XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
35 - Tahap Penguatan Mental [Revisi]


__ADS_3

Yang Shu dan Gu Ta Sian terus berbincang-bincang selama perjalanan. Gu Ta Sian menceritakan kepribadian Yang Fu, mulai dari kebiasaan baik hingga kebiasaan buruknya selama berada di Sekte Bambu Perak.


Ekspresi wajah Yang Shu berubah-ubah setiap Gu Ta Sian bercerita. Terkadang Yang Shu mengerutkan kening, tersenyum, sampai tertawa keras sambil menggelengkan kepalanya.


"Haaah... dulu, dia memang ditakuti oleh anak kecil karena wajah tegasnya itu, apalagi dengan sikapnya yang kaku saat berbicara dengan mereka. Tidak kusangka, sekarang dia malah mendapat gelar 'Wajah Berkumis Jahat' dari murid-muridnya..." Yang Shu menghembuskan napas pelan setelah mendengar akhir dari cerita Gu Ta Sian.


Xiao Shuxiang terlihat bosan mendengar cerita Gu Ta Sian, dia sama sekali tidak mendapatkan informasi apa-apa selain cerita pribadi saudara kakeknya.


"Patriarch pasti sangat senang melihat Anda. Bagaimana jika setelah pulang dari Sekte Bunga Lotus, Anda ikut bersama dengan kami ke Sekte Bambu Perak..?!" Gu Ta Sian tersenyum sambil menatap penuh harap kepada Yang Shu.


"Aku juga ingin bertemu dengan Fu'Er, tapi aku tidak bisa menjanjikan akan ikut denganmu. Mungkin lain kali..."


Gu Ta Sian terlihat kecewa saat mendengar ucapan Yang Shu. Namun setelah berpikir cukup lama, dirinya memahami alasan dari ucapan pria di sampingnya ini.


Yang Fu adalah salah satu dari dua orang Patriarch Sekte Bambu Perak.


Perlu diketahui bahwa Sekte Bambu Perak memiliki dua orang patriarch dan seorang GrandElder. Seringkali dalam sebuah sekte terdapat lebih dari satu patriarch, dan juga seringkali dalam sebuah sekte hanya memiliki GrandElder saja.


Meski seorang Patriarch, Yang Fu hanya sesekali mengikuti rapat atau keluar sekte untuk memenuhi sebuah undangan.


Yang Fu adalah kultivator tertutup. Dia sebisa mungkin mengurangi interaksi dengan orang lain karena sebuah alasan yang tak bisa dikatakan. Alasan Yang Fu ini hanya diketahui oleh orang-orang yang dia percayai.


Saat Gu Ta Sian ingin berbicara lagi kepada Yang Shu, tiba-tiba seseorang yang tak lain adalah Zong Ming melompat naik ke dalam kereta.


"Ming'Er? Ada apa?" Gu Ta Sian sedikit tersentak dan merasa heran dengan kehadiran juniornya ini, bukankah harusnya Zong Ming berada di kereta yang satunya bersama dengan murid-murid Yang Shu dan pedagang lainnya?


Zong Ming, "Saya meminta maaf karena telah menganggu. Tapi salah satu anak yang pingsan terbangun dan dia langsung ketakutan sambil berteriak. Meski suaranya tidak mau keluar, tapi wajahnya begitu pucat. Aku menidurkannya kembali dengan Qi. Senior, Anak itu sepertinya belum pernah melewati Tahap Penguatan Mental..."


Gu Ta Sian menatap Yang Shu, dia bisa melihat kekhawatiran pada wajah pria di sampingnya ini.


Gu Ta Sian mengembuskan napas.


Bagi kultivator dan manusia biasa yang ingin menjadi pendekar, harus melalui Tahap Penguatan Mental. Tahap ini berhubungan dengan rasa takut dan keragu-raguan untuk membunuh.


Xiao Shuxiang tahu itu. Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi Pendekar, dia setiap saat akan bertemu dan masuk ke dalam bahaya. Tidak bisa dipungkiri bahwa dia akan bertarung sambil mempertaruhkan nyawa. Karena itulah Mental seorang Pendekar harus kuat, tidak boleh memiliki keragu-raguan untuk membunuh apalagi memiliki rasa takut terhadap darah dan organ dalam yang berceceran.


Tahap Penguatan Mental sendiri bisa dilatih dengan dua cara. Pertama, dengan membiasakan diri untuk melihat sesuatu yang mengerikan, termasuk terlibat kedalamnya. Kedua, menggunakan Qi untuk memberi semacam gambaran ke dalam otak dengan perlahan-lahan. Layaknya sebuah mimpi, di mana seseorang akan diarahkan untuk menjadi berani dan mengalahkan ketakutannya terhadap darah serta potongan tubuh manusia.


Yang Shu mengusap-usap kumis dan janggutnya, raut wajahnya membuat Gu Ta Sian tersenyum tipis.


Gu Ta Sian, "Ming'Er. Kau dan Liu'Er bantu ketiga anak itu untuk menguatkan mental mereka. Kuserahkan pada kalian berdua,"


"Baik, Senior."


Zong Ming dan Ying Liu mengangguk meng-iyakan, mereka berdua kemudian pergi menuju kereta yang satunya.


"Kedua juniormu sangat berbakat, mereka pasti akan menjadi Pendekar yang hebat suatu hari nanti." puji Yang Shu saat Zong Ming dan Ying Liu sudah tidak ada bersama mereka lagi.


"Murid-murid Anda bisa pingsan seperti itu karena mental mereka belum kuat. Anda juga sama Senior. Meski berada di Forging Qi tingkat 8, namun Anda belum terbiasa kan melihat potongan tubuh manusia?" Gu Ta Sian menahan senyumnya saat berbicara kepada Yang Shu.


Tidak ada nada sindiran dari ucapan Gu Ta Sian, Yang Shu juga tidak merasa kesal saat mendengarnya berbicara seperti itu sebab apa yang dikatakan oleh Gu Ta Sian bukanlah hal yang salah.


Memang benar, Xiao Lu, Jing Mi dan Qi Xuan belum pernah melihat darah sebanyak itu sebelumnya, apalagi melihat potongan tubuh serta pembunuhan yang dilakukan tepat di depan mata mereka. Tentu saja, mental mereka begitu lemah.


Yang Shu sendiri juga memiliki mental yang sedikit lemah, dia memang berani membunuh demonic beast atau pun binatang buas biasa, namun jika membunuh manusia.. Yang Shu tidak yakin bisa melakukannya.

__ADS_1


Bahkan ketika Yang Shu membunuh demonic beast, dia akan merasa bersalah dan terbebani.


"Apa yang kau katakan memang benar. Dibandingkan kedua muridmu tadi, mentalku jauh lebih lemah," Yang Shu mengelus-elus kumis dan janggutnya, ada sedikit nada kekecewaan dari ucapannya.


Gu Ta Sian menyadarinya, dia kemudian berkata. "Menurutku itu lebih baik. Seseorang seperti Anda... Sebaiknya, sebisa mungkin menghindari melakukan pembunuhan."


"Yah, tapi gara-gara mentalku lemah... Aku jadi tidak bisa membantu cucu kesayanganku saat dirinya melawan penjahat."


Gu Ta Sian baru tersadar dengan sesuatu yang membuatnya penasaran sejak awal. Karena terlalu senang bertemu dengan Yang Shu, dia sampai melupakan Xiao Shuxiang.


"Tentang Cucu Anda ini, aku benar-benar kagum padanya. Dia anak laki-laki yang pemberani," Gu Ta Sian tersenyum bangga sambil menatap anak berusia tujuh tahun yang duduk di depannya.


Xiao Shuxiang yang tak pernah berbicara sepatah kata pun karena terlalu bosan mendadak tersentak setelah mendengar ucapan Gu Ta Sian barusan.


Mata Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, ada rasa tak percaya di dalam hatinya saat mendengar kata 'Anak Laki-Laki' keluar dari mulut Gu Ta Sian.


"Orang ini menyebutku 'Anak Laki-Laki'?! Aku tidak salah dengar, kan?" Xiao Shuxiang langsung menatap Gu Ta Sian, ingin sekali dirinya meminta agar pria ini mengulang kembali ucapannya itu.


"Aku juga tidak percaya Cucu Kesayanganku bisa begitu berani..." Yang Shu tersenyum ke arah Xiao Shuxiang, "Xiao'Er? Bagaimana luka di pundakmu? Apa masih sakit?"


Xiao Shuxiang, "Darahnya sudah berhenti keluar karena bantuan dari Ying Liu. Sakitnya sudah berkurang sekarang,"


Yang Shu, "Syukurlah kalau begitu. Aku berterima kasih kepada Tuan Gu. Untung kalian datang tepat waktu, jika tidak..."


"Justru aku yang harusnya berterima kasih, Senior. Cucu laki-laki Anda ini bisa mengulur waktu dan menipu para penjahat itu. Dia... Sangat berani,"


Xiao Shuxiang tersenyum saat mendengar ucapan tulus dari Gu Ta Sian. Sebenarnya, mendapat pujian seperti ini adalah hal yang biasa baginya.


Namun, entah kenapa saat mendengar Gu Ta Sian menyebut kata 'Laki-Laki' membuat Xiao Shuxiang tersenyum bangga.


Raut wajah ketiga murid Yang Shu itu beberapa kali berubah. Mereka terlihat gelisah, berkeringat dingin, dan beberapa kali berteriak dengan keadaan tidak sadarkan diri.


Ini memang hal yang lumrah dalam Tahap Penguatan Mental menggunakan Qi. Jika dijabarkan secara kasar, Qi Xuan, Xiao Lu, dan Jing Mi sedang mengalami mimpi buruk sekarang ini.


Mereka bermimpi melihat banyak darah dan juga potong-potongan tubuh demonic beast serta manusia. Tak hanya itu, dalam mimpi ketiganya... merekalah yang justru membunuh para demonic beast dan manusia tersebut.


Sebuah suara terdengar ketika ketiganya merasa takut, suara itu menjelaskan bahwa manusia yang mereka bunuh adalah orang jahat dan sudah sering membunuh banyak orang.


Suara itu menuntun Qi Xuan, Xiao Lu, dan Jing Mi, untuk menjadi berani dan tak perlu segan-segan menghabisi nyawa seorang penjahat.


Suara itu juga mengatakan bahwa ketiganya hanya boleh mengayunkan pedang untuk melindungi dan menjaga kedamaian.


"... Jangan pernah takut menganyunkan pedang untuk membasmi kejahatan. Ingatlah, pedang di tangan untuk melindungi dan menjaga...! Bukan untuk menindas dan berbuat kejahatan...!"


Suara itu berasal dari Zong Ming dan Ying Liu, keduanya terus memberi sugesti kepada Qi Xuan, Xiao Lu dan Jing Mi sambil terus mengalirkan Qi mereka.


***


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini, Dengan Cara Like Dan Sekaumnya.. Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! ヽ(´▽`)/


-


-

__ADS_1


-


saatnya Dasha Sensei muncul...


-


-


-


Tahukah Kalian?


Umur manusia tidak akan pernah cukup untuk menjelajahi seluruh tempat di dunia ini. (⌒▽⌒)


-


-


-


Tapi, kalian bisa menjelajahi seluruh bentuk Imajinasi Warrbyyyassah dari semua orang diberbagai Lapak Yang Ada! (*^ω^*)


.


.


.


Jadi, Jangan Lupa Untuk Membaca Karya Para Penulis Lainnya Yah! ( ´ ▽ ` )ノ


.


.


Jaga Kesehatan dan Kebersihan Teman-Teman! Utamanya.. ヾ(*´∀`*)ノ


* Kebersihan Hati (dari rasa iri dan dengki)


* Kebersihan Mulut (dari kata-kata jahil)


* Kebersihan Tangan (saat megang benda mati)


* Kebersihan Kaki (Saat mau tidur)


* Kebersihan Badan (Setelah beraktifitas)


* Kebersihan Telinga (Dari suara gaib D*sh*)


* Kebersihan Mata (Dari Karya Ini!) Hahaha (´ヮ`) kabuuuuuuur!!


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2