XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
194 - Gunung Kaisar Hitam


__ADS_3

"Hm? Kemana semua penjaga..?"


Xiao Shuxiang terlihat keheranan saat tiba di istana penguasa Gunung Kaisar Hitam, tidak seorang pun Demonic Beast yang dia lihat berjaga.


Dirinya lalu melangkah menuju pintu utama istana tersebut sambil memanggil penghuni kediaman ini.


Sudah menjadi kebiasaan Xiao Shuxiang membuat keributan saat datang, dan sekarang melihat tempat ini sunyi tentulah hal yang aneh.


"Heeii..?! Apa ada oraang..?! Xiao Shuxiang dataang..!"


Xiao Shuxiang memukul-mukul pintu utama dengan keras, namun tetap saja tak ada yang menyahut.


Merasa kesal, Xiao Shuxiang mengalirkan Qi dan berniat meninju pintu di depannya saat sebuah serangan mengarah padanya.


?!


Segera, Xiao Shuxiang berbalik dan dengan cepat menahan serangan tersebut dengan kepalan tangannya.


BAAAM!


Suara keras dihasilkan saat kepalan tangan Xiao Shuxiang berbenturan dengan sebuah senjata berujung datar yang jika dilihat dari samping seperti pilar besar berwarna hitam dengan cincin emas dikedua sisinya.


!!


Xiao Shuxiang terdorong ke belakang hingga membentur keras pintu utama bahkan sampai mengeluarkan suara ledakan.


Dirinya terus terdorong masuk ke dalam ruangan luas istana. Pilar yang dia tahan tiba-tiba saja mengecil dan sebuah tendangan hampir mengenai dadanya, andai Xiao Shuxiang tidak segera menangkisnya.


BAAAM!


Dia bisa melihat pandangan mata tajam pria yang menyerangnya ini. Keduanya saling bertukar serangan tanpa mengatakan apa-apa.


Lawan Xiao Shuxiang nampak berusia 37 Tahun, tubuhnya berotot dengan rambut pendek mencuat berwarna cokelat keemasan.


Pria ini memakai sarung tangan besi bercakar yang mampu mengoyak tubuh lawan sampai ke tulangnya hanya dengan sekali serangan.


Selain itu, pria yang bertarung dengan Xiao Shuxiang saat ini memakai sebuah zirah biru keemasan, wajahnya bersih dan sangat mirip dengan manusia.


BAAAAM!


Xiao Shuxiang menghantam salah satu pilar di ruangan ini dengan keras, dirinya segera berguling saat pria yang dilawannya menggunakan cakarannnya.


Pilar tersebut meledak, bahkan terdapat lima goresan mengerikan di lantai. Xiao Shuxiang tidak dibiarkan bernapas, dirinya kembali di serang dengan tongkat panjang dan tendangan dari pria ini.


Xiao Shuxiang kini membalas, dengan sekali menghirup napas pelan.. Dirinya langsung menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang pria tersebut dengan tangan terkepal kuat.


BAAAM!


Pria ini menangkis serangan Xiao Shuxiang dengan tongkat besi tanpa membalikkan badan, dia mendengus pelan dan detik berikutnya menghilang.


!!


BAAAM!


Cahaya hitam dan emas saling berbenturan tanpa henti di ruangan yang besar ini. Beberapa pilar, lantai, termasuk tangga menjadi korban dari serangan nyasar keduanya.


Tidak ada satu pun penjaga atau pelayan di sekitar bangunan, andaikan ada.. Mereka pasti akan segera berlari menyelamatkan diri saat mendengar suara keras pertarungan Xiao Shuxiang dan lawannya.


BAAAM!


Salah satu dinding meledak akibat terkena tendangan Xiao Shuxiang, menciptakan lubang yang sangat besar. Dirinya menepuk pelan debu di kakinya dan kembali melesat.


BAAAM!


Tidak ada pembicaraan diantara kedua pria ini. Yang terdengar hanyalah suara debaman dan benturan dari kepalan tangan Xiao Shuxiang ketika beradu dengan senjata lawannya.


Mereka bertarung hampir sepuluh menit dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata. Pertarungan keduanya seperti ingin membunuh dan mencabik-cabik tubuh lawan, begitu sangat serius.


Hanya saja, Xiao Shuxiang yang lebih dulu kelelahan. Praktiknya terlalu rendah untuk mengikuti kecepatan lawannya dalam waktu lama, dan dirinya tahu pria yang dia lawan ini hanya mengeluarkan sepuluh persen kekuatannya saja.


!!


Mata lawan Xiao Shuxiang berkilat, dia menyeringai saat melihat peluang yang bagus. Sedetik berikutnya dia memberi serangan keras yang membuat Xiao Shuxiang merintih kesakitan.


!!


".. PAMAAN WU..! Kau Keterlaluan..!!"


Xiao Shuxiang mengusap-usap bokongnya yang terasa ngilu, kedua kakinya bahkan gemetar dan tak sanggup berdiri lagi, dirinya ambruk bersamaan dengan pecahnya suara tawa lawannya.


"Dasar Bocah Nakal..! Tidak semudah itu membuat keributan di wilayahku. Sekarang kekalahanmu adalah 989, angka yang lumayan..!"


Plak


"Aaargh! Kera Kurang Ajar..! Kekalahanku hanya 74! Tujuh Puluh Empat..! Ingatanku masih sangat baik, Paman Wu..! Aduuh.. Keperawanan bokongku..!"


Xiao Shuxiang merasakan tulang ekornya retak, dia berbaring sejenak sambil menunggu pemulihan tubuhnya. Meski dalam lima tarikan napas, tubuh Xiao Shuxiang kembali pulih.. Namun rasa ngilu pada bokongnya masih saja ada.


".. Kuharap bokongku tidak berdarah.." Xiao Shuxiang meniup-niup tangannya lalu mengusapkan pada bokongnya.


"Hmph, kenapa kau harus bangga dengan kekalahanmu itu, bahkan kelemahanmu masih saja di tempat yang sama.."


Plak!


"Aduuh! Paman..! Kau Sangat Keterlaluan..!"

__ADS_1


Wu Yu adalah Demonic Beast berwujud kera, dia merupakan penguasa dari Gunung Kaisar Hitam. Usianya bahkan lebih tua dari Lui Me Tian.


Xiao Shuxiang sangat akrab dengan Demonic Beast yang satu ini. Dikehidupan pertamanya, saat dirinya datang ke Dunia Demon, dia telah bertarung habis-habisan dengan Wu Yu.


Walau pada akhirnya dia tahu, Demonic Beast berwujud kera ini tidak pernah serius saat melawan dirinya.


Kenakalan Xiao Shuxiang banyak diajari oleh Wu Yu, mereka berdua bahkan sangat suka membuat keributan di wilayah lain di Dunia Demon.


Andai Wu Yu dapat pergi ke Dunia Manusia, pasti sudah lama kelima Benua gempar akan kehadirannya. Sayang, hanya Xiao Shuxiang yang dapat pergi ke Dunia Demon sesuka hati, dia sendiri tidak bisa membawa orang lain bersamanya.


Jurus Segel Darah, merupakan jurus yang dibuat Xiao Shuxiang secara tidak sengaja. Dia pernah membaca tentang kitab segel, dan eksperimennya membuat dia menciptakan jurus tersebut, yang mana berfungsi memindahkannya ke dunia lain.


"Sudah lama tidak bertemu bukannya berkelakuan baik, malah kau membuat keributan di tempat Adik Tian. Kau Bocah yang sangat nakal..!"


Wu Yu menarik telinga Xiao Shuxiang dan menyuruhnya berdiri, gara-gara tindakan anak ini.. Dirinya harus mendengar ceramahan dan omelan Lui Me Tian.


".. Dia mengatakan aku yang mengajarimu. Semua kesalahanmu, tapi kenapa aku yang menanggungnya..! Kau benar-benar kelewatan, Bocah..!"


"Aku minta maaf, Paman. Saat itu aku panik, mana kutahu Bibi Lui malah melampiaskan kemarahannya padamu. Tolong jangan tarik telingaku keras-keras, Paman.. Nanti terlepas.."


Wu Yu menghembuskan napas pelan dan melepaskan tangannya dari menarik telinga Xiao Shuxiang. Dirinya meski kesal, namun di satu sisi dia senang karena keponakan angkatnya kembali.


Sudah lama Xiao Shuxiang tidak pernah datang menjenguknya, dia menceritakan bahwa banyak generasi baru Demonic Beast yang tidak tahu nama keponakannya ini.


"Ayo, bicara di tempat lain.."


Wu Yu mengajak Xiao Shuxiang ke ruangan pribadinya yang ada dilantai atas, dia seakan tidak peduli dengan kondisi istananya yang rusak akibat pertarungannya tadi.


Xiao Shuxiang menceritakan sedikit tentang penyebab dirinya tak pernah datang ke Dunia Demon. Mendengarnya membuat Wu Yu tertawa, dia meledek keponakannya karena semakin lemah.


".. Kau memiliki akar yang banyak pada Dantianmu. Itu sangat bagus, anggap saja sebagai hukuman langit.."


Walau Xiao Shuxiang kesal saat Wu Yu menertawainya, namun dia juga merasa senang. Dantian Berakarnya kini bukan lagi kutukan, melainkan keberuntungan.


"Jadi, apa yang membuatmu datang kemari..? Sejak datang tadi, kulihat kau seperti menginginkan sesuatu.."


Xiao Shuxiang mengangguk, dia mulai menceritakan kondisi Tanah Batu dan tujuannya datang kemari.


".. Aku tidak keberatan meminjamkan tongkatku, tapi kau harus segera mengembalikannya setelah selesai membuat sumur, jangan pernah menundanya..!"


"Aku mengerti, Paman. Kau seperti tidak tahu Xiao Shuxiang saja.."


Tongkat Cincin Emas Penurut memiliki berat yang tidak biasa. Di Dunia Demon, hanya Wu Yu sajalah yang dapat mengangkat dan menggunakannya.


Sementara untuk kultivator, kemungkinan hanya Xiao Shuxiang yang bisa. Itu pun, dirinya hanya sanggup mengayungkannya selama tiga menit.


Dia segera menyimpan tongkat Wu Yu ke dalam Gelang Semestanya. Pamannya ini sangat suka berubah pikiran, dan sebelum hal itu terjadi, Xiao Shuxiang mengamankan lebih dahulu tongkat yang dipinjamnya dan meminta izin untuk segera pergi.


".. Aku sebenarnya masih ingin tinggal, hanya saja teman-temanku menunggu.."


Xiao Shuxiang mengatakan akan mengunjungi Lui Me Tian setelah urusannya selesai, sekalian mengembalikan senjata pamannya.


Wu Yu mengantar Xiao Shuxiang keluar, wajah keponakannya ini masih tetap sama, namun memiliki aura yang berbeda.


Keponakannya yang berjalan bersamanya ini tidak terlihat menakutkan seperti dahulu, dan dirinya merasa nyaman bicara dengan keponakannya yang sekarang daripada di masa lalu.


".. Kau sudah banyak berubah, Xiang'Er.."


Wu Yu menepuk-nepuk pelan punggung Xiao Shuxiang, dia berpesan agar tongkatnya jangan dipakai berbuat kerusakan di Dunia Manusia, dan keponakannya tersebut benar-benar harus memulangkannya.


"Iya, Paman. Kau sudah mengatakannya beberapa kali, aku benar-benar akan memulangkannya setelah pekerjaanku selesai di Tanah Batu. Jangan khawatir, kalau begitu aku pergi dulu.."


Setelah sampai di luar, tubuh Xiao Shuxiang segera dipenuhi cahaya putih dan kemudian menghilang.


Dirinya kembali muncul di tempat dia menggunakan Jurus Segel Darahnya. Xiao Shuxiang segera melesat pergi, dia menemui teman-temannya dan para kultivator.


Tidak disangka, dirinya pergi cukup lama. Hari sudah gelap saat dia datang dari Dunia Demon.


?!


Xiao Shuxiang melihat para kultivator dan teman-temannya sedang beristirahat sambil mengumpulkan tenaga kembali.


Tanpa membangunkan mereka, Xiao Shuxiang mulai melesatkan tongkat Wu Yu ke dalam lubang yang dibuat sebelumnya.


Salah satu ujung tongkat Wu Yu menembus tanah dengan cepat, ukurannya berubah setiap kali Xiao Shuxiang menekannya ke bawah.


!!


Qi Xuan merasakan tanah bergetar, bukan hanya dirinya.. Namun teman-temannya dan para kultivator juga merasakan hal yang sama. Mereka segera menghampiri asal dari getaran tersebut.


?!


Bulan tidak terlalu bersinar, namun cahaya dari cincin emas yang ada di ujung tongkat Wu Yu serta ukiran emasnya membuat para kultivator termasuk Jing Mi terkesan.


!!


Xiao Shuxiang segera menarik tongkat Wu Yu, yang dengan cepat berubah kembali menjadi kecil dan setinggi tubuhnya. Bersamaan dengan itu, air menyembur keluar bahkan sampai membasahi tubuh Xiao Shuxiang.


Tap


Xiao Shuxiang mengusap wajahnya pelan, tidak dia sangka menggunakan tongkat Wu Yu bisa begitu efektif.


"Saudara Xiao..?!"


Jing Mi, Qi Xuan, dan Hu Li menghampiri Xiao Shuxiang. Ketiganya baru selesai kagum dengan apa yang dilakukan oleh teman mereka ini.

__ADS_1


Jing Mi memuji Xiao Shuxiang, dia tidak bisa menahan rasa penasarannya saat melihat tongkat yang di pegang temannya.


"Kau dari mana saja, Saudaraku..? Datang seperti ini dengan senjata baru membuatku terkejut. Apa kau pergi ke makam kuno itu lagi..?"


"Saudara Jing, aku yakin semua harta di makam itu telah habis tak bersisa. Tidak perlu menanyakan senjata ini, anggap saja aku meminjamnya dari seseorang. Kalau kau sudah cukup beristirahat, ayo lanjut bekerja lagi."


Xiao Shuxiang menjadi bersemangat, dia mengajak teman-temannya untuk kembali bekerja.


Malam hari itu, semua warga desa termasuk Nie Shang yang sedang tidur merasakan tanah bergetar, namun mereka dibandingkan terbangun.. Malah semakin tertidur pulas.


Tidak hanya satu sumur, Xiao Shuxiang membuat sumur lainnya. Dan dengan rancangan yang dibuat Qi Xuan bersama kultivator lainnnya.. Xiao Shuxiang membuat lubang besar sedalam 15 meter.


Lubang ini nantinya akan diisi dengan tanah sebagai tempat bercocok tanam para warga Tanah Batu.


Jika dilihat dari atas, lubang ini hampir seukuran danau besar.


"Saudara Xiao, aku rasa kita butuh beberapa lagi.."


"Saudara Xuan, istirahat sebentar. Aku butuh tenaga lebih untuk menggunakan benda ini.."


Qi Xuan terbatuk pelan, dia lupa Xiao Shuxiang yang lebih banyak bekerja dengan menggunakan pusaka tidak biasanya itu.


".. Beristirahatlah, Saudara Xiao. Aku akan mengurus yang lainnya.."


Xiao Shuxiang mengangguk, dia lalu duduk bersila dengan di temani oleh tongkat Wu Yu, yang berdiri sendiri di sampingnya.


"Kau sangat berat,"


Tongkat Wu Yu nampak bersinar, dia menyenggol-nyenggol lengan kiri Xiao Shuxiang, antara meminta pemuda ini kembali bekerja atau memulangkannya ke Dunia Demon.


"Tunggu sebentar, aku masih butuh mengumpulkan tenaga. Kau itu sangat berat dan aku tidak memiliki tenaga sebanyak Paman Wu,"


?!


Xiao Shuxiang terus didesak oleh tongkat Wu Yu, dia mengatakan untuk diberi waktu satu menit lagi. Rancangan yang dibuat Qi Xuan terdapat gambar hutan di dalamnya, jelas Xiao Shuxiang harus membuat lubang yang lebih besar lagi.


Dia kembali bekerja setelah waktu istirahatnya berakhir. Qi Xuan dan Hu Li melesat pergi, tujuan keduanya adalah tempat dengan hutan yang lebat.


Kecepatan terbang Qi Xuan dan Hu Li jauh lebih baik dari para pendekar serta Jing Mi. Mereka bisa menempuh perjalanan dari pemukiman warga Tanah Batu dua setengah hari dengan kecepatan yang tinggi.


Saat kembali, Xiao Shuxiang terkejut melihat Hu Li dan Qi Xuan membawa pohon berukuran sedang yang seakan habis dicabut beserta akarnya.


"Kalian berdua.."


"Akan butuh waktu lama memindahkan beberapa pohon untuk di tanam kembali. Apalagi kantong penyimpanan Hu Li terlalu sempit menampung banyak tanah.."


Qi Xuan tidak memiliki Cincin Spasial yang luas, dan dirinya lupa mengambil kembali kantong penyimpananya dari Xiao Shuxuang karena terlalu buru-buru pergi. Sekarang yang bisa dia dan Hu Li bawa hanyalah dua batang pohon.


"Haaah.. Berikan tanganmu,"


Xiao Shuxiang meminta Qi Xuan mengulurkan tangannya. Saat dirinya memegang tangan kanan saudaranya, sebuah tulisan emas bergerak dari lengan, terus turun, dan berpindah ke tangan Qi Xuan.


!!


"Apa ini, Saudara Xiao..?!" Qi Xuan merasakan lengan kanannya menghangat, dia mendengar penjelasan singkat Xiao Shuxiang dan itu membuatnya terkejut.


"Saudara Xiao, kau mempunyai pusaka yang mengerikan.."


"Begitulah, sebaiknya cepat lakukan tugasmu. Dengan begini, kau bisa membawa banyak barang.."


Xiao Shuxiang tanpa ragu meminjamkan Gelang Semestanya pada Qi Xuan. Dia sama sekali tidak takut pemuda ini membawa kabur pusaka berharganya, karena dirinya yakin Qi Xuan tidak dapat lari.


Qi Xuan dan Hu Li kembali melesat pergi setelah berpamitan dengan Xiao Shuxiang. Lubang dan sumur semua telah siap, tinggal mengisi lubang tersebut dengan tanah.


Sambil menunggu Qi Xuan dan Hu Li.. Xiao Shuxiang berbincang-bincang dengan para pendekar dan warga Tanah Batu.


Qi Xuan dan Hu Li baru kembali setelah enam hari, terlalu lama dari yang biasanya sebab mereka pergi ke tempat yang lain.


!!


Dengan sekali kibasan Qi Xuan, semua lubang yang memiliki kedalaman berbeda-beda kini diisi oleh tanah beserta pepohonannya.


Jing Mi, Nie Shang, dan warga Tanah Batu yang melihat ini terpukau sampai tak dapat berkata apa-apa. Mereka tercengang sekaligus terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


Saking tak percayanya, beberapa warga Tanah Batu mengosok-gosok pelan mata mereka beberapa kali, bahkan ada juga yang mencubit keras pipinya sendiri.


Kesembilan pendekar dari berbagai sekte langsung memandangi Qi Xuan. Yang mengagetkan adalah.. Pemuda tersebut mampu mengeluarkan tanah berbukit, entah dimana dia mendapatkannya.


"Kalian benar-benar keren, sangat luar biasa..! Tapi hutan mana yang kalian boyong kemari..?"


"Saudara Xiao, ini tidak akan selesai tanpa bantuanmu. Jangan tanyakan hutannya, kami mengambil di beberapa tempat.."


Hu Li mengeluarkan sepuluh karung benih, terdiri dari benih sayuran dan tanaman pokok lainnya. Mereka bersama-sama membantu warga Tanah Batu untuk mencoba menanam benih tersebut di tanah lapang.


Keinginan para kultivator, Jing Mi, Nie Shang, dan Qi Xuan membantu warga Tanah Batu benar-benar kuat. Tidak ada yang terlewat, bahkan mereka berencana tinggal lebih lama sampai benih tersebut mulai tumbuh.


Hu Li dan Xiao Shuxiang sebenarnya tak berniat serius membantu, namun keduanya menikmati melakukan pekerjaan ini.


Ada sesuatu yang Xiao Shuxiang dan Hu Li dapatkan, salah satunya adalah mereka semakin akrab dengan orang-orang yang sama sekali tidak mereka kenali.


"Aku rasa.. Ini kehidupan biasa manusia.." Hu Li mengatakan dirinya tidak pernah merasa setenang ini, dunia para pendekar terlalu banyak persaingan, mereka setiap hari selalu dipenuhi pertumpahan darah.


".. Bagaimana menurutmu, Tuan Muda?"


"Hmm, kupikir bagus juga. Tapi aku belum mau pensiun menjadi kultivator, ayo lanjutkan pekerjaanmu.."

__ADS_1


***


__ADS_2