XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
213 - Lan Guan Zhi


__ADS_3

"Lan Zhi keparat itu. Aku hanya melakukan kesalahan kecil saja, kenapa harus sampai 70 puluh kali pukulan? Aduh..! Rasanya aku mau mati.."


Xiao Shuxiang terus merintih di atas tempat tidur, sebuah ruangan di Balai Peristirahatan. Sebelumnya dia dibopong kemari oleh Lan Guan Zhi layaknya karung beras setelah menerima hukumannya.


Temannya tersebut dengan sangat tidak terpuji malah membantingnya ke atas tempat tidur dan melangkah pergi tanpa mengatakan apapun termasuk tidak melepaskan segelnya.


Alhasil, Xiao Shuxiang harus merasakan sakitnya dipukuli dan tidak bisa memulihkan dirinya.


Plak!!


"AAH! DUAN DE SIALAN..! Ini Sakit Tau..!"


"Kalau kau tahu ini sakit, maka jangan ulangi lagi,"


Duan De mengolesi racikan herbal buatan Nenek Nian pada punggung dan bokong Xiao Shuxiang. Dia mengomeli pemuda tersebut yang tidak pernah mengubah sikapnya.


".. Apa kau tidak bisa mengikuti ketenangan Tuan Muda Lan? Jadilah pendekar yang penuh wibawa, bukan anak liar yang baru keluar dari gua. Pantas saja Patriarch Lan menyebutmu manusia gunung, kau sudah lama belajar di sini tapi kelakuanmu masih tetap sama,"


Plak!


Duan De menampar kembali bokong Xiao Shuxiang, walau tamparannya pelan namun itu sudah cukup untuk membuat pemuda yang di atas tempat tidur ini merintih kesakitan.


Xiao Shuxiang mengatakan dirinya tidak bisa seperti Lan Guan Zhi dan tidak akan mau menjadi temannya itu. Dia sebenarnya bersikap nakal hanya di tempat yang dikenalnya saja.


".. Aku ini suka menganggu orang-orang yang serius, Kakek Tua. Dan Sekte Pedang Langitmu adalah tempat yang cocok-Akh!"


Duan De lagi-lagi menampar pelan bokong Xiao Shuxiang yang telah diolesi racikan herbal. Dia langsung mendapat gerutuan tidak jelas oleh pemuda ini.


Punggung Xiao Shuxiang penuh dengan luka lebam, begitu juga dengan bokongnya. Regenerasi tubuhnya melambat karena Lan Guan Zhi menggunakan jurus segel yang membuat dirinya tidak mampu merasakan Qi.


Xiao Shuxiang awalnya merasa akan mati bila harus menahan tujuh puluh cambukan dengan segel yang dialamatkan padanya. Tidak disangka dirinya masih dapat mempertahankan nyawa.


".. Lan Zhi memang luar biasa, dia tidak memiliki rasa kasihan sama sekali pada Xiao Shuxiang. Aku kan teman baiknya, apa begini cara memperlakukan seorang teman..?"


"Kau ini, justru karena kau temannya hingga Tuan Muda Lan memberimu hukuman yang ringan. Biasanya orang yang sering membuat banyak masalah seperti dirimu akan mendapat hukumannya di lantai paling bawah Balai Hukuman.."


Duan De menghela napas pelan, tatapan matanya berubah menunduk, tangan kanannya yang mengolesi racikan herbal di punggung Xiao Shuxiang seketika terhenti.


Dia mengatakan bahwa Lan Guan Zhi selalu menerima sebagian besar hukuman yang diberikan pada Xiao Shuxiang tanpa diketahui oleh pemuda ini.


Lima ribu aturan di Sekte Pedang Langit bukanlah main-main. Yang bertanggung jawab atas pemberian hukuman serta pendisiplinan murid sebenarnya adalah Lan Guan Zhi.


".. Usia Tuan Muda Lan waktu itu masih 9 Tahun, namun dia telah menanggung beban tanggung jawab yang besar.."


Sangat jarang murid yang melanggar aturan dahulu. Tetapi semuanya berubah saat Xiao Shuxiang kecil masuk ke tempat ini. Hukuman bertarung di Sekte Pedang Langit sebenarnya adalah seratus kali pukulan, namun Xiao Shuxiang hanya mendapat 20-30 saja, sisanya diterima Lan Guan Zhi.


".. Kau bisa menghitungnya sendiri, berapa banyak keributan dan masalah yang kau timbulkan di Sekte ini. Maka sebanyak itu juga yang harus Tuan Muda Lan tanggung.."


Duan De juga mengatakan bahwa bukan hanya Xiao Shuxiang, tetapi setiap murid yang melanggar aturan juga diperlakukan sama.


Lan Guan Zhi menetapkan hukuman tergantung dengan tingkat kesanggupan murid-murid Sekte Pedang Langit yang dia lihat. Dan sisanya akan dia tanggung sendiri.


".. Kau bilang dirimu adalah Sang Bintang Penghancur, yang kutahu dia memiliki hubungan baik dengan Sekte Pedang Langit dan sekte-sekte besar di Tiga Aliran. Harusnya kau lebih tahu tempat ini, bukan?"


!!


Xiao Shuxiang segera bangun dari tempat tidurnya bersamaan dengan keluhan sakit di punggung dan bokongnya. Dia meminta pakaiannya pada Duan De.


"Jika memang yang kupikirkan benar, Lan Guan Zhi pasti sedang menerima hukuman saat ini. Bocah itu, kenapa dia sampai membuatku berhutang tanpa sepengetahuanku?!"


Sambil menahan rasa sakit di tubuhnya, Xiao Shuxiang berjalan pergi dan menuju Balai Hukuman. Dia hanya bisa menggunakan teknik Pernapasan Angin untuk meringankan sakit yang dirasakannya.


Dia memang pernah mendengar sejak di kehidupan pertamanya bahwa orang yang selalu bertingkah layaknya hewas buas akan menjadi sangat jinak bila keluar dari tempat ini. Bahkan beberapa kultivator Aliran Hitam sengaja datang demi bisa mengontrol emosi dan sifat liar mereka.


Dan karena ini jugalah, Sekte Pedang Langit begitu terhormat di mata kultivator ketiga aliran termasuk masyarakat biasa di Benua Timur.


Beberapa sekte Aliran Hitam mungkin ada yang pernah mau menyerang Sekte Pedang Langit, namun tidak ada seorang pun yang benar-benar melakukannya.


Xiao Shuxiang menghentikan langkahnya saat sampai di depan pintu Balai Hukuman, dia memijat pelan keningnya saat mengingat masa lalu yang paling tidak disukainya.


".. Aku juga sering melanggar aturan di Sekte ini dahulu, sebagian besar karena sengaja. Jadi, siapa yang menerima hukumannya?"


Xiao Shuxiang mulai melangkah masuk, dia ingat dua nama. Jika bukan Senior Li Fu Chen, maka Immortal Zhou Yuan-lah yang membantunya. Tidak menutup kemungkinan kedua-duanya. Bila itu memang terjadi, maka dirinya benar-benar manusia yang pantas dihukum langit.


Dia selama ini membenci manusia karena bakatnya yang tidak bisa diterima. Xiao Shuxiang berpikir bahwa semua manusia akan sama saja dengan ayah dan ibunya, memperlakukannya dengan baik agar mudah dikendalikan menjadi senjata perang.


Bila ada manusia yang baik padanya, pasti pada akhirnya menginginkan sesuatu. Xiao Shuxiang sudah banyak melihat keburukan dan rahasia dari senyuman manusia yang dia temui.


Baginya, hanya satu manusia yang benar-benar tulus berteman dengannya, itu adalah Zhou Yuan. Meski pada akhirnya mereka tetap berbeda jalan.


Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia menghampiri murid Sekte Pedang Langit yang berjaga untuk bertanya jalan menuju lantai bawah tanah Balai Hukuman.


?!


"Bukannya kau sudah mendapat hukumanmu? Kau masih mau lagi?"


"Nak, sebaiknya kau rawat lukamu dulu. Setelah sembuh, baru datang lagi."


Xiao Shuxiang menatap dua orang pria yang terlihat berusia 32 dan 40 Tahun di depannya. Dia mengatakan ingin pergi ke lantai paling bawah sekarang juga. Andai dirinya dapat merasakan Qi, mungkin dia tidak akan bertindak sesopan ini.


"Aku tahu Lan Guan Zhi pasti ada di bawah dan menerima hukuman yang harusnya milikku, kalian keterlaluan. Cepat beritahu jalannya,"


Dua orang murid Sekte Pedang Langit terdiam sambil memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Pemuda di depan mereka bahkan hampir tidak kuat berdiri namun tetap saja keras kepala ingin pergi ke lantai paling dasar, entah siapa yang memberitahunya.


"Haah.. Baiklah, aku akan mengantarmu.."


"Kau harusnya bilang begitu sejak tadi. Ya ampun, kenapa bokong dan punggungku rasanya sakit sekali. Racikan herbal apa yang diberikan Duan De padaku ini? Aakh,"


Sambil dibantu berjalan, Xiao Shuxiang dibawa ke tengah ruangan. Tempat dimana dua orang murid Sekte Pedang Langit duduk bersila sambil menunggu para pelanggar aturan datang untuk menerima hukumannya.


Lantai yang biasa di tempati Xiao Shuxiang berlutut sambil dipukul rupanya adalah pintu menuju ruang bawah tanah. Terdapat segel pada lantai tersebut hingga tidak ada yang bisa menyadarinya.

__ADS_1


Setelah segel dibuka, Xiao Shuxiang kembali dibantu berjalan menuruni setiap anak tangga yang terbuat dari giok hitam. Ada batu bercahaya di setiap dinding tanah di samping mereka yang berfungsi sebagai penerang jalan.


Tepat di tangga kedua puluh, batu giok hitam yang Xiao Shuxiang pijak jauh lebih lebar dari batu sebelumnya. Pada dinding sebelah kanan, terdapat pintu kayu dengan ukiran bangau putih, terlihat tertutup dan memiliki segel.


"Ini lantai keenam, Tuan Muda Lan ada di lantai pertama. Apa kau masih sanggup berjalan?"


"Iya. Ayo pergi,"


Xiao Shuxiang dan murid Sekte Pedang Langit yang mengantarnya melanjutkan perjalanan, mereka menuruni tangga kembali.


Setiap kali keduanya sampai pada anak tangga ke-20, maka pasti selalu ada batu giok yang lebih lebar dan pintu dengan ukiran bangau di samping kanan mereka.


Tap


Tap


Tap


Xiao Shuxiang hanya beristirahat sebanyak tiga kali. Wajahnya terlihat pucat dengan keringat dingin yang turun perlahan di sisi keningnya. Dia sudah lama tidak merasakan ini, sebuah rasa dari ketidakberdayaan dan kelemahan manusia.


".. Ini bisa membantuku untuk selalu mengingat betapa rendahnya tanah itu,"


Xiao Shuxiang entah mengapa merasa senang, dia mengatakan pada murid Sekte Pagoda Langit yang memapahnya ini bahwa jurus ciptaan Lan Guan Zhi dapat menghancurkan sifat kesombongan.


".. Bagaimana menurutmu jika aku mempelajarinya?"


"Tuan Muda Lan tidak akan pernah mau mengajarimu. Dia mengatakan jurus ini terlarang, karena akan sangat berbahaya bila jatuh ke tangan orang yang salah,"


Xiao Shuxiang membenarkan ucapan pemuda berusia 32 Tahun ini. Andai dia dapat mempelajarinya, maka seluruh kultivator di Benua Timur tidak akan pernah bisa merasakan Qi lagi. Dirinya akan menjadi satu-satunya kultivator di Benua ini dan mimpinya pasti akan terwujud.


".. Ck ck ck, aku benar-benar bangga memiliki teman sepertinya. Lan Zhi sialan itu sangat luar biasa,"


"Kau ini sebenarnya sedang memuji Tuan Muda Lan atau malah menghinanya..?"


Murid Sekte Pedang Langit menggeleng pelan saat Xiao Shuxiang berkata iri pada bakat Lan Guan Zhi sekaligus mengaguminya.


".. Akan kuizinkan dia memanggil namaku,"


"Memang kau ini siapa? Xiao Shuxiang? Sang Bintang Penghancur? Haiih, meski nama kalian mirip, tapi Sang Bintang Penghancur itu punya wajah yang mengerikan, dia monster dengan moncong serigala, matanya merah dan seperti hampir keluar. Masa kau tidak tahu itu? Karenanya aku sudah pernah mengingatkanmu untuk mengganti nama saja, jangan pernah mau menirunya.."


Murid Sekte Pedang Langit terus saja menceritakan kisah tentang Sang Bintang Penghancur sambil terus memapah Xiao Shuxiang.


Dia seperti sudah sangat ahli sebagai pencerita. Bisa dikatakan, legenda tersebut seakan telah memiliki bukunya sendiri di sekte ini.


".. Setelah membakar desa, dia menodai para anak gadis di depan orang tuanya termasuk wanita yang telah bersuami dan memiliki anak. Yang paling tidak manusiawi, dia juga melakukannya pada anak kecil dan para pemuda asalkan wajahnya menarik.."


!!


Xiao Shuxiang terkejut dan menatap tak menyangka ke arah pria di sampingnya. Matanya berkedip beberapa kali menandakan ketidakpercayaan, kapan dirinya pernah melakukan hal semacam itu?!


".. Setelah memuaskan hasrat menjijikkkannya, dia baru menguliti mereka hidup-hidup. Menjadikan kulit luar mereka sebagai pakaian, kepala korbannya dijadikan kalung, tulangnya dijadikan-"


"Tunggu, ceritamu sudah melenceng sangat jauh. Aku tidak pernah menodai siapapun, pilar surgawiku ini masih perawan. Berbeda dengan bokongku yang sudah banyak kena pukul,"


".. Jadi kau harus mengganti namamu secepatnya. Jangan biarkan sifat menjijikkan monster itu menurun padamu,"


"Kau mau kuceritakan sesuatu? Sang Bintang Penghancur paling tidak menyukai namanya disebut oleh sembarangan orang. Siapapun yang berani melakukannya baik disengaja ataupun tidak, tubuhnya akan dibelah dua. Kau harusnya tahu tentang ini,"


Murid Sekte Pedang Langit membenarkan, dia memang pernah mendengar kisah semacam itu. Tidak disangka, pembicaraan mereka tentang Sang Bintang Penghancur membuat keduanya tak sadar kini berada di lantai paling dasar Balai Hukuman.


Sebuah pintu tertutup yang berukir bangau namun tanpa segel terlihat di samping kanan Xiao Shuxiang. Dirinya terus dipapah hingga ke depan pintu tersebut, perasaannya mendadak tidak enak.


Murid Sekte Pedang Langit membuka pintu perlahan, sebuah ruang besar berdinding batu hitam dengan penghias bebatuan runcing di sekelilingnya.


Tap


Tap


Xiao Shuxiang terus dipapah oleh murid Sekte Pedang Langit, keduanya dapat mendengar suara tetesan air dan sesuatu seperti suara cambukan.


Batu bercahaya di langit-langit membuat Xiao Shuxiang melihat semuanya dengan jelas. Tak jauh di depannya, sebuah kolam dengan air yang begitu dingin nampak di depannya.


Seorang pemuda yang berusia hampir dua puluh satu tahun terlihat berdiri di tengah-tengah danau.


Kedua tangannya terikat oleh rantai berwarna merah darah. Bagian atas tubuhnya tidak tertutup oleh pakaian, kulit putih halus nan berototnya kini dipenuhi bekas cambukan, nampak lebam dan berdarah.


!!


"Lan Zhi..?"


Xiao Shuxiang bisa melihat pemuda berambut panjang terurai tersebut adalah temannya, Lan Guan Zhi. Dia segera mempercepat langkahnya sambil memanggil nama kawannya tersebut.


"Tunggu, Saudara Xiao. Kau tidak bisa pergi ke sana..!"


Murid Sekte Pedang Langit menahan tangan Xiao Shuxiang yang hendak masuk ke dalam kolam. Seruannya membuat Lan Guan Zhi tersadar.


"Lepaskan aku, apa kau tidak lihat kondisinya sekarang?! Hukuman macam apa ini? Kalian sudah sangat keterlaluan..!"


?!


"Shuxiang.."


Dingin menusuk langsung dirasakan Xiao Shuxiang saat kakinya memasuki kolam, dia mengomeli murid Sekte Pedang Langit dan melarangnya untuk menghentikan dirinya menolong temannya.


Tidak ada orang lain di dalam ruangan ini selain mereka bertiga, namun cambukan tetap terarah pada Lan Guan Zhi, hukuman tersebut akan berhenti sendiri.


"Kau anak keterlaluan, kenapa kau harus sampai melakukan ini?! Kau pikir aku bocah ingusan yang tidak bisa tahan dengan hukuman sekte kalian, hah?!"


"Tak seharusnya kau ada di tempat ini, pergilah.."


Xiao Shuxiang menyingkap rambut Lan Guan Zhi untuk melihat dengan jelas wajah temannya. Dia lalu menyentil pelan dahi kawannya tersebut karena masih bisa berwajah tenang seperti tak merasakan sakit apapun.

__ADS_1


"Wajah papan datarmu ini sangat menyebalkan. Aku tidak selemah itu sampai harus kau lindungi, memang kau anggap aku ini apa? Haiih!"


Xiao Shuxiang kesulitan memutuskan rantai yang membelenggu tangan temannya. Dia lalu menyeru pada murid Sekte Pedang Langit untuk melempar senjatanya.


"Tapi.."


Murid Sekte Pedang Langit nampak ragu, namun Xiao Shuxiang terus mendesaknya. Lan Guan Zhi berkata pada teman di dekatnya ini untuk tidak mengganggu, hukumannya belum berhenti.


"Ini jatah milikku, kau sudah terlalu baik.."


Xiao Shuxiang meminta kembali senjata milik murid Sekte Pedang Langit. Setelah dia menangkap pedang yang dilempar kearahnya.. Dirinya lalu menggunakan Pernapasan Api untuk memutuskan rantai yang membentang pada kedua tangan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang merasakan sakit di punggung dan bokongnya. Rasa sakitnya semakin bertambah karena air yang sangat dingin, dia memuji temannya yang sama sekali tidak terlihat kedinginan.


!!


Lan Guan Zhi langsung terjatuh dan terbatuk darah saat Xiao Shuxiang menampar pelan punggungnya. Dia menatap kesal ke arah pemuda di sampingnya ini.


"Salahmu karena selalu memasang wajah tenang itu. Harusnya jangan ditahan bila sakit, tidak ada yang menyalahkanmu jika merintih.."


Lan Guan Zhi mengepalkan kedua tangannya. Dengan gerakan cepat dia mengait sebelah kaki Xiao Shuxiang hingga membuatnya terjatuh.


Seluruh pakaian Xiao Shuxiang basah, air danau ini sangat dingin sampai menembus tulang. Memang tidak terlalu dalam, airnya hanya setinggi pinggang orang dewasa.


"Lan Zhi.. Ka-kau.. Aku sudah menolongmu dan ini balasanmu padaku..?"


Suara Xiao Shuxiang terdengar gemetar karena kedinginan, bahkan Pernapasan Udara tidak bisa menolongnya. Dia mengatakan hampir membeku kedinginan.


Di satu sisi, Lan Guan Zhi malah terlihat baik-baik saja. Wajahnya masih tenang nan memikat, bekas cambukan di tubuhnya seolah tidak dapat membuatnya merasakan sakit.


Murid Sekte Pedang Langit memanggil keduanya, tapi dirinya seketika terkejut saat Xiao Shuxiang malah menyerang Lan Guan Zhi. Kedua orang yang dikenalnya tersebut malah berakhir saling bergulat di dalam air.


!!


"Tuan Muda Lan, Saudara Xiao?! Kalian berdua, berhentilah..!"


Murid Sekte Pedang Langit juga memasuki kolam dan berjalan ke tempat kedua temannya yang saling mengunci pergerakan masing-masing.


Punggung dan bokong yang sakit serta rasa dingin pada air danau ini seakan tidak menjadi penghalang Xiao Shuxiang untuk membalas Lan Guan Zhi.


Meski pada akhirnya dia kalah sebab memang dirinya tidak terbiasa dengan air yang sangat dingin.


?!


"Tuan Muda Lan? Saudara Xiao?"


Murid Sekte Pedang Langit tersentak saat air tiba-tiba menjadi tenang. Dia tidak melihat Lan Guan Zhi ataupun Xiao Shuxiang, sepertinya kedua pemuda tersebut bergulat di dasar danau.


!!


"Ya ampun, kenapa jadi begini?! Jika itu Xiao Shuxiang, maka sudah biasa. Tapi kenapa Tuan Muda Lan juga ikut-ikutan?!"


Murid Sekte Pedang Langit menceburkan dirinya, saat membuka mata dia terkejut melihat Xiao Shuxiang menindih Lan Guan Zhi.


Dirinya segera menyelamatkan calon GrandElder masa depan sektenya dari perasaannya yang seperti mengisyaratkan Xiao Shuxiang akan memakan tuan mudanya bila tidak segera dihentikan.


Masalahnya, murid Sekte Pedang Langit ini entah mengapa tidak mampu memisahkan keduanya dan malah ikut dalam pergulatan tersebut.


Ketiganya baru berhenti saat terkena cambukan dari hukuman yang harusnya dialamatkan pada Xiao Shuxiang.


*


*


"Bokongku.."


"Aduh, gara-gara memisahkan kalian aku juga dapat jatah,"


Lan Guan Zhi bisa mendengar rintihan kedua temannya, mereka sekarang sedang berbaring di pinggir danau dengan kaki berada di air.


Belum ada diantara ketiganya yang mencoba bangun, sepertinya mereka kehilangan banyak tenaga hingga tak mampu bergerak untuk sementara.


Di tempat lain, Ling Qing Zhu kembali diobati oleh Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit, Zhou Yan.


Kakaknya, Ling Lang Tian juga nampak memperhatikan proses pengobatan yang dilakukan Patriarch Ketiga.


Bila dilihat dari luar, Ling Qing Zhu dalam keadaan yang sangat baik. Dia merespon jika diajak bicara dan masih memperlihatkan emosinya walau tak seperti gadis lainnya.


Namun, ada beberapa ingatan yang tidak bisa Ling Qing Zhu ingat. Itu adalah ingatan tentang bagaimana dirinya bisa berakhir menjadi pion bagi Scarlet Bayangan.


"Bagaimana?"


Patriarch Lan yang juga menyaksikan proses pengobatan dari Zhou Yan mulai bertanya. Dia penasaran karena melihat kening dan tatapan mata Alkemis yang bercadar tebal tersebut berubah.


"Ini hanya anggapanku, tapi sepertinya masalah Nona Ling ada pada batinnya. Hati manusia adalah sesuatu yang unik dan sulit ditebak, bila sakit pun.. Obatnya sangat sulit ditemukan,"


Patriarch Ketiga menepuk pelan kepala Ling Qing Zhu, gadis ini terlalu terpuruk dengan kematian pamannya hingga pikiran dan perasaannya sering tumpang tindih.


Patriatch Ketiga lalu menatap Ling Lang Tian dan meminta pemuda tersebut untuk tidak memberi tekanan pada adiknya sendiri.


"Ehm, Adik Zhou? Sebaiknya kau juga mengatakan itu pada muridmu, dia orang yang paling sering mengganggu Nona Ling,"


"Hm? Murid? Kapan aku mengangkat murid?"


Kening Patriarch Ketiga berkerut, dia menatap keheranan ke arah Lan Xu Jian. Dirinya seketika tersentak saat orang yang dimaksud pria tersebut adalah Xiao Shuxiang.


"Dia bukan muridku, bocah nakal itu hanyalah pelayan. Tidak lebih dan tidak kurang. Tapi dimana Xiao'Er sekarang?"


"Kau tidak mengangkatnya sebagai murid tapi malah mengkhawatirkannya. Adik Zhou, kau mudah sekali ditebak.."


Patriarch Lan mengatakan bahwa saat ini Xiao Shuxiang pasti sedang ada di Balai Peristirahatan. Setelah menerima hukuman, anak itu pasti sulit bangun sekarang.

__ADS_1


***


__ADS_2