XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
180 - Dunia Demon (Vol. 2 'Sang Bintang Pelindung') [Revisi]


__ADS_3

Di saat kepala Piao Liang hampir ditebas oleh Lan Xu Jian, dia mendapatkan bantuan dari pria berjubah dan bertudung hitam. Wujud Piao Liang kembali berubah, tubuhnya penuh dengan luka parah.


Piao Liang mencoba berdiri, dia menyaksikan pertarungan rekannya melawan Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit.


"Di mana gadis itu? Kenapa dia belum juga kembali..?!"


Tepat setelah Piao Liang berucap demikian, dia seketika merasakan kehadiran seseorang mendekat ke arahnya.


Yang dia tunggu-tunggu telah datang. Ling Qing Zhu menapak dengan anggun di samping Piao Liang. Tangan kirinya memegang sebuah benda berbentuk pagoda merah kecil bertingkah tujuh.


Pandangan matanya mengarah pada pertarungan Patriarch Lan dan pria berjubah hitam rekannya. Pagoda di tangannya melesat lalu melayang sedikit di atas kepala pria berjubah dan bertudung hitam.


!!


Patriarch Lan tersentak saat lawannya melompat mundur, detik berikutnya pagoda kecil tersebut mengeluarkan cahaya dan menerangi tubuh Patriarch Lan.


Seketika, Pagoda tersebut menghisap Patriarch Lan dan kembali ke telapak tangan Ling Qing Zhu.


Pria berjubah dan bertudung hitam melangkahkan kakinya dengan berat, dia memegang dadanya yang terkena tebasan cukup dalam dari Patriarch Lan.


"Ukh! Nona, keempat Patriarch yang lain sudah datang. Ka-kau pergilah,"


Ling Qing Zhu mengangguk, dia segera melesat pergi menuju ke tempat Patriarch Sekte Pedang Langit yang lain berada.


Seorang murid menyaksikan bagaimana Patriarch Lan terhisap masuk ke dalam pagoda kecil merah tersebut, dia kesulitan menelan ludahnya.


Dirinya mendengar pembicaraan Piao Liang dan pria berjubah hitam tersebut. Dia tersentak saat tahu bahwa misi mereka yang sebenarnya adalah membunuh Lan Guan Zhi dan menculik Lan Xiao serta kelima Patriarch.


Dia jadi mengkhawatirkan keselamatan para juniornya yang dia ketahui bersama dengan Harimau Bulan tersebut.


Dia membutuhkan bantuan, segera dirinya melesat untuk mencari keberadaan GrandElder Sekte Pedang Langit.


Lan Xiao sendiri saat ini membawa Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi ke tempat tinggal Ping Gou. Wajah Xiao Shuxiang begitu pucat, dia tidak memikirkan kondisi tubuhnya yang dipenuhi oleh racun.


Ping Gou sendiri terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba datang dan memintanya turun dari dipan giok hitamnya yang baru.


Xiao Shuxiang membaringkan Lan Guan Zhi, wajahnya masih begitu khawatir. Dia berpikir keras untuk menyelamatkan temannya.


".. Dantiannya sudah rusak, apa yang harus kulakukan?! Lan Zhi..? Jawab aku jika kau mendengarku, Kawan..?! Lan Guan Zhi! Kau jangan membuatku takut, Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang memeriksa tubuh Lan Guan Zhi dengan Qi, dia terkejut sebab api jiwa temannya perlahan meredup.


!!


Xiao Shuxiang semakin panik, dia kelabakan memikirkan cara menyelamatkan temannya. Jika Dantian Lan Guan Zhi kembali utuh, maka kemungkinan nyawanya tidak akan berada dalam situasi yang segawat ini.


Masalahnya tak ada cara memperbaiki Dantian yang telah rusak, apalagi milik Lan Guan Zhi kini mulai melebur dan menghilang. Hanya tinggal sepuluh tarikan napas saja dan dia akan kehilangan nyawa.


Xiao Shuxiang memegang perutnya, dia memiliki dua Dantian. Namun tidak mudah mengeluarkan Dantiannya dan memindahkan ke tubuh Lan Guan Zhi. Terlalu berisiko, apalagi ada racun di dalam tubuhnya.


Xiao Shuxiang menatap wajah Lan Guan Zhi dengan pandangan matanya yang memburam, dia tidak ingat sejak kapan dirinya menangis.


".. Ini tidak akan menyelesaikan masalahku." Xiao Shuxiang mengusap kedua mata dan wajahnya, dia melihat Lan Xiao yang menggesekkan mulut serta hidungnya pada tangan Lan Guan Zhi.


Bahkan Harimau Bulan tersebut mengeluarkan air mata. Sama seperti Xiao Shuxiang, dia juga takut kehilangan pemuda ini.


"Lan Xiao, kau jaga Lan Guan Zhi sampai aku kembali. Gunakan energi kehidupanmu dan jaga api jiwanya agar tidak padam. Kau mengerti?"


Nnnrr


Xiao Shuxiang mengeluarkan banyak tanaman herbal sebagai makanan Lan Xiao. Dia kemudian meminta Ping Gou menjaga tempat ini dan tidak boleh membiarkan siapapun mendekati Lan Guan Zhi.


Ping Gou mengangguk, dia menatap Xiao Shuxiang yang mulai pergi meninggalkan dirinya bersama Harimau Bulan dan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang muntah darah saat tiba di luar, racun di tubuhnya sangat sulit ternetralisir. Dia segera mengusap darah di bibirnya dan dengan napas terengah, Xiao Shuxiang melesat menuju ke Pasar Besar.


Keramaian pasar sama sekali tidak berkurang, berada di lorong yang lumayan gelap.. Lima orang manusia biasa dengan wajah seperti penjahat nampak tersenyum lebar saat menyaksikan seorang wanita yang ketakutan dan terus melangkah mundur sambil berusaha meminta tolong.


"Ka-Kalian Jangan Mendekat! Pergi Dari Sini! Tolong..!!"


"Tidak perlu takut, Nona Cantik. Kami tidak akan melukaimu, hahahaha"


Pandangan gadis tersebut mengarah ke sekeliling, dia melihat ada balok kayu di sekitarnya. Segera dirinya berlari dan mengambil balok kayu itu.


Kelima pria tersebut hanya terus tersenyum lebar sambil tertawa, tidak mereka sangka mendapat mangsa bertubuh bagus dan meningkatkan gairah ini. Malam bulan purnama, sangat cocok untuk bersenang-senang.


"Ayolah manis, jangan takut sayang.."


Sang Wanita mencoba memukul para pria bejat yang berusaha mengambil keuntungan darinya. Sayangnya dia hanya dapat memukul tubuh salah satu pria sebanyak dua kali dan kini berakhir dengan tubuhnya di dorong hingga membentur tanah.


Merasa sudah di atas angin, kelima pria bersifat serigala ini mulai menyerang Sang Wanita.


Meski berusaha memberontak, nyatanya dirinya terlalu lemah. Kedua tangan dan kakinya di cengkeram erat, yang bisa dia lakukan kini hanya menangis sambil berteriak meminta tolong.


!!


Salah satu pria yang baru akan melepaskan pakaiannya mendadak terjatuh dengan kepala menubruk perut Sang Wanita dan membuat korbannya berteriak.


Empat orang pria lainnya menolehkan matanya, namun detik berikutnya mereka semua dipukul pada bagian tengkuk tanpa tahu siapa yang berani mengganggu kesenangan mereka.


Sang Wanita sendiri mendorong kasar pria yang menimpanya, dia menutupi tubuh bagian atasnya yang sedikit terbuka. Napasnya terengah-engah, tetapi tatapan matanya berhasil menangkap seorang pemuda berpakaian hitam berdiri di depannya.


Andai wajah pemuda ini tidak terlihat ramah, mungkin dirinya sudah sangat ketakutan. Dia terkejut saat menyadari bahwa mata pemuda di depannya mengandung kesedihan dan seperti habis menangis.


Belum sempat dirinya berterima kasih, pemuda tersebut menghilang dan detik berikutnya dia merasakan ada yang memukul tengkuknya dari belakang.


Wanita tersebut langsung terbaring pingsan, yang memukulnya tidak lain adalah Xiao Shuxiang, pemuda yang juga memukul kelima pria bejat tersebut.


"Aku butuh lima manusia lagi," Xiao Shuxiang mencengkeram kerah dua orang manusia dan segera melesat membawa mereka ke Gunung Induk.


Xiao Shuxiang tidak dapat meminta api biru kecilnya untuk membantu, sebab mereka sedang ada di Sekte Pedang Langit dan masih membantu Jing Mi dan yang lainnya saat ini.


Xiao Shuxiang melempar pelan dua orang pria yang di bawanya ke tanah, sedikit jauh dari kediaman milik Ping Gou.


"Bertahanlah Lan Zhi, aku pasti akan menyelamatkanmu.." Xiao Shuxiang kembali melesat pergi, membawa manusia yang lain sekaligus mencari lagi.. hingga mencapai sepuluh orang.


Bruk,


Xiao Shuxiang melempar manusia kesepuluh yang dibawanya. Mereka semua masih hidup, namun dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Kesepuluh manusia ini saling bertumpuk, Xiao Shuxiang mencakar punggung tangan kanannya hingga berdarah. Dia meneteskan darahnya pada bagian kening manusia yang berada di tumpukan paling atas.


Xiao Shuxiang muntah darah, namun sebisa mungkin dia menahan sakit di tubuhnya, pekerjaannya belum selesai. Dia lalu membentuk segel dan meletakkan tangan kanannya pada perut manusia di depannya.


Sinar merah mulai menyinari kesepuluh manusia ini, tiba-tiba mereka semua menjerit kesakitan bersamaan dengan tubuh mereka berubah menjadi debu dan kaki Xiao Shuxiang yang perlahan menghilang terus naik ke tubuhnya.


Api biru Xiao Shuxiang yang sedang membantu murid-murid Sekte Pedang Langit, Sekte Kupu-Kupu, dan Sekte Bambu Perak menghilang satu persatu.


Sekte Pedang Langit sangat kacau jika dilihat dari atas. Banyak murid yang terluka parah, darah dan potongan daging milik musuh berceceran di mana-mana.


Ling Qing Zhu dan pamannya serta rekan-rekan mereka telah pergi beberapa waktu yang lalu setelah berhasil menangkap keempat Patriarch lainnya.


Jing Mi dan saudara seperguruannya serta murid-murid Sekte Pedang Langit berhasil membunuh ke-50 pria berpakaian hitam dan berhasil melukai Ling Hao Yu saat dia melindungi keponakannya.


Hanya saja mereka tidak mampu menyelamatkan keempat Patriarch yang terserap masuk ke pagoda merah milik Ling Qing Zhu. Mereka sepertinya kurang mengetahui bahwa di dalam pagoda tersebut Lan Xu Jian juga ada.


Ro Wei yang terbaring lemas dengan sayatan pedang di tubuhnya mencoba meraba dan mengambil kantong penyimpanan di pakaiannya. Dia melempar kantong tersebut ke arah murid Sekte Pedang Langit yang hampir sekarat.


"Berusahalah.. Hah hah.. Untuk mengambil pil di dalamnya.." napas Ro Wei terputus-putus, pandangannya memburam, tapi dia masih berusaha menahan luka di tubuhnya dengan Qi.


".. Hah.. Hah.. Di mana Saudara Xiao..? Kenapa.. aku tidak melihatnya di sepanjang pertarungan tadi.."


Baik Ro Wei, Jing Mi, termasuk GrandElder Sekte Pedang Langit tidak mengetahui apa yang terjadi pada Lan Guan Zhi. Mereka juga tidak tahu bahwa saat ini Xiao Shuxiang berada di tempat yang bukan bagian dari dunia mereka.


Selain dunia yang di huni oleh manusia dan kultivator, ada dunia lain bernama 'Dunia Demon'. Tempat ini di tinggali oleh para Demonic Beast berusia 1 sampai ratusan ribu tahun.


Dunia Demon dibagi menjadi tiga wilayah, yakni Gunung Kaisar Putih, Gunung Kaisar Merah, dan Gunung Kaisar Hitam.


Sebuah istana terbesar di wilayah Gunung Kaisar Merah, memiliki pengawal berupa Demonic Beast yang tubuhnya hampir sesempurna manusia andai tidak ada tanduk di kepala atau bulu tebal di wajah mereka.


Ada sekitar tujuh Demonic Beast yang melakukan patroli malam, berjalan-jalan di sekitar kediaman Tetua mereka.


Awalnya aman-aman saja, namun detik berikutnya mereka dikejutkan dengan cahaya putih yang seketika berubah wujud menjadi pemuda berseragam hitam kelam.


!!


"Siapa Kau?! Berani Sekali Kau Datang Ke Tempat Ini..!" bentak salah seorang penjaga sambil menunjuk pemuda yang ternyata adalah Xiao Shuxiang.


"Aku tidak punya waktu menjawab pertanyaanmu. Menyingkir..!" Xiao Shuxiang begitu dingin, dia melangkahkan kakinya namun dihentikan oleh penjaga ini.


Pertarungan tidak bisa dihindarkan, Xiao Shuxiang harus bertarung dengan para penjaga dalam keadaan tubuhnya yang terkena racun.


BAAAM!


Salah satu penjaga terpental dan menghantam tanah dengan keras saat terkena tinjuan Xiao Shuxiang. Entah bagaimana dia bisa begitu kuat dalam kondisinya saat ini.


Mungkin karena dia tidak ingin kehilangan teman yang begitu berharga baginya hingga dia menerjang siapa pun lawannya dengan beringas.


Demonic Beast dengan level tinggi dan monster ini sangat kewalahan melawan Xiao Shuxiang. Mereka merasakan ada aura yang aneh keluar dari tubuh pemuda tersebut, butuh waktu bagi mereka untuk menyadari siapa yang mereka lawan ini.


BAAAM!


"Ukh! Ba-bagaimana mungkin..? Tun-DIA MANUSIA..!!"


!!


Enam penjaga terkejut mendengar seruan dari rekannya. Mereka memperhatikan Xiao Shuxiang dengan seksama dan seketika mata mereka terbelalak.


"Tidak Mungkin! Bagaimana Bisa Manusia Sampai Ke Tempat Ini?!"


"Mustahil..!!"

__ADS_1


Xiao Shuxiang hanya memasang wajah dingin, dia memperingatkan kepada para penjaga ini untuk tidak menghalangi jalannya jika mereka masih ingin hidup.


"Cih! Sombong Sekali..! Kau Pikir Tempat Ini Rumahmu Hingga Kau Bisa Bertindak Seenaknya, Hah?! Kau Hanyalah Manusia Lemah..!!"


" … "


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apapun, kedua tangannya terkepal bersamaan dengan warna matanya berubah merah. Detik berikutnya dia menerjang para penjaga tanpa memberi mereka semua kesempatan untuk menyerang balik.


Keributan yang ditimbulkan Xiao Shuxiang begitu cepat menyebar, bahkan sampai di telinga pemilik istana ini.


Seorang wanita yang terlihat berusia 25 Tahun, berambut hitam panjang dengan pakaian serba merah, wajahnya cantik dan bentuk tubuhnya begitu indah.


Siapapun yang melihatnya tidak akan percaya bahwa dia adalah Demonic Beast dengan usia 100.000 Tahun.


!


"Apa?! Manusia?! Kau Jangan Bercanda!! Tidak mungkin manusia bisa datang kemari..!" dahi Lui Me Tian mengerut saat mendengar ucapan penjaganya.


"Sa-Saya tidak berani, Tetua. Dia benar-benar manusia,"


Penjaga yang memiliki tanduk kambing di kepalanya menekan dadanya kuat. Wajahnya pucat dan terlihat keringat dingin di keningnya, dia menahan darah yang hendak keluar dari mulutnya.


Lui Me Tian terdiam sejenak, bagaimana mungkin ada manusia yang bisa sampai di Dunia Demon? Apalagi manusia tersebut membuat penjaganya begitu kewalahan.


!!


".. Jangan-jangan..!" Lui Me Tian segera melangkah cepat, pakaian merahnya yang begitu indah menyapu lantai saat dia melangkah.


Istananya begitu luas dan sangat besar, sekitar sebelas langkah dirinya mulai menghilang kemudian tiba di depan pintu utama istananya.


BAAAM!


!!


Pintu besar Lui Me Tian dihantam kuat hingga terbuka lebar, dia tersentak saat melihat seorang pemuda dengan rambut hitam panjang terurai dan ikat rambut yang sudah mencapai ujung rambutnya.


Kedua tangan pemuda ini dipenuhi dengan darah berwarna merah kehitaman, ada percikan darah di pipi dan lehernya, mata merahnya bersinar menunjukkan kesan dingin nan tajam.


" … "


"Kau … Xiao.. Shuxiang..!"


!!


Para penjaga istana yang hendak menyerang pemuda tersebut karena telah membuat keributan begitu terkejut saat tiba-tiba manusia itu melesat bagai kilatan cahaya dan langsung mencengkeram kuat leher Tetua mereka dengan tangan kiri.


"TETUAA?!"


Kejadian ini sangat mengejutkan, pasalnya Tetua mereka tidak mungkin dikalahkan begitu saja. Tetua mereka bukanlah Demonic Beast yang lemah..!!


"Ukh! Xi-Xiao.. Shuxiang.." Lui Me Tian seperti terlalu terkejut dengan pemuda di depannya. Ingatannya masih sangat baik, tidak salah lagi. Pemuda ini adalah Xiao Shuxiang!


Mendengar Tetuanya menyebutkan sebuah nama.. Para penjaga yang hendak menyerang Xiao Shuxiang kembali terkejut.


"Xiao Shuxiang..?!"


"Apa dia orangnya..?!"


Xiao Shuxiang tidak peduli dengan tatapan mata para penjaga, dia hanya menatap dingin ke arah wanita yang dia cengkeram ini.


"Aku datang kemari ingin meminjam kitab Pengembali Jiwa, cepat berikan kitab itu!"


"A-apa ini yang dinamakan me-meminjam? Kau bi-bisa melakukannya de-dengan cara baik-baik..!"


Lui Me Tian mencoba melepaskan tangan kiri Xiao Shuxiang pada lehernya, namun tangan tersebut semakin kuat mencengkeramnya.


"Waktuku tidak banyak. Cepat Berikan!"


Lui Me Tian menyuruh seorang pelayannya untuk mengambil kitab yang diinginkan Xiao Shuxiang. Setelah kitab tersebut datang, pemuda tersebut melepaskan cengkeramannya.


Lui Me Tian terbatuk, dia melihat Xiao Shuxiang yang membuka lembar demi lembar kitab tersebut.


"Kenapa isi kitab ini hanya separuh saja?! Mana yang lainnya?!"


Lui Me Tian memegang lehernya pelan dan mengatakan pada Xiao Shuxiang bahwa kitab tersebut memang hanya separuh, tidak ada seorang pun yang bisa melengkapinya.


".. Banyak yang sudah mencoba melengkapi jurus di dalam kita itu, namun mereka semua gagal dan harus kehilangan nyawa. Kau juga-"


"Aku tidak peduli. Aku harus menyelamatkan Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang berjalan masuk lebih dalam di istana Lui Me Tian, dia bersikap seolah ini adalah rumahnya.


Semua mata termasuk pemilik kediaman memandangi punggung Xiao Shuxiang yang semakin menjauh.


Para penjaga ingin menyerang pemuda yang telah berani bertindak kasar pada Tetua mereka, namun Lui Me Tian melarang.


***


Di saat kepala Piao Liang hampir ditebas oleh Lan Xu Jian, dia mendapatkan bantuan dari pria berjubah dan bertudung hitam. Wujud Piao Liang kembali berubah, tubuhnya penuh dengan luka parah.


Piao Liang mencoba berdiri, dia menyaksikan pertarungan rekannya melawan Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit.


"Di mana gadis itu? Kenapa dia belum juga kembali..?!"


Tepat setelah Piao Liang berucap demikian, dia seketika merasakan kehadiran seseorang mendekat ke arahnya.


Yang dia tunggu-tunggu telah datang. Ling Qing Zhu menapak dengan anggun di samping Piao Liang. Tangan kirinya memegang sebuah benda berbentuk pagoda merah kecil bertingkah tujuh.


Pandangan matanya mengarah pada pertarungan Patriarch Lan dan pria berjubah hitam rekannya. Pagoda di tangannya melesat lalu melayang sedikit di atas kepala pria berjubah dan bertudung hitam.


!!


Patriarch Lan tersentak saat lawannya melompat mundur, detik berikutnya pagoda kecil tersebut mengeluarkan cahaya dan menerangi tubuh Patriarch Lan.


Seketika, Pagoda tersebut menghisap Patriarch Lan dan kembali ke telapak tangan Ling Qing Zhu.


Pria berjubah dan bertudung hitam melangkahkan kakinya dengan berat, dia memegang dadanya yang terkena tebasan cukup dalam dari Patriarch Lan.


"Ukh! Nona, keempat Patriarch yang lain sudah datang. Ka-kau pergilah,"


Ling Qing Zhu mengangguk, dia segera melesat pergi menuju ke tempat Patriarch Sekte Pedang Langit yang lain berada.


Seorang murid menyaksikan bagaimana Patriarch Lan terhisap masuk ke dalam pagoda kecil merah tersebut, dia kesulitan menelan ludahnya.


Dirinya mendengar pembicaraan Piao Liang dan pria berjubah hitam tersebut. Dia tersentak saat tahu bahwa misi mereka yang sebenarnya adalah membunuh Lan Guan Zhi dan menculik Lan Xiao serta kelima Patriarch.


Dia jadi mengkhawatirkan keselamatan para juniornya yang dia ketahui bersama dengan Harimau Bulan tersebut.


Dia membutuhkan bantuan, segera dirinya melesat untuk mencari keberadaan GrandElder Sekte Pedang Langit.


Lan Xiao sendiri saat ini membawa Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi ke tempat tinggal Ping Gou. Wajah Xiao Shuxiang begitu pucat, dia tidak memikirkan kondisi tubuhnya yang dipenuhi oleh racun.


Ping Gou sendiri terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba datang dan memintanya turun dari dipan giok hitamnya yang baru.


Xiao Shuxiang membaringkan Lan Guan Zhi, wajahnya masih begitu khawatir. Dia berpikir keras untuk menyelamatkan temannya.


".. Dantiannya sudah rusak, apa yang harus kulakukan?! Lan Zhi..? Jawab aku jika kau mendengarku, Kawan..?! Lan Guan Zhi! Kau jangan membuatku takut, Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang memeriksa tubuh Lan Guan Zhi dengan Qi, dia terkejut sebab api jiwa temannya perlahan meredup.


!!


Xiao Shuxiang semakin panik, dia kelabakan memikirkan cara menyelamatkan temannya. Jika Dantian Lan Guan Zhi kembali utuh, maka kemungkinan nyawanya tidak akan berada dalam situasi yang segawat ini.


Masalahnya tak ada cara memperbaiki Dantian yang telah rusak, apalagi milik Lan Guan Zhi kini mulai melebur dan menghilang. Hanya tinggal sepuluh tarikan napas saja dan dia akan kehilangan nyawa.


Xiao Shuxiang memegang perutnya, dia memiliki dua Dantian. Namun tidak mudah mengeluarkan Dantiannya dan memindahkan ke tubuh Lan Guan Zhi. Terlalu berisiko, apalagi ada racun di dalam tubuhnya.


Xiao Shuxiang menatap wajah Lan Guan Zhi dengan pandangan matanya yang memburam, dia tidak ingat sejak kapan dirinya menangis.


".. Ini tidak akan menyelesaikan masalahku." Xiao Shuxiang mengusap kedua mata dan wajahnya, dia melihat Lan Xiao yang menggesekkan mulut serta hidungnya pada tangan Lan Guan Zhi.


Bahkan Harimau Bulan tersebut mengeluarkan air mata. Sama seperti Xiao Shuxiang, dia juga takut kehilangan pemuda ini.


"Lan Xiao, kau jaga Lan Guan Zhi sampai aku kembali. Gunakan energi kehidupanmu dan jaga api jiwanya agar tidak padam. Kau mengerti?"


Nnnrr


Xiao Shuxiang mengeluarkan banyak tanaman herbal sebagai makanan Lan Xiao. Dia kemudian meminta Ping Gou menjaga tempat ini dan tidak boleh membiarkan siapapun mendekati Lan Guan Zhi.


Ping Gou mengangguk, dia menatap Xiao Shuxiang yang mulai pergi meninggalkan dirinya bersama Harimau Bulan dan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang muntah darah saat tiba di luar, racun di tubuhnya sangat sulit ternetralisir. Dia segera mengusap darah di bibirnya dan dengan napas terengah, Xiao Shuxiang melesat menuju ke Pasar Besar.


Keramaian pasar sama sekali tidak berkurang, berada di lorong yang lumayan gelap.. Lima orang manusia biasa dengan wajah seperti penjahat nampak tersenyum lebar saat menyaksikan seorang wanita yang ketakutan dan terus melangkah mundur sambil berusaha meminta tolong.


"Ka-Kalian Jangan Mendekat! Pergi Dari Sini! Tolong..!!"


"Tidak perlu takut, Nona Cantik. Kami tidak akan melukaimu, hahahaha"


Pandangan gadis tersebut mengarah ke sekeliling, dia melihat ada balok kayu di sekitarnya. Segera dirinya berlari dan mengambil balok kayu itu.


Kelima pria tersebut hanya terus tersenyum lebar sambil tertawa, tidak mereka sangka mendapat mangsa bertubuh bagus dan meningkatkan gairah ini. Malam bulan purnama, sangat cocok untuk bersenang-senang.


"Ayolah manis, jangan takut sayang.."


Sang Wanita mencoba memukul para pria bejat yang berusaha mengambil keuntungan darinya. Sayangnya dia hanya dapat memukul tubuh salah satu pria sebanyak dua kali dan kini berakhir dengan tubuhnya di dorong hingga membentur tanah.


Merasa sudah di atas angin, kelima pria bersifat serigala ini mulai menyerang Sang Wanita.


Meski berusaha memberontak, nyatanya dirinya terlalu lemah. Kedua tangan dan kakinya di cengkeram erat, yang bisa dia lakukan kini hanya menangis sambil berteriak meminta tolong.


!!

__ADS_1


Salah satu pria yang baru akan melepaskan pakaiannya mendadak terjatuh dengan kepala menubruk perut Sang Wanita dan membuat korbannya berteriak.


Empat orang pria lainnya menolehkan matanya, namun detik berikutnya mereka semua dipukul pada bagian tengkuk tanpa tahu siapa yang berani mengganggu kesenangan mereka.


Sang Wanita sendiri mendorong kasar pria yang menimpanya, dia menutupi tubuh bagian atasnya yang sedikit terbuka. Napasnya terengah-engah, tetapi tatapan matanya berhasil menangkap seorang pemuda berpakaian hitam berdiri di depannya.


Andai wajah pemuda ini tidak terlihat ramah, mungkin dirinya sudah sangat ketakutan. Dia terkejut saat menyadari bahwa mata pemuda di depannya mengandung kesedihan dan seperti habis menangis.


Belum sempat dirinya berterima kasih, pemuda tersebut menghilang dan detik berikutnya dia merasakan ada yang memukul tengkuknya dari belakang.


Wanita tersebut langsung terbaring pingsan, yang memukulnya tidak lain adalah Xiao Shuxiang, pemuda yang juga memukul kelima pria bejat tersebut.


"Aku butuh lima manusia lagi," Xiao Shuxiang mencengkeram kerah dua orang manusia dan segera melesat membawa mereka ke Gunung Induk.


Xiao Shuxiang tidak dapat meminta api biru kecilnya untuk membantu, sebab mereka sedang ada di Sekte Pedang Langit dan masih membantu Jing Mi dan yang lainnya saat ini.


Xiao Shuxiang melempar pelan dua orang pria yang di bawanya ke tanah, sedikit jauh dari kediaman milik Ping Gou.


"Bertahanlah Lan Zhi, aku pasti akan menyelamatkanmu.." Xiao Shuxiang kembali melesat pergi, membawa manusia yang lain sekaligus mencari lagi.. hingga mencapai sepuluh orang.


Bruk,


Xiao Shuxiang melempar manusia kesepuluh yang dibawanya. Mereka semua masih hidup, namun dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Kesepuluh manusia ini saling bertumpuk, Xiao Shuxiang mencakar punggung tangan kanannya hingga berdarah. Dia meneteskan darahnya pada bagian kening manusia yang berada di tumpukan paling atas.


Xiao Shuxiang muntah darah, namun sebisa mungkin dia menahan sakit di tubuhnya, pekerjaannya belum selesai. Dia lalu membentuk segel dan meletakkan tangan kanannya pada perut manusia di depannya.


Sinar merah mulai menyinari kesepuluh manusia ini, tiba-tiba mereka semua menjerit kesakitan bersamaan dengan tubuh mereka berubah menjadi debu dan kaki Xiao Shuxiang yang perlahan menghilang terus naik ke tubuhnya.


Api biru Xiao Shuxiang yang sedang membantu murid-murid Sekte Pedang Langit, Sekte Kupu-Kupu, dan Sekte Bambu Perak menghilang satu persatu.


Sekte Pedang Langit sangat kacau jika dilihat dari atas. Banyak murid yang terluka parah, darah dan potongan daging milik musuh berceceran di mana-mana.


Ling Qing Zhu dan pamannya serta rekan-rekan mereka telah pergi beberapa waktu yang lalu setelah berhasil menangkap keempat Patriarch lainnya.


Jing Mi dan saudara seperguruannya serta murid-murid Sekte Pedang Langit berhasil membunuh ke-50 pria berpakaian hitam dan berhasil melukai Ling Hao Yu saat dia melindungi keponakannya.


Hanya saja mereka tidak mampu menyelamatkan keempat Patriarch yang terserap masuk ke pagoda merah milik Ling Qing Zhu. Mereka sepertinya kurang mengetahui bahwa di dalam pagoda tersebut Lan Xu Jian juga ada.


Ro Wei yang terbaring lemas dengan sayatan pedang di tubuhnya mencoba meraba dan mengambil kantong penyimpanan di pakaiannya. Dia melempar kantong tersebut ke arah murid Sekte Pedang Langit yang hampir sekarat.


"Berusahalah.. Hah hah.. Untuk mengambil pil di dalamnya.." napas Ro Wei terputus-putus, pandangannya memburam, tapi dia masih berusaha menahan luka di tubuhnya dengan Qi.


".. Hah.. Hah.. Di mana Saudara Xiao..? Kenapa.. aku tidak melihatnya di sepanjang pertarungan tadi.."


Baik Ro Wei, Jing Mi, termasuk GrandElder Sekte Pedang Langit tidak mengetahui apa yang terjadi pada Lan Guan Zhi. Mereka juga tidak tahu bahwa saat ini Xiao Shuxiang berada di tempat yang bukan bagian dari dunia mereka.


Selain dunia yang di huni oleh manusia dan kultivator, ada dunia lain bernama 'Dunia Demon'. Tempat ini di tinggali oleh para Demonic Beast berusia 1 sampai ratusan ribu tahun.


Dunia Demon dibagi menjadi tiga wilayah, yakni Gunung Kaisar Putih, Gunung Kaisar Merah, dan Gunung Kaisar Hitam.


Sebuah istana terbesar di wilayah Gunung Kaisar Merah, memiliki pengawal berupa Demonic Beast yang tubuhnya hampir sesempurna manusia andai tidak ada tanduk di kepala atau bulu tebal di wajah mereka.


Ada sekitar tujuh Demonic Beast yang melakukan patroli malam, berjalan-jalan di sekitar kediaman Tetua mereka.


Awalnya aman-aman saja, namun detik berikutnya mereka dikejutkan dengan cahaya putih yang seketika berubah wujud menjadi pemuda berseragam hitam kelam.


!!


"Siapa Kau?! Berani Sekali Kau Datang Ke Tempat Ini..!" bentak salah seorang penjaga sambil menunjuk pemuda yang ternyata adalah Xiao Shuxiang.


"Aku tidak punya waktu menjawab pertanyaanmu. Menyingkir..!" Xiao Shuxiang begitu dingin, dia melangkahkan kakinya namun dihentikan oleh penjaga ini.


Pertarungan tidak bisa dihindarkan, Xiao Shuxiang harus bertarung dengan para penjaga dalam keadaan tubuhnya yang terkena racun.


BAAAM!


Salah satu penjaga terpental dan menghantam tanah dengan keras saat terkena tinjuan Xiao Shuxiang. Entah bagaimana dia bisa begitu kuat dalam kondisinya saat ini.


Mungkin karena dia tidak ingin kehilangan teman yang begitu berharga baginya hingga dia menerjang siapa pun lawannya dengan beringas.


Demonic Beast dengan level tinggi dan monster ini sangat kewalahan melawan Xiao Shuxiang. Mereka merasakan ada aura yang aneh keluar dari tubuh pemuda tersebut, butuh waktu bagi mereka untuk menyadari siapa yang mereka lawan ini.


BAAAM!


"Ukh! Ba-bagaimana mungkin..? Tun-DIA MANUSIA..!!"


!!


Enam penjaga terkejut mendengar seruan dari rekannya. Mereka memperhatikan Xiao Shuxiang dengan seksama dan seketika mata mereka terbelalak.


"Tidak Mungkin! Bagaimana Bisa Manusia Sampai Ke Tempat Ini?!"


"Mustahil..!!"


Xiao Shuxiang hanya memasang wajah dingin, dia memperingatkan kepada para penjaga ini untuk tidak menghalangi jalannya jika mereka masih ingin hidup.


"Cih! Sombong Sekali..! Kau Pikir Tempat Ini Rumahmu Hingga Kau Bisa Bertindak Seenaknya, Hah?! Kau Hanyalah Manusia Lemah..!!"


" … "


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apapun, kedua tangannya terkepal bersamaan dengan warna matanya berubah merah. Detik berikutnya dia menerjang para penjaga tanpa memberi mereka semua kesempatan untuk menyerang balik.


Keributan yang ditimbulkan Xiao Shuxiang begitu cepat menyebar, bahkan sampai di telinga pemilik istana ini.


Seorang wanita yang terlihat berusia 25 Tahun, berambut hitam panjang dengan pakaian serba merah, wajahnya cantik dan bentuk tubuhnya begitu indah.


Siapapun yang melihatnya tidak akan percaya bahwa dia adalah Demonic Beast dengan usia 100.000 Tahun.


!


"Apa?! Manusia?! Kau Jangan Bercanda!! Tidak mungkin manusia bisa datang kemari..!" dahi Lui Me Tian mengerut saat mendengar ucapan penjaganya.


"Sa-Saya tidak berani, Tetua. Dia benar-benar manusia,"


Penjaga yang memiliki tanduk kambing di kepalanya menekan dadanya kuat. Wajahnya pucat dan terlihat keringat dingin di keningnya, dia menahan darah yang hendak keluar dari mulutnya.


Lui Me Tian terdiam sejenak, bagaimana mungkin ada manusia yang bisa sampai di Dunia Demon? Apalagi manusia tersebut membuat penjaganya begitu kewalahan.


!!


".. Jangan-jangan..!" Lui Me Tian segera melangkah cepat, pakaian merahnya yang begitu indah menyapu lantai saat dia melangkah.


Istananya begitu luas dan sangat besar, sekitar sebelas langkah dirinya mulai menghilang kemudian tiba di depan pintu utama istananya.


BAAAM!


!!


Pintu besar Lui Me Tian dihantam kuat hingga terbuka lebar, dia tersentak saat melihat seorang pemuda dengan rambut hitam panjang terurai dan ikat rambut yang sudah mencapai ujung rambutnya.


Kedua tangan pemuda ini dipenuhi dengan darah berwarna merah kehitaman, ada percikan darah di pipi dan lehernya, mata merahnya bersinar menunjukkan kesan dingin nan tajam.


" … "


"Kau … Xiao.. Shuxiang..!"


!!


Para penjaga istana yang hendak menyerang pemuda tersebut karena telah membuat keributan begitu terkejut saat tiba-tiba manusia itu melesat bagai kilatan cahaya dan langsung mencengkeram kuat leher Tetua mereka dengan tangan kiri.


"TETUAA?!"


Kejadian ini sangat mengejutkan, pasalnya Tetua mereka tidak mungkin dikalahkan begitu saja. Tetua mereka bukanlah Demonic Beast yang lemah..!!


"Ukh! Xi-Xiao.. Shuxiang.." Lui Me Tian seperti terlalu terkejut dengan pemuda di depannya. Ingatannya masih sangat baik, tidak salah lagi. Pemuda ini adalah Xiao Shuxiang!


Mendengar Tetuanya menyebutkan sebuah nama.. Para penjaga yang hendak menyerang Xiao Shuxiang kembali terkejut.


"Xiao Shuxiang..?!"


"Apa dia orangnya..?!"


Xiao Shuxiang tidak peduli dengan tatapan mata para penjaga, dia hanya menatap dingin ke arah wanita yang dia cengkeram ini.


"Aku datang kemari ingin meminjam kitab Pengembali Jiwa, cepat berikan kitab itu!"


"A-apa ini yang dinamakan me-meminjam? Kau bi-bisa melakukannya de-dengan cara baik-baik..!"


Lui Me Tian mencoba melepaskan tangan kiri Xiao Shuxiang pada lehernya, namun tangan tersebut semakin kuat mencengkeramnya.


"Waktuku tidak banyak. Cepat Berikan!"


Lui Me Tian menyuruh seorang pelayannya untuk mengambil kitab yang diinginkan Xiao Shuxiang. Setelah kitab tersebut datang, pemuda tersebut melepaskan cengkeramannya.


Lui Me Tian terbatuk, dia melihat Xiao Shuxiang yang membuka lembar demi lembar kitab tersebut.


"Kenapa isi kitab ini hanya separuh saja?! Mana yang lainnya?!"


Lui Me Tian memegang lehernya pelan dan mengatakan pada Xiao Shuxiang bahwa kitab tersebut memang hanya separuh, tidak ada seorang pun yang bisa melengkapinya.


".. Banyak yang sudah mencoba melengkapi jurus di dalam kita itu, namun mereka semua gagal dan harus kehilangan nyawa. Kau juga-"


"Aku tidak peduli. Aku harus menyelamatkan Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang berjalan masuk lebih dalam di istana Lui Me Tian, dia bersikap seolah ini adalah rumahnya.


Semua mata termasuk pemilik kediaman memandangi punggung Xiao Shuxiang yang semakin menjauh.


Para penjaga ingin menyerang pemuda yang telah berani bertindak kasar pada Tetua mereka, namun Lui Me Tian melarang.

__ADS_1


***


__ADS_2