
Cawan yang terbuat dari keramik di tangan Lan Guan Zhi bergetar, membuat air di dalamnya sediki tumpah dan membasahi tangan pemuda berpakaian putih ini.
Ling Lang Tian menanyakan kembali apa yang sedang dipikirkan oleh Lan Guan Zhi. Dirinya mengerutkan kening saat pemuda dari Benua Timur di sampingnya menyebut nama Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Lan, sebenarnya ada hubungan apa antara dirimu dengan bocah menyebalkan itu?"
"..."
Lan Guan Zhi terdiam sejenak dan kemudian menjawab bahwa dia hanya berteman dengan Xiao Shuxiang. Tidak seharusnya hubungan tersebut dipertanyakan.
"Benar hanya berteman? Tidak lebih dari itu?"
"Mn? Mn,"
Lan Guan Zhi tentu tidak tahu harus menjelaskan apa pada Ling Lang Tian, karena memang hubungannya dengan Xiao Shuxiang hanya sebatas teman.
Memang apa lagi yang diharapkan? Meski temannya itu sering bertindak tidak tahu malu seperti menggoda dirinya, namun dia masih waras, mana tertarik dengan batangan.
Tetapi perasaanya sekarang tidak nyaman. Pesan yang dia kirimkan pada Xiao Shuxiang selama ini harus menunggu lima hari baru bisa sampai, tetapi kemudian waktunya telah menjadi tiga hari.
Dia tahu temannya tersebut sudah tidak di Dunia Elf lagi, kemungkinan Xiao Shuxiang melakukan perjalanan ke Benua Utara. Hanya saja, lokasi pasti temannya kurang dia ketahui. Xiao Shuxiang sekadar mengatakan dirinya berada di atas kapal.
"Shuxiang.."
Melihat mata Lan Guan Zhi yang seperti mengandung kecemasan membuat Ling Lang Tian juga merasa tidak nyaman. Entah apa yang terjadi dengan 'Wali Pelindung' adiknya itu.
Lan Guan Zhi meski ingin, dia juga tidak tahu harus mencari Xiao Shuxiang di mana. Dia hanya dapat berharap agar temannya dalam keadaan yang baik-baik saja.
Saat ini, Hu Li terus menyelam ke dalam laut untuk mencari Tuan Muda Xiao-nya. Sementara itu, Liu Xi Ling dibantu beberapa kultivator mencari Xiao Shuxiang dengan cara terbang di udara.
Fan Chuan dan para awaknya mengambil alih kapal milik Zanjin. Para perompak tersebut terikat dengan kuat dan dimasukkan ke dalam kurungan besi yang dijaga ketat oleh empat orang kultivator.
Fan Chuan dan yang lainnya melanjutkan perjalanan memakai kapal perompak, tentu sambil mencari Xiao Shuxiang. Mereka tidak mengetahui, bahwa pemuda yang mereka cari berada di tempat yang memiliki hubungan erat dengan ketidak-sukaannya terhadap air.
Xiao Shuxiang perlahan membuka mata, hal pertama yang dirasakannya adalah dingin yang menusuk dan rasa pusing di kepalanya.
Pandangan Xiao Shuxiang mulai jelas, dia dapat melihat langit-langit di atasnya mirip bebatuan, namun berwarna putih. Matanya perlahan menangkap sesosok wajah yang tersenyum manis ke arahnya.
"Suamiku, syukurlah kau sudah bangun,"
Suara yang begitu indah nan menghanyutkan tetapi sama sekali tidak membuat Xiao Shuxiang tenang.
"Aku pasti sedang bermimpi. Jelas hanya bermimpi.."
Xiao Shuxiang mengusap pelan kedua matanya, tetapi tetap saja dia melihat sosok yang menyerupai gadis cantik dengan telinga mirip sayap ikan.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia jadi ingat dengan mantra buatan yang selalu dirinya ucapkan bila memanggil Pedang Kaisar Langit.
"Dunia Manusia, Dunia Demon, Dunia Elf, dan sekarang.."
Xiao Shuxiang kembali menghembuskan napas. Satu demi satu masa lalu yang pernah secara sengaja dia abaikan kembali lagi. Dan jelas tempat ini adalah salah satunya.
Dirinya perlahan bangun, dia tersadar berada di atas sebuah tempat tidur berwarna hijau yang dingin dan terasa kenyal.
"Suamiku, kau akhirnya pulang. 300 Tahun aku menunggumu, kupikir aku tidak akan menemukanmu lagi,"
!
Gadis cantik yang sebelumnya dilihat Xiao Shuxiang memiliki wajah begitu muda, nampak berusia 17 Tahun. Padahal usianya yang benar sangat jauh lebih tua dari itu.
Xiao Shuxiang jelas tersentak saat mendapat serangan berupa pelukan secara tiba-tiba. Dia meminta dengan suara yang lembut agar gadis cantik ini mau melepas pelukannya.
"Ren'Er, perhitunganmu salah. Tiga ratus tahun bukankah usiamu? Dan kapan kita menikah? Kau jangan bercanda.."
Aliran darah dan Qi di dalam tubuh Xiao Shuxiang masih kacau. Dingin yang dia rasakan terasa tidak nyaman, mirip seperti pertama kali dirinya datang ke tempat ini.
__ADS_1
Gadis berambut merah muda yang baru saja memeluknya bernama Mei Ren, seekor Demonic Beast yang dahulu pernah menolong Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya. Saat dia terjatuh ke dalam laut dan hampir mati tenggelam.
"Suamiku, apa kau tidak ingat? Kita sudah menikah dan kau berjanji akan memberiku seribu seratus satu telur. Duniaku sepi tanpamu.."
!!
"Ka-kapan aku pernah menjanjikan itu padamu? Kau mungkin bisa mempengaruhi para pelaut dan menenggelamkan kapal mereka, tapi kau tidak bisa mempengaruhiku.."
Xiao Shuxiang jelas protes, dia ingat semua masa lalunya dan setiap ucapan yang pernah dia lontarkan. Seumur hidupnya, dirinya tidak pernah menjanjikan apapun dengan seekor ikan.
".. Aku mau pulang, teman-temanku menunggu. Di mana pedangku? Aku harus pulang.."
"Aku tidak akan mengizinkanmu pergi kemanapun. Kita sudah lama tidak bertemu dan kau ingin meninggalkanku lagi?"
Suasana di sekeliling Xiao Shuxiang berubah lebih dingin dari yang sebelumnya. Rambut merah muda Mei Ren seketika menjadi hitam dan tumbuh semakin panjang.
Xiao Shuxiang menelan ludah, gadis ini dapat sangat menakutkan bila benar-benar berubah wujud. Dia berusaha meyakinkan gadis tersebut agar bisa melepaskannya.
"Ren'Er, kau tahu jelas apa yang terjadi dengan Phoenix Api saat masuk ke dalam air. Apa kau berniat membunuhku?"
Xiao Shuxiang kembali bertanya di mana pedangnya. Tetapi gadis cantik tersebut malah memasang wajah yang masam. Mei Ren sudah lama menunggu Xiao Shuxiang, tetapi pemuda ini masih saja ingin pulang.
"Kau belum meminta maaf padaku karena pergi tiba-tiba di hari pernikahan kita. Jadi jangan harap aku menyerahkan pedangmu,"
"Nenek, kau tahu antara duniamu dengan duniaku tidak bisa disatukan. Dan kau harus ingat, aku ini makhluk pemakan ikan. Kau sama sekali tidak akan bahagia bila bersamaku,"
Lokasi Xiao Shuxiang berada adalah sebuah dunia yang ada di kedalaman laut, tempat di mana Demonic Beast berupa ikan cantik tinggal. Mereka disebut sebagai Peri Laut atau Siren.
Mei Ren adalah salah satu Peri Laut, dialah pelaku yang menyelamatkan nyawa Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya, sekaligus orang yang telah membuat pemuda ini tidak nyaman dengan air.
Mei Ren jelas tidak peduli, dia berkata akan mengembalikan pedang Xiao Shuxiang bila pemuda itu menemui saudara-saudaranya.
"Kalau kau berani memanggilku 'Nenek', akan kupastikan kau tidak akan kembali ke duniamu lagi. Ayo ikut,"
Mei Ren mulai berubah sikap, dia merangkul lengan kiri Xiao Shuxiang dan membawanya ke sebuah ruangan khusus di dalam istananya ini.
Para Peri Laut seperti Mei Ren dapat membuat sebuah pulau menghilang. Jika mereka bekerja sama, bukan mustahil membuat Benua Timur tenggelam dan hilang dari Peta Dunia.
'Air lebih banyak dari daratan', Xiao Shuxiang jelas tahu ini. Karenanya dia harus bisa mendapatkan Yīng xióng dan kemudian pergi.
"Ren'Er, saat ini aku sedang menjalani misi yang penting,"
"Aku tahu. Kau akan pergi ke Benua Utara dan menyelamatkan cucu Penatua Da Lin, iya kan?"
!!
Xiao Shuxiang terkejut, bagaimana bisa makhluk jadi-jadian ini tahu mengenai misinya. Yang lebih penting, kenapa Mei Ren bisa tahu nama dari Penatua Da Lin?
"Dia suamiku,"
"Apa?! Kau pasti bercanda. Itu tidak mungkin, ucapanmu sama sekali tidak masuk akal,"
Mei Ren tersenyum dan berkata bahwa terserah Xiao Shuxiang mau percaya padanya atau tidak. Hanya saja, pemuda ini sebaiknya memikirkan, bagaimana dirinya bisa tahu nama dari Penatua Da Lin dan tentang misinya itu.
".. Tiga ratus tahun bahkan terlalu muda untuk usiaku. Aku melihat Da Lin tumbuh mulai dari anak kecil sampai dia mengarungi laut membawa keturunannya.."
Tidak mungkin seseorang dapat mengarungi laut tanpa hambatan, Mei Ren dan para saudaranya-lah yang membantu Da Lin secara diam-diam.
Iblis yang tidur di Benua Selatan juga merupakan ancaman bagi Dunia Siren, menenggelamkan benua tersebut hanya akan memperburuk keadaan.
".. Iblis itu dapat menghisap kehidupan makhluk bernyawa. Kau harus tahu, nyawa di dunia ini bahkan lebih banyak daripada di duniamu,"
"Mn, Penatua Da Lin pernah mengatakan bahwa Iblis di Benua Selatan tidak bisa dibunuh sebelum dia bangkit. Tugas untuk keturunan Tua Bangka itu hanyalah menyegel Iblis untuk menghentikan kebangkitannya, dan tugasku adalah mengantarnya pulang dengan selamat,"
Xiao Shuxiang terus dirangkul oleh Mei Ren, dia jelas penasaran mengapa gadis ini membantu Tua Bangka tersebut. Namun Mei Ren tetap menjawab bahwa dia adalah istri dari Penatua Da Lin.
__ADS_1
"Kau jangan membual, Bibi. Tua Bangka itu tidak pernah menceritakan apa-apa tentangmu. Aku tidak percaya,"
"Bocah, sudah kubilang panggil aku 'Ren'Er'. Wajahku tidak setua itu hingga kau bisa menyebutnya 'Bibi'."
Mei Ren dan Xiao Shuxiang tiba di sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat kolam besar nan luas. Ada enam orang gadis cantik dengan rambut yang warnanya berbeda-beda.
Tubuh mereka dari bagian pinggang ke atas adalah tubuh manusia, sementara dari pinggang ke bawah merupakan wujud ekor ikan.
Ada tiga orang yang mempunyai sirip ganda pada pinggangnya, sementara satu orang mempunyai sirip di bagian belakang pinggangnya.
Tidak hanya enam gadis cantik tersebut, Xiao Shuxiang juga bisa melihat tujuh orang gadis yang pakaiannya penuh warna, mereka sedang berkumpul pada salah satu sudut dan mendengarkan seorang pemuda memainkan Guqin bersenar lima.
Pakaian pemuda tersebut berwarna putih kekuning-kuningan. Sama seperti yang lainnya, dia memiliki telinga berbentuk sayap ikan.
"Ren'Er?"
Pemuda yang dilihat Xiao Shuxiang menghentikan permainannya dan tersenyum ke arah Mei Ren. Dari yang nampak, pria itu hanya melihat Mei Ren seorang dan sama sekali tidak menatap ke arahnya yang sedang dirangkul oleh gadis cantik ini.
"Hm? Ren'Er, siapa pemuda di sampingmu itu?"
Raut wajah dari pemuda yang masih duduk dengan dikelilingi para gadis nampak berubah, dia memberi tatapan dingin pada Xiao Shuxiang.
"Dia suami-"
"Aku cucu angkatnya. Dia menarikku dari atas dan membawaku kemari karena aku pernah pergi tanpa berpamitan,"
Xiao Shuxiang tersenyum canggung. Dia jelas tahu bahwa pemuda yang sepertinya adalah salah satu Peri Laut ini menyukai Mei Ren. Tatapan mata pemuda itu mirip dengan milik Zong Ming ketika dirinya mendekati Ying Liu.
Mei Ren sendiri terlihat kesal karena Xiao Shuxiang memotong ucapannya. Namun sebelum dirinya memberi pemuda di sampingnya ini pelajaran, Xiao Shuxiang lebih dulu memberinya peringatan dengan suara setengah berbisik.
"Jangan membuatku memiliki musuh di dunia ini. Hidupku sudah sangat rumit,"
Mei Ren sedikit cemberut, namun detik berikutnya raut wajahnya kembali normal, begitu juga dengan warna serta panjang rambutnya.
Xiao Shuxiang di sambut dengan hangat oleh para saudara-saudara Mei Ren, sekaligus pemuda tampan yang ternyata adalah seorang Raja Muda.
Di tempat ini, dirinya mendapat informasi lebih detail tentang Benua Selatan sekaligus lokasi dari keturunan Penatua Da Lin yang terperangkap di dalam Es Abadi.
".. Kau harus mempelajari dengan baik Kunci Sembilan Gerbang Dunia. Itu akan membantumu nanti,"
!!
"Dari mana kau tahu aku memilikinya?"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, Mei Ren sudah terlalu banyak mengetahui tentang apa yang dia simpan selama ini tanpa dirinya ketahui bagaimana Demonic Beast cantik itu melakukannya.
Mei Ren menjawab dia diberitahu oleh pedang Xiao Shuxiang sendiri. Ucapannya jelas membuat yang bersangkutan terkejut.
".. Kau memiliki pedang yang menarik,"
"Yīng xióng, sejak kapan pedangku menjadi tukang gosip. Di mana senjataku sekarang?"
Mei Ren mencabut sehelai rambutnya, dia lalu meniup pelan rambut tersebut yang perlahan berubah menjadi butiran cahaya tipis, memadat, kemudian berubah menjadi pedang yang sangat dikenali Xiao Shuxiang.
Yīng xióng mengeluarkan cahaya redup berwarna merah saat dipegang oleh pemiliknya. Dia lalu memanggil sendiri sarung pedangnya yang penuh dengan segel pengekang.
Xiao Shuxiang memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya. Dia kembali mendengarkan penjelasan dari Mei Ren dan para Peri Laut sambil duduk tenang.
Dirinya seperti tidak menyadari bahwa aliran darah dan Qi di dalam tubuhnya perlahan kembali normal.
"Kau bisa memanggilku Man Yue. Sejak kau bangkit kembali, kami sudah mengawasimu. Dunia atas sudah terlalu banyak bahaya, dan yang terburuk mengincar nyawamu.."
Xiao Shuxiang merasakan pemuda tampan tersebut memiliki banyak informasi tentang misinya. Ini tentu akan menjadi hal penting yang kemungkinan dapat mempermudah dirinya.
Tidak ada rasa curiga pada Xiao Shuxiang, sebab dia cukup mengenal Mei Ren dan sama sekali dirinya tidak mencium ada aroma kebohongan pada tubuh para Peri Laut ini.
__ADS_1
***