
Ling Shen Yue dan Wang Rui Chang tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya merasa di saat seperti ini perilaku Xiao Shuxiang nampak begitu normal--pemuda tersebut tidak terlihat seperti seseorang yang memiliki darah 'Iblis' atau hal semacam itu. Justru Xiao Shuxiang hanyalah pemuda biasa, nakal, dan tidak tahu aturan.
Ling Chu Zhen melihat istri dan ibunya melangkah pergi. Kedua wanita itu sepertinya sudah tidak berniat untuk melanjutkan permasalahan ini lagi.
"Makamkan Gong Zitao dan setelah kedua orang itu selesai--suruh mereka beristirahat." Ling Chu Zhen memakai tatapan matanya untuk menunjuk Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila.
Dia lantas mengajak Lan Guan Zhi untuk ikut beristirahat bersamanya. Pemuda berpakaian serba putih itu mengangguk pelan dan nampak memperhatikan Xiao Shuxiang sebelum melangkah pergi.
!?
"Lan'Er Gege..! Kau jangan pergi..! Jangan tinggalkan aku..!" Bocah Pengemis Gila tidak bisa melepaskan diri, Xiao Shuxiang terlalu berat dan punggungnya juga benar-benar sakit.
"Shuxiang..! Shuxiang sudah cukup..! Isi perutku hampir keluar.. Sungguh aku tidak sengaja..! Aah~"
!!
Xiao Shuxiang membeku mendengar teriakan Bocah Pengemis Gila yang terakhir dan terasa aneh baginya. Dia berkedip beberapa kali ketika pria ini kembali mengeluarkan rintihan yang agak aneh.
"Shu.. Xiang.." Bocah Pengemis Gila bersuara serak, dia memperlihatkan ekspresi wajah yang membuat Xiao Shuxiang langsung bangun dan menjaga jarak darinya.
"Dasar Tidak Waras..! Tidak tahu malu..! Memuakkan," Xiao Shuxiang merinding jijik, dia tidak habis pikir pria di hadapannya berani bertingkah demikian.
Bocah Pengemis Gila akhirnya dapat bebas walau tubuhnya masih terlalu lelah. Dia memperhatikan wajah Xiao Shuxiang yang agak pucat dan memberinya tatapan aneh. Perlahan, garis bibirnya membentuk sebuah senyuman.
"Shuxiang, kau yang duluan mulai. Aku memintamu untuk melepaskanku, tapi kau tidak mau. Apa kau begitu sukanya menunggangiku dari belakang, huh?"
!!
Kemungkinan bagi orang lain, kata 'menunggangi' tidak memiliki makna khusus--tapi jika sosok seperti Bocah Pengemis Gila yang mengatakannya, maka itu lain lagi ceritanya.
"Tuan Muda Xiao, Anda tidak apa-apa, kan?" Hu Li terlihat khawatir, dia menepuk pelan bahu Xiao Shuxiang, menghilangkan debu pada pakaian Tuan Mudanya.
Xiao Shuxiang baru tersadar bahwa Ling Chu Zhen, Wang Rui Chang, dan Ling Shen Yue sudah pergi. Dirinya tersentak ketika dua orang murid Sekte Pagoda Langit datang dan ingin mengantarkannya untuk pergi beristirahat.
"Tetua meminta kami membawa Anda masuk, mari Tuan."
"Mn, kalian duluan saja. Aku masih ada urusan dengan pria ini," Xiao Shuxiang melirik Bocah Pengemis Gila. Pria itu nampak bangun dan mulai merapikan pakaian serta rambutnya yang berantakan.
Kedua murid Sekte Pagoda Langit mengangguk dan memberi hormat sebelum melangkah pergi. Mereka setidaknya sudah memberi tahu Xiao Shuxiang bahwa pemuda itu masih diterima di sekte ini.
Hu Li sendiri meminta agar para warga tidak lagi berkerumung dan menjadi penonton atas Tuan Muda-nya, dia berusaha membubarkan kerumunan.
"Mereka sepertinya tidak berniat meminta maaf padamu.." Bocah Pengemis Gila bersuara pelan ketika berada di samping Xiao Shuxiang. Ucapannya barusan jelas membahas tentang Ling Shen Yue dan anggota keluarga 'Ling' lainnya.
Memang seorang Bocah Pengemis Gila. Pria itu masih berani dekat dengan orang yang sudah membuat keadaannya seperti itu bahkan masih bertingkah begitu akrab.
"Bukan masalah. Kata 'maaf' memang paling sulit diucapkan bagi mereka yang memiliki keangkuhan tertinggi. Aku juga tidak benar-benar menginginkan mereka melakukannya,"
"…"
Bocah Pengemis Gila memperhatikan Xiao Shuxiang dan menemukan bahwa pemuda ini masih memikirkan sesuatu. Dirinya merasa sudah tahu itu dan kembali bicara.
"Lebih baik kau urungkan niatmu yang ingin mengumpulkan keluarga dan teman-temanmu di satu tempat. Keluarga 'Ling' sepertinya sudah tidak mau mempedulikan tentang identitasmu lagi. Jika kau mengungkap identitasmu di situasi sekarang, kurasa ini tidak akan berakhir baik."
"Tapi.."
"Lakukanlah secara perlahan-lahan. Aku membantumu di sini, kemungkinan buruknya tidak bisa membantu di situasi lain. Kau tidak boleh bertindak gegabah, ini bukan sesuatu yang bisa diterima dengan mudah."
Xiao Shuxiang tahu itu. Bocah Pengemis Gila melarangnya untuk mengungkap identitasnya dan memang dia juga agak ragu melakukannya.
Dirinya merasa akan memberi masalah bila melakukan itu semua di saat situasi baru saja dilanda masalah. Dia memang harus mengurungkan niat itu dan mencari waktu yang lebih baik.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian mengangguk pelan. Dia mulai melangkah pergi, disusul oleh Hu Li dan Bocah Pengemis Gila. Mereka pergi ke salah satu bangunan untuk beristirahat.
*
*
Lan Guan Zhi berada di sebuah ruangan bersama Ling Qing Zhu, Ling Lang Tian, dan Ling Chu Zhen. Dia banyak diberi pertanyaan perihal Xiao Shuxiang oleh Tetua Sekte Pagoda Langit tersebut.
".. Tuan Muda Lan sendiri, apa Anda tidak merasa ditipu oleh Shuxiang?"
"Tidak sama sekali, Tetua Ling."
Lan Guan Zhi sudah tahu teman baiknya merupakan reinkarnasi Sang Bintang Penghancur. Zhou Yuan juga pernah memperlihatkan bagaimana teman baiknya itu di masa lalu. Jadi andai kata Xiao Shuxiang bahkan lebih buruk dari 'Iblis' sekali pun---dia tidak akan terkejut.
".. Shuxiang mungkin terlihat berbahaya, apalagi sekarang dia semakin kuat. Aku saja tidak menjamin dapat menghentikan Shuxiang jika dia ingin kembali seperti dirinya yang dahulu. Namun yang kulihat, teman baikku tidak melakukannya."
!!
Hanya satu persen dan kekuatan Xiao Shuxiang kembali sepenuhnya, namun jelasnya ini akan semakin kuat dibandingkan dengan kehidupannya sebagai Sang Bintang Penghancur.
Pemuda itu mempunyai bakat Alkemis yang tidak dimilikinya dalam kehidupan terdahulu, dia juga mempunyai Teknik Cermin Pemindah yang jujur saja akan sangat berbahaya bila digunakan untuk menyerang.
Xiao Shuxiang juga mempunyai pusaka yang jelas akan sangat membahayakan banyak orang bila dia menginginkannya. Koki Alkemis itu jelas tidak akan tertandingi bila dia ingin kembali membuat Kekacauan.
Tidak hanya Benua Tengah, bahkan benua lain pun akan menjadi rata dengan tanah. Lan Guan Zhi sangat tahu benar risiko yang akan menimpa dunia ini bila Xiao Shuxiang ingin kembali seperti dirinya yang dahulu.
".. Aku tidak melebih-lebihkan teman baikku. Tapi Tetua Ling, kuharap Anda mengerti. Jangan menjadikan Xiao Shuxiang sebagai musuh. Dia sangat sulit ditarik pada jalan yang benar, tetapi mudah sekali baginya untuk kembali berbuat jahat."
Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen tahu benar maksud ucapan Lan Guan Zhi. Yang mereka harus lakukan adalah menjaga hubungan baik dengan Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu bisa menjadi Bintang yang melindungi--dan juga dapat menjadi Bintang yang menghancurkan.
Ucapan Lan Guan Zhi memang benar adanya, 'Jangan Menjadikan Xiao Shuxiang Sebagai Musuh'---tetapi Gong Zitao sudah benar-benar melakukan kesalahan itu.
Tuk
Tuk
Jari Xiao Shuxiang mengetuk-ngetuk meja, dia meminum arak bersama Bocah Pengemis Gila dan disaksikan oleh Hu Li. Arak tersebut merupakan Arak Kaisar Naga yang paling kuat.
"Bocah Pengemis Gila, bagaimana jika kau pergi mencari Lan Zhi dan mengajaknya bergabung? Aku ini bosan jika terus bersamamu,"
__ADS_1
"Kenapa suruh aku? Anak ini saja, dia bisa melakukannya." Bocah Pengemis Gila menolak dan kembali meminum arak di cawan miliknya.
"Hu Li, kemari. Kau pijat pundakku. Nah, sekarang Hu Li punya pekerjaan. Dia tidak bisa mencari Lan Zhi. Bocah Pengemis Gila, pergilah."
Xiao Shuxiang meminta Hu Li untuk memijatnya lebih keras, jari tangannya tetap mengetuk-ngetuk meja sambil menatap Bocah Pengemis Gila. "Senior, apa kau masih tidak mau pergi? Aku mengeluarkan arak berkualitas tinggi padamu, kuambil kembali jika kau tidak mau pergi."
"Aiih, baiklah. Kau ini sangat suka memerintah 'Seniormu'. Keterlaluan sekali.."
Xiao Shuxiang tersenyum dia melihat Bocah Pengemis Gila bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. "Tidak perlu buru-buru, Senior. Jalan yang pelan saja..!"
Hu Li menghentikan pijatannya saat Bocah Pengemis Gila sudah tidak ada. Dia memperhatikan Tuan Muda Xiao-nya terus mengetuk-ngetuk jari dan itu agak berisik.
"Tuan Muda.."
"Gong Zitao mati, Hu Li. Dan bukan aku yang membunuhnya. Aku sudah menahan kekesalanku sejak tadi, kau pikir bagaimana aku bisa mengatasinya?" suara Xiao Shuxiang datar, namun mengandung aura yang tidak biasa.
"…"
Hu Li tidak menjawab, dia menelan ludah. Ekspresi Xiao Shuxiang benar-benar berbeda saat Bocah Pengemis Gila masih ada bersama mereka tadi.
"Tuan Muda Xiao.. Anda.. Tidak akan melakukan itu, kan?"
"Kita pergi ke kediaman keluarga Gong, Hu Li. Aku tidak bisa tidur nyenyak tanpa membayar hutangku."
!!
Hu Li terkejut melihat Xiao Shuxiang tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi. Dia mengembuskan napas sebelum mengikuti Tuan Mudanya.
*
*
Kediaman keluarga Gong berada di Kota Batu Giok, tempat tersebut bisa dikatakan dekat dengan Kota Bintang Biduk--hanya dibatasi oleh sebuah sungai yang cukup besar dan terdapat jembatan yang menjadi penghubung keduanya.
Kota Batu Giok juga ikut terkena dampak serangan Partai Pasak Bumi dan juga serangan para mayat hidup, namun wilayah keluarga Gong sama sekali tidak tersentuh kerusakan apa pun.
Gong Zitao merupakan anggota Scarlet Darah dan juga berjasa atas setiap masalah yang ditimbulkan oleh kelompok tersebut--jadi tentu saja walau tanpa diminta, Qian Kun tidak akan menyentuh seorang pun dari keluarga Gong termasuk melukai mereka.
Kediaman itu dilindungi oleh sebuah segel sehingga serangan nyasar yang datang dari pertempuran mana pun tidak akan dapat menggores apa pun.
Kediaman Gong Zitao begitu luas. Sebagai anak dari seorang pedagang kaya--keluarganya begitu tersohor di kota ini, apalagi status keluarga semakin tinggi saat dia menjadi bagian dari Sekte Pagoda Langit dan merupakan salah satu murid terbaik.
Ada dua pengawal yang berjaga di pintu gerbang. Ayah dan ibu Gong Zitao berada di sebuah ruangan besar bersama anggota keluarga mereka yang lain.
Jujur saja, suasana dalam ruangan tersebut masih dipenuhi ketegangan. Suara ledakan keras, suara benturan pedang, dan jeritan para warga masih terngiang-ngiang di telinga mereka.
"Kekacauan ini disebabkan oleh Partai Pedang Tengkorak. Sejak dulu para murid partai itu selalu membuat masalah, tapi ini sudah sangat kelewatan.."
Seorang wanita cantik berpakaian ungu muda nampak memegang sapu tangan dan berbicara dengan nada suara yang agak bergetar, dia jelas merasa khawatir.
".. Untunglah tidak ada dari kita yang terluka, tapi aku masih mencemaskan kakakku."
Wanita yang bicara barusan adalah Xiao Ran dan gadis yang duduk di sampingnya merupakan adik Gong Zitao, Shimei.
Xiao Ran merupakan menantu ketiga dari keluarga Gong, dia memiliki pribadi yang lemah lembut, penyayang, dan juga keibuan. Dirinya terlihat menggendong seorang bayi perempuan mungil yang tidur begitu lelap. Bayi yang baru berusia sekitar 2 bulan sejak kelahirannya.
"Putraku, Gong Zitao pasti baik-baik saja. Dia merupakan pendekar yang hebat."
Walau Gong Yuhao begitu yakin putranya dalam keadaan baik, namun rasa gelisah di dadanya tidak pernah menghilang. Dia mempunyai 7 orang putra dan satu putri, Gong Zitao merupakan putranya yang kelima.
Ada empat orang putranya yang mampu berkultivasi, namun hanya Gong Zitao seorang yang terpilih menjadi murid Sekte Pagoda Langit. Ketiga saudaranya yang lain masih mencoba mendaftar di sekte lain--tetapi sampai sekarang masih sulit diterima.
Seharusnya lima hari yang lalu mereka pergi ke salah satu sekte ternama di kota ini--Namun belum sempat rencana itu terwujud--ledakan pertempuran tanpa henti mulai terjadi.
"Ayah..! Ayah..!"
!!
Sebuah seruan terdengar, Gong Yuhao dan anggota keluarganya di dalam ruangan ini tersentak. Mereka melihat seorang pria berpakaian hitam bercorak bunga datang dengan tergesa-gesa.
Wajah pria itu lumayan tampan, dia memiliki tahi lalat kecil di bagian dagu sebelah kirinya. Raut wajahnya terlihat pucat dan dia berusaha mengatur napas.
"Nak..! Ada apa? Kau kenapa..?!" Gong Yuhao menghampiri putranya, rasa cemasnya mulai menjadi. Apalagi saat melihat mata putranya nampak sembab.
"Ayah, pendekar yang kusewa.. Untuk mencari informasi tentang keadaan adik sudah membawa kabar. Adik.. Adik telah tiada, Ayah..!" Gong Shui tidak sanggup menahannya lagi, dia tersentak ketika ayahnya tiba-tiba melemas.
!!
"Putraku.."
Tidak ada suara apa pun yang didengar oleh Gong Yuhao ketika tahu bahwa putranya sudah tiada. Dia tidak mendengar anak dan istrinya memanggil-manggil namanya, bahkan detakan jantung sendiri terasa sudah tidak ada.
"Putraku.."
"Ayah..! Ayah.."
"PUTRAKUU..!"
!!
Gong Shui bisa merasakan betapa teriris hati ayahnya ketika mendengar Gong Zitao tewas terbunuh. Walau memiliki banyak anak, namun ayahnya begitu menyayangi mereka semua.
Ibunya juga terlihat histeris, dia berusaha ditenangkan oleh putri dan ketiga menantunya. Mereka sudah menderita karena rasa takut dari pertempuran para pendekar dan sekarang hal yang paling tidak ingin mereka dengar telah terjadi.
Keluarga Gong sebenarnya merupakan keluarga terpandang, mereka dihormati dan tidak pernah melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.
Walau terlihat ada beberapa anggota keluarga yang memiliki niatan tersembunyi dan cukup terlena dengan harta, namun mereka sama sedihnya ketika tahu bahwa Gong Zitao tewas. Murid dari Sekte Pagoda Langit itu tidak pernah bersaing dengan mereka dan lebih memilih jalan yang kultivasi.
Sebenarnya, jika dipikirkan lagi--keluarga Gong adalah keluarga yang baik-baik. Tidak seharusnya keluarga tersebut menjadi target seseorang hanya karena ulah Gong Zitao.
*
__ADS_1
*
"Kudengar Tuan Muda Kelima tewas dibunuh,"
Seorang penjaga gerbang kediaman Keluarga Gong nampak bicara dengan temannya, dia sendiri juga sebenarnya gelisah--kekacauan di kota ini sungguh membuat takut siapa pun yang mengalaminya.
"Apa sebaiknya kita pergi ke dalam?" penjaga lainnya mendengar suara tangisan meraung-raung.
"Aku juga merasa kita sebaiknya masuk,"
"Baiklah. Ayo.."
Kedua penjaga itu mulai melangkah masuk, namun tiba-tiba salah satu dari mereka langsung tumbang begitu saja. Rekannya berpikir dia tersandung, tetapi saat dibantu berdiri--matanya seketika terbelalak.
!!
Dia terkejut ketika tanpa sengaja membalik tubuh rekannya dan melihat ada lubang pada dahi rekannya tersebut. Belum sempat dia bersuara--kepalanya seketika menjadi sakit dan pandangan matanya langsung gelap.
"…"
Kedua penjaga itu mempunya lubang di dahinya dan perlahan darah mulai keluar. Wajah mereka seperti tidak menyangka bisa mati dengan cara yang tidak terduga seperti ini.
"…"
Pelaku yang menewaskan kedua penjaga gerbang itu tidak lain adalah sosok pemuda berpakaian putih dengan corak bunga, dia duduk pada dahan sebuah pohon yang mana di sampingnya juga ada pemuda lain--namun dengan rambut berwarna putih.
"Tuan Muda Xiao, apa ini memang harus dilakukan?" Hu Li agak khawatir dengan pemuda di sampingnya.
Dia memperhatikan tangan Xiao Shuxiang mengambil sebuah kacang yang ada di tangannya dan kembali memakan isinya--lalu menargetkan pelayan penjaga lain dari kediaman keluarga 'Gong'.
"…"
Xiao Shuxiang terlihat mengukur target. Dia kembali menyentil kulit kacang yang tepat mengenai kepala seorang pengawal yang berjalan sendiri hingga orang tersebut langsung tumbang begitu saja.
"Hu Li, kau harusnya mencuri banyak kacang. Sekantung tidak cukup untukku,"
"Tuan Muda Xiao, apa Anda tidak mendengar? Kita sebaiknya jangan melakukan ini. Bagaimana kalau Tuan Muda Lan sampai tahu?"
"Tidak perlu mencemaskan Lan Zhi, dia tidak akan tahu kita kemari." Xiao Shuxiang kembali mengupas kulit kacang yang ada di tangannya, dia memakan isinya dan menyerang siapa pun dari keluarga Gong yang berjaga.
"Oh. Hu Li, ada anak kecil."
!!
"Tuan Muda Xiao! Anda-!!" Hu Li membeku di tempat ketika Xiao Shuxiang membidik dengan tepat kepala anak perempuan yang berusia sekitar 9 Tahun tersebut. Raut wajahnya memucat, apalagi ketika terdengar teriakan seorang wanita.
"Aaaah..! Nona Muda..!"
Hu Li melihat wanita berpakaian cokelat berteriak histeris dan memeluk anak kecil yang sudah tidak bernyawa. Ada luka di kepala yang menembus hingga mengenai salah satu mata anak tersebut.
Hu Li merasakan jantungnya berhenti berdetak, anak itu tewas dengan kondisi yang mengerikan. Dia lantas menatap pemuda di sampingnya yang juga ikut terkejut.
Xiao Shuxiang melihat keadaan anak itu, namun dengan cepat sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Dia tidak menyangka bisa membidik sasaran yang sehebat itu.
"Baiklah, sekarang sasarannya berganti. Akan kubidik tengah lehernya,"
!!
Hu Li tidak bisa mencegah Xiao Shuxiang untuk berbuat sesukanya. Tuan Mudanya ini mulai menyentil kulit kacang kembali namun justru sasarannya meleset.
Sebenarnya tidak benar-benar meleset karena wanita itu tetap tewas. Hanya saja dia terluka bukan di leher--melainkan tepat di bagian jantungnya.
"Tuan Muda Xiao, Anda mulai mengundang banyak orang. Kehadiran kita pasti akan disadari."
"Bukankah itu lebih baik? Biarkan semuanya keluar dan akan keledakkan kepala mereka semua. Ah! Lihat..!"
Hu Li menatap ke arah Xiao Shuxiang menunjuk. Tuan Mudanya kini menargetkan seekor kuda dan detik berikutnya kembali melesatkan serangan.
BAAAM..!
"Tsk, meleset." Xiao Shuxiang berdecak, kulit kacang yang dia sentil mengenai sebuah pohon hingga terdengar suara debaman keras. Tindakannya mengejutkan penghuni kediaman keluarga Gong.
Tidak sulit bagi Xiao Shuxiang menemukan kediaman ini sebenarnya, Hu Li sendiri merupakan pelayan yang sangat dapat diandalkan untuk mencari rumah lama Gong Zitao dan selalu mengikuti apa pun perintahnya.
"Apa yang terjadi? Ada apa ini..?!"
?!
Xiao Shuxiang mendengar suara seruan dan melihat beberapa orang keluar dari sebuah ruangan. Kediaman ini memang awalnya terlindungi segel, tapi sekarang bahkan serangga kecil pun kini dapat masuk.
"Berikan kacangnya, Hu Li."
"Tuan Muda Xiao, tadi itu adalah yang terakhir. Anda memakan banyak saat perjalanan kemari,"
"Aih, padahal aku tidak mau mengotori pakaianku.." Xiao Shuxiang mulai berdiri, dia melemas-lemaskan kedua tangannya dan detik berikutnya segera melesat.
!!
Hu Li terlambat merespon. Dia terkejut ketika Tuan Mudanya mulai menangkup wajah seorang pria dengan satu tangan dan langsung menghantamkannya ke tanah.
!!
Kepala orang itu benar-benar pecah, dia tewas tanpa tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Kehadiran Xiao Shuxiang mengejutkan dan membuat riuh di kediaman ini.
Hu Li menelan ludah, "Gong Zitao, kau sudah mengundang kemalangan bagi keluargamu. Tuan Muda Xiao-ku tidak akan melepaskan siapa pun termasuk seekor ternak sekali pun di kediaman ini."
Dia mengembuskan napas dan lalu menyandarkan kepalanya pada batang pohon. Hu Li tidak ikut turun, dia memperhatikan Xiao Shuxiang yang mulai merebut senjata salah satu penjaga dan menggunakannya untuk menyerang.
Tidak ada bulan yang dilihat Hu Li, namun malam memang semakin larut. Jujur, dia kasihan pada mereka yang tidak tahu apa-apa, namun dirinya juga tidak bisa menolong--sebab apa pun yang dilakukan Xiao Shuxiang.. Dia akan selalu mendukung Tuan Mudanya.
***
__ADS_1