XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
478 - Alur Pertempuran [Revisi]


__ADS_3

Lengan kanan Xiao Shuxiang diputuskan dengan cara yang amat pelan, ini membuat rasa sakitnya bertambah dua kali lipat. Bahkan sakit itu menyebar ke seluruh tubuh hingga naik ke kepalanya.


Xiao Shuxiang merasakan kepalanya seperti akan meledak. Sungguh, Qian Kun tahu benar bagaimana cara menangani pemuda seperti dirinya.


!!


Dia terengah-engah, keringat ada di dahi, leher dan juga mengucur di bagian dadanya. Kedua mata Xiao Shuxiang bahkan sampai mengeluarkan air karena rasa sakit yang diakibatkan Qian Kun.


"Jangan membenciku, Shuxiang. Kau sendiri yang menginginkan ini. Bukankah kau menyukainya? Rasa sakit dapat menjernihkan pikiran dan membuatmu sadar bahwa kau telah memilih jalan yang salah."


"......."


Lewat buramnya air mata, Xiao Shuxiang melihat potongan lengannya yang terdapat gelang semesta kini berada di tangan Qian Kun. Dia sendiri masih terengah-engah hingga tidak sanggup mendebat sosok bertopeng rubah itu.


Jantungnya berdegup terlalu kencang dan seperti tidak terkendali. Seluruh tubuhnya terasa nyeri dan amat sakit, ini adalah rasa yang bahkan tidak pernah ada dalam bayangannya.


Selama ini, Xiao Shuxiang-lah yang selalu berada di posisi menyiksa lawan dengan cara paling kejam. Namun sepertinya keadaan itu berbalik jika yang dilawannya adalah Qian Kun.


Darah mengucur cukup deras pada bagian tubuh Xiao Shuxiang yang tertebas, tetapi secara perlahan dan berangsur-angsur berhenti saat proses regenerasi tubuhnya dimulai.


Darah itu membentuk benang-benang tipis, saling merangkai sebelum akhirnya memadat hingga terbentuk tulang dan daging. Prosesnya tidak berlangsung lama hingga sakit yang dirasakan Xiao Shuxiang menghilang. Lengan kanannya yang ditebas kini kembali utuh, walau dengan cepat rantai hitam melilit pergelangan tangannya lagi.


"Aku terkesan. Rasanya jadi ingin memisahkan setiap bagian tubuhmu yang lain dan melihat mereka terbentuk ulang kembali."


"Kau akan butuh waktu lama melakukannya, yakin ingin menghabiskan seharian penuh denganku?" napas Xiao Shuxiang belum normal, tetapi dia berusaha membalas ucapan Qian Kun.


Dia pun bertanya apa yang akan dilakukan oleh sosok tersebut pada potongan tangan kanannya. Di kulit lengan pada tangan itu terdapat Gelang Semesta berisi Yīng xióng. Qian Kun harusnya tidak cukup bodoh jika membuang tangan itu atau membakarnya.


!!


Sayang, apa yang dilakukan oleh Qian Kun selanjutnya membuat Xiao Shuxiang terkejut dan berseru marah. Dia dengan sengaja membakar lengan kanan itu, tepat di depan pemiliknya.


"Kau..!! Apa kau gila!?" Xiao Shuxiang tidak bisa mencegahnya. Gelang Semestanya merupakan pusaka paling berharga yang pernah dirinya miliki. Dia sanggup kehilangan sebagian nyawanya, tetapi tidak sanggup jika harus kehilangan Gelang Semestanya.


"Qian Kun..! Hentikan! Jangan membakarnya lagi. Padamkan apimu, cepat!"


"Hmph, kau tahu benar apa yang bisa membuatku berhenti." Qian Kun berujar tenang, dia menginginkan Gelang Semesta pindah ke tangannya, namun karena bentuknya yang bagai tato itu dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Lakukanlah Xiao Shuxiang, atau kau mau kehilangan pusaka berhargamu ini, huh?"


!!


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun, tetapi wajahnya terlihat pucat. Dia tidak mau kehilangan Gelang Semestanya, tetapi dirinya juga tidak rela bila pusaka itu jatuh ke tangan Qian Kun.


"Kau terlalu lama berpikir,"


!!


Potongan lengan itu berubah menjadi abu hanya dalam sekali remasan kuat. Sebagian abunya jatuh ke tanah dan sebagian lagi menyatu dengan udara.


Xiao Shuxiang merasa lebih lemas dari sebelumnya karena tidak bisa lagi merasakan kehadiran Gelang Semestanya.


Pusaka yang begitu berharga... Dunia luas yang belum pernah dia jelajahi semua... Hamparan tanaman herbalnya... Kediaman yang di dalamnya terdapat banyak pil, senjata, berbagai buku kuno dan arak yang dia buat sendiri... Kini lenyap begitu saja.


Yīng xióng, Seruling Giok Putihnya, enam ekor kuda peliharaannya, tumpukan mutiara roh, emas, Demonic Core, termasuk peti mayat Penatua Da Lin juga ikut menjadi abu.


Semuanya hilang. Apa pun yang dia simpan di dalam Gelang Semesta itu telah lenyap. Xiao Shuxiang tidak yakin ada keajaiban, apalagi dia tahu benar bagaimana panasnya api tersebut.


Hatinya terasa bagai ditusuk pedang, perasaannya tidak enak dan seperti ada yang patah di dalam dadanya. Dia marah pada Qian Kun dan marah karena tidak mampu berbuat apa pun untuk menyelamatkan pusaka berharganya itu.


Melihat reaksi Xiao Shuxiang yang seperti baru saja menyaksikan kehancuran dunia... Qian Kun merasa ini belum cukup.


Hati pemuda di hadapannya harus semakin sakit. Dia ingin Xiao Shuxiang menjadi lebih buruk, membuat perasaan pemuda itu diliputi kesedihan, dendam dan amarah hingga tidak mampu lagi mengendalikan emosi, termasuk tidak lagi mengenali diri sendiri.


"Kau tidak perlu sesedih itu, akan kuganti pusakamu dengan yang lebih baik."


Qian Kun bukannya perhatian, justru ini rencananya yang selanjutnya. Dia berdiri di hadapan Xiao Shuxiang sambil mengeluarkan Qi pada ujung jari-jari tangan kirinya. Suasana mendadak berubah drastis.


!!


Tanpa peringatan, Qian Kun menyerang dengan menapak perut Koki Alkemis itu, tindakannya menciptakan segel tangan berbentuk cincin api.


Jantung Xiao Shuxiang seperti berhenti berdetak sebelum akhirnya berpacu dengan kencang. Saat segel tangan itu memudar dan memperlihatkan kulit tubuh yang mulus, detik itu juga urat-urat tipis kehitaman terbentuk hingga menjalar di seluruh tubuh Xiao Shuxiang.


Koki Alkemis itu memberontak begitu kuat hingga pergelangan tangannya terluka. Tidak bisa dibayangkan rasa sakit yang dia alami serta erangannya, namun yang jelas dia merasakan tubuh bagian dalamnya meledak-ledak.


Qian Kun sendiri berjalan tenang dan meninggalkan Xiao Shuxiang begitu saja. Ekspresi wajahnya sulit diketahui karena tertutup oleh topeng rubah. Tetapi sebelum benar-benar pergi, dia sempat menoleh ke belakang dan mengatakan bahwa Koki Alkemis itu akan sangat berterima kasih padanya.


*


*

__ADS_1


Saat tiba di luar markasnya, Qian Kun melihat seseorang berjalan tenang ke arahnya. Sosok itu berpakaian serba merah dan nampak menenteng sebuah benda yang kemungkinan besar adalah kepala manusia.


"Kenapa kau di sini?" Qian Kun bertanya saat sosok itu telah berada di dekatnya. Orang tersebut tidak lain adalah Rou Mei Qi.


"Aku melihat Gong Zitao pergi membawa Ling Qing Zhu, kupikir dia berhasil menculik gadis itu. Jadi aku datang kemari untuk menagih janjimu, bukankah sekarang adalah giliranku?" Rou Mei Qi melempar kepala manusia yang ada di tangannya begitu saja, wajah cantiknya terlihat agar kotor dengan bekas percikan darah.


"Dia ada di dalam. Lakukan apa pun yang kau mau dengannya, tapi hati-hati. Kau tahu benar akibatnya jika sampai dia berhasil bebas."


!


Rou Mei Qi tersentak, namun sorot matanya berbinar seperti mendengar kabar yang amat baik. Dia sepertinya hanya peduli pada kalimat pertama Qian Kun, tanpa mendengarkan peringatan sosok tersebut.


"Jadi.. Xiao Shuxiang ada di dalam?! Kau berhasil menangkapnya?!"


Qian Kun keheranan karena wanita di depannya terlihat begitu gembira. Dia tersentak saat Rou Mei Qi tiba-tiba berjalan penuh semangat dan seperti orang yang tidak sabaran.


"......."


Qian Kun berbalik ke belakang sejenak dan menatap punggung wanita itu yang semakin menjauh. Sebuah asap hitam tipis mulai terbentuk di kakinya yang mana secara perlahan menyelimuti tubuhnya.


Tidak butuh waktu lama sampai Qian Kun menghilang dan seakan menyatu dengan angin.


*


*


Di tempat lain, Hou Yong dan Zhi Shu berada di bawah salah satu pohon. Keduanya merawat Jing Mi tanpa kehilangan kewaspadaan terhadap serangan yang mungkin saja datang.


Jing Mi telah memakan Pil Napas Naga dan itu membuat luka pada perutnya tertutup sempurna. Namun meski demikian, dia masih tidak bergerak dari tempatnya menyandarkan tubuh, ekspresi wajahnya pun terlihat agak berbeda.


Sebenarnya tidak hanya Jing Mi yang tengah berekspresi demikian, tetapi juga Hou Yong dan Zhi Shu. Mereka seperti masih memikirkan Yi Wen dan tindakan saudara seperguruannya itu beberapa waktu lalu.


"Semakin dipikir lagi .... Perbuatan Saudara Wen terlihat disengaja. Apa musuh mengendalikan pikirannya?" Hou Yong nampak menyilangkan tangan dan berusaha memecahkan masalah yang menimpa mereka.


Jing Mi. "Tidak Saudara Hou, Yi Wen tidak dalam pengaruh apa pun. Aku juga tidak mau percaya, tetapi dia .... Mungkin menjadi salah satu dalang dari kekacauan ini."


!!


Zhi Shu dan Hou Yong terkejut mendengar ucapan Jing Mi. Mereka tahu seperti apa Yi Wen, saudara mereka tersebut tidak memiliki alasan untuk berada di pihak musuh. Apalagi, Yi Wen adalah saudara mereka sendiri, dia gadis yang baik.


Zhi Shu merasakan sakit di dalam dadanya saat berkata, "Aku tidak percaya dia akan mengkhianati kita,"


Jing Mi memejamkan mata sejenak dan mengambil napas sebelum melanjutkan ucapannya. Bila membayangkan Yi Wen, perasaan di dalam dadanya seperti berkecamuk.


Jing Mi, "Aku tidak tahu kenapa dia melakukan ini semua. Tidak ada, bahkan dalam mimpiku sekali pun .... Yi Wen akan berkhianat. Sebenarnya apa yang dia inginkan..?"


"Saudara Jing, hanya Yi Wen yang bisa menjawab pertanyaanmu dan dia harus memberi kita penjelasan." Hou Yong sebenarnya sudah tidak mampu menahan kesabaran lagi, "Aku benar-benar kecewa padanya."


Hou Yong, "Bagiku, Yi Wen sudah keterlaluan. Andai saja Zhi Shu tidak memiliki Pil Napas Naga, maka nyawamu bisa berada dalam bahaya dan kemungkinan besar tidak akan selamat. Apa pun alasan Yi Wen, tidak seharusnya dia melukai saudara seperguruan sendiri."


Hou Yong menarik pedangnya, "Kalian berdua tetaplah di sini. Aku akan pergi mencari Yi Wen-"


"Jangan, Saudara Hou!" Jing Mi mencegah Hou Yong pergi, "Saat ini kita tidak tahu posisi pasti Yi Wen ada di mana dan keadaan yang terjadi tidak memberi kita kesempatan untuk mencarinya."


Jing Mi, "Yi Wen berhadapan dengan Bocah Pengemis Gila, dan meski aku tidak meragukan kemampuanmu---tetapi kau masih belum bisa terlibat dalam pertarungan mereka. Jadi sebaiknya jangan,"


Hou Yong, "Tapi Saudara Jing, apa kau mau tetap di sini?"


"Kita akan pergi, tapi tidak mencari Yi Wen. Jauh lebih baik menyelamatkan orang-orang daripada memikirkan kegelisahan ini," Jing Mi berdiri. Dia mengajak Zhi Shu dan Hou Yong untuk lebih mementingkan keselamatan para warga dan membawa mereka ke tempat yang aman.


Manusia biasa harusnya tidak terlibat apalagi menjadi korban dari pertempuran ini, mereka harus bisa menyelamatkan banyak orang.


*


*


Satu-satunya kultivator yang secara pasti mampu bertanggung jawab melindungi nyawa para manusia biasa tidak lain adalah Tianqi Mao. Wali Kota Embun Bunga tersebut menggunakan kemampuannya untuk memindahkan para warga ke sebuah pulau tidak berpenghuni.


Dia sebenarnya bisa saja memindahkan mereka ke wilayah terluar segel penghalang ini, tetapi dia khawatir jika dampak kekacauan yang ada justru membangunkan monster yang tertidur di Bukit Salju Tanpa Musim.


"Akan buruk bila orang-orang yang sudah diselamatkan malah menjadi korban keganasan monster tersebut. Aku tidak mau mengambil risiko dan juga tidak rela harus repot dua kali memindahkan mereka."


Tianqi Mao tidak sendirian, dia bersama dengan para pelayan kepercayaannya. Mereka terbagi beberapa kelompok dan mencari setiap warga yang berusaha bersembunyi dari warga lainnya yang telah dirasuki roh jahat.


Hanya Tianqi Mao atau pengguna teknik Cermin Pemindah yang bisa keluar-masuk segel. Dia dapat kemana pun dan membantu banyak orang.


"Tuan, kenapa kita tidak mengirim masuk kultivator yang ada di luar segel penghalang? Mereka bisa membantu banyak hal," salah seorang pelayan Tianqi Mao bertanya. Dia baru saja menyelamatkan gadis kecil yang hampir dimakan ayahnya sendiri.


"Kau lihat mereka? Roh yang entah dari mana itu juga bisa masuk dan mengendalikan pikiran para kultivator. Aku tidak mau mengambil risiko. Mereka yang berada di luar segel bisa saja dikirim masuk untuk membantu, tetapi bagaimana jika tubuh dan pikiran mereka justru diambil alih oleh para roh jahat itu? Bukannya membantu kita, masalah justru akan lebih banyak."


Alasan Tianqi Mao memang masuk akal. Walau tubuhnya yang nampak seperti gadis kecil berusia sekitar 10 Tahun, namun dia tetap mampu berpikir ke depan. Dia meminta para pelayannya untuk tetap pada tugas masing-masing dan bergerak lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


"Serangan..!!"


!!


Sebuah seruan membuat Tianqi Mao terkejut. Tiba-tiba keadaan di sekelilingnya menjadi riuh dengan para warga yang lari sambil berteriak. Matanya membulat saat mengetahui bahwa para warga lari dari kejaran binatang buas yang keluar dari kedalaman hutan.


"Tuan, itu.. Itu Demonic Beast..!"


Tianqi Mao spontan menoleh saat pelayan yang berada di sampingnya nampak berwajah pucat. Dia begitu terkejut dengan ucapan pelayan itu yang berkata bahwa Demonic Beast yang mereka lihat adalah mayat.


Ini benar-benar buruk. Dengan memanfaatkan mayat hidup dan roh yang jahat, maka lawan sudah mengambil alih alur pertempuran. Tianqi Mao bahkan tidak yakin persen kemungkinan mereka bisa menang.


"Apa pun yang terjadi, kelompok yang bertugas menjaga Cermin Pemindah tidak boleh sampai mati, ini juga berlaku untuk kalian. Sekarang pergi,"


"Baik..!!"


Lima orang pelayan Tianqi Mao menjawab serentak, bersamaan dengan mereka melompat ke udara.


Sebuah Cermin Pemindah muncul dan membuat mereka masuk ke dalamnya. Di waktu yang beriringan, para pelayan itu muncul di lima tempat berbeda. Mereka berkumpul dengan rekan-rekannya dan menyampaikan pesan Tianqi Mao.


Ada sekitar seratus orang yang merupakan pelayan Tianqi Mao dan bertugas dalam misi penyelamatan. Meski begitu, hanya ada 45 orang yang menguasai teknik Cermin Pemindah.


Mereka terbagi ke dalam beberapa kelompok dan prioritas utama mereka adalah tidak boleh membiarkan rekan yang menguasai teknik Cermin Pemindah tewas. Tidak hanya sesama pelayan Tianqi Mao, tetapi mereka juga bekerja sama dengan para kultivator dan pendekar yang ada.


Tianqi Mao sendiri mempunyai tugas mengontrol sebelas Cermin Pemindah miliknya yang tersebar di berbagai tempat yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah.


Yang menjaga cermin-cermin itu adalah para kultivator ketiga aliran. Mereka bahkan tanpa diminta, telah mampu memanfaatkan kehadiran cermin itu dengan sangat baik, walau terkadang beberapa mayat kultivator nyaris masuk ke dalamnya.


TRAANG..!!


Kekacauan masih berlangsung di Benua Timur, seakan-akan tidak ada jalan keluar untuk menghentikan pertempuran yang melelahkan ini. Di Benua Tengah, bahkan lebih buruk lagi.


!!


Ledakan keras terjadi di wilayah Kekaisaran Langit Selatan. Musuh mereka hanya satu, yakni Partai Pedang Tengkorak. Namun karena perbedaan yang teramat jauh, mereka sulit untuk menang.


Aliansi ketiga aliran seakan tidak berguna bila berhadapan dengan lawan yang mampu membentuk ulang tubuh kembali setelah tertebas. Mereka sungguh dihadapkan dengan musuh yang memiliki nyawa tak terhitung.


!!


Kekaisaran Langit Selatan amat luas, dan hanya beberapa tempat saja yang pendekarnya telah mengetahui kelemahan musuh. Sementara yang lainnya masih bergelut dengan rasa keputusasaan.


Untuk di Kekaisaran Langit Tengah, tepatnya di wilayah Penginapan Seribu Tahun.. Ling Lang Tian benar-benar telah menjadi pahlawan di mata Nie Shang.


Dia telah berhasil menjadikan wilayah Penginapan Seribu Tahun sebagai tempat yang aman.


Kediaman Nie Shang itu kini dilindungi oleh 'Segel Wisteria Merah', kemampuan khusus Ling Lang Tian yang efeknya mirip dengan Demonic Beast yang menandai sebuah wilayah menjadi miliknya hingga hewan lain tidak berani masuk.


Segel ini tidak membutuhkan banyak Qi, Ling Lang Tian hanya perlu memasukkan sedikit Qi miliknya saat menggambar bunga wisteria pada dinding luar wilayah Penginapan Seribu Tahun.


Kondisi Benua Tengah yang sulit bagi kultivator menggunakan Qi membuat Ling Lang Tian menciptakan segel khusus miliknya sendiri.


Perasaan mencekam dan penuh tekanan akan para lawannya alami bila melihat atau berani melangkah memasuki wilayah 'Segel Wisteria Merah'. Ini tidak hanya berlaku pada Demonic Beast atau kultivator, tetapi juga untuk roh jahat yang kemampuannya berada di bawah Ling Lang Tian.


Nama segel miliknya itu bukan dia sendiri yang memberikannya, Ling Lang Tian tidak pernah memberi nama apa pun bagi teknik berpedang, teknik segel, termasuk pedang pusakanya. Yang melakukan itu semua jika bukan Ling Qing Zhu, maka pasti Ling Ya Bing.


"Tuan Muda Ling..! Kau menyelamatkan hidupku..!"


!!


Ling Lang Tian tersentak saat baru saja kakinya menapak di tanah dan Nie Shang langsung memeluknya erat. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa dengan pemuda yang tidak pernah berhenti menangis serta terlalu panikan ini.


"Tuan Muda Ling..! Kupikir aku akan mati, kau sungguh telah menyelamatkan hidupku. Di masa depan, apa pun yang kau inginkan aku pasti akan mengabulkannya."


"Tenanglah, Tuan Muda Nie." Ling Lang Tian menepuk pelan punggung Nie Shang dan meminta agar pemuda ini tidak lagi memeluknya terlalu erat.


Nie Shang mengangguk, dia pun melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya. Tidak lupa dia membersihkan air di hidungnya yang membuat Ling Lang Tian berkedip dan lalu mengambil satu langkah mundur.


Sebenarnya selain Nie Shang, banyak orang yang mengucapkan terima kasih kepada Ling Lang Tian. Hanya saja memang pemuda inilah yang berani memeluknya, walau jujur dia tidak nyaman dengan tindakan tersebut.


"Tuan Muda Nie, kau jaga mereka. Rawatlah yang terluka, aku masih harus pergi." ucapan Ling Lang Tian tenang, dia tidak menunggu respon dari Nie Shang dan langsung melesat pergi.


!!


Nie Shang terkejut, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Ling Lang Tian sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.


Dia pun mulai dipanggil oleh salah satu tamunya yang terluka. Mulai dari sini, Nie Shang memperlihatkan bakatnya yang cukup mumpuni dalam hal kepemimpinan.


Jika ketegangan berhasil dilewati oleh Nie Shang dan orang-orang yang berada di wilayah Penginapan Seribu Tahun, maka lain lagi dengan ketegangan yang menimpa Ling Qing Zhu saat ini.


***

__ADS_1


__ADS_2