XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
EXTRA PART (Bagian 2) - Rencana dari Pengakuan


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila tiba di sebuah kamar yang cukup besar bernuansa biru langit. Banyak hiasan dari kain panjang di tempat ini, beberapa tanaman, dan sisanya adalah lukisan-lukisan yang menawan hati.


Bocah Pengemis Gila mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dia tidak sama seperti Xiao Shuxiang yang langsung mengarahkan pandangannya pada sebuah tempat tidur yang cukup besar.


"Shuxiang, apa ini kamar milikmu?"


"Entahlah dan aku juga tidak peduli.." Xiao Shuxiang begitu hati-hati membaringkan Lan Guan Zhi, dia pun mengembuskan napas lega dan kemudian menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila.


".. Ini kamarku atau bukan yang jelas kita aman di sini. Sekarang aku ingin mandi dan kau kunci pintunya. Aku tidak mau pemilik kamar ini datang."


!?


Bocah Pengemia Gila berkedip sebelum akhirnya mendengus, "Kau ini sangat tidak sopan pada 'Seniormu'. Apa kau tidak bisa meminta tolong dengan cara yang lebih lembut, huh?"


"Tolong kunci pintunya, Senior." Xiao Shuxiang menekan suaranya pada kata terakhir. Dia berjalan ke arah sebuah lemari dan mengambil satu set pakaian di dalamnya.


Baguslah pakaian tersebut adalah milik salah satu pangeran, padahal Xiao Shuxiang sempat berpikir akan salah tempat dan justru masuk ke kamar salah seorang putri.


Bocah Pengemis Gila sendiri mengunci pintu seperti yang diinginkan Xiao Shuxiang. Dia mengembuskan napas dan merutuk di dalam hati karena harus melakukan apa yang diinginkan pemuda itu.


Dirinya pun berbalik dan melangkah ke arah salah satu kursi. Dia melihat Xiao Shuxiang berjalan ke arah sekat kayu yang mana di baliknya ada sebuah bak mandi berukuran cukup besar.


?!


Mata Bocah Pengemis Gila mulai tertuju pada sebuah teko yang ada di atas meja--tepat di hadapannya.


Tanpa basa basi dirinya meletakkan tongkat bambu dan kedua pedang yang dia bawa, kemudian mulai mengambil teko itu.


Sudah lama Bocah Pengemis Gila tidak minum, tenggorokannya begitu kering saat mulai mencium aroma wangi dari anggur di teko ini.


Dia tidak menuangkan anggur pada cawan di hadapannya. Bocah Pengemis Gila meminum anggur langsung dari teko yang terbuat dari perak tersebut. Dia berdecak kagum sebab anggur ini merupakan minuman yang berkualitas.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang tidak tahu apa yang sedang dilakukan Bocah Pengemis Gila di balik sekat kayu. Dia fokus berendam dan membersihkan diri.


Matanya sedikit menyipit, sebuah cermin berukuran sedang muncul secara perlahan di hadapan Xiao Shuxiang. Dia menatap pantulan wajahnya dan memperhatikan segel pada dahinya.


Segel tersebut agak mirip dengan Spider Lily, sebuah bunga berwarna merah yang sebenarnya merupakan jenis tanaman yang tumbuh liar di Benua Tengah.


Tangannya menggosok-gosok dahinya dan tanda itu sama sekali tidak menghilang. Dia lantas mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan.


"Mm.. Sebenarnya ini tidak terlalu banyak mempengaruhi penampilanku. Malah justru aku terlihat semakin tampan.. Tsk, Aah.. Kau luar biasa Xiao Shuxiang."


Andai saja Bocah Pengemis Gila mendengar pujian Koki Alkemis itu pada dirinya sendiri--kemungkinan besar dia akan mengeluarkan cibiran pedasnya.


Cermin di hadapan Xiao Shuxiang mulai menghilang. Dia keluar dari bak mandi setelah puas mengagumi diri sendiri.


Selesai berpakaian, dia pun berjalan keluar dan melihat Bocah Pengemis Gila yang begitu menikmati minumannya. Xiao Shuxiang lantas menghampiri pria itu dan duduk di salah satu kursi yang ada.


Rambut Xiao Shuxiang tergerai panjang, nampak basah dengan rambut poni yang mulai dia main-mainkan.


Bocah Pengemis Gila memperhatikannya dan sedikit mengerutkan kening, "Kau kenapa? Apa kau juga mau minum?"


Pria bertongkat bambu itu menuangkan anggur di tekonya pada sebuah cawan dan lalu menyerahkannya pada Xiao Shuxiang. Dia sendiri kembali meminum anggur langsung dari tekonya.


"Ini benar-benar anggur yang enak.. Sangat enak..!" Bocah Pengemis Gila begitu senang, sayang tidak ada makanan yang bisa menjadi pendamping dari minuman berkualitasnya.


"Sebaiknya kau jangan minum terlalu banyak, aku tidak mau mengurus orang yang mabuk." Xiao Shuxiang mengambil cawan di hadapannya, memperhatikan anggur di dalamnya sebelum menenggaknya dengan sekali tegukan.


"Aku tidak akan mabuk.. Tidak akan.." Bocah Pengemis Gila tersenyum konyol dan berkata bahwa dia tidaklah selemah itu sampai dapat mabuk hanya karena menghabiskan satu teko anggur, ini jelas belum seberapa.


Saat mulai akan mengisi cawan kosong Xiao Shuxiang--Bocah Pengemis Gila seketika tersentak kala merasakan lengannya menghangat. Dia pun teringat pada sesuatu yang hampir saja dilupakannya.


"Shuxiang, ulurkan tanganmu."


"Mn?" Kening Xiao Shuxiang mengerut ketika mendengar ucapan pria di hadapannya. Dia merasa orang ini sudah mulai dalam pengaruh minuman itu.


"Shuxiang, kenapa kau diam saja? Cepat ulurkan tanganmu,"


"Haah.. Kau benar-benar sudah mabuk sekarang." Xiao Shuxiang mengulurkan tangannya dengan agak malas, dia tersentak ketika Bocah Pengemis Gila malah menariknya.


!!


Xiao Shuxiang baru saja akan membentak saat dia melihat pergerakan sebuah simbol kuno yang berasal dari lengan Bocah Pengemis Gila dan pindah ke tangan kanannya.


"Ini.."


"Lan'Er Gege yang menitipkannya padaku. Aku pernah melihatnya ada padamu, jadi kupikir ini milikmu. Kau benar-benar punya pusaka yang hebat."


Xiao Shuxiang berkedip tidak percaya. Pertama adalah Yīng xióng kembali padanya, dan sekarang dia juga mendapatkan Gelang Semestanya. Sungguh, ini merupakan hal yang menggembirakan.


Layaknya pepatah, 'Jika Langit Mentakdirkan Sesuatu Padamu, Maka Kau Tidak Akan Pernah Kehilangannya.'


"Tunggu." Xiao Shuxiang merasakan ada yang aneh, "Sepertinya.. Gelang Semestaku dihuni banyak orang."

__ADS_1


!!


Bocah Pengemis Gila salut pada kemampuan pemuda di hadapannya, "Memang banyak, aku menggunakannya untuk menyelamatkan banyak orang. Tapi.. Aku hanya tahu cara memasukkan mereka ke dalam pusaka itu dan tidak tahu cara mengeluarkannya."


"Hah, Kurasa kau memang orang seperti itu." Xiao Shuxiang mendengus dan mengibaskan pelan tangannya.


Dia mengeluarkan tiga guci arak berukuran sedang dari dalam Gelang Semestanya dan membuat Bocah Pengemis Gila nyaris terjatuh dari kursinya karena saking senangnya.


"Kau tahu saja apa yang kuinginkan. Kita bisa minum-minum seharian penuh jika begini, apa kau juga punya kacang? Minum arak tidak lengkap rasanya jika tanpa makan kacang,"


"Aiih.. Aku tidak punya yang seperti itu. Tapi kalau kau mau teman minum arak, mungkin yang ini bisa."


!!


Bocah Pengemis Gila tersentak ketika Xiao Shuxiang mengeluarkan setumpuk wortel segar, "Kau bercanda ya? Aku ini bukan kelinci..!"


"Hanya itu yang kupunya. Kalau kau tidak mau, maka tidak perlu memakannya. Biar aku saja," Xiao Shuxiang mengambil satu wortel yang jelas belum diolah dan mulai memakannya, dia lalu menuangkan arak pada cawan di hadapannya kemudian menenggaknya.


"Kau sama sekali tidak seru, Wuxian." Bocah Pengemis Gila cemberut dan menuangkan arak milik Xiao Shuxiang pada cawan lain yang ada di meja dan ikut meminumnya.


Arak ini mempunyai aroma yang manis, rasanya ringan, menyegarkan, dan begitu mengagumkan. Dibanding anggur yang tadi--Arak ini seribu kali lebih enak.


"Waah~ Aku merasa seperti terlahir kembali. Arak bagus..! Sangat bagus..!"


"Kau benar. Aku sempat merasa telah kehilangan semuanya, untunglah Langit masih cukup baik padaku." Xiao Shuxiang tidak akan melupakan kejadian di mana Gelang Semestanya terbakar dalam api milik Qian Kun. Itu adalah pemandangan paling menyakitkan dan meyayat hati.


"Kau tidak perlu memikirkannya lagi, sekarang lebih baik memandang ke depan.." Bocah Pengemis Gila menasehati. Dia kembali mengisi cawannya yang kosong sambil bertanya mengenai rencana Xiao Shuxiang selanjutnya.


".. Kau tahu, kan? Saat ini keluarga istrimu menuntut penjelasan. Kau menyembunyikan sesuatu yang besar dari mereka. Ini bukan masalah sepele, aku sendiri juga tidak bisa membantu banyak."


Xiao Shuxiang memutar-mutar cawan arak miliknya saat mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Dia memang juga memikirkan hal yang sama. Masalah yang terjadi antara dirinya dengan keluarga Ling belum selesai, dan identitasnya selama ini juga belum diketahui oleh keluarganya sendiri.


"Kurasa aku akan melakukan hal yang merepotkan lagi," Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Dia menenggak arak di cawan miliknya dan menatap Bocah Pengemis Gila, sorot matanya nampak berbeda.


"Kau harus membantuku. Akan kuakui semuanya. Di depan Kaisar Salju Putih, di depan kakekku, ayah dan ibu, lalu Tetua Tiga, para tetua di Sekte Pedang Langit, paman Lai Kuan Ye dan para saudaraku yang lain."


!!


Bocah Pengemis Gila tersedak arak miliknya saat mendengat ucapan Xiao Shuxiang, dia jelas sangat terkejut.


"Apa kau tidak apa-apa, Nak? Kepalamu pernah terbentur sesuatu? Mengakui semuanya di depan semua orang?! Keluarga Ling saja tidak menerimu, kau sudah lihat reaksi mereka, kan? Apa kau tidak takut jika orang-orang yang begitu kau kenal melakukan hal yang sama?"


"…"


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, dia berusaha menenangkan dirinya. Jelas ini adalah sesuatu yang berisiko, dan terlihat bahwa pemuda di hadapannya juga memiliki keraguan.


Dunia yang dia maksud merupakan Dunia The Fallen Angel, serta Dunia Elf yang pernah dikatakan oleh Penatua Da Lin. Namun Xiao Shuxiang mengartikannya sebagai Empat Dunia yang memiliki hubungan dengannya.


"Tidak. Kalau masalah itu aku tidak akan mengatakan apa pun. Pengakuanku hanyalah tentang reinkarnasi Sang Bintang Penghancur dan tentang warna mata ini."


"Shuxiang, akan kukatakan yang sejujurnya, tapi kau tidak boleh marah. Warna matamu itu memang terlihat seperti milik monster. Aku tidak akan mengatakan itu seperti 'Iblis', karena terlalu kasar."


"Jadi kau pikir kata 'monster' itu lebih halus, huh? Jelasnya, hanya pengakuan tentang itu yang bisa kukatakan."


Mengingat satu pengakuan saja keluarga Kucing Putihnya dan para pendekar di Benua Tengah sudah sangat heboh, bahkan begitu takut sampai berusaha membunuhnya--apalagi sekarang jika ditambah dengan pengakuannya yang lain.


"Aku tidak yakin mereka akan menerimaku, Bocah Pengemis Gila.."


"Aku juga tidak yakin. Bagaimana jika setelah kau mengakuinya dan mereka menyerangmu? Aku tidak dapat membayangkan kekacauan apa yang akan terjadi-"


"Akan kubunuh mereka semua."


!!


Bocah Pengemis Gila tersedak arak untuk kedua kalinya, dia mendengar suara Xiao Shuxiang yang begitu dingin dan ini membuatnya terbatuk beberapa kali. Bulu kuduknya bahkan sampai berdiri tiba-tiba.


"He-Hei..! Kau serius?!"


"Kami akan berkumpul di satu ruangan, tapi bukan aku yang akan mati andai mereka menyerang. Akulah yang akan membantai habis mereka semua."


"Tunggu, Shuxiang..! Kau sangat serius?! Kakek dan orang tuamu?! Paman dan teman-temanmu?! Kau yakin akan membunuh mereka?!"


"Kenapa tidak? Jika mereka tidak mau menerimaku, maka aku juga tidak butuh mereka. Bukankah lebih baik melenyapkan semuanya?" Xiao Shuxiang tidak sedang bercanda, dia serius dengan ucapannya dan ini membuat Bocah Pengemis Gila tanpa sadar menelan ludah.


"Kau.. Bukannya sudah berubah menjadi lebih baik..? Mereka itu.. Biar bagaimanapun tetaplah keluargamu. Kau sudah mengalami banyak hal bersama mereka, apa kau sama sekali tidak akan ragu mengayunkan pedangmu..?"


"Bocah Pengemis Gila, yang kukatakan tadi hanyalah sebuah rencana. Itu benar-benar akan terwujud atau tidak, semuanya tergantung pada jawaban dan respon mereka. Kau sendiri juga akan ikut hadir di sana, lindungi mereka bila kau tidak mau memihakku. Itu mungkin lebih baik."


Xiao Shuxiang kembali menuangkan arak pada cawannya. Dia pun baru akan meminumnya saat pandangan matanya melihat wajah Bocah Pengemis Gila, samar-samar bibirnya membentuk sebuah senyuman.


Pembantaian yang dimaksud Xiao Shuxiang bukan dengan mengayunkan pedang. Dia bisa membunuh mereka semua tanpa bergerak, bahkan Bocah Pengemis Gila sendiri tidak akan mampu menghindari ini.


"Lalu bagaimana dengan Lan'Er Gege? Apa kau juga akan membunuhnya bila dia tidak berada dipihakmu?" Bocah Pengemis Gila spontan bertanya, ".. Kau tidak mungkin membunuh orang yang berharga untukmu, kan?"

__ADS_1


"…"


Xiao Shuxiang menoleh, dia menatap ke arah tempat tidur di mana teman baiknya terbaring di sana. Dia lantas mengembuskan napas dan kembali menatap Bocah Pengemis Gila.


"Bisa dibilang kau dan aku punya kemiripan, kita berdua sudah hidup jauh lebih lama. Perbedaannya adalah aku lahir dan dibesarkan dalam pengajaran Aliran Hitam. Sejak kecil sudah diajari cara membunuh. Menjadi kuat dengan memutuskan hubungan yang terjalin. Tidak hanya aku, tapi anak-anak yang hidup di wilayah yang keras itu dipaksa membunuh orang tuanya sendiri agar tidak lagi memiliki kelemahan. Jadi kalau keadaan memaksa, aku juga tidak akan segan padanya."


Bocah Pengemis Gila mengambil sebuah wortel di hadapannya, memakan wortel itu, dan lalu mengembuskan napas pelan. "Aku sebenarnya berharap itu semua tidak akan terjadi. Lan'Er Gege sendiri terlihat begitu melindungimu, dia tidak peduli dengan identitasmu dan yang kuperhatikan selama ini--Lan'Er Gege menganggapmu sebagai sosok yang berharga baginya."


"Mm, dia memang anak yang baik.." Xiao Shuxiang kembali meminum araknya. Dia dan Bocah Pengemis Gila menghabiskan cukup banyak waktu berbincang-bincang.


Jauh di tempat keduanya berada, Ling Qing Zhu terlihat sedang mengobati warga Benua Tengah yang sebelumnya ikut memasuki Cermin Pemindah. Nona Darah Madu juga ada bersamanya.


Mereka berada di dalam sebuah ruangan yang merupakan Aula Pengadilan milik Kaisar Langit Utara, Yang Chai Jidan.


Kaisar sendiri awalnya begitu terkejut melihat banyak orang yang tiba-tiba muncul di halaman belakang istananya. Apalagi saat diperhatikan, mereka semua dalam keadaan yang terluka, dia jelas kaget.


Di antara banyaknya orang asing, memang hanya Ling Qing Zhu yang dia kenal. Dia juga sebenarnya pernah melihat Siu Yixin, walau tidak pernah bicara bersama--tetapi Yang Chai Jidan tahu pria itu adalah teman dari cicitnya.


Ling Qing Zhu sendiri hanya menjelaskan keadaan Benua Tengah dalam beberapa kata, lainnya dibantu oleh Nona Darah Madu sehingga Yang Chai Jidan tahu bahwa Benua Tengah berada dalam kondisi yang tidak baik.


Yang Chai Jidan pun dengan segera memerintahkan para pelayannya untuk membantu memapah warga yang terluka, membawa mereka semua ke Aula Pengadilan ini, sekaligus memanggilkan tabib istana.


Yang Shu dan Yang Fu sebenarnya juga ada di istana ini. Keduanya kaget ketika tahu bahwa Benua Tengah diserang. Mereka ingin ke benua tersebut, tetapi Ling Qing Zhu tidak tahu caranya untuk ke Benua Tengah dalam waktu yang singkat, Nona Darah Madu pun juga demikian.


Rasa khawatir Yang Shu semakin bertambah ketika Ling Qing Zhu membahas mengenai Xiao Shuxiang yang sedang bertarung sengit dengan sesosok monster. Walau Yang Shu tahu cucu kesayangannya kuat, tetapi tetap saja sebagai seorang kakek--dia merasa khawatir.


Baik Yang Shu maupun Ling Qing Zhu, serta mereka yang ada di ruangan ini tidak mengetahui bahwa sebenarnya Xiao Shuxiang sudah ada di Benua Utara. Mereka tidak tahu bahwa pertempuran di Benua Tengah sudah berakhir dengan lenyapnya Raka Daksa dan Xiao Shuxiang menggunakan Cermin Pemindah untuk datang kemari.


Sebenarnya, bukan karena istana Yang Chai Jidan tidak memiliki keamanan hingga orang lain bisa masuk begitu saja, apalagi banyak orang asing yang muncul tiba-tiba. Tetapi memang karena keistimewaan Cermin Pemindah adalah mampu menembus segel pelindung istana.


Para kultivator yang bertugas mengawasi seluk-beluk istana Yang Chai Jidan di sebuah ruangan tertutup bahkan kaget ketika melihat banyak orang yang tiba-tiba muncul. Andai tidak memperhatikan dengan jelas, mereka mungkin sudah menganggap orang yang datang itu adalah penyusup.


*


*


"Apa kau tidak punya makanan lain selain wortel? Aku benar-benar tidak habis pikir benda ini menjadi teman minum arak," Bocah Pengemis Gila berdecak, dia sudah makan empat wortel dan tiga kali merasakan mual.


Xiao Shuxiang sudah banyak mendengar keluhan pria di hadapannya dan dia merasa ini sudah cukup. Dia lantas bangun dan menyentil dahi Bocah Pengemis Gila hingga pria itu merintih.


"Xiao Shuxiang..! Apa yang kau lakukan?! Aduuh..!! Sakit tahu..!"


"Dasar bodoh. Kau terus mengeluh dan banyak menggerutu karena wortel itu, tapi masih saja memakannya. Apa aku memaksamu, hah?! Kalau kau tidak mau, maka sudah. Hentikan. Tidak perlu memakannya lagi." Xiao Shuxiang kembali meminum arak miliknya, dia lantas mulai memperbaiki posisi duduknya hingga terasa lebih nyaman.


Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dahinya, dia nampak cemberut tetapi sama seperti julukannya--dia kembali bertingkah normal seakan tidak pernah terjadi apa-apa. "Kita sudah lama di sini dan Lan'Er Gege belum juga bangun. Kau yakin dia baik-baik saja?"


Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila sejenak sebelum mengeluarkan sebuah pil dari dalam Gelang Semestanya. Dia lantas memakan pil tersebut dan mulai menoleh ke tempat di mana teman baiknya berada.


"Aliran Darah Lan Zhi lancar, tidak ada penyumbatan apa pun. Dan detak jantungnya juga normal, aku tidak melihat ada yang salah. Kemungkinan besar dia terlalu lelah, kondisinya sekarang karena tidak mengistirahatkan tubuh selama beberapa hari belakangan ini."


Xiao Shuxiang berkedip, pil yang dia makan barusan adalah Pil Mata Dewa. Dia bisa melihat organ dalam tubuh teman baiknya tanpa memeriksanya secara langsung dengan mengalirkan Qi.


Pil ini jika digunakan untuk tujuan baik sebenarnya sangat membantu Xiao Shuxiang, mengingat dia memiliki Qi yang unik sehingga tidak dapat dialirkan begitu saja ke dalam tubuh manusia mana pun.


"Bocah Pengemis Gila, kualitas tulangmu memang yang paling luar biasa. Aku masih dapat merinding jika melihatnya,"


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut, dia secara spontan menyilangkan tangannya di depan seperti seorang gadis yang berusaha menutupi tubuhnya. "Kau.. Kau sebenarnya melihat apa? Seakan kau dapat melihat menembus pakaianku saja,"


"Memang itu yang terjadi," Xiao Shuxiang bicara begitu tenang, "Aku bisa melihatnya. Kau memiliki tubuh yang bagus dan sebuah tato yang lumayan mencuri perhatianku,"


!!


"Hentikan, hentikan..! Kau sangat tidak tahu malu. Itu pelecehan namanya..! Kau mesum sekali, benar-benar kelewatan..!"


"Kenapa reaksimu seolah kau ini korban? Efek pil buatanmu bertahan selama 5 menit, aku tidak bisa menghentikannya walau ingin. Lagipula aku juga tidak punya niatan melihat bagian bawahmu, tidak ada yang pantas dilihat kurasa."


"Shuxiang..!"


!


Xiao Shuxiang menangkap wortel yang dilempar oleh Bocah Pengemis Gila, dia lantas memakannya. Dia kembali mendengar gerutuan pria bertongkat bambu ini sampai sebuah suara mengagetkannya.


"Kenapa pintu kamarku tidak bisa dibuka? Ada apa ini?!"


!!


Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila terlonjak kaget. Mereka segera bergegas ke arah pintu ketika mendengar suara yang cukup keras.


Dengan efek Pil Mata Dewa yang masih ada, Xiao Shuxiang bisa melihat seorang pemuda berpakaian biru tua tengah menggedor-gedor pintu.


"Ini dikunci dari dalam?! Hei...! Beraninya kau masuk ke dalam kamarku..! Keluar sekarang juga..!"

__ADS_1


!!


***


__ADS_2