
Hu Li dan O Zhan menunggu sampai Xiao Shuxiang naik kembali ke permukaan. Keduanya bertugas menjaga tempat ini tetap aman.
Bila hanya dilihat sekilas tempat ini mirip seperti Danau Beku, tetapi akan sangat berbeda jika diperhatikan dari atas.
Ketika berada di Dunia para Siren, Xiao Shuxiang telah diberitahu bahwa cucu dari Penatua Da Lin terperangkap di kedalaman lautan. Dilihat dari atas.. Danau ini memang terhubung dengan laut, para Siren memberinya nama Lumbung Rumput Beku.
Untuk manusia biasa, menyelam hingga kedalaman 10 meter.. Gendang telinganya mulai sakit. 20 meter, paru-paru terisi udara juga mulai terasa sakit karena tekanan air.
Dan ketika 50 meter tercapai, bahkan jika kapasitas paru-paru seorang manusia cukup besar untuk mendukungnya melanjutkan penyelaman dan kembali, ketika nitrogen dalam paru-paru dibawah tekanan.. Itu akan hancur menjadi darah hingga menyebabkannya mengalami halusinasi.
Xiao Shuxiang merasakannya, apalagi itu diperparah dengan suhu air yang begitu dingin, sangat menusuk sampai ke dalam tulang. Dia baru memakai Qi untuk membantunya bernapas saat dirinya sudah hampir mencapai batas.
Selain dari suara detak jantungnya, Xiao Shuxiang tidak mendengar suara apapun lagi. Laut sebenarnya adalah Dunia yang paling tidak ingin Xiao Shuxiang jelajahi.
Dia tidak pernah takut gelap, namun dirinya sedikit takut dengan kesunyian. Hanya Xiao Shuxiang yang tahu ini, dan kelemahannya tersebut akan tetap dia rahasiakan.
Di air yang begitu dingin rupanya dihuni oleh hewan laut, salah satunya merupakan ubur-ubur kecil yang mengeluarkan cahaya putih kebiruan di tubuhnya. Binatang tersebut seakan telah terbiasa dengan suhu air di tempat ini.
Selain ubur-ubur, ada juga gundukan es berwarna putih kebiruan, nampak bercahaya. Sesekali potongan es kecil terjatuh, beberapa menyentuh bahu dan punggung Xiao Shuxiang.
Dirinya terus menyelam sambil sesekali melihat ke arah gundukan es di dekatnya, karena mungkin saja orang yang dia cari ada di salah satu gundukan es ini.
Xiao Shuxiang terlalu fokus mencari hingga tidak menyadari ada sesuatu yang diam-diam memperhatikannya.
...
"Rasanya aneh.. Apa mungkin bukan di sini?"
Xiao Shuxiang sudah menyelam begitu dalam, dia bahkan tidak tahu lagi ini di kedalaman keberapa, dirinya sudah memutari beberapa gundukan es bahkan secara sengaja memberikan tinjuan pada gundukan tersebut.
Hu Li yang berada di atas merasakan getaran pada es yang dirinya pijak. Dia tahu Xiao Shuxiang adalah pelakunya dan semoga saja Tuan Mudanya itu tidak mengacau di bawah sana.
Apa yang tersembunyi di kedalaman laut dan terus mengawasi Xiao Shuxiang merupakan binatang bertentakel, tubuhnya hitam dan besar, matanya nampak berwarna merah.
Salah satu tentakelnya perlahan naik, ujungnya mulai membentuk lingkaran dan seakan dia menargetkan kaki kiri manusia yang telah berani mengganggu wilayah kekuasaannya.
!!
Xiao Shuxiang berhenti ketika apa yang dia cari telah ditemukan. Jauh di dalam es beku--Terlihat sesosok manusia berambut pendek berwarna hitam, tubuhnya polos dengan posisi meringkuk, matanya terpejam dan seakan tengah tertidur lelap.
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, manusia bertubuh polos yang terperangkap di dalam es di depannya merupakan anak kecil berusia sekitar 10 Tahun. Padahal dalam bayangannya--dia akan menolong gadis berambut panjang, berusia matang dan layak untuk dijadikan pasangan kultivasi.
"Apa aku salah tempat?"
Xiao Shuxiang mencoba mencari di gundukan es yang lain, tetapi memang hanya gundukan di depannya ini yang memerangkap seorang manusia.
"Wajahnya terlihat manis, tetapi jika kuperhatikan.. Dia nampak seperti bocah laki-laki. Tapi bukankah keturunan Tua Bangka itu adalah seorang gadis?! Jadi mana mungkin anak ini-!!"
Ketika sedang berpikir, mendadak kaki kiri Xiao Shuxiang dililit sesuatu yang kenyal, berlendir, dan lengket.
Dia terkejut saat ditarik ke bawah dengan cepat, segera Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng, menariknya dari sarung dan kemudian menyerang apapun yang melilit kaki kirinya.
Xiao Shuxiang cukup kesulitan bertarung di air, namun karena Yīng xióng merupakan pedang yang tajam--dia akhirnya dapat membebaskan kakinya.
Darah merah terlihat menyatu dengan air ketika Xiao Shuxiang menebas tentakel tersebut. Hanya saja, dua tentakel lainnya kembali melilit kaki dan juga tangannya yang memegang Yīng xióng.
!!
Xiao Shuxiang ditarik semakin ke bawah, tentakel lainnya kembali melilit tubuhnya dan rasanya begitu geli sekaligus menjijikkan.
"Apa ini cumi-cumi?" Xiao Shuxiang bertanya pada dirinya sendiri, dan perasaannya mengatakan bahwa dibanding dengan cumi-cumi.. Ini lebih mengarah kepada Gurita Besar.
!!
__ADS_1
"Hei! Kau melilit bagian mana?! Dasar binatang mesum..!"
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya saat terkejut karena salah satu tentakel gurita terasa naik ke paha sebelah kanannya.
Hakama yang dia pakai tentu saja besar dan ini jelas bukan salah Sang Gurita. Namun Xiao Shuxiang sudah menganggapnya sebagai pelecahan, dia yakin binatang bertentakel delapan ini adalah betina dan sepertinya sedang di masa kawin.
Tentakel gurita mulai terpisah-pisah, kesucian paha kanan Xiao Shuxiang akhirnya dapat diselamatkan. Dia lalu mengayunkan Yīng xióng sekuat tenaga, bahkan sampai dapat menciptakan lima buah tebasan secara sekaligus.
Hu Li dan O Zhan yang berada di permukaan tersentak ketika air di depan mereka bergerak secara tidak wajar, apalagi keduanya memperhatikan ada sedikit warna kemerahan pada air tersebut yang keduanya yakini adalah darah.
Hu Li mengkhawatirkan Tuan Mudanya, dia merasa sesuatu telah terjadi di dalam air dan kemungkinan membahayakan Tuannya.
"O Zhan, kau tetap di sini. Aku akan memeriksa keadaan Tuan,"
Pii..!
Hu Li menceburkan diri ke dalam air, perasaannya sangat tidak enak. Dia terkejut ketika sebuah potongan daging muncul dari bawah, melihatnya membuat Hu Li tahu bahwa itu adalah tentakel binatang.
Semakin menyelam tidak membuat penglihatan Hu Li menjadi gelap, ini dikarenakan air diterangi cahaya dari ubur-ubur dan juga gundukan es berwarna putih kebiruan.
Hu Li bisa dibilang lebih terbiasa dengan laut dibandingkan dengan Xiao Shuxiang. Dia bisa sampai ke tempat Tuannya hanya dalam waktu kurang dari dua jam.
Pengalaman pahit di masa lalu telah membuat Hu Li menjadi satu-satunya rubah yang dapat menyelam serta bergerak lincah di dalam air.
!!
Hu Li melihat Tuan Mudanya sedang bertarung dengan delapan tentakel gurita yang besarnya hampir mirip sebuah pilar. Ketika satu tentakel berhasil di tebas, tentakel tersebut tumbuh kembali dan akan lebih panjang dari sebelumnya.
Xiao Shuxiang berusaha mengendalikan gurita yang besarnya hampir mendekati sebuah kapal berukuran besar dengan Teknik Pengendalian Darah miliknya, namun ternyata dia hanya bisa mengendalikannya beberapa detik saja.
Gurita Besar yang ternyata adalah Demonic Beast berusia 4000 Tahun ini merupakan lawan tersulit Xiao Shuxiang. Hal yang wajar sebab dirinya baru pertama kali melakukan pertarungan di dalam air.
"Tuan Muda Xiao..!"
Hu Li terkejut ketika Xiao Shuxiang menghantam salah satu gundukan es yang besar dan cukup tajam. Tuan Mudanya terkena serangan dari salah satu tentakel Gurita.
Hu Li mengumpulkan Qi pada kepalan tangan kanannya dan menyerang tentakel gurita yang ingin menangkap Tuan Mudanya. Kedatangannya membantu Xiao Shuxiang untuk lebih mudah bergerak.
Dia mengalirkan Qi pada Yīng xióng dan ternyata diterima. Pedangnya mengeluarkan cahaya redup kemerahan dan lalu bergetar, berikutnya Xiao Shuxiang melesat seakan ditarik oleh Yīng xióng.
"Makhluk menyebalkan, ini balasan karena kau berani berbuat tidak senonoh padaku..!"
Xiao Shuxiang menebas setiap tentakel yang menghalangi jalannya menuju ke arah tubuh berbentuk kepala besar Sang Gurita, Dia bisa mendengar Demonic Beast tersebut mengeluarkan suara erangan yang mengerikan.
Yīng xióng memang menerima Qi miliknya, tetapi pedang tersebut tidak mau mengeluarkan racun untuk mengubah gurita ini menjadi gumpalan daging busuk. Kemungkinan Yīng xióng ingin Xiao Shuxiang bisa bertarung tanpa mengandalkan racunnya.
Xiao Shuxiang menggertakkan gigi saat menebas tubuh Gurita, dia belum sempat melakukannya lebih dalam namun binatang ini menyemburkan tinta hitam yang membuatnya kesulitan.
Dua tentakel menyerang secara brutal dan tepat mengenai Xiao Shuxiang, dia terpental namun sebelum menghantam gundukan es yang tajam--sebuah Cermin Pemindah terbentuk di belakangnya.
Xiao Shuxiang terhantam masuk ke dalam cermin itu, dia menghilang dan kembali muncul tepat di bawah tubuh Gurita Besar.
Dengan gerakan yang juga brutal, dirinya menggunakan Pernapasan Air untuk menyerang Gurita tersebut.
"Aliran Kedelapan.. Tebasan Air Terjun!"
!!
Gurita Besar mengerang kesakitan, tinta hitam keluar dari tubuhnya dengan tidak terkendali. Dia merasakan sakit yang amat sangat, serangan barusan memberinya luka sangat dalam.
Hu Li menghindari setiap tentakel gurita yang seperti berusaha menyerang apapun di sekitarnya. Dirinya lalu mengeluarkan Api Rubahnya dan membalas serangan dari Demonic Beast ini.
Regenerasi Gurita besar tersebut sangat hebat, dia hanya mengerang kesakitan selama dua menit dan luka di tubuhnya kembali tertutup. Kedelapan tentakelnya tumbuh lagi, namun ukurannya sekarang menjadi lebih kecil dari yang menyerang Xiao Shuxiang saat pertama kalinya.
__ADS_1
"Kau sepertinya sudah mulai kehilangan kekuatanmu,"
Xiao Shuxiang semakin terbiasa bergerak di air. Dirinya dan Hu Li bekerja sama menyerang Gurita Besar ini dan menebas setiap tentakel yang dekat dengan mereka.
?!
Xiao Shuxiang tersentak, dia merasakan ada seberkas cahaya keemasan yang berasal dari bawah. Salah satu tentakel gurita menghantamnya namun dengan segera dia menghindar.
Xiao Shuxiang terlihat penasaran, tetapi dia lebih memilih untuk menyelesaikan urusannya dengan Gurita Besar ini. Dirinya kembali menyerang dengan memakai Teknik Pernapasan Air.
"Aliran Keempat.. Tebasan Pemisah Air..!"
!!
Hu Li menahan efek dari serangan Tuan Mudanya. Tebasan Pemisah Air membuat serangan Xiao Shuxiang menyebar luas dan tidak sepadat saat dia memakai Tebasan Air Terjun.
Yīng xióng kembali bergetar, kali ini dia menarik Xiao Shuxiang dan memaksa pemiliknya untuk menghindari setiap serangan tentakel gurita yang datang. Yīng xióng nampak tidak peduli dengan kesulitan pemiliknya.
Xiao Shuxiang sendiri walau ingin merutuk tetapi tidak bisa, tangan kanannya menempel kuat pada Yīng xióng. Dia belum bisa mengendalikan pedang ini, dan tidak akan dapat mengendalikannya sampai kapanpun.
'Menguasai Segalanya' memiliki arti yang luas dan Xiao Shuxiang sepertinya mulai mengerti kata-kata itu.
"Kau mau mengendalikanku? Baiklah, lakukan saja."
Xiao Shuxiang tidak melawan, dia menggunakan seluruh tenaganya untuk bisa selaras dengan Yīng xióng. Dirinya bergerak lebih cepat dari yang biasa dia lakukan.
Regenerasi Demonic Beast berupa Gurita Besar ini bahkan kalah dengan kecepatan Xiao Shuxiang. Keenam tentakelnya mendapat tebasan berkali-kali, dan itu diperparah dengan serangan Api Rubah milik Hu Li.
!!
Yīng xióng tertancap dengan indah tepat di tubuh gurita yang nampak seperti kepala besar tersebut. Dalam tiga tarikan napas, Yīng xióng menyerap kekuatannya hingga tubuh Sang Gurita mengecil.
Xiao Shuxiang langsung menyarungkan pedangnya dan menyimpannya kembali di dalam Gelang Semesta, gurita yang semulanya besar kini telah berukuran seperti cumi-cumi biasa.
Hu Li berniat mengakhiri nyawa gurita tersebut namun dirinya dihentikan oleh Tuan Mudanya.
Xiao Shuxiang kemudian menyelam lebih dalam dan menuju ke arah cahaya keemasan yang membuatnya penasaran sejak tadi. Hu Li mengikuti Tuannya saat gurita kecil tersebut berenang menjauh.
!!
Cahaya keemasan tersebut berasal dari sebuah pintu gerbang yang memiliki tinggi 8 meter serta lebar 4 meter. Xiao Shuxiang dan Hu Li terkejut karena mengetahui bahwa benda ini merupakan salah satu Gerbang Dunia.
Xiao Shuxiang merasa senang karena dirinya tidak harus melakukan perjalanan panjang untuk mencari Gerbang Dunia yang lain, benda itu telah dia temukan bersama dengan keturunan Penatua Da Lin.
Dengan segera dirinya menyegel kembali Gerbang Dunia Keempat. Setelah pintu gerbang itu menghilang--Xiao Shuxiang dan Hu Li berenang menuju ke salah satu gundukan es untuk mengeluarkan anak kecil yang terperangkap di dalamnya.
Xiao Shuxiang dan Hu Li mengeluarkan api terkuat mereka agar bisa mencairkan es yang ada. Salah satu api Xiao Shuxiang berwarna keemasan dan ada juga yang nampak memiliki kilatan petir ungu di dalamnya.
Xiao Shuxiang baru memperhatikan ada api kecilnya yang mempunyai warna berbeda, tetapi asalkan fungsinya masih sama.. Dia sama sekali tidak mempermasalahkannya.
Butuh waktu sekitar dua jam lebih hingga Xiao Shuxiang dan Hu Li mampu mengeluarkan anak yang terlihat berusia 10 Tahun tersebut.
Saat anak itu berada digendongannya, Xiao Shuxiang terkejut karena dua hal. Anak bertubuh polos ini tidak mempunyai 'Pilar Surgawi', jelas sekali bahwa bocah digendongannya merupakan perempuan.
Kedua ialah tubuh anak ini ternyata hanyalah roh dan bukan tubuh aslinya. Xiao Shuxiang tidak memiliki kantong penyimpanan yang biasa dia gunakan untuk menyimpan sesuatu seperti Roh, Hu Li juga demikian.
Roh di pelukannya perlahan memudar, ini tentu saja berbahaya. Xiao Shuxiang segera mengeluarkan Seruling Giok Putihnya dan terpaksa menggunakan pusaka tersebut untuk menyimpan roh dari anak berusia sepuluh tahun digendongannya ini.
Untung Seruling Giok Putih sebelumnya merupakan pusaka yang memiliki roh sebelum akhirnya roh tersebut diserap oleh Yīng xióng. Jadi menggunakannya untuk menyimpan roh anak ini bukanlah sesuatu yang sulit.
Xiao Shuxiang dan Hu Li kemudian berenang naik ke permukaan, wajah keduanya memperlihatkan ekspresi yang sama, yakni rasa penasaran sekaligus kebingungan.
Keduanya penasaran dengan bagaimana bisa yang mereka selamatkan hanyalah sebuah Roh, padahal Penatua Da Li tidak memberitahukan Xiao Shuxiang tentang hal ini. Lainnya adalah jika hanya roh keturunan Penatua Da Lin yang terperangkap, lantas di mana tubuh asli anak itu?
__ADS_1
Xiao Shuxiang dan Hu Li sepertinya memikirkan hal yang sama. Ada seseorang yang telah mendahului mereka dan mengambil tubuh asli dari keturunan Penatua Da Li. Entah roh anak tersebut sengaja ditinggalkan atau tidak, tetapi Xiao Shuxiang dan Hu Li jelas bertanya-tanya mengenai keadaan ini.
***