
"... Saudara Xiao?"
"Saudara Xiao, ayo bangun..."
"Saudara Xiao?!"
Jing Mi mengguncang-guncangkan tubuh Xiao Shuxiang yang masih tertidur dengan sangat nyenyak. Dia sudah tidak tahu lagi berapa kali dirinya memanggil-manggil Xiao Shuxiang.
"Apa dia belum bangun?" Xiao Lu yang baru saja selesai berpakaian menghampiri Jing Mi.
Jing Mi mengangguk, "Saudaraku ini sangat sulit dibangunkan,"
Ucapan Jing Mi membuat Xiao Lu menatap kesal ke arah adiknya. Seketika dia pun berteriak keras.
"XIAO'ER!! BANGUUUN!"
Jing Mi yang kaget spontan memejamkan mata dan menutup telinganya.
Anehnya, Xiao Shuxiang malah masih tertidur seakan tidak mendengar teriakan Xiao Lu barusan. Ini membuat Xiao Lu dan Jing Mi tercengang.
"XIAO SHUXIANG?!" Xiao Lu menarik bantal yang ada di kepala Xiao Shuxiang sambil berteriak. Seketika anak berusia tujuh tahun ini terperanjak.
"Ada apa, hah?! Kau ini tidak bisa membiarkanku tidur sebentar saja," Xiao Shuxiang merampas bantal di tangan Xiao Lu, namun kakaknya dengan cepat merebut bantal itu lagi.
"Membiarkanmu tidur sebentar...? Ini hampir tengah hari bocah! Matahari sudah lama melihatmu tidur!!" Xiao Lu menarik telinga Xiao Shuxiang dan kemudian membawa adiknya menuju arah dapur.
Dia lalu menyuruh adiknya untuk segera mandi. Xiao Shuxiang mencubit keras tangan Xiao Lu karena berani menarik telinganya, dan itu membuat Xiao Lu langsung menjitak kepalanya.
"Beraninya Kau Memukul Xiao Shuxiang?!"
"Kenapa?! Aku Ini Kakakmu, Aku Bisa Menjitakmu Sesuka Hatiku!"
"Aku Tidak Punya Kakak!"
pletak!
"Berani Tidak Mengakuiku Lagi, Bokongmu Yang Akan Kena. Cepat Mandi!"
Xiao Shuxiang memanyunkan bibirnya sambil menatap Xiao Lu dengan sinis. Dia kemudian berjalan pergi sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena jitakan kedua Xiao Lu.
"Dasar gadis kasar...! Kusumpahi kau akan lebih pendek dariku suatu hari nanti. Saat itu tiba, Xiao Shuxiang yang akan menjitak dan menarik telingamu!" gerutu Xiao Shuxiang.
Jing Mi, Qi Xuan, Xiao L dan Yang Shu terlihat berdiri di halaman. Mereka menunggu Xiao Shuxiang selesai bersiap-siap.
Cukup lama mereka menunggu hingga Xiao Shuxiang mulai terlihat berjalan keluar. Xiao Lu merasa kesal sebab dirinya menunggu terlalu lama, dia sangat tidak suka menunggu.
"Kau ini benar-benar lama, lebih buruk dari perempuan!" Xiao Lu mengejek Xiao Shuxiang, namun adiknya ini hanya mendengus tanpa menoleh ke arahnya.
Yang Shu mengelus pelan kepala Xiao Lu, "Sudah, sudah... Ayo pergi. Turnamen akan segera dilaksanakan,"
__ADS_1
Di perjalanan, Yang Shu dan murid-muridnya bertemu dengan beberapa kultivator dari sekte lain, mereka juga bertemu dengan Gu Ta Sian, Zong Ming dan Ying Liu.
"Saudara Zong?!" Jing Mi dengan semangat memanggil Zong Ming dan kemudian berjalan cepat ke arah anak laki-laki ini.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jing Mi, saat dirinya berada di dekat Zong Ming.
"Jauh lebih baik dari kemarin, ayo berjalan bersama Saudara Jing." ajak Zong Ming kemudian.
Bukan hanya Jing Mi yang begitu bersemangat saat melihat teman barunya, tetapi juga Xiao Lu saat dirinya melihat Ying Liu.
Sepanjang jalan, Yang Shu dan Gu Ta Sian berbincang-bincang. Mereka berdua berjalan di belakang anak-anak ini. Hingga perjalanan mereka tidak terasa sudah berada ditempat tujuan.
Di depan Yang Shu, Gu Ta Sian, dan yang lainnya berdiri sebuah tembok besar setinggi tujuh meter. Jika dilihat dari atas, tembok ini mengelilingi sebuah bangunan tinggi dan sebuah arena pertarungan yang cukup besar.
Ada dua gerbang untuk bisa masuk ke dalam tempat dimana Turnamen diadakan, Gu Ta Sian dengan sopan mengajak Yang Shu untuk pergi kesalah satu gerbang yang ada.
Yang Shu mengangguk dan kemudian mengajak murid-muridnya beserta Zong Ming dan Ying Liu untuk dekat dengan mereka, sebab kultivator yang ada semakin banyak.
Zong Ming, Qi Xuan, dan teman-temannya mengikuti Yang Shu dan Gu Ta Sian melewati gerbang.
bruk,
Saat Xiao Shuxiang hendak berjalan masuk, dia secara tidak sengaja bertubrukan dengan seorang anak yang ternyata adalah Wen Tian.
Wen Tian sendiri merasa kesal saat ada seseorang yang menubruknya, dia pikir itu disengaja oleh seseorang.
"Hei! Kau Mau Kupukul-!!" Wen Tian berbalik ke belakang sambil berucap dengan nada marah, namun seketika ucapannya terpotong ketika dirinya tahu siapa yang telah menubruknya tadi.
Xiao Shuxiang mengatakan kepada Wen Tian bahwa dia tidak sengaja. Saat menatap wajah Wen Tian, dirinya merasa pernah bertemu dengan anak laki-laki ini, ".. Tapi di mana..?"
Xiao Shuxiang masih mengingat-ingat, sampai dia akhirnya tahu bahwa dia pernah bertemu dengan Wen Tian di Desa Peristirahatan.
"Ah! Kita pernah bertemu di Desa Peristirahatan, kan? Saat itu kita belum-"
"Kau Salah Orang!!"
Wen Tian langsung menerobos kerumunan orang di depannya untuk menjauh sebisa mungkin dari Xiao Shuxiang. Apa yang Wen Tian lakukan barusan membuat Xiao Shuxiang terlihat bingung.
"Ada apa dengan anak itu..? Seperti takut padaku saja..." Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia kemudian berusaha untuk menyusul Yang Shu dan teman-temannya.
Ada tempat duduk yang disediakan oleh Sekte Bunga Lotus untuk para penonton di sekeliling arena pertarungan. Tempat duduk itu bisa dikatakan aman, sebab jaraknya cukup jauh dari panggung arena. Meski begitu, penonton masih bisa melihat pertarungan dengan sangat jelas.
Ada juga sebuah gedung yang tinggi, memiliki 4 buah lantai. Lantai pertama dan kedua, diisi oleh para peserta Turnamen. Sementara dua lantai lainnya diisi oleh para tetua sekte dan wali peserta Turnamen.
Biasanya lantai empat hanya diisi oleh tamu istimewa saja, namun karena ini adalah permintaan dari Patriarch Lan.. Huan Fei pun menyetujuinya.
Menurut Patriarch Lan, tidak baik untuk membuat perbedaan derajat di antara kultivator. Meskipun kultivator tersebut berasal dari sekte kecil atau pun besar, mereka harus diperlakukan sama.
Ucapan Patriarch Lan inilah yang membuat Huan Fei menyetujuinya, meski beberapa kultivator sebenarnya tidak suka dengan kebijakan Grand Elder Sekte Bunga Lotus ini.
__ADS_1
Murid-murid Huan Fei mengatur kerapihan dan juga keamanan penonton sebelum turnamen dimulai. Tak butuh waktu lama sampai semua penonton mendapatkan tempat duduk masing-masing.
Huan Fei terlihat duduk bersama dengan Patriarch Lan dan juga perwakilan dari Sekte Phoenix Iblis, Yuen Liang. Sekte Phoenix Iblis juga merupakan sekte Aliran Netral terbesar ketiga setelah Sekte Pedang Langit dan Asosiasi Bangau Merak.
"Tetua Fei, kenapa perwakilan dari Asosiasi Bangau Merak tidak hadir?" Yuen Liang terlihat memainkan sebuah kipas berwarna merah di tangan kanannya, raut wajahnya nampak buruk.
Huan Fei, "Aku sebelumnya telah mengundang salah seorang dari Asosiasi Bangau Merak, tapi sepertinya dia tidak bisa memenuhi undangan ini. Turnamen Kultivator Muda dengan Lelang Besar Asosiasi Bangau Merak diadakan pada waktu yang sama."
Yuen Liang, "Aah... Sudah kuduga. Aku tahu itu, tapu tidak disangka tak ada seorang pun dari Asosiasi yang datang kemari. Mereka di sana pasti sedang menghabiskan banyak uang," Yuen Liang menggerutu, dia lalu mengatakan kepada Huan Fei untuk segera membuka pertandingan.
Huan Fei sebenarnya ingin menunggu Yang Shu, sebab dia sudah menyiapkan satu kursi untuk sahabatnya itu. Dia tadi meminta seorang muridnya untuk mencari keberadaan Yang Shu sekaligus membawanya kemari.
Namun, muridnya kemudian datang dan membisikkan sesuatu di telinga Huan Fei, yang mengatakan bahwa sahabatnya tidak bisa menyetujui permintaannya sebab khawatir identitasnya terungkap.
Sebab semua orang pasti bertanya-tanya mengenai Yang Shu, ketika dirinya memutuskan untuk duduk bersama dengan Huan Fei dan Patriarch Lan, apalagi Yuen Liang juga ada.
Huan Fei mendesah kecewa saat mendengar ucapan muridnya, namun dia juga tidak bisa mendesak Yang Shu.
Huan Fei kemudian berjalan sedikit ke depan, ia lalu menyapa para penonton serta peserta yang akan bertanding. Huan Fei juga memperkenalkan dua orang wasit yang akan bertugas dalam turnamen tersebut.
"... Segala peraturan akan dijelaskan oleh keduanya. Perlu diingat, bahwa Turnamen ini merupakan bentuk Pertandingan Persahabatan, dan kuharap para peserta bisa mengerti hal tersebut." Suara Huan Fei memang pelan, namun bisa di dengar oleh semua orang sebab Huan Fei menggunakan Qi.
Xiao Shuxiang yang berada dilantai satu tersenyum tipis sambil menggeleng pelan saat mendengar ucapan Huan Fei barusan. "Pertandingan persahabatan yah, kurasa tidak begitu...?"
Xiao Shuxiang bisa melihat beberapa peserta yang ada disekitarnya begitu berambisi, bahkan beberapa kali dia mendengar ada peserta bertengkar dengan peserta yang lain.
Tidak perlu terlalu jauh, teman barunya Zong Ming memiliki hubungan yang buruk dengan Dai Chen. Jika mereka bertemu di arena, maka 'Pertandingan Persahabatan' yang diharapkan Huan Fei tidak akan terjadi.
"Aku menantikannya, kira-kira mereka akan saling membunuh atau tidak ya...?"
"Saudara Xiao, kau juga akan ikut bertanding?" Jing Mi menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang, "Kalau mau, maka kau perlu memberitahukan namamu kepada salah satu pengawas pertandingan. Aku akan menemanimu Saudaraku,"
"Aku tidak ikut Saudara Jing, aku hanya akan menyemangati kalian. Sebaiknya aku pergi menemui Kakek, berjuanglah Saudara Jing!" Xiao Shuxiang menepuk lengan Jing Mi dan kemudian berjalan menuju lantai dua.
"O-Oh, baiklah! Kenapa Saudara Xiao tidak mau ikut, padahal dia hebat."
Ketika melewati beberapa anak, pandangan mata Xiao Shu mengarah pada salah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, Xiao Shuxiang merasa ada aura yang aneh dengan anak tersebut. "Aah, sudahlah! Xiao Shuxiang bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain"
***
-
-
-
Catatan Penulis :
Waah, Terima Kasih Teman-Teman Karena Sudah Mengikuti Perjalanan 'Xiao Shuxiang' Sampai Di Chapter Ini!
__ADS_1
ヾ(@^▽^@)ノ
Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaumnya, Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! Tetap Semangat Dan Ceria Selalu Kawan! ( ´ ▽ ` )ノ