
Huan Fei, "Kedatanganku bersama Patriarch Lan kemari adalah untuk melihat keadaanmu dan murid-muridmu,"
Patriarch Lan, "Di mana murid-muridmu, Yang Mulia? Aku tidak melihat mereka sejak tadi,"
Huan Fei dan Patriarch Lan sebenarnya masih menutupi maksud kedatangan mereka.
Yang Shu, "Patriach... Tolong jangan panggil aku begitu lagi. Saat ini murid-muridku sedang berjalan-jalan, sepertinya mereka akan kembali sore nanti."
Perbincangan ketiganya berlangsung cukup lama dan terasa menyenangkan sekali. Tanpa mereka sadari bahwa saat ini keempat murid Yang Shu sedang berada dalam situasi yang membahayakan.
Traaang!!
Zong Ming sudah mulai kelelahan, tubuhnya saat ini sangat sakit dan dia tidak bisa mengontrol Qi dengan baik. "Ini pertarungan yang berat sebelah,"
Zong Ming, "Dai Chen jelas-jelas disukai oleh Qi karena dantiannya. Dia jadi tidak perlu berkonsentrasi menyerap Qi di sekitarnya, dia bisa menggunakan Qi sesuka hati,"
Xiao Shuxiang mendengarnya dan wajahnya terlihat buruk, "Benar-benar menyebalkan. Ini membuatku iri,"
Qi Xuan, Jing Mi, dan Xiao Lu memperhatikan dari jauh pertarungan antara Zong Ming, Xiao Shuxiang, melawan Dai Chen. Mereka juga terlihat berjaga-jaga jikalau Dai Chen tiba-tiba menyerang mereka.
Ying Liu masih belum sadarkan diri, ini membuat Xiao Lu mengkhawatirkan keselamatan teman barunya ini.
Traaang!!
Hanya Xiao Shuxiang yang masih bisa mengimbangi Dai Chen. Pertarungan keduanya masih berlangsung cukup sengit.
"Saudara Zong. Jika kau sudah tidak kuat lagi, sebaiknya kau pergi. Aku tidak bisa terus melindungimu,"
Traaang!
"Akar-akar ini menyebalkan, mereka sangat keras sekali..!"
Xiao Shuxiang menyarungkan pedangnya, "Sepertinya tidak ada cara lain selain menggunakan tanganku sendiri..."
!!
Xiao Shuxiang baru akan mengumpulkan Qi di tangannya saat tiba-tiba sebuah pedang melesat dari arah belakang tubuhnya dan langsung memotong kelima akar menjalar Dai Chen.
TRAAANG!!
Dai Chen menahan serangan pedang yang melayang ini, dia terdorong hingga dua setengah meter.
"Siapa Itu?!" Dai Chen begitu terkejut, hanya kultivator berkemampuan tinggi yang bisa mengontrol pedang seperti ini.
"Tunggu dulu! Pedang ini adalah-!!" Dai Chen baru menyadari pedang ini adalah senjata pusaka dari sekte yang begitu terkenal di Benua Timur, Sekte Pedang Langit.
__ADS_1
Seorang anak berusia 9 tahun mendarat dengan anggun tepat di depan Xiao Shuxiang. Pakaiannya berwarna putih dengan ikat pinggang biru langit. Pita berwarna putih bermotif yang terikat di dahinya menandakan bahwa dia berasal dari Sekte Pedang Langit. Ini karena Sekte Pedang Langit-lah yang memiliki ciri khas pita di dahi.
"Siapa bocah ini...?" Xiao Shuxiang memiringkan kepalanya dan mendekat perlahan untuk melihat wajah anak yang berani berdiri di depannya.
Dengan mengulurkan tangan sedikit, pedang yang melayang di depan Dai Chen kini berada di tangan kanan anak yang berdiri di depan Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Lan?!"
"Tuan Muda?!"
Sebuah suara membuat Xiao Shuxiang tersentak, padahal dia belum sempat melihat wajah bocah di depannya ini. Namun dua orang anak yang berusia 16 tahun dan 7 tahun melompat ke arahnya, dan menghalangi pandangan Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Lan? Jangan-jangan dia..." Dai Chen mengepalkan erat tangannya, dia langsung melarikan diri secepat mungkin.
Xiao Shuxiang tersentak, untuk kedua kalinya ada yang menghalangi dirinya bertarung sampai titik darah penghabisan.
"Kenapa Xiao Shuxiang selalu saja dihalangi?!" Xiao Shuxiang cemberut, dia lalu melangkah ke arah Zong Ming.
Zong Ming melihat anak yang berseragam putih tersebut, dia tahu siapa anak laki-laki yang telah menolong dirinya dan Xiao Shuxiang.
"Tu-tuan Muda Lan, terima kasih." Zong Ming berusaha memberi hormat kepada anak dari Sekte Pedang Langit itu.
Xiao Shuxiang sendiri merasa kebingungan dengan tindakan Zong Ming. Dia memang tahu bahwa ketiga anak berpita dahi tersebut berasal dari Sekte Besar Aliran Putih, namun tak seharusnya Zong Ming begitu hormat padanya.
Xiao Shuxiang merasa, Sekte Pedang Langit paling sekarang hanya menjadi Sekte Menengah saja. Sayangnya, pendapat Xiao Shuxiang itu salah.
Dia tidak mengetahui bahwa Sekte Pedang Langit kini adalah Sekte Aliran Netral, dan menjadi yang paling besar di Benua Timur.
Sejak peperangan seratus tahun lalu, banyak kultivator yang tidak bisa mempertahankan sektenya bergabung dengan Sekte Pedang Langit. Karena itulah perkembangan sekte ini begitu pesat hingga pengaruh mereka lebih mendominasi dari sekte besar yang lain.
Anak laki-laki yang disebut Tuan Muda Lan ini merupakan adik dari patriarch kedua Sekte Pedang Langit, Lan Guan Zhi.
Perlu diketahui bahwa sekarang Sekte Pedang Langit memiliki 5 Patriarch dan 1 Grand Elder, tidak seperti dahulu di mana Sekte Pedang Langit hanya memiliki satu Patriarch dan satu Grand Elder.
Yang datang sebagai perwakilan Sekte Pedang Langit adalah Patriarch Kedua. Patriarch Lan yang saat ini berada di kediaman Yang Shu membawa tiga orang murid untuk mengikuti Turnamen, salah satunya adalah Sang Adik sendiri, Lan Guan Zhi.
Seorang murid Sekte Pedang Langit menghampiri Zong Ming ketika menyadari bahwa Lan Guan Zhi menatap lurus kepada anak yang masih berlutut di tanah tersebut.
"Kau tidak apa-apa?" tanya anak berusia 16 tahun ini. Hanya saja yang menjawab pertanyaannya adalah Xiao Shuxiang.
"Kau tidak lihat Saudara Zong terluka, hah?! Apa matamu itu hanya pajangan?!"
Semua yang ada di sana kecuali Ying Liu tersentak saat mendengar ucapan ketus Xiao Shuxiang, pandangan mereka semua mengarah kepada anak berusia tujuh tahun ini yang nampak menggelembungkan pipi merahnya.
Alasan kenapa Xiao Shuxiang ketus seperti ini adalah karena sudah dua kali dirinya tidak bisa bertarung dengan luar biasa. Selalu saja ada yang menganggu saat dirinya bertarung. Apa mereka tidak bisa membiarkan Sang Bintang Penghancur ini menyelesaikan pertarungannya seorang diri?!
__ADS_1
"Tsk, membuat kesal saja,"
"Saudara Xiao..." Zong Ming menegur Xiao Shuxiang karena ucapan temannya ini sangat tidak sopan. Teguran dari Zong Ming membuat Xiao Shuxiang menyilangkan tangan sambil membuang muka.
Lan Guan Zhi berjalan pelan ke arah Xiao Shuxiang dan berhenti tepat di depan anak laki-laki ini. Xiao Shuxiang sedikit keheranan saat Lan Guan Zhi hanya menatapnya tanpa mengatakan apa pun.
"Kau Mau Apa?!" Nada Xiao Shuxiang masih terdengar ketus. Dia sebenarnya kesal, sebab anak di depannya inilah yang menghentikan pertarungannya.
Cukup lama Lan Guan Zhi diam, dia hanya terus menatap Xiao Shuxiang. Tindakannya membuat teman-teman Xiao Shuxiang dan saudara seperguruannya sendiri menatap dengan diam ke arahnya.
"Kau... punya etika buruk,"
Ucapan Lan Guan Zhi barusan membuat Xiao Shuxiang tersentak dan secara tak sadar membuka mulutnya lebar.
Bukan hanya Xiao Shuxiang yang tersentak, tetapi juga teman-temannya yang lain. Mereka tidak menyangka Tuan Muda Lan akan bicara seperti itu.
"Ka-Kau!! Berani sekali seorang bocah mengatakan itu pada Xiao Shuxiang!!"
Xiao Shuxiang hampir saja jantungan saat mendengar ucapan bocah berusia 9 tahun ini. Kedua murid Sekte Pedang Langit yang mendengar ucapan Tuan Muda Lan barusan terlihat menahan tawa saat melihat ekspresi Xiao Shuxiang.
Mereka tahu bahwa Lan Guan Zhi memang memiliki sifat dan sikap yang begitu disiplin, ucapannya yang selalu menusuk itu kadang membuat orang lain kesal.
"Saudara Xiao, su-sudahlah..." Zong Ming berusaha menghentikan Xiao Shuxiang saat melihat teman barunya ini bersiap-siap untuk memberi umpatan kepada Lan Guan Zhi.
Diam-diam Xiao Lu tertawa kecil, sebab adiknya begitu kesal bahkan terlihat marah.
Murid Sekte Pedang Langit yang lain kemudian menghampiri Lan Guan Zhi dan berkata untuk segera pergi menemui Patriarch mereka.
Lan Guan Zhi mengangguk pelan dan kemudian mulai berjalan meninggalkan Xiao Shuxiang tanpa mengatakan apa pun. Ini membuat Xiao Shuxiang semakin kesal sebab sikap bocah ini mengingatkannya pada seseorang.
"Sikapnya benar-benar mirip dengan Senior Li Fu Chen, tidak ada bedanya sama sekali!!"
Murid dari Sekte Pedang Langit memberikan bungkusan yang berisi tiga butir pil kepada Zong Ming, dia lalu mengatakan bahwa pil itu bisa membantu menyembuhkan luka Zong Ming dan gadis yang pingsan tersebut.
Murid dari Sekte Pedang Langit kemudian pamit dan segera menyusul Lan Guan Zhi. Saat mereka sudah tidak terlihat lagi, Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan umpatannya dan langsung dibekap oleh Zong Ming.
***
-
-
Catatan Penulis :
Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaumnya, Tambahkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian. Tetap Semangat Menjalani Hari Kawan! ヽ(´▽`)/
__ADS_1