
Kehidupan di Dunia Elf bisa di bilang jauh lebih damai dan tentu saja indah, bahkan lebih indah dari Dunia Manusia. Tetapi tidak begitu dengan pandangan Xiao Shuxiang.
Dia lebih menyukai dunianya sendiri, meski dunia itu penuh dengan hasrat dan keegoisan manusia.
Sangat banyak permusuhan yang terjadi di Dunia Manusia, setiap hari selalu saja ada tindak kejahatan. Tetapi karena itulah yang membuat dunianya menarik.
Tidak ada dunia yang lebih buruk dari Dunia Manusia. Tempat yang kotor, penuh tipu muslihat, dihuni oleh makhluk yang isi hatinya tak dapat ditebak, kejahatan dan kebaikan selalu bersaing. Namun tempat semacam itulah yang Xiao Shuxiang sukai.
Jadi biar seindah dan sedamai apa pun Dunia para Elf, Xiao Shuxiang tetap akan pulang. Dia memiliki teman-teman dan keluarga yang menunggunya, dan dirinya juga masih mempunyai misi yang harus dilakukan.
".. Akan kuselesaikan tugasku di tempat ini dan kemudian pulang.."
Niat Xiao Shuxiang memang begitu, tapi dia perlu mengembangkan jurus Cermin Pemindah bila tidak mau tinggal lebih lama di tempat ini.
Sayangnya, proses mengembangkan jurus Cermin Pemindah bukan sesuatu yang mudah dilakukan.
Xiao Shuxiang akan mempelajarinya secara perlahan sambil memulai hidup dengan baik di tempat ini, sekaligus menunaikan tugasnya sebagai seorang Kaisar.
Berbicara tentang memulai hidup dengan baik di Dunia Elf-----Sepertinya hanya menjadi mimpi Xiao Shuxiang setelah dia melihat hidangan yang dibawakan oleh para Elf cantik sebelum dirinya masuk ke dalam Gelang Semesta.
Saat ini, di dalam kamar yang begitu luas nan mewah, Xiao Shuxiang duduk dengan tatapan mata tak percaya melihat makanan yang tersaji di atas meja.
Tidak ada nasi, tidak ada ikan, tidak ada sup ayam, yang ada hanya sepuluh mangkuk keramik berisi sayuran hijau berbagai jenis dengan kuah yang ternyata adalah embun.
Rasanya hambar dan seakan Xiao Shuxiang baru saja mencicipi sayur yang telah dicelupkan ke dalam air dingin.
"Ini.. Setelah lebih dari seratus tahun berlalu.. Mereka tetap vegetarian yang buruk,"
Xiao Shuxiang terlihat sedikit pucat, dalam Gelang Semestanya hanya ada tanaman herbal dan wortel perak.
Bahan makanan yang dia ambil dari paman angkatnya di Dunia Demon diberikan semua untuk digunakan oleh warga Benua Timur.
Dia seperti baru sadar, Dunia Elf tidak ada padi, jagung, kentang dan tanaman yang biasa dijadikan makanan pokok bagi manusia. Tempat ini hanya ada buah dan sayur yang kebanyakan tidak Xiao Shuxiang ketahui namanya.
Bagi orang seperti dirinya dan Hu Li yang sangat suka makan daging, jelas tempat ini adalah neraka.
Dunia Elf sebenarnya punya banyak sungai dengan macam-macam jenis ikan di dalamnya, ada padang rumput yang dipenuhi kelinci putih, di sini juga ada ayam, angsa, bangau, kuda, dan hewan lain yang dapat dimakan.
__ADS_1
Tetapi seperti sebelumnya, para Elf adalah makhluk vegetarian terburuk. Makanan yang terpampang nyata di depan Xiao Shuxiang adalah makanan terenak bagi para Elf, tetapi tidak bagi makhluk seperti dirinya.
".. Aku mungkin dapat hidup tanpa makan apa pun, tetapi lidah dan perutku ini butuh bekerja. Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku makan daging,"
Xiao Shuxiang mengusap pelan perutnya, dia lalu mengambil satu buah apel, sementara buah yang lain dimasukkan ke dalam Gelang Semestanya.
Dirinya lalu berjalan ke arah tempat tidur sambil berdecak pelan. Dia merasa butuh waktu untuk beradaptasi kembali.
Xiao Shuxiang tidak tidur, setelah menghabiskan satu apel, dia duduk bersila dan memfokuskan pikirannya untuk memahami karakteristik dari Jurus Cermin Pemindah miliknya. Dia melakukan itu sampai matahari terbit kembali.
Rupanya cukup sulit memahami Jurus Cermin Pemindah dalam semalam, Xiao Shuxiang belum mendapatkan apa pun untuk bisa mengembangkan jurusnya.
Eins, Demonic Beast berwujud Burung Hantu Putih adalah hewan paling setia yang hanya menurut pada Xiao Shuxiang.
Dia sejak kemarin selalu berada di kamar Tuannya, dia juga menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang menghilang dan beberapa lama kemudian muncul kembali. Tetapi Eins sama sekali tidak mempermasalahkannya.
Sifat Eins sedikit mirip dengan Lan Xiao, yakni keduanya dapat tahu keberadaan Xiao Shuxiang dan bisa merasakan sesuatu bila pemuda itu berada dalam bahaya.
Eins sudah pernah merasakannya dua kali, dia menjadi gelisah dan lebih agresif saat perang Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya. Kemudian kegelisahan Eins kembali terjadi ketika Xiao Shuxiang kehilangan Dantian Utamanya.
Eins malah berubah menjadi bola bulu dan melayang perlahan bersama dengan bola bulu lainnya, dia mungkin adalah satu-satunya Demonic Beast yang dapat berubah wujud menjadi hewan apa pun di dunia ini.
Eins terus menjaga Xiao Shuxiang, dia dapat berubah menjadi seekor naga putih yang ganas bila seseorang berani mengganggu Tuannya.
Seperti saat ini, saat Schönheit dan keempat Elf cantik memasuki kamar Xiao Shuxiang, tiba-tiba Eins mengubah wujudnya dari yang semula adalah bola bulu, menjadi seekor naga yang menatap tajam ke arah Schönheit dan keempat Elf cantik di belakangnya.
Untuk para Elf, Eins memang Demonic Beast yang sulit dikendalikan, Burung Hantu Putih tersebut menuruti ucapan Xiao Shuxiang merupakan salah satu bentuk kekaguman mereka pada pemuda ini.
Schönheit awalnya tersentak saat melihat penampilan Xiao Shuxiang, ini dikarenakan semalam dia tidak mengunjungi Kaisarnya karena merasa Xiao Shuxiang butuh istirahat.
Sekarang setelah melihat penampilan pemuda yang dia bawa kemari, ada satu titik di hatinya yang merasa bahagia. Dia akhirnya dapat melihat secara langsung Kaisarnya tanpa harus menatap lukisan lagi.
"Yang Mulia, kami akan membantu Anda bersiap,"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, keempat Elf cantik yang mengikuti Schönheit dari belakang nampak membawa pakaian serta perlengkapan yang lain untuk digunakan olehnya.
Di tempat lain, tepatnya di kaki Gunung Kaisar Langit, terlihat beberapa Elf dari ketiga wilayah duduk pada kursi giok putih yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Schönheit dan para Elf Tumbuhan.
__ADS_1
Beberapa Elf juga nampak terbang di langit, mereka terdiri dari Elf Cahaya dan Elf Bulan. Sesuatu yang membuat mereka berkumpul seperti ini jelas untuk melihat rupa dari Kaisar mereka.
Hanya para Elf berusia lebih dari seratus tahun yang nampak senang karena akhirnya dapat bertemu lagi dengan Xiao Shuxiang, sementara untuk para Elf berusia muda terlihat biasa saja.
Bahkan, beberapa Elf memperlihatkan wajah yang kesal. Sepertinya, upacara kali ini membuat mereka harus membatalkan janji yang penting.
"Kudengar Kaisar kita berasal dari dunia yang kotor,"
"Aku juga mendengarnya. Tempat ini sudah tidak suci lagi, Schönheit keterlaluan karena membawa makhluk rendahan kemari, cih. Sangat menjijikkan,"
Dua orang Elf cantik berambut panjang berwarna biru gelap dan bermata merah giok nampak sedang membicarakan Xiao Shuxiang.
Wajah dan tatapan mata penuh keangkuhan ini mungkin akan membawa keduanya dalam masalah bila berani memperlihatkannya pada Xiao Shuxiang.
Kedua Elf cantik ini berasal dari Wilayah Timur, tempat tinggal para Elf Bulan. Selain itu ada juga Elf berambut kuning emas dan bermata hijau giok yang hadir, sifat mereka tidak jauh berbeda dengan kedua gadis cantik tadi.
Ada lima Elf Cahaya, dua diantaranya adalah pemuda dengan usia 23 Tahun, sementara yang lain merupakan gadis berusia 22 Tahun. Mereka sudah menunggu Kaisar selama lebih dari 15 menit dan belum ada tanda-tanda kedatangan Beliau.
Kelima Elf ini berdiri dari kursi mereka masing-masing dan berniat pergi, namun dua orang dari Elf Tumbuhan menghadang mereka dan meminta kelimanya untuk kembali duduk.
"Aku tidak mau melihat makhluk yang kotor. Berani sekali manusia menjadi Kaisar di tempat ini, dan kalian! Apa sebegitu bodohnya kalian sampai-sampai mengangkat makhluk rendahan menjadi Kaisar?"
"Nona Bescheiden, jaga cara ucapanmu. Kau baru saja menghina Yang Mulia Kaisar,"
Salah satu Elf Tumbuhan memperingatkan gadis bernama Bescheiden untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang buruk bagi Kaisar.
Elf Tumbuhan berambut hijau muda yang usianya telah menginjak angka 200 Tahun ini sangat tahu betul dengan Kaisarnya.
Dia juga dahulu sangat menentang manusia menjadi Kaisar Dunia Elf, tetapi setelah menyaksikan kehebatan dari manusia tersebut.. Dirinya yakin tempat ini memang membutuhkan seorang Kaisar.
"Nyonya Algen, apa yang dikatakan Nona Bescheiden tidak salah. Kenapa kita harus mengangkat manusia kotor menjadi Kaisar? Banyak Elf suci yang lebih pantas menjadi Pemimpin Dunia ini,"
"Suci? Elf yang merendahkan makhluk lain, apa pantas disebut 'suci'?"
!!
***
__ADS_1