XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
135 - Kedatangan Lan Gaozu dan Ming Mei [Revisi]


__ADS_3

Tiga hari Xiao Lu harus berbaring di tempat tidur. Dia tidak diizinkan bangun atau pun berjalan-jalan oleh Yang Shu.


Yi Wen, Zhi Shu dan beberapa murid Sekte Bambu Perak datang menjenguknya. Hanya saja dia belum melihat Xiao Shuxiang sampai hari ini.


Xiao Lu, "Di mana Xiao'Er?


Zhi Shu, "Ehm... Saudara Xiao sangat jarang pulang ke sekte, dia seperti lebih senang tinggal bersama kakek Duan De. Saudara Xiao itu hanya datang seminggu sekali untuk melihat tanaman herbalnya, sekaligus melatih saudara-saudara yang lain."


Xiao Lu mengusap-usap matanya, kejadian saat Xiao Shuxiang menusuknya belum sepenuhnya hilang. "Anak itu harusnya ke sini dan meminta maaf padaku.."


"Saudara Xiao pasti akan datang jika urusannya selesai, Kakak Lu Yang Cantik sebaiknya istirahat dan jangan memikirkan hal yang lain." Zhi Shu kemudian meminta Xiao Lu untuk tidur kembali.


Di tempat Duan De, sama seperti kegiatan biasanya----Xiao Shuxiang terlihat menempa pedang dengan begitu teliti. Dia butuh pedang yang bisa menahan lama Qi miliknya, pedang sekuat Pusaka Langit.


Duan De beberapa kali menyuruh Xiao Shuxiang untuk istirahat, sayangnya anak tersebut selalu menolak.


Tidak hanya belajar menempa, Xiao Shuxiang juga selalu melayani pelanggan yang ingin memesan pedang di tempat Duan De. Jika pelanggannya memiliki nama yang sama dengannya, maka Xiao Shuxiang akan mengincarnya untuk diburu pada malam hari.


Rendahnya praktik dan usianya yang masih terlalu muda membuat lawan selalu meremehkan dirinya.


Xiao Shuxiang malah merasa senang, dia memang bisa saja meningkatkan praktiknya sampai tahap akhir Master Foundation. Namun, dia tidak ingin melakukannya.


Menurut Xiao Shuxiang, yang dibutuhkan bukanlah praktik tinggi melainkan pengalaman bertarung yang banyak dan juga teknik pernapasan.


Setiap kali menempa pedang, Xiao Shuxiang selalu melatih teknik pernapasan angin dan api miliknya.


Duan De diam-diam memperhatikan setiap gerak gerik Xiao Shuxiang termasuk ketika anak tersebut mengincar pelanggannya.


Xiao Shuxiang sendiri tahu bahwa dia diawasi, namun dirinya tidak peduli. Lagipula Duan De tidak pernah menghentikannya saat membunuh kultivator yang berani memakai namanya.


!!


"Ada apa?" Duan De tersentak bercampur heran saat Xiao Shuxiang berhenti melakukan tempaan.


"Malam ini Lan Guan Zhi datang, kan?" Xiao Shuxiang hampir lupa dua hari yang lalu, Lan Guan Zhi mengatakan akan datang dengan membawa Lan Xiao bersamanya.


Xiao Shuxiang bergegas membasuh diri dan berpakaian rapi sekaligus memasak untuk menyambut kedatangan temannya serta Lan Xiao.


Duan De menggeleng sambil berdecak, "Apakah kau harus seheboh ini hanya karena kedatangan Lan Guan Zhi?!"


"Bukan dia saja, tapi Lan Xiao juga datang. Aku jadi penasaran sebesar apa dirinya sekarang." Xiao Shuxiang kembali melanjutkan acara memasaknya.


"Aku kagum padamu, staminamu hebat."


"Hmph, aku bukan hebat Kakek. Tapi luar biasa,"


"Kau terlalu angkuh, Bocah! Sebaiknya buang keangkuhanmu itu jauh-jauh..!" Duan De memperingatkan.


"Kakek, begitu saja dibilang angkuh? Hah! Itu bukan angkuh, Kakek Janggut Panjang. Memberi pujian pada diri sendiri bukanlah keangkuhan, kau tidak akan mengerti... Aiya, sebaiknya kau pergi jika tidak ada niatan untuk membantuku."


Seperti yang dijanjikan, bersamaan saat makanan buatan Xiao Shuxiang selesai----Lan Guan Zhi datang sambil menunggangi Lan Xiao.


Harimau Bulan itu sudah semakin besar sejak terakhir kali Xiao Shuxiang melihatnya. Lan Xiao bahkan tidak muat untuk masuk lewat pintu depan toko Duan De, syukurlah dia bisa mengubah ukuran tubuhnya menjadi lebih kecil.


Kedatangan Lan Xiao sangat dinantikan oleh Xiao Shuxiang sebab dirinya ingin mengambil sedikit darah dan memotong satu taring Lan Xiao untuk bahan pembuatan pedangnya.


Lan Guan Zhi tidak melarang jika Xiao Shuxiang mau mengambil sedikit darah Lan Xiao, namun dia tidak setuju jika taring harimau itu juga ikut diambil.


"Aku hanya mengambil satu saja. Lagipula taringnya akan tumbuh lagi,"


"Tidak boleh."


Nyawn!


Lan Xiao juga tidak setuju, memotong satu taringnya sama saja dengan memberikan penderitaan seribu tahun padanya. Dia terus protes dan berlindung di belakang Lan Guan Zhi.


"Lan Xiao, ini saatnya kau membayar kebaikanku. Xiao Shuxiang memberimu banyak tanaman herbal berkualitas tinggi selama ini, jadi sudah seharusnya kau menolongku. Ayolah..."


Nyawn!


"Dia tidak mau." Lan Guan Zhi mengelus kepala Harimau Bulan dan memperingati Xiao Shuxiang untuk tidak macam-macam.

__ADS_1


"Tsk, baiklah. Aku tidak akan memaksamu lagi," Xiao Shuxiang cemberut, dia merasa perlu cara lain untuk mendapat pedang yang hebat.


Setelah makan dan bermain dengan Harimau Bulan, Xiao Shuxiang kembali belajar menempa pedang. Dia tidak mengetahui bahwa di Sekte Kupu-Kupu sedang terjadi masalah.


Lan Gaozu datang bersama Patriarch Keempat, Ming Mei. Keduanya meminta secara halus kepada Yang Shu untuk meninggalkan Gunung Induk dan membangun sekte di tempat lain.


Keadaan menjadi tegang ketika Lan Gaozu menyinggung Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak yang berani menggabungkan kedua sekte mereka.


Lan Gaozu dengan nada mengejek dan terkesan seperti tuduhan, mengatakan bahwa kedua sekte ini melakukan aliansi dan merencanakan sesuatu yang dapat membahayakan sekte lain termasuk Sekte Pedang Langit.


Yang Shu dan Grand Elder Sekte Bambu Perak tentu tidak menerima tuduhan itu. Keduanya bahkan tidak ada niatan merencanakan sesuatu yang berbahaya, ucapan Lan Gaozu jelas tak berdasar.


Ming Mei tentu saja mendukung Lan Gaozu, sebab dia juga merasa risih dengan kehadiran sekte lain di wilayah Sekte Pedang Langit.


"Tetapi Patriarch Ketiga dan Grand Elder Sekte Pedang Langit tidak mempermasalahkan ini.." Yang Shu menjelaskan sudah meminta izin sebelumnya pada Grand Elder Sekte Pedang Langit juga Patriarch Ketiga dan keduanya mengizinkan.


Ming Mei. "Hmph, lalu sampai kapan kalian akan menetap di sini?"


!!


Pertanyaan dengan nada dingin dari Ming Mei jelas membuat Yang Shu tersentak.


Grand Elder Sekte Bambu Perak mengembuskan napas dan mengajukan usul, "Kurasa sebaiknya Tetua Shu dan para murid Sekte Kupu-Kupu membangun perguruan di tempatku saja----kita bisa tinggal di Kekaisaran Matahari Terbit."


Merasa sudah menang, Lan Gaozu tidak menyadari bahwa Xiao Shuxiang baru saja kembali dan saat ini sedang berdiri di bibir pintu menyaksikan semuanya.


Hawa keberadaan Xiao Shuxiang mulai terasa, dia lalu berjalan santai dan berhenti di depan meja tempat Lan Gaozu serta yang lainnya berada.


"Kalian berdua ingin mengusir kami dari sini?"


?!


Suara Xiao Shuxiang membuat tersentak Ming Mei. Dia merasa tidak asing dengan suara ini, Xiao Shuxiang menyadari ada sedikit perubahan pada wajah Patriarch Keempat Sekte Pedang Langit tersebut.


"Tidak ada yang bisa mengusir kami, kalian bisa mencobanya jika mau." ucapan Xiao Shuxiang jelas seperti sebuah tantangan.


Xiao Shuxiang menatap Ming Mei, dia berkata. "Patriarch Keempat sebaiknya membuka mata untuk melihat siapa yang bicara ini..."


"Aku hanya menghormati orang yang ingin kuhormati, begitu juga dengan sikapku. Kalau ingin mengusir kami, cobalah mengatakannya kepada Grand Elder Sekte Pedang Langit dan Tetua Tiga..! Tanpa persetujuan mereka, kami tidak akan pergi dari tempat ini."


Lan Gaozu mengepalkan kedua tangannya, "Kurang ajar, berani sekali---"


"Tenanglah," Ming Mei menghentikan Lan Gaozu yang nampak ingin memberi pelajaran pada Xiao Shuxiang.


Suara Ming Mei pelan, "Aku juga tidak suka dengan sikapnya, namun membuat keributan hanya akan mempermalukan diri sendiri.


Ming Mei dengan sopan berpamitan pada Yang Shu dan Grand Elder Sekte Bambu Perak.


Xiao Shuxiang sambil menyilangkan tangannya memandangi kedua patriarch itu yang mulai berjalan pergi. "Aku datang kemari untuk mengambil beberapa herbal, tapi tidak kusangka malah bertemu mereka."


Xiao Shuxiang meminta maaf atas ketidak-sopanannya pada Yang Shu dan Grand Elder Sekte Bambu Perak, dia lalu berpamitan.


Kedatangan Lan Gaozu dengan Ming Mei memang tidak memicu pertarungan. Tetapi sejak kejadian itu, Sekte Kupu-Kupu tidak lagi tenang seperti biasanya.


Beberapa kali mereka di serang oleh orang-orang berpakaian hitam. Beberapa murid Sekte Bambu Perak terluka parah atas serangan yang terjadi begitu saja.


Bukan Lan Gaozu atau Ming Mei yang melakukannya, tetapi para kultivator junior dari Scarlet Bayangan.


Misi mereka adalah menguji siapa Xiao Shuxiang yang sebenarnya. Mereka mengikuti ke mana Xiao Shuxiang pergi dan apa yang dilakukan anak itu.


Seperti saat ini, tiga orang junior Scarlet Bayangan dengan praktik berada di Forging Qi tingkat 9 begitu berani membuntuti Xiao Shuxiang yang sedang berjalan ke tempat Duan De.


Mereka melihat Xiao Shuxiang berhenti berjalan, namun hanya sekedipan mata----Xiao Shuxiang menghilang dan langsung muncul di belakang mereka dengan pedang yang terayun.


!!


CRAASH!


TRAANG!


Hanya satu orang yang tewas karena terlalu lengah dan tidak sempat menghindari serangan Xiao Shuxiang, sementara dua lainnya berhasil menahan serangannya sekaligus memberi balasan.

__ADS_1


Pertarungan Xiao Shuxiang melawan dua orang junior Scarlet Bayangan berlangsung hingga ke tempat Duan De.


Xiao Shuxiang melempar senjata rahasia yang tepat mengenai lengan keduanya. Namun, murid Scarlet Bayangan seperti tidak terpengaruh.


TRAAANG!


"Jadi, ada juga yang tidak meremehkanku..!" Xiao Shuxiang tersenyum, dia suka pertarungan di mana lawannya bertarung sekuat tenaga sejak awal.


Kedua murid Scarlet Bayangan melapisi tubuh mereka dengan Qi, sebuah urat hitam menjalar terbentuk di leher dan naik ke pipi mereka.


Seketika keduanya melesat dan menyerang Xiao Shuxiang tanpa jeda. Duan De menyadari ada keributan di luar tokonya, dia lalu keluar untuk menyaksikan apa yang terjadi.


!!


Mata Duan De terbelalak ketika melihat tubuh Xiao Shuxiang diselimuti kepulan asap hitam dan sedetik berikutnya, Xiao Shuxiang melesat dan menebas kaki serta tangan salah satu murid Scarlet Bayangan.


Tidak menunggu sampai murid tersebut berteriak, Xiao Shuxiang kembali menebasnya.. Kali ini yang menjadi target adalah lehernya.


Murid Scarlet Bayangan yang tersisa menggeram, dia lalu menelan pil aneh. Qi memancar keluar dengan cepat dan empat taring panjang mulai terbentuk.


!!


Xiao Shuxiang berdecak. Dia merasa penasaran dengan orang-orang yang menjadi anggota Scarlet Bayangan.


BAAAM!


Xiao Shuxiang terlempar hingga membentur salah satu dinding toko yang sudah tua, dia terkena tendangan dari murid Scarlet Bayangan.


Dirinya kembali di serang, namun kali ini Xiao Shuxiang dapat menghindar dan langsung memberi tusukan dari belakang yang tepat menembus jantung murid Scarlet Bayangan.


Xiao Shuxiang menarik pedangnya dan langsung menebas kepala murid Scarlet Bayangan hingga membuatnya terbelah dua.


Saat Xiao Shuxiang berniat memeriksa mayat yang terbelah dua di depannya, seketika mayat tersebut meleleh hingga menyisakan tengkoraknya saja.


!!


Kening Xiao Shuxiang mengerut, "Ada yang sedang bermain-main denganku, sebelum tewas kubunuh.. ketiganya ternyata sudah lama mati."


Duan De menghampiri Xiao Shuxiang dan memperhatikan tengkorak di depan anak tersebut.


"Nak, apa kau punya banyak musuh di hidupmu?" Duan De menatap Xiao Shuxiang.


"Begitulah,"


Duan De menggeleng saat melihat Xiao Shuxiang terlihat senang saat mengatakan bahwa musuhnya sudah dia singkirkan sebagian, namun dirinya yakin akan mendapat musuh baru lainnya.


Duan De menepuk pinggang Xiao Shuxiang, dia meminta anak tersebut untuk membantunya membuat pedang Pusaka Bumi.


"Sudah saatnya belajar serius, aku akan mengajarimu sebuah teknik menempa yang sebenarnya..!"


Duan De merasa Scarlet Bayangan jauh lebih berbahaya dari pemikirannya selama ini. Dia butuh orang yang bisa mengatasi mereka, dan Xiao Shuxiang merupakan orang yang tepat.


Teknik menempa Duan De seperti sedang menari, dia begitu serius mempraktekkan cara menempanya kepada Xiao Shuxiang.


Duan De sama sekali tidak menggunakan Qi, tetapi setiap tempaannya menghasilkan angin kejut bercampur percikan api. Xiao Shuxiang memperhatikan dengan serius setiap gerakan Duan De.


"Sekarang, kau yang mulai!" Duan De memberikan palunya pada Xiao Shuxiang, dia meminta anak tersebut tidak menahan kekuatannya saat melakukan tempaan.


Xiao Shuxiang mengangguk, selama ini dirinya memang selalu menahan kekuatannya. Sebab jika tidak melakukannya, besi yang ditempa Xiao Shuxiang hanya akan hancur.


Xiao Shuxiang menempa sebuah besi yang terlihat lemah namun sebenarnya sangat kuat. Besi ini sulit dibentuk dan membutuhkan waktu lama agar hasilnya sedikit terlihat.


Xiao Shuxiang tidak mengetahui bahwa besi tersebut merupakan besi yang diterangi oleh cahaya matahari pertama dan telah direndam oleh air penyucian jiwa.


"Akan kulihat, sejauh mana hatimu bisa berubah.." Duan De menyilangkan tangannya dan terus memperhatikan Xiao Shuxiang.


Di kejauhan, terlihat seorang pria berjubah putih dengan tudung berdiri di dahan salah satu pohon. Dia mengawasi toko Duan De dan mengangguk pelan saat melihat Xiao Shuxiang menempa.


"Rencana berikutnya.." pria tersebut mengeluarkan topeng rubah di balik pakaiannya dan segera menghilang.


***

__ADS_1


__ADS_2