
Perbaikan gencar dilakukan di Sekte Pagoda Langit, tidak sedikit orang yang sibuk mengurus segala keperluan yang dibutuhkan menjelang pernikahan Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu.
Kabar mengenai Koki Alkemis itu akan menikah juga sudah tersebar hampir di seluruh tempat di Benua Timur. Ro Wei dan Bao Yu yang ada di Sekte Kupu-Kupu misalnya, kedua saudara seperguruan Xiao Shuxiang itu nampak semangat menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan dalam acara pernikahan nanti.
Di tempat lain, Zhou Yan memang sudah lama mendengar kabar angin bahwa Xiao Shuxiang akan menikah dengan Ling Qing Zhu, tetapi dirinya tidak percaya sebab anak nakal itu terlihat bukanlah tipekal orang yang mau mengikat hubungan seperti pernikahan.
Baru setelah Yang Hao datang sendiri kepadanya-lah hingga dia bisa percaya bahwa cerita itu benar. Tentu saja ini sangat mengejutkan.
".. Aku sebenarnya kurang setuju Xiao'Er menikah dengan gadis yang ada di Benua Lain. Gadis-gadis di benua ini juga tidak kalah cantik, tapi yah.. Dia memang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri,"
Zhou Yan meletakkan sebuah cawan yang terbuat dari giok putih tepat di hadapan Yang Hao, dia terlihat masih memakai cadar tebalnya.
"Ibunya dan aku juga tidak percaya. Selama ini Xiao'Er tidak pernah terlihat memiliki hubungan istimewa dengan seorang gadis, bahkan jika dia terlihat bersama Wen'Er--mereka berdua hanya seperti saudara biasa.."
Yang Hao meminum teh hijau yang disajikan Zhou Yan dan lalu melanjutkan ucapannya. Dia berkata bahwa dibanding dengan seorang gadis--putranya jauh lebih dekat dengan Lan Guan Zhi.
Zhou Yan baru saja ingin meminum teh di cawan giok miliknya, namun dia berhenti kala mendengar ucapan ayah dari Xiao Shuxiang barusan. Dirinya lantas menatap mata pria berwajah tegas ini dan lalu mengembuskan napas pelan.
Andai saja dia tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, kemungkinan Zhou Yan akan bingung mengenai sifat bocah itu yang tidak sama seperti pria di depannya.
Zhou Yan mendengus pelan, dia tersenyum tipis di balik cadar tebalnya, "Aku juga tidak pernah melihatnya menghabiskan banyak waktu dengan seorang gadis kecuali bersama saudara seperguruannya sendiri. Dan selama yang kuperhatikan, dia selalu menyulitkan Ling Qing Zhu.."
Xiao Shuxiang memang luar biasa. Dengan bakatnya yang dapat memunculkan Cermin Pemindah, Yang Hao bisa dengan mudah pergi dari Benua Tengah ke Benua Timur hanya dalam satu langkah.
Dia bahkan dapat mempertahankan Cermin Pemindahnya untuk tidak cepat menghilang di saat dirinya sedang menikmati waktu tenang bersama teman-temannya.
Cara Xiao Shuxiang memunculkan Cermin Pemindah sangat sederhana, dia hanya memberikan beberapa kertas pada Hu Li dan meminta temannya itu untuk pergi memecahkan masalah yang dialami keluarganya dengan keluarga Ling Qing Zhu.
Di Benua Utara sendiri, Kaisar Salju Putih telah selesai menyebarkan undangan pernikahan pada seluruh rakyatnya.
Kebahagiaan memang terlihat pada wajah Sang Kaisar, Yang Chai Jidan, ayah dari Yang Shu.
Baru-baru ini, salah satu cicitnya melahirkan seorang pangeran, kemudian kebahagiaan bertambah dengan kedatangan dua orang putra yang sudah lama dirindukannya--dan sekarang, cucu dari putranya akan menikah.
["... 私の人生で今日ほど良い日はありませんでした...コウスケ。"]
["... Watashinojinsei de kyō hodo yoi hi wa arimasendeshita... Kōsuke."]
".. Tidak pernah ada hari yang lebih baik dalam hidupku selain hari ini ... Kosuke."
Yang Chai Jidan menenggak pelan secawan arak yang sebelumnya dituangkan oleh seorang pria yang tak lain merupakan penasehatnya sendiri. Arak dengan aroma lembut dan rasanya yang ringan tersebut merupakan arak terbaik pemberian Zhi Shu dan Hai Feng.
Kosuke, pria yang nampak berusia 40 Tahun dan merupakan salah seorang kepercayaan Yang Chai Jidan ini memiliki paras wajah tegas, berwibawa, namun mempunyai tatapan mata yang lembut. Dia seorang samurai dan sekaligus salah satu pelatih pedang para pangeran.
["Xiao Shuxiang についてたくさん聞いた.."]
["Xiao Shuxiang ni tsuite takusan kiita.."]
"Saya mendengar banyak tentang Xiao Shuxiang.."
Kosuke kembali menuangkan arak pada cawan kosong Yang Chai Jidan, dia mengatakan jika berita tentang 'Xiao Shuxiang' yang dia dengar merupakan orang yang sama dengan cicit Kaisar Salju Putih, maka Yang Chai Jidan akan sangat beruntung.
["... その青年は才能のある若い錬金術師であり、東大陸の英雄でもありました。 彼の名前は破壊の星に似ていますが、彼のヒーローのおかげで彼は新しい星になることができます...ガーディアンスター。"]
["... Sono seinen wa sainō no aru wakai renkinjutsu-shideari, tōtairiku no eiyū demo arimashita. Kare no namae wa hakai no hoshi ni nite imasuga, kare no hīrō no okage de kare wa atarashī hoshi ni naru koto ga dekimasu... Gādiansutā."]
"... Pemuda itu adalah alkemis muda berbakat dan pahlawan benua timur. Namanya mirip dengan Sang Bintang Penghancur, tapi berkat kepahlawanannya dia bisa menjadi bintang yang baru ... Sang Bintang Pelindung."
Yang Chai Jidan tersenyum, dia menatap pria di depannya dan mengatakan bahwa pemuda yang sedang diceritakan barusan tidak lain adalah cicitnya, yakni Xiao Shuxiang.
Awalnya, dia memang cukup terkejut dan sangat tidak menyangka bila cicitnya itu merupakan pahlawan dari sebuah benua. Identitas Xiao Shuxiang yang merupakan Alkemis saja sudah sangat membanggakan, apalagi saat dia mendapat pengakuan dari warga di Benua Timur sebagai sosok pahlawan.
["あなたが先に彼の名前を言った若い男は確かに私の曾孫です。"]
["Anata ga sakini kare no namae o itta wakai otoko wa tashika ni watashi no himagodesu."]
"Pria muda yang kau sebutkan namanya tadi tentu saja merupakan cicitku."
Yang Chai Jidan begitu bangga kala dia mengatakannya. Baginya, Xiao Shuxiang adalah sosok yang merupakan harapan baru bagi masyarakat di kekaisaran miliknya.
*
__ADS_1
*
Yi Wen berjalan sambil sesekali menghentakkan kakinya. Dia menyilangkan tangan dengan wajah yang terlihat ditekuk, pipinya menggelembung dan tatapan matanya nampak begitu kesal.
Jing Mi, Hou Yong, dan Hai Feng mengembuskan napas pelan sambil menggeleng. Ketiganya memperhatikan tingkah Yi Wen karena saudara seperguruannya ini terlihat cemburu akan sesuatu.
"Haaah.." Bocah Pengemis Gila menghela napas panjang, ".. Memang menyebalkan jika berjalan di belakang sepasang kekasih. Kita malah terlihat seperti pembasmi nyamuk di sini,"
Yi Wen mendengarnya, dia memperlihatkan tatapan kesalnya pada pemuda cerewet yang berjalan di sampingnya ini, "Aku bukan dirimu. Saudaraku sekarang sangat dekat dengan Nona Ling, bagaimana bisa aku tidak cemburu."
Xiao Shuxiang menoleh ke belakang saat mendengar ucapan Yi Wen barusan. Dia memang saat ini berjalan bersama teman-temannya, namun dirinya lebih beriringan dengan Ling Qing Zhu.
"Yi Wen, bukankah kau pernah bilang sudah merelakan dan mendukungku bersama Kucing Putih? Ke mana perginya Yi Wen yang itu?"
"Saudara Xiao, kau jangan meledekku. Lihat dirimu, kau sebentar lagi akan mempunyai pasangan hidup, sementara aku? Aku juga ingin pasangan sepertimu.." Yi Wen memanyunkan bibirnya, dia lalu menatap penuh harap pada Xiao Shuxiang dan kembali melanjutkan ucapannya.
".. Saudaraku, apa kau tidak bisa menikahi lebih dari satu gadis? Aku rela jadi yang kedua, sungguh!"
"Yi Wen, sudah kubilang aku pantang menikah dengan saudara seperguruanku. Dan untuk apa kau mau jadi yang kedua? Masih banyak bujangan di luar sana, Bocah Pengemis Gila salah satunya."
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut, "Hei!
Kenapa kau melibatkan aku?! Kau jelas tahu aku lebih suka laki-laki daripada perempuan. Gadis berdada besar ini bahkan tidak pernah ada dalam bayanganku. Melihatnya saja membuatku merinding.."
Yi Wen menatap tidak suka pada pemuda di sampingnya, ingin sekali dia menarik keras telinga Bocah Pengemis Gila dan kemudian menebasnya. Sungguh, pemuda ini dari ujung kaki hingga kepala nampak sangat menyebalkan.
"Kau tahu Bocah Pengemis Gila, aku ingin sekali mencongkel matamu dan kemudian menjadikannya sup. Aku juga ingin mengulitimu hidup-hidup, mengeluarkan setiap tulangmu dan memberikannya pada hewan liar yang kutemui di jalan..! Ini sebagai bukti bahwa aku benar-benar tidak suka melihatmu,"
"Lalu apa kau pikir aku suka melihatmu?"
"Hei," Jing Mi menyela kedua temannya saat dia merasa keadaan antara Bocah Pengemis Gila dengan Yi Wen mulai memanas, "Kita semua saudara, jadi jangan bertengkar. Kalian berdua selalu seperti ini saat bertemu, tidak bisakah kalian akrab-akrab saja?"
Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila malah menjawab Jing Mi dengan kompak menyalahkan Xiao Shuxiang. Pemuda yang berjalan di antara Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu tersebutlah yang mulai duluan.
".. Jika saja dia tidak melibatkanku, ini semua tidak akan terjadi,"
Xiao Shuxiang mendengus dan sekilas menoleh ke belakang untuk melihat Bocah Pengemis Gila, "Bagus sekali, sepertinya di wajahku ini punya tulisan, 'target untuk disalahkan'.."
"Haaah.. Kapan kami bisa saling mengenal satu sama lain jika bocah-bocah ini terus mengekor di belakang? Haiih.. Menyebalkan." Xiao Shuxiang meniup rambut poni depannya, dia bahkan tidak berpegangan tangan dengan Kucing Putihnya karena teman-temannya selalu menganggu.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi tidak banyak bicara dan lebih memilih menggendong Lan Xiao. Saat ini, dia fokus menyesuaikan diri dengan tubuh barunya.
Perawakan Lan Guan Zhi masih sama, bahkan ukuran tubuh, tinggi, dan beratnya. Namun yang berbeda adalah dia cukup kesulitan merasakan Qi, menyerapnya, apalagi merasakan setiap aliran darahnya. Kakinya bahkan masih serasa mengambang kala melangkah.
Terkadang juga, Lan Guan Zhi kesulitan mendengar dan kadang mampu mendengar banyak hal. Walau demikian, dia tidak mengatakan apa-apa mengenai keadaannya ini pada teman-temannya termasuk Xiao Shuxiang.
Untuk Ling Qing Zhu, dia tahu ada yang tidak beres pada Tuan Muda Lan. Sejak makan bersama-sama tadi, pemuda tampan berpita dahi itu tidak banyak bicara apalagi memperhatikan saat Xiao Shuxiang berbincang dengan Bocah Pengemis Gila, Yi Wen, dan yang lainnya.
Padahal selama ini, perhatian Lan Guan Zhi selalu tertuju pada Wali Pelindungnya. Jadi sedikit pergerakan berbeda dari pemuda itu, tentu dapat diketahui olehnya.
Xiao Shuxiang sendiri juga bukan orang yang tidak peka, sejak awal dia sudah tahu ada perubahan pada teman baiknya. Lan Guan Zhi seperti orang yang baru, asing, namun entah mengapa dia seolah nyaman dengan perasaan ini.
Seakan-akan, dia berjalan bersama teman akrabnya di masa lalu. Rasanya.. Zhou Yuan dan Shouxing ada di sini.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil bergumam pelan, dia merasa benar-benar lemah. Tangannya perlahan terkepal kuat walau raut wajahnya masih tidak berubah.
Dihampiri rasa penyesalan dari masa lalu merupakan bukti kelemahan dan Xiao Shuxiang membencinya. Dia bukanlah tipekal orang yang mudah menyesal, jadi datangnya perasaan semacam itu akan sangat tidak mengenakkan sampai memancing emosi.
"Ada apa?"
!
Suara dari Ling Qing Zhu membuat Xiao Shuxiang tersentak. Dia segera menoleh dan sejenak menatap gadis di sampingnya sebelum berujar pelan bahwa dirinya tidak suka bila teman-temannya ada di sini.
".. Bukannya aku membenci mereka, tapi aku dan kau harusnya punya waktu bersama tanpa gangguan. Maksudku berjalan-jalan seperti ini harusnya hanya aku dan dirimu,"
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya sambil mengembuskan napas, dia merasa mempunyai teman-teman yang kurang peka dalam situasi semacam ini.
Awalnya, Xiao Shuxiang menganggap bahwa setelah makan bersama sambil berbincang-bincang, dirinya dan Ling Qing Zhu akan ditinggal berdua. Namun rupanya, justru tidak demikian.
__ADS_1
Lan Guan Zhi sebenarnya cukup sadar bahwa teman baiknya menginginkan waktu khusus hanya dengan Nona Ling. Awalnya dia berniat pergi dengan alasan ada pekerjaan yang sedang menunggu, tetapi Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila mendesaknya untuk tetap tinggal.
Akhirnya, di sinilah dia. Terjebak bersama orang-orang yang kurang peka terhadap keinginan dari Xiao Shuxiang, padahal raut wajah yang diperlihatkan oleh teman baiknya tersebut mudah sekali dibaca.
Di saat Lan Guan Zhi hendak bicara, terdengar seruan dari salah satu murid Sekte Pagoda Langit yang memanggil Ling Qing Zhu. Murid laki-laki yang nampak berusia 15 Tahun itu mencari Nona Ling atas dasar perintah dari Ling Chu Zhen.
Yi Wen dan teman-temannya jelas merasa heran, mereka serentak menoleh ke arah Ling Qing Zhu dan seakan menunggu jawaban dari gadis itu.
"Nona Ling, kau tidak akan pergi kan? Kita harus ke Penginapan Seribu Tahun," Yi Wen sudah mengatur semua jadwal yang akan dia lakukan bersama teman-temannya hari ini.
Jadwal tersebut sudah tersusun dengan rapi mulai dari matahari terbit sampai tengah malam. Dirinya tentu dibantu oleh Jing Mi, Zhi Shu, dan Hou Yong. Mereka semua semangat mengatur rencana untuk menghabiskan banyak waktu dengan Xiao Shuxiang sebelum saudara seperguruan mereka itu dimiliki sepenuhnya oleh Nona Ling.
"Sepertinya rencana ke penginapan kita lakukan lain kali saja.." Xiao Shuxiang merentangkan tangannya dan berkata butuh istirahat sekarang.
Meski terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya Xiao Shuxiang cukup banyak kehilangan tenaga. Saat ini dua Cemin Pemindahnya yang berukuran besar tengah dipakai dan butuh konsentrasi yang tinggi untuk tetap mempertahankannya.
"Lan Xiao juga terlihat sangat mengantuk, dia membantu banyak pekerja seharian ini.." Jing Mi bisa melihat Harimau Bulan yang berada di samping Lan Guan Zhi berusaha untuk tetap terjaga, tingkahnya yang melawan rasa kantuk itu nampak menggemaskan.
Yi Wen akhirnya menyerah, dia memang sudah keterlaluan jika mengatur banyak jadwal bersama teman-temannya tanpa ada jeda istirahat. Dia lupa bahwa teman-temannya mempunyai kesibukan mereka masing-masing.
"Baiklah kalau begitu.. Kita ke tempat Nie Shang lain kali saja. Tuan Muda Lan, kau juga sebaiknya pergi dan beristirahatlah. Sejak tadi kuperhatikan kau nampak kurang sehat."
Yi Wen sebenarnya sedikit keberatan, namun biar bagaimanapun dia tidak bisa memaksakan kehendak pada teman-temannya. Lagipula, bila dipikirkan lagi--dia baru ingat sudah mempunyai jadwal kegiatan lain hari ini.
"Qian Kun tidak melakukan gerakan akhir-akhir ini, dan mustahil berita pernikahan Saudaraku tidak didengarnya. Aku yakin orang itu pasti merencakan sesuatu yang tentunya tidak akan kubiarkan,"
Yi Wen tersadar saat Ling Qing Zhu pamit untuk pergi. Hou Yong, Jing Mi, dan Hai Feng juga demikan. Lan Guan Zhi sendiri berniat kembali ke kamarnya disusul oleh Bocah Pengemis Gila.
"Yi Wen, aku akan istirahat di kamarku. Kau sendiri bagaimana?" Xiao Shuxiang bertanya saat melihat teman baiknya sudah berjalan jauh.
"Aku.. Rencananya aku akan menemui Kakak Lu,"
"Mm, benarkah? Sayang sekali, padahal aku ingin berendam hari ini.."
!!
Yi Wen berkedip, "Saudara Xiao? Kau ingin aku menggosok punggungmu?"
"Mn? Kau ternyata peka sekali. Ayo ikuti aku."
!!
Yi Wen tidak akan percaya andai tak mendengarnya. Dia berseru kegirangan dan dengan penuh semangat mengikuti Xiao Shuxiang dari belakang.
"Sudah lama aku tidak menggosok punggungmu, ini benar-benar mendebarkan!" Yi Wen meraih lengan Xiao Shuxiang dan merangkulnya erat.
"Saudara Xiao, aku juga bisa melakukan yang lain selain menggosok punggungmu~ Kau tahu, aku ahli dalam melakukan pijatan,"
"Tidak perlu. Aku hanya membutuhkan satu keahlianmu. Lagipula, nanti ada Kucing Putih yang memijatku.."
"Mm.. Kau yakin akan menikah dengannya? Kau tidak terlihat seperti orang yang jatuh cinta pada Nona Ling.." Yi Wen tidak melihat ada rasa semacam itu pada mata pemuda yang dia rangkul ini.
".. Kau tahu, Saudara Xiao. Hanya mereka yang saling mencintai yang dapat menikah. Hubungan sakral semacam itu mustahil dijalani tanpa rasa cinta, dua hati kemungkinan bisa saling melukai.."
Xiao Shuxiang mendengus sambil tersenyum tipis, "Aku bisa menghentikan pernikahan ini jika mau, Yi Wen. Kau pikir aturan Sekte Pagoda Langit akan kupatuhi begitu saja? Itu jelas mustahil. Hanya saja, aku memang ingin menikah."
"Saudara Xiao, lalu bagaimana dengan Nona Ling? Dia tidak terlihat suka padamu,"
"Menurutku dia menyukaiku,"
"Tidak mungkin,"
"Tidak percaya ya sudah. tapi aku yakin Kucing Putih suka padaku,"
"Itu mustahil Saudara Xiao!"
***
-
-
__ADS_1
Catatan Penulis :
Arigatou Gozaimasu karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. ( ´ ▽ ` )ノ Dua hari lagi merupakan hari kepulangan Penulis dari daerah pedalaman. Terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini, serta pengertian teman-teman yang tidak menuntut banyak dari Dasha. Sampai jumpa lagi di chapter berikutnya!(⌒▽⌒)