
"Aku ingin menangis.. Pil-pil yang kubuat dengan susah payah malah kuberikan secara gratis. Ada yang salah denganku.. Xiao Shuxiang tidak sebaik ini. Ya ampun.. Bokongku bahkan sampai mati rasa karena terus duduk seharian mengobati mereka Dan Aku Lelah Sekali..!" Xiao Shuxiang meninggikan suaranya sambil mencengkeram kuat bantal miliknya.
Saat ini dia berada di sebuah kamar dalam posisi menelungkup. Meski suaranya meninggi, tetapi itu teredam oleh bantal putih yang menyembunyikan wajahnya.
Plak!
Bocah Pengemis Gila memukul bokong Xiao Shuxiang memakai tongkat bambunya, dia bahkan mengomeli pemuda tersebut. "Kalau kau ingin mengeluh, lakukan saja di kamarmu. Untuk apa kau datang ke kamar Lan'Er Gege,"
"Kau sendiri bagaimana? Ini juga bukan kamarmu. Berhenti menggangguku.." Xiao Shuxiang tidak membalas perlakuan Bocah Pengemis Gila, ini membuktikan bahwa dirinya benar-benar lelah hingga tidak mampu berdebat.
"Kau sebentar lagi akan menikah dan Lan'Er Gege pasti kesepian, jadi sudah tugasku untuk menemaninya," Bocah Pengemis Gila menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang sambil mengusap-usap badan Lan Xiao yang berbulu, Harimau Bulan itu berada di ukuran tubuhnya yang besar.
Kamar ini memang adalah kamar Lan Guan Zhi, tetapi Xiao Shuxiang sudah mengambil alih tempat tidurnya. Dia sendiri terlihat duduk tenang sambil menikmati teh dan memperhatikan perdebatan kedua pemuda yang kelakuannya hampir mirip tersebut.
Xiao Shuxiang menolehkan kepalanya dan menatap ke arah Bocah Pengemis Gila yang menggunakan tubuh Lan Xiao sebagai bantal. Dia lalu mendengus pelan.
"Kau ingin menemaninya? Dan itu sudah tugasmu? Sejak kapan, huh? Jangan bilang kau ingin menggantikan posisiku.. Aku tidak akan pernah rela. Lan Zhi adalah milikku, menjauhlah darinya."
"Hooh.. Sekarang kau mengakui dia milikmu. Bagus, bagus sekali. Kau akan menikah dengan Nona Ling dan masih menjalin hubungan terlarang dengan Lan'Er Gege. Bagus.. Benar-benar bagus," Bocah Pengemis Gila meledek Xiao Shuxiang, dia mengatakan sekarang tahu bahwa apa yang pernah diucapkan Lan Xiao padanya adalah benar.
Harimau Bulan tersebut berkata bahwa Xiao Shuxiang adalah induk yang telah melahirkannya. Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang spontan melempar bantal ke arah Bocah Pengemis Gila.
"Saat ini aku tidak ingin berdebat, tetapi perkataanmu perlu diluruskan. Lan Xiao menetas dari telur yang aku dan Lan Zhi temukan, mata Harimau Bulan itu lebih dulu melihat wajahku saat dia menetas, karena itulah dia menganggapku ibunya. Aku tidak pernah melahirkan, sialan..! Bokongku masih perawan, tidak seperti punyamu,"
"Apa kau pernah masuk ke dalam bokongku hingga berani mengatakan itu? Kau pernah membuktikannya sendiri, huh?"
Xiao Shuxiang, "Bocah Pengemis Gila..!
!!
Lan Guan Zhi sedikit tersentak saat teman baiknya turun dari tempat tidur dan langsung menerjang Bocah Pengemis Gila.
Kedua temannya itu berakhir bergulat sambil mengeluarkan kata-kata yang memalukan. Mereka saling meledek, semua ucapan tentang 'keperawanan bokong', 'lengan pendek', 'pilar surgawi yang paling besar', dan lain sebagainya dapat didengar jelas oleh Lan Guan Zhi.
".. Meskipun kau pemuda terakhir di dunia ini, aku tidak akan pernah sudi membiarkanmu menjamahku, apalagi mengizinkanmu 'mengeluarkannya' di dalamku..!" Bocah Pengemis Gila saat ini berada di posisi bawah, kedua tangannya mencengkeram kuat pundak Xiao Shuxiang.
"Aku juga tidak sudi, kau sangat menjijikkan..! Dan siapa yang mau menjamahmu? Walau kau telanjang bulat di depanku pun, 'Piton' tidak akan pernah menantang gravitasi bumi karena dirimu." Xiao Shuxiang memang berada di posisi atas, dia juga nampak mencengkeram pundak Bocah Pengemis Gila dan berusaha agar posisinya tidak berubah.
"Kau sebut tadi apa? Piton? Apa itu nama untuk 'Pilar Surgawimu'?" Bocah Pengemis Gila awalnya tersentak, dia memasang wajah yang menginginkan jawaban.
"Benar, kau baru saja mengetahui nama besarnya. Jadi berbanggalah,"
"Aku malah ingin melihatnya. Sebesar apa 'itumu' hingga kau memberinya nama 'Piton'," mata Bocah Pengemis Gila sekilas berkilat dan hanya sekali gerakan kaki.. Dia dapat memutar posisi hingga dirinya yang berada di atas.
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia juga ikut melakukan hal yang sama dengan memakai kedua kakinya dan akhirnya dapat kembali ke posisinya yang semula.
"Kau pikir bisa mengalahkanku, huh? Xiao Shuxiang ini lahir untuk mendominasi, kau tidak akan dapat mengalahkanku."
"Hah, kau salah besar. Pengalamanku bergulat lebih banyak dibandingkan dirimu. Kau harusnya tidak lupa berapa usiaku sekarang ini," Bocah Pengemis Gila tersenyum dan kembali memutar posisi hingga Xiao Shuxiang kini berada di posisi bawah.
"Mari lihat seberapa besar 'Piton'mu,"
!!
"Bocah Pengemis Gila..! Jika kau berani melakukannya, aku akan membunuhmu..!"
Lan Guan Zhi melihat kedua temannya mulai pergulatan ronde yang baru dengan saling membuka celana lawan. Dia mengembuskan napas pelan dan lalu mengaduk teh di cawan gioknya memakai jari telunjuk.
Lan Guan Zhi menarik kembali jari miliknya dan detik berikutnya menyentil titik air di jarinya yang langsung mengarah pada kepala Bocah Pengemis Gila dan lengan Xiao Shuxiang.
!!
Kedua temannya itu spontan merintih, aksi mereka terhenti dan langsung menoleh ke arah Lan Guan Zhi.
"Lan Zhi, apa yang kau lakukan?!" Xiao Shuxiang baru akan protes, tetapi Lan Guan Zhi sudah lebih dulu menyuruhnya berhenti dan kemudian tidur.
"Tapi bukan aku yang mulai duluan, pemuda mesum ini yang melakukannya."
"Kau memalukan,"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia protes karena Lan Guan Zhi hanya menyalahkan dirinya. Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila tersenyum meledek sebab Lan'Er Gege-nya tidak marah padanya.
"Lihat kan? Lan'Er Gege lebih memilihku, jadi sebaiknya kau berhenti mengganggunya dan biarkan kami hidup bahagia,"
"Bocah Pengemis Gila. Selama aku masih hidup, jangan harap kau bisa dekat dengan Lan'Er. Dia teman baikku dan tidak akan kubiarkan kau yang mesum ini menjerumuskannya ke dalam duniamu yang terlarang itu,"
!!
Bocah Pengemis Gila tersentak saat Xiao Shuxiang kembali menerjangnya, mereka bergulat lagi dan lagi hingga Lan Xiao yang sejak tadi tidur mulai membuka mata.
Grrrrr
__ADS_1
Harimau Bulan tersebut mengeluarkan suara layaknya geraman, dia lalu menggunakan ekornya untuk menyelimuti Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila.
Ekor Lan Xiao sangat lembut dan nyaman, dia mampu membuat kedua pemuda hiperaktif ini menjadi tenang dan perlahan mulai diselimuti rasa kantuk.
Lan Guan Zhi menggelengkan kepala pelan saat melihat Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tertidur dengan posisi saling berhadapan. Kedua temannya itu memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi sama-sama berusia lebih dari seratus tahun.
Untuk orang yang usianya setua itu, tentulah jalan pikiran dan tingkah mereka terkadang sulit dimengerti. Lan Guan Zhi sejauh ini tidak pernah banyak bicara, tetapi dia selalu memperhatikan teman-temannya, termasuk orang yang paling membuatnya khawatir.
Sebenarnya, bagus juga Bocah Pengemis Gila ada di sini. Dia dapat menjadi teman konyol Xiao Shuxiang hingga pemuda tersebut bisa sedikit melupakan pedang ataupun yang berhubungan dengan pertarungan.
Duan De pernah memberitahukan padanya bahwa teman baiknya dahulu adalah sosok yang tidak pernah lepas dari pedang, pertarungan, dan darah.
Sosok yang tidak pernah mengenal ikatan pada manusia, dia adalah orang yang hanya tahu bertarung saja. Jadi bisa melihat bagaimana teman baiknya dapat sedikit menikmati hidup membuatnya merasa senang.
Rrrrrr
Lan Xiao begitu pulas tertidur, dia menyelimuti kedua pemuda yang tadinya bergulat dengan ekornya. Xiao Shuxiang sendiri nampak mendengkur, dia memang punya kebiasaan mendengkur saat tidur dan ini sulit dihilangkan.
Untuk Bocah Pengemis Gila, dia sebenarnya terbiasa memeluk tongkat bambunya saat tidur. Namun karena tongkat tersebut entah di mana--tubuh Xiao Shuxiang pun menjadi gantinya.
Tempat tidur Lan Guan Zhi sekarang tidak berpenghuni, tetapi kurang sopan bila dia sendiri berada di atas tempat tidur dan membiarkan kedua temannya tersebut terlelap di lantai walau ada Harimau Bulan sebagai bantal dan selimut.
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan lalu bangun dari duduknya. Dia berjalan tenang ke arah Lan Xiao dan ikut bersandar pada tubuh Harimau Bulan, tepat di samping Xiao Shuxiang.
Seorang kultivator bisa saja menahan kantuk, tetapi jauh lebih baik beristirahat yang cukup bila kondisi lingkungan memungkinkan.
Walau dengkuran temannya sedikit mengganggu, tetapi setidaknya Xiao Shuxiang adalah orang yang cukup tenang kala tertidur.
Koki Alkemis ini tidak suka menendang-nendang apalagi memeluk sembarangan seperti yang sering dilakukan Bocah Pengemis Gila, karenanya Lan Guan Zhi bisa sedikit menurunkan kewaspadaan.
!
Baru saja akan memejamkan mata, Lan Guan Zhi sedikit tersentak saat merasakan tangannya dipegang. Dia menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan melihat temannya ini masih begitu lelapnya tertidur.
Lan Guan Zhi sepertinya tidak tahu bahwa dalam beberapa kondisi--Xiao Shuxiang terkadang memimpikan pertemuannya dengan Pedang Bintang Malam, salah satu dari tiga Pusaka Langit.
Di kehidupannya yang dahulu, Xiao Shuxiang termasuk pendekar yang tidak memiliki banyak barang berharga. Bisa dibilang, selain pedang dan nyawanya sendiri--dia tidak punya apa pun lagi.
Xiao Shuxiang selalu memegang pedangnya saat tertidur, jadi kebiasaannya sering muncul saat memimpikan awal pertemuannya dengan pusaka tersebut. Dia pasti sedang bermimpi dan malah memegang tangan Lan Guan Zhi karena mengira tangan temannya itu adalah Pedang Bintang Malamnya.
Lan Guan Zhi sendiri hanya sedikit terkejut, tetapi dia tidak menepis tangan temannya. Dirinya lalu mengibaskan pelan tangannya yang satu untuk memadamkan penerang di kamar ini.
Perlahan, matanya terpejam lembut dan membalas memegang tangan Xiao Shuxiang. Sadar atau pun tidak.. Lan Guan Zhi selalu bersikap seperti penjaga teman baiknya ini.
Dia terlalu melindungi Xiao Shuxiang, padahal saat masih kecil.. Dirinyalah yang sering menyeret temannya ini ke Balai Hukuman.
Rrrrr
*
*
Tepat di pagi hari, Hai Feng dan Zhi Shu yang sudah begitu rapi nampak berjalan ke arah kamar Xiao Shuxiang. Keduanya ingin mengajak Saudara Xiao-nya untuk sarapan bersama, sayangnya yang dicari malah tidak ada di dalam kamar.
"Apa mungkin Saudara Xiao sudah bangun?" Hai Feng bertanya pada Zhi Shu sebab dirinya mencari di balik sekat kayu dan hanya menemukan bak mandi tak berpenghuni di sana.
"Saudara Xiao adalah orang yang mudah tidur tapi sangat sulit dibangunkan. Apa kau pikir dia bisa cepat bangun? Kondisi Benua Utara yang dingin bahkan akan membuat Saudara Xiao semakin malas bangun."
"Kalau dia tidak ada di sini, maka hanya ada satu tempat. Saudara Xiao pasti ada di sana," Hai Feng memikirkan kamar Lan Guan Zhi dan itu juga disetujui oleh Zhi Shu.
Kamar Lan Guan Zhi tidak jauh dari kamar Xiao Shuxiang, jadi Zhi Shu dan Hai Feng tidak membutuhkan banyak waktu untuk sampai ke sana.
Hai Feng menggeser pintu dengan sangat pelan, nyaris tanpa suara. Saat pintu terbuka, dia dan Zhi Shu mulai melangkah masuk hingga akhirnya menemukan orang yang mereka cari sedang tidur nyenyak dalam posisi berpelukan dengan Bocah Pengemis Gila.
Hai Feng dan Zhi Shu menggelengkan kepala pelan. Keduanya lantas tersentak saat melihat Lan Guan Zhi berjalan dari balik sekat kayu.
Pemuda tampan dengan segala ketenangannya tersebut tenyata baru selesai membersihkan diri dan dalam keadaan pakaian putih yang begitu rapi.
Hai Feng dan Zhi Shu menyapa Lan Guan Zhi dengan penuh hormat. Keduanya meminta maaf sebab masuk dengan diam-diam, syukurlah pemuda ini tidak mempermasalahkannya.
"Mm.. Tuan Muda Lan? Apa Anda tahu apa yang terjadi di antara Saudara Xiao dan pemuda ini?" Hai Feng jadi penasaran, pasalnya Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila terlihat begitu dekat.
Zhi Shu, "Mereka berdua tidurnya pulas sekali. Dan apa hanya perasaanku atau mereka memang terlihat mesra?"
"Ssst, jangan membiarkanku berpikiran yang aneh-aneh saat masih pagi. Saudara Xiao adalah pemuda yang.. Ehm.. Aku tidak tahu apa dia benar-benar pemuda normal atau tidak.." Hai Feng malah bingung sendiri, dia mengusap tengkuknya dan jadi mengingat bagaimana Saudara Xiao-nya disebut sebagai homo.
Sedetik berikutnya, Hai Feng menggelengkan kepala pelan dan seakan berusaha menepis berbagai pikiran anehnya. Dia baru saja ingin melangkah untuk membangunkan Xiao Shuxiang, tetapi mata saudaranya seperti mulai akan terbuka.
Punggung Xiao Shuxiang terasa hangat karena tubuh Lan Xiao, dia juga merasa nyaman dengan selimut berbulu yang berasal dari ekor Harimau Bulan ini, apalagi kehangatan lain yang dia dapatkan berasal benda yang dipeluknya.
??
Xiao Shuxiang belum membuka mata, tetapi keningnya nampak mengkerut. Tangannya mulai meraba-raba benda yang dia peluk ini dan lalu membuka mata.
Pandangannya sedikit memburam, tetapi perlahan mulai jelas. Dia bisa melihat wajah tampan pemuda yang paling tidak ingin dia lihat saat bangun tidur.
__ADS_1
Kelopak mata Bocah Pengemis Gila bergerak dan perlahan ikut terbuka. Samar-samar dia bisa melihat pemuda berwajah mempesona yang begitu dekat dengannya. Bibirnya tertarik ke atas dan membentuk senyuman tipis.
"Selamat pagi~"
"Pagi-Aaah! Menjauhlah dariku!" Xiao Shuxiang refleks mendorong Bocah Pengemis Gila dan menendang bokong pemuda tersebut.
Dia lalu bangun dengan jantung yang nyaris melompat keluar dari telinganya. Xiao Shuxiang meraba-raba tubuhnya dan kemudian mengembuskan napas lega, syukurlah dia masih berpakaian lengkap.
"Sialan, kupikir aku sudah dinodai olehnya.."
"Adu duh! Bo-bokongku.. Kau sangat kurang ajar.. Aku baru bangun dan kau sudah menendangku?!"
Bocah Pengemis Gila merintih sambil mengusap-usap bokongnya. Dia berada dalam posisi tersungkur akibat ulah Xiao Shuxiang. Pemuda itu sangat kelewatan.
"Aku tidak melakukan apa pun padamu..! Hanya menyapa seperti yang biasa kulakukan saat bangun tidur, kenapa kau malah menendangku?!"
"Salahmu karena terlalu dekat dan berani memelukku.." Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya dan memutuskan untuk segera membersihkan diri, ".. Melihat wajahmu saat masih pagi membuatku gatal-gatal..!"
"Hei..! Aku ini seniormu, Bocah! Berani kurang ajar lagi, maka aku akan-! Wuxian! Dengarkan saat aku bicara..! Mau ke mana kau? Wuxian!"
"'Shuxiang!' namaku adalah 'Shuxiang'. Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan 'Wuxian', akan kupastikan 'Piton' beradu dengan 'Pilar Surgawimu'. Dan ini, bukanlah ancaman."
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut mendengarnya. Dia tidak menemukan apa-apa selain sepatunya sendiri untuk dilemparkan pada pemuda yang sudah pergi ke arah sekat kayu.
Hai Feng dan Zhi Shu mengerjap. Ini masih pagi dan mereka sudah melihat pertengkaran dua orang tidak waras. Kasihan sekali Tuan Muda Lan yang setiap harinya harus berurusan dengan kedua pemuda ini.
"Bocah menyebalkan, tidak tahu malu, kurang ajar, dan mengesalkan!" Bocah Pengemis Gila merutuk, dia lalu menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan mengadu pada pemuda berpita dahi itu.
Dirinya baru sadar bahwa ada orang lain selain Lan'Er Gege-nya di kamar ini, mereka tidak lain adalah Hai Feng dan Zhi Shu. Kedua orang tersebut mengajak mereka untuk sarapan bersama.
Rrrrr~
Lan Xiao mulai membuka matanya, ukuran tubuhnya berubah menjadi sebesar anak kucing. Dia terlihat menggemaskan saat menggerak-gerakkan seluruh badannya.
Zhi Shu bermain-main dengan Harimau Bulan sambil menunggu Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila bersiap. Pagi ini mereka harus berangkat ke istana Kaisar Salju Putih.
Di ruangan lain, Yang Shu, saudara, anak, dan menantunya sedang menunggu Xiao Shuxiang serta teman-teman cucunya tersebut, Xiao Qing Yan juga ada.
Di depan mereka sudah tersaji berbagai macam hidangan yang pastinya tidak akan ditolak oleh orang yang suka makan seperti Xiao Shuxiang, Hai Feng, dan Bocah Pengemis Gila.
Cukup lama mereka menunggu hingga akhirnya Xiao Shuxiang dan teman-temannya tiba. Yang Shu melihat raut wajah cucu kesayangannya nampak buruk dan seakan terlibat masalah dengan Bocah Pengemis Gila.
Xiao WeiWei juga memperhatikan raut wajah putranya dan pemuda yang memegang tongkat bambu hitam. Dia bisa menyimpulkan kedua orang itu melakukan pertengkaran sepele namun melibatkan Lan Guan Zhi di dalamnya.
"Tuan Muda Lan, mari duduklah.." Xiao WeiWei mempersilahkan Lan Guan Zhi untuk duduk di sampingnya. Dia sangat menghargai pemuda ini karena sudah menjaga putranya dengan baik.
Yang Hao melihat betapa perhatian Xiao WeiWei pada Lan Guan Zhi, seakan-akan istrinya tersebut bak ibu mertua yang begitu perhatian pada menantunya.
Yang Fu dan Yang Shu juga menyadarinya, tetapi mereka tidak berani mengatakan apa pun. Keduanya hanya sesekali memandang Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang secara bergantian sampai akhirnya menggelengkan kepala pelan.
Xiao Qing Yan seperti punya dunia sendiri, dia tidak peduli pada kondisi sekitarnya dan lebih memilih untuk makan. Harimau Bulan melompat ke pangkuannya dan seakan turut bergabung dengan dunianya.
Sementara itu, Bocah Pengemis Gila begitu senang melihat banyak makanan di depannya. Dia memang sudah sangat lapar.
"Xiao'Er.. Kakek belum tahu bagaimana kalian bisa tiba-tiba ada di kapal kami. Meski waktunya sangat tepat, tetapi itu cukup mengejutkan." Yang Shu tidak sempat membicarakannya kemarin karena sibuk mengurus masalah kapten dan para awak kapalnya.
Hai Feng dan Zhi Shu juga penasaran. Mereka mendengarkan penjelasan Xiao Shuxiang sambil makan bersama. Keduanya terkejut dan di satu sisi juga kagum dengan kemampuan Saudara Xiao mereka.
Xiao Shuxiang menjelaskan tentang revolusi dari Cermin Pemindahnya. Dia menceritakan semuanya pada Yang Shu, tentang bagaimana dirinya memakai cermin pemindah untuk meloloskan diri dari reruntuhan tanah di Rumah Besar Dewi Surgawi.
".. Aku melakukannya begitu saja. Kupikir kami akan tiba di Sekte Pagoda Langit, tetapi tidak disangka kami malah muncul di kediaman Tianqi Mao. Dari sanalah aku mulai melakukan pelatihan tertutup dan akhirnya berhasil mengembangkan Teknik Cermin Pemindah,"
Yang Shu, "Kau pasti mengalami banyak masalah, tapi Kakek senang karena kau baik-baik saja,"
Xiao Shuxiang berkata dia juga senang sebab melihat Kakek, Ayah dan Ibunya dalam keadaan sehat. Dirinya mengatakan tentang keadaan Kaisar Salju Putih yang dia ketahui dan tentang surat itu yang telah sampai sejak lama.
Yang Hao, "Apa selama perjalananmu di tempat ini, kau mengalami kesulitan?"
Xiao Shuxiang menggelengkan kepalanya, "Masalah yang kuhadapi di istana tidak terlalu besar hingga bisa diatasi. Lagipula saat menyampaikan pesan yang ditulis Kakek, Yang Mulia terlihat bahagia bahkan sampai menangis. Aku rasa.. Dia sangat merindukan putranya,"
Yang Fu dan Yang Shu tahu itu. Mereka juga merasakan hal yang sama. Bisa mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang mengatakan Kaisar Salju Putih dalam keadaan sehat saja--sudah membuat mereka senang.
Xiao Shuxiang, "Sebelumnya aku meninggalkam segel penanda di bagian belakang istana kaisar. Jadi setelah makan, kita tidak perlu menggunakan kereta untuk pergi ke sana. Aku akan langsung mengantar kalian,"
!!
Hai Feng, "Saudara Xiao. Kau sangat bisa diandalkan..! Kita jadi bisa menghemat perjalanan,"
Zhi Shu mengangguk setuju, dia memuji bakat Xiao Shuxiang yang luar biasa. Teknik Cermin Pemindah hanya dikuasai oleh Tianqi Mao dan Demonic Beast yang sejenis dengannya.
".. Sangat sedikit pendekar yang bisa mempelajari Teknik Cermin Pemindah, apalagi bisa mengembangkannya. Saudara Xiao punya kemampuan yang hebat, aku sangat kagum padamu."
"Zhi Shu, kau jangan terlalu memuji. Aku bisa melakukannya sendiri. Sebaiknya habiskan makananmu dan kita akan segera berangkat,"
__ADS_1
***