XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
122 - Perubahan Yang Tidak Disadari [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang menatap kesal kedua orang tua yang sedang menangisi putrinya. Mereka berusaha menahan darah pada perut putri kecilnya sambil terus memanggil namanya.


Telinga Xiao Shuxiang terasa gatal, dengan cepat dia mengayunkan pedangnya ke arah kedua orang tua tersebut sampai pedangnya terlempar dan bahkan menebas salah satu pohon.


Suara tangisan pilu tidak terdengar lagi, mata pria paruh baya dengan istrinya terbelalak. Wajah keduanya menampakkan keterkejutan dan kesedihan yang amat dalam.


"Apa menangis bisa membuat putri kalian sembuh, hah? Tsk, dasar manusia... Minggir!"


Pria paruh baya merasakan jantungnya benar-benar berhenti tadi. Anak berusia 14 tahun yang berdiri di depannya mengayunkan pedang tepat ke atas kepalanya. Saking cepatnya, dia baru menyadarinya ketika mendengar suara pohon yang tumbang.


Istrinya pun merasakan hal yang sama. Tindakan anak ini membuat air matanya mendadak berhenti.


Xiao Shuxiang memeriksa kondisi anak yang telah ditusuknya. Dia lalu mengeluarkan sebuah pil dan kemudian memasukkan pil itu ke dalam mulut sang anak.


Hanya dalam tiga tarikan napas, wajah anak tersebut mulai berubah. Suhu tubuhnya yang semula dingin kembali menghangat.


Dalam hati, Xiao Shuxiang memuji dirinya sendiri karena telah berhasil membuat pil yang luar biasa..!


Pil Napas Naga, kecepatan khasiatnya tergantung dari seberapa tua tanaman herbal yang dipakai Xiao Shuxiang.


Bagi seorang Alkemis, bisa mendapatkan satu tanaman herbal berusia ribuan tahun saja adalah kebahagiaan yang tiada taranya. Mereka rela mengorbankan seluruh harta termasuk tidak segan membahayakan nyawa, hanya agar bisa mendapatkan satu tanaman herbal berusia ribuan tahun.


Untuk Patriarch Ketiga yang seorang Alkemis terhebat, dia hanya memiliki tanaman berusia sampai 5000 tahun. Itu pun, dia mencarinya sendiri di tempat yang penuh bahaya.


Berbeda dengan Xiao Shuxiang, Sang Bintang Penghancur ini dapat memegang tanaman yang melebihi 5000 tahun setiap diinginkannya.


Cairan kental hitam nan menjijikkan yang tidak sengaja diracik Xiao Shuxiang kala itu, dapat membuat tanaman herbal berusia satu minggu menjadi tanaman berusia ribuan tahun hanya dalam beberapa hari.


Xiao Shuxiang baru mendapatkan cairan kental hitam yang sempurna setelah mengalami banyak kegagalan dalam hal meracik.


Walau selama prosesnya, Xiao Shuxiang terus mengeluh, menggerutu dan tak jarang melampiaskan kekesalannya dengan berburu Demonic Beast. Namun dia tidak pernah menyerah untuk terus menyempurnakan racikan miliknya.


Dan karena usahanya itulah, Xiao Shuxiang menjadi aset terbesar yang pastinya akan diperebutkan oleh banyak orang.


Setelah anak perempuan tersebut pulih, Xiao Shuxiang mengambil pedangnya kembali dan segera melesat tanpa berkata apa-apa.


Dia mencari kultivator Sekte Tengkorak Darah yang melarikan diri, namun sayangnya Xiao Shuxiang tidak menemukannya.


Dia mengacak-ngacak rambutnya dan merutuki dirinya sendiri. "Harusnya aku tidak membuang waktu menyelamatkan anak perempuan itu,"


"Ada yang salah denganku. Kenapa aku harus menolong anak tadi?" Xiao Shuxiang bingung dengan dirinya sendiri.


Tidak ingin memikirkannya terlalu lama, dia pun melesat pulang ke Sekte Kupu-Kupu.


Xiao Shuxiang baru memperhatikan lebih jelas. Ternyata saat malam hari, tempat dia tinggal dan teman-temannya begitu indah nan damai.


"Luar biasa..."


Sejauh mata memandang, banyak serangga bercahaya terbang di sekeliling bangunan termasuk bermain-main di antara tanaman herbal miliknya. Bahkan, salah satu serangga bercahaya hinggap di atas kepala Xiao Shuxiang.


Bentuk serangga ini rupanya berbeda dari yang lain, sia merupakan salah satu demonic beast berwujud kupu-kupu dengan sayap berwarna biru.


"Ini kupu-kupu air... Hm? Jangan-jangan?!"


Xiao Shuxiang segera melompat dan menuju ke tempat kolam buatan Ping Gou berada.


Kolam tersebut sudah dikelilingi dengan dinding kayu hingga Xiao Shuxiang harus melompat ke atasnya untuk melihat keadaan kolamnya.


!!


Seperti dugaan, banyak kupu-kupu air yang hinggap di ujung daun rumput kuning. Hewan tersebut menghisap getah yang ada di pinggiran daun rumput kuning.


Xiao Shuxiang menarik pedangnya. Walau terlihat indah, nyatanya kupu-kupu tersebut adalah hama bagi rumput kuning miliknya.


Suara saat Xiao Shuxiang menarik pedang terdengar oleh beberapa murid perempuan yang sedang mandi, mereka langsung menjerit keras karena telah diintip.


Salah satu anak melesatkan pedang ke arah Xiao Shuxiang yang segera ditangkis, wajahnya terlihat kebingungan.


Xiao Shuxiang, "Kalian kenapa berteriak?! Ini kan hanya aku..!"


Murid-murid perempuan kembali menjerit, berbagai hujatan dilemparkan kepada Xiao Shuxiang beserta dengan batu yang ada didekat mereka.


Trang!


Trang!

__ADS_1


Keributan yang secara tidak sengaja dibuat Xiao Shuxiang terdengar oleh Jing Mi dan Hai Feng. Keduanya segera menuju ke sumber keributan tersebut.


Tap


Jing Mi. "Saudara Xiao, apa yang kau lakukan?!"


"Aaaaaah!"


Para murid perempuan kembali berteriak saat melihat Jing Mi. Pakaian seragam mereka terlalu jauh dan jika keluar dari kolam maka---


!!


Xiao Shuxiang merasakan telinganya berdengung. Dia seketika tersentak saat melihat mata Jing Mi mengarah ke kolam sambil berkedip beberapa kali.


Dengan cepat, Xiao Shuxiang menutup mata Jing Mi dan menasehatinya untuk berhenti mengintip. Jing Mi melakukan hal yang sama, dia juga menutup mata Xiao Shuxiang.


Ketika Hai Feng tiba dan berniat mendarat di antara teman-temannya. Dirinya secara tidak sengaja melihat para juniornya di kolam.


Hai Feng terkejut, pendaratannya tidak mulus dan malah menabrak Jing Mi dan Xiao Shuxiang. Ketiganya langsung terjatuh dan menimpa pakaian para murid perempuan Sekte Kupu-Kupu.


*


*


*


Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Hai Feng dihukum berlutut sambil tangan ketiganya saling menarik kuping teman di sampingnya.


Jing Mi menarik telinga kiri Xiao Shuxiang, sementara Hai Feng menarik telinga kanannya. Dia sendiri, menarik telinga kedua temannya ini.


Ada delapan murid perempuan yang menangis, mereka berusaha di tenangkan oleh Zhi Shu dan Ro Wei.


Li Qian Xie dan Hun Fung serta saudara-saudaranya yang lain terlihat menggeleng. Mereka mungkin akan marah jika yang mengintip adalah Jing Mi dan Hai Feng, tetapi masalahnya dimulai dari Xiao Shuxiang.


Jing Mi berkata, "Guru, aku dan Hai Feng sedang berjaga malam. Kami lalu mendengar suara keributan dan ketika sampai di sana.. Saudara Xiao melakukannya!"


!!


Xiao Shuxiang protes. "Saudara Jing, perbaiki cara bicaramu! Aku tidak melakukan apa pun!"


"Kau mengintip para junior, Saudara Xiao!"


Xiao Shuxiang dan Jing Mi saling menarik telinga dengan keras. Hai Feng hanya diam memperhatikan kedua temannya yang sedang beradu mulut sambil saling tarik-menarik telinga.


"Kalian berdua, berhenti bertengkar!"


Xiao Shuxiang dan Jing Mi langsung diam saat mendengar ucapan Yang Shu. Grand Elder Sekte Kupu-Kupu ini beberapa kali mengembuskan napas.


"Yang akan memutuskan hukuman kalian bertiga adalah mereka. Kakek tidak bisa menyelamatkan kalian."


!!


Jing Mi dan Hai Feng membuka mulut mereka lebar, seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Begitu teganya guru mereka melakukan ini. Bahkan diberi penjelasan bagaimanapun... Mereka tetap dihukum.


Xiao Shuxiang menatap kedelapan anak perempuan yang berusaha menghapus air matanya. Dalam hati, Xiao Shuxiang mengelus dada, "Aku sungguh tidak mengintip. Bahkan niat untuk mengintip pun tidak ada! Tetapi.. Haah.. Kalau tahu akan begini akhirnya. Aku pasti akan benar-benar mengintip tadi.."


Xiao Shuxiang lalu berseru kepada kedelapan murid perempuan, "Kalian! Aku tidak ingin membuang waktu. Jika kalian berniat menghukumku, maka lakukan saja sekarang."


"Kau pernah bilang bahwa dirimulah Aturan di tempat ini! Jadi, bagaimana menurutmu?!" Li Qian Xie menunjuk Xiao Shuxiang, ada nada mengejek dalam ucapannya.


Rasa-rasanya, Li Qian Xie seperti telah melupakan tindakan yang pernah dilakukan Xiao Shuxiang padanya. Atau bisa saja, dia memang sengaja melakukan ini untuk membalas perbuatan Xiao Shuxiang.


"Baiklah, seperti katamu tadi. Aku adalah aturan di tempat ini, jadi yang membuat kesalahan tentu saja akan dihukum." Xiao Shuxiang meminta agar Hai Feng dan Jing Mi melepaskan tarikan pada telinganya.


Dia lalu berdiri dengan pandangan yang menelusur ke setiap teman-teman seperguruannya. Sebuah ide muncul di kepala Xiao Shuxiang.


"Saudara Jing sudah berusia 20 tahun dan Hai Feng juga bukan anak-anak lagi. Kesalahan mereka tentu tidak bisa dimaafkan, apalagi mereka berdua melakukan kesalahan karena dengan sengaja mengintip para murid junior.."


!!


Jing Mi dan Hai Feng segera protes mendengar Xiao Shuxiang bicara. Seakan-akan semua kesalahan sedang ditimpakan pada mereka.


"Semuanya dimulai dari dirimu, Saudara Xiao!"


"Itu benar-"

__ADS_1


"Ssst ucapanku belum selesai. Terdakwa seperti kalian berdua jangan bicara dulu." sambil tersenyum lebar, Xiao Shuxiang kembali melanjutkan ucapannya. Perasaan Jing Mi dan Hai Feng menjadi tidak enak.


Benar saja, Xiao Shuxiang memberikan hukuman pada Jing Mi dan Hai Feng untuk menikahi kedelapan murid perempuan yang telah mereka intip tadi.


!!


Semua orang terkejut, termasuk Yang Shu. Protesan datang dari Li Qian Xie, Hun Fung, kedua terdakwa, serta kedelapan korban dari masalah yang ditimbulkan Xiao Shuxiang.


Jing Mi, "Saudara Xiao! Bagaimana bisa kau memberi kami hukuman semacam itu! Dan kenapa kau tidak menghukum dirimu sendiri?! Semuanya kan dimulai dari dirimu!"


Hai Feng, "Itu benar, harusnya kau yang dihukum..!!"


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya saat mendengarkan protesan dari saudara-saudara seperguruannya. Dia mendengus, "Orang bodoh mana yang mau menghukum dirinya sendiri, huh?! Aku aturan di sini, dan sudah kuputuskan bahwa kedua terdakwa akan dihukum."


Jing Mi, "Itu Tidak Adil!!"


Hai Feng, "Saudara Xiao! Kau Keterlaluan..!!"


"Kau Tidak Bisa Seperti Ini..!!" Li Qian Xie menyesali dirinya sendiri. Tidak dia sangka, tindakan yang harusnya menjatuhkan Xiao Shuxiang malah berbalik menjadi penolongnya.


Padahal Li Qian Xie menginginkan Xiao Shuxiang menghukum dirinya sendiri. Tetapi yang terjadi justru di luar dugaannya.


Merasa protesan murid-muridnya semakin menjadi, akhirnya Yang Shu kembali bertindak. Dia memberi kesempatan pada kedelapan murid perempuannya yang menjadi korban untuk memilih hukuman kepada Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Hai Feng.


Xiao Shuxiang. "Kakek, kan sudah kubilang... Suruh saja kedua orang di sampingku ini menikahi mereka, maka urusan sudah selesai."


Jing Mi, "Saudara Xiao, lalu bagaimana denganmu sendiri? Kau akar dari masalah ini."


Hai Feng menggangguk setuju dengan ucapan Jing Mi. "Tidak mungkin hanya kami berdua yang dihukum sementara kau dibebaskan."


Xiao Shuxiang, "Kalian yang lebih cocok menikah dengan mereka,"


"Aku tidak mau...!"


"Aku belum mau menikah...!"


Kedelapan murid perempuan menolak, mereka belum mau menikah dan hukuman macam apa yang dikeluarkan oleh Xiao Shuxiang?! Sungguh tidak bisa diterima!


Salah satu di antara mereka mengusulkan agar Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Hai Feng dihukum cambuk. Mereka meminta agar Yang Shu mengabulkan keinginan mereka ini.


Xiao Shuxiang, "Kalian yakin? Saudara Jing dan Hai Feng sudah melihat tu-hmp!"


Jing Mi dan Hai Feng langsung membekap mulut Xiao Shuxiang ketika merasa nyawa mereka akan terancam jika Xiao Shuxiang melanjutkan ucapannya.


Jing Mi. "Guru, kami menerima hukumannya!"


Hai Feng. "Aku juga menerimanya, Guru!"


Xiao Shuxiang memukul-mukul tangan Jing Mi dan Hai Feng, dia memberi tanda agar kedua orang ini melepaskan bekapannya.


Jing Mi sedikit merunduk dan membisikkan sesuatu di telinga Xiao Shuxiang. Raut wajahnya mengandung keseriusan dan kekhawatiran yang amat dalam.


'Saudara Xiao, dengarkan aku. Dihukum cambuk jauh lebih baik. Aku pernah mendengar ada seorang pria yang harus kehilangan 'kebanggaannya', akibat dihukum karena mengintip gadis-gadis muda mandi. Kau jangan membuat keadaan kita menjadi sulit, Saudaraku..'


'Saudara Jing, jika mereka memberi hukuman penggal sekali pun... Kau pikir, Xiao Shuxiang akan menerimanya begitu saja? Hah! Tentu saja tidak. Tapi... '


Xiao Shuxiang tersenyum, dia lalu mengatakan kepada Yang Shu bahwa dirinya setuju menerima hukuman cambuk tersebut.


Malam itu, Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Hai Feng harus merasakan lima puluh cambukan di punggung mereka.


Baik Jing Mi, Hai Feng dan Xiao Shuxiang, berusaha menahan suara agar tidak sampai keluar.


Ketiganya juga menahan ekspresi wajah, mereka memperlihatkan wajah tenang dan penuh rasa kebanggaan. Walau keringat mengucur deras di kening ketiganya.


Hun Fung dan saudara-saudaranya menatap Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Hai Feng dengan kagum.


Hun Fung merasa, jika dirinya berada di posisi yang sama dengan ketiga orang tersebut----Pastilah dia akan berteriak dan ekspresi wajahnya tidak akan mungkin bisa setenang itu.


"Ck ck ck..! Mereka senior yang hebat..!"


Hun Fung dan saudara-saudaranya tidak menyadari, bahwa di dalam hati Jing Mi dan Hai Feng----keduanya menjerit dengan ekpresi wajah mirip kucing yang ekornya terjepit pintu.


"Tahanlah wahai diriku! Harga dirimu sebagai Senior dipertaruhkan! Coba lihat mereka, para juniormu menatapmu dengan rasa kekaguman! Pertahankan wibawamu!" Jing Mi menyemangati dirinya sendiri sambil terus menahan rasa sakit akibat cambukan dari Yang Shu.


".. 42, 43, 44.. Sebentar lagi dan semuanya selesai. Selanjutnya, giliranku yang akan menyiksa kalian dengan Pelatihan Neraka! Hahaha, Aakh!"

__ADS_1


Xiao Shuxiang hampir mengeluarkan suara jeritan saat salah satu cambukan Yang Shu mengenai celah bokongnya.


***


__ADS_2