutuki Segel Pengekang Jiwa karena berani memperlakukannya seperti ini. Sungguh sangat keterlaluan!


"Hah.. Hah.. Hah.. Tidak biasanya tubuhku akan kesakitan hanya karena segelnya aktif. Ini sesuatu yang baru.."


Xiao Shuxiang memperhatikan Rantai Segel Pengekang Jiwa yang melilit pergelangan tangannya. Segel itu mirip dengan angin tipis berbentuk rantai, dan bila diingat lagi--Rantai yang ada padanya pernah diperbaiki oleh Empat Pilar Dunia.


!!


Xiao Shuxiang tersadar, dia kini mengerti kenapa dirinya sudah tidak bisa lagi memperkirakan kapan Segel Pengekang Jiwa aktif, dan mengapa tubuhnya terasa begitu sakit.


".. Sepuluh rantai yang melilit tubuhku ini merupakan Segel Pengekang Jiwa yang baru. Ceroboh! Aku benar-benar melupakannya.."


Xiao Shuxiang mengatai dirinya sendiri, dia perlahan menarik napas dan berusaha menenangkan pikirannya.


Regenerasi tubuhnya mulai berjalan normal. Secara cepat, seluruh luka dan rasa sakit Xiao Shuxiang menghilang. Dirinya pun mengembuskan napas pelan dan kemudian bersikap seperti biasa.


"Terlalu bersemangat akan membuatku melakukan kesalahan. Emosi yang tidak stabil ini bisa membahayakan diriku sendiri. Sepertinya aku harus lebih berhati-hati.."


Di kehidupan Xiao Shuxiang yang sekarang, dirinya memang jarang bertarung habis-habisan, jadi tentu perasaan semacam itu sangat dia rindukan.


Dan bila diingat-ingat, dulu dia sering menghilangkan nyawa sepuluh orang setiap hari, menghancurkan desa sekali dalam seminggu, membuat kekacauan di sekte-sekte kecil dan menengah saat bulan bersinar indah. Rutinitas yang seperti itu sudah tidak ada di kehidupannya yang sekarang, jadi jelas dirinya rindu.


"Haah.. Aku jadi ingin menangis.." Xiao Shuxiang berjalan ke arah tangga yang muncul di tengah-tengah ruangan. Itu adalah tangga yang akan membawanya ke lantai tiga Pagoda ini.


".. Masa-masa jayaku sudah menghilang. Padahal aku sangat luar biasa dengan gelar 'Sang Bintang Penghancur'. Kenapa juga aku harus jadi orang baik? Terkenal kejam dan begitu ditakuti adalah hal paling mengagumkan yang pernah ada. Haiih.. Xiao Shuxiang, kau sudah banyak berubah.."


Dia menggelengkan kepalanya pelan, Xiao Shuxiang mulai lagi. Kemungkinan dirinya tidak menyadari kebiasaan anehnya ini yang sering menyebut nama sendiri saat bicara. Harusnya dia memperbaiki kebiasaan tersebut.


"♬♩ hmm.. Jīnshēng yīn nǐ chīkuáng.. ♬♪


[♬♩.. 今生因你痴狂.. ♬♪]


Sambil terus melangkah, Xiao Shuxiang secara sadar mulai bersenandung. Ini efektif membuat hatinya tenang dan tidak mengingat tentang bagaimana menyenangkannya mengeluarkan organ dalam lawan.


♬♪.. Cǐ ài tiānxià wúshuāng..♩♬


[♬♪.. 此爱天下无双..♩♬]


Secara berangsur-angsur, praktik Xiao Shuxiang kembali naik. Dia memutar-mutarkan serulingnya dengan memakai jari-jari tangan kanannya. Suara senandungnya masih tetap berlanjut.


♪♬.. Jiàn de yǐngzi shuǐ de bōguāng.. ♩♪


[♪♬.. 剑的影子水的波光..♩♪]


♪♬.. Zhǐshì guòwǎng shì guòwǎng.. ♪♬


[♪♬.. 只是过往是过往..♪♬]


Haiih.. Mungkin lain kali kuminta Kucing Putih menyanyikannya. Dia punya suara yang indah, tapi sayang gadis itu terlalu hemat bicara,"


Langkah kaki Xiao Shuxiang tidak pernah berhenti untuk terus menapaki setiap anak tangga yang menuntunnya ke lantai atas.


Senandung tersebut pernah dia perdengarkan pada Ling Qing Zhu kala dirinya dan gadis cantik itu terperangkap hanya berdua di dalam lorong bawah tanah, tepatnya saat mereka berusaha keluar dari Kota Sayap Pegar.


Xiao Shuxiang pernah menceritakan arti dari senandung ini pada Kucing Putihnya. Sebuah kisah tentang perjalanan hidup Pendekar Tanpa Tanding, walau dia sendiri hanya memberitahukan apa yang dirinya ingat saja.


".. Mm, ah. Benar juga, Cermin Pemindahku sekarang bisa membuat Xiao Shuxiang ini menyeberang benua dalam sekejap mata. Bila ada waktu, nanti aku akan pergi ke tempat Patriarch Kelima dan meminjam bukunya.." Xiao Shuxiang manggut-manggut sendiri, Patriarch yang dia maksud barusan tidak lain adalah Bai Wu Dang, salah satu Patriarch dari Sekte Pedang Langit.


Buku yang membahas kisah Pendekar Tanpa Tanding tersebut ada di perpustakaan milik Bai Wu Dang. Xiao Shuxiang ingin meminjamnya untuk Kucing Putih, dia berharap sikap gadis itu akan sedikit berubah saat membacanya.


".. Aku juga bisa memberikannya pada Lan Zhi. Mereka berdua terlalu banyak membaca aturan sekte, makanya begitu kaku. Sudah jelas kedua makhluk itu kurang nutrisi. Aku bahkan bisa memastikan, Lan Zhi tidak pernah menyentuh buku p*rno. Aku jadi kasihan padanya.. Sangat disayangkan.."


Tanpa disadari, Xiao Shuxiang sudah berada di lantai tiga. Tempat ini memiliki nuansa dinding batu hitam, mirip dengan gua, rasanya berbeda dari dua lantai sebelumnya.

__ADS_1


?!


Ada sebuah cermin besar setinggi orang dewasa di tengah-tengah ruangan. Xiao Shuxiang dapat melihat bayangan dirinya sendiri.


Pandangannya lalu mengarah ke sekeliling, terlihat batu bercahaya di langit-langit ruangan, tangga yang sebelumnya dia pijak mulai menghilang.


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia tidak menemukan siapa pun selain benda besar di depannya.


Dia jadi bertanya-tanya, ke mana orang yang harus dia lawan selanjutnya? Apa mungkin dia harus bertarung dengan sebuah cermin? Itu jelas mustahil.


Saat pandangannya terus mengedar ke segala penjuru ruangan.. Cermin di depannya mulai mengeluarkan sinar putih redup. Xiao Shuxiang segera menoleh dan melihat sebuah tulisan yang nampak pada cermin tersebut.


Benda ini seakan meminta Xiao Shuxiang untuk memikirkan orang yang dia anggap berharga, dan belum sempat dia menyebut nama orang itu--cermin di depannya langsung diselimuti cahaya putih redup.


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat mendapat serangan tiba-tiba, untung refleksnya cepat hingga bisa menangkis serangan barusan dengan menggunakan Seruling Giok Putihnya.


Yang menyerangnya adalah sebuah bola cahaya putih redup dari perwujudan cermin di depannya, Xiao Shuxiang melakukan dorongan kuat dan detik berikutnya memutar tubuhnya.


Dengan cepat dia menyerang bola cahaya putih redup itu, namun yang terjadi justru dirinyalah yang harus terhempas hingga menghantam dinding batu. Suara debaman begitu jelas terdengar.


Xiao Shuxiang meludahkan darah segar. Dalam satu tarikan napas sebuah asap hitam menyelimuti tubuhnya dan dengan cepat dirinya melesat ke arah bola cahaya tersebut. Suara seperti benturan dua senjata mengalun merdu setiap kali dia menyerang.


!!


Kali ini bola cahaya putih itu yang terpental dan menghantam dinding. Xiao Shuxiang tersentak saat bola cahaya tersebut seperti membelah diri. Sekarang dia harus menghadapi dua cahaya yang tidak dirinya ketahui apa itu.


"Sebaiknya kau perlihatkan wujud aslimu selagi aku memintanya baik-baik,"


Akan sulit bagi Xiao Shuxiang menebas bila lawannya adalah bola cahaya, ini karena ada kemungkinan cahaya itu dapat membelah diri lagi. Dia harus sangat berhati-hati dalam melakukan serangan.


Dua cahaya itu sama sekali tidak mengatakan apa pun selain melesat dan menyerang Xiao Shuxiang, mereka membuatnya kesulitan.


BAAAM..!


Xiao Shuxiang kembali menghantam dinding, kali ini dia yakin tulang punggungnya retak.


Rasanya sakit, tapi bukan waktu yang tepat untuk memikirkan kondisi tubuhnya sekarang. Lagipula, karena kecepatan regenerasinya--rasa sakit ini hanya berlangsung beberapa tarikan napas saja sebelum akhirnya menghilang.


"Benda apa yang sebenarnya kulawan ini? Dua cahaya itu terkadang bisa tersentuh, dan kemudian terasa hampa. Anehnya, serangan mereka sangat kuat."


Andai dirinya kultivator biasa, mungkin dia tidak bisa bertahan lebih dari tiga serangan. Kekuatan dan kecepatan dua cahaya tersebut terlalu berlebihan, bahkan untuk Xiao Shuxiang sendiri.


!!


Kedua cahaya itu mulai bersatu kembali dan membentuk sosok yang menyerupai manusia. Dia memakai sepatu dan seragam putih, dirinya nampak berjalan tenang ke arah Xiao Shuxiang.


Pakaian putihnya terlihat sedikit berkibar, semakin mengarahkan pandangan ke atas--sosok ini mempunyai rambut panjang yang begitu indah. Tatapan matanya teduh, dengan wajah tampan yang mengandung ketenangan.


"Lan Zhi..? Bagaimana bisa kau ada di sini?"


!!


Xiao Shuxiang segera menghindar kala mendapat serangan tiba-tiba. Bilah Pedang Lan Guan Zhi menghantam lantai dengan sangat keras, andai tidak menghindar--tubuh Xiao Shuxiang bisa saja terbelah karena serangan barusan.


"Hei! Apa kau gila?! Kenapa kau menyerangku?!"


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun, dirinya begitu tenang berbalik dan kembali menyerang Xiao Shuxiang. Dia tanpa ragu mengeluarkan Aura Pendekar yang begitu pekat, ini bisa membuat lawan merasakan tekanan yang hebat.


Xiao Shuxiang berkedip, matanya seketika berubah warna menjadi merah. Sosok di depannya bukanlah Lan Guan Zhi, teman baiknya tidak mungkin menyerangnya seperti ini.


"Sialan. Berani sekali makhluk ini menyerupai wajah temanku. Tidak bisa dimaafkan,"


Xiao Shuxiang menggigit punggung tangan kanannya hingga berdarah sambil menghindari terjangan dari sosok yang mirip dengan temannya. Tetesan darahnya mulai memadat dan membentuk sebuah pedang.


BAAAM..!


Xiao Shuxiang melompat mundur, detik berikutnya dia melesat dengan Pedang Jiwa yang terayun kuat. Benturan senjatanya menciptakan angin kejut dan suara gemuruh.


"Jangan berpikir, aku akan melemahkan serangan hanya karena kau mirip dengan Lan Zhi. Aku bahkan bisa membunuh Kucing Putih dan Ibu Cantikku tanpa ragu,"


"Mn, aku tahu."


!!


Bahkan suara yang didengar Xiao Shuxiang juga sama. Dia tahu hatinya sedang tidak tenang. Ini bukan rasa takut, tetapi lebih kepada perasaan kesal pada makhluk yang meniru wajah Lan Guan Zhi, termasuk cara bicaranya.


TRAAANG..!!


!!


Pagoda Tingkat Sembilan bergetar karena pertarungan yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi. Getaran itu bahkan dapat dirasakan oleh kelima pemuda yang juga saat ini sedang bertarung sengit.


Tidak hanya mereka, tetapi Jing Mi, Yi Wen, dan lainnya juga merasakan tanah yang mereka pijak bergetar. Suara gemuruh dan debaman keras terdengar dari arah pagoda besar di depan mereka.


Hou Yong, "A-apa bangunan ini tidak akan roboh? Rasa-rasanya serangan barusan dapat membuat pagoda ini-"


BAAAAM..!!


Hou Yong terkejut, ucapannya terpotong dengan suara debaman yang begitu keras. Ada beberapa murid Sekte Pagoda Langit yang sulit menyeimbangkan diri dan akhirnya terjatuh.


Ling Chu Zhen, Ling Dong Hun, dan Ling Lang Tian dalam hati juga ikut terkejut. Wajah mereka yang tenang dan seakan tanpa ekspresi itu telah menyembunyikan kebenaran tentang hati mereka yang saat ini sedang berguncang.


"Ada yang sedang bertarung habis-habisan. Apa mungkin Tou'Er yang melakukannya?" Nenek dari Ling Lang Tian bertanya, tatapan matanya terus mengarah pada bangunan pagoda di depannya.

__ADS_1


"Mn, kurasa begitu Ibu. Putraku tidak akan pernah mengampuni lawan-lawannya," Ling Xuan Lu tersenyum tipis, dia sangat yakin putranya, yakni Ling Jian Tou sedang mengerahkan seluruh kekuatannya sekarang ini.


Dirinya lalu menoleh ke arah Ling Qing Zhu dan memperhatikan gadis berambut putih serta bercadar tipis tersebut. "Kakakmu pasti akan keluar sebagai pemenangnya. Jauh lebih baik kau menikah dengan seseorang yang sudah kau kenal lama, bukan?"


Ling Qing Zhu hanya menggumam pelan. Baginya, siapa pun yang menyelesaikan rintangan di Pagoda ini lebih dahulu--tetap saja dirinya akan merasa seperti hadiah kemenangan. Dan hal itu tidak dia sukai.


Yi Wen yang berdiri di samping Ling Qing Zhu mendengus, "Hmph. Putramu mungkin saja memang hebat, tapi dia tidak bisa mengalahkan Saudaraku.."


Jing Mi, "Itu sudah pasti. Saudara Xiao yang akan menang. Dia sangat mustahil kalah. Aku bisa menjamin itu..!"


Yi Wen dan Jing Mi begitu membangga-banggakan Saudara Xiao mereka, Hou Yong juga tidak ingin kalah. Xiao Qing Yan sendiri tidak ingin berkomentar apa-apa, dia lebih fokus memperhatikan pagoda di depannya yang mengeluarkan suara debaman serta bergetar cukup hebat.


BAAAAM..!


Mereka sepertinya lupa dengan Lan Guan Zhi, Hu Li, Bocah Pengemis Gila, Lan Xiao, dan O Zhan yang entah sejak kapan sudah tidak ada di tempat ini. Ling Chu Zhen bahkan terlihat tidak menyadarinya.


BAAAAM..!!


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terus bertukar serangan dengan sosok yang menyerupai Lan Guan Zhi. Terdapat bekas sayatan pada lengan, paha, dan punggungnya.


Salah satu bekas sayatan yang ada di paha kanannya masih baru. Ini bisa terlihat dari darah segar yang mengucur keluar, namun dalam waktu tiga tarikan napas--lukanya mulai menutup kembali.


TRAAANG!


Suara benturan pedang kembali terdengar. Tidak ada yang saling bicara antara Xiao Shuxiang maupun sosok yang menyerupai Lan Guan Zhi.


Keduanya begitu fokus pada gerakan berpedang masing-masing. Salah sedikit saja, maka akibatnya bisa sangat buruk.


BAAAAM..!!


Tidak hanya Xiao Shuxiang yang bertarung habis-habisan, tetapi Ling Jian Tou juga nampak bertarung sekuat tenaga.


TRAANG!


Gong Zitao juga demikian, dia harus melawan seorang gadis berambut panjang yang memiliki tubuh dari pinggang ke bawah nampak bagai seekor kuda. Gadis cantik itu memakai busur sebagai senjatanya.


!!


Gong Zitao menghindari lesatan tiga anak panah yang seperti muncul dari ruang hampa saat lawannya mulai memakai busur tersebut.


Tap


BAAAAM..!


Ketiga anak panah itu menghantam lantai bersamaan dengan Gong Zitao yang mengambil langkah mundur. Dia lalu mengalirkan Qi pada pedangnya dan segera melesat, gerakannya gesit serta terarah.


Tiga kultivator dari Sekte Pagoda Langit yang berada di ruangan lain di lantai tiga pagoda nampak terlihat lincah. Mereka memang mengalami luka, tetapi lawan yang mereka hadapi juga tidak dalam kondisi baik.


Para kultivator ini tidak bisa diremehkan, Xiao Shuxiang dapat kalah sewaktu-waktu dengan kelima pemuda yang menjadi saingannya. Tetapi untuk sekarang, dia lebih memusatkan perhatian pada lawannya sekarang.


!!


Xiao Shuxiang menghindari serangan yang hampir mengenai perutnya, dia lalu membalas serangan lawannya dengan menargetkan bagian dada.


Suara benturan pedang kembali terdengar. Baik Xiao Shuxiang maupun Lan Guan Zhi, tidak ada yang berniat mengalah. Keduanya memiliki serangan yang kuat, sama-sama sulit ditangkis dan dihindari.


!!


"Apa hanya perasaanku atau kau memang selalu menargetkan bagian paha, huh?!" Xiao Shuxiang menunjuk lawannya memakai pedang. Sejak tadi dia memang menahan diri untuk tidak bertanya, tetapi robekan pakaian pada bagian bawahnya sudah hampir di tingkat yang membahayakan.


Lawannya sendiri terlihat begitu tenang, namun detik berikutnya sebuah senyuman tipis terlukis di wajah pemuda berpita dahi tersebut.


"Mn.. Mungkin,"


!!


Xiao Shuxiang nyaris tersedak napasnya sendiri. Dengan cepat dia melepas jubah bercorak sayap kupu-kupu miliknya dan mulai melingkarkan jubah tersebut untuk menutupi bagian pahanya.


"Kau ini.. Benar bukan Lan Zhi, kan?" Xiao Shuxiang terlihat sedikit pucat. Dia merasa pemuda yang dirinya sedang lawan ini sedikit.. Mesum.


Bukan hal yang aneh dia beranggapan begitu, ini karena setiap serangan lawannya lebih dominan menargetkan bagian bawahnya. Padahal menurutnya jauh lebih efektif bila lehernya yang diincar.


Pemuda yang mirip dengan Lan Guan Zhi tersebut tidak mengatakan apa pun selain melakukan serangan. Benturan senjata kembali terdengar dan kali ini jauh lebih keras daripada yang biasanya.


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan pakaiannya yang penuh bekas sayatan. Dia bahkan rela bila harus telanjang dada, tetapi tentu tidak demikian bila yang terancam adalah bagian bawahnya.


"Kau jelas bukan Lan Zhi. Teman baikku tidak pernah semesum ini, dia anak yang baik-baik." Xiao Shuxiang memegang kuat Pedang Jiwanya. Dalam waktu sekedipan mata, dirinya menghilang dan muncul tepat di depan lawan.


!!


Lawannya melompat mundur, ini membuat bilah Pedang Jiwa Xiao Shuxiang menghantam lantai. Tidak ada suara debaman yang terdengar, kondisi ini tentu mengherankan.


Tap


Bertepatan saat kaki Lan Guan Zhi menapak, seluruh dinding ruangan bergetar. Lantai yang sebelumnya terkena bilah pedang Xiao Shuxiang mulai retak.


BAAAAM..!


Suara debaman di ruangan lain membuat retakan pada lantai dengan cepat menyebar. Suara retakan tersebut bahkan bisa didengar oleh murid-murid Sekte Pagoda Langit, Jing Mi, Yi Wen, dan yang lainnya.


!!


Retakan semakin banyak. Sebuah seruan terdengar dan membuat Jing Mi serta Hou Yong terkejut. Pagoda yang mereka lihat kini menunjukkan tanda-tanda akan runtuh.


"Saudara Jing.. Kita harus Lari.. LARI DARI SINI..!!"

__ADS_1


***


__ADS_2