
Di Kekaisaran Langit Tengah, banyak desa-desa yang terpencil dan jauh dari keramaian kota. Salah satunya adalah desa yang dituju Xiao Shuxiang dan teman-temannya, Desa Semilir Air.
Pada awalnya desa ini tenang dan juga indah, namun semua berubah ketika segerombolan perampok datang dan memporak-porandakan desa.
Mereka membunuh setiap laki-laki dan anak kecil, mengambil ternak dan barang berharga, melecehkan para wanita lalu membunuhnya, kemudian menghancurkan setiap rumah yang ada.
Hanya butuh tiga hari, desa yang begitu indah telah berubah menjadi desa mati dan di penuhi oleh mayat serta bau anyir darah.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya yang masih berada di jarak 10 meter dari Desa Semilir Air tersentak kala mencium bau yang tidak asing bagi hidung mereka. Segera Xiao Shuxiang dan Hu Li memacu kuda mereka lebih cepat.
Xiao Qing Yan juga merasakannya, dia berada di satu kuda dengan Xiao Shuxiang. Dirinya merasa akan segera menjumpai sesuatu yang tidak terduga lagi.
Selain detak jantung pemuda berambut panjang ini, Xiao Qing Yan juga mendengar suara dari derap kaki kuda. Tidak butuh waktu lama sampai dia dan teman-temannya memasuki Desa Semilir Air, langit saat itu telah dipenuhi ribuan bintang dan diterangi cahaya bulan.
!!
"Tuan Muda Xiao.." Hu Li terkejut melihat kondisi desa yang rusak parah. Di malam yang cukup dingin, bahkan suara serangga pun tidak terdengar olehnya, desa ini jelas merupakan desa mati.
"Ayo, Hu Li. Kita cari jalan keluarnya,"
Kuda yang ditunggangi Xiao Shuxiang berjalan pelan, dia juga merasa terkejut melihat kondisi desa yang dimasukinya.. Namun dirinya tidak bisa berbuat apapun, sebab dari yang terlihat, sudah tidak ada lagi manusia yang hidup di tempat ini.
"Tuan Muda Xiao, sebaiknya kita kubur mayat-mayat mereka. Para manusia ini akan menjadi roh jahat bila tidak dimakamkan dengan layak," Hu Li menasehati. Dia berkata agar Xiao Shuxiang mengikuti Aturan Sekte Pedang Langit yang sudah susah payah ditulis Lan Guan Zhi.
"Hu Li, kita tidak punya waktu mengurusi mayat-mayat ini. Lagipula aku juga bukan orang baik, mengubur mereka tidak ada gunanya bagiku,"
"Tuan Muda, bukankah Anda ingin berubah menjadi baik? Ini juga merupakan salah satu bentuk kebaikan, Tuan."
Xiao Shuxiang tetap menolak, dibandingkan dengan mengubur.. Dia lebih memilih untuk membakar semua mayat beserta puing-puing bangunan dengan api birunya, tetapi Hu Li tidak mengizinkan.
Saat sedang melanjutkan perjalanan, samar-samar Hu Li dan Xiao Shuxiang mendengar suara erangan. Mereka segera berhenti agar lebih bisa memfokuskan pendengaran.
Xiao Qing Yan tersentak ketika kudanya mendadak berhenti, dia lalu menolehkan kepalanya dan memandang Xiao Shuxiang yang berekspresi begitu serius.
!!
"Tuan Muda Xiao?"
"Aku juga mendengarnya Hu Li. Sepertinya masih ada manusia yang hidup di desa ini,"
Xiao Shuxiang segera turun dari kudanya, disusul oleh Xiao Qing Yan. Hu Li juga melakukan hal yang sama, dia masih nampak menggendong O Zhan di tangan kirinya.
"Tuan Muda, sebaiknya kita berpencar untuk mencari asal suara itu,"
"Mn, baiklah. Kau dan Kucing Hitam pergi bersama, aku akan berjalan sendirian. Kudanya biarkan di sini saja, mereka tidak akan lari,"
?!
Xiao Qing Yan tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang, dia mendengus dan kemudian protes karena malah disebut 'Kucing Hitam'. "Aku ini punya nama tahu..!"
"Terserah, aku tidak peduli.."
Xiao Shuxiang melangkah pergi tanpa merasa bersalah sama sekali, keturunan Penatua Da Lin mengepalkan kuat tangannya sambil merutuki pemuda berpakaian merah yang sudah pergi menjauh itu.
Dia kemudian diajak Hu Li yang baru saja selesai mengikat tali pada kuda mereka, "Aku sangat kesal padanya. Dia orang yang menyebalkan,"
Hu Li tersenyum tipis, "Tuanku memang seperti itu, tetapi sebenarnya dia pemuda yang baik. Hanya kadang dirinya sedikit nakal,"
Xiao Qing Yan menggelengkan kepala pelan, dirinya berjalan bersama Hu Li dan memeriksa satu persatu bangunan yang telah menjadi puing, berharap mereka menemukan seseorang yang masih hidup di tempat ini.
Meski bulan terlihat bersinar, namun malam ini bukanlah bulan purnama. Karenanya Xiao Qing Yan masih membutuhkan penerang, syukurlah Api Rubah milik Hu Li dapat diandalkan.
Di tempat lain, Xiao Shuxiang juga mengeluarkan Api Biru kecilnya sebagai penerang jalan. Dia sesekali memanggil penduduk Desa Semilir Air, jika memang masih ada warga yang selamat.. Mereka pasti akan membuat suara apapun itu supaya dapat ditemukan.
Cukup lama mencari, tetapi Xiao Shuxiang hanya menemukan mayat manusia yang dalam kondisi mengenaskan. "Apa suara tadi hanya perasaanku saja? Tetapi Hu Li juga mendengarnya, aiih.. Bagaimana ini.."
Xiao Shuxiang menarik napas dalam dan kemudian menghembuskannya. Dia kembali melanjutkan langkahnya dan sesekali mengangkat puing-puing bangunan.
"Permisi..! Apa ada orang di sini..?!"
Tidak ada jawaban dari panggilan Xiao Shuxiang. Dirinya menggeleng sambil berdecak pelan, dia kemudian memperhatikan satu mayat manusia yang tubuh dan wajahnya berwarna ungu gelap, mayat tersebut mengeluarkan aroma busuk dan terlihat sudah lama mati.
Semakin berjalan, dirinya mendapati mayat wanita yang kondisi wajahnya telah dikerubungi ulat. Satu kedipan mata, Api Biru kecil yang melayang di samping Xiao Shuxiang segera melesat dan membakar mayat tersebut.
Hanya dalam tujuh tarikan napas, mayat wanita itu telah menjadi abu. Api Biru Xiao Shuxiang kembali menjadi penerang jalannya.
"Dari yang kulihat, desa ini tidak seperti di serang oleh hewan liar. Malah seakan tempat ini habis di serang sekelompok orang. Mungkin kultivator dari Aliran Hitam, bagaimana menurutmu?"
Api Biru kecilnya terlihat melayang naik-turun, seakan sedang menjawab pertanyaannya barusan.
"Mn, kemungkinan juga perompak. Ayo ke sebelah sana, kita akan segera pergi bila tidak menemukan apapun."
Api Biru kecil Xiao Shuxiang kembali melayang naik-turun, dia jelas mengerti maksud dari Tuannya ini.
Bila diperhatikan lebih jelas, Api Biru Xiao Shuxiang memiliki bentuk seperti bola seukuran kepalan tangan anak berusia 2 tahun, mempunyai empat lidah api dengan dua diantaranya berukuran lebih besar, sedikit mirip sepasang tanduk.
Dari sepuluh api milik Xiao Shuxiang, satu di antaranya mempunyai petir ungu, dan satu lagi ada yang berwarna kuning keemasan. Sementara lainnya berwarna sebiru langit, dan kadang-kadang berubah menjadi sebiru laut.
Lebih teliti lagi, ada sebuah inti api yang berwarna putih. Inti tersebut berbentuk seperti hantu kecil dengan kepala, dua tangan tanpa jari, dan tubuh tanpa sepasang kaki, sama sekali tidak nampak menyeramkan. Ini karena inti tersebut tak mempunyai wajah dan hanya sekadar warna putih saja.
["Toloong.."]
!!
"Teman kecil, kau mendengar itu?"
Api biru Xiao Shuxiang melayang naik-turun sebagai isyarat bahwa dia juga mendengarnya. Dia lalu melesat cepat ke arah suara tersebut dengan diikuti oleh Xiao Shuxiang.
__ADS_1
["Toloong.."]
Suara yang terdengar semakin jelas saja. Xiao Shuxiang melihat Api birunya memasuki sebuah rumah yang atapnya memiliki lubang besar, tetapi masih berdiri kokoh.
!!
Dia tersentak ketika melihat seorang wanita berpakaian cokelat kehitaman yang terbaring di tanah dengan aliran darah pada dahinya.
Yang paling membuatnya tersentak adalah wanita di hadapannya ini tengah dalam kondisi mengandung, dan perkiraannya kandungan tersebut sudah delapan bulan.
"Nyonya,"
["Tolong.."]
Suara wanita itu sangat lemah, dia memuntahkan darah pada mulutnya, pandangannya buram tetapi dia bisa mendengar suara seorang pemuda.
Xiao Shuxiang perlahan memeriksa kondisi wanita ini, dia terkejut kala mengetahui seluruh tulang wanita di hadapannya telah hancur.
Harusnya wanita ini sudah mati, namun sepertinya dia memiliki keinginan hidup yang tinggi. Nyonya berambut merah gelap di hadapannya menggunakan sisa tenaganya untuk tetap bertahan.
["Se.. Selamatkan.. Bayiku.."]
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, "Aku tidak mengerti bahasamu, Nyonya. Anda cobalah bernapas dengan hati-hati,"
["Selamatkan.. Bayiku.. Kumohon.."]
Wanita itu memegang tangan kanan Xiao Shuxiang, dia lalu mengarahkan tangan pemuda yang wajahnya tidak terlihat jelas ke arah perutnya. Bersamaan saat ucapannya yang terakhir.. Dirinya pun meregang nyawa.
!!
Xiao Shuxiang terkejut karena wanita ini dapat menggerakkan tangan meski tulangnya telah hancur. Api biru kecilnya sendiri tidak mampu menyelamatkan nyawa wanita itu karena kondisinya sudah terlalu parah.
Mustahil bagi Xiao Shuxiang memakai Pil Napas Naga karena saat memeriksa tubuh wanita di hadapannya, dan saat dirinya mendengar suara wanita ini.. Dia menemukan bahwa napas wanita berambut merah gelap tersebut sudah tidak ada.
Satu-satunya yang membuat wanita berambut panjang ini tetap bisa bicara adalah karena Api Jiwa dan keinginan kuatnya untuk tetap bertahan agar penyelamat bayinya datang.
"Tuan Muda Xiao? Apa Anda menemukannya?!"
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat mendengar seruan dari Hu Li, rekannya itu datang bersama dengan Xiao Qing Yan.
"Aku menemukannya, tetapi wanita ini baru saja mati.." Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia memperhatikan Xiao Qing Yan dan Hu Li yang nampak tersentak melihat kondisi wanita yang sudah kehilangan nyawa tersebut.
".. Nyonya ini sempat mengatakan sesuatu padaku, tetapi aku tidak mengerti bahasa yang dia gunakan.."
Tangan kanan Xiao Shuxiang masih berada di perut mayat wanita berambut merah gelap itu, detik berikutnya mata Xiao Shuxiang membulat kala merasakan sesuatu yang bergerak di perut mayat di depannya.
!!
"Jangan-jangan maksud ucapan Nyonya ini...?!"
"Nyonya ini memegang tanganku dan mengarahkannya pada bagian perut. Tidak salah lagi, dia memintaku menyelamatkan bayinya.."
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada dua jari tangannya. Aliran Qi berwarna biru tersebut nampak menajam, dengan hati-hati kedua jari itu mulai membelah perut mayat wanita di depannya.
!!
Xiao Qing Yan terkejut bukan main saat melihat ada makhluk bergerak di dalam perut mayat wanita yang dibelah Xiao Shuxiang. "Dia hidup?!"
!!
Hu Li terkejut mendengar seruan anak berusia 10 Tahun di sampingnya. Ekspresi wajah anak ini terlihat pucat dan sangat jelas tubuhnya nampak gemetar.
Setelah memotong tali pusar bayi.. Xiao Shuxiang mulai mengangkatnya perlahan dan kemudian berbalik karena tadi mendengar seruan dari keturunan Penatua Da Lin.
"Ba-bagaimana bisa ada ma-makhluk hidup di perutnya?!"
!!
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali sebelum mulai menyadari kondisi yang terjadi pada Xiao Qing Yan. Keturunan Penatua Da Lin memang memiliki ingatan yang bagus, namun sepertinya anak ini lupa bahwa dirinya sendiri pernah berada di dalam perut seorang wanita.
"Aah, tentu saja bisa. Asal kau tahu, makhluk ini hanya hidup di tubuh para perempuan.."
Suara Xiao Shuxiang terdengar menakut-nakuti, dan sepertinya itu berhasil pada Xiao Qing Yan. Buktinya wajah anak tersebut lebih pucat dari biasanya.
"Tuan Muda Xiao, Anda jangan membuatnya takut,"
"Hu Li, apa yang kukatakan memang benar. Saat anak perempuan telah tumbuh dewasa.. Makhluk ini akan hidup di perutnya,"
Xiao Qing Yan memiliki usia yang lebih tua dari yang terlihat, tetapi pengetahuannya terhadap dunia masih terlalu minim.
"Itu artinya.."
"Benar, kau perempuan, kan? Suatu hari nanti, makhluk ini akan hidup di perutmu,"
!!
Hu Li tersentak, dia segera menegur Tuan Mudanya dan memberi peringatan agar Tuannya bisa menjaga ucapan dengan baik.
Xiao Qing Yan kesulitan menelan ludah, dia mengusap titik keringat di dahinya sambil memilikirkan bagaimana bisa makhluk hidup tumbuh di dalam perut perempuan.
Xiao Shuxiang sadar apa yang dipikirkan anak di depannya, dia lalu tersenyum aneh dan kemudian kembali bicara.
"Apa kau ingin tahu bagaimana makhluk seperti ini ada di tubuh perempuan?
!
__ADS_1
Perasaan Hu Li menjadi tidak enak saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang, dia mulai akan memberi peringatan pada Tuannya, namun sudah terlambat. Xiao Shuxiang tidak bisa dihentikan.
".. Saat aku kecil, seorang Tua Bangka pernah memberitahuku bahwa jika laki-laki dan perempuan saling berpegangan tangan, maka perempuan tersebut akan melahirkan makhluk seperti ini,"
!!
Xiao Qing Yan segera melihat kedua tangannya, dia menanggapi ucapan pemuda berpakaian merah di depannya dengan serius.
"Aku sudah banyak memegang tangan laki-laki selama ini, apa aku juga akan.."
"Nona Qing Yan, itu semua tidak benar. Berpegangan tangan tidak akan membuat Anda mengandung makhluk hidup. Tuan Muda Xiao membohongi Anda,"
Xiao Shuxiang mendengus, "Aku sama sekali tidak berbohong. Aku memang diberitahu seperti itu saat kecil. Dimulai dari berpegangan tangan, kemudian merambah ke 'pergulatan', lalu diakhir dengan-"
"Tuan Muda Xiao, ini bukan saat yang tepat membahas itu. Jangan mengotori pikiran Nona Qing Yan dengan cerita Anda,"
Xiao Shuxiang mulai berjalan keluar dan berkata bahwa justru karena Xiao Qing Yan adalah anak yang polos, maka dia harus mengetahuinya. Ini untuk menghindarkan dirinya dimanfaatkan oleh para pria.
Api biru kecil Xiao Shuxiang membakar mayat wanita berambut merah yang meminta pertolongan pada Xiao Shuxiang sebelumnya. Setelah mayat tersebut berubah menjadi abu.. Api biru itu menyusul Tuannya.
Bayi digendongan Xiao Shuxiang sejak tadi tidak pernah menangis bahkan saat dirinya membersihkan bayi tersebut di sungai terdekat.
Xiao Qing Yan masih penasaran mengapa Xiao Shuxiang malah membersihkan makhluk yang dia yakini telah membunuh wanita tadi.
"Kenapa kau masih membiarkan makhluk itu hidup? Dia harusnya dihabisi saja,"
Xiao Qing Yan tidak tahan melihatnya, jujur saja dia merasa ngeri. Khawatir bila makhluk tersebut menyerang tiba-tiba.
"Mana mungkin hal tersebut terjadi. Bayi itu tidak akan bisa menyerang Anda,"
Hu Li terpaksa menjelaskan apa yang dia ketahui tentang bagaimana makhluk hidup berada di dalam perut wanita tadi, tentu ada beberapa hal yang harus dia rahasiakan.
Xiao Shuxiang sendiri nampak mengulum senyum dan beberapa kali memberi pertanyaan yang membuat Hu Li kelabakan.
Dia lalu kembali serius membersihkan bayi digendongannya dan menyelimuti bayi tersebut dengan kain yang dia keluarkan dari dalam Gelang Semestanya.
"Hu Li, gendong ini. Aku juga butuh membersihkan diri,"
Hu Li meletakkan O Zhan di kepalanya, dia kemudian menggendong bayi yang diberikan Tuan Muda Xiao-nya.
Dia lalu mengajak Xiao Qing Yan ke tempat di mana kuda mereka berada, dirinya sendiri merasa bingung karena bayi digendongannya benar-benar pendiam.
Perlu waktu selama lima belas menit sampai Xiao Shuxiang datang dengan pakaian berwarna merah yang kering dan bersih. Dalam waktu selama itu.. Bayi digendongan Hu Li belum juga menangis.
"Tuan Muda Xiao, ini sepertinya buruk. Aku memeriksa organ dalam bayi ini dan tidak menemukan hal aneh, tetapi dia sama sekali tidak mau menangis,"
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia lalu memperhatikan dengan seksama wajah bayi digendongan Hu Li.
Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, dia terlihat memejamkan mata dan nampak tertidur nyenyak. Rambut tipisnya berwarna merah kehitaman, dan terdapat sebuat tanda lahir di bagian leher sebelah kirinya.
"Coba kau kacaukan aliran darahnya, mungkin saja dia bisa menangis,"
Hu Li mengangguk, di kemudian mengalirkan Qi miliknya pada tubuh bayi tersebut. Tuan Mudanya tidak bisa melakukan ini sebab tubuh bayi terlalu rentang dan kemungkinan malah akan meledak jika dialiri dengan Qi Tuannya.
!!
Hu Li tersentak ketika tiba-tiba raut wajah bayi digendongannya mulai pucat dengan bibir yang mulai membiru. Dia menarik kembali Qi miliknya dan segera memberi penjelasan bahwa bayi digendongannya berada dalam kondisi kritis.
".. Sebelumnya dia baik-baik saja. Tuan Muda, bagaimana ini?"
Xiao Shuxiang juga ikut tersentak, "Bayi ini lahir sebelum waktunya. Dia sama seperti wanita tadi, memiliki keinginan yang besar untuk hidup,"
Xiao Shuxiang mengeluarkan satu api yang ternyata merupakan Api berwarna kuning emasnya. Teman kecilnya tersebut segera masuk ke dalam tubuh bayi tanpa nama itu dan bersemayam tepat di dalam perutnya.
"Ayo lanjutkan perjalanan. Tunggu, di mana Si Kucing Hitam?"
"Nona Qing Yan tadi ada di sini, ke mana dia pergi?"
"Berani memanggilku begitu lagi, akan kutebas 'belalaimu',"
!!
Xiao Shuxiang menoleh ke salah satu rumah yang atapnya banyak mengalami kerusakan. Dia mendapati keturunan Penatua Da Lin berdiri di atap rumah dengan tatapan dingin ke arahnya.
"Kau buat apa di atas sana? Ayo cepat turun, kita harus segera berangkat."
Xiao Qing Yan melompat turun dari atap, dia terlihat memasang ekspresi tidak suka pada Xiao Shuxiang. Dirinya lalu naik ke punggung salah satu kuda.
"Aku tidak mau menunggang kuda bersamamu. Hu Li, kau yang ikut denganku,"
Xiao Shuxiang mendengus, "Jangan bilang kau takut padaku karena mendengar cerita Hu Li? Terserah kau sajalah, aku tidak mau berdebat. Tapi perlu kau ketahui, Hu Li juga laki-laki sepertiku,"
Xiao Shuxiang mengambil alih bayi digendongan Hu Li, dirinya lalu melompat dan mendarat dengan anggun di punggung salah satu kuda.
Dia dan teman-temannya kembali melanjutkan perjalanan, kali ini dengan langkah yang sedikit lebih lambat. Kuda yang mereka tunggangi merupakan kuda terbaik dan sanggup melaju seharian penuh.
Dalam waktu sekitar setengah jam, Xiao Shuxiang dan teman-temannya telah memasuki Hutan Tanah Senyap, ini dikarenakan hutan tersebut memang tidak jauh dari Desa Semilir Air.
Sama seperti namanya, tidak ada suara apapun di dalam hutan ini. Xiao Shuxiang bahkan tidak mendengar suara angin ataupun serangga malam, bahkan derap kudanya pun sama sekali tidak bersuara seperti sebelumnya.
"Sekarang aku mengerti maksud dari kata 'Tanah Senyap'," Xiao Shuxiang bergumam, dia meminta Hu Li dan Xiao Qing Yan untuk berhati-hati dan selalu waspada. "Hutan seperti ini sangat cocok digunakan para penjahat,"
Hu Li mengangguk setuju, dia sebenarnya sudah mulai merasa aneh saat memasuki hutan ini. "Selain karena tidak ada suara yang terdengar, Qi di tempat ini juga tidak ada,"
"Sebenarnya ada, Hu Li. Hanya saja Qi di tempat ini tidak bisa diserap secara langsung. Tuan Kong Wu mengatakan kondisi Benua Tengah sangat menguntungkan bagi para pendekar yang tidak mampu berkultivasi, jelas kita akan dirugikan di tempat ini.."
Kuda yang membawa Xiao Shuxiang dan teman-temannya terus berjalan. Mereka sepertinya tidak sadar tengah diawasi oleh beberapa orang yang berpakaian serba hitam.
__ADS_1
***