
Barang pertama yang dilelang pada babak kedua ini adalah sebuah Tanaman Herbal langka berusia 5000 tahun. Thian Zai membuka penawaran mulai dari 150.000 Spirit Stone.
"200.000!" Cheng Hai dari Sekte Phoenix Iblis kembali berseru. Di sektenya, hanya Grand Elder-nya saja yang seorang Alkemis, dia berniat menghadiahkan Tanaman Herbal tersebut pada Grand Elder-nya.
Zhi Shu dan Hai Feng kembali menawar harga, kali ini mereka mengikuti arahan dari Xiao Shuxiang. Ketika mencapai jumlah tertentu, keduanya langsung berhenti menawar.
Beberapa tamu yang ada di lantai bawah serta tamu VIP tersentak karena ternyata perwakilan Sekte Kupu-Kupu masih berani menawar harga dengan tinggi padahal sudah mengeluarkan begitu banyak Spirit Stone di babak sebelumnya.
"600.000!!" Cheng Hai memasang senyum kemenangan saat perwakilan dari Sekte Kupu-Kupu tidak lagi melakukan penawaran, tanaman herbal pun akhirnya menjadi miliknya.
Barang selanjutnya dari babak kedua tersebut adalah sebuah Kitab Praktik yang di dalamnya berisi teknik meringankan tubuh. Hai Feng kembali melakukan penawaran, kali ini dirinya bersaing dengan perwakilan Sekte Serigala Iblis dan Sekte Tengkorak Darah.
Harga awal Kitab Praktik tersebut adalah 200.000 Spirit Stone menjadi 800.000 dan jatuh ke tangan Sekte Tengkorak Darah. Xiao Shuxiang menahan tawa karena rencananya berhasil.
!
Xiao Shuxiang tersentak saat menyadari tatapan Lan Guan Zhi mengarah padanya, dia lalu tersenyum tipis dan mengedipkan satu matanya kepada Grand Elder masa depan Sekte Pedang Langit tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang tidak lain adalah membalas kerugian yang didapatkannya. Dia menggunakan Hai Feng dan Zhi Shu untuk memancing tamu di ruangan VIP lain agar meladeni tawaran yang mereka lakukan.
Saat dirasa sekte tersebut telah mencapai batasnya, Xiao Shuxiang segera memberi tanda agar Hai Feng dan Zhi Shu berhenti menawar.
Taktik ini seperti pedang bermata dua, karena bila saingan mereka menyadari dan tidak lagi menawar harga, maka Xiao Shuxiang-lah yang akan mengalami kerugian.
Tetapi telah ada dua sekte yang termakan umpan milik Xiao Shuxiang. Buktinya, di barang ketiga.. Sekte Phoenix Iblis dan Sekte Tengkorak Darah tidak mampu lagi untuk bersaing.
Lan Guan Zhi menggelengkan kepala pelan, Xiao Shuxiang ternyata anak yang cerdik.
"Hadirin sekalian, selanjutnya adalah barang ketiga dari babak kedua ini!" Thian Zai begitu bersemangat, dua orang gadis muda mulai menaiki panggung dengan membawa sebuah peti panjang dari giok merah.
Ketika Thian Zai membukanya, seketika seluruh ruangan diliputi oleh hawa dingin. Benda di dalam peti tersebut adalah busur yang terbuat dari giok putih.
"Hadirin sekalian! Busur ini merupakan Pusaka Bumi, disebut sebagai Busur Es Abadi. Anak panah yang terbuat dari es tipis akan langsung muncul dengan sendirinya ketika busur ini digunakan. Orang yang terkena serangan anak panah tersebut akan langsung membeku. Semakin tinggi praktik orang yang menggunakan busur ini, maka daya serangnya akan semakin besar."
Thian Zai membuka harga sebanyak 300.000 Spirit Stone. Zhi Shu langsung menawar dengan harga tinggi, namun Li Qian Xie dan Sian Ru tidak mau kalah. Ketiganya bersaing memperebutkan Pusaka Bumi tersebut.
Satu hal yang cukup jelas dilelang kali ini, yaitu setiap sekte hanya diwakilkan oleh orang-orang kepercayaan Grand Elder setiap sekte. Sepertinya para Patriarch dan Grand Elder setiap sekte itu tidak terlalu tertarik dengan pelelang yang termasuk kecil ini.
"700.000!" Zhi Shu menatap kesal ke arah ruangan tempat Sian Ru berada.
"750.000!" Sian Ru tentu tidak mau kalah.
"800.000!" Li Qian Xie meski dirinya adalah junior dari Zhi Shu, namun di luar Sekte Kupu-Kupu.. Dia adalah putri Kaisar, tidak akan mungkin dirinya menyerah begitu saja dengan benda yang dia inginkan.
__ADS_1
"Kalian..! 850.000!" penawaran dari Zhi Shu membuat Sian Ru harus menyerah, dia tidak punya spirit stone yang bisa mengalahkan tawaran dari Zhi Shu.
"900.000!"
!!
Para hadirin hanya bisa terperangah ketika Pusaka Bumi berupa Busur Es Abadi hampir mendekati harga yang fantastis, Xiao Shuxiang dan Hai Feng berusaha menghentikan Zhi Shu untuk tidak menawar lagi.
"Apa kau gila..? Kau akan membuatku-hmp"
"Saudara Xiao, aku tahu kau memiliki banyak uang. Aku harus mendapatkan pusaka itu meski harus memberikan diriku padamu." Zhi Shu membekap mulut Xiao Shuxiang, dia kemudian lanjut memberi penawaran hingga Li Qian Xie tidak bisa lagi.
Zhi Shu akhirnya bisa tersenyum puas setelah menawar habis-habisan. Busur Es Abadi kini berada di tangannya setelah mengeluarkan 1.700.000 Spirit Stone.
Xiao Shuxiang memijat keningnya, dia baru saja merasa senang karena habis mengerjai perwakilan Sekte Tengkorak Darah dan Sekte Phoenix Iblis dengan taktiknya, dan sekarang dirinya harus mengeluarkan uang sebanyak itu demi sebuah Pusaka Bumi.
"Saudara Xiao, tenangkan dirimu. Harga itu sepadan dengan kualitas barangnya. Apalagi kau mendapatkan Zhi Shu, aku sangat merestuimu, Saudaraku."
"Hai Feng, bukan itu masalahnya. Selain Alkemis aku juga seorang penempa. Xiao Shuxiang ini bisa membuat Pusaka Bumi jika mau! Aku hanya butuh dua tahun untuk membuat yang seperti busur itu, tapi..! Haaiih..! Uangku..." Xiao Shuxiang merasa hatinya terguncang. Dia tidak percaya akan melakukan ini, tetapi Zhi Shu memang harus merasakan tamparan di bokong.
"Tunggu sampai kita kembali ke sekte, akan kubuat kalian berdua menjerit keenakan." Xiao Shuxiang begitu serius, Hai Feng sampai merinding mendengarnya.
"Saudara Xiao, ka-kau mau melakukan apa?"
"Kau dan Zhi Shu, kalian berdua akan mendapatkan hadiah istimewa dari Xiao Shuxiang. Mengesalkan sekali..." Dia menarik telinga Hai Feng dan mencubit pipinya dengan gemas.
Barang keempat dan lima yang dilelang selanjutnya adalah sepasang baju pelindung. Terbuat dari sisik Demonic Beast berupa Tenggiling yang hanya ada di Benua Tengah.
Li Qian Xie langsung menawar saat Thian Zai membuka harga, dia kini bersaing dengan Sekte Bunga Lotus yang ternyata dimenangkan oleh Huan Ran dan Huan Mei.
Zhi Shu terlihat tidak tertarik lagi dengan pelelangan ini, dirinya begitu senang karena mendapatkan barang yang diinginkannya. Beberapa kali dia memeluk dan mencium Busur Es Abadi miliknya.
Ketika menyerang Sekte Serigala Iblis kala itu, Zhi Shu menyadari sesuatu terjadi di dalam tubuhnya. Rupanya Dantian milik Zhi Shu berubah menjadi Dantian Es, dia tentu saja tidak percaya dengan perubahan tiba-tiba tersebut.
Namun, lama kelamaan dia pun mulai menerima Dantian barunya. Tinggal menemukan senjata yang sesuai dengan kekuatannya dan sekarang sudah terwujud.
"Saudara Xiao, aku menyayangimu..!" Zhi Shu memeluk Xiao Shuxiang begitu erat dan mencium gemas kepalanya, dia membuat Xiao Shuxiang tersentak.
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat Lan Guan Zhi menatap lurus ke arahnya. Segera dia melepaskan pelukan Zhi Shu dan tersenyum canggung sambil mengalihkan perhatiannya ke arah lain.
"Saudara Xiao? Kau kenapa..? Tidak suka kupeluk?" Zhi Shu penasaran karena ekspresi saudaranya itu seperti orang yang ketahuan berselingkuh.
__ADS_1
"La-Lan Zhi.. Menatap kemari," Xiao Shuxiang berbicara pelan, dia lalu melirik ke ruangan Sekte Pedang Langit dan kembali menatap Lan Guan Zhi.
"Memalukan,"
!!
Xiao Shuxiang terperanjak, dia baru saja membaca gerak bibir Lan Guan Zhi yang ternyata mengatainya memalukan. Segera Xiao Shuxiang menggeleng dan menunjuk Zhi Shu, seakan berusaha menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan apa-apa.
"... Zhi Shu yang melakukannya Lan Zhi. Dia yang memelukku lebih dulu."
Lan Guan Zhi mengalihkan pandangannya untuk memperhatikan Thian Zai kembali, tindakannya membuat Xiao Shuxiang tersentak.
"Lan Zhi, jangan pergi.." Xiao Shuxiang merasa frustrasi, dia baru saja merasa telah dicampakkan.
Pelelangan selanjutnya sama sekali tidak menarik perhatian Xiao Shuxiang, dia hanya berusaha agar Lan Guan Zhi mengarahkan pandangannya kembali.
Melihat Lan Guan Zhi sama sekali tidak memandanginya semakin membuat wajah Xiao Shuxiang memburuk. Hai Feng dan Zhi Shu kembali menawar harga, mereka memperebutkan Lentera Phoenix kembar empat.
Sekte yang sama sekali tidak bersuara sejak pelelangan ini adalah Sekte Pagoda Langit, baru di saat Lentera Phoenix keluar mereka segera menawar dengan harga yang jauh lebih tinggi dari penawar lain. Seakan mengatakan bahwa tujuan mereka datang memang untuk mendapatkan lentera tersebut.
Xiao Shuxiang tidak bisa melihat wajah kultivator yang ada di ruangan Sekte Pagoda Langit sebab adanya kain tebal sebagai penutup jendela mereka.
Xiao Shuxiang lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam keunguan. Saat memakannya, dia bisa merasakan rasa manis bercampur asam.
Pandangan matanya langsung bisa melihat secara tembus pandang ke arah ruangan Sekte Pagoda Langit. Hanya saja...
!!
Xiao Shuxiang langsung tersedak, dia telah melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat. Bukannya melihat wajah dari kultivator Sekte Pagoda Langit, dia malah melihat tubuh bagian atas mereka tanpa busana.
Beruntung tubuh Ling Qing Zhu tertutupi oleh tubuh pamannya yang besar, sehingga Xiao Shuxiang tidak dapat melihat dirinya dengan jelas.
"Ya ampun, mataku..."
"Saudara Xiao, kau kenapa?" Hai Feng mengusap-usap punggung saudaranya, dia sama sekali tidak mengerti dengan tingkah Saudara Xiao-nya ini.
"Hai Feng, aku baru saja mendapat nama baru untuk salah satu pil buatanku. Aku akan menamainya Pil Mata Dewa, bagaimana? Keren, bukan?"
?
"Aku sama sekali tidak mengerti." Hai Feng meminta Xiao Shuxiang agar memberitahunya khasiat dari pil yang dikatakan saudaranya barusan. Tetapi Xiao Shuxiang berkata akan mengatakannya saat pulang nanti.
Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, sangat disayangkan efek pil hitam keunguannya tersebut hanya sampai tiga tarikan napas. Namun dia berencana untuk meningkatkannya.
__ADS_1
"Hem Hm, ini akan jadi pil terbaik buatanku..." Xiao Shuxiang memperlihatkan senyuman jahilnya.
***